Kerala Blog Express

Serba Pertama di Kerala Blog Express

DSC_0393

30 blogger dari 25 negara dan melakukan perjalanan 14 hari mengelilingi provinsi Kerala, India, jelas meninggalkan begitu banyak kenangan, cerita seru (sebagian lagi drama) dan begitu banyak torehan pengalaman selama melakukan luxury trip. Bayangkan, aku yang biasanya ngegembel saat traveling, kini dihadapi beberapa kondisi yang bahkan tidak pernah sekalipun aku bayangkan. Apa saja sih pengalaman SERBA PERTAMA yang aku dapatan di perjalanan #KeralaBlogExpress 2016 ini? Ini dia.

Terbang di Kelas Bisnis

Aku yakin, semua maskapai jelas mengutamakan keselamatan dalam penerbangan. Jadi, poin paling penting yang aku jadikan acuan dalam memilih maskapai penerbangan itu adalah : harga. Bukannya aku gak mau terbang dengan nyaman, apalagi jika perjalanan panjang. Namun sementara mampunya ya segitu. Gakpapa, yang penting bisa jalan-jalan πŸ™‚ nah, kejutan pertama dari perjalanan Kerala Blog Express ini adalah saat tiket ekonomiku mendadak diubah menjadi kelas bisnis oleh petugas Silk Air. Rasanya gimana? Wah norak-norak bergembira, dah!

Seikat Bunga dari Lelaki India

Begitu tiba di bandara Trivandrum, seorang petugas bandara langsung menjemput aku dan Sarah dari Australia. Kami diberikan akses antrian imigrasi khusus dan juga penanganan bagasi. Intinya sejak melangkahkan kaki ke garbarata aja udah disambut dengan baik. Nggak nyangka, begitu keluar bandara, 2 orang lelaki masing-masing memberikan kami seikat bunga hidup dan juga goodie bag berisi pakaian serta papan nama penyambutan. Wow, seumur-umur aku belum pernah kasih orang bunga, lha ini malah dikasih. Oleh lelaki India pula! Alhasil saat foto ini aku publish di FB, aku banyak dibully (sebagian lagi minta kenalan hahaha)

Bunga Kerala

Muka kucel karena sudah hampir tengah malam. Gantengan mana? πŸ˜€

Traveling Menggunakan Bus

14 hari di dalam bus? Yup! 90% perjalanan kami lakukan dengan mengendarai bus berbadan besar dengan stiker menarik bergambar ikon Kerala dan juga stiker bertuliskan negara-negara asal para blogger termasuklah Indonesia. Hanya satu kali kami menggunakan pesawat lokal (atau kendaran jeep dan juga perahu) misalnya saja saat menuju kota Calicut/Kozhikode, India. Itupun pulangnya kami tetap mengendarai bus kembali ke kota Kochi. Bisa dibilang di bus inilah pengalaman dan interaksi seru paling banyak aku dapatkan. Kangen!

Trus, travelingnya sama 30 blogger pula! Gimana nggak hepi coba!

Berlayar dan Menginap di House Boat

Saat mengunjungi kota Alleppey, kami berkesempatan untuk β€œberlayar” menyusuri sungai MampaΒ dengan mengendarai house boat dengan fasilitas tak ubahnya hotel berbintang. Kami menyusuri sungai Mampa dari siang hari, bermalam di pinggir hutan dan persawahan dan kembali menuju kota keesokan harinya. Jika kalian tanya apa pengalaman tak terlupakan selama berada di Kerala, menginap di house boat jawabannya. Aku membayangkan sungai Musi bisa dibikin seperti ini. Aaarh pasti sangat luar biasa!

Menginap di Hotel Berbintang danΒ Mencicipi Suite Room

Waktu melakukan perjalanan dinas saat masih berstatus pegawai kantoran, sebagaimana standar perusahaan, pasti aku diinapkan di hotel terbaik yang ada di kota tersebut. Walau begitu, tetap saja kamarnya sharing dengan rekan kerja yang lain atau juga paling banter tidur sendiri di kamar biasa kalau jalan sama bos. Belum pernah tuh ngerasain suite room seperti di film-film. Eh, tahu-tahu saat menginap di Abad Whispering Palms di kota Kumarakom, oleh panitia, aku diberikan suite room yang bahkan jika dua kamar mandinya dijadiin satu, masih lebih besar dari kamar tidurku di Palembang. Gimana rasanya menginap di kamar super mewah? Nggak bisa tidur! Kenapa? Tenang nanti diceritain ya πŸ™‚

Selama perjalanan, kami biasanya dipecah menjadi beberapa kelompok dan diinapkan di hotel yang berbeda. Semuanya hotel dengan fasilitas dan pelayanan yang baik. Walau begitu, tentu ada hotel-hotel tertentu yang jauh lebih bagus dan ada yang fasilitasnya sedikit di bawahnya. Dan, masing-masing dari kami diacak sehingga kami semua merasakan menginap di hotel terbaik walaupun di kota yang berbeda. Seru!

Makan ala Fine Dining & Mencicipi Makanan Tradisional Khas India

Untuk aku yang biasanya makan di warteg, warung padang atau minimal warung/cafΓ© ala-ala, nggak bakalan kebayang bisa makan ala fine dining di restoran hotel dengan tata cara makan yang asli njelimet itu. Bayangin, sendoknya aja ada banyak. Belum lagi garpunya. Trus ada pisau pula! Walaupun ndeso pokoknya pas makan bareng temen-temen lain gaya aja deh!

Nah yang di bawah ini lain lagi. Namanya Sadhya, makanan/cara makan khas orang Kerala. Saat mengunjungi India tahun lalu, aku juga sempat mencicipi beberapa makanan khas India. Namun yang ini sangat berbeda. Baik dari menunya, cara makannya, hingga sikap setelah makan. Tenang, nanti juga akan aku ceritakan mengenai Sadhya ini πŸ™‚

I was bloody starving when arrived in The Windflower Vythiri Resort. And tadaaa…. they gave us this traditional food. This is Sadhya (means banquet in Malayalam language) is a variety of pure vegetarian dishes traditionally served on a banana leaf. Wow, it was a new experience for us, especially for our American-Europe friends because in Indonesia I also use banana leaf when I ordered Nasi Padang/Padang Foods 😜 This is India! #KeralaBlogExpress #Kerala #Foods #TripOfALifeTime #InstaFood #foodgasm #TraditionalFood #ThisIsIndia #Lunch #BananaLeaf #IndianFood #foodphotography #foodporn #foodie #Instagram #culinary #Foodhunter #foodTraveler #vegetarian #VegetarianFood #FoodPic #InstaFoodie #indianphotography

A post shared by Haryadi | OMNDUUT | Yansyah (@omnduut) on

MencobaΒ Olah Raga Extrim!

Hmm, bisa jadi bagi kalian ini nggak ekstrim-ekstrim banget. Tapi bagi aku yang biasa main congklak, trus tiba-tiba berkunjung ke arena permainan di Wayanad Adventure, dan mendapati ada permainan Zip Line, jelas aku terpacu buat nyoba. Alasannya pertama, mumpung dibayarin! Haha. Kalau mau bayar sendiri jelas itu udah ratusan ribu aja gitu. Bayangin ya, itu menaranya aja setinggi 30 meter dan medannya lebih dari 1 km. Alhamdulillah talinya selamat, jadi aku ikut selamat hehehe.

Masih di Wayanad. Di sana aku dan beberapa blogger yang berminat (acara bebas sih, sebagian memilih untuk merasakan pijat ayurdeva di hotel, tentu dengan biaya sendiri), mengikuti petualangan seru rafting di hutan Wayanad. Walaupun di Palembang banyak desa bersungai seperti ini, namun aku belum pernah mencoba rafting seperti ini.

Nah di sisi lain Alleppey, setelah bermalam di house boat, kami diajakin untuk mencoba kayak di sungai Mampa. Sekali lagi, walaupun awalnya rada ngeri (mana gak bisa berenang hehe), aku mau coba. Kapan lagi kan?

Untuk pertama kalinya nyobain kayak (hmm apa lebih tepat disebut kano, ya?) itu di Kerala. Walaupun agak ngeri awalnya takut perahunya karam (tahulah alasannya hehe) aku tetap penasaran coba. Kapan lagi, kan? Mumpung dibayari πŸ˜† Karena jumlah kayak yang terbatas, kami semua blogger #KeralaBlogExpress harus dibagi menjadi 3 tim. Aku kebagian tim terakhir bersama @fuigosteicontei dan @patchinpixels dari Brasil. Karena hari sudah sore dan menjelang gelap, kami hanya menyusuri sebagian rute saja. Lumayanlah ketimbang gak sama sekali. Oh ya itu pakai pelampung karena wajib ya, bukan karena aku gak bisa berenang, eh lebih-lebih karena itu juga sih hwhw. Terima kasih kepada @thatsofarah Yang sudah mengambil foto kece ini 😊 #Kayaking #Kayak #Boat #Sport #Trip #tripofalifetime #river #ExploreKerala #ThisIsIndia #Alleppey #Backwaters #sportlife #watersport #canoe #traveling

A post shared by Haryadi | OMNDUUT | Yansyah (@omnduut) on

Berkemah di Kaki Gunung dan (Pura-pura) Trekking

Aku pernah ya berkemah saat SMP. Tapi itupun di area museum yang tendanya hanya terbuat dari terpal. Nah, di Munnar, kita semua diajakin untuk berkemah di bawah kaki gunung dengan pemandangan yang sangat indah. Malam-malam kita berkeliling di api unggun sambil ngebir (mereka doang, aku mah kagak hehe) dan makan ala barbequeΒ­. Di sini juga terdapat drama yang sangat mengerikan buahahaha. Apa sih? Sabaaar, nanti diceritain.

Keesokan harinya kegiatan yang direncanakan adalah trekking. Awalnya ada 2 jalur yang ditawarkan. Yakni long trip dan short trip. Aku memilih yang short aja dengan secuil blogger lain. Untuk yang jalur pendek aja harus menempuh waktu 3 sd 4 jam. Aku nggak sanggup dan nyerah. β€œYang penting kita selfie-selfie, bukti kalau kita sudah trekking,” sahut Jojo, temen seperjuangan dari Filipina. Haha, catatan lengkap mengenai ini juga akan aku ceritakan. Sabar ya πŸ™‚

Menyaksikan Festival dan Upacara Penyambutan Tamu

Festival paling megah yang pernah aku lihat itu ada di Varanasi, India. Namun, baru di kuil Sree Kumaramangalam di kota Kumaragam, aku melihat festival yang memadukan antara orang, musik dan juga hewan (yakni gajah). Luar biasa ramai, bising, menarik dan bikin aku bergumam, β€œini nih baru India!”

Keberadaan hewan ini juga senada dengan yang biasanya ditampilkan dalam penyambutan tamu di hotel-hotel yang kami datangi. Para pegawai sudah memakai pakaian terbaiknya. Atraksi seni dihadirkan (sebagian besar gajah dan juga kesenian Kathakali yang terkenal itu. Sangat meriah!

Mengunjungi Desa Tradisional Sambil Diliput Media Asing

Masih di Kumarakom. Kami sempat berkunjung ke desa tradisional dan melihat aktifitas keseharian warga. Setidaknya kami berkunjung ke 4 titik, diantaranya sentra pembuatan tali dari sabuk kelapa. Mendatangi rumah satu keluarga yang membuat kerajinan dari tembikar. Berkunjung ke kebun dan melihat proses pemetikan buah kelapa dengan alat khusus dan proses pengambilan toddy (minuman tradisional) serta yang terakhir melihat proses penangkapan ikan menggunakan jala.

Karena tinggal di Indonesia, beberapa hal sudah pernah aku lihat. Terutama penangkapan ikan menggunakan jala. Namun sisanya adalah hal yang baru buatku. Bonusnya lagi, selama perjalanan kami diikuti oleh jurnalis lokal asal Kerala dan juga media asing asal Perancis. Lumayanlah, bisa nongol di TV berita Kerala dan Perancis sana hehehe.

DSC_0163

Duh lupa namanya siapa. Ini 2 wartawan asing sedang mewawancarai menteri pariwisatanya.

*Β  *Β  Β *

Ini dulu deh yang dapat diceritakan dari perjalanan Kerala Blog Express. Seperti yang dijanjikan, bisa jadi, masing-masing poin ini akan dibahas di tulisan terpisah. Terima kasih ya Kerala Tourism atas kesempatan luar biasa ini. Dan tunggu ya tulisan dariku, ciao!

Iklan

107 thoughts on “Serba Pertama di Kerala Blog Express

  1. Kereeen, pengalaman2nya bikin mupeng Yan. Seharusnya di Indonesia bisa ngadain acara serupa karena setiap provinsi di Indonesia punya keunikan adat, tradisi, wisata dan kuliner.

    • Indonesia juga ada acara beginian Wan. Mengundang blogger ngehits dari mancanegara (yang pemilihannya kurang jelas kriterianya) dan berakhir drama karena salah satu blogger menulis tentang sisi negatif Indonesia.

  2. Waaahh! Ini kerala yg waktu itu kudu vote via facebook itu bukan? dan Om masuk? wawawawaaa… kereeenn!! Selamat yaaaa berbahagia yaa… *syeneng banget*

    Wadaw! aku gasabar baca tulisan tentang kerala ini, buruan om buruan bikin tulisannya.
    Oya om, aku sekarang udah punya instagram hayoh gaul banget kan? follow in yak om @aseanrani. makasih lop you pul πŸ˜‰

  3. Aku penasaran nunggu detail ceritamu Yan, banyak kalimat ‘nanti diceritain’ nya hahahaha …

    Btw aku penasaran dan pengen banget nyoba nginep di houseboat nya itu, pasti seru ya. Dan aku setuju sama dirimu, seandainya di sungai Musi atau sungai2 di Indonesia dibuatkan houseboat trip kaya gitu khan seru πŸ™‚

    • InsyaAllah nanti diceritakan semua mas Bart πŸ™‚ baru sempat nulisnya sekarang. Sebulan belakangan sibuk ngerjain PR.

      Sungai Musi jauh lebih berarus ketimbang sungai Mampa, tapi tetap saja bisa. Toh menginapnya sudah daerah pedalaman gitu. Duh semoga bisa sungai Musi kayak begitu. Amiin

    • Iya nanti kalau udah ditulis, linknya mau aku kirimke Disbudpar, siapa tahu suatu saat ada perusahaan yang mau mengadaptasi ide yang sama seperti yang ada di Alleppey. πŸ™‚

  4. kemasan menarik… ini jadi salah satu pemantik ide juga buat uni kalau malas cerita detail karena bayaknya yang mau diceritain kala pulang dari perjalanan.

    bikin trik 10 pertama.. 10 terbaik.. apalah apalah..

    btw.. tulisan dan foto2nya keren.. uni follow ah ig yayan.. kayaknya belum temenan kita di sono ya.. *ngintilin kemana yayan pergi nih kayaknya..hehehe

    • Bener Uni. Nulis dengan angka gitu juga katanya… ini katanya sih, lebih oke buat narik trafik πŸ˜€

      Yeaay akan dapet satu followers lagi haha. Ntar aku polbek uni. πŸ™‚

  5. Menarik sekali, mas. Kamu beruntung bisa jalan-jalan gratis di Kerala dan sekitarnya. Yang paling seru menurutku adalah momen kebersamaan bareng 30 blogger sedunia dan menginap di house boat πŸ™‚

    • Iya Nugie, jadi punya temen-temen baru dan bisa nyerap ilmu baru. Sebagian dari mereka udah expert banget bloggingnya. Keren dah πŸ™‚

  6. Ping-balik: Lampung Krakatau Festival 2016 : Keindahan Disela Bayang-bayang Mimpi Buruk | Omnduut

  7. Ping-balik: 10 Langkah Mudah Proses Visa On Arrival India Secara Online | Omnduut

  8. Ping-balik: Hunian Istimewa di Jantung Kota Kuala Lumpur : Swiss-Garden Hotel & Residences | Omnduut

  9. Ping-balik: Hari-hari Pertama di Kerala Blog Express, Ngapain Aja? Ini Dia! | Omnduut

  10. Ping-balik: Sensasi Menginap di Kettuvallam Sembari Menyusuri Sungai Pampa di India | Omnduut

  11. Ping-balik: Sensasi Berkemah & (Pura-pura) Mendaki Gunung Phantom di Munnar, India | Omnduut

  12. Hebat bnget ka ..bs dpt ksmpatan sprti itu!brbagilah sma kami cara dpt ksmpatan itu bgmna..pengen bnget nginjek kaki d india

  13. Hebat ka..bs pnya ksmpatan jln yg gratis pula.bgi2 info dong biar dpt gratis gt gmn ..pngen bngt nginjakin kaki d india

  14. Ping-balik: Yang Spesial Saat β€œStaycation” di Aryaduta Palembang | Omnduut

  15. Ping-balik: Jiya Jale di Taman Nasional Periyar | Omnduut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s