Pelesiran

10 Langkah Mudah Proses Visa On Arrival India Secara Online

Depan

.

Terima kasih atas semua pembaca blog omnduut. Aku banyak sekali menerima pertanyaan, komentar atau tanggapan seputar pengajuan e-visa ini. Mohon dapat membaca dengan teliti semua tahapan yang sudah aku tulis dengan rinci ini terlebih dahulu sebelum melakukan proses pengajuan e-visa untuk meminimalisasi kesalahan dan pertanyaan berulang 🙂

Terima kasih 

. . .

“Ngapain Yan ke India?”

“Ngg… nganuuu,” sambil mintilin ujung baju. “Mau ketemu mbak Kajol.”

Hwhw. Yup, para pelancong yang ingin mengunjungi India punya 1001 alasan kenapa mereka begitu ingin mengunjungi negerinya om Aamir Khan ini. Jawaban simpelnya sih, “mau liburan!” Cuma kalo ternyata ada alasan terselubung dari perjalanan tersebut –mau cari jodoh misalnya, uhuy, ya sah-sah saja.

Trus apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengunjungi negari Hindustani ini? Buanyaaaak. Namun khusus di tulisan ini, aku special membahas step by step mendapatkan e-Voa India secara online. Asyik banget nih, pemerintah India terus mempermudah akses bagi wisatawan yang ingin mengunjungi negaranya. Jika dulu pelancong harus mengajukan Visa langsung ke kedutaan besar India yang ada di Indonesia (ada 3, di Jakarta, Medan dan Bali), trus berlanjut ke VOA (Visa on Arrival) yang artinya Visa dapat diperoleh begitu sampai di lokasi (hanya bandara tertentu dan prosesnya luamaaa kalo aku baca pengalaman temen-temen di blog) nah! Sekarang pelancong cukup mengajukan visa secara online!

Ingat! Ini penting. Sekarang pengajuan visa HANYA dapat dilakukan di kantor kedutaan atau pengajuan secara online. ­Hal ini sudah berlaku sejak Desember 2014 lalu. Ada pengalaman nih dari seorang teman yang sudah kadung berada di KLIA2, Kuala Lumpur tapi ditolak naik pesawat karena gak punya e-VOA. Hiks, jadinya sayang banget, kan? Tiket pesawat-hotel dsb sudah dipersiapkan namun gagal berangkat karena gak punya e-VOA. –sakitnya tuh di sini –tunjuk dompet.

Oke, kemudian, tahapan mana saja yang dibutuhkan untuk mengajukan e-VOA India secara online? Sebelum memulai tahapannya, silakan vuka situs Indian Visa Application di sini : https://indianvisaonline.gov.in/

Halaman awal 1

.

Lalu klik bagian Tourist Visa On Arrival yang aku beri tanda panah. HATI-HATI! Hihi, mau bongkar kebodohan rahasiaku dulu nih. Ketika dulu aku mau apply, aku langsung terpaku pada gambar yang ada di bagian bawah webnya. Yaitu gambar yang ini.

Halaman awal 2

.

Lalu, dengan pedenya aku mulai mengisi data diri yang ada. Belakangan muncul keanehan. Pertama, aku harus memilih kedutaan mana (Jakarta, Medan atau Bali) nah aneh kan? Padahal aku mengajukan secara online. Namun dasar bawaan laper, aku masih nggak ngeh dan terus melanjutkan pengisian data. Kedua, hingga pada akhir proses, aku tidak menemukan bagian pembayaran dan keharusan untuk mengunggah beberapa dokumen (seperti scan foto dan paspor). Setelah dicek lagi, oalaaah aku salah! Bagian ini untuk pengajuan Visa LANGSUNG ke kantor kedutaan besar. –tepok jidat pake godam.

Nah ini dia tahapan yang benar.

Halaman awal 3

.

Nah jika sudah klik bagian Tourist Visa on Arrival, kalian akan menemukan tampilan seperti ini. Langsung pencet aja jerawatnya eh maksudku gambar paling kiri bertuliskan Apply Online tersebut. Jika sudah, mari siapkan amunisi (cemilan atau kopi) dan ikuti saja langkah-langkah di bawah ini.

Tahap 1

tahap 1

.

Di bagian ini menurutku cukup gampang. Cuma yang agak bingung itu di bagian passport type-nya. Ada beberapa pilihan, yakni ordinary passport, diplomatic passport, official passport, service passport dan special passport. Nah gak usah bingung, selagi kalian masih berstatus warga biasa saja, belum mampu sewa jet pribadi kayak Syahrini (trus dia punya special passport gitu? Tauk! :p) maka pilihlah ordinary passport.

Bagian lainnya yang perlu diperhatikan yakni port of arrival-nya. Sejauh ini hanya 9 bandara di 9 kota yang dapat menerima kedatangan pelancong menggunakan e-VOA ini. Bandara tersebut yakni yang berada di Bengaluru, Chennai, Cochin, Delhi, Goa, Hyderabad, Mumbai, Trivandrum dan terakhir yang menjadi bandara kedatanganku nanti yakni Kolkata.

PENTING PENTING PENTING

Belakangan, banyak pembaca blog yang kontak aku dan bermasalah dengan tanggal kedatangan yang tidak sesuai dengan waktu yang diberikan oleh kedutaan besar India. Tolong perhatikan hal ini ya, harap berhati-hati dalam pengisian Expected Date of Arrival (EDoA)-nya.

Jadi, ketika pertama kali berencana berlibur ke India, aku sudah punya tiket untuk terbang dari Kuala Lumpur ke Kolkata, India pada tanggal 6 April 2015. Dan direncanakan sekitar tengah malam akan tiba di Kolkata (yang berarti tanggal 7 April 2015). Seharusnya bisa aku apply ngepas tanggal 7 April 2015, namun tetap saja untuk lebih aman, aku apply tanggal 6 April 2015 untuk kemudahan di bandara. Gak lucu dong dilarang terbang karena visa terhitung belum valid/belum bisa digunakan. Paling apes tiba di India tanggal 6 April pukul 23:50 misalnya, aku hanya diminta menunggu 10 menit agar pas sesuai visa yang diberikan tanggal 7 April 2015.

Lalu, begitu visaku granted/approve/dikabulkan, ternyata pihak kedutaan memberi jeda waktu dan opsi untuk aku tiba di India. Coba LIHAT GAMBAR TAHAP 9, di sana tertulis aku dapat tiba di India antara tanggal 11 Maret 2015 dan 14 April 2015. Nah, baik kan pihak kedutaan? mereka kasih jeda untuk masuk ke negara mereka bahkan hingga 1 bulan, yakni 3 minggu sebelum EDoA-nya. Mereka mengantisipasi jika waktu keberangkatanku mundur atau maju.

Visa DIBERIKAN sesuai EDoA yang telah kita input di tahap 1 ini. BUKAN waktu pengajuan e-visanya. Pengajuan e-visa dapat dilakukan setidaknya 1 bulan sebelum berangkat. Jadi, jika ingin berangkat tanggal 7 April, maka 7 Maret sudah bisa diproses. Alangkah baiknya pengisian EDoA diisi sesuai tanggal keberangkatan kita sehingga tidak terjadi miss atau kesalahan dalam periode pemberian visa dan waktu keberangkatan.

UPDATE 20 Januari 2016

Setahun berselang, bandara yang menerima kedatangan turis menjadi lebih banyak. Kini terhitung ada 16 kota yang dapat menerima e-Visa. Ke-16 kota tersebut yakni : Ahmedabad, Bengaluru, Amritsar, Chennai, Cochin, Delhi, Gaya, Goa, Hyderabad, Jaipur, Kolkata, Lucknow, Mumbai, Tiruchirapalli, Trivandrum, Varanasi.

Tahap 2

Tahap 2

.

Di bagian ini, kamu diminta untuk mengisi beberapa form seputar data diri. Harap maklum, ini kali pertama aku mengajukan visa. Jadi kadang masih suka nggak yakin dan takut salah di pengisiannya. Misalnya saja aku bingung tentang sih beda given name dan surname itu? Ternyata, given name itu dalam konteks wong barat sana sama artinya dengan nama depan (forename) sedangkan surname itu sama kayak family name atau nama belakang. Hati-hati, nama yang tertulis harus sama dengan yang ada di paspor.

Nah satu lagi di bagian ini yang cukup menarik. Yakni di bagian Visible Identification Marks. Ini maksudnya ialah ciri-ciri fisik yang nampak secara kasat mata. Misalnya saja kamu punya tato gambar tengkorak di dagu atau punya tanda sihir di jidat kayak Harry Potter, nah itu dapat dituliskan. Simpelnya sih kalo kampu punya tahi lalat atau apapunlah ciri khasnya kamu, monggo dituliskan aja. Nah aku sendiri kan gak punya ciri khusus selain semok dan (sedikit) tampan. Cuma berhubung aku low profile, 2 hal itu tidak aku tuliskan. Jadi cukup ditulis : Kagak Punya Om eh None ding :p –kan harus pake bahasa Inggris. Kalau kamu mau menjajal kemampuan bahasa Indiamu, boleh aja ditulis Nehi. Semoga kamu dapat pahala udah bikin petugas kedutaanya ketawa.

PENTING!

Eh ya, untuk proses pengisian formnya, bisa dipending kok kalo kamu kebetulan kebelet pipis atau mau anter ibuk ke pasar dulu. Tekan aja tombol Save and Temporary Exit yang terdapat di bagian bawah. Namun, sebelumnya jangan lupa catat dulu Temporary Application ID-nya. (lihat nomor yang aku beri kotak di gambar atas). Dengan begitu kamu bisa melanjutkan form yang belum terisi.

“Masuknya nanti lewat mana?”

“Ya lewat pintu ke mana saja!”

Nggak, nanti kembali lagi ke halaman awal situs https://indianvisaonline.gov.in/ lalu pilih di bagian Complete Partially Filled Form.

Tahap 2b

.

Di bagian ini kamu harus mengisi beberapa data yang tertulis di dalam paspor. Seperti no paspor, tempat paspor dibuat, tanggal dibuat serta tanggal kadaluarsa. Untuk form lainnya menurutku cukup jelas ya. Paling juga itu pas ditanya Did you acquire nationality by birth or by naturalization? Itu maksudnya kamu berkewarganegaraan Indonesia dari lahir atau hasil naturalisasi. –ya kali aja kamu atlet bola kayak Diego Michiels hohoho.

Jika sudah klik Save and Continue.

Tahap 3

Tahap 3a

.

tahap 3b

.

Tahap 3c

.

Nah kalau bagian ini sih lebih gampang lagi. Tinggal isi data alamat saja, nama orang tua dan data pekerjaan. Simpel banget! -Ngisinya sambil goyang dumang juga bisa

Tahap 4

Tahap 4a

.

Tahap 4b

.

Tahap keempat ini juga sebetulnya gampang. Misalnya saja disuruh menuliskan beberapa nama tempat yang akan dikunjungi di India. Tulis saja nama-nama kotanya. –Tolong jangan typo trus nulis kota Bekasi dan Jonggol ya :p, Nah yang unik lainnya ketika kita ditanya apakah pernah mengujungi negara SAARC (South Asian Association of Regional Cooperation). Diantaranya Afghanistan, Bhutan, Pakistan, Maldives, Bangladesh, Sri Langka dan Nepal. Nah berhubung aku belum pernah ke negara-negara tersebut jadi gampang aja.

“Gimana kalau sudah?”

Hmm, sepertinya tidak apa-apa dituliskan. Berbeda di tahapan sebelumnya yang menanyakan apakah ada keturunan Pakistan, nah jika jujur di part ini bisa jadi… ini bisa jadi loh ya, akan “lain lagi” proses akhirnya :p (ntah e-voanya bakalan di approve atau tidak)

Tahap 4c

.

Nah di bagian ini yang harus mendapatkan perhatian khusus. Saat kita diminta untuk menuliskan Reference Name in India. Gimana tuh kalau nggak ada kenalan di India? Jawabannya, tulis saja alamat salah satu hotel/hostel tempat di mana kamu akan menginap. No telpnya jangan lupa, ya! Atau kalau punya temen komunitas (kayak aku nih di postcrossing atau couchsurfing) mintain aja alamatnya. Bilang hanya untuk pengajuan visa.

Tahap 4d

.

Nah di bagian ini kamu juga diminta untuk mengunggah foto kamu. Penting! Persiapkan dengan baik. Pertama, bikin foto terbarunya bisa pake hape atau kamera pocket biasa kok. Hemat biaya dan gak harus foto studio. Aku juga gitu :p Yang penting udahnya diganti backgroundnya jadi warna putih. Gak jago photoshop? Tengok ke sekeliling, pasti ada temen yang bisa. Kedua, save dalam bentuk Jpeg dan pastikan ukurannya 350 pixel x 350 pixel (klik gambar, lalu perbesar). Aku udah nyoba ukuran gak sesuai dan ditolak. Jadilah pas apply rada rempong dan panik dikit. Ketiga, size-nya minimal 10 kb dan maksimal 1 Mb. Jika berhasil foto kiyut kamu akan muncul. Jika sudah oke, klik Save and Continue seperti biasa.

Tahap 5

Tahap 5a

.

Tahap 5b

.

Nah ini tahapan yang kulalui dengan penuh drama –lebay.  Haha, soalnya aku kesulitan mengubah size file Paspor yang sudah di PDF-kan menjadi ukuran yang lebih kecil. Semula hasil scannya 800 KB sedangkan persyaratannya maksimal 300 KB. Setelah tanya sana-sini dan minta saran dari mbak Google, akhirnya aku bisa merubah ukurannya menggunakan aplikasi NitroPDF. Masalah selesai! Tinggal klik Save and Continue seperti biasa.

Tahap 6

Tahap 6a

.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di tahap ini kita diwajibkan untuk mengecek kembali satu persatu semua form yang telah di isi. Cek seksama dan pastikan tidak ada kesalahan sedikitpun karena jika sudah melewati tahapan ini, isian form tidak dapat diubah. Jika sudah oke, tekan lagi Save and Continue.

Tahap 7

Tahap 7a

.

Tahap 7b

.

Kedutaan India akan member sedikit wejangan kepada kamu sebelum melakukan pembayaran. Ada 2 pilihan, tinggal pilih antara Pay Now atau Pay Later. Biaya pengurusan e-VOA ini ialah USD62 dimana USD60 biaya pokoknya sedangkan USD2 ialah processing fee-nya. Pembayaran hanya bisa dilakukan menggunakan kartu kredit. Jadi pastikan kamu memiliki kartu kredit atau bisa pinjam punya keluarga/teman. Jika kamu ada hasrat untuk ngutang, tolong sudahi segera karena jika tidak kamu tidak akan mendapatkan visa tersebut hehe. Eh ya bagian Undertaking itu silakan klik YES jika mau langsung dilakukan pembayaran.

Catatan : Aku sempat memiliki kendala saat proses pembayaran. Dimana ketika bank penyelia kartu kredit mengirimkan OTP (One Time Password) ke handphoneku dan aku masukkan OTP tersebut, tiba-tiba situsnya down. Sempat panik karena pembobolan CC begitu marak belakangan ini. Aku sampai menelepon ke call center dan memastikan apakah proses sebelumnya berhasil atau tidak. Dari petugas, aku diinformasikan bahwa transaksi sebelumnya gagal. Aku lalu log in kembali menggunakan Temporary Application ID. Makanya PENTING banget untuk mencatat no. ID sementara ini.

UPDATE 20 Januari 2016

Siapa sangka, dalam rentang 1 tahun aku kembali lagi ke India dalam rangka #KeralaBlogExpress, sesuai informasi beberapa pembaca di kolom komentar, benar saja, kini biaya pembuatan VISA India turun dari yang semulanya USD 62 menjadi USD 49.20 dengan rincian sebagai berikut

Visa Indiaaa 3

.

Untuk metode pembayaran juga ternyata sudah dapat dilakukan dengan kartu Debit. Tapi sepertinya nggak semua kartu debit dapat diterima. Ada beberapa bank yang memungkinkan untuk kartu debitnya dialihfungsikan/digandakan fungsinya menjadi kartu kredit. Mengenai hal ini, berhubung aku nggak coba langsung mohon maaf informasinya jadi terbatas ya. Silakan dicoba sendiri atau jika nanti ada pembaca yang sudah melakukan metode pembayaran dengan cara tersebut, akan aku update lagi informasinya.

Visa Indiaaaa 2

.

Tahap 8

Tahap 8a

.

Hurray, proses pengajuan e-VOAnya sudah selesai. Sampai di tahap ini kamu sudah memiliki Application ID yang sebenarnya. Jika kamu memilih View Application Form maka kamu dapat mencetak semua daftar isian yang sudah kamu isi sebelumnya. Jika memilih Print Acknowledgment, kamu dapat mencetak ‘laporan’ semacam ini. Laporan yang sama juga dikirimkan melalui email kamu.

Tahap 8b

.

Tahap 9

Tahap 9

.

Setelah menunggu kurang lebih 24 jam dengan penuh perasaan deg-degan, setelah sempat salah isi aplikasi dan error saat pembayaran,  hurraaaay –loncatloncat, akhirnya Visa-ku di granted juga. Yihaaaa. Alhamdulillah, bukti visa yang sudah disetujui yang dikirim melalui email tinggal dicetak dan diperlihatkan ke petugas saja nanti ketika berangkat. Kalau aku sih simpan juga buktinya di flashdisk, in case yang versi cetak hilang dan gak bisa online di saat yang bersamaan. Visa pertama iniiii huhuhuhu aku terharuuuu –ambil kanebo. –kecupkecup visa. 

Tahap 10

Berangkaaaaatttt!!! 🙂

UPDATE 20 Januari 2016

Beberapa hal ini aku rangkum dari pertanyaan-pertanyaan yang masuk.

  • Judul tulisan ini memakai “VOA” yang berarti VISA ON ARRIVAL (Visa yang didapatkan di kota kedatangan), jadi apakah masih bisa VOA jika mau berangkat ke India? Jawab : Aku sengaja memakai judul VOA karena pada saat dituliskan (tahun 2015), proses pengurusan Visa secara On Arrival baru saja dihapuskan (per Desember 2014) sehingga masih banyak orang yang menganggap masih bisa mendapatkan Visa di bandara kedatangan. Faktanya, semua visa harus sudah diurus sebelum berangkat baik secara online (INDIAN E-TOURIST VISA) atau diurus ke kedutaan. Ketentuan ini berlaku di negara yang ada di daftar ini

Visa list

  • Apakah bukti Visa-nya harus dicetak? Jawab : Lebih baik begitu. Usahakan bukti visanya dicetak namun jika nggak sempat ya apa boleh buat, kasih lihat saja bukti visa yang sudah disetujui yang tersimpan di handphone kalian.

  • Saya pernah mengunjungi Pakistan, lalu bagaimana dengan poin Tahap Ke-4. Apakah nggak apa-apa dituliskan dalam pengajuan Visa? Jawab : Berdasarkan pengalaman mas Hanafi (salah satu pembaca blog Omnduut), tidak masalah dituliskan, visa India tetap saja diberikan.

  • Berapa lama proses pengajuan Visa secara online hingga status Visa pasti? Jawab : Di tahun 2015, aku harus menunggu satu hari (24 jam) namun di tahun 2016, aku apply jam 8 Malam, jam 8 pagi sudah mendapatkan balasan email dan visa disetujui.

  • Boleh tidak saya apply Visa-nya 3 atau 4 hari sebelum berangkat? Jawab : Dengan fakta pertanyaan sebelumnya, seharusnya sih tidak masalah ya. Namun perhitungkan juga hari kerja, dan usahakan dipersiapkan seminggu sebelum keberangkatan. Di tahun 2015, aku apply visa sebulan sebelum berangkat dan temanku seminggu sebelum berangkat. Semua aman 🙂 Update! pengajuan visa hanya dapat dilakukan sebulan sebelum keberangkatan.

  • Kapan waktu yang tepat untuk apply visa? Jawab : Menurut pengalaman mas Iwa dan mbak Niken, pembaca blog Omnduut, apply visa hanya bisa diajukan SETIDAKNYA satu bulan sebelum berangkat. Jika lebih dari itu, akan otomatis tertolak sama sistem.

  • Saya tidak punya kartu kredit, trus gimana? atau saya pakai kartu kredit sodara, apa boleh? jawab : Ada beberapa pihak yang menyediakan jasa pembayaran menggunakan kartu kredit. Silakan di googling ya, tentang aman nggak amannya silakan cek dan ricek masing-masing. Simpelnya nih ya, misalnya ketemu situs PT. JASA KARTU KEDIT KECE, coba googling terbalik : Apakah PT.JASA KARTU KREDIT KECE penipu? 🙂  jika gak nemu info tentang itu, menurutku aman. Jika menggunakan kartu kredit sodara, aku pikir nggak masalah, karena gak akan dimintain kasih lihat CC di imigrasi.

  • (lagi-lagi tentang kartu kredit) Huaa aku mentok nih di pembayaran, jadi gimana? jawab : pakai punya teman, biasanya emang kena charge 2,5 sd 5%. Trus bermasalah nggak jika 1 CC dipakai ramai-ramai? nggak masalah. Untuk kartu debit yang dapat dialihfungsikan menjadi CC setahuku hanya baru bisa Bank Mandiri dan Bank BNI. Silakan cek di sini dan di sini.

  • Total habis berapa banyak uang selama perjalanan? Jawab : Mengenai itinerary, bisa cek di tulisan ini. Untuk pengalamanku selama di India bisa cek di sini.

Sekadar saran, silakan baca semua komentar yang ada, karena banyak yang nanya juga di sana dan aku jelasin melalui balasan komentar. So, kapan ke India? 🙂

UPDATE : 25 AGUSTUS 2016  VISA YANG DITOLAK

Terima kasih kepada semua pembaca blog yang sudah menjadikan tulisan ini sebagai referensi dalam pengajuan Visa Indianya. Aku turut senang saat mendapatkan komen dan email (sebagian lagi menghubungi via akun sosmed) yang mengabarkan jika Visa-nya diterima/granted.

Beberapa waktu lalu aku sempat menerima sebuah telepon dari seorang pembaca blog yang mengabarkan jika Visanya ditolak. Nah loh, setahun lebih tulisan ini tayang baru sekali aku mendapatkan kabar jika ada yang pengajuan Visa-nya ditolak.

Namun sayangnya sebagaimana aturan kedutaan, tidak ada alasan resmi dari penolakan tersebut. Jadi kita sebagai aplikan hanya bisa menerka-nerka. Berikut adalah email penolakan dari kedutaan yang dikirimkan ulang kepadaku.

VISA India Tolak

Email penolakan

Dari email tersebut terlihat ada keterangan yang bertuliskan “You may be eligible for a reguler visa” terus terang aku nggak begitu paham maksud dari penolakannya, namun menurut analisis abal-abalku, bisa jadi aplikan salah memilih jenis paspor saat pengisian form (lihat Tahap 1) yang seharusnya “Ordinary Passport” namun karena kursos mouse yang tergeser berubah menjadi jenis paspor yang lain.

 Namun, alasan kuat lainnya adalah di Tahap 5 (klik gambarnya dan perbesar), yakni mengenai foto dan scan paspor. Di sana sudah tertulis jelas di poin vi, “The applications is liable to be rejected if the uploaded document is NOT CLEAR an per specification.” dan memang aku sempat lihat form pengisian tahap akhir aplikan bahwa beliau menggunakan foto yang kurang jelas.

Kesimpulannya : Berhati-hatilah dalam pengisian form 🙂 namun jangan khawatir berlebihan juga. Dari sekian banyak yang mengajukan eVisa baru kali ini setidaknya aku mendapatkan kabar bahwa eVisanya ditolak. Juga, perhatikan jarak pengajuan visanya, jangan terlalu mepet agar jika ada kendala seperti ini masih ada waktu untuk menghubungi kedutaan besar India atau bahkan mengajukan visa secara manual di kantor kedutaan India di Indonesia.

Apakah eVisa hanya berlaku untuk ePassport?

Ini sempat ada kejadian juga dari seorang teman yang ditolak berangkat dari KLIA2 karena beliau memakai paspor biasa. (cerita lengkap bisa baca di sini), namun pada akhirnya beliau diizinkan terbang kok, dan bisa jadi penolakan tersebut hanya KARENA ketidaktahuan petugas imigrasi di KLIA2 saja. Kesimpulannya : AMAN terbang ke India menggunakan paspor biasa.

So, kapan giliran kamu ke India? 🙂

Iklan

510 thoughts on “10 Langkah Mudah Proses Visa On Arrival India Secara Online

  1. Omnduut,kalau saya mahasiswi yang akan ke India dengan tujuan ikut sebuah volunteer project dan akan stay di sana minimal 6 minggu, jenis visa apa yang harus saya pilih?

    Terima kasih

  2. Omndut, Saya udah punya tiket ke Chennai untuk tanggal 1 Juni, saya mau bikin E-TV, cuma saya datangnya 23.40 om, jadi ditulis kedatangannya kapan ya om?
    tanggal 1 juni apa 2 juni? bisi pesawatnya telat.

  3. Siang om..
    Mo naya
    Klo ngajuin evisa emang harus beli tiket pp ya?
    Klo tanggal pulangnya g sesuai dengan evisa dan tiket gimana donk?
    Reschedule mehong
    Biayanya bisa kayak harga tiket
    Maunya tinggal 1-3bln di india
    Krn ada bbrp teman y mo dkunjungi
    Mksh infonya

    • Halo mbak Lydia

      Untuk E-Visa gak mesti tiket PP. Tapi biasanya begitu sampe di India akan ditanya yiket pulang.

      Kalau tanggal gak sesuai, mesti reschedulle. Kalo mau lebih dari 1 bulan, mesti apply ke kantor kedutaan.

  4. Terima kasih banyak om atas artikel nya.. sangat membantu saya yg baru pertama kali mengajukan visa 😀

    semoga sehat selalu dan makin sukses!

    • Halo mbak Farida

      Aku lupa expired pembayarannya berapa lama mbak, menurutku, apply visanya pas udah siap bayar aja, jadi gak mesti nunggu besok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s