Pelesiran

[Update 2018] 10 Langkah Mudah Proses Visa On Arrival India Secara Online

Depan

.

Terima kasih atas semua pembaca blog omnduut. Aku banyak sekali menerima pertanyaan, komentar atau tanggapan seputar pengajuan e-visa ini. Mohon  untuk dapat membaca dengan teliti semua tahapan yang sudah aku tulis terlebih dahulu sebelum melakukan proses pengajuan e-visa untuk meminimalisasi kesalahan dan pertanyaan berulang 🙂

Terima kasih 

. . .

“Ngapain Yan ke India?”

“Ngg… nganuuu,” sambil mintilin ujung baju. “Mau ketemu mbak Kajol.”

Hwhw. Yup, para pelancong yang ingin mengunjungi India punya 1001 alasan kenapa mereka begitu ingin mengunjungi negerinya om Aamir Khan ini. Jawaban simpelnya sih, “mau liburan!” Cuma kalo ternyata ada alasan terselubung dari perjalanan tersebut –mau cari jodoh misalnya, uhuy, ya sah-sah saja.

Trus apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengunjungi negari Hindustani ini? Buanyaaaak. Namun khusus di tulisan ini, aku secara khusus akan membahas step by step mendapatkan E-Visa India secara online. Asyik banget nih, pemerintah India terus mempermudah akses bagi wisatawan yang ingin mengunjungi negaranya. Jika dulu pelancong harus mengajukan Visa langsung ke kedutaan besar India yang ada di Indonesia (ada 3, di Jakarta, Medan dan Bali), atau juga VOA (Visa on Arrival) yang artinya Visa dapat diperoleh begitu sampai di lokasi tujuan, nah, sekarang pelancong cukup mengajukan visa secara online!

INGAT! Ini penting. Sekarang pengajuan visa HANYA dapat dilakukan di kantor kedutaan atau pengajuan secara online. ­Hal ini sudah berlaku sejak Desember 2014 lalu. Ada pengalaman nih dari seorang teman yang sudah berada di KLIA2, Kuala Lumpur tapi ditolak naik pesawat karena gak punya e-Visa. Hiks, jadinya sayang banget, kan? Tiket pesawat, hotel dsb sudah dipersiapkan namun gagal berangkat karena gak punya e-Visa. –sakitnya tuh di sini –tunjuk dompet.

Oke, kemudian, tahapan mana saja yang dibutuhkan untuk mengajukan e-Visa India secara online? Sebelum memulai tahapannya? Silakan simak dengan baik, ya!

SUPER PENTING! UPDATE FEBRUARI 2018 

Hal pertama yang harus dilakukan untuk melakukan pengajuan visa secara online, adalah tentu membuka situs resminya dan mulai melakukan pengisian dan pengajuan E-Visanya. Berikut alamat resmi pengajuan E-Visa India.

LINK ASLI  https://indianvisaonline.gov.in/visa/index.html

Atau link ini untuk langsung masuk ke bagian registrasi

https://indianvisaonline.gov.in/evisa/Registration

[Gambar Situs Asli] Jika kalian klik link yang atas, maka akan begini tampilannya.

PENTING! Hati-hati ya, banyak banget situs pengajuan Visa yang ternyata punya Travel Agent, sehingga biayanya jauh lebih mahal ketimbang biaya yang sebenarnya. Ironisnya, link situs punyanya travel agent ini berada di deretan paling atas pencarian google.

Dan, jika ditelusuri lebih lanjut di google, akan ditemukan lebih banyak lagi situs palsu tersebut.

Pusing Pala’ Ken

Oke, jika sudah kebuka situs yang benar, kemudian klik bagian E-Visa yang aku beri tanda panah (Lihat di GAMBAR SITUS ASLI yang ada di atas). HATI-HATI! Hihi, mau bongkar kebodohan rahasiaku dulu nih. Jadi, saat pertama kali aku apply E-Visa di tahun 2015 lalu, aku langsung terpaku pada gambar yang ada di bagian bawah webnya. Yaitu gambar yang ini.

Halaman awal 2

Kalau tampilannya kayak gini, berarti daftar online namun pengajuan visa tetap melalui ke kedutaan besar India di Medan, Jakarta atau Bali

Lalu, dengan pedenya aku mulai mengisi data diri yang ada. Belakangan muncul keanehan. Pertama, aku harus memilih kedutaan mana (Jakarta, Medan atau Bali) nah aneh kan? Padahal aku mengajukan secara online. Namun dasar bawaan laper, aku masih nggak ngeh dan terus melanjutkan pengisian data.

Kedua, hingga pada akhir proses, aku tidak menemukan bagian pembayaran dan keharusan untuk mengunggah beberapa dokumen (seperti scan foto dan paspor). Setelah dicek lagi, oalaaah aku salah! Bagian ini untuk pengajuan Visa LANGSUNG ke kantor kedutaan besar. –tepok jidat pake godam.

Nah ini dia tahapan yang benar.

Halaman awal 3

Ini dia tampilan apply E-VISA India yang benar

Nah jika sudah klik bagian Tourist Visa on Arrival, kalian akan menemukan tampilan seperti ini. Langsung pencet aja jerawatnya eh maksudku gambar paling kiri bertuliskan Apply Online tersebut. Jika sudah, mari siapkan amunisi (cemilan atau kopi) dan ikuti saja langkah-langkah di bawah ini.

Tahap 1

tahap 1

.

Di bagian ini menurutku cukup gampang. Cuma yang agak bingung itu di bagian passport type-nya. Ada beberapa pilihan, yakni ordinary passport, diplomatic passport, official passport, service passport dan special passport. Nah gak usah bingung, selagi kalian masih berstatus warga biasa saja, belum mampu sewa jet pribadi kayak Syahrini (trus dia punya special passport gitu? Tauk! :p) maka pilihlah ordinary passport.

Bagian lainnya yang perlu diperhatikan yakni port of arrival-nya. Sejauh ini sudah ada 28 bandara dan pelabuhan di India yang dapat menerima kunjungan wisatawan dengan menggunakan E-Visa ini. Bandara dan pelabuhan tersebut yakni yang berada:

Update Februari 2018. Sejak pertama kali dirilis, awalnya hanya ada 9 pintu masuk saja yang dapat digunakan E-Visa. Sekarang, udah 28! dan daftar ini akan terus bertambah.

PENGAJUAN E-VISA SEKARANG DAPAT DILAKUKAN 5 BULAN SEBELUM BERANGKAT/TANGGAL KEDATANGAN

Jadi, kalau kamu udah ada rencana mau berangkat pada tanggal 5 Juni 2018, setidak-tidaknya, kamu baru bisa apply visa pada tanggal 5 Februari 2018, yakni 5 bulan sebelum hari kedatangan. Dulu, apply visa baru dapat dilakukan setidaknya 1 bulan sebelum hari kedatangan. Jadi, misalnya kamu rencana tiba 4 Maret 2018, maka setidaknya kamu baru dapat apply pada tanggal 4 Februari  2018, alias 1 bulan sebelum hari kedatangan.

*     *     *

Belakangan, banyak pembaca blog yang kontak aku dan bermasalah dengan tanggal kedatangan yang tidak sesuai dengan waktu yang diberikan oleh kedutaan besar India. Tolong perhatikan hal ini ya, harap berhati-hati dalam pengisian Expected Date of Arrival (EDoA)-nya.

Jadi, ketika pertama kali berencana berlibur ke India, aku sudah punya tiket untuk terbang dari Kuala Lumpur ke Kolkata, India pada tanggal 6 April 2015. Dan direncanakan sekitar tengah malam akan tiba di Kolkata (yang berarti tanggal 7 April 2015). Seharusnya bisa aku apply ngepas tanggal 7 April 2015, namun tetap saja untuk lebih aman, aku apply tanggal 6 April 2015 untuk kemudahan di bandara. Gak lucu dong dilarang terbang karena visa terhitung belum valid/belum bisa digunakan. Paling apes tiba di India tanggal 6 April pukul 23:50 misalnya, aku hanya diminta menunggu 10 menit agar pas sesuai visa yang diberikan tanggal 7 April 2015.

Lalu, begitu visaku granted/approve/dikabulkan, ternyata pihak kedutaan memberi jeda waktu dan opsi untuk aku tiba di India. Coba LIHAT GAMBAR TAHAP 9, di sana tertulis aku dapat tiba di India antara tanggal 11 Maret 2015 dan 14 April 2015. Nah, baik kan pihak kedutaan? mereka kasih jeda untuk masuk ke negara mereka bahkan hingga 1 bulan, yakni 3 minggu sebelum EDoA-nya. Mereka mengantisipasi jika waktu keberangkatanku mundur atau maju. Visa DIBERIKAN sesuai EDoA yang telah kita input di tahap 1 ini. BUKAN waktu pengajuan e-visanya.

 Tahap 2

Tahap 2

.

Di bagian ini, kamu diminta untuk mengisi beberapa form seputar data diri. Harap maklum, ini kali pertama aku mengajukan visa. Jadi kadang masih suka nggak yakin dan takut salah di pengisiannya. Misalnya saja aku bingung tentang sih beda given name dan surname itu? Ternyata, given name itu dalam konteks wong barat sana sama artinya dengan nama depan (forename) sedangkan surname itu sama kayak family name atau nama belakang. Hati-hati, nama yang tertulis harus sama dengan yang ada di paspor.

Nah satu lagi di bagian ini yang cukup menarik. Yakni di bagian Visible Identification Marks. Ini maksudnya ialah ciri-ciri fisik yang nampak secara kasat mata. Misalnya saja kamu punya tato gambar tengkorak di dagu atau punya tanda sihir di jidat kayak Harry Potter, nah itu dapat dituliskan. Simpelnya sih kalo kampu punya tahi lalat atau apapunlah ciri khasnya kamu, monggo dituliskan aja. Nah aku sendiri kan gak punya ciri khusus selain semok dan (sedikit) tampan. Cuma berhubung aku low profile, 2 hal itu tidak aku tuliskan. Jadi cukup ditulis : Kagak Punya Om eh None ding :p –kan harus pake bahasa Inggris. Kalau kamu mau menjajal kemampuan bahasa Indiamu, boleh aja ditulis Nehi. Semoga kamu dapat pahala udah bikin petugas kedutaanya ketawa.

Eh ya, untuk proses pengisian formnya, bisa dipending kok kalo kamu kebetulan kebelet pipis atau mau anter ibuk ke pasar dulu. Tekan aja tombol Save and Temporary Exit yang terdapat di bagian bawah. Namun, sebelumnya jangan lupa catat dulu Temporary Application ID-nya. (lihat nomor yang aku beri kotak di gambar atas). Dengan begitu kamu bisa melanjutkan form yang belum terisi.

“Masuknya nanti lewat mana?”

“Ya lewat pintu ke mana saja!”

Nggak, nanti kembali lagi ke halaman awal situs https://indianvisaonline.gov.in/ lalu pilih di bagian Complete Partially Filled Form.

Tahap 2b

.

Di bagian ini kamu harus mengisi beberapa data yang tertulis di dalam paspor. Seperti no paspor, tempat paspor dibuat, tanggal dibuat serta tanggal kadaluarsa. Untuk form lainnya menurutku cukup jelas ya. Paling juga itu pas ditanya Did you acquire nationality by birth or by naturalization? Itu maksudnya kamu berkewarganegaraan Indonesia dari lahir atau hasil naturalisasi. –ya kali aja kamu atlet bola kayak Diego Michiels hohoho.

Jika sudah klik Save and Continue.

Tahap 3

Tahap 3a

.

tahap 3b

.

Tahap 3c

.

Nah kalau bagian ini sih lebih gampang lagi. Tinggal isi data alamat saja, nama orang tua dan data pekerjaan. Simpel banget! -Ngisinya sambil goyang dumang juga bisa

Tahap 4

Tahap 4a

.

Tahap 4b

.

Tahap keempat ini juga sebetulnya gampang. Misalnya saja disuruh menuliskan beberapa nama tempat yang akan dikunjungi di India. Tulis saja nama-nama kotanya. –Tolong jangan typo trus nulis kota Bekasi dan Jonggol ya :p, Nah yang unik lainnya ketika kita ditanya apakah pernah mengujungi negara SAARC (South Asian Association of Regional Cooperation). Diantaranya Afghanistan, Bhutan, Pakistan, Maldives, Bangladesh, Sri Langka dan Nepal. Nah berhubung aku belum pernah ke negara-negara tersebut jadi gampang aja.

“Gimana kalau sudah?”

Hmm, sepertinya tidak apa-apa dituliskan. Berbeda di tahapan sebelumnya yang menanyakan apakah ada keturunan Pakistan, nah jika jujur di part ini bisa jadi… ini bisa jadi loh ya, akan “lain lagi” proses akhirnya :p (ntah e-visanya bakalan di approve atau tidak)

Tahap 4c

.

Nah di bagian ini yang harus mendapatkan perhatian khusus. Saat kita diminta untuk menuliskan Reference Name in India. Gimana tuh kalau nggak ada kenalan di India? Jawabannya, tulis saja alamat salah satu hotel/hostel tempat di mana kamu akan menginap. No telpnya jangan lupa, ya! Atau kalau punya temen komunitas (kayak aku nih di postcrossing atau couchsurfing) mintain aja alamatnya. Bilang hanya untuk pengajuan visa.

Tahap 4d

.

Nah di bagian ini kamu juga diminta untuk mengunggah foto kamu. Penting! Persiapkan dengan baik. Pertama, bikin foto terbarunya bisa pake hape atau kamera pocket biasa kok. Hemat biaya dan gak harus foto studio. Aku juga gitu :p Yang penting udahnya diganti backgroundnya jadi warna putih. Gak jago photoshop? Tengok ke sekeliling, pasti ada temen yang bisa.

Kedua, save dalam bentuk Jpeg dan pastikan ukurannya 350 pixel x 350 pixel (klik gambar, lalu perbesar). Aku udah nyoba ukuran gak sesuai dan ditolak. Jadilah pas apply rada rempong dan panik dikit. Ketiga, size-nya minimal 10 kb dan maksimal 1 Mb. Jika berhasil foto kiyut kamu akan muncul. Jika sudah oke, klik Save and Continue seperti biasa.

Tahap 5

Tahap 5a

.

Tahap 5b

.

Nah ini tahapan yang kulalui dengan penuh drama –lebay.  Haha, soalnya aku kesulitan mengubah size file Paspor yang sudah di PDF-kan menjadi ukuran yang lebih kecil. Semula hasil scannya 800 KB sedangkan persyaratannya maksimal 300 KB. Setelah tanya sana-sini dan minta saran dari mbak Google, akhirnya aku bisa merubah ukurannya menggunakan aplikasi NitroPDF. Masalah selesai! Tinggal klik Save and Continue seperti biasa. Tolong perhatikan betul tahapan ini ya jika gak mau visanya ditolak.

Tahap 6

Tahap 6a

.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di tahap ini kita diwajibkan untuk mengecek kembali satu persatu semua form yang telah di isi. Cek seksama dan pastikan tidak ada kesalahan sedikitpun karena jika sudah melewati tahapan ini, isian form tidak dapat diubah. Jika sudah oke, tekan lagi Save and Continue.

Tahap 7

Tahap 7a

.

Tahap 7b

.

Kedutaan India akan member sedikit wejangan kepada kamu sebelum melakukan pembayaran. Ada 2 pilihan, tinggal pilih antara Pay Now atau Pay Later. Biaya pengurusan e-VOA ini ialah USD62 dimana USD60 biaya pokoknya sedangkan USD2 ialah processing fee-nya. Pembayaran hanya bisa dilakukan menggunakan kartu kredit.

Jadi pastikan kamu memiliki kartu kredit atau bisa pinjam punya keluarga/teman. Jika kamu ada hasrat untuk ngutang, tolong sudahi segera karena jika tidak kamu tidak akan mendapatkan visa tersebut hehe. Eh ya bagian Undertaking itu silakan klik YES jika mau langsung dilakukan pembayaran.

Catatan : Aku sempat memiliki kendala saat proses pembayaran. Dimana ketika bank penyelia kartu kredit mengirimkan OTP (One Time Password) ke handphoneku dan aku masukkan OTP tersebut, tiba-tiba situsnya down. Sempat panik karena pembobolan CC begitu marak belakangan ini. Aku sampai menelepon ke call center dan memastikan apakah proses sebelumnya berhasil atau tidak. Dari petugas, aku diinformasikan bahwa transaksi sebelumnya gagal. Aku lalu log in kembali menggunakan Temporary Application ID. Makanya PENTING banget untuk mencatat no. ID sementara ini.

UPDATE BIAYA E-VISA

Siapa sangka, dalam rentang 1 tahun aku kembali lagi ke India dalam rangka #KeralaBlogExpress, sesuai informasi beberapa pembaca di kolom komentar, benar saja, kini biaya pembuatan VISA India turun dari yang semulanya USD 62 menjadi USD 49.20 dengan rincian sebagai berikut

Visa Indiaaa 3

.

Untuk metode pembayaran juga ternyata sudah dapat dilakukan dengan kartu Debit. Tapi sepertinya nggak semua kartu debit dapat diterima. Ada beberapa bank yang memungkinkan untuk kartu debitnya dialihfungsikan/digandakan fungsinya menjadi kartu kredit. Mengenai hal ini, berhubung aku nggak coba langsung mohon maaf informasinya jadi terbatas ya. Silakan dicoba sendiri atau jika nanti ada pembaca yang sudah melakukan metode pembayaran dengan cara tersebut, akan aku update lagi informasinya.

Visa Indiaaaa 2

.

Tahap 8

Tahap 8a

.

Hurray, proses pengajuan e-VOAnya sudah selesai. Sampai di tahap ini kamu sudah memiliki Application ID yang sebenarnya. Jika kamu memilih View Application Form maka kamu dapat mencetak semua daftar isian yang sudah kamu isi sebelumnya. Jika memilih Print Acknowledgment, kamu dapat mencetak ‘laporan’ semacam ini. Laporan yang sama juga dikirimkan melalui email kamu.

Tahap 8b

.

Tahap 9

Tahap 9

E-Visa yang aku terima tahun 2015. SINGLE ENTRY. Sekarang udah double entry, yeay!

Setelah menunggu kurang lebih 24 jam dengan penuh perasaan deg-degan, setelah sempat salah isi aplikasi dan error saat pembayaran,  hurraaaay –loncatloncat, akhirnya Visa-ku di granted juga. Yihaaaa. Alhamdulillah, bukti visa yang sudah disetujui yang dikirim melalui email tinggal dicetak dan diperlihatkan ke petugas saja nanti ketika berangkat. Kalau aku sih simpan juga buktinya di flashdisk, in case yang versi cetak hilang dan gak bisa online di saat yang bersamaan. Visa pertama iniiii huhuhuhu aku terharuuuu –ambil kanebo. –kecupkecup visa. 

E-Visa tahun 2018. Udah bisa double entry.

Kalau saat aku apply e-visa pertama kali di tahun 2015 hanya dapat single entry dengan durasi maksimal 1 bulan, sekarang udah enak. Bisa double entry dan jedanya bisa 5 bulan. Jadi, misalnya kamu berangkat ke India tanggal 23 Februari, masuk lewat bandara Delhi. Lalu pulang ke Indonesia. Eh, ada tiket promo ke Jaipur dan kamu berencana berangkat 5 Mei via bandara Jaipur, maka bisa dilakukan tanpa kendala.

Hanya, menurut Aidia Fitri Yeni, salah satu pembaca blog omnduut, antreannya terpisah. Bukan melalui antrean e-visa, tapi antrean visa biasa. Gak masalah, yang penting kan bisa jalan-jalan ke India lagi, yekan! Ini nih yang bikin India makin ramai dikunjungi wisatawan. Apply e-visanya mudah! sekali dikasih, bisa double entry segala.

Tahap 10

B E R A N G K A T

* * *

Intermezo hehehe

Beberapa hal ini aku rangkum dari pertanyaan-pertanyaan yang masuk.

  • Judul tulisan ini memakai “VOA” yang berarti VISA ON ARRIVAL (Visa yang didapatkan di kota kedatangan), jadi apakah masih bisa VOA jika mau berangkat ke India? Jawab : Aku sengaja memakai judul VOA karena pada saat dituliskan (tahun 2015), proses pengurusan Visa secara On Arrival baru saja dihapuskan (per Desember 2014) sehingga masih banyak orang yang menganggap masih bisa mendapatkan Visa di bandara kedatangan. Faktanya, semua visa harus sudah diurus sebelum berangkat baik secara online (INDIAN E-TOURIST VISA) atau diurus ke kedutaan. Ketentuan ini berlaku di negara yang ada di daftar ini

Visa list

  • Apakah bukti Visa-nya harus dicetak? Jawab : Lebih baik begitu. Usahakan bukti visanya dicetak namun jika nggak sempat ya apa boleh buat, kasih lihat saja bukti visa yang sudah disetujui yang tersimpan di handphone kalian.

  • Saya pernah mengunjungi Pakistan, lalu bagaimana dengan poin Tahap Ke-4. Apakah nggak apa-apa dituliskan dalam pengajuan Visa? Jawab : Berdasarkan pengalaman mas Hanafi (salah satu pembaca blog Omnduut), tidak masalah dituliskan, visa India tetap saja diberikan.

  • Berapa lama proses pengajuan Visa secara online hingga status Visa pasti? Jawab : Di tahun 2015, aku harus menunggu satu hari (24 jam) namun di tahun 2016, aku apply jam 8 Malam, jam 8 pagi sudah mendapatkan balasan email dan visa disetujui.

  • Boleh tidak saya apply Visa-nya 3 atau 4 hari sebelum berangkat? Jawab : Dengan fakta pertanyaan sebelumnya, seharusnya sih tidak masalah ya. Namun perhitungkan juga hari kerja, dan usahakan dipersiapkan seminggu sebelum keberangkatan. Di tahun 2015, aku apply visa sebulan sebelum berangkat dan temanku seminggu sebelum berangkat. Semua aman 🙂 Update! pengajuan visa hanya dapat dilakukan sebulan sebelum keberangkatan.

  • Kapan waktu yang tepat untuk apply visa? Jawab : 5 bulan sebelum berangkat udah bisa.

  • Saya tidak punya kartu kredit, trus gimana? atau saya pakai kartu kredit sodara, apa boleh? jawab : Boleh! Gak masalah. Selain itu, ada beberapa pihak yang menyediakan jasa pembayaran menggunakan kartu kredit. Silakan di googling ya, tentang aman nggak amannya silakan cek dan ricek masing-masing. Simpelnya nih ya, misalnya ketemu situs PT. JASA KARTU KEDIT KECE, coba googling terbalik : Apakah PT.JASA KARTU KREDIT KECE penipu? 🙂  jika gak nemu info tentang itu, menurutku aman. Jika menggunakan kartu kredit sodara, aku pikir nggak masalah, karena gak akan dimintain kasih lihat CC di imigrasi.

  • (lagi-lagi tentang kartu kredit) Huaa aku mentok nih di pembayaran, jadi gimana? jawab : pakai punya teman, biasanya emang kena charge 2,5 sd 5%. Trus bermasalah nggak jika 1 CC dipakai ramai-ramai? nggak masalah. Untuk kartu debit yang dapat dialihfungsikan menjadi CC setahuku hanya baru bisa Bank Mandiri dan Bank BNI. Silakan cek di sini dan di sini.

  • Total habis berapa banyak uang selama perjalanan? Jawab : Mengenai itinerary, bisa cek di tulisan ini. Untuk pengalamanku selama di India bisa cek di sini.

Sekadar saran, silakan baca semua komentar yang ada, karena banyak yang nanya juga di sana dan aku jelasin melalui balasan komentar. So, kapan ke India? 🙂

TENTANG E-VISA YANG DITOLAK

Terima kasih kepada semua pembaca blog yang sudah menjadikan tulisan ini sebagai referensi dalam pengajuan Visa Indianya. Aku turut senang saat mendapatkan komen dan email (sebagian lagi menghubungi via akun sosmed) yang mengabarkan jika Visa-nya diterima/granted.

Beberapa waktu lalu aku sempat menerima sebuah telepon dari seorang pembaca blog yang mengabarkan jika Visanya ditolak. Nah loh, setahun lebih tulisan ini tayang baru sekali aku mendapatkan kabar jika ada yang pengajuan Visa-nya ditolak.

Namun sayangnya sebagaimana aturan kedutaan, tidak ada alasan resmi dari penolakan tersebut. Jadi kita sebagai aplikan hanya bisa menerka-nerka. Berikut adalah email penolakan dari kedutaan yang dikirimkan ulang kepadaku.

VISA India Tolak

Email penolakan

Dari email tersebut terlihat ada keterangan yang bertuliskan “You may be eligible for a reguler visa” terus terang aku nggak begitu paham maksud dari penolakannya, namun menurut analisis abal-abalku, bisa jadi aplikan salah memilih jenis paspor saat pengisian form (lihat Tahap 1) yang seharusnya “Ordinary Passport” namun karena kursos mouse yang tergeser berubah menjadi jenis paspor yang lain.

 Namun, alasan kuat lainnya adalah di Tahap 5 (klik gambarnya dan perbesar), yakni mengenai foto dan scan paspor. Di sana sudah tertulis jelas di poin vi, “The applications is liable to be rejected if the uploaded document is NOT CLEAR an per specification.” dan memang aku sempat lihat form pengisian tahap akhir aplikan bahwa beliau menggunakan foto yang kurang jelas.

Kesimpulannya : Berhati-hatilah dalam pengisian form 🙂 namun jangan khawatir berlebihan juga. Dari sekian banyak yang mengajukan eVisa baru kali ini setidaknya aku mendapatkan kabar bahwa eVisanya ditolak. Juga, perhatikan jarak pengajuan visanya, jangan terlalu mepet agar jika ada kendala seperti ini masih ada waktu untuk menghubungi kedutaan besar India atau bahkan mengajukan visa secara manual di kantor kedutaan India di Indonesia.

Apakah eVisa hanya berlaku untuk ePassport?

Ini sempat ada kejadian juga dari seorang teman yang ditolak berangkat dari KLIA2 karena beliau memakai paspor biasa. (cerita lengkap bisa baca di sini), namun pada akhirnya beliau diizinkan terbang kok, dan bisa jadi penolakan tersebut hanya KARENA ketidaktahuan petugas imigrasi di KLIA2 saja. Kesimpulannya : AMAN terbang ke India menggunakan paspor biasa.

So, kapan giliran kamu ke India? 🙂

Iklan

749 thoughts on “[Update 2018] 10 Langkah Mudah Proses Visa On Arrival India Secara Online

  1. Om Ndut, maap nak nanya lagi. Kalo fotonya backgroundnya merah boleh ngga ya? secara ribet anakku kalo difoto lagi pake bckground putih. thank you so much oom!

    • Betul jawaban mbak Elly di bawah.

      Backgroun wajib putih (lihat di Tahap 4). Sebetulnya mudah, tinggal bawa aja ke tukang edit foto, nanti diedit dengan latar belakang putih. Soal foto ini, tolong diperhatikan dengan teliti, karena salah-salah bisa didecline pengajuan evisanya 😉

  2. Ping-balik: Drama Mengurus E-Visa India Online Untuk Warga Negara Indonesia – Nonikhairani

      • omndutt ini buat keberangkatan kapan ya dengan harga 49 USD. Soalnya saya mau kesana tahun ini (2018) bulan september, kira kira harganya 49 USD juga gak? Soalnya kalau di kedubes langsung mahal banget 1.3jt. Terima kasih

        • Hi, itu tarif terakhir. Mau keberangkatan kapanpun, selama tarifnya belum berubah, ya segitu biayanya.

          Kalau di kedubes emang mahal :p makanya lebih baik E-VISA aja.

  3. halo saya coba apply visa trus pas mau bayar, yg tertulis adalah

    Your payment has not been received.
    You can try again through e-Visa Payment page.Please press Exit to exit the application.

    apakah artinya pembayaran saya sudah diterima? saya mencobanya 2x, dan hasilnya tetap sama . Mohon bantuannya

    • Hi mbak Rara, coba kontak ke bank tempat kartu kreditnya dipakai. Kemungkinan bermasalah di sana. Jika dari bank dinyatakan tidak ada masalah dan tagihan sebelumnya belum masuk, maka silakan dicoba lagi. Mungkin web Indianya yang lagi lemot.

      Yang jelas pastikan pembayaran sebelumnya gak masuk ya. Silakan kontak call center banknya. Makasih.

      • omndut,

        ternyata ga ke taken qo… udah apply dan udah bayar kali ini pake cc, daaaannnnn ini HARI ke-2 NUNGGU. padahal kalo baca dari blog ini dan blog lain, mereka cuma nunggu 1 hari doang. jadi deg2an. harap2 cemas.

        saya berangkat tanggal 20 januari, tp tanggal 13 desember sudah apply … saya takut sekali di reject, karena itu artinya harus bayar lagi ya?

      • aaaaaaa udah dapet!!!! finally…. tapi disitu ada statement: “This electronic travel authorization does not entitle you for guaranteed entry into India. Your entry can still be refused at the time of arrival.”

        smoga lancar deh…. ini udah ketiga kalinya sih cuma ini baru pertama pake evisa

  4. saya sudah coba bayar visa pake CC namun muncul seperti ini
    “090
    We apologize that your transaction was not able to go through.
    Request you to please try again.”
    dan di lihat di status “e-Visa fee not received.
    Please check the visa status after two hours.”
    mohon solusinya apakah saya harus coba bayar lg atau nunggu 2jam buat cek status visa nya? thanks

  5. Haloo, Mau tanya dong. Kan tujuan saya di Varanasi, Tetapi akan transit di Delhi, untuk apply eVoa nya memasukkan nama airport di Varanasi atau Delhi? Mohon infonya..

    • Hi mbak Chuchut, pilih Delhi karena ke Varanasinya akan pindah ke terminal domestik. Maka imigrasinya pasti di Delhi. Tapi pastikan lagi di tiketnya, akan pindah terminal atau tidak. Thx

      • Saya punya tiket flythru dari Sby ke Delhi. Lalu dari Delhi ke Varanasi saya pakai pesawat Air India kak.. Di ticketnya juga tidak ada tulisan apakah pindah terminal atau tidak kak hehe..

    • Jadi, kalau menurutku sih tetap pilih Delhi ya. Karena penerbangan domestik itu nggak ada bagian imigrasinya. Ntar sampe di Varanasi gak melewati domestik jadinya repot ntar pas pulang.

  6. Oom mau nanya nih, kan aku apply eVisa India payment nya pake kartu debit yg dijadiin cc, aku kliknya yg credit card terus aku maaukin dah tuh nomor tralala vcn sama cvc nya. Etapi, pas udah tinggal di process servernya bilang ngga bisa. Ini how ya om? Ku bingung. Tulung enlightment nya, hatur nuhuun

  7. Oom mau nanya nih, kan aku apply eVisa India payment nya pake kartu debit yg dijadiin cc, aku kliknya yg credit card terus aku maaukin dah tuh nomor tralala vcn sama cvc nya. Etapi, pas udah tinggal di process servernya bilang ngga bisa. Ini how ya om? Ku bingung. Tulung enlightment nya, hatur nuhuun

  8. Mau tanya mas, klo scan paspornya dari hal satu sampai halaman paling belakang? Atau ckup halaman depan yg ada foto dan halaman belakang yg ada paraf kitanya. Terima kasih. sy mau apply besok hehe

  9. Omdut, e-VOA hnya berlaku di 9 kota, sedangkan perjalanan saya CGK-JAIPU, artinya saya harus apply visa kedutaan ya??
    Tolong sarannya om, saya berangkat tgl 26 Feb 2018(10PM di Jaipur), pulangnya 5 Mar 2018 (New Delhi-CGK)

  10. saya kok ga bisa upload photo ya.. padahal spesifikasi sudah sesuai, ada keterangan please uploade valid image.. please help

  11. Halo om, mau tanya
    1. Reference name in India itu bisa pake nama hotel kita nginap atau harus pake nama orang ya?
    2. Flight saya sampek Hyderabad di jadwal 6 Maret jam 23.30, Expected Date of Arrival 6/7 Maret ya?
    trims

    • Hi Ardha
      1. Nama orang. Bisa nama pemilik penginapan dsb.
      2. Tanggal 6. Karena kalau diset tanggal 7, sebelum berangkat pasti dilarang, walaupun sampenya udah deket tanggal 7. *biar kata antrean di imigrasinya dilambatin setengah jam, tapi bisa jadi masalah sebelum berangkat dari kota keberangkatannya.

      • Hi om, mau tanya utk reference name in india jika kita menginap di hotel, misal Mercure atau Novotel, jadi nama hotelnya yang saya tulis atau bgmn om ?
        Mohon info.

        • Hi Dewi, saat pertama ke India, aku pakai nama temen orang lokal sana. Saat kedua, aku pakai nama pihak pengundang/sponsor. Kalau emang gak ada, pakai saja nama hotel dan no telpnya. Kayaknya juga formalitas aja. Namun, kalau ada temen yang ada di sana lebih baik. Bisa dicari di grup perjalanan internasional, hobi (filateli, dsb dsb) atau couchsurfing.

  12. wahh… membantu sangat blognya. aku rencana agustus ini ke jaipur. Sebelumnya visa hanya boleh apply 1 bulan sebelum kedatangan. tapi sekarang bisa 5 bulan sebelumnya. Good news banget. 🙂

  13. hi om.. aku jg mau ke india n apply visa sambil buka web elu har.. secaman step by step to apply visa india online.. masih deg2an nungguin tulisan granted.
    thanks untuk tutorial applyin visanya yg sangat membantu 🙂

  14. Mas sy rencana brgkt tgl 21 maret,pngen nyoba pake e visa,tp kayanya kug sdkt ribet di foto nya y,coba qt tetanggaan kan enak,bs mnt tlg ma masndut😊😃

  15. Terimakasih artikelnya,sgt membantu buat saya yg sedang degdeg plas mau bikin visa ke india.Maaf ini mau tanya;
    1.apakah ada masalah bila visa di buatkan teman,krena saya gak punya kartu kredit?Maaf saya gaptek jdi di tolong buatnya😭
    2.kl ref nya hanya alamat teman bukan komunitas apakah bisa dan dia tidak tinggal di tempat yg akan saya kunjungi?
    3.apakah harus mengisi hotel yg saya tempati dan harus nunjukin bukti bookingnya?
    Maaf banyak tanya dan terimakasih.

    • Hi Jasi, maaf untuk late response.
      1. Gak masalah. Aku udah berapa kali bantu temen apply e-visa.
      2. Bisa.
      3. Untuk apa ini? untuk pengajuan e-visa? gak diminta kok.

      • Gak apa” om,😥😥😥ini kok pas appli fee payment nya hanya ada pay later?Gimana ya?Dag dig dug juga.Saya mau berangkat nanti tgl 26 mei takut gak approved.Maaf nanya lagi nanti di bandara bukti apa saja yg di minta ya?
        Trus apa masih bayar juga di sana?

  16. OMNDUUT: itu 49 usd harga E-VOA tahun ini (2008)? saya mau jalan bulan september belum urus visa, habis bingung mau visa E-VOA atau langsung ke dubes. Tetapi di dubes mahal banget 1.3 jt hiks….

    • Mbak Putri, coba baca dulu tulisanku dari atas sampe bawah pelan-pelan.

      Harga 49 itu harga yang berlaku sekarang, mau berangkatnya kapanpun, kalau applynya sekarang harganya segitu (T&C berlaku). Kalo via kedubes emang mahal banget 🙂

  17. Halo mas..aku baru baca updatenya, maap mau nambahin koreksi mengenai double entry yang aku maksud kemaren adalah artinya dalam kurun waktu hanya 60 hari (2 bulan) dihitung mulai dari date of arrival kita, misal nyampe India tgl 17 Januari 2018 maka visanya hanya berlaku sampe 17 Maret 2018, jadi untuk visit yang kedua harus dalam kurun waktu dua bulan tersebut. Bukan dihitung berdasarkan granted visa seperti yang ditulis diblog 5 bulan. Intinya dilihat dari yang distempel di pasport kita saat dateng pertama kali. Semoga bisa membantu buat yang lainnya.

  18. Saya barusan apply visa online, dan sukses sampai tahap pembayaran dengan credit card. Tapi saya agak ragu karena fotonya. Saya memang foto pakai background putih (tembok putih), yang hasilnya di foto jadi putih kurang terang begitu. Kira kira kemungkinan berhasilnya besar gak ya?

  19. Halo omndut 😄. Makasih banget atas panduannya. Setelah membaca dgn seksama, akhir nya aku ikutin tahap2 nya dan berhasil … Horeee… Saking gak sabarnya berangkat bulan juni sudah apply visa bln maret.. 😄😄😄

  20. Hallo,om.Maaf bisakah membantu saya appli visa saya.Please saya membutuhkan bantuan.Kl bisa nanti saya kirim no phone saya.Teman saya gagal terus di payment.

      • Yaah,saya beda kota bahkan beda negara.Jujur saja saya sekarang bekerja di taiwan dan mau dtang ke india atas undangan cowok saya,maaf.Kemarin ini di buatkan dia dari sana dan gak di approve juga gak di reject kata mereka nomor paspor sya yg salah pdhal sdah bener.Habis itu cc nya gak bisa buat pembayaran.Saya minta tolong karena agent saya di sini gak mau buatin,ribet dan gak tahu caranya.Mohon saran enaknya bagaimana ya om?Please,fast respon🙏🙏🙏

        • Gimana ya, susah kalau beda kota (atau bahkan beda negara) kayak gini. Terlalu beresiko buatku, kalau ternyata nanti visanya gagal, nanti aku jadi pihak yang disalahkan.

          Di internet, banyak jasa pengajuan visa ini. Memang biayanya lebih mahal. Atau coba datangi kedutaan besar India yang ada di Taiwan.

  21. Ping-balik: Musafir Rock N' Roll

  22. halo mas, mau tanya. saya udah nyoba bayar pakai CC dan udah masukin data CC nya. habis klik pay, dia internal server error. udah 2x kayak gitu. itu kira-kira kenapa ya mas? makasih.

  23. Om,
    melanjutkan pertanyaanku sebelummnya. Email notifikasi bahwa e-visa saya granted sudah masuk ke inbox email saya. Tapi emailnya tidak ada attachment apa apa.
    Apakah cukup saya print email tersebut untuk bukti bahwa e-visa saya sudah granted??
    nuhun buat bantuannya.

  24. Pagi oom ndut.. Visa ku sudah granted.. tapi aku bingung.. tiket ku kan tanggal 17 Agustus 2018 dan tiba 17 Agustus 2018 jam 10.00 pm.

    tapi visa ku tertulis Your first arrival in India should be between 16/APR/2018 to 14/AUG/2018.

    ini gimana ya ?

  25. Ping-balik: Itinerary India (Ladakh - Delhi - Agra) 7 hari 6 malam - KPN/KMN

  26. Makasih om atas masukan dan bantuannya.Sangat membantu tp karena satu dan lain hal,terpaksa di undur dulu jlan”nya.Tapi tetap blog om nduut jadi acuan nomor satu.Thank you soo much for your kindness.

  27. Hallo Omndutt, makasih info tentang e visa. sangat membantu. Aku mau tanya soal pemberangkatan. Aku berangkat tanggal 10 Agustus dan Apply nya 9 agustus. Berarti berlakunya 9 agustus atau gimana om? masih pemula dan pertama buat e-visa soalnya.

  28. E-Visa India saya baru saja disetujui. Tapi di email ada catatan kalau untuk negara tertentu perlu vaksin demam kuning , ada link yang diberikan tapi tidak bisa dibuka. Apa memang harus menunjukkan kartu vaksin demam kuning ya pas di imigrasi di India nanti?

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s