Pelesiran

[Update Agustus 2018] 10 Langkah Mudah Proses Visa On Arrival India Secara Online

Depan

.

Terima kasih atas semua pembaca blog omnduut. Aku banyak sekali menerima pertanyaan, komentar atau tanggapan seputar pengajuan e-visa ini. Mohon  untuk dapat membaca dengan teliti semua tahapan yang sudah aku tulis terlebih dahulu sebelum melakukan proses pengajuan e-visa untuk meminimalisasi kesalahan dan pertanyaan berulang 🙂

Terima kasih 

. . .

“Ngapain Yan ke India?”

“Ngg… nganuuu,” sambil mintilin ujung baju. “Mau ketemu mbak Kajol.”

Hwhw. Yup, para pelancong yang ingin mengunjungi India punya 1001 alasan kenapa mereka begitu ingin mengunjungi negerinya om Aamir Khan ini. Jawaban simpelnya sih, “mau liburan!” Cuma kalo ternyata ada alasan terselubung dari perjalanan tersebut –mau cari jodoh misalnya, uhuy, ya sah-sah saja.

Trus apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengunjungi negari Hindustani ini? Buanyaaaak. Namun khusus di tulisan ini, aku secara khusus akan membahas step by step mendapatkan E-Visa India secara online. Asyik banget nih, pemerintah India terus mempermudah akses bagi wisatawan yang ingin mengunjungi negaranya. Jika dulu pelancong harus mengajukan Visa langsung ke kedutaan besar India yang ada di Indonesia (ada 3, di Jakarta, Medan dan Bali), atau juga VOA (Visa on Arrival) yang artinya Visa dapat diperoleh begitu sampai di lokasi tujuan, nah, sekarang pelancong cukup mengajukan visa secara online!

INGAT! Ini penting. Sekarang pengajuan visa HANYA dapat dilakukan di kantor kedutaan atau pengajuan secara online. ­Hal ini sudah berlaku sejak Desember 2014 lalu. Ada pengalaman nih dari seorang teman yang sudah berada di KLIA2, Kuala Lumpur tapi ditolak naik pesawat karena gak punya e-Visa. Hiks, jadinya sayang banget, kan? Tiket pesawat, hotel dsb sudah dipersiapkan namun gagal berangkat karena gak punya e-Visa. –sakitnya tuh di sini –tunjuk dompet.

Oke, kemudian, tahapan mana saja yang dibutuhkan untuk mengajukan e-Visa India secara online? Sebelum memulai tahapannya? Silakan simak dengan baik, ya!

SUPER PENTING! UPDATE AGUSTUS 2018 

Hal pertama yang harus dilakukan untuk melakukan pengajuan visa secara online, adalah tentu membuka situs resminya dan mulai melakukan pengisian dan pengajuan E-Visanya. Berikut alamat resmi pengajuan E-Visa India.

LINK ASLI  https://indianvisaonline.gov.in/visa/index.html

Atau link ini untuk langsung masuk ke bagian registrasi

https://indianvisaonline.gov.in/evisa/Registration

[Gambar Situs Asli] Jika kalian klik link yang atas, maka akan begini tampilannya.

PENTING! Hati-hati ya, banyak banget situs pengajuan Visa yang ternyata punya Travel Agent, sehingga biayanya jauh lebih mahal ketimbang biaya yang sebenarnya. Ironisnya, link situs punyanya travel agent ini berada di deretan paling atas pencarian google.

Dan, jika ditelusuri lebih lanjut di google, akan ditemukan lebih banyak lagi situs palsu tersebut.

Pusing Pala’ Ken

Oke, jika sudah kebuka situs yang benar, kemudian klik bagian E-Visa yang aku beri tanda panah (Lihat di GAMBAR SITUS ASLI yang ada di atas). HATI-HATI! Hihi, mau bongkar kebodohan rahasiaku dulu nih. Jadi, saat pertama kali aku apply E-Visa di tahun 2015 lalu, aku langsung terpaku pada gambar yang ada di bagian bawah webnya. Yaitu gambar yang ini.

Halaman awal 2

Kalau tampilannya kayak gini, berarti daftar online namun pengajuan visa tetap melalui ke kedutaan besar India di Medan, Jakarta atau Bali

Lalu, dengan pedenya aku mulai mengisi data diri yang ada. Belakangan muncul keanehan. Pertama, aku harus memilih kedutaan mana (Jakarta, Medan atau Bali) nah aneh kan? Padahal aku mengajukan secara online. Namun dasar bawaan laper, aku masih nggak ngeh dan terus melanjutkan pengisian data.

Kedua, hingga pada akhir proses, aku tidak menemukan bagian pembayaran dan keharusan untuk mengunggah beberapa dokumen (seperti scan foto dan paspor). Setelah dicek lagi, oalaaah aku salah! Bagian ini untuk pengajuan Visa LANGSUNG ke kantor kedutaan besar. –tepok jidat pake godam.

Nah ini dia tahapan yang benar.

Halaman awal 3

Ini dia tampilan apply E-VISA India yang benar

Nah jika sudah klik bagian Tourist Visa on Arrival, kalian akan menemukan tampilan seperti ini. Langsung pencet aja jerawatnya eh maksudku gambar paling kiri bertuliskan Apply Online tersebut. Jika sudah, mari siapkan amunisi (cemilan atau kopi) dan ikuti saja langkah-langkah di bawah ini.

Tahap 1

.

Di bagian ini menurutku cukup gampang. Cuma yang agak bingung itu di bagian passport type-nya. Ada beberapa pilihan, yakni ordinary passport, diplomatic passport, official passport, service passport dan special passport. Nah gak usah bingung, selagi kalian masih berstatus warga biasa saja, belum mampu sewa jet pribadi kayak Syahrini (trus dia punya special passport gitu? Tauk! :p) maka pilihlah ordinary passport.

Bagian lainnya yang perlu diperhatikan yakni port of arrival-nya. Sejauh ini sudah ada 30 bandara dan pelabuhan di India yang dapat menerima kunjungan wisatawan dengan menggunakan E-Visa ini. Bandara dan pelabuhan tersebut yakni yang berada:

Sejak pertama kali dirilis, awalnya hanya ada 9 pintu masuk saja yang dapat digunakan E-Visa. Sekarang, udah 30! dan daftar ini akan terus bertambah.

PENGAJUAN E-VISA SEKARANG DAPAT DILAKUKAN 5 BULAN SEBELUM BERANGKAT/TANGGAL KEDATANGAN

Jadi, kalau kamu udah ada rencana mau berangkat pada tanggal 5 Juni 2018, setidak-tidaknya, kamu SUDAH DAPAT apply visa pada tanggal 5 Februari 2018, yakni 5 bulan sebelum hari kedatangan. Dulu, apply visa baru dapat dilakukan setidaknya 1 bulan sebelum hari kedatangan. Jadi, misalnya kamu rencana tiba 4 Maret 2018, maka setidaknya kamu baru dapat apply pada tanggal 4 Februari  2018, alias 1 bulan sebelum hari kedatangan.

*     *     *

Belakangan, banyak pembaca blog yang kontak aku dan bermasalah dengan tanggal kedatangan yang tidak sesuai dengan waktu yang diberikan oleh kedutaan besar India. Tolong perhatikan hal ini ya, harap berhati-hati dalam pengisian Expected Date of Arrival (EDoA)-nya.

Jadi, ketika pertama kali berencana berlibur ke India, aku sudah punya tiket untuk terbang dari Kuala Lumpur ke Kolkata, India pada tanggal 6 April 2015. Dan direncanakan sekitar tengah malam akan tiba di Kolkata (yang berarti tanggal 7 April 2015). Seharusnya bisa aku apply ngepas tanggal 7 April 2015, namun tetap saja untuk lebih aman, aku apply tanggal 6 April 2015 untuk kemudahan di bandara. Gak lucu dong dilarang terbang karena visa terhitung belum valid/belum bisa digunakan. Paling apes tiba di India tanggal 6 April pukul 23:50 misalnya, aku hanya diminta menunggu 10 menit agar pas sesuai visa yang diberikan tanggal 7 April 2015.

Lalu, begitu visaku granted/approve/dikabulkan, ternyata pihak kedutaan memberi jeda waktu dan opsi untuk aku tiba di India. Coba LIHAT GAMBAR TAHAP 9, di sana tertulis aku dapat tiba di India antara tanggal 11 Maret 2015 dan 14 April 2015. Nah, baik kan pihak kedutaan? mereka kasih jeda untuk masuk ke negara mereka bahkan hingga 1 bulan, yakni 3 minggu sebelum EDoA-nya. Mereka mengantisipasi jika waktu keberangkatanku mundur atau maju. Visa DIBERIKAN sesuai EDoA yang telah kita input di tahap 1 ini. BUKAN waktu pengajuan e-visanya.

 Tahap 2

Tahap 2

.

Di bagian ini, kamu diminta untuk mengisi beberapa form seputar data diri. Harap maklum, ini kali pertama aku mengajukan visa. Jadi kadang masih suka nggak yakin dan takut salah di pengisiannya. Misalnya saja aku bingung tentang sih beda given name dan surname itu? Ternyata, given name itu dalam konteks wong barat sana sama artinya dengan nama depan (forename) sedangkan surname itu sama kayak family name atau nama belakang. Hati-hati, nama yang tertulis harus sama dengan yang ada di paspor.

Nah satu lagi di bagian ini yang cukup menarik. Yakni di bagian Visible Identification Marks. Ini maksudnya ialah ciri-ciri fisik yang nampak secara kasat mata. Misalnya saja kamu punya tato gambar tengkorak di dagu atau punya tanda sihir di jidat kayak Harry Potter, nah itu dapat dituliskan. Simpelnya sih kalo kampu punya tahi lalat atau apapunlah ciri khasnya kamu, monggo dituliskan aja. Nah aku sendiri kan gak punya ciri khusus selain semok dan (sedikit) tampan. Cuma berhubung aku low profile, 2 hal itu tidak aku tuliskan. Jadi cukup ditulis : Kagak Punya Om eh None ding :p –kan harus pake bahasa Inggris. Kalau kamu mau menjajal kemampuan bahasa Indiamu, boleh aja ditulis Nehi. Semoga kamu dapat pahala udah bikin petugas kedutaanya ketawa.

Eh ya, untuk proses pengisian formnya, bisa dipending kok kalo kamu kebetulan kebelet pipis atau mau anter ibuk ke pasar dulu. Tekan aja tombol Save and Temporary Exit yang terdapat di bagian bawah. Namun, sebelumnya jangan lupa catat dulu Temporary Application ID-nya. (lihat nomor yang aku beri kotak di gambar atas). Dengan begitu kamu bisa melanjutkan form yang belum terisi.

“Masuknya nanti lewat mana?”

“Ya lewat pintu ke mana saja!”

Nggak, nanti kembali lagi ke halaman awal situs https://indianvisaonline.gov.in/ lalu pilih di bagian Complete Partially Filled Form.

Tahap 2b

.

Di bagian ini kamu harus mengisi beberapa data yang tertulis di dalam paspor. Seperti no paspor, tempat paspor dibuat, tanggal dibuat serta tanggal kadaluarsa. Untuk form lainnya menurutku cukup jelas ya. Paling juga itu pas ditanya Did you acquire nationality by birth or by naturalization? Itu maksudnya kamu berkewarganegaraan Indonesia dari lahir atau hasil naturalisasi. –ya kali aja kamu atlet bola kayak Diego Michiels hohoho.

Jika sudah klik Save and Continue.

Tahap 3

Tahap 3a

.

tahap 3b

.

Tahap 3c

.

Nah kalau bagian ini sih lebih gampang lagi. Tinggal isi data alamat saja, nama orang tua dan data pekerjaan. Simpel banget! -Ngisinya sambil goyang dumang juga bisa

Tahap 4

Tahap 4a

.

Tahap 4b

.

Tahap keempat ini juga sebetulnya gampang. Misalnya saja disuruh menuliskan beberapa nama tempat yang akan dikunjungi di India. Tulis saja nama-nama kotanya. –Tolong jangan typo trus nulis kota Bekasi dan Jonggol ya :p, Nah yang unik lainnya ketika kita ditanya apakah pernah mengujungi negara SAARC (South Asian Association of Regional Cooperation). Diantaranya Afghanistan, Bhutan, Pakistan, Maldives, Bangladesh, Sri Langka dan Nepal. Nah berhubung aku belum pernah ke negara-negara tersebut jadi gampang aja.

“Gimana kalau sudah?”

Hmm, sepertinya tidak apa-apa dituliskan. Berbeda di tahapan sebelumnya yang menanyakan apakah ada keturunan Pakistan, nah jika jujur di part ini bisa jadi… ini bisa jadi loh ya, akan “lain lagi” proses akhirnya :p (ntah e-visanya bakalan di approve atau tidak)

Tahap 4c

.

Nah di bagian ini yang harus mendapatkan perhatian khusus. Saat kita diminta untuk menuliskan Reference Name in India. Gimana tuh kalau nggak ada kenalan di India? Jawabannya, tulis saja alamat salah satu hotel/hostel tempat di mana kamu akan menginap. No telpnya jangan lupa, ya! Atau kalau punya temen komunitas (kayak aku nih di postcrossing atau couchsurfing) mintain aja alamatnya. Bilang hanya untuk pengajuan visa.

Tahap 4d

.

Nah di bagian ini kamu juga diminta untuk mengunggah foto kamu. Penting! Persiapkan dengan baik. Pertama, bikin foto terbarunya bisa pake hape atau kamera pocket biasa kok. Hemat biaya dan gak harus foto studio. Aku juga gitu :p Yang penting udahnya diganti backgroundnya jadi warna putih. Gak jago photoshop? Tengok ke sekeliling, pasti ada temen yang bisa.

Kedua, save dalam bentuk Jpeg dan pastikan ukurannya 350 pixel x 350 pixel (klik gambar, lalu perbesar). Aku udah nyoba ukuran gak sesuai dan ditolak. Jadilah pas apply rada rempong dan panik dikit. Ketiga, size-nya minimal 10 kb dan maksimal 1 Mb. Jika berhasil foto kiyut kamu akan muncul. Jika sudah oke, klik Save and Continue seperti biasa.

Tahap 5

Tahap 5a

.

Tahap 5b

.

Nah ini tahapan yang kulalui dengan penuh drama –lebay.  Haha, soalnya aku kesulitan mengubah size file Paspor yang sudah di PDF-kan menjadi ukuran yang lebih kecil. Semula hasil scannya 800 KB sedangkan persyaratannya maksimal 300 KB. Setelah tanya sana-sini dan minta saran dari mbak Google, akhirnya aku bisa merubah ukurannya menggunakan aplikasi NitroPDF. Masalah selesai! Tinggal klik Save and Continue seperti biasa. Tolong perhatikan betul tahapan ini ya jika gak mau visanya ditolak.

Tahap 6

Tahap 6a

.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Di tahap ini kita diwajibkan untuk mengecek kembali satu persatu semua form yang telah di isi. Cek seksama dan pastikan tidak ada kesalahan sedikitpun karena jika sudah melewati tahapan ini, isian form tidak dapat diubah. Jika sudah oke, tekan lagi Save and Continue.

Tahap 7

Abaikan tahapan ini karena Per 1 Juni 2018, Pemegang paspor Indonesia digratiskan biaya e-visa ini! (Lengkapnya cek di sini) Walau begitu, harus tetap proses e-visa seperti biasa, ya!

Per Juni 2018, Biaya E-Visa untuk pemegang paspor Indonesia GRATIS. Jadi begitu proses langsung keluar tampilan seperti ini. Makasih India 🙂

Tahap 8 

Hurray, proses pengajuan e-Visanya sudah selesai. Sampai di tahap ini kamu sudah memiliki Application ID yang sebenarnya. Sebetulnya sampai di tahap ini, kamu hanya diminta menunggu selama 72 jam untuk mengetahui apakah E-Visa yang diajukan granted atau tidak. Apapun hasilnya, akan diberi kabar melalui email.

Tahap 9

Tahap 9

E-Visa yang aku terima tahun 2015. SINGLE ENTRY. Sekarang udah double entry, yeay!

Setelah menunggu kurang lebih 24 jam dengan penuh perasaan deg-degan, setelah sempat salah isi aplikasi dan error saat pembayaran,  hurraaaay –loncatloncat, akhirnya Visa-ku di granted juga. Yihaaaa. Alhamdulillah, bukti visa yang sudah disetujui yang dikirim melalui email tinggal dicetak dan diperlihatkan ke petugas saja nanti ketika berangkat. Kalau aku sih simpan juga buktinya di flashdisk, in case yang versi cetak hilang dan gak bisa online di saat yang bersamaan. Visa pertama iniiii huhuhuhu aku terharuuuu –ambil kanebo. –kecupkecup visa. 

Email pemberitahuan Evisa sudah selesai. Granted!

Kalau saat aku apply e-visa pertama kali di tahun 2015 hanya dapat single entry dengan durasi maksimal 1 bulan, sekarang udah enak. Bisa double entry dan jedanya bisa 5 bulan. Jadi, misalnya kamu berangkat ke India tanggal 23 Februari, masuk lewat bandara Delhi. Lalu pulang ke Indonesia. Eh, ada tiket promo ke Jaipur dan kamu berencana berangkat 5 Mei via bandara Jaipur, maka bisa dilakukan tanpa kendala.

Hanya, menurut Aidia Fitri Yeni, salah satu pembaca blog omnduut, antreannya terpisah. Bukan melalui antrean e-visa, tapi antrean visa biasa. Gak masalah, yang penting kan bisa jalan-jalan ke India lagi, yekan! Ini nih yang bikin India makin ramai dikunjungi wisatawan. Apply e-visanya mudah! sekali dikasih, bisa double entry segala.

Namun entah kenapa ada beberapa orang yang tak kunjung menerima email. Nah, jika sudah begitu, kamu dapat mengecek secara langsung situs resminya. [KLIK SINI Pilih “VISA STATUS”] 

Isi dengan no aplikasi dan no paspor. Pilih “Advanced Search For e-Visa Only”

Nanti diminta isi ulang no paspor dan tanggal lahir. Klik “Check Status”

Aha ini dia status pengajuan visanya. Scroll down ke bawah, ada pilihan print yang jika dipencet, maka akan otomatis mengunduh berkas dalam bentuk pdf. Nanti Pdf ini yang dicetak.

Nah bagian ini yang dicetak.

Tahap 10

B E R A N G K A T

* * *

Intermezo hehehe

Beberapa hal ini aku rangkum dari pertanyaan-pertanyaan yang masuk.

  • Judul tulisan ini memakai “VOA” yang berarti VISA ON ARRIVAL (Visa yang didapatkan di kota kedatangan), jadi apakah masih bisa VOA jika mau berangkat ke India? Jawab : Aku sengaja memakai judul VOA karena pada saat dituliskan (tahun 2015), proses pengurusan Visa secara On Arrival baru saja dihapuskan (per Desember 2014) sehingga masih banyak orang yang menganggap masih bisa mendapatkan Visa di bandara kedatangan. Faktanya, semua visa harus sudah diurus sebelum berangkat baik secara online (INDIAN E-TOURIST VISA) atau diurus ke kedutaan. Ketentuan ini berlaku di negara yang ada di daftar ini

Visa list

  • Apakah bukti Visa-nya harus dicetak? Jawab : Lebih baik begitu. Usahakan bukti visanya dicetak namun jika nggak sempat ya apa boleh buat, kasih lihat saja bukti visa yang sudah disetujui yang tersimpan di handphone kalian.

  • Saya pernah mengunjungi Pakistan, lalu bagaimana dengan poin Tahap Ke-4. Apakah nggak apa-apa dituliskan dalam pengajuan Visa? Jawab : Berdasarkan pengalaman mas Hanafi (salah satu pembaca blog Omnduut), tidak masalah dituliskan, visa India tetap saja diberikan.

  • Berapa lama proses pengajuan Visa secara online hingga status Visa pasti? Jawab : Di tahun 2015, aku harus menunggu satu hari (24 jam) namun di tahun 2016, aku apply jam 8 Malam, jam 8 pagi sudah mendapatkan balasan email dan visa disetujui.

  • Boleh tidak saya apply Visa-nya 3 atau 4 hari sebelum berangkat? Jawab : Dengan fakta pertanyaan sebelumnya, seharusnya sih tidak masalah ya. Namun perhitungkan juga hari kerja, dan usahakan dipersiapkan seminggu sebelum keberangkatan. Di tahun 2015, aku apply visa sebulan sebelum berangkat dan temanku seminggu sebelum berangkat. Semua aman 🙂 Update! pengajuan visa hanya dapat dilakukan sebulan sebelum keberangkatan.

  • Kapan waktu yang tepat untuk apply visa? Jawab : 5 bulan sebelum berangkat udah bisa.

  • Saya tidak punya kartu kredit, trus gimana? atau saya pakai kartu kredit sodara, apa boleh? jawab : Boleh! Gak masalah. Selain itu, ada beberapa pihak yang menyediakan jasa pembayaran menggunakan kartu kredit. Silakan di googling ya, tentang aman nggak amannya silakan cek dan ricek masing-masing. Simpelnya nih ya, misalnya ketemu situs PT. JASA KARTU KEDIT KECE, coba googling terbalik : Apakah PT.JASA KARTU KREDIT KECE penipu? 🙂  jika gak nemu info tentang itu, menurutku aman. Jika menggunakan kartu kredit sodara, aku pikir nggak masalah, karena gak akan dimintain kasih lihat CC di imigrasi.

  • (lagi-lagi tentang kartu kredit) Huaa aku mentok nih di pembayaran, jadi gimana? jawab : pakai punya teman, biasanya emang kena charge 2,5 sd 5%. Trus bermasalah nggak jika 1 CC dipakai ramai-ramai? nggak masalah. Untuk kartu debit yang dapat dialihfungsikan menjadi CC setahuku hanya baru bisa Bank Mandiri dan Bank BNI. Silakan cek di sini dan di sini.

  • Total habis berapa banyak uang selama perjalanan? Jawab : Mengenai itinerary, bisa cek di tulisan ini. Untuk pengalamanku selama di India bisa cek di sini.

  • Di email diminta untuk membawa YELLOW FEVER VACCINATION CARD. Apakah WNI perlu? jawab : Tidak. Vaksin Demam Kuning hanya diperlukan bagi beberapa negara lain seperti sebagian negara-negara di Afrika sana.

Sekadar saran, silakan baca semua komentar yang ada, karena banyak yang nanya juga di sana dan aku jelasin melalui balasan komentar. So, kapan ke India? 🙂

TENTANG E-VISA YANG DITOLAK

Terima kasih kepada semua pembaca blog yang sudah menjadikan tulisan ini sebagai referensi dalam pengajuan Visa Indianya. Aku turut senang saat mendapatkan komen dan email (sebagian lagi menghubungi via akun sosmed) yang mengabarkan jika Visa-nya diterima/granted.

Beberapa waktu lalu aku sempat menerima sebuah telepon dari seorang pembaca blog yang mengabarkan jika Visanya ditolak. Nah loh, setahun lebih tulisan ini tayang baru sekali aku mendapatkan kabar jika ada yang pengajuan Visa-nya ditolak.

Namun sayangnya sebagaimana aturan kedutaan, tidak ada alasan resmi dari penolakan tersebut. Jadi kita sebagai aplikan hanya bisa menerka-nerka. Berikut adalah email penolakan dari kedutaan yang dikirimkan ulang kepadaku.

VISA India Tolak

Email penolakan

Dari email tersebut terlihat ada keterangan yang bertuliskan “You may be eligible for a reguler visa” terus terang aku nggak begitu paham maksud dari penolakannya, namun menurut analisis abal-abalku, bisa jadi aplikan salah memilih jenis paspor saat pengisian form (lihat Tahap 1) yang seharusnya “Ordinary Passport” namun karena kursos mouse yang tergeser berubah menjadi jenis paspor yang lain.

 Namun, alasan kuat lainnya adalah di Tahap 5 (klik gambarnya dan perbesar), yakni mengenai foto dan scan paspor. Di sana sudah tertulis jelas di poin vi, “The applications is liable to be rejected if the uploaded document is NOT CLEAR an per specification.” dan memang aku sempat lihat form pengisian tahap akhir aplikan bahwa beliau menggunakan foto yang kurang jelas.

Kesimpulannya : Berhati-hatilah dalam pengisian form 🙂 namun jangan khawatir berlebihan juga. Dari sekian banyak yang mengajukan eVisa baru kali ini setidaknya aku mendapatkan kabar bahwa eVisanya ditolak. Juga, perhatikan jarak pengajuan visanya, jangan terlalu mepet agar jika ada kendala seperti ini masih ada waktu untuk menghubungi kedutaan besar India atau bahkan mengajukan visa secara manual di kantor kedutaan India di Indonesia.

Apakah eVisa hanya berlaku untuk ePassport?

Ini sempat ada kejadian juga dari seorang teman yang ditolak berangkat dari KLIA2 karena beliau memakai paspor biasa. (cerita lengkap bisa baca di sini), namun pada akhirnya beliau diizinkan terbang kok, dan bisa jadi penolakan tersebut hanya KARENA ketidaktahuan petugas imigrasi di KLIA2 saja. Kesimpulannya : AMAN terbang ke India menggunakan paspor biasa.

So, kapan giliran kamu ke India? 🙂

Iklan

814 thoughts on “[Update Agustus 2018] 10 Langkah Mudah Proses Visa On Arrival India Secara Online

  1. Alkhamdulillah om,visa ku sdah granted😍😍.Akhirnya stelah penuh drama yg menyesakkan maka jadilah visa “double kill”.Crita awalnya di buatin temen dan tinggal upload foto gak bisa log in ke situsnya.Trus gantian aku yg isi form dan bisa upload foto.Eeehh…tinggal upload passpornya gak bisa krena penyimpanan di one drive nya mogok lgi.Akhirnya di serahin ke dia lgi buat upload.And done.Nah,alamat emailnya punyaku tpi yg terima pemberitahuan dia.Dan hrus transfer email lgi ke aku.
    Maaf,kepanjangan critanya, cuma curhat siapa tahu ada yg punya masalah sama.Makasih om,makasih.Pokoknya kl deket saya traktir deh.Wish you best luck of your kindness.

    • Hahaha alhamdulillah, ikutan senang ya Jasi. Bener nih mau traktir? aku samperin ya? traktir permen milkita-yang-lima-biji-setara-segelas-susu itu aja boleh muahahaha.

      Bener, bikin visa India mesti sabar. Tapi begitu berhasil lega. Kapan berangkat?

      • InshaAllah awal nov,hihihi kepagian bikinnya.Soalnya takut gagal jdi jga” supaya kl di tolak masih ada waktu submit lgi.
        Keciill,cuma milkita doang asal bukan satu kontainer.Btw,saya tertarik utk membeli bukunya dan sudah komen di artikelnya tp gak di balas.Bisa nggak di kirim ke alamat rumah saja??Kl bisa nanti saya kirim alamat rumah trus sya transfer uangnya.Biarpun blum bisa baca sekarang tp kl pulang sdah punya bukunya.

        • Eh buku Jungkir Balik Dunia Bankir? duh maaf, mungkin kelewat komentarnya. Sayangnya stoknya juga gak ada aku. Paling aku beli di tobuk dan kirim ke sana, tapi kan sama aja boong ya haha.

          Iya, gakpapa apply dari sekarang. Persiapannya lebih baik, karena ada yang japri di sosmed nanya proses evisa bermasalah dan udah mepet-mepet waktunya.

          • Eh,nggak papa yg penting sudah ada barangnya.Soalnya kl nanti pulang dan belum kebeli takutnya lupa.Atau gini deh itu percetakan dri Jogja ya?Kasih reviewnya tobuk yg mana yg di distribusi.Solo,jogja dan semarang nanti saya suruh ponakan nyari.Gramedia atau di mana.Sya serius lho om,saya cinta buku dan saya sudah jdi “fansnya” om.😄😄😄So,anyhow l must have your book.

  2. Hello…ak mau tny ni kan status application id ud granted…
    Cuma masalah pembayaranny gmn y…ak masih blm ngerti..

  3. Halo salam kenal OMNDUUT,

    Wah penjelasannya lengkap sekali.
    Saya ada pertanyaan nih. Saya ada rencana dinas untuk menghadiri annual meeting asosiasi di New Delhi bulan 17-25 Nov ini. Apakah ini termasuk kategori casual meeting dan bisa apply e-Visa? 🙂

  4. Hallo om,kangen balik lagi kesini nih.Maaf bukan karena ada maunya saja tp butuh bantuan kl bisa😂😂
    Saya kan “miskin” jadi nggak ada itu yg namanya credit card,atm saja nggak ada.Nah,maksut hati mau beli tiket pesawat lewat online yg lebih murah sangat tidak mungkin.Akhirnya tanya tour and travel,harganya hmmmmmm bikin serangan jantung ringan.Bedanya kl uang Indonesia kurang lebih 4juta,nangis darah saya😭😭😭.
    Menurut pengalaman om,bisa nggak ya saya di belikan online lewat Indonesia trus e-ticket nya di kirim ke saya??Atau if it’s possible,I would be happy if you want to help me,pleaseee 1000x.
    Tp saya tahu kl permintaan saya terabaikan selalu,hiks.

    • Hi Jasi haha. Bisa aja, asal kamu percaya, jadi tranafer dulu uangnya ke aku, aku beli dan aku kirim e-ticketnya. Tapi aku lagi jalan, baru bisa melakukan itu kalau udah di Indonesia. Kontak via sosmedku aja ya. Instagram boleh.

  5. Ok,om makasiihh banget.
    Btw saya ini lugu,kamso(kampung tur ndeso) kl org jawa bilang jdi nggak kenal apa itu instagram.Kenalnya cuma cobek sama ulegan terus nyambel terasi.Nanti lewat fb aja saya coba pm,atau demi om saya mau belajar buka instagram.

  6. Hi Oom Ndut.. Akhirnya perjalannan ke India berjalan dengan lancar. Meski sempat adanya berbagai drama pengurusan visa :D. Alhamdullilah didapatkan perjalanan yang menyenangkan. Dan masih belum bisa move on dari holiday meski sudah berakhir satu bulan.. hehehhehehe…

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s