MP – WP

masfathin

masfathin dot multiply dot com

Saya mulai menulis di blog pada akhir tahun 2005 di multiply. Waktu itu saya memilih multiply.com untuk menjadi ‘rumah’ saya karena merasa cocok dengan tampilannya dan fitur yang cukup lengkap. Berbekal fitur blog itulah saya membuat akun bernama masfathin dot multiply dot com. Rasanya sedih sekali ketikaΒ  Stefan Magdalinski (CEO Multiply) akhirnya memutuskan menutup fitur blog pada tanggal 20 Maret 2013. Ribuan tulisan saya yang ditulis selama 7 tahun hilang seketika. Catatan keseharian saya, ulasan film, buku dan tempat wisata, bahkan catatan pertemuan dan perjalanan saya ke beberapa tempat di Indonesia dari tahun 2005 hingga tahun 2012 semuanya hilang. Beberapa tulisan memang sempat sayaΒ back up namun interaksi antar sesama MPers (sebutan untuk blogger di multiply) tidak akan pernah bisa terselamatkan.

Bagaimanapun, banyak sudah cerita yang terjalin di multiply. Multiply tak ubahnya sebuah keluarga lain bagi kehidupan saya, namun bedanya berwujud di dunia maya (beberapa bahkan komunikasi itu terjalin di dunia nyata dan kami melakukan pertemuan di Palembang -kota saya). Saya belajar banyak di sana. Saya belajar bagaimana menulis dengan baik, berkenalan dengan penulis-penulis hebat yang sudah banyak menerbitkan buku. Dari multiply pula keinginan saya untuk menjelajahi Indonesia dan dunia tercipta. Saya senang membaca catatan perjalanan sahabat-sahabat saya sehingga muncul keinginan di hati saya agar bisa melakukan perjalanan yang sama.

Selamat tinggal multiply. Saya akan selalu ingat betapa banyak kenangan indah yang tertinggal di sana.

Iklan

52 thoughts on “MP – WP

    • Semoga memang begitu ya Uni πŸ™‚ Kalo di MP dulu, masih banyak topik-topik penuh kegalauan haha. Di WP ini mau concern ke traveling dan review aja kayaknya πŸ™‚

  1. Ribuan tulisan saya yang ditulis selama 7 tahun hilang seketika. Catatan keseharian saya, ulasan film, buku dan tempat wisata, bahkan catatan pertemuan dan perjalanan saya ke beberapa tempat di Indonesia dari tahun 2005 hingga tahun 2012 semuanya hilang. Beberapa tulisan memang sempat saya back up namun interaksi antar sesama MPers (sebutan untuk blogger di multiply) tidak akan pernah bisa terselamatkan.

    waahh.. sayang bangets yaa.. bukannya bisa di-impor ke blog lain berikut dengan komentar2nya ya? gua sempet mindahin semuanya ke blog di blogspot sih πŸ™‚

    tapi memang benar yaa.. mp itu satu2nya yang masih tetap ‘hidup’ interaksi di kolom komen-nya di saat blog2 lain yang dulu sempat berjaya sekalipun mulai bertumbangan dan sepi komentar πŸ˜€

    • Sebelum menulis di blog, aku biasa nulis di word dulu mbak Indah. πŸ™‚ Untuk arsip tulisan sih ada, cuma komen2nya itu 😦 aplikasi transfer ke blogspot baru diberikan multiply berapa saat sebelum MP beneran tewas. Aku udah males aja, selain jumlahnya banyak, gak ada yang bener-bener pas. 😦

      Biarlah, hari-hari suram telah lewat. MP pun kini sudah mendekati ‘hari akhir’ :p

    • Waaah ketemu lagi sama ex Mpers hihihi. Iya, di MP OOT-nya terkenal banget hahaha. Walaupun di WP juga bisa sih, tapi gak segokil di MP ^^

      Makasih udah mampir ke blogku ya πŸ˜‰

  2. Setuju di MP tuh silaturahmi sangat terjaga malah banyak yang menjadi saudara di dunia nyata. Bersyukur sempat backup baik yg offline maupun yang online, kalo kangen mau baca2 komentarnya buka2 deh backup yg offline.

    • Haloo πŸ™‚ Hmm aku panggil Hadi aja ya ^^
      Terima kasih udah mamir ke blogku ya. Hwah dikunjungin anak mapala euy. Sukses juga buat kegiatannya ya πŸ™‚

    • Iya mbak… untunglah beberapa masih kontak-kontakan di FB, twitter atau juga di blog WP ini πŸ™‚
      Waktu itu udah males duluan mau back up. Rasanya sediiih gitu hehehe.

  3. Sama kenal ya om. Dulu saya juga udah ngempi sekitar hampir 5 tahun dan terpaksa harus angkat kaki juga dari sana. Huhuhu.

    Baidewei, sesama wong kita galo nih kita πŸ˜€

  4. Owalaaaaa. gusuran MP juga tho. Hahahahaha… senasib.
    Aku baru tahu kalau dirimu follow WPku. Tadi iseng2 (lagi kurang kerjaan) menelusuri daftar followerku, eh kaget ternyata ada dirimu.
    Aku baru ngerti dirimu sewaktu jadi host Turnamen Foto Perjalanan ke 32.

    Lucu sekali.

    • Haha iya mbak Evia πŸ™‚ aku juga gusuran kampung MP. Sebetulnya tiap kali akan menulis jurnal dan review di MP aku terlebih dahulu mengetik di mic.word, bisa saja diposting ulang satu persatu. Tapi mengembalikan komentar dan keseruan yang ada di postingan itu yang gak bisa. Sayangnya beberapa MPers sekarang betul-betul tidak ngeblog lagi 😦

      • hahahahaha… ini lho enaknya kalau berbalas komen sama anak2 (mantan) MP. Gak brenti2. Ujung2nya melebar, yang diposting apa, yang dikomen apa.

        hahahahaha….

      • Sumsel tepatnya, kalau Palembang belum pernah.
        Jadi ceritanya waktu itu aku jalan darat naik kendaraan umum secara ngeteng dari Surabaya ke Medan. Rutenya melewati pesisir utara pulau Jawa dan pesisir barat pulau Sumatra. Nyampe Bukittinggi, baru lewat tengah. Jalannya serem, kelok2nya tajam sekali, tapi pemandangannya makkkkk, top markotop.

        Yang lucu, aku gak sadar kalau Pagar Alam ada di Sumatra Selatan. Heran aja, kok banyak banget yg jualan mpek mpek. Setelah ngliat peta, baru nyadar. Hahahahaha…. parah geografiku.

        Dari Pagar Alam ke Palembang berapa jam? Ada kereta apikah?

        • Iya mbak ^^ Pagar Alam jadi destinasi tujuan bagi yang suka suasana pegunungan. Terus terang aku sendiri belum pernah ke sana mbak >.< cuma denger ceritanya doang dan liat difoto-foto kalo disana bagus. Dulu pas keluarga bepergian kesana, aku gak bisa ikut karena harus kuliah πŸ˜₯

          Dari Palembang ke Pagaralam sekitar 7 sd 8 jam. Dan bisa naik kereta api mbak πŸ™‚

          • Wah asik juga ya ada kereta api. Sayangnya aku waktu itu gak tahu. Atau mungkin gak masuk ruteku kali ya.
            Aku pengen banget naik kereta api di Sumatra. Dari lampung di selatan sana sampe utara di Aceh.

            Sayang gak ada yang langsung ya. Kudu sambung sama ama bis.

            Aku ditakut takutin ama temenku, bahaya kalau naik kereta api di Sumatra, banyak bajing loncat. Emang bener ya?

    • Iya mbak, sayangnya nggak ada jalur langsung. Mungkin dikarenakan kontur Sumatera yang berbukit ya. Kalau Sumatera bisa kayak Jawa yang bisa melakukan perjalanan dari ujung ke ujung pulau, wah asyik banget πŸ˜€

      Bajing loncat memang ada mbak. Tapi biasanya mengincar truk barang (dan itu sudah jarang sepertinya). Hal itulah yang menjadi latar film Pengejar Angin (film bersetting di Sumatera Selatan) beberapa waktu lalu. Bercerita mengenai kehidupan bajing loncat filmnya πŸ™‚

      • Sebetulnya bukan masalah kontur tanahnya. Di Amerika, kondisi alamnya malah lebih menantang. Di negara bagian Montana, jalur kereta apinya mengitari bukit dan masuk terowongan. Tahun 2009 aku pernah keliling Amerika naik kereta api. Nah pas di negara bagian Montana itu, masih bersalju, padahal waktu itu bulan Juni. Waktu naik bukit, ada bagian di mana jalurnya beratap tapi tak berdinding. Menurut penjelasan orang yang kutanyai, itu untuk memayungi kereta api dari curah salju.

        Kebayang aja kalau pas musim dingin ya, pasti lebih menantang lagi.

        Menurutku bukan karena kontur tanahnya deh, tapi karena pembangunan yang hanya terpusat di Jawa, sehingga tempat2 di luar pulau Jawa gak terpikirkan. Jalur kereta api di Jawa kan gak ada penambahan, itu kan peninggalan jaman Belanda. Entah kalau di Sumatra.

        Denger denger KAI mulai mengaktifkan jalur kereta api yang tadinya mati suri. Aku baca di sini:http://aceh.tribunnews.com/2013/12/02/kereta-api-aceh-diujicoba. Masih ada beberapa lagi, seperti misalnya di Sumatra Utara dll.

        KAI setelah dipegang Ignasius Jonan banyak mengalami kemajuan. Seneng deh dengernya.

        Eh mengenai film Pengejar Angin, menarik nih kayaknya. Ada dijual DVDnya?

        O jadi mengenai bajing loncat memang ada ya, tapi sudah jarang ya?

        Seru banget ya kalau bisa naik kereta api dari Aceh ke Lampung. Putus2 karena ganti bis pun tak apa deh, yang penting utamanya naik kereta api. Dirimu mau?
        Hayuk tahun depan yuk.

    • Waah pingin banget keliling Indonesia mbak πŸ™‚ Sumatera aja aku belum khatam haha. Terima kasih tawarannya ^_^ jika nanti punya waktu dan rezeki kenapa harus menolak? haha πŸ™‚ amiiinn. *karena sebagai ‘pengangguran’ hidupku kini dinamis banget, rencana hidup sehari berikutnya aja bisa sangat fleksibel *alaah gaya ya aku hehehe*

      Aha betul banget! tidak ada yang tidak mungkin sebetulnya ya. Lha wong di berbagai negara perut bumi aja bisa ‘disulap’ jadi kereta bawah tanah ya. Wah aku turut menyambut baik rencana PT KAI demi mewujudkan transportasi kereta yang lebih terintegrasi. Bisa jadi 5 atau 10 tahun mendatang orang dari Aceh bisa ke Lampung naik kereta yeaaay πŸ˜‰

      Film mengejar angin hmm aku kurang tahu apakah DVDnya ada. Tapi aku pernah melihat ditayangkan di TV lokal mbak ^^ dulu sih pertama kali nonton di bioskop bareng keluarga. Sangat menarik mengingat mereka menggunakan bahasa Lahat (daerah di Sumsel). πŸ™‚

      • Mas (manggilnya apa ya? Aku gak enak, mosok manggil omnduttt gitu:P), coba dirimu baca ini deh. http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1665070.
        Katanya sih, bakal terwujud di tahun 2030. Asoyyyy ya.

        Mudah2an bisa terwujud dengan segera. Asik kan, trans Sumatra.

        Sebagai penggemar kereta api, aku suka banget kemana mana naik kereta api. Tahun depan Insya Allah mudiknya cuma terbang sampe Shanghai. Dari Shanghai ke Indonesia mau naik kereta api.

        Tahu situs ini gak? http://www.seat61.com/.
        Itu situs keren, karena memuat informasi kereta api dari seluruh dunia. Informasinya lengkap sekali.

        • Panggil Yayan boleh mbak πŸ™‚ nama kecilku. Aaaa alhamdulillah, semoga benar-benar terwujud biar kayak Eropa yang jalur keretanya terintegrasi dengan baik. Asyik bener kalo bisa ke Aceh naik kereta yeaaayyy ^^

          Yang seat61.com wooooowwwww mantaaap! aku sempat liat yang kereta Indonesia. Infonya lumayan detail. Keren (y)

  5. Halo-halo πŸ™‚
    Salam kenal πŸ™‚
    Sayang sekali kalau tulisanmu yang sudah dibangun sekian tahun harus lenyap begitu saja, Mas. Semoga di rumah baru ini tulisan-tulisan serta kenangannya jauh lebih berkesan ketimbang yang sebelum-sebelumnya, meski tentu saja yang dulu tidak boleh dilupakan :))

  6. Dokumenku di MP musnah tak berbekas wkt migrasi baik dr MP ke WP begitu pula migrasi dari MP ke Blogspot. gk sukses pindah semuanya ihiks ihiks ihiks
    hanya ada beberp artikel yg sempat di print dn msk buku diary yg ditulis itu (ketahuan jadul y). justru yg di print itu. jd harta karun sampai skrg. 2 buku diary (upss)

      • Ada yg menyesal tdk migrasi wkwkwk.
        Sebagian isi di MP terselamatkan krn d taruh d blog diary d forum. Sampai skrg msh tersimpan disana. Aku mulai bikin blog justru d blog diary Lxo. Dh 10 thn ngetem disana. Makanya, WP aku gk pernah diisi ituh takut ke gusur dn mati kayak MP.
        Aku dh lbh dr 3 diary kalau mulai dr 2006. Ada masa 2 thn aku gk isi diary blog. Kalau di baca jd lucu bgt. Postingan 10 thn lalu itu buahaha malu2in.
        Ya ampun tlng jd nostalgia dimari πŸ™ŠπŸ™ˆπŸ™‰.

      • Ada yg menyesal gk migrasi wkwkwk
        Tuh kenangan gk bs dinilaikan. Hahaha
        Sebagian isi blog d MP ku dahulu tersimpan d blog diary d Lxo. Sampai skrg msh ada disana. 11 thn. Lucu kalau baca postingan jadul wkwkwk bisa y nulis curhatan kayak gitu buahahaha aku itu perdana main blog y d blog diary Lxo. Abis itu main d MP. MP KO. Main d WP tp gk pernah diisi. Takut ke gusur lg. Akhir, thn kmrn pas ketemu sm tmn2 blogger. Akhirny, bangkitin WP lg. Perlu perjuangan buat isi WP wkwkwk.

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s