Kerala Blog Express / Pelesiran

Nyamar Jadi Juragan di Penerbangan Silk Air

DSC_0016

“Mas, ini koper saya tolong disimpan di bagasi, ya” ujarku ke petugas check in Silk Air di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

“Oh baik bapak,” ujar si mas.

“Siyal, mukaku emang boros sih, tapi ya nggak gitu juga kali manggilnya. Panggil adik atau mas bro kan bisa,” batinku. Nggak lama kemudian, seorang wanita datang. Kayaknya pegawai Silk Air yang lebih senior. Beliau tersenyum ramah kepadaku. Tiba-tiba dia berkata….

“Bapak mau duduk di jendela?” –sebentar, aku kejengkang dulu. Lagi-lagi dipanggil bapak.

DSC_0004

Silk Air di bandara SMB II Palembang

“Saya sudah web check in mbak, dan udah milih kursi yang di jendela.”

“Oh ini bapak di upgraded ke kelas bisnis, jadi akan kami check in-kan ulang. Saya pilih yang di jendela ya pak,” sahut beliau lagi.

Hah? Aku dipindahin ke kelas bisnis? Gak salah? Terus terang aku rada bengong ganteng gitu saat mendengarnya. Lubang hidungku udah mekar-mekar kayak bunga melati diinjek sepatu saat itu. Senengnya bukan main. Secara ya, biasa kemana-mana naik motor bebek eh ini kesempatan naik pesawat trus dipindahin di kelas bisnis pulak. Serasa dapet kesempatan makan malam sama dik Chelsea Islan, deh!

Petugas cekatan mencetak boarding pass yang baru. Koper pun sudah diberi stiker khusus bertuliskan : priority. Widih, udah kayak pejabat, ya? Pertanyaan selanjutnya, kok bisa? Hmm…

*    *    *

Sebelum berangkat ke Kerala dan berparisipasi di #KeralaBlogExpress, aku udah ceki-ceki harga tiket dengan tujuan kota Trivandrum, India. Loh kok cek harga, kenapa? Nganu, soalnya yang ditanggung Kerala Tourism hanya 70% dari harga tiket. Lumayan deh kalau nombok 30%nya paling nggak aku kudu siapin duit 1 sd 1,5 juta. Aku tadinya rencana mau naik Air Asia disambung Indigo –maskapai lokalnya India.

Alhamdulillah, menjelang keberangkatan, blogger terpilih yang berasal dari kawasan Asia dan Australia mendapatkan sponsor tiket dari Silk Air . Berhubung Silk Air ini anak perusahaan Singapore Airlines (jadi masih sodaraan sama maskapai Scoot), aku bakalan terbang dari bandara Changi di Singapura. Untungnya lagi ada penerbangan langsung dari Palembang ke Singapura. Ya sudah, gak mesti keluar uang untuk 30% harga tiket deh.

Oke balik lagi ke Silk Air.

Untuk pemesanan tiket, bisa langsung kunjungi situs SilkAir.com ya! Tata cara pemesanan tiket sama saja dengan maskapai lainnya. Di sini aku hanya akan menampilkan proses web check in-nya saja. Intinya, jika ingin memilih kursi, ternyata fitur itu disediakan di web maskapai yang awalnya pesawat charter dan telah berdiri dari tahun 1976 ini.

Check 1

Tampilan web Silk Air dan saat proses web check in

Lumayan banget bisa milih pewe  tanpa harus bayar kayak di maskapai Air Asia. Berhubung aku suka motret awan –ya kali nemu jodoh di langit, aku biasanya memilih duduk di jendela. Untungnya saat di upgraded pun aku dikasih window seat. Alhamdulillah banget.

Kok Bisa Diupgraded?

Jangankan kalian, aku sendiri penasaran kenapa mendadak aku dipindahkan ke kelas bisnis.

“Mbak, kok saya bisa di upgraded, ya?” tanyaku heran.

“Iya mas, kita mendapatkan notice di komputer bahwa mas dapat dipindahkan ke kelas bisnis,” ujar si mbak. -Btw, Alhamdulillah akhirnya dipanggil mas.

“Oh ternyata begitu, ya,” ujarku. “Yang dari Singapura ke Trivandrumnya juga di kelas bisnis, kah?” tanyaku lagi. Dalam hati sih udah ngarep banget, secara Palembang ke Singapura itu cuma 1 jam, gak kerasaaa hahaha.

“Iya mas, semuanya di upgraded. Ini jadi langsung saya cetak 2 ya boarding passnya,” ujar si mbak.

Tuh kan! yes yes yes, rasanya ingin meloncat aja waktu itu. Tapi harus jaim dong ah hahaha.

“Oke mbak,” jawabku sok kul.

DSC_0012

Di kelas bisnis. Bisnis beda loh dengan first class yang kursinya bisa jadi ranjang gitu

“Oh ya tapi mohon maaf, karena kita baru dapat notice-nya hari ini, jadi selama di pesawat mas tidak akan mendapatkan makanan utama, hanya camilan saja. Nggak apa-apa, kan?” tanya beliau ragu. “Soalnya semua makanan di pesawat dipersiapkan langsung dari Singapura, mas. Tapi nanti di dari Singapura ke Trivandrum akan mendapatkan paket makanan lengkap,” ujarnya lagi.

“Uwo, nggak apa-apa banget mbak. Ini aja udah seneng dipindahin ke bisnis,” sahutku.

“Oke, ini boarding passnya, dan ini voucher untuk menunggu di lounge, ya! Oh ya, jangan lupa tiketnya dapat diklaim dengan voucher di I-shop bandara Changi,” cecar si mbak lagi.

Voucher? Wah, kejutan belum berakhir sodara-sodara!

Malu Jadi Juragan

Jika berangkat menggunakan pesawat, biasanya aku juga nunggunya di lounge. Bukannya gaya, tapi kapan lagi kan bisa ngadem asyik modal Rp.1 perak doang? Ya ya ya, itu berkat fasilitas kartu kredit yang aku pake. Nah sekarang bedanya aku duduk di lounge menggunakan voucher dari Silk Air.

Keistimewaan pertama dari kelas bisnis ini adalah saat penumpang harus antri proses boarding. Penumpang kelas bisnis dipanggil terlebih dahulu. Biasanya sih yang begini juga kejadian kalau beli hot seat di Air Asia atau penumpang dengan penanganan khusus (memakai kursi roda misalnya).

DSC_0087

Di balik tirai ini, penumpang kelas ekonomi.

Nah saat penumpang kelas bisnis dipanggil, aku kok ya malu maju duluan dan diliatin banyak orang. Jadi, aku tetap mengantri bersama penumpang lainnya. Begitu tiba di pesawat dan duduk di kursi yang telah ditentukan, aku melihat tatapan orang-orang yang melewatiku. Seolah-olah mereka berkata, “nih orang kok duduk sini ya? Nggak salah kursi apa? Udik gitu.” Muahahahaha. Kok ya minder sama diri sendiri.

Begitu duduk, aku langsung dikasih handuk dingin dan ditawari mau bacaan dan minuman apa. Maunya sih minum wine ya, tapi berhubung nanti batuk (kayak anak kecil dilarang makan permen gitu ceritanya), aku pilih orange juice aja.

DSC_0018

Welcome drink 🙂

Sebagaimana informasi dari petugas bandara, aku memang hanya akan mendapatkan camilan. Udah lumayan banget sebetulnya. Secara, dari rumah aku udah makan pempek sepuasnya (maklum bakalan gak nemu pempek selama 2 minggu), trus di lounge makan lagi. Kalau di pesawat dikasih makanan berat lagi, bisa-bisa perutku meledak hahaha. Coba lihat cemilannya, lumayan banget, kan?

Klaim Voucher di I-Shop dan Gagal Jadi Juragan

Aku punya waktu transit lebih dari 8 jam di Changi. Karena itulah, aku memutuskan untuk ikutan Free Singapore Tour aja. Lumayanlah bisa ketemu guide lucu dan jalan-jalan ke pusat kota. Oh ya, sebelum turnya dimulai, aku memutuskan untuk tukar voucher dulu di I-shop.

“Om om, misi numpang nanya. I-shop dimana ya?”

“Oh kamu cari aja toko namanya MCM, jalan lurus aja dari sini, nanti ketemu kok. Nah I-shop itu ada di belakangnya,” jawab petugas informasi di sana.

DSC_0039

Ini dia i-shopnya. Di belakang MCM

Untunglah, walaupun letaknya nyempil, I-Shop ini gampang banget ditemukan. Omong-omong, mengenai voucher, itu adalah salah satu keuntungan pengguna maskapai Singapore Airlines dan Silk Air dari Changi Transit Programme. Singkatnya, jika kalian terbang menggunakan 2 maskapai itu dan transit di Changi (untuk mengejar pesawat ke destinasi lain), maka berhak mendapatkan 2 voucher masing-masing senilai 20 dolar Singapura.

1 voucher dapat digunakan di semua toko dan satunya lagi hanya untuk belanja di toko khusus (seperti parfum gitu). Caranya gampang, cukup kasih lihat boarding pass dan paspor, udah deh dapet vouchernya. Program ini sudah dimulai sejak April 2015 dan akan berakhir di 31 Maret 2017.

IMG_20160213_121820_1455340683248

Dua voucher itu 🙂

Ceritanya, sepulang dari Free Singapore Tour, aku lapar. Satu voucher aku gunakan untuk makan di kantin. Itupun “cuma” dapet nasi lemak plus 2 botol air mineral. Aku ini pemakan segala, tapi, asli nasi lemak yang aku makan itu udah nggak enak. Ayamnya sudah keras seperti sudah berkali-kali digoreng dan perkedelnya sudah berbau seperti basi.

Aku sempat posting makanannya di FB dan mbak Puspita Lie bilang, “kenapa nggak makan di lounge aja, kan duduk di bisnis.”

DSC_0083

Lounge di Changi

DSC_0593

Lounge di Kochi

Ingin rasanya aku tepok jidatku dan jidat orang-orang di sekitar situ hahaha. Kok ya bodoh banget nggak ngeh kalau bisa nongkrong di lounge. Ya sudahlah, voucher sudah menjadi bubur eh nasi lemak, apa boleh buat. Walau begitu, aku tetap mampir ke lounge untuk bertemu Sarah, blogger asal Australia. Kita satu penerbangan saat itu. Di sana aku hanya minum jus kotak aja. Sudah keburu kenyang ngabisin nasi lemaknya.

Benar yang dibilang mbak Puspita, “kamu gak cocok jadi juragan.” Hahahaha.

Jamuan di Penerbangan

Di penerbangan dari Singapura ke Trivandrum, India, aku mendapatkan makanan utama seperti umumnya penumpang kelas bisnis. Ada 2 menu yang ditawarkan : makanan western dan India. Berhubung aku nggak begitu cocok dengan makanan India dan juga selama 2 minggu ke depan bakalan makan makanan India terus, jadi aku memesan makanan western yang namanya susah diingat itu.

DSC_0093

Makanan dari Singapura ke kota Trivandrum

Makannya ala fine dining walaupun sederhana. Awalnya aku diberi salad. Lalu makanan utama dan ditutup dengan makanan penutup berupa kue/pudding dan buah. Rasa makanannya gimana? Sebetulnya enak namun… hmm, kurang cocok dengan lidahku. Jika ada mie rebus, aku pilih itu aja hahaha.

DSC_0011

Majalah sebagai hiburan, ya lumayan 🙂

Untuk in-flight entertainmentnya, kami dipinjamkan sebuah tab khusus yang menyimpan banyak lagu, film dan juga bacaan. Aku sempat membaca informasi mengenai Palembang di sana. Ya, secara Palembang termasuk dalam rute penerbangan Silk Air, jadi ada informasinya, ya.

DSC_0089

Tab-nya canggih, kalo pilot melakukan pengumuman, otomatis mati dia 🙂

Untuk penerbangan pulang dari Kochi ke Singapura, lagi-lagi tiketku di upgraded ke bisnis. Namun tidak dengan penerbangan Singapura ke Palembangnya. Di bandara Kochi aku juga sempat makan di lounge-nya. Maklum jadwal penerbangan masih lama. Sesampai di pesawat aku sebetulnya sudah tidak mau pesan makanan lagi, namun demi kepentingan tulisan, jadilah aku pesan hwhwhw.

DSC_0594

Ini apa sih? salad dan pasta ya? rrr rasanya hambaaar.

Makanan dari Kochi ini jauh lebih enak ketimbang dari Singapura. Ya sudah aku habiskan, secara buang makan itu mubazir hahaha. Nah sialnya, di penerbangan Singapura ke Palembang, aku lupa foto box snacknya. Tapi kurang lebih sama dengan snack yang diberikan pesawat Garuda Indonesia.

DSC_0595

Makanan utama dari Kochi ke Singapura

*     *     *

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kerala Tourism atas kesempatan yang diberikan sehingga aku dapat mencicipi kursi bisnis maskapai Silk Air. Terima kasih juga kepada Silk Air atas pelayanan maksimal yang diberikan. Sungguh menyenangkan dapat terbang bersama Silk Air.

“Trus setelah ini apa?”

Ya ngarep lagi lah, siapa tahu bisa diajakin Silk Air jalan-jalan lagi. Atau juga kesempatan mencicipi kursi bisnis maskapai lain, biar bisa ada perbandingan gitu hahaha. Kebanyakan kesempatan besar aku raih dari sebuah harapan kecil. Selagi ngimpi masih gratis, ya lakukanlah sesuka hati hehehe.

Iklan

100 thoughts on “Nyamar Jadi Juragan di Penerbangan Silk Air

  1. Ya Allah nyari jodoh di langit :D. Pengenlah kak naik pesawat kelas bisnis. Lah aku boro2 kelas bisnis, tiket promo kelas ekonomi lagi lah Alhamdulillah wa syukurilah. Ya Allah, semoga suatu saat kaula muda ini dapat yang gratisan juga, Amiin *lalulipatmukenah eh salah *lipatsarung

    • Diajak naik odong-odong aja udah hepi yak hahaha. Amin amin, semoga kaula muda Heru Prasetio berkesempatan dapet 2 tiket gratis keliling dunia, biar aku kebagian jatah 1 tiket sisa itu. Amin amin amin :))

  2. Aku selalu suka sama gayamu bercerita, Yan
    Sukses bikin senyum2 tanpa kehilangan pesan yang ingin disampaikan

    Btw aku ngakak lho membayangkan dirimu nyari jodoh diantara awan-awan hihihi

  3. asyiknyaaa di-upgrade 😀
    duhhh mendingan vouchernya buat beli lipstiknya dik Chelsea Islan daripada buat makan nasi lemak gak jelas hihihi

  4. Huwalaaaa… enaknya di upgrade ke business class😀. Etapi kan kesannya lebih berwibawa gitu kalo dipanggil “pak”, apalagi duduknya di kelas bisnis. Eheem ;).

  5. Rejeki memang tidak pernah kemana yah,
    kapan hari itu baca postingan Chocky yang di upgrade, eh ternyata om juga dapat yah.

    • Mungkin mereka udah nyadar bahwa aku ini masih remaja hahaha.

      Snacknya enak beneran 😀 makanan utamanya ada yang enak ada yang hambar (apalagi yang pastanya hehe)

  6. Itu camilannya kalo aku sudah sama kayak jatah makan siang haha banyak dan bikin kenyang 😀

    btw aku ketawa liat foto “Di balik tirai ini, penumpang kelas ekonomi.” Ngebayangin orang2 itu ngeliatin Yayan motret ke arah mereka haha. Mereka mikir apa ya? “si bapak itu ngapain pulak moto2” haha

    • Niat hati biskuitnya mau dihabiskan semua (atau bungkus) tapi aku jaim muahahahaha.

      Itu motretnya cepet banget haha, ada beberapa aja yang ngeh. 🙂

  7. Wuihh pesawatnya kece ya omndutt.. eh tapi beneran lho biskuit biskuit itu, kalau lagi di darat sih dicuekin aja (dih, gaya! padahal jadi bekal si kecil ke sekolah). Tapi kalau udah di pesawat, duh senangnya kalau dapat gituan 😀

  8. Wihii keren om.. eh tapi kan ini bukan nyamar.. emang udah jadi juragan toh.. juragan blog halan2… 🙂

  9. Makanan diatas pesawat mau yg kelas ekonomi atau bisnis, pssti hambar. Aku pernah baca kenapa semua makanan jadi hambar, karena jika di ketinggian, saraf……. lupa deh. hehehe

    InsyaAllah yayan bakalan jadi Juragan, Jangan lupa ya tebar tebar tiket klo dah jadi Juragan

  10. agghhh beruntung sekali dirimu;).. bisa diupgrade gitu.. kadang ya mas, aku kepikiran sih utk nyobain naik business… tapiiii kok ya stlh liat hrgnya lgs sayang ama duit ;p. mending utk byr hotel yg rada mewahan… :D… makanya, masih berharap tiap kali check in kali aja ada ksalahan sistem dan tiketku bisa diupgrade hihihihi ;p

  11. waduhh beruntungnya ,,,,, upgrade ke kelas bisnis … saya juga mupeng bangett
    kayakmya wajah boros bawa keberuntungan …. kalau wajah hemat atau tampang bocah .. pasti disuruh pindah ke belakang 😀

  12. Aih, senangnya. Kok ya aku baru baca tulisan ini sekarang sih? Seru ya naik bisnis. Pas tahun kapan itu pernah mudik ke Jambi dipindah ke bisnis, tapi ya cuma sebentar dan beda tipis aja sama yang ekonomi 😀

  13. Sukak kali aku baca tulisannya. Berasa ikut jalan-jalan.
    Kocak dan bikin aku ngakak, apalagi yang pas ini

    ““Bapak mau duduk di jendela?” –sebentar, aku kejengkang dulu. Lagi-lagi dipanggil bapak.

    Hahaha… Habis baca kejengkang, aku berhenti, tarik nafas dan membayangkan posisi kejengkang…

    • Bayanginnya kayak yang di komik-komik gitu mbak Ros hahaha. Duh jadi kangen baca komik Jepang 😀 lebih enak ke Jepang langsung kali ya? *kedipin sponsor 😀

  14. Ping-balik: Hari-hari Pertama di Kerala Blog Express, Ngapain Aja? Ini Dia! | Omnduut

  15. Wah mantap diupgrade ke kelas bisnis.. tapi emang sering sih kejadian kayak gtu.. tapi ke aku ga pernah kejadian.. T_T..
    pernah pergi berempat sama temen2 naik emirates, temen2 lain bertiga diupgrade ke bisnis, aku sendirian tetep di ekonomi.. sedih bgt… malu juga… T_T

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s