Kerala Blog Express

Hari-hari Pertama di Kerala Blog Express, Ngapain Aja? Ini Dia!

dsc_0151

.

Tidak semua blogger beruntung dapat tiba di kota Trivandrum lebih awal seperti yang aku rasakan. Kota bernama lengkap Thiruvanathapuram yang merupakan kota terbesar sekaligus ibukota provinsi Kerala, India bagian selatan ini memang menjadi titik temu bagi 30 blogger terpilih dari 26 negara (ada 1 blogger yang memiliki kewarganegaraan ganda, Austria dan Italia, namun dia mewakili Austria) yang akan melakukan perjalanan seru selama 2 minggu di Kerala.

Alasannya bermacam-macam, namun mayoritas dikarenakan jadwal penerbangan yang berbeda dan tidak singkron satu sama lain. Kami diwajibkan tiba di Trivandrum setidaknya 1 hari sebelum upacara pembukaan Kerala Blog Express yang jatuh pada hari Senin, 15 Februari 2016. Sebagian besar blogger tiba pada hari Minggu atau sehari sebelumnya. Namun, karena jadwal penerbangan Silk Air (maskapai sponsor yang mengantarkan aku ke Trivandrum dari Palembang, lumayan bisa nyicip kelas bisnisnya) hanya punya jadwal di hari Sabtu, maka aku tiba 2 hari lebih awal. Baguslah, bisa ekplor kota Trivandrum lebih banyak, kan? 🙂

Aku sendiri sebetulnya tiba di Trivandrum lewat tengah malam. Setelah menerima satu rangkaian bunga dari lelaki India, bersama Sarah, blogger asal Australia yang satu pesawat denganku, kami langsung diajak untuk beristirahat di hotel. Setidaknya ada 4 hotel berbintang yang disiapkan oleh Kerala Tourism untuk menampung kami selama berada di Trivandrum. Aku dan Sarah sendiri kebagian menginap di Turtle On The Beach Hotel yang berada di area Kovalam, Trivandrum.

Bengongnya si Spanyol

Saat tiba di resepsionis, aku dikabari bahwa teman sekamarku sudah lebih dulu tiba di sana sejak sehari sebelumnya. Ternyata, selama di Trivandrum, aku ditempatkan bersama Javier, blogger asal Spanyol. Ntah info apa yang dia dapatkan, sepertinya Javier tidak siap untuk berbagi ranjang denganku malam itu. Dia terlihat bengong dan seolah ingin protes dengan fakta yang dihadapinya malam itu.

dsc_0128

Hotel tempat kami menginap. Terlihat Javier asyik berenang

Nah, bagi kalian yang kelak akan terpilih di Kerala Blog Express 4, perlu diketahui bahwa meskipun kalian diinapkan di hotel berbintang, kita harus siap berbagi kamar dengan kontestan lain. Tenang saja, roommate-nya akan diacak secara berkala. Dan bagi blogger dari Indonesia, siap-siap saja mendapatkan privilege khusus seperti yang aku atau mas Taufan Gio (dari Kerala Blog Express 1) rasakan. Seperti apa? Sabar, nanti aku ceritakan.

Badan letih dan kotor pasca perjalanan satu hari penuh dari Palembang aku memutuskan untuk mandi. Saat itulah aku mendengar Javier nampak menelepon seseorang. Aku sendiri tidak mendengar persis apa yang ia bicarakan. Namun, begitu aku selesai mandi, sudah nampak seorang pegawai hotel yang menggeret extra bed buat aku tempati malam itu. Hehe, baguslah. Jadi nggak saling ganggu kan. Lagian aku takut tiba-tiba dia meluk-meluk saat aku tidur –ngakak di pojokan.

“Haryadi, kamu mengorok kencang sekali.”

Itu yang dia sampaikan kepadaku saat kami sarapan bareng keesokan harinya. Saat itu, aku sudah bertemu dengan beberapa kontestan lain. Misalnya saja Veronika dari Republik Ceko, Anita dari Selandia Baru dan Brittany dari Amerika Serikat. Kami duduk di satu meja. Beberapa blogger lain nampak duduk di meja tak jauh dari kami.

Oh well, walaupun fakta itu benar, penyampaian di muka umum ini benar-benar pukulan yang telak hahaha.

“Sesungguhnya, kamu juga mengorok tadi malam, Javier,” ujarku.

Pecahlah tawa di antara kami. Sekeras apapun upaya Javier untuk menyangkal, namun faktanya memang begitu. Aku sempat terbangun beberapa kali dan mendapati dia tengah tertidur sambil mengorok. Jika sudah begitu, skor menjadi 1 sama bukan?

Melipir ke Pantai Kovalam

Selepas sarapan bersama, entah siapa yang mengomandoi, namun (hampir) semua blogger sepakat untuk mejajal Pantai Kovalam yang berada tak jauh dari hotel. Dari kamar yang aku dan Javier tempati, pantai ini terlihat sangat dekat. Walau begitu, kami harus berjalan sedikit memutar untuk menjangkau pantai tersebut.

Perjalanan menuju pantai cukup dilakukan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Jangan bandingkan dengan keindahan pantai yang ada di Indonesia ya! Maka akan jauh timpangnya. Walau begitu, pantai Kovalam ini cukup panjang garis pantainya. Pantainya pun bersih. Warga asing nampak ramai menikmati pantai dengan berjemur. Warga lokal yang ramai lalu lalang pun bersikap biasa saja seolah sudah terbiasa dengan pemandangan tersebut.

Hanya aku saja yang kaget ketika teman-teman ini mulai melucuti pakaian satu persatu dan tinggal mengenakan bikini saja –mimisan hehe. Opps,maklum ini pemandangan yang tak biasa aku lihat. Aku biasanya kan lihatnya di nganu ya, lha ini nampak di depan mata. Walau begitu, ya kudu tetep kul lah biar gak nampak kampungan. Hehehe.

Aku sendiri bagaimana? Apa ikut pake bikini? oh tentu tidak. Aku suduk aja di pinggir pantai. Berlindung dari matahari di sebuah kapal nelayan -lol. Ya gimana ya, aku gak mau nanti semua orang terpesona ngeliatin lipatan lemak yang ada di badanku. So, demi ketentraman bersama, aku berbaik hati menawarkan diri untuk menjaga barang bawaan mereka.

“Kalian berenang aja, biar barangnya aku jagain.”

Sambil menikmati suasana, paradigmaku terhadap India langsung berubah saat berkunjung ke pantai Kovalam ini. Gimana nggak, orang-orang menyebalkan seperti yang aku temui di perjalanan setahun sebelumnya tidak aku temui di Trivandrum ini. Bisa jadi, perekonomian di sini jauh lebih baik sehingga orang-orangnya pun sadar betapa pentingnya wisatawan yang datang ke kota mereka. Orang di Trivandrum ramah-ramah!

dsc_0118

Pantainya kebanyakan bule yang berenang

Beberapa penduduk lokal mendekatiku dan mencoba untuk berbincang. Namun sayang, mereka berbicara menggunakan bahasa Malayalam (yup, Kerala memiliki bahasa sendiri) dan tidak dapat berbahasa Inggris (padahal aku pun nggak jago-jago amat), jadilah kami berbicara menggunakan bahasa universal : senyum. 🙂

Aku sempat berkeliling ke seputaran pantai. Saat melewati deretan pertokoan, tidak ada orang-orang yang berteriak menawarkan dagangan. Mereka bicara dengan sopan. Boro-boro deh menawarkan barang dengan paksa seperti pengalamanku traveling setahun sebelumnya. Intinya, Kerala seperti bukan di India!

Perjumpaan Pertama

Pengumuman terpilihnya aku sebagai blogger wakil dari Indonesia itu dilakukan secara tertutup. Hal ini sengaja dilakukan panitia Kerala Tourism untuk memastikan bahwa blogger-blogger terpilih yang akan diumumkan secara resmi di situs mereka adalah blogger yang sudah dapat dipastikan berangkat ke Kerala. Maklum saja, ada saja cerita mengenai pemenang namun belakangan batal berangkat disebabkan berbagai hal.

dsc_0152

Sesaat saat akan masuk ke aula tempat seremonial dilakukan. Yang berdiri itu Rebecca dari Belize

Walau begitu, menjelang keberangkatan, semua pemenang dikumpulkan dalam satu grup tertutup di FB dan juga grup whatsapp. Informasi-informasi penting disampaikan melalui 2 media ini. Dari sana saja sebetulnya sudah kelihatan mana blogger yang akan jadi teman dekat kita selama berada di Kerala. Aku sendiri, sudah lebih dulu saling kontak dengan pemenang dari Asia lainnya, yakni Farah dari Malaysia dan Jojo dari Filipina.

Obrolan kami biasanya seputar transportasi yang akan kami gunakan untuk mencapai Trivandrum. Kami bertanya-tanya apakah kami dapat melakukan perjalanan bersama atau tidak. Termasuk obrolan penting-nggak-penting seputar kegiatan yang akan kami jalani bersama nantinya setiba di Kerala. Singkat cerita, tibalah di hari yang mendebarkan itu. Hari “upacara” peresmian kegiatan yang akan kami lakukan bersama-sama.

Dalam urutan penjemputan, aku berada di hotel nomor dua. Sekitar pukul 8 pagi, kami dijemput oleh teman-teman lain yang berada di hotel pertama. Pertemuan berlangsung dengan seru. Awalnya memang canggung, namun lama-lama juga akrab sendiri. Saat itu, Raul dari Meksiko memutuskan untuk duduk di sebelahku. Kasihan dia, baru tiba di Trivandrum pukul 3 subuh. Setelah melewati perjalanan panjang, jetlag dan belum beristirahat dengan benar, dia sudah harus mengikuti serimonial pembukaan Kerala Blog Express 3.

dsc_0161

Setelah seriomonial. Media menunggu kami semua di dekat bus yang akan membawa kami keliling Kerala

Sepanjang perjalanan, kami berbincang hangat. Berhubung bahasa Inggrisnya nggak beda jauh denganku, aku jadi nyaman (beda kalau ngomong sama blogger yang datang dari Inggris, Irlandia, Amerika Serikat atau Kanada. Aku suka nggak mudheng hehe).

Bus terus bergerak menjemput rekan blogger yang tersisa di 2 hotel lainnya. Setelah semua lengkap, kami semua diantar ke gedung sebuah hotel tempat serimonial acara dilakukan. Nggak tanggung-tanggung, acara hari itu akan dibuka langsung oleh menteri pariwisata India. Wow!

Kabar buruknya, semua blogger harus berbicara singkat di atas panggung. Nah loh!

Speech Ngehe

“Haryadi, apa kau gugup?” tanya Javier. “Aku gugup sekali,” ujarnya lagi.

Nah loh, bule kayak dia aja gugup, apalagi aku yang aslinya sangat pemalu ini –terdengar suara protes di belakang hehe. “Aku sih biasa saja. Aku akan ngomong apa adanya aja, Javier. Nggak akan ada yang ingat setelah semuanya selesai, jadi, kau tenang saja,” jawabku.

Haha, ya memang begitu kan? Ntah siapa yang bilang dan ngajarin ke aku. Sebetulnya gugup itu dapat dilawan dengan sugesti, “udah santai aja, orang nggak akan ingat apa yang akan kamu lakukan setelah ini.”

dsc_0166

Hohoho Indian food!

Oh well hehe. Satu persatu blogger mulai dipanggil. Aku ingat betul, Carla dari Brasil sampe bengong kaget saat namanya pertama kali dipanggil (sumpah, bengongnya dia cantik banget! Haha). Aku sendiri lupa dapat urutan keberapa. Kalau nggak salah ururan ke-7 atau ke-8. Lalu, apa benar aku tidak gugup?

“Hai teman-teman, perkenalkan nama saya Haryadi dari Indonesia. Hmm, nganu, apakah kalian bisa lihat tanganku yang bergetar hebat ini?” ujarku sambil mengangkat tangan.

Tak heran, semua orang langsung tertawa mendengarnya. Terserah percaya atau nggak, aku asli ngomong begitu saat itu. Hmm, sebetulnya sengaja sih, biar suasana cair. (padahal emang asli bergetar juga hehe) Pidatonya singkat saja. Aku memperkenalkan diri, promosi tentang Indonesia sedikit, trus kasih tahu apa arti nama blogku : omnduut itu (maklum, nama blognya terpampang nyata di layar proyektor).

“Omnduut itu artinya paman yang gendut. Dua keponakankulah yang pertama kali menanggilku dengan nama itu.”

Mayoritas orang menganggukkan kepalanya pasca mendengar penjelasanku itu (dan mungkin juga mereka begitu saat melihat perut seksiku). Sialan! Hehe. Namun setidaknya, aku dapat melalui speech itu dengan selamat. -sujud syukur, Sempat terbersit untuk salto atau kayang di atas panggung, sih! Namun, hal itu aku urungkan demi nama baik Indonesia.

dsc_0169

Happy birthday (again) Susana! 🙂

Saat itu, banyak sekali media yang datang untuk meliput. Termasuk media asing dari Perancis yang ikut perjalanan kami selama 3 hari pertama. Aku sendiri didekati beberapa media cetak. Diajakin ngobrol dan dikasih oleh-oleh majalah mereka. Di saat itu, blogger dari Asia (dan juga Australia dan Selandia Baru) yang terbang mengggunakan Silk Air bertemu dengan pimpinan Silk Air di sana (yang ternyata orang Singapura  hehe). Lumayan bisa kenalan. Ya siapa tahu diajakin naik Silk Air lagi kan ya hehe.

Sebelum bergerak, kami sempat makan siang bersama dan merayakan ulang tahun Susana, blogger asal Portugal dengan kue kejutan yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Pas banget kan ngerayain ulang tahun di India dan dirayakan bersama dengan teman-teman baru dari 25 negara. Gak kebayang hepinya kayak apa! Hehe 🙂

Jelajah Kuil dan Pasar

Perjalanan langsung dimulai. Ditemani oleh seorang guide profesional (aku memanggilnya uncle Mohana), kami berjalan ke sebuah candi yang paling dikenal seantero Trivandrum. Candi Padmanabhaswamy namanya. Candinya unik, berbentuk memanjang ke atas mengikuti gaya arsitektur dravida yang sering ditampilkan di candi-candi yang ada di selatan India termasuklah yang ada di Tamil Nadu.

dsc_0185

Candi Padmanabhaswamy berdiri di belakang situ. Ini adalah batas untuk dapat memotret.

Ini adalah candi Hindu terkaya di dunia! Dinilai dari asset emas dan batu mulia yang ada di sana. Diperkirakan, candi ini menyimpan emas dan batu mulia senilai 22 miliyar USD! Semuanya tersimpan di brankas bawah tanah. Saat ini, baru 5 dari total 8 brankas yang telah dibuka dan diekplorasi. Kami sempat masuk ke area perkarangannya. Peraturan di kuil ini sangat ketat. Kami tidak diperkenankan mengambil gambar.

Pasukan bersenjata berjaga di berbagai macam sisi. Uniknya lagi, sama seperti kota suci Makkah, kuil ini hanya boleh dimasuki oleh orang yang beragama Hindu saja dan harus memakai pakaian khusus. Karena akses terbatas, kami tidak menghabiskan waktu lama di kuil ini. Mengeksplorasi kawasan sekitar jauh lebih menarik.

Lagi-lagi kami bertemu dengan penduduk yang super ramah. Kami juga melewati kawasan pasar tradisional yang sekilas keadaannya tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Lagi-lagi, berbeda dengan pasar-pasar yang ada di kota lain di India, keadaan pasar di Trivandrum ini jauh lebih baik. Pasarnya bersih, tidak ada pedagang yang memaksa untuk membeli, dan semua orang tersenyum. Ah, sepertinya tidak ada orang sedih di kota ini.

Senja Sempurna di Trivandrum

Jadwal di hari pasca upacara serimonial tidak terlalu padat. Pasca mengunjungi kuil Padmanabhaswamy, kami langsung diajak ke KTDC Hotel Samudra. KTDC (Kerala Tourism Development Corporation) sendiri merupakan jaringan hotel milik pemerintah. Aku sendiri berkesempatan menginap di dua KTDC hotel dari 3 hotel yang ada selama di Kerala. Walaupun namanya hotel pemerintah, kondisi KTDC Tea County yang aku inapi selama di kota Munnar cantik luar biasa. (tenang, nanti aku ulas terpisah).

Nah, di sebagian blogger memang diinapkan di KTDC Hotel Samudra yang ada di Trivandrum. Ternyata, kami diajakin untuk tea time menghabiskan senja di sana. Makan kudapan ringan yang enak-enak. Saking enaknya, burung gagak pun bergerak gesit untuk mencuri kue atau roti kami hehe.

Kami dijadwalkan menghabiskan senja sambil menikmati sunset di sini. Sungguh, senja yang sangat indah dan romantis tentu saja. KTDC Hotel Samudra juga terhubung dengan sebuah pantai tak jauh dari sana. Aku sempat melewati pagar yang dijaga oleh seseorang untuk main ke kawasan pantainya ini. Pantai yang indah.

Kami berpencar, masing-masing menikmati suasana sore saat itu. Sebagian terlihat asyik tiduran di hammock sambil minum air kelapa. Sebagian lagi bercengkrama membentuk kelompok-kelompok kecil. Suasananya sungguh syahdu. Itu merupakan hari yang sangat indah dan menyenangkan. Padahal itu merupakan hari pertama dari kebersamaan kami semua. Nah, gak kebayang dong kami akan menghabiskan waktu bersama hingga 2 minggu ke depan.

Lalu, apa benar semuanya seru. Nggak ada drama-dramanya? Ini yang ikutan 30 blogger dari 25 negara loh? Hahaha! Simak terus di blog omnduut ya! Catatan perjalananku bersama rombongan Kerala Blog Express 3 akan aku tulis lagi dalam waktu dekat.

"My soul is full of longing for the secret of the sea, and the heart of the great ocean sends a thrilling pulse through me." Henry Wadsworth Longfellow. "Neng, coba lihat garis batas itu." "Kenapa emangnya, bang?" "Lihat sisi kiri dan kanan, apa eneng bisa lihat tepiannya?" "Nggak bisa bang, terlalu luas" "Nah, rasa sayangnya abang ke eneng jauh lebih luas ketimbang lautan ini" Apa reaksi si eneng? a. Abang ngigo? b. Ah abang gombal abis. c. Ih abaaang *tersapu-sapu, eh tersipu* d. Masih alay, bang? e. ………….. #KeralaBlogExpress #Sea #Beach #Kovalam #India #ExploreIndia #BeautifulIndia #VisitIndia #IndiaPicture #indiapictures #ThisIsIndia #_hoi #_soi #KTDCSamudra #India_gram #SouthIndia #KeralaTourism #Kerala #Relax #PhotographyIndia #phodus #phodus_competition #sunset

A post shared by Haryadi | OMNDUUT | Yansyah (@omnduut) on

P.S : Mulai dari malam itu, aku tidak lagi sekamar sama Javier. Aku selalu mendapatkan jatah kamar sendiri (kebetulan jumlah blogger lelaki ganjil) termasuklah saat aku mendapatkan kamar tipe suite yang bikin sirik banyak orang terutama blogger Spanyol itu hehehe. Hal yang sama juga dialami oleh mas Taufan Gio, loh! mas Taufan hampir selalu mendapatkan kamar sendiri.

Kenapa Kerala Tourism kayaknya demen sama blogger Indonesia? Oh alasannya mungkin karena blogger Indonesia gak doyan komplain, ramah, baik hati dan suka menoloh #eh hehehe. Yang jelas, blogger Indonesia dari KEB1 hingga KEB3 biasanya akan mendapatkan perlakuan yang sedikit spesial.

Nah, siapapun kamu yang akan terpilih di KEB4 aku yakin akan mendapatkan perlakukan yang sama. Gak percaya? Buktikan saja langsung nanti! 🙂 so, jangan lupa untuk mendaftar di http://www.keralablogexpress.com season 4 ya!

Iklan

125 thoughts on “Hari-hari Pertama di Kerala Blog Express, Ngapain Aja? Ini Dia!

  1. huwaa kece kaakkk perjalanan ke Indianya, tahun lalu ikutan ngevote beberapa blogger dr Indonesia juga, termasuk omnduut pastinya hahahah *pokoknya semua yg rasanay dikenal divote*

    Pernah ikutan juga waktu kerala blog express yg pertama tapi ga menang hihihihi, *wait aku harus baca lengkap semua artikel seri perjalanan di Keralanya omnduut dulu nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s