Lainnya / Pelesiran

Yang Spesial Saat “Staycation” di Aryaduta Palembang

Foto dari situs aryaduta.com

Sebagian besar teman-temanku yang tergabung di grup traveling, sering menghabiskan akhir pekan dengan menginap di salah satu hotel bersama teman atau keluarga. Banyak orang menyebutnya dengan istilah “staycation.” Dan, aku pun latah ikut menggunakan istilah yang sama padahal telah terjadi pergeseran makna dari istilah ini.

Berlibur di rumah, berdiam diri atau hanya melakukan aktivitas di sekitar rumah itulah makna sesungguhnya dari staycation. Namun, belakangan istilah ini lebih akrab digunakan ketika seseorang memilih untuk meninggalkan rumah, menginap di salah satu hotel namun masih berada di kota yang sama.

“Kita kan nginapnya kalau BPJS,” ujar teman-temanku.

“Apa itu?”

“Budget Promo Jiwa Sosialita.”

Nyantai sambil berselancar di kamar hotel. Wifinya lumayan.

Muahahaha! Ya, inilah hebatnya anak-anak traveling. Jeli menangkap promo-promo yang bertebaran. Makanya, kerap mereka menginap di hotel berbintang namun hanya membayar sedikit saja bahkan mendekati gratis. Jika udah begini, ya staycation gak ada salahnya, kan?

Aku sendiri belum pernah sekalipun tergoda promo-promo yang ada. Walaupun kamar di rumah sumpek, tapi menurutku masih lebih nyaman ketimbang menginap di hotel. Yeladalah, aku ketulah. Begitu ada kesempatan dan bertepatan pula dengan saat-saat spesial, aku akhirnya mencicipi kesempatan staycation ini.

Pilah-pilih Penginapan

Seminggu sebelum staycation, aku sudah mulai mencari-cari penginapan mana yang akan aku tempati. Rencananya sih mau ngajakin Rais, keponakan yang baru aja berulang tahun. Karena ngajakin bocah, maunya ya sekalian seneng-seneng main air, hehehe. Maka, aku mulai mencari penginapan yang memiliki fasilitas kolam renangnya.

Setelah menimbang beberapa pilihan, aku akhirnya memilih Aryaduta Palembang. Pertama, ini hotel bintang 5 yang udah bikin aku penasaran sejak lama pasca SBY menginap saat masih menjabat sebagai presiden. Kedua, lokasi hotel ini sangat strategis. Dekat dengan 2 mall besar, yakni Palembang Square dan Palembang Icon. Lumayanlah, bisa makan dan nonton di mall.

Resepsionis Hotel Aryaduta Palembang

Untuk kali pertamanya, aku memesan penginapan menggunakan situs traveloka. Pengalaman yang menyenangkan karena informasi harga yang ditampilkan jelas (no hidden cost), proses pemesanannya mudah sekali dan yang bikin aku seneng, bisa bayar dengan cara transfer tanpa harus menggunakan kartu kredit.

Saat proses pemesanan, aku sempat menghubungi layanan live chat­-nya. Ini karena aku lupa apakah aku telah memasukkan alamat email atau tidak sehingga pikirku, “ini jika udah dibayar, bukti pemesanannya akan dikirim ke mana ya?”

Dibantu oleh staf, aku minta agar proses pembayaranku dipantau. Dengan informasi no pemesanan, aku langsung melakukan pembayaran dengan mobile banking dan voila! Bukti reservasinya langsung masuk ke email. Sangat cepat, tak sampai 1 menit, bahkan aku tak perlu lagi konformasi petugas traveloka untuk memastikan pemesananku.

Setelah pemesanan sudah dilakukan, aku tinggal menunggu hari H tiba untuk merasakan serunya menginap di Aryaduta Palembang ini.

Selamat Datang di Aryaduta Palembang

Dulu, kampus tempat aku belajar menggunakan wedding venue/ballroom-nya sebagai tempat pelaksanaan wisuda. Ruangannya besar, megah dan nyaman. Nah, gak kebayang dong gimana kamarnya? 🙂

Sabtu, 17 Juni, sekitar pukul 4 sore, aku dan Ari –adik bungsu, berangkat dari rumah menggunakan layanan taksi online. “Heh, Raisnya mana?” ntah tuh bocah kenapa, mendadak aja nggak mau diajakin untuk staycation. Ya weslah gakpapa, stay must go on dong hehehe.

Lalu lintas lancar, dan kami tiba di Aryaduta sekitar pukul 16:30. Kami harus melalui pintu metal detector untuk masuk ke area lobi. Baguslah, demi keamanan, kan? Walaupun jujur menurutku tindakan itu tak lebih dari formalitas semata hehehe.

Untuk menuju reservation desk, kami harus naik ke satu lantai dengan menggunakan tangga atau eskalator mini. Terdapat sebuah miniatur rumah panggung yang digunakan sebagai galeri songket, kain khas Palembang. Di sisi kanannya, terdapat lounge tempat tamu hotel bersantai dan bertemu teman/relasi.

Miniatur rumah panggung

Aku berjalan ke sisi kiri tempat reservation desk berada. Ada beberapa staf yang sibuk membantu pengunjung. Tak lama, aku dibantu oleh salah seorang staf. Dengan hanya menunjukkan bukti pemesanan melalui handphone, staf tersebut membantu dengan cekatan. Bebas ribet dan sayang juga terhadap lingkungan. Gak mesti cetak bukti pemesanannya, toh! keren deh, jadi keingat kalau mau terbang kalau model begini 🙂

“Pemesanannya melalui traveloka, ya, Pak?” tanya petugas formal.

“Iya,” jawabku singkat.

“Wah ulang tahunnya besok,ya,” ujar si mbak staf saat melihat KTP-ku. Mendengar komentar itu, aku senyum saja. Aku akan jingkrak-jingkrak jika kamarku diupgrade ke suite, kayak waktu di Kerala dulu. Hehehe.

Tak sampai 5 menit, kunci kamar berhasil aku dapatkan dengan menyetor uang deposit sebesar Rp.200.000. Deposit ini dapat aku ambil kembali jika aku tidak memakan makanan dan minum minuman yang disediakan di dalam kamar.

“Silakan ini kunci kamar no 815. Untuk sarapan besok pagi, ruangannya ada di sisi kanan sebelah lobi,” ujar staf tersebut sembari menginformasikan. Tanpa menunggu lama, kami berdua bergegas menuju kamar. Tak sabar rasanya untuk melihat seperti apa hunian yang menjadi tempat bermalam kami malam itu.

Perabotan Usang di Kamar Superior

Dengan menggunakan  lift, kami menuju kamar di lantai 8. Begitu pintu kamar dibuka, nampaklah kamar yang akan kami tempati malam itu. Kamarnya tak terlalu luas, bahkan menurutku cukup sempit untuk level superior jika dibandingkan dengan kamar sejenis di hotel lain.

Tempat tidurnya cukup nyaman.

Nyobain pose manjah ala om Cumi. Gagal total maksimal.

Aku melirik ke jendela yang berdebu bagian luarnya (mungkin sejak pertama didirikan belum pernah dibersihkan hehe), terlihatlah pemandangan kolam renang yang nampak begitu menggoda. Ya, lumayanlah. Setidaknya aku dapat melihat pemandangan “segar” dari kamarku hehe.

Kolam renang, dari jendela kamar

Terdapat sebuah kursi yang kulitnya mulai terkelupas. Oh well, aku bukan penghuni yang cerewet. Namun, terus terang keadaan ini bikin kaget juga. Secara, ini hotel bintang 5, gitu! Begitu melirik ke kamar mandi, toiletries-nya ditempatkan di sebuah wadah dengan kerak sabun atau odol yang masih menempel. Hmm.

TV-nya sama persis dengan yang ada di kamarku. Serasa di kamar sendiri :p

Untunglah wastafel dan toiletnya berfungsi dengan baik. Juga, terdapat pintu kaca di bagian showernya sehingga airnya tidak nyembur kemana-mana saat mandi dibandingkan jika hanya terpisahkan  dengan bantuan tirai saja.

Sekilas penampakan kamar mandinya

Secara umum, aku tidak bermasalah dengan kamar yang aku dapatkan. Hanya saja jujur keadaan kamar ini sedikit di bawah espektasiku saat memilih hotel berbintang ini. Pada saat itu, aku mendadak teringat dengan Swiss Garden-Hotel & Residences yang pernah aku inapi beberapa waktu lalu. Jika dikomparasi, keadaannya sungguh jauh. Padahal sama-sama bintang 5 loh. Okelah, lupakan sejenak kekecewaan yang ada, waktu berbuka semakin dekat, mari melipir ke mall sebelah untuk cari makanan untuk berbuka puasa.

Nyebur Manjah di Aryaduta

Menginap boleh di hotel berbintang, namun buka puasanya dengan junk food hahaha. Ya gakpapa juga sih, soalnya sejak awal, aku sudah mengincar paket Ramadan dari sebuah gerai makanan cepat saji yang gencar promosi di sosial media. Makanan cepat saji yang aku pilih ini selalu jadi andalan jika aku “terdampar” di bandara Soekarno Hatta. Sampai kini, ayamnya masih yang jadi juara dibandingkan dengan restoran cepat saji lainnya.

Kolam renangnya asyik

Selepas berbuka puasa dan maghriban, aku langsung mengajak Ari untuk berenang di bawah. Sayang banget kan jika kolam renangnya dianggurin? Hehehe. Sebelum berenang, aku sempat menelepon resepsionis untuk memastikan lokasi, jam beroperasi hingga ketersediaan handuk.

“Kolam renangnya ada di lantai 3, Pak. Handuk disediakan di sana, dan kolam renangnya dapat diakses hingga pukul 9 malam.”

Ternyata hotel bintang 5 “mengoleksi” dugong hehehe

Aku berganti pakaian dan menggunakan sandal yang disediakan hotel. Sial bagi Ari, ternyata sandalnya hanya 1. Jadilah dia turun ke kolam renang dengan menggunakan sepatu. Sebetulnya bisa saja sih aku menelepon dan meminta satu pasang sandal lagi. Tapi rasanya malas dan kayaknya butuh waktu lagi. Ya sudahlah.

Dobel sialnya, saat akan berenang, ternyata stok handuknya habis. Yang ada handuk seukuran kepalan tangan yang biasanya digunakan untuk menyeka keringat. Petugasnya tidak berusaha untuk mencari solusi, jadilah kami pakai juga handuk yang ada. Rasa sebalnya berangsur sirna dengan sejuknya air yang ada di kolam renang. Hal lain yang perlu diperhatikan dari area kolam renang ini adalah tempat bilasnya yang kurang bersih serta air jacuzzinya yang keruh.

Yuk, Kita Sahur!

Kami sempat menghabiskan waktu dengan mengelilingi mall selepas berenang. Luar biasa keadaan mall saat itu. Penuh! Orang berdatangan untuk membeli keperluan lebaran. Begitu pulang, aku mandi karena badan terasa gerah. Sialnya, begitu selesai mandi, pintu kamar mandinya tak dapat terbuka dari dalam. Hwaaa, horor juga ya jika menginap sendirian! Untung aja aku ngajak adik untuk staycation. Jadilah, grendel pintu yang macet harus dibuka dari luar. Hmm, tak patutlah ini Aryaduta.

Restorannya. Tak jauh dari lobi

Pukul 3 pagi, kami terbangun dan bersiap untuk sahur (alhamdulillah, gak perlu ngamuk-ngamuk kayak puasa saat masih kecil dulu hahaha). Dengan langkah gontai dan mengantuk kami bergegas menuju lobi untuk kemudian bersiap ke restoran. Suasana masih nampak sepi saat itu. Aku memilih meja yang berada di pojokan untuk kami bersantap.

Bagaimana dengan menu yang disajikan oleh hotel ini? Lumayan juga walaupun tidak ada satu yang terasa begitu istimewa dengan menu-menunya. Aku memilih bersantap sahur dengan nasi putih, ikan tim dan omelette alias telor dadar. Ari memilih untuk icip nasi merahnya. Rasanya? Standar aja.

Mari sahuuur!

Yang bikin kecewa adalah buah-buahan yang disediakan jumlahnya sangat terbatas. Jadi menyesal untuk tidak mengambil lebih dulu. Hehe. Sebagai pecinta mie sejati, aku juga tidak menemukan mie sebagai menu sahur. Hmm, ada sih pojok pembuatan mie instan. Tapi aku baru tahu begitu akan kembali ke kamar hahaha. Sial!

Begitu sahur selesai, kami berdua memutuskan kembali ke kamar. Menunggu azan subuh tiba untuk kemudian kembali melanjutkan tidur di ranjang yang empuk. Kami pulang ke rumah pukul 11 siang setelah lapor ke bagian reservation desk sekaligus mengambil uang deposit yang telah disetor sehari sebelumnya.

Pengalaman staycation pertamaku berakhir sudah. Terlepas dari semua kekurangan yang ada, aku tetap senang dapat merasakan pengalaman seru menginap di hotel yang ada di kota Palembang ini. “Jadi, bakalan balik lagi nggak ke Aryaduta?” hmm, terus terang, jika harganya masih segitu dan fasilitasnya tetap sama, sepertinya aku akan menjajal hotel lain dulu. Mudah-mudahan ke depan Aryaduta Palembang melakukan pembenahan (bila perlu peremajaan) agar Aryaduta Palembang jadi penginapan incaran para wisatawan. Terlebih, Palembang tengah mempercantik diri untuk perhelatan Asian Games tahun 2018.

  • Hotel Aryaduta Palembang

  • Palembang Square Jl. POM IX, Lorok Pakjo, Ilir Barat I,

  • Kota Palembang, Sumatera Selatan 30137

  • Palembang 30137, South Sumatra, Indonesia Phone: +62 711 383 838

  • E-mail: info.palembang@aryaduta.com

Iklan

58 thoughts on “Yang Spesial Saat “Staycation” di Aryaduta Palembang

  1. dr pusat kota jauh gak?
    kali aja pas main2 thn dpn.. (event asian games)
    bs melipir nginep2 cantik di mari..

    • Dari pusat kota deket. Ini letaknya di pusat kota. Kemana-mana deket, tapi risiko kena macet, apalagi kalau akhir pekan. Tapi, lokasinya emang juara sih hehehe.

    • Iya betul mbak. Sebelum menginap, aku sempat kontak mereka melalui email karena ada beberapa hal yang mau ditanyakan. Eh sampe sekarang dianggurin hehehe. Artinya tidak ada petugas yang stand by memberikan respon. Untuk sebuah hotel berbintang, menurutku ini kelemahan besar.

  2. Pose manjanya aduhai banget om haha
    Itu nyebur malam-malam, duyungnya mana? Tempat gym-nya cocok buat mengatur lemak supaya bisa dikurangi sekian kilo *lol

    Aku juga kalo pesen hotel lewat traveloka, harganya yang jujur itu yang bikin seneng. Bawaannya jadi pingin staycation terus 😀

    • Dan setelah aku cek, pilihan hotel jaringan internasionalnya juga banyak. Aku iseng masukin nama-nama hotel yang aku inapi selama berada di Kerala, dan… mayoritas ada di Traveloka. Uwow!

  3. Wah asyik banget Mas Hotel nya,kamarnya luas trus fasilitas yg diberikan sangat” memuaskan banget ya..

    Mas Yayan harus banyak” belajar pose hot ala” alm.om cumi..

  4. aku juga cinta sama travelokaaa. aku kalau kemana-mana pesen pesawat hotel pake traveloka yg bikin aku cinta itu adalah karena mereka kasih cashback om, secara emak-emak yang memang perhitungan kan jadi hemaaat hahaha 😀 *bukankomenberbayar 😂. Btw yg paling aku suka dari Aryaduta adalah kolam renang dan saunanya. bersih dan ga bau 😊👍

    • Kolam renangnya asyik. Gak bau kaporit. Tapi tempat bilasnya kotor hiks. Kalau saunanya gak coba. Eh sauna sama jacuzzi sama gak sih? kalo sama, kok pas ke sana airnya keruh ya hehehe.

      • sauna itu yang kita duduk di dalam ruangan kayu yg ada pemanasnya om. lumayan seger sehabis berenang terus sauna. kalau jacuzzinya aku setuju ga menarik untuk dicoba ya. Aryaduta harus berbenah mengingat banyak pesaing mulai membangun hotelnya di Palembang. tulisanmu seharusnya jadi feedback yg bagus buat mereka 😊

    • Baru aja aku kirim email lagi, mudah-mudahan ada perbaikan dari mereka. Iya, pesaing udah banyak. Hotel2 keren bermunculan. Kalau gak mau berbenah, bisa tenggelam mereka 😉

  5. Klo ke Palembang nanti aku nginep di Arya duta atau hotel lain nih?
    Kalau baca review Yayan kok agak-agak gak sesuai ekspektasi ya
    Mudah2an mereka baca dan jadi bahan masukan dan evaluasi untuk perbaikan kedepannya

    • Hotel lain aja. Bisa dicek di traveloka banyak pilihan yang lebih menarik mbak Arni hehehe. Yup, semoga jadi bahan evaluasi. Ini juga aku mau kirim email ke mereka, walau ntah akan ditanggapi atau nggak.

  6. Wkwkwkwk… Itu Aryaduta melihara dugong udah ada ijinnya belum?
    Well, sayang banget ya hotel bintang 5 tapi kurang menjaga standar.

    Btw itu kekuncian di dalem kamar mandi beneran horror loh, Yan. Gak kebayang kalo dirimu nginep sendiri. Kira2 berita apa yang bakal tertulis di media ya? Seorang travel blogger terkunci semalaman di kamar mandi sebuah hotel bintang 5. Hahaha..

    • Hahahaha “untungnya” di dalam kamar mandi ada teleponnya (yang ntah berfungsi atau nggak, soalnya gak dicoba). Cuma bakalan heboh banget pasti. Mana ini pintunya terbuka ke dalam sehingga makin susah di dobrak. Dan gak kebayang jika ada kejadian bahaya (kayak kebakaran) huhuhuhuhu.

  7. Kalo hotel lama furniture sama desainnya gak kekinian ya oom, jdnya kurang bisa foto2 lucu ala selebgram.. Hehe.. 😀 Tapi nyebelin jg sih kalo sampe kekunci di dlm kamar mandi gitu.. Untung gak sndiri.. Aku pernah nginep di Aryaduta Makassar, kalo di sana cukup menyenangkan om gak ada masalah. Padahal sama2 Aryaduta, yah..

    • Hahaha nah itu. Aku mau pose ala-ala duduk di bagian jendelanya aja gak bisa saking sempitnya tuh kamar (sekali lagi, untuk ukuran superior bintang 5 ya hehe). Ironisnya, di hari yang sama temenku dapetin kamar BPJS di salah satu hotel yang bintangnya sedikit, kamarnya jauh lebih gede, lantainya berkarpet, kamar mandinya berdesain modis dengan harga lebih murah >50% dari harga hotel ini.

    • Senior banget nggak. Dibangun sekitar tahun 2002/2003 lalu. Banyak hotel lain yang lebih tua. Tapi yang ini jadinya di bawah espektasi aja hehe

  8. (((DUGONG))) hahaha. Aku jadi merasa terpanggil. Hahaha. Seru yah staycation kalau di hotel yang nyaman gini. Belum pernah ke Palembang nih. Semoga kapan-kapan bisa menyusul tamasya ke sana.

  9. Aryaduta ini di beberapa kota lain juga ada kayaknya yaa. Aku beberapa kali juga booking hotel di traveloka, emang enak kalo yg ditampilin udah bjaya final termasuk ppn dan lain2nya

  10. Hotel tua yg pernah aku inapi? Hmmm…. Hotel Sultan & Sari Pan Pacific di Jakarta. Tp pelayanannya bagus sih meski memang perabotannya ya begitulah. Termakan usia. Gak tau klo yg semodel Kartika Chandra ya. Tua beneran itu sampe agak horor, hehehe. Suamiku klo dinas ke Jkt, sering di KC.

    • Aku sampe googling hotel-hotel yang disebutkan mbak hehe. Dan emang nampaknya udah “senior” ya hahaha. Kalau di Palembang sini, hotel tua sebagian besar melakukan peremajaan. Renovasi besar-besaran dan jadinya lebih fresh.

  11. Daripada Aryaduta, mending ke Arista aja om. Sampai dapet penghargaan internasional dia.

    Itu sudut pengambilan gambarnya kurang pas buat pose manja, harusnya dari atas hehe. Coba buka blognya Koper Traveler atau Aji Suka lagilibur.com, mereka jago atur pose model dan sudut pengambilan gambar 😀

    Oh iya setelah coba browsing, katanya staycation itu bisa di rumah atau bisa di hotel, selama masih di area domisili.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s