Kerala Blog Express / Pelesiran

Sensasi Menginap di Kettuvallam Sembari Menyusuri Sungai Pampa di India

backwater

.

Pengalamanku menginap di kapal air (sengaja pakai istilah ini, biar kapal api ada cemcemannya) belumlah banyak. Ya, paling banter tidur di kapal feri saat menyusuri Sungai Musi dan menyeberangi Selat Bangka dari Palembang menuju kota Muntok, Bangka Belitung. Itupun terjadi belasan tahun lalu saat aku masih SD, kiyut dan menggemaskan.

Inget banget, dulu ke Muntok bareng kakak sepupu cewek, berdua aja. Mau mengunjungi nenek angkat yang tinggal di sana. Kapal ferinya busuk eh nganu, maksudnya jelek. Jangan bayangkan ya kapalnya punya kamar kayak kapal pesiar. Wong bisa dapet tempat duduk aja aku bisa sujud syukur sambil gelindingan. Yang ada, saking sempitnya dan ramenya orang, saat itu aku malah memilih tidur di atas atap kapal. Bahaya? Iya sih kalau tidurnya sambil berjalan. Berhubung aku tidurnya ganteng dan anteng kayak putri salju, alhamdulillah aku selamat dan tumbuh ganteng dan subur kayak sekarang.

dsc_0408

Ketuvallam aka House Boat di Sungai Pampa

Lalu, sejak itu aku belum pernah lagi merasakan tidur di atas kapal air hingga kemudian mencicipi house boat di Srinagar tahun lalu. Dasar traveler kere, kami (Aku, Indra dan Ahlan) mampunya menginap di kapal ngetem di pinggir sungai yang berada bersisian dari Danau Dal. Lumayan deh menginap satu malam. Esoknya kami cabut dan cari penginapan murah tapi kece yang ada di pinggir Danau Dal.

Alhamdulillahnya, setahun berselang, saat aku diajakin jalan-jalan bareng blogger di Kerala Blog Express, saat mengunjungi kota Alleppey aka Allappuzha, kami semua diajakin menginap di Ketuvallam aka house bout aka rumah kapal sembari menyusuri Sungai Pampa. Jadi, menginap di atas kapal gitu? Iyesh! Huaaa, senengnyaaaa! Mana kapalnya kece beut. Katanya sih ini luxury boat. Oh ya? Benarkah? –tabok pipi sendiri pakai donat saking gak percayanya.

Selamat Datang di Alleppey

India itu luas gaes! Provinsi Kerala aja luasnya bikin kaki bengkak kalau dijabanin dengan jalan kaki. Nah, Alleppey ini adalah salah satu kota yang merupakan kota administratif distrik Alappunzha yang terletak 155 km dari ibukota Kerala, Trivandrum. Karena kotanya dialiri sungai, rupanya Alleppey pun dikenal sebagai Venice from The East  sama kayak Palembang. Wuih! Hebatnya lagi, oleh Pusat Ilmu Pengetahuan dan Lingkungan, kota Alleppey pada tahun ini dianugerahi sebagai kota terbersih di India. Uwow!

Nah, karena tujuan kami ke Alleppey adalah untuk menjajal sensasi dan serunya menginap di Ketuvallam, terlebih dahulu kami harus mendatangi kawasan yang dikenal dengan nama Pallathuruthy Bridge, tempat kantor perwakilan Ketuvallam berada. Di sana, kami disambut dengan atraksi tarian Kathakali dan musik yang khas. Kami sempat beristirahat sebentar di kantornya sebelum kemudian rombongan kami dipecah karena akan menginap di Ketuvallam yang berbeda.

Jumlah Ketuvallam di Alleppey banyak sekali! Aku nggak tahu berapa jumlah persisnya. Bisa jadi ratusan mengingat sepandangan mata aja jumlah house boat yang bersandar nampak ramai berjejer. Terlihat aktifitas anak buah kapal yang membantu mengangkat koper para wisatawan ataupun mengangkut perbekalan logistic (air dan bahan makanan misalnya) untuk dikonsumsi selama berada di atas kapal.

Sebagian blogger harus diantar dulu menggunakan jeep kecil menuju dermaga lain. Aku sendiri, bersama belasan blogger lain stay di sana karena kapal kami bersandar tak jauh dari dermaga tersebut. Tak lama, aku dan teman blogger lain mulai diinstruksikan untuk menaiki kapal feri kecil dengan dek terbuka. Ternyata kapal yang akan kami inapi malam itu berada di sisi lain sungai dan kami menuju kesana diantar oleh kapal ini.

dsc_0427

Yang mana cem-cemannya aku? 😀

Sangat menyenangkan!

Belum sampai ke kapal aja kami udah hepi ngebayangin bakalan menginap di Ketuvallam sambil menyusuri Sungai Pampa. Masing-masing kapal dihuni oleh setidaknya 6 blogger. Satu persatu blogger mendapatkan giliran. Kapal yang teman-teman dapatkan sangat bagus! Aku makin gak sabar melihat seperti apa bentuk kapal yang akan aku gunakan.

Indahnya Ketuvallam Xandari Riverscapes

Di atas kapal hanya tersisa aku, duo Brasil (Patricia dan Carla) serta duo fotografer Jinson dan Vineeth yang belum kebagian Ketuvallam. Dengan formasi demikian, jujur saja aku sudah geer akan mendapatkan kamar sendirian. Ya gimana nggak, soalnya jumlah blogger laki-lakinya ganjil. Walau begitu, aku harus jaim dan gak boleh norak (udah siap-siap goyang dumang padahal).

dsc_0414

O Captain! My Captain!

Dan HOLA! Benar saja, begitu tiba di Ketuvallam yang akan kami inapi, aku bertanya lugu.

“Jadi, siapa yang akan satu kamar denganku?” tanyaku kepada Jinson dan Vineeth.

“Oh kami mendapatkan kamar untuk berdua. Malam ini kamu menginap sendirian, ya!” jawab Jinson.

Bolehkah aku goyang dumang sekarang? Dalam hati aku udah teriak yes-yes dan lelompatan buahaha. Kedatangan kami disambut oleh awak kapal. Ada 4 orang plus 1 nahkoda kapal. Aku memandang ke sekeliling, kapalnya lumayan besar, bersih dan dilengkapi interior yang sebagian terbuat dari kayu. Aku berjalan di lorong kecil untuk menuju kamarku.

dsc_0324

Lorong waktu, alagh!

Oh ya, Ketuvallam itu berasal dari bahasa Malayalam (bahasa resmi Kerala). “Kettu” sendiri berarti “Untuk Mengikat” dan “Vallam” berarti “Perahu”. Setiap perahu yang dibangun menggunakan teknik dan prinsip pembuatan kapal kuno dan kayu yang digunakan berjenis Anjili. (kayak nama mbak Kajol di film Kuch Kuch Hota Hai ya?)

Nah, di Ketuvallam Xandari Riverscapes tersedia 3 kamar. Aku menempati kamar tengah. Duo Brasil di kamar paling ujung dan duo fotografer di kamar paling depan. Lalu, seperti apakah kamar yang akan aku tempati malam itu? Oke-oke, ini dia!

dsc_0316

Ranjangnya empuk!

Tadaa! Terdapat dua single bed yang disusun berjejer. Kasurnya empuk, seprainya bersih dan wangi serta dekorasi kamarnya simpel namun elegan. Aku suka! Kecuali… nganu, salah satu ranjang yang kosong itu. Hiks. Ranjang aja ada pasangannya, kan? Mosok yang tidurnya sendirian. Apa aku ajak aja salah satu duo Brasil buat bobok bareng? –astagfirullah Yan, gak boleh Yan, halalin dulu Yan. –ambil wudhu.

dsc_0370

Mulai sore, langit gelap. Jadi makin romantis

Lalu, bagaimana dengan kondisi kamar mandinya? Hmm, saat akan menulis tulisan dan memilah foto baru sadarlah aku kalau ternyata aku kelupaan foto kamar mandinya! Alamak, blogger macam apa aku? –pundung di pojokan. Tapi, kamar mandinya gak kalah sama kamar mandi hotel berbintang kok. Ada shower dengan air panas-dingin, toiletnya duduk dan kondisinya sangat bersih. Hanya saja, peralatan mandi (seperti sabun, sampo dan odolnya) menggunakan produk lokal yang baunya khas banget. Dududu, jadilah untuk sikat gigi aku bahkan minta sama Carla soalnya bau odolnya bikin ngeri hahaha.

Naik ke Teras Atas Ketuvallam, yuk!

Aku berani bertaruh, Ketuvallam Xandari Riverscapes ini adalah house boat terbaik jika dibandingkan dengan Ketuvallam yang dipakai oleh blogger lainnya. Gimana nggak, kapalnya paling besar! Dari luar aja kelihatan gagah dan… kapalnya memiliki dua lantai! Ayey!

dsc_0327

Santai kayak di pantai eh sungai

Gak ngerti deh gimana caranya panitia dari Kerala Tourism mengatur pembagian kapal ini. Yang jelas aku kebagian enaknya gitu hehe. Udah dapet kapal paling bagus, tidur sendirian, bisa barengan sama duo Brasil yang cakepnya luar biasa serta kami diinapkan bareng duo fotografer yang tentu saja jadi keuntungan sendiri bagi kami duo Brasil karena keberadaan mereka akan lebih sering disorot kamera.

Sembari kapal terus melaju membelah sungai Pampa, sungai terpanjang ketiga yang ada di India selatan setelah Periyar dan Bharathappuzha ini (bayangkan, sungai terpanjang ketiga aja punya panjang 2.235 km!) kami berlima berusaha mengekplor tiap sudut kapal.

dsc_0322

Nah ini lantai 1-nya

Di lantai satu, terdapat meja makan berukuran besar yang kami gunakan untuk makan malam dan sarapan keesokan paginya. Di dinding kapal, terdapat kursi kayu yang kokoh dan dicat berwarna hitam. Oh ya, jangan khawatir dengan perlengkapan keselamatan yang ada di kapal ini. Jaket pelampung tersedia di dinding kapal dengan posisi yang mudah terjangkau, kok! Ini sederhana, namun penting bagi aku yang gak jago berenang ini hehehe.

dsc_0325

Jaket pelampunya di dinding kapal

Di lantai 2, terdapat teras yang cukup luas dengan deretan kursi rotan yang cocok banget dipakai untuk bersantai. Ada juga kasur tipis di bagian anjungan kapal yang langsung dipakai tiduran oleh Patricia dan Carla. Aku sendiri memilih untuk mengistirahatkan tubuh di kasur tipis yang berada di sisi tangga. Terus terang, berada dekat cewek-cewek cakep macam duo Brasil ini bikin aku grogi dan pingin terjun ke sungai. Apalagi ketika mereka bilang kepadaku, “Haryadi, tunggu ya, kami mau ganti baju dan pakai bikini dulu. Kamu gak mau sekalian ganti baju?”

Jepret Sana, Jepret Sini

Namanya bule ya, gak bisa lihat air dikit. Padahal air Sungai Pampa gak warnanya coklat loh, tapi kalau ada kesempatan berjemur sebagian besar temen blogger ini langsung ganti ke bikini. Tinggallah aku yang mimisan ngeliatnya –ngakak sampe kejengkang.

 

Salah satu tips bagi kalian yang nantinya terpilih mewakili Indonesia di Kerala Blog Express Season 4, usahakan selalu dekat duo Jinson dan Vineeth kalau mau banyak nampang di video resmi Kerala Blog Express. Dan, itulah yang Patricia dan Carla lakukan! Gak heran wajah cantik mereka banyak muncul di videonya Kerala Blog Express.

Proses pengambilan gambar dan video berlangsung seru! Aku curiga duo Brasil ini adalah model di negara asalnya. Soalnya, ituuuh, mereka jago banget diarahkan oleh Jinson dan Vineeth. Aku? Ya sesekali ikutan… motret! Hehe, untuk jadi model nggaklah, walaupun banyak yang bilang aku ini mirip Nyle DiMarco, sih! –yang protes aku sambit pake lenjer.

dsc_0360

Siapa moto siapa ini?

Sepanjang perjalanan, kapal kami berpapasan dengan kapal-kapal lainnya. Temen-temen blogger yang berada di kapal sebelah biasanya akan berkomentar, “hei kalian punya teras atas ya? Keren sekali!” nah nah, aku yakin ada nada sirik di sana hahaha.

Makan Malam Berkesan

Di hotel-hotel lainya, akan selalu tersedia masakan internasional yang berdampingan dengan makanan lokal. Nah di Ketuvallam Xandari Riverscapes ini agak beda sedikit. Walaupun kami diberikan makanan berupa daging-dagingan (ada ikan dan domba) tapi chef kapal memasaknya dengan cita rasa lokal yang endes!

Lauknya nggak sebanyak di hotel memang, namun tetap saja makanan yang tersaji kami lahap dengan beringasan hahaha. Aku, Jinson dan Vineeth sampe rebut-rebutan lauk padahal di belakang stok masih banyak. Ya ambil serunya aja ceritanya hehe. Patricia dan Carla gak doyan makan, tapi pas ngebir baru deh mereka kompak berempat. Untungnya mereka sangat menghargai aku yang gak minum bareng mereka.

dsc_0336

Makan malam nikmat

Malam dilalui dengan sangat duduk santai, ngobrol dan ketawa-ketiwi nggak jelas. Sangat menyenangkan. Saat tidur juga begitu. Aku tidur nyenyak banget! AC kamar berfungsi dengan baik. Lalu, bagaimana dengan wifi? Nggak ada sih, tapi buat apa wifu jika di kapal dapat melakukan aktifitas lain yang jauh lebih menyenangkan bukan?

Keesokan harinya, aku terbangun dengan kabut yang menutupi jendela kamar. Semua masih tidur saat aku mencoba naik ke teras atas. Oh ya, saat akan tidur kapal disandarkan di tepi sungai berjejer dengan kapal-kapal lainnya. So, di pagi hari, aku dapat melihat aktifitas pekerja di kapal-kapal lain yang mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu.

Begitupun kru Ketuvallam Xandari Riverscapes, mereka menyiapkan sarapan untuk kami. Sarapannya sederhana, “hanya” ada buah, jus dan roti. Namun, tetap saja enak. Yang aku suka, selai rotinya mereka buat sendiri sehingga fresh dan rasanya nendang.

Kapal bergerak menuju Pallathuruthy Bridge tempat bus kami ngetem. Di sepanjang perjalanan pulang, kami melihat langsung kehidupan warga lokal yang mendiami area pinggir sungai. Bapak-bapak mulai berjalan ke sawah. Sebagian nelayan terlihat sibuk mencari ikan. Ibu-ibu nampak sumringah menyapa kami sambil mencuci baju di sungai. Di sisi lain anak-anak sekolah nampak menaiki sampan-sampan kecil demi menempuh pendidikan.

dsc_0346

Ke sekolah naik sampan. Menyenangkan!

Sungguh, mengunjungi Alleppey dan menginap di Ketuvallam Xandari Riverscapes adalah salah satu pengalaman paling berkesan di perjalananku selama 2 minggu mengunjungi Kerala. Mau merasakan pengalaman yang sama? Ayuk atuh ikutan kompetisi Kerala Blog Express Season 4! Atau, jika mau jalan sendiri ke Alleppey juga bisa.

dsc_0418

Para awak kapal yang menjadikan pengalaman menginap di Ketuvallam begitu berkesan

Hari gini nyari tiket pesawat murah itu gampang banget, loh! Aku aja dulu saat pertama kali ke India dapet tiket seharga 1,5 juta PP doang dari Kuala Lumpur ke kota Kolkata. Jika jeli, tiket pesawat promo akan dengan mudah kalian dapatkan. Percaya deh, ngedapetin tikey murah  jauh lebih mudah ketimbang mendapatkan jodoh! Hehehe.

dsc_0424

Ini dia Ketuvallam Xandari Riverscapes jika dilihat dari luar

Xandari Riverscapes

Pallathuruthy Bridge, Pallathuruthy, Alappuzha, Kerala 688003, INDIA

Central Reservations: +91 484 650 3044atau +91 94474 14344-

Email : reservations@xandari.com

http://www.xandari.com/riverscapes

Iklan

38 thoughts on “Sensasi Menginap di Kettuvallam Sembari Menyusuri Sungai Pampa di India

  1. >> Untungnya mereka sangat menghargai aku yang gak minum bareng mereka.

    Betul! Respect. Beda banget sama di negeri sendiri, udah tau aku gak minum, masih ada aja yg usaha ngerjain supaya aku cicip sedikit, dibilang teh manis lah, krating daeng lah, ditraktirlah, dll. Untung gak tergoda, tapi ya sedih kok ada respect ya :/ #curhat

  2. 😀 ha ha ha..langsung ganti celana dunk Har kayak mereka bule bule yang ganti bikini 😀 ha ha ha…seru ya beda sendiri, jadi gimanaaa gitu…:D
    Ituloh yang kamu dapat kamar seorang diri, beruntung banget ya..aku juga suka banget kalau dapat kamar sendiri pas nginap di hotel gegara pesawat delay..soalnya takut ya..nggak kenal sama org baru…

  3. Ping-balik: Abu Nawas di Taman Nasional Tanjung Puting | Omnduut

  4. Oke faaaaaaaaainnn aku nggak naik ginian, tapi-tapi udah merasakan yang murahan dan mboseni kalau sampai delapan jam haha. Allepey atau Alappuzha beberapa kali masuk ke film Bollywood daripada kota lain di Kerala. Scene yang paling banyak Allepey-nya di film Ek Deewana Tha.

  5. Ping-balik: Terpukau Keindahan Danau Laut Tawar di Takengon, Aceh | Omnduut

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s