Pelesiran

5 Anggapan Salah Seputar Imigrasi Singapura

DSC_0566

.

Yan, ayuk dideportasi dari Singapura.”

“Hah kok biso, Yuk?”

“Entahlah, ayuk sedih nian. Sekarang ayuk sudah balik lagi ke Batam.”

Wah wah wah, sampai di deportasi di Singapura, ada apakah gerangan?

*    *   *

Selamat datang di zaman ketika harga tiket pesawat bahkan lebih murah dari sebungkus nasi padang!

Hah, yang bener?”

“Benerlah!”

Bagi sebagian besar orang yang berstatus ticket hunter kayak aku gini, mungkin sudah mahfum ya denger cerita orang yang bisa dapetin tiket pesawat dengan harga yang sangat murah bahkan menjurus ke nggak masuk akal. Aku aja kalau ngomong ke keluarga dapet tiket ke Kuala Lumpur nggak sampai 300 ribu udah pada bengong. (maklum, ke Jakarta aja bisa lebih dari itu). Gimana kalau mereka tahu ada yang dapetin tiket ke LN dengan Rp.0 coba! (ya walau harus bayar pajak bandara juga sih, namun tetep aja murah!)

Tak ayal, jalan-jalan ke luar negeri bukan lagi suatu hal yang mewah. Samalah kayak dulu ketika handphone masih mahal banget. Sekarang, apapun profesinya kalau punya handphone ya biasa aja. Misalnya saja, hari gini untuk memakai jasa nyai-nyai tukang pijat tradisional, aku kini gak perlu repot datang langsung ke rumah beliau, cukup telepon aja!

Nah, bagi yang kepingin banget ke luar negeri biasanya… inget ini biasanya ya, gak semua! Akan memilih Malaysia atau Singapura sebagai destinasi “latihan” traveling aboradnya. Bukan tanpa alasan, karena letaknya yang relatif dekat dengan Indonesia, tentu hal ini berpengaruh juga terhadap harga tiket pesawatnya. Apalagi, banyak alternative untuk mendatangi 2 negara ini. Misalnya saja menggunakan jalur laut memakai ferry melalui Batam, Kepulauan Riau.

????????????????????????????????????

Suasana MRT di Singapura. Tenang, bersih, nyaman.

Di grup jalan-jalan, 2 negara ini hampir selalu dibahas oleh member-member yang berbeda terutama yang masih baru dan akan menyiapkan perjalanan perdana ke luar negeri. Dimulai, “nanti di sana naik apa?” atau, “di sana enaknya menginap di mana?” pokoknya yang nanya beginian adaaa aja 🙂 nah, ada lagi satu topik yang menurutku menarik. Yakni mengenai proses di imigrasi khususnya di Singapura karena banyak sekali orang yang mengalami episode “drama” di negara ini. Dari yang happy ending hingga yang sad ending.

Aku pribadi sudah pernah merasakan pengalaman masuk ke Singapura melalui jalur udara (Changi) dan laut (Harbourfront). Untuk pengalaman di jalur darat aku ambil dari pengalaman adekku si Ari yang pernah masuk melalui perbatasan di Johor Bahru. Gimana rasanya melewati imigrasi Singapura? Rasanya nano-nano, bener! Hehe. Tapi menurutku ada beberapa anggapan yang salah seputar (petugas) imigrasi Singapura. Apa saja? Ini dia.

Petugas Imigrasi Singapura Galak dan Nyeremin

Ah kamu belom mandi kali, makanya digalakin? 😀

Waktu pertama kali ke luar negeri, aku juga denger kabar bahwa petugas imigrasi itu biasanya resek-resek. Pokoknya adaaa aja cela mereka untuk nyari kesalahan. “Pokoknya, siap-siap aja kalau nanti bermasalah di imigrasi,” gitu kata seorang teman. Mendengar hal itu, aku jadi sendu.

Lantas, apa iya petugas imigrasi khususnya imigrasi Singapura se-mengerikan itu? Menurutku, nggak (juga) tuh! Pengalamanku bolak-balik ke Singapura (duh kalimat ini, udah keliatan sombong belom? –ditabok massa) petugas imigrasi Singapura itu baek-baek loh!

Kalo setelan muka petugas imigrasi yang sebagian besar dingin, kaku dan nyeremin sih sebetulnya rata-rata di semua negara bisa jadi begitu ya. Tapi kalau pembawaan kita dari awal sudah selo sih menurutku aman-aman aja. Petugas imigrasi Malaysia misalnya yang terkenal jutek-jutek terlebih jika bertemu pelancong dari Indonesia (you know-lah, dua negara ini kan benci tapi cinta) nyatanya asyik-asyik orangnya. Aku malah sempat diajak ngobrol dan diajak main ke rumah oleh seorang petugas imigrasi wanita (maaf, poin yang terakhir itu hanya fiksi).

????????????????????????????????????

Singa mangap :v

Petugas imigrasi Singapura juga gitu. Kalau kita masuk negara mereka dengan niat yang tulus dan baik (misalnya untuk mencari jodoh bukan mencari kerja dari jalur illegal) harusnya santai ajaaa… kita mau ngehabisin duit di negara mereka, loh ini! –kipas kipas recehan dolar Singapura. Aku sih biasanya kalau sudah diantrian, dan mulai berjalan mengarah ke petugas imigrasi, selalu merekahkan senyum.

Senyum itu ibadah sob!

Asal jangan senyum genit-lenje-manja ya (terlebih ke petugas lelaki), bisa-bisa langsung digiring ke kantor imigrasi. Intinya sih tetap tenang, berdoa (yasinan juga boleh) dan jangan lupa senyum. Kalo memungkinkan ya coba aja disapa macam, “halo, apa kamu masih jomblo kabar?” atau, “Selamat pagi senyummu indah sekali”. Yakin deh, petugasnya gak akan galak-galak.

Sepengalamanku berurusan dengan petugas imigrasi di beberapa negara (udah terdengar pamer belom?) malah petugas imigrasi di Indonesia khususnya di Palembang yang kerjanya bikin hati dongkol. Kalau di negara lain petugasnya masih muda, ganteng-cantik-fresh, eh ini di Palembang udah mukanya nyeremin, udah tua banget, senyum kagak ada, ngambil dan mengembalikan paspor biasanya main lempar aja. Gak oke banget dah! (semoga si anak petugas imigrasi gak baca :p)

Harus Bawa Uang Dolar Singapura yang Banyak

3 kali ke Singapura, aku hanya membawa uang tak lebih dari 10 dolar Singapura aja (nah sekarang udah keliatan kere belom? :p). “Emang cukup?” ya cukuplah! Kan di Singapura cuma numpang lewat doang sebelum ke Malaysia atau kembali ke Indonesia. Jadi uang yang dibawa hanya secukupnya aja untuk bayar MRT.

Alhamdulillah, selama melewati imigrasi Singapura aku nggak pernah ditanya soal duit. (ya gimana ya, kalau punya tampang juragan ya begitulah -oouch) “Jika ditanya gimana?” ya jawab aja sejujurnya. “Saya hanya bawa uang 10 dolar dan hanya di Singapura hanya sehari saja sebelum pindah ke kota ini-itu. Sebagai cadangan saya membawa  di ATM dan kartu kredit.” Tunjukin semua tuh kartu yang dipunya, kartu berobat juga kasih liaaat. sambil pamer dompet kartu.

????????????????????????????????????

Bareng Indra. No pict = hoax, bukan? 😀 semua dokumen berupa paspor, uang dsb aku simpan di moneybelt.

Masalah saldo di ATM sudah mengenaskan sekali dan limit CC sudah habis kepake kan petugas imigrasi nggak bakalan tahu. Kecil kemungkinan kamu akan digiring ke mesin ATM buat ngecek saldonya. Jika kejadian? Silakan berimprovisasi. “Wah ATM saya yang saldonya miliaran ketinggalan di rumah.”

Harus Punya Bukti Penginapan

Di grup traveling ada salah satu member yang ngotot banget bilang, “Harus punya bookingan penginapan kalau mau ke Singapura, jika nggak siap-siap di deportasi.”

Ketika beberapa anggota grup lain bilang bahwa itu nggak perlu eh si beliau ini masih saja ngotot. Akibatnya harus siap menerima komen dari komentator garis keras deh :p rasain! –eh. Seperti yang aku bilang, aku ke Singapura itu numpang lewat aja. Terakhir ke sana pas pulang dari menang tiket gratisan Hong Kong. Pulangnya lewat Batam. Waktu itu ditanya sih, “how many days in Singapore?” aku jawab aja, “Satu hari je, bang!” tanpa ba-bi-bu, halaman pasporku kembali ternodai.

Oh ya, untuk masuk ke Singapura itu kita masih harus isi immigration card ya. Kalau masuk Malaysia sih nggak perlu kartu beginian. Nah kalau ke Singapura, pengisian kartu ini harus diperhatikan. Kalau salah isi bagaimana? Yaelah, namanya juga manusia bang, khilaf kan biasa apalagi salah tulis doang mah masih dimaafkan. Aku pernah tuh kejadian, tapi cuma disuruh coret dan nulis yang benar aja. Beres! (salah tulis no penerbangan waktu itu)

2009-SLREVED-133-RG-1-1243452556-0026

Kartu imigrasi Singapura. Source : statutes.agc.gov.sg

Nah, di kartu imigrasi ini kita harus diminta menuliskan alamat penginapan selama di Singapura. Lantas gimana kalau beneran nggak nginap?

Kalau di grup sih mayoritas bilang, “tulis aja alamatnya, jangan dibiarkan kosong.” Aku sih sepakat. Lalu bagaimana? Caranya tulis saja alamat salah satu penginapan di Singapura yang didapatkan di internet (bisa cek di agoda, booking dot com atau situs-situs penjualan lainnya). Catat di buku saku dan tuliskan kembali di kartu imigrasi. No teleponnya jangan lupa ya!

Aku pernah tuh kelupaan mencatat no telp hostelnya. Untung aja aku selalu siapin alamat penting kantor kedutaan Indonesia di negara tujuan. Alamat ini aku catat jika sewaktu-waktu dibutuhkan (amit-amit, kehilangan paspor misalnya). Nah, no telp kedutaan Indonesia di Singapura-lah yang aku tulis waktu itu. Gak akan di cek ini juga, kan?

1

Informasi ini aku cetak dan tempel di buku saku. Syukur-syukur info ini gak pernah digunakan selama perjalanan 😀

Siap-siap Kena Masalah Jika Paspor Kosong

Karena kalian datang bersepuluh, jangan kaget ya nanti kalau ada diantara kalian yang kena random check dan harus di interogasi di kantor imigrasi,” ujarku.

Wejangan itu aku katakan kepada adek dan 9 temennya yang bakalan ‘pecah telor’ ke luar negeri. Bukannya apa-apa, mereka harus tahu tentang hal ini dan jangan sampai kaget kalo ternyata kena random check.

Pas pulang, aku tanya ke adek, “siapa yang kena random check?

Semuanya kena, bang!

Toeeng! Hahaha.

Jadi ketika ada salah satu temennya si adek ditanya, “dengan siapa ke Singapura?”  dan oleh si temen ini dijawab, “rame-rame,” petugas imigrasi memutuskan untuk memanggil semuanya dan mereka digiring ke kantor petugas. Hahaha. Tapi sampai di kantor mereka hanya ditanya pertanyaan standar. Mereka ditanya jumlah uang yang dibawa, berapa lama di Singapura dan bukti bookingan penginapan. Ya, tentu saja imigrasi Singapura tidak ingin kemasukan 10 gembel dalam waktu yang bersamaan, bukan? Hihihi.

????????????????????????????????????

Pingin naik, apa daya backpacker kere :p

Karena semua sudah mempersiapkan ini dengan baik (kalau jumlah uang sih gak banyak, standar ajalah untuk habisin 2 hari di Singapura), maka semuanya aman terkendali.

Jadi, sebetulnya, aman-aman saja bagi traveler pemula yang ingin memulai perjalanan ke luar negerinya dari Singapura. Samalah kayak lowongan pekerjaan, ‘dibutuhkan yang berpengalaman.’ Lha, kalau semua perusahaan menyaratkan semua calon pekerja adalah orang yang berpengalaman, maka tidak ada lagi tempat bagi fresh graduate untuk berkarir, dong? Ya samalah, jika Singapura melarang orang yang baru pertama kali ke luar negeri untuk masuk ke negaranya, mereka sendirilah yang rugi. Batal deh tuh orang turut memajukan pariwisata negaranya, bukan?

Amanlah, Saya kan Punya Keluarga di Singapura!

Nah ini balik ke kisah awal tulisan ini, tentang seorang ayuk (kakak) yang di deportasi dari Singapura. Sumpah, aku pas dapet pesan dia kena deportasi itu udah gatel banget pingin nanya. Tapi aku tahan dulu dan tunggu sampai beliau tiba kembali di Palembang.

“Jadi, kayak manolah ayuk tuh biso di deportasi.”

“Ayuk jugo idak ngertilah dek. Ayuk ditanyo bawak duit berapo, trus ayuk kasih bilang bae bawak 100 dolar.”

“Wah lumayan tuh 100 dolar, seharusnyo sih dak masalah. Trus ditanyo apo lagi?”

“Ayuk kan di tanyo lagi, bakalan nginep di mano. Trus ayuk bilang, bakalan nginep di rumah abang angkat.”

Jreng.

“Wah harusnyo ayuk jangan bilang gitu.”

“Ayuk disuruh kawan dek, katonyo bilang bae bakalan tinggal di rumah abang angkat. Pas ayuk ditanyo alamat, ayuk dak tahu, kan kawan ayuk ditanyo petugas lain.”

Salah bener kan ya kalo kejadiannya begitu >.< wajar jika petugas imigrasi untuk curiga. Pertama, nggak jelas bakalan nginep di mana. Abang angkat? Abang yang mana coba? Kedua, dengan begitu makin besar kecurigaan petugas imigrasi jika si ayuk ini bakalan overstay. Iya kalau cuma overstay kalo ntar tertarik jadi tenaga kerja ilegal gimana, coba?

Mengenai pertanyaan seputar keluarga ini sih kalo menurutku perlakuannya sama di negara lain. Di grup sering kali dibahas, “mending lo bilang aja mau liburan, titik.” Lain ceritanya jika kedutaan minta invitation letter dari anggota keluarga ya (macam di Eropa). Lha kalau cuma mau liburan satu-dua hari, bilang aja mau liburan. Beres deh!

*   *   *

Itu aja dulu 5 anggapan yang kerap kali keliru prihal imigrasi di Singapura. Sekali lagi, bisa jadi kondisi yang aku ceritakan di postingan ini juga dapat berlaku di negara lain. Intinya, Singapura itu okelah buat ajang ‘pecah telor’ jalan-jalan ke luar negeri. Yang patut di perhatikan adalah di sana apa-apa serba mahal. Namun bisa disiasati sih, misalnya dengan membawa bekal makanan dari Indonesia (kalau lewat Batam lebih enak tuh).

Untuk menyiasati mahalnya akomodasi juga bisa memilih menginap di Batam atau Johor Bahru. Atau jalan seharian di Singapura cukuplah kalo budgetnya memprihatinkan kayak aku haha. Bisa berangkat naik ferry pertama dari Batam dan pulang naik ferry terakhir dari Singapura. Lumayanlah, harga penginapan di Batam jelas lebih murah. Belanja di Batam juga jauh lebih menyenangkan ketimbang di Singapura. Orang yang dikasih oleh-oleh gak bakalan tahu kamu belinya di mana kok hahaha. Mau made in Singapura atau Made in Nagoya, yang penting ada oleh-olehnya hahaha.

Peringatan keras : Tulisan ini ditulis atas dasar pengalaman yang aku dapatkan. BISA JADI akan ada pengalaman yang berbeda di masing-masing orang (inget, kadang tergantung amal ibadah juga sih haha). Sangat mungkin ada kekeliruan dalam penulisan, feel free loh kalo mau ngasih tahu kekeliruannya atau mau ngasih tahu info tambahan.

Iklan

258 thoughts on “5 Anggapan Salah Seputar Imigrasi Singapura

  1. halo…
    aku nak nanyo kak, kagek october, aku nak ke Singapore. paspor aku masih baru. putih bersih suci belom ternoda. kira2, aku bakalan keno interograsi dak ye? aku ke singapore nak nonton konser. ge kalo ditanyo, mending bilang nak travelling or bilang nak nonton konser?

    • Halo Cicha.

      Cieeeh cieeeh yang nak ke luar negeri cieeeh hehehe. Melok oi nonton konser hwhwhw. Men uji aku, ngomong bae nak nonton konser sambil jalan-jalan. Apolagi kalo misalnyo tiket konsernyo ado, bukti penginapan ado, tiket balek ado. Biar kato paspor masih putih suci tak bernoda, lancar bae.

      Yang sabar yo nodain paspornyo, jangan gek dibawa tedok keno iler laju ternoda nian hahahaha. Semoga lancar jalan-jalannyo. Btw, konser siapo sih? men Inul konser sano aku nak berejo nonton jugo. #GenerasiDangdut hahaha

      • Konser Charlie puth kak.. Eh salah ketik aku..konsernyo agustus.. Oke kak..mokaseh ye infonya… 🙂

  2. Halo kak, mau nanya2 dong..boleh yaaaa..

    Kalo misal saya mau ke ho chi minh, transit di singapore 18jam. Tiba di SIN siang jam 13.00, flight selanjutnya besok paginya jam 07.00. Lalu selama transit rencana mau jalan2 keluar changi, itu bisa gag yah?nanti pas lewat imigrasi kira2 dibolehin gag?soalnya pas di SINnya rencana mo bermalam di bandara.enggak stay di hotel. Jadi begitu selesai jalan2,malamnya saya balik lg ke bandara.
    Lalu, ini kan pertama kali saya keluar negeri pake connecting flight. Nanti begitu tiba di changi, apakah sebaiknya saya langsung check in lagi utk next flight atau nanti2 ajah check in laginya? (jalan2 dulu keluar changi, puas jalan2 baru check in lg)
    Mohon informasinya kak.terima kasih sebelumnya

    • Tentu saja boleh banget 🙂 Kalau tertarik ikutan Singapore Tour gratis, klik di sini ya. Atau jika dirasa membosankan, jalan sendiri aja, lebih bebas. Menurutku, langsung aja check in, biar nanti saat mau masuk ke Changi lagi lebih gampang. Jikapun nggak, ya gakpapa. Have fun ya di bandara terbaik di dunia 🙂

  3. Halo saya ingin bertanya.. saya rencana akan pergi ke malay dan singapur..
    apakah saat di imigrasi kita akan di cek ktp ?
    Masalahnya paspor saya masih baru dan kosong, juga ada perbedaan nomor ktp
    Pada saat pembuatan ktp saya menggunakan ktp biasa bukan ektp.. ada perbedaan 1 nomor di ktp saya.. di ktp lama nomor akhirnya 6 dan di ektp 5.. setelah saya konfirmasi ternyata yang benar adalah ektp
    Karna paspor saya sudah terlanjur jadi dan saya sudah menanyakan ke pihak imigrasi soal masalah ini mereka hanya menjawab sekilas tidak apa2 dan tidak bisa mengganti buku baru karena masa berlakunya msh lama.. namun saya khawatir pada saat hari H saya berangkat akan mendapatkan masalah.
    Kira2 akan di cek ktp dan di tanyakan kenapa beda ga ya? Terima kasih..

    • Hi mbak Revi, mengenai KTP sifatnya random, kadang diperiksa kadang nggak. Kalaupun diperiksa gak masalah. Kan di paspor gak dicantumin no KTPnya jadi aman.

      • Oh begitu, tapi di imigrasi di Indonesia sendiri ktp nya harus diperlihatkan tidak Pak?
        maaf banyak tanya maklum pertama kalinya ke ln ini 😀 hihi

  4. Hallo om…
    Aku kan masih 17 tahun, ektp juga belum jadi. Nah rencananya minggu depan mau ke singapur sendiri, kira-kira bisa gak yah? Soalnya takut hak boleh karna masih kecil.

    • Hmm, kamu ke sana sendirian dalam rangka apa? kalau sama keluarga sih harusnya gakpapa, cuma kalo sendirian, harus siapin semua kebutuhan yang mungkin ditanya ya, misal bookingan hotel, tujuan ke Singapura, tiket balik dan uang saku.

      • Bang aku mau ke Kuala lumpur 3 hari lewat johor bahru tpi di kuala lumpur aku mau nginap di rumah Tante aku boleh gk?

      • Iya om terima kasih infonya karena ini perjalanan pertama saya ke singapore terus ke Kuala lumpur….

      • Om ndutttttt kalau dari KLIA2 di suruh isi kartu imigrasi gk… 30 Agt 2016 18.00, “Ahmad Khusnul” menulis:

        > Iya om terima kasih infonya karena ini perjalanan pertama saya ke > singapore terus ke Kuala lumpur….

  5. Obat2an bisa aja, asal ada resepnya dan bawa juga resep dari dokter plus kartu nama dokternya..in case dicheck. Kalo obat cair sih ga boleh sampai 1 liter n kalo ada bagasi lebih baik taruh di bagasi

  6. terima kasih telah berbagi berita Pak, betah sekali membaca tulisan-tulisan disini, saya merasa bertambah wawasan semoga yang mengeleloa blog ini selalu di berikan kesehatan..

  7. mas, tanya dong, kalau dapet pengalaman deportasi gitu apa di trip selanjutnya bakal harus masuk lagi ke ruang imigrasi ya?

  8. Hi Mas, saya mau honeymoon ke Singapura, dan kebetulan saya lagi hamil 2 bulan, terus saya berniat mau nginep di rumah teman saya selama di Singapura, berhubung saya pernah jadi TKI di singapura jadi agak banyak teman. Pertanyaan saya, Apakah di kartu embarkasi itu saya tuliskan alamat teman saya atau alamat hotel ( mungkin cari nama dan hotel di Google) ? Bermasalah kah orang hamil masuk Singapura? Terima kasih

    • Tentu saja ibu hamil boleh ke Singapura mbak 🙂 tentang alamat tempat tinggal, menurutku lebih aman tulis alamat hostel ya. Kalau ditanya kenapa belom booking, bilang aja masih akan pesan on the spot (makanya siapin beberapa alamat hostel di buku kecil, biar kesannya kita emang mau pesan di lokasi untuk perbandingan).

      Bilang mau lihat langsung penginapannya karena foto di internet sering beda.

      Tiket pulang siapin ya kalo2 diminta lihat.

  9. Iya bener..enggak seseram yang dibayangkan.
    Sebelum berangkat kemarin sempet browsing mengenai imigrasi. Incl this blog
    Sempet worried banget. Soalnya 1st time ke luar negeri.passport kosong melompong. Dan solo traveller pula..
    Jadi Sblm berangkat banyak Baca2 blog, pas baca2, banyak juga ya komen yang negatif.ada yang dibawa ke office. bahkan disini ada yg sharing, ada yg sampe gag dibolehin masuk SG. Jadi tambah was2.
    Tapi hasilnya, i’m worried for nothing.
    Kmrn masuk SG, enggak ditanya apapun. sama sekali. Bahkan Pertanyaan standard macem ngapain keSG/how long/dimana stay juga gag ditanyain. Aku ampe bengong. Kok gag ditanya2 *pengen banget ditanya.hehehhee

    But anyway, thanks buat yang udah sharing2 disini. Mungkin karna belajar dari pengalaman yg sharing2 disini, jadi kmrn aman2 ajah deh enter SG for 1st time 🙂

    • Ditulisan ini pun sebetulnya dibilang kalau pengalaman orang beda-beda 🙂 Aku pun dulu pas pertama kali ke LN dibilangin, “udahlah, lo pasti akan diisengin di imigrasi” nyatanya, sampe sekarang gak pernah ada masalah, alhamdulillah 🙂

      Makasih udah bagi pengalamannya juga di sini.

  10. Siang kak, mw tanya nih.. Rencana 25 desember mw ke singapore, udah beli tiket PP jambi-batam, rencana dr bandara mau lgsg ke SIN via batam center,saya tiba pukul 09.00 WIB di hang nadim (kalau ga delay), nah kalau ak beli tiket ferry ny begitu sampe batam aja kira2 masih ada ga ya? Mengingat lg high season.. Mohon infonya terima kasih.

    • Seharusnya bisa dapet mbak, tapi bener itu high season. SANGAT nggak disarankan 😀 mending beli online aja. Misalnya di situs batamfast.com

      Aku pernah tuh ngerasain susahnya dapet tiket di pelabuhan karena beli go show. Kapok! 😀

  11. Satu lagi gan pengalaman saya waktu di imgrasi singapura saya sempat ditahan, 1 jam nunggu antri menghadap petugas nya.. Untung nggak di deportasi wkt itu keslahan saya adalah nama di ktp disingkat sementara nama di pasppor nama panjang trus foto di ktp foto masih bujangan beda sama foto di paspor

    • Kalo dulu bujangan sekarang apa? bajingan? eh #becandaaaa hahaha.

      Iya mas, beda satu huruf aja kena apalagi kalau penyingkatan nama. Untung gak di deportasi ya.

  12. Malam mas sy tgl 20 mw ke singapore..yg sya khwatirkan pasport sy sdh backlist dimalaysia dgn alsan katanya sy TKW dr jawa sono..dgn nm,tgl lahir az yg sm..jelas2 sy dr sumatera utara.. kesel klw ingat kejadian dimalaysia..trs kira2 ntr sy bisa masuk ke singapore ga y mas?

      • Paspor sama foto KTP gue bedah gan Gimana apa gk ada masalah di deportasi…. 9 Des 2016 08.57, “Omnduut” menulis:

        > omnduut commented: “Halo mbak Endang. Emang pernah dideportasi dari > Malaysia? jikapun iya, Malaysia dan Singapura berbeda. Jadi seharusnya aman > saja mbak :)” >

      • Iya mas dideportasi bulan oktober kemarin..😢karena nm sy cm endang dipasport dan ktp..skrg sy sdh endorse nm ayah..jd utk pembelian ticket pkai nm ayah jg y mas? Sesuai dgn endorse ..trima kasih ya mas buat jwbnnya.. 😉

      • Mbak Endang yakin dideportasi hanya karena nama? kira-kira ada alasan lain nggak? apakah dulu bawa dokumen lengkap? (tiket PP, uang tunai, bukti reservasi hotel dsb?)

      • Iy mas pengalaman mengerikan di bulan oktober kmrn deportasi .nm sy dipasport cm endang skrg sy sdh endorse nm ayah krn brrdsrkn tulisan yg sdh sy bc sgt rentan utk nm 1 suku kata.. semoga bener tidak ad mslh y mas.. 😉trs utk pembelian tiket sesuai nm di pasport atau dtmbhin nm ayah mas?

    • Halo mas Ahmad.

      Nggak semua imigrasi minta kasih lihat KTP. Jikapun minta kasih lihat jawab saja apa adanya. Pastikan nama di tiket dan nama di paspor sama. Jika beda, silakan koreksi. Caranya lihat di sini.

      • Kalau nama insyaallah sama semua mas…. 9 Des 2016 10.24, “Omnduut” menulis:

        > omnduut commented: “Halo mas Ahmad. Nggak semua imigrasi minta kasih lihat > KTP. Jikapun minta kasih lihat jawab saja apa adanya. Pastikan nama di > tiket dan nama di paspor sama. Jika beda, silakan koreksi. Caranya lihat di > sini.” >

    • Mas Ahmad, untuk deportasi itu nggak mudah dan aspeknya bukan hanya karena nama. Coba baca semua komen-komen di atas, nanti mas akan dapat gambaran tentang itu 🙂

      • Iya mas imigrasi malaysia bilang ke sy nama,tgl lahir tahun lahir sm dgn tkw jawa sna..bedanya sy lahir dimedan dan tkw itu lahir di sragen..3x sy msuk kl aman.. sy tidak prnh overstay..ke 4x sy msuk kl lgsung deportasi..sy tunjukkan smua tiket pp,hotel dan uang mrka ttp tidak trma 😐 alhasil pasport sy cap NTL dilembaran terakhir 😥..sy sampai buat laporan ke kedubes tp ga ad hasil.gimana tu mas utk destinasi ke singapore ny kira2 bermaslah ga? Pgn bgt jl2 kesingapore.. trma ksih mas

      • Oke….mas aku sudah tau…. Maksih atas informasinya Semoga sukses semua dan ke inginan jalanjalan Tercapai…. 9 Des 2016 18.31, “Omnduut” menulis:

        > Endang commented: “Iya mas imigrasi malaysia bilang ke sy nama,tgl lahir > tahun lahir sm dgn tkw jawa sna..bedanya sy lahir dimedan dan tkw itu lahir > di sragen..3x sy msuk kl aman.. sy tidak prnh overstay..ke 4x sy msuk kl > lgsung deportasi..sy tunjukkan smua tiket pp,hotel d” >

      • wahh..iyaa Omduuut..saya juga kena cap NTL ini..hiks. Gara-gara tanggal lahir beda sama yg di paspor dinas. Di paspor dinas tertulis 28, di paspor biru tertulis tgl 18. Padahal sebelum ada paspor biru, saya pernah ke M’sia dua kali. Alhasil digiring masuk sel mirip kriminil. Saya ogah ke M’sia lagi. Resek!! Cuma kalo transit ke sana gimana ya…apa kena blacklist lagi? Mbak Endang apa berhasil ke Spore?

      • Setelah beberapa jam di dalam ruang karantina (lebih mirip sel tahanan)..Satu sel itu bisa muat 10 – 15 org dgn satu toilet, waktu itu banyak juga wna yg ketahan disana, saya ngga sempet nanyak2 soalnya udah down bgt, cuma ada kardus buat duduk dan nggak bisa komunikasi dgn suami krn semua diminta sm petugasnya, akhirnya saya disuruh pulang lagi ke Jkt alias di deportasi. Saya dpt kawalan penuh dari staf imigrasinya. Saya nggak boleh pegang paspor sampe Jakarta, padahal suami saya juga ikut pulang, nggak jadi family tripnya. Dia sebel bgt, sampe pernah ngomong nggak bakal ke negara itu lagi. Setelah masuk ke imigrasi Indonesia baru dikasih semua sama catatan yg dari KLIA, mungkin takut saya kabur.. udah ky kriminil deh. 😦

        Masa stempel itu apalagi yg NTL, saya ngga tau sampe kapan…

      • Hiks pengalaman yang mengerikan ya mbak. Aku kalau di posisi mbak juga kayaknya bakan sebel dan gregetan banget. Mudah-mudahan gak ada pengalaman jelek lagi selama berlibur ya amin.

      • Oh ya kalau hanya untuk transit aja di M’Sia, walaupun nggak lewat imigrasi, apakah nanti dipersulit lagi di sana? :((

      • Menurutku nggak mbak. Karena untuk transit doang emang gak ngelewatin imigrasi, ada semacam konter khusus aja, tapi mereka sekadar ngecek aja apakah tiket terusan kita bener atau nggak.

  13. Mas..mau nanya dong.
    Kalau lewat jalur darat itu nanti kartu kedatangan (kartu imigrasinya) dibagikan pada saat di bus/train atau dmna? karena biasanya kalau jalur udara kan dibagikan d pesawat. jdi bisa prepare diisi di pesawat.

    • Aku jalur daratnya dari Singapura ke Malaysia, belum pernah sebaliknya. Nah ke Malaysia gak perlu immigration card. Kalau naik kapal dari Batam, IC-nya dibagiin di pelabuhan. Kalo naik mobil setahuku dibagikan di perbatasan. kalau naik kereta mungkin di atas kereta 🙂

  14. Kak aq nk nnyo…
    Paspor aq mase suci ,aq pengen kesingapur selamo 2 hari kiro2 brp lah duet yg harus aq bawak kesano …

    • Tergantung dari gaya bejalan dan nak ngapoin bae ke Singapuranyo Ali. Kalo aku pribadi, sejuta cukup. Tapi kalo yang hobi makan lemak, shopping, nak masuk wahana, nak bawak 100 juta bae dak cukup hehehe. Jadi tergantung gaya bejalan dan nak kemano bae.

    • Percaya atau nggak, aku belum pernah menginap di Singapura sekalipun hehe. Untuk penginapan, cek di agoda atau booking dot com ya, harga dapat disesuaikan dengan budget. Mau dimana aja terserah ASAL dekat stasiun MRT/LRT.

      • mas kl saya mau ke singapura sehari trus paginya pindah ke malaysia, kl masnya pernah gitu ga? kl pernah nginep dimana tuh? apa di bandara at dimasjid? trus pas ke malaysianya d imigrasi keluar singapura d tanyain ga tuh.

  15. Hai kak, saya mau nanya nih 🙂
    Januari ini kan saya akan ke singapura.. Tapi utk kegiatan kuliah.. Lebih tepatnya kunjungan industri kak, dan kami bakalan melewati jalur laut dr batam.
    Kalo seumpama di imigrasi ditanya ngapain, saya hrus bilang Kunjungan industri dan bersama beberapa teman yg lain atau gimana kak?
    Makasih..

      • Di singapore 3 hari 2 malam kak trus di malaysia 1 hari tapi gak bermalam soalnya balik ke sg lg. Kalo untuk undangan kunjungan industri nya sepertinya gak ada kak, soalnya di kampus cuma bilang KI aja sedangkan aktifitas kita hanya sekedar jalan”..

      • Kami berjumalah 16 org kak, bersama 1 dosen pendamping. Apakah kami akan ditanya masing-masing, atau perwakilan ?

    • Kalau menurutku ya, lebih aman bilangnya cuma liburan. Gak usah sebut-sebut soal kunjungan industri. Akan panjang urusannya apalagi jika nggak ada undangan resmi.

      Semua orang akan “diinterogasi” oleh petugas imigrasi. Lebih baik, dari awal sudah kompak bersama bilang buat liburan semua. Asalkan bukti penginapan dan tiket pulang ada, maka aman 🙂

      Kuncinya jangan gugup aja. Jawab dengan bahasa yang nyaman (kalau nyaman pake bahasa Indonesia, jawab pakai bahasa Indonesia, mereka paham kok) 🙂

  16. Thank’s Brow info nya,aq mau bagi pengalaman , bulan juny 2016 lalu aq coba solo traveling ke LN singapore,malaysia & thailand dari 19 s/d 22 juny , mnurut aq yg paling berat adalah imigrasi Singapore,aq sempat di persulit dngan pertanyaan pihak imigrasi,sampai di bawa ke unit pemeriksaan khusus (aq gak tau nama nya ) setelah di tanyain berbagai pertanyaan,mereka bertanya di mana aq bekerja & sebagai apa,setelah aq sebutkan mereka meminta bukti ID card & aq tunjukan,mereka lngsung meminta aq keluar melalui pintu khusus setelah pasport aq di cap tanpa bertanya lagi,ternyata Perusahahan tempat aq bekerja adalah sala satu perusahaan asing yg sangat berpengaruh di singapore ( Freeport Mcmoran/indonesia) yg berada di Papua.

    • Wawan…sama aq jg harus ngeluarkan ktp, sim A,C, kartu BPJS, bikin hotel, dan tiket pulang, pas ditanya aq kerja dimana di indonesia, dia langsung diam dan mempersilahkan masuk dengan senyum…

      • Wawan
        Aq juga sama pas mau liburan ke Singapura kemaren, aq harus keluarin KTP, SIM AC, Kartu BPJS , tp pas dia tanya aq kerja dimana di Indonesia, dan aq jawab sambil liatkan ID card nya, dia langsung ngasih masuk dengan senyum…

  17. mas kl saya mau ke singapura sehari trus paginya pindah ke malaysia, kl masnya pernah gitu ga? kl pernah nginep dimana tuh? apa di bandara at dimasjid? trus pas ke malaysianya d imigrasi keluar singapura d tanyain ga tuh.

    rencana backpacker ka singapura seharian, paginya lgsg ke johor lanjut perjalanan malaysia.

    apa musti nyatet2 juga kyk masnya penginapan2 di singapura krn mau esen ots at bilangnya traveling 1 day before k malaysia at gimana ya. pertama kali ke ln tanpa keluarga nih, jalan sama suami yg pasornya suci plus was was orgnya.

    • Hi Naj, aku agak bingung dengan penjelasan waktunya. Yang jelas gini, aku selama ke Singapura belum pernah sekalipun menginap di sana. Jadi aku biasanya menginap di Malaka, Malaysia.

      Untuk nyatet nama penginapan, silakan saja, jadi kalau ditanya petugas bisa dijawab seperti yang sudah aku jelaskan di atas.

  18. mas, aku n suami mau ke singapura keliling seharian trus besoknya ke malaysia nyebrang darat, baiknya isi apa ya di form kedatangan ke singapuranya, bagian alamatnya di sing, kurang lbh itinerary sudah jelas, untuk penginapan di malaysia juga sudah jelas, yg saya bingung hanya itu saja mas, isi apa nih di form kedatangannya

  19. Antara ya dan tidak di petugas imigrasi SN nya. Untung untungan juga. Nasib temanku (adek sih ya, masih kuliah dari Padang), digalakin sama petugas SN. Kurang tau juga apa sebabnya. Katanya waktu itu mereka datang ke sana karena diundang oleh salah satu universitas disana . Tapi petugasnya katanya gak terima. Kalo kesana ya harus ada itu tadi suai poin yang diatas. Mereka cuma bawa undangan untuk acara terus balik ke Malaysia (mereka datang via Malaysia). Mungkin karena acara lebih sehari kali ya(aku juga kurang tau),mereka gak booking atau ngasih alamat yang jelas selama disana selain alamat kampus. Btw, Kalo numpang lewat dari MY ke Batam via SN petugas bakalan galak nanya nanya gitu gak yan? Soalnya tiket ke Batam rencananya beli on the spot(di sana).#akusenanglaut #nenekmoyangkupelaut

    • Kadang memang gak bisa diprediksi dapet petugas yang kayak gimana. Tapi, kalau ada undangan resmi, diinapkan sama panitia, harusnya aman. Jika nggak, mending bilang mau liburan aja. Selesai, gak akan banyak tanya mereka 🙂

  20. Mas kemaren saya baru pulang dari singapura lewat Batam, pas masuk singapura imigrasi nya minyak ktp, sim, kartu BPJS, mungkin karna nama saya, tp bisa masuk si dan paspor saya d cap..dan liburan 2 hari…yg saya heran pas keluar lewat imigrasinya paspor saya gk di cap arrival lg…itu memang seperti itu ya di Imigrasi sana, saya pulng lewat feri ke Batam center juga

    • Wah harusnya tiap kali kita masuk dan keluar suatu negara HARUS dicap mbak. Jika nggak dicap, bisa ribet nanti di perjalanan selanjutnya ketika ingin masuk Singapura lagi jika petugasnya teliti. Mbak bisa dianggap overstay. Walau begitu, mudah-mudahan petugasnya lupa stempel aja TAPI di sistem sudah oke (paspor discan). Masih simpan boarding pass/tiket pulang gak? simpan terus ya.

  21. Halo mas saya utari mohon infonya dong, saya ada rencana k malaysia selama 29 hari, saya kesana mau main kermh pacik saya di KL, dan rumah maciik saya di sabah(sampoerna) nahkira-kira selain tiket jkt-tawau , tawau-kL , KL-jkt, uang dan pasport apa lagi yah yg harus saya siapkan. karena ini pertama kalinya saya ke luarnegri dn d sna selama 29 hari. rencana perjalanan saya 16 agustus – 6 sptmebr saya di sabah, 6-12 septmber saya di KL seklian pulang k jkt tgl 12nya

    • Halo mbak Utari. Jatah tinggal di Malaysia itu bisa dikasih 30 hari. Walau menurutku agak riskan ya, jika mbak ke sana selama itu. Dikhawatirkan mereka akan kira mbak akan bekerja di sana. Yang penting, siapkan no telp Pak Cik (keluarga) di sana, jika nanti pihak imigrasi nanya, bisa kasih kontak tsb.

      Paling, siapin lagi juga bukti penginapan selama di KL. Kayaknya Tawau gak begitu ketat seperti KL ya. Jikapun belom siap penginapan gakpapa, bilang aja penginapannya go-show, yang penting tiket pulangnya udah disiapin ya.

      Apalagi ya? rasanya nggak ada, itu aja cukup.

  22. Mas, jadi klo cmn transit gpp ya untuk ket. alamat inap nya di tulis transit aja.. kebetulan mau jalan ke thai tapi gak nginap di penginapan jadi langsung balik ke changi buat lanjutin pesawat pagi.. trus klo saya sudah keluar imigrasi apa harus check in lagi ya.. mohon infonya..

    • Halo mas Rizky

      Gakpapa ditulis transit aja. Pengalaman banyak teman gak masalah tuh. Tapi kalau keluar imigrasi ya harus lewat imigrasi lagi buat masuk. Proses check in boleh dilakukan sebelum atau sesudah keluar dari imigrasi.

      • Mas maaf tanya lagi, penerbangan saya nanti kan dari SUB transit SIN lanjut BKK
        jadi nanti harus ngisi kartu embarkasi 2 kali ya.. dari sub – sin sama sin – bkk..
        maklum baru pertama kali 😄😅

    • Pengisian kartu imigrasi itu tergantung negaranya. Jadi begini, untuk ke Singapura perlu, Malaysia tidak. Untuk Thailand, sepengalamanku dulu 2013 perlu ntah sekarang.

      Jadi, jika negaranya mensyaratkan perlu pengisian kartu, maka iya harus isi. Jika nggak, gak harus.

      Cmiiw

      • Bantu Jawab ya kak. Ke Thailand perlu isi kartu kedatangan. Dan kolom yg perlu diisi lebih byk dibandingkan kartu kedatangan Singapore *Saya baru kemarin ke Thailand

        Oh ya, saya juga ke thailandnya transit singapore. Dan saat transit disingapore, saya tulis TRANSIT ajah di kartunya gak masalah kok ^^

  23. mas saya hri rabu kemaren ke singpore dan saya lupa sama alamat tujuanya kira2 boleh gak saya masuk kamis ini makasih infonya

  24. Mas. Ikutan tanya donk…
    Rencana saya dan keluarga (9 orang) liburan k KL.
    Trz sisain 1 hari buat k singapore pake train.
    Trz ql ampe d woodland nya itu apa smw d tanya. Gak bisa perwakilan gitu ya? Kalo anak kecil gimana? Trus orang tua juga gak bisa ngomong bahasa inggris. Bahasa melayu juga agak kurang.. itu gimana ya?

    Lalu kami juga gak nginap. Rencana nya pergi malam hari sampai di sana kan sudah pagi. Nah main seharian di sana. Trus malam nya balik lagi k KL.
    Ntr buat isi penginapan nya gimana? Apa isi transit?

    Terima kasib sblm nya.

    • Halo mbak Lili, maaf atas respon yang terlambat, soalnya aku lagi gak di Palembang saat mbak komen.

      Untuk di imigrasi anak-anak boleh didampingi sama orang tua mbak. Kalo gak bisa bahasa Inggris, bahasa Melayu/Indonesia aja gakpapa. Mereka paham kok.
      Untuk kasus pulang lagi, isi transit aja.

      Makasih udah komen.

      • Oh,, oke deh,,, terima kasih buat reply nya…
        oh ya ada lagi nih mas, paspor kk saya itu ad pake marga di belakang nama nya sedangkan di KTP nya ga ada… itu jadi masalah gak ya untuk lewati imigrasi singapura.
        kemarin sempat k kantor imigrasi minta ubah nama, tapi ga di bolehkan sama orang imigrasi. “katanya imigrasi bisa lewat kok”… cma saya ga yakin sama jawaban nya..

      • Om mau tanya??? Aku mau se hari di Singapore tpi sewa hostel trus besoknya ke Kuala lumpur tpi di kuala lumpurnya aku mau tinggal di rumah tante apa boleh?????

  25. Mas saya mau tanya , biasanya org d suruh balik keindonesia lagi karna apaya? Dansatulagi , saya mau ke sg ketempat sepupu saya , dia sudahkasih alamat sama nomor hpnya , dan bpknya ygjmput dibandara changi , apakah bisa masuk?

    • Banyak faktor mas Aidil. Ditulisan ini udah aku jelaskan, silakan dibaca lagi.

      Intinya, kita harus meyakini pihak imigrasi Singapura bahwa ke sana hanya untuk berlibur, bukan untuk menjadi tenaga kerja ataupun tindakan lain (kejahatan, terorisme dsb)

      • iyaa mas , saya jugak udah ada tiket silk air pp , dan uang tunjuk 3jt rupiah , menurut mas apa bisa itu?

      • Semua tergantung petugas imigrasinya, juga termasuk hoki. Aku gak bisa mastikan. So, persiapkan semua dengan baik. Baca lagi tulisanku dan komen2 yang ada, banyak pengalaman di sana.

  26. Oiyamas , saya mau ke sg 1 hari , bsoknya saya ke malaysia 3hari , setelah itu saya ke sg lagi 4hri , setelah itu saya balik ke indo , dan cma satiket pp saya , yaitu dri indonesia ke sg , kemalaysia saya beli on the spot , dan smua nya dri bandara changi , pertanyaan saya , gimana cara ngisi kartu kedatangannya? Dan apa bisa saya treveling seperti itu? Kalaunsoal uang adakok , apamas?

    • Halo mas Ilham

      Untuk pengisian kartu kedatangan cukup satu kali di bandara Changi. Untuk keluar masuk Malaysia gak perlu.

      Isi aja apa adanya gak masalah. Thx

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s