Couchsurfing / Kuliner / Pelesiran

Mengenal 15 Jenis Pempek Palembang. Wow! Ternyata Bule Juga Suka!

DSC_0705 “I tried pempek but honestly I dislike it”

“Why?”

“Because it’s like I ate rubber”

Gubrak! Pempek selezat itu disamain sama karet haha, nggak banget! Eh tapi ini beneran loh ya, itu pengakuan salah satu bule* yang notabane guru bahasa Inggrisku dulu ketika kami tanyakan mengenai pempek. Eh ternyata dia nggak suka. “I like model than pempek,” katanya. Iya deh mister, model juga sama aja. Sama-sama uenak tenan jos gandos dah!

Nah kebetulan beberapa hari yang lalu rumah kami kedatangan 2 couchsurfer dari Perancis dan Venezuela. Yang cowok namanya Jorge dan si cewek bernama Jenny. Si Jenny inilah yang mengontakku agar bisa menginap di rumah untuk berberapa hari. Sayang aku terlambat membalas pesannya. Salah satu temanku –Yessy, terlebih dahulu merespon sehingga duo traveler gokil ini menginap di rumah Yessy.

Emang dasar jodoh, Jorge dan Jenny belakangan jadi menginap di rumah kami karena di malam terakhir beliau ke Palembang, mereka kehabisan tiket kereta menuju Bandar Lampung. Jadilah mereka menginap di rumah. Nah, ketika jalan, sebelum pulang aku ajakin mereka nyobain pempek dulu di salah satu warung pempek yang ada di kota Palembang. Di mana itu?

PEMPEK SAGA

DSC_0708

“Cilukba, Selamat Datang di Pempek Saga”. Begitu mungkin kata si mbak berpose itu. Hehehe.

Pempek SAGA atau Pempek Sudi Mampir ini adalah salah satu warung pempek terkenal bahkan pernah di datangi oleh pak Bondan “Maknyus” Winarno di acara kulinernya. Warung pempek ini berlokasi di Jl. Merdeka tepat di seberang kantor Walikota Palembang yang sedang dipenjara karena kasus korupsi itu. Tak jauh dari sini terletak pula Sungai Musi, Benteng Kuto Besak dan Jembatan Ampera.

“Aha, Yessy, these are food that you made in the morning, right?” tanya Jorge.

“Yes, but these are different. You must try it!” kata Yessy.

Jorge lantas mengambil pempek adaan dan mencelupkannya ke dalam mangkuk cuko.

“Are you like spicy food, Jorge?”

“I am!”

Sip baguslah. Ya namanya perut bule traveler ya, biasa nyobain makan apa aja. Bagaimana dengan Jenny? Dia lebih memilih makan model karena belum pernah mencobanya. “Very uniqe name,” katanya. Hehe, bener banget. Jangan samain sama model yang biasa berlenggak-lenggok di atas catwalk ya. Aku sendiri memesan es jeruk dan pempek lenggang. Untuk minumnya Yessy memesan es kacang merah. Nah, karena porsinya besar, satu gelas itu dimakan eh minum bertiga oleh Yessy-Jorge dan Jenny. Slrupp, enak dan segaaar.

????????????????????????????????????

Yessy dan Jenny memilih model. Aku sendiri pempek Lenggang dan Jorge? oh dia suka pempek adaan.

????????????????????????????????????

Masa iya yang punya blog gak ikutan mejeng. lol.

Satu keunggulan dari warung pempek SAGA ini. Yakni proses pembuatan eh pematangan pempek dapat disaksikan oleh pengunjung. Jorge dan Jenny sangat menikmati jari-jari lentik nan lincah pegawai warung yang dengan cekatan terus membolak-balikkan pempek tunu dan pempek lenggang. Bagaimana dengan rasanya? Yummy endang gulindang. Enak banget!

????????????????????????????????????

Ayo mbak semangat! awas tangannya terbakar.

Ya, standar rasa pempek warung (kece) pada umumnya sih ya. Walaupun jujur menurutku harga pempek di warung ini lebih mahal ketimbang warung pempek lain padahal secara kualitas ya sama saja (misalnya dibandingkan dengan warung pempek Candy, Pak Raden, Vico, Sentosa dan Flamboyant). Untuk satu pempek kecil harganya Rp.5000. Sedangkan model/tekwan atau pempek lenggang satunya Rp.20.000. Lumayan, kan? Hehe. Tapi tetap, tidak mengecewakan kok. Tempatnya asyik dan nyaman. Cari parkirnya juga nggak susah-susah banget.

Pegawainya juga ramah-ramah walaupun kecakapannya dalam bekerja harus makin ditingkatkan. Hehe, soalnya pengalamanku kemarin itu, makannya udah selesai eh minumnya belum datang-datang euy. Apalagi keunggulan warung pempek SAGA ini? Nah, bagi yang nyari oleh-oleh lain seputar makanan Palembang, pengunjung dapat membeli kerupuk dan lempok di sini. Lumayanlah, jadi gak perlu nyari di tempat lain, kan?

????????????????????????????????????

Deretan kerupuk dan kemplang yang siap dibawa pulang. Lempok ada di atas meja kasir.

Lalu apakah Jorge dan Jenny suka diajak ke sini? Mereka suka banget! Kalo Jorge sih emang pemakan segala ya sama kayak aku. Kalo Jenny awalnya agak ragu ketika ditawarkan model.

“What is that?”

“Model is similar with pempek but there is sauce like soup,” jawabku.

“I don’t like soup.”

“Just try, you’ll like it,” timpal Yessy.

Dan bener dong, tuh model satu piring habis tanpa sisa hwhwhw. Tuh kan, tak coba maka tak suka, tak kenal maka tak sayang, tak lamar maka tak nikah. –abaikan. Nah, di kesempatan ini aku juga mau ngenalin 15 varian pempek Palembang yang bisa jadi kalian belum tahu. Yang paling terkenal itu paling kapal selam, kan, ya? Padahal, banyaak banget jenis-jenis pempek lainnya. Apa saja?

  1. Pempek Lenjer

Pempek lenjer atau pempek gelondongan ialah pempek dimana adonannya dibentuk pemanjang mirip kerupuk basah di Kalimantan. Sebelum digoreng, pempek ini direbus dalam air mendidih hingga mengambang di permukaan panci. Jika begitu pempek siap disantap bersamah kuah cuko. Mau dimakan langsung enak, di goreng lagi makin maknyus.

  1. Pempek Kapal Selam

Membuat pempek kapal selam butuh teknik khusus. Ini karena adonan mentah dibentuh seperti cangkang untuk menampung (biasanya 1 butir) telur. Jika belum mahir, salah-salah adonannya pecah ketika direbus dan telurnya berhamburan. Sebagian mengakalinya dengan cara merebus dulu telur tersebut. Namun menurutku rasanya beda dan sudah tidak original. Oh ya, di Palembang pempek Kapal Selam TIDAK dimakan bersama mie kuning ya.

  1. Pempek Lenggang

Dinamakan demikian karena pempek ini dimasak dengan cara dilenggang (proses pemanggangan) di atas tungku berisikan bara. Adonan mentah dicampur dengan (biasanya 2 butir) telur, dikocok bersama sedikit bumbu di atas cangkang daun pisang. Begitu bagian bawah mulai matang, semua adonan ditumpahkan ke cangkang daun pisang lainnya dengan bagian atas kini berada di bawah sehingga matangnya merata.

????????????????????????????????????

Cieh si abang pedekate. Jenny ngeliatin proses pembuatan pempek Lenggang. Tuh si ibu sedang memindahkan adonan pempek lenggang ke daun pisang lainnya.

  1. Pempek Lenjer Kecil

Bentuk Lenjer Kecil sama seperti pempek Lenjer (besar). Namun ukurannya kecil dan dapat dimakan dalam sekali kunyah (untuk ukuran mulutku ya hehe). Sebagian orang biasanya memodifikasi pempek ini dengan cara membelah bagian tengahnya dan diisi ebi, kecap dan cabai sehingga lebih kaya rasa.

  1. Pempek Telur Kecil

Nah ini juga sama seperti pempek kapal selam. Bedanya telurnya dikocok terlebih dahulu di sebuah wadah dan dimasukkan ke dalam cangkang adonan dengan takaran yang sesuai. Jadi dalam satu pempek nggak sampai 1 butir telur isinya. Sebagian orang biasa mengisi dengan telur burung puyuh yang sudah direbus. Namun sekali lagi rasanya beda menurutku.

  1. Pempek Adaan

Pempek Adaan adalah adonan mentah yang dibentuk bundar seukuran bola golf yang langsung digoreng tanpa harus direbus terlebih dahulu. Biasanya adonannya dicampur dengan jembak atau daun bawang sehingga lebih wangi dan nikmat. Jorge suka banget pempek jenis ini.

????????????????????????????????????

Pempek adaan. Berada di paling kiri

  1. Pempek Kulit

Jika pempek lain dibuat dari campuran tepung dan daging ikan, nah pempek kulit ini dibuat dari kulit ikan. Tak heran teksturnya biasanya lebih kenyal, terasa berserat dan warnanya lebih gelap. Namun, soal rasa, hmm, juara!

  1. Pempek Pistel

Pistel ya, bukan pistol hehe. Pempek pistel bentuknya sama seperti pempek telur kecil namun bedanya berisikan parutan papaya muda yang sudah dibumbui dan ditumis. Ini adalah pempek favoritku! Rasanya uenaaak banget dan ketika dimakan biasanya kres-kres-kres di mulut.

  1. Pempek Tahu

Tahu mentah dibaluri dengan adonan pempek. Jadi deh 🙂 ukurannya sama seperti pempek telur kecil. Jika dibuat dengan ukuran lebih besar maka jadilah model. Tinggal ditambah kuah saja.

  1. Pempek Tunu

Tunu berarti panggang. Beda dengan pempek Lenggang yang juga dibakar, pempek tunu dibuat tanpa campuran telur. Hanya adonan mentah yang dibentuk seperti bola golf. Nah begitu matang, biasanya bagian tengah dibelah dan diberi ebi, kecap dan cabai. Jika mau dimakan dengan cuko juga enak.

????????????????????????????????????

Jorge, pempek emang enak. Cuma biasa aja kaleeee ngeliatnya 🙂 Pempek tunu yang bulatan-bulatan kecil.

  1. Pempek Keriting

Atau juga dikenal dengan nama pempek kerupuk. Bentuknya seperti gumpalan mie. Memang dibuatnya menggunakan cetakan khusus yang dipres sehingga adonannya mengalir ke bawah dan pembuatnya dengan cekatan mencetak adonan tersebut dan langsung merebusnya.

  1. Pempek Dos

Pempek Dos dibuat hanya menggunakan tepung terigu/sagu, bumbu tanpa campuran ikan sama sekali. Dinamakan pempek dos karena adonan mentah yang digoreng biasanya mengeluarkan bunyi seperti mele-DOS hehe maksudnya suara percikan udara di dalam minyak. Walau tanpa ikan, pempek dos juga uenak loh!

  1. Pempek Godo

Nah, Pempek Godo lain lagi. Jika semua pempek dibuat dari campuran tepung terigu/sagu, pempek godo dibuat dari gandum juga tanpa ikan. Bisa dibentuk pipih seperti pizza (kami menyebutnya pempek tebek) atau dibuat seperti bakwan. Ya, kalau dicampur sayuran sih memang mirip bakwan ya. Dapat divariasikan juga dengan campuran udang berukuran sedang. Enaknya itu, bueehhh!

  1. Pempek Sosis

Sama saja sih seperti pempek lainnya namun isiannya sosis. Bisa berbentuk seperti pempek lenjer atau pempek kapal selam. Bagi anak-anak yang suka makan sosis cara begini bisa dilakukan juga. Menarik, namun menurutku ini sudah tidak original.

  1. Pempek Keju

Ya ya ya, sama seperti pempek sosis dimana isiannya yang biasanya telur diganti keju. Ini sih sudah terlampau nyeleneh menurutku namun ya ada aja yang suka. Tinggal menunggu aja pempek cokelat, pempek strawberry, pempek pisang. Eleh eleh eleh. Hehehe. Gimana, banyak kan jenisnya? Mostly adonan pempek dibuat dari ikan. Bisa ikan Gabus, ikan Belida, Ikan Tenggiri dsb. Namun ada juga yang membuat pempek dari udang dan cumi. Rasanya? Ya beda sih, Cuma tetap enak kok. Yang penting itu cuko-nya pas di lidah. So, kapan mau ke Palembang dan merasakan langsung sajian istimewa dari kota Palembang ini? 🙂

P.S : Yup, I know. Beberapa orang kurang nyaman dengan istilah “bule”. Aku tetap menggunakan istilah itu tanpa tendesius negatif secuilpun. Bagi yang nggak nyaman, maaf ya 🙂

????????????????????????????????????

Suasana pempek SAGA. Lumayan nyaman.

Iklan

89 thoughts on “Mengenal 15 Jenis Pempek Palembang. Wow! Ternyata Bule Juga Suka!

  1. AKU LAPAR! 😦
    Duuuhh pengen pempek panggang, disini ga ada yang jual ooom, kalopun ada rasanya bedaaaa
    Oiya kmren di lampung smpet nyoba pempek keju, yah lumayan sihh tapi enakan yg biasa aja. Semoga gak ada pempek green tea, ovomaltine atau nutella segala ya 😛

  2. Eh ya di Jakarta cuma ada kapal selam, lenjer, adaan, sama kulit. Setidaknya yang di dekat kosan saya demikian, Om :haha. Ternyata banyak macamnya ya pempek ini, penasaran jadinya saya ingin makan masing-masing satu *maruk*.
    Hwaa mau bangetlah ke Palembang :huhu, kepingin merasakan rasa asli dari pempek :hehe.

  3. Yan, next ke Palembang aku surf di tempatmu yaaa, sekalian diajakin jalan-jalan kulineran semua yang ada di list ini! 😀 #kalap

  4. Ternyata banyak variasu empek2, hanya tahu setengahnya bahkan yg dibakar blm pernah coba. Klo oleh2 seringnya dpt candy atau pak raden Dan lebih suka candy…..

  5. Tadi malam aku juga makan pempek Yan, nggak tahu jenis apa, ntar deh tanya istri. Dari segi hrga lebih murah dari yang biasa kami beli dan ternyata muraahnya itu harus dibyar dengan teksturnya yang terlalu kenyal, seperti karet 😀 Aku sampe capek deh ngunyahnya 😦

    • Hihi, artinya komposisi ikan dan terigunya nggak seimbang. Semakin kenyal, semakin banyak komposisi sagunya atau bisa jadi adonan seimbang namun diulen terlalu lama Wan

  6. ih aku baru ngeh kalo lenggang itu dipanggang oooom… perasaan di Bandung digoreng2 aja dah haha.
    aku paling suka pempek kulit, trus pernah nyobain candy kiriman temenku di palembang. kalo pak raden di bandung ada sih. tapi pasti beda ya rasanya.

    • Iyaa 🙂 makanya dinamakan lenggang karena di panggang dan digoyang-goyang biar adonan merata ketika dipanggang 😀

      Aku seumur-umur rasanya belom pernah cicip pempek pak raden ahahahaha. Mungkin pernah cuma lupa. Soalnya di sini banyak banget warung pempek yang enak walau nggak sebegitu populer kayak Candy

  7. Lebaran ini rencana balek ke plembang, makan pempek sudah jadi agenda utama. Keren blognya biso mengenalkan khas kota kito ke mata dunia 😀

  8. Ping-balik: Mengenal 15 Jenis Pempek Palembang,!!! | Blog'na SirTysar

  9. Aku nyobain nya mpek2 saga sudi mampir, mau nulis postingan kok malesss banget. Padahal dah pilih2 foto hehehe.
    Duch jadi kangen palembang, makan mpek2 sama pindang patin

  10. Aku mau pempek tununyaaaaaaaa aaaah itu kan kesukaanku :((
    Di sini nggak ada penjual pempek yang menyediakan pempek tunu. Sampe keriting nih kaki jalan2 nyari pempek tunu nggak ketemu juga.

    Eh Cek Yan, keren lho mengenalkan makan khas Palembang ke dua orang bule itu. Kayak duta pempek hihihi

    • Lebih senengnya lagi, si Jorge demen banget sama pempek. Sampe-sampe matanya bersinar disanguin ibuk pempek buat bekal di kereta hehehe.

      Kalo nggak ada kepaksa bikin sendiri ya mbak Rien. Tapi emang peralatannya sedikit ribet hehe

  11. Ping-balik: Godah Ganda di Martabak HAR |

  12. Ping-balik: Kuliner Palembang ”Maknyus” ala Pak Bondan : Mie Celor |

  13. Ping-balik: Berjoang Demi Merasakan Sensasi Mie Ayam Roxy di Cikini |

  14. Ping-balik: Pesona di Ulu Kota Palembang : Kampung Al-Munawar |

  15. Ping-balik: Kopdar Mancanegara di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang |

  16. Ping-balik: Nikmatnya Kuliner Palembang – Jejak BOcahiLANG

  17. Ping-balik: Yuk, Kita Intip Dapurnya Garuda Indonesia | Omnduut

  18. Ping-balik: Kebanggaan Semu Adipura Kota Palembang | Omnduut

  19. Ping-balik: Tempat Nongkrong Ngehits & Instagramable Baru di Kota Lampung : Munca Teropong Laut | Omnduut

  20. Ping-balik: Kopdar Kuliner : Kreasi Olahan Makanan Laut? Palembang Juaranya! | Omnduut

  21. Ping-balik: Mau ke Taman Nasional Tanjung Puting? Perhatikan 5 Hal Ini | Omnduut

  22. Ping-balik: Jalan-Jalan ke Palembang | Dina Y. Sulaeman

  23. Pengen nyobain all varian empek empek.. Insyallah secepatnya travelling ke palembang.. Thanks infonya 😃😃

  24. Saya & isteri dari Putrajaya, Malaysia akan wisata ke Palembang pada 3-6 Nov depan. Bisa tunjuk jln-jln terutama ke RM pempek.

    Whatsapp +60167705352

    Tkasih

    • Halo Pak Din, maaf komentarnya baru terbaca. Terima kasih sudah memilih Palembang sebagai tempat berliburnya. Saya ada rencana ke Tidore, Maluku Utara tanggal itu, namun belum pasti. Nanti saya kontak WA ya, dan jika saya ada waktu bisa saya ajak pusing-pusing.

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s