Pelesiran

Transit Lama di Changi? Ikutan Free Singapore Tour, Aja!

DSC_0061

.

“Ingat ya! Kalian tidak boleh membawa makanan dan minuman selama perjalanan!”

“Kalian juga tidak boleh memotret orang-orang dan pemandangan ketika saya menjelaskan!”

“Dan bagi yang terlambat kumpul di meeting point akan saya tinggal!!!”

Nyonya X, guide kami yang sorry-dowry-stobery namanya aku lupa dan sekilas mukanya mirip tante pemilik kontrakan di film Kungfu Hustle itu menjelaskan dengan suara lantang. Jujur aja, belum apa-apa aku udah jiper bakalan jalan bareng beliau selama 2,5 jam.

Tampangnya serem (padahal lumayan cakep sih hehe). Pikirku, jangan-jangan kalau dia melotot maka orang bisa pingsan. Padahal kan matanya nggak ngeluarin sinar laser kayak babang Clark Kent. Hmm, baikah, mari kita lihat bagaimana jalannya free Singapore Tour ini.

*   *   *

Ketika akan berangkat ke Kerala dalam rangka undangan #KeralaBlogExpress, aku harus transit di Singapura sekitar 8 jam. Sebetulnya sih aku hepi-hepi aja nunggu di bandara, apalagi Changi itu bandara terbaik di dunia setidaknya 2 tahun belakangan. Namun, karena aku pernah dengar tentang free Singapore tour ini, aku jadi penasaran.

Okeh, berbekal internet super cepat di bandara Changi, aku baru cari informasi mengenai free Singapore tour saat tiba di Singapura. Nemulah aku link ini, yang memuat informasi lengkap seputar free Singapore tour. Demi kemaslahatan pembaca blog omnduut yang kuota internetnya mungkin terbatas atau yang tenaganya limited buat ngeklik-ngeklik, aku copy-paste aja sekalian informasinya di sini ya.

Jadi free Singapore tour ini adanya di mana?

Jelas adanya hanya di bandara Changi. Kalau bandara Sultan Mahmud Badaruddin II namanya Pempek Tour. Sementara hanya tersedia di Terminal 2 dan Terminal 3 Changi. Kalau kalian penumpang di Terminal 1, ya atuh main-main aja ke Terminal 2 buat mendaftar.

Trus syarat ikutan free Singapore tour ini apa aja?

Seenggaknya harus punya jeda transit minimal 5,5 jam (atau minimal 6 jam kalau mau ikutan City Sights Tour). Kenapa? Soalnya turnya lama, 2,5 jam! Jadi waktu segitu paslah buat jaga-jaga untuk keberangkatan penerbangan selanjutnya. Dan ingat, pendaftarannya ditutup 1 jam sebelum tur dimulai. Kayak aku dulu telat sedikit, eh ketinggalan tur yang jam awal, jadi harus nunggu dulu deh di sana sambil jalan-jalan. Istilahnya, “Availability of seats is on a first-come-first-serve basis

Daftarnya gampang kok, tinggal kasih lihat paspor dan VISA negara selanjutnya jika diperlukan. Kayak aku tuh, tujuan selanjutnya kan ke India, kudu apply Visa. Jadi (seharusnya) Visa-nya dikasih lihat saat daftar. Tapi nyatanya sih nggak, cukup paspor aja.

Ini turnya ada tiap hari ya? Jam berapa aja?

Ada dua jenis tur yang disediakan. Ada yang disebut Heritage Tour dan City Sights Tour. Monggo disesuaikan dengan waktu yang kalian punya mau ikutan yang mana. Lebih jelasnya lihat di tabel ini ya.

Waktu Tur

Ini jadwalnya kakak

Daftarnya dimana kakak?

Ingat! Booth pendaftaran free Singapore tour itu adanya di transit area. Jadi, kalau habis turun dari pesawat, jangan buru-buru menodai paspor kalian di bagian imigrasi (yang katanya demen ngedeportasi orang itu). Mosok iyo udah dicap keluar, trus masuk lagi di saat yang bersamaan hanya karena, “nganu saya kelupaan, tadi mau daftar free Singapore tour.” Hohoho.

Kebetulan waktu itu aku tibanya di terminal 2. Sesuai informasi yang tertulis di situsnya, letak booth­-nya itu di, “In Transit Area, between Transfer Lounge F and Skytrain to Terminal 3 near the escalator to Arrival Immigration (Level 2)

Bingung? Hmm, aku sih sempet nyasar ya. Tapi tenang, gunakan GPS aja. Gunakan Petugas Sekitar. Asyiknya di Changi, pusat informasi itu banyak. Berbekal nanya ke petugas, langsung deh ditunjukkan arahnya.

DSC_0037

Ternyata boothnya kecil banget :p

Lantas, letak booth pendataran free Singapore tour di terminal 3 dimana? Kalau terminal 3, letaknya di area transit, dekat transfer lounge A dan gate A1-A8 di level/lantai 2. Nah kalau kalian di datang dari Terminal 1, langsung aja ke Terminal 2 yah! 🙂

Saatnya berangkat!

Yang ikutan Free Singapore Tour di jam yang aku pilih ternyata lumayan banyak. Rata-rata berkelompok, minimal 2 orang. Yang jomblo eh sendiri hanya aku dan ada seorang lagi yang sepertinya dari Malaysia. Mendekati jam tur dimulai, kami dikumpulkan dan diabsen satu persatu. Masing-masing dada kami diberikan stiker berupa nomor urut. Sayang kami nggak dikasih uang saku berupa dolar. Pelit! –eh.

DSC_0041

Salah satu fasilitas yang ditawarkan bandara Changi

Pada saat inilah, untuk pertama kalinya aku bertemu dengan Nyonya X.

“Dari sini, kalian harus antri di imigrasi dan saya tunggu di dekat sana. Mengerti?”

Tidak ada yang menjawab. Mungkin takut.

Proses imigrasi lancar, mungkin karena aku memakai stiker khusus jadi nggak banyak cingcong pasporku kena stempel deh. Sekitar 10 menit, semua sudah berkumpul. Lagi-lagi Nyonya X mengabsen kami satu persatu.

DSC_0062

Singapura!

“No.1 mister Kyu Hyun dari Zimbabwe, ada?”

“Ada!”

Teruuus hingga nomorku dipanggil.

“No.15 from…”

Aku dan seseorang mendekat. Lho, kok dobel gini ya? Kayaknya petugas booth salah nulis deh. Ujung-ujungnya peserta yang satunya lagi diganti nomornya.

“Where is no.6?”

Semua saling lihat, tapi si no.6 ini nggak muncul juga dan masih jadi misteri hingga sekarang. Kami menunggu agak lama, sekitar 5 menit. Si Nyonya X mencoba menelpon rekannya, tapi nggak ada penyelesaian. Kami tetap menunggu. Tiba-tiba Nyonya X mendekatiku dan berkata.

“Hei kamu no.6 kan? Kenapa tidak bilang dari tadi? Kami sudah menunggumu sejak lama,” sahutnya sebal.

“Hah? Ini lihat saya no.15. Lagian tadi saat di absen kan saya menemui Anda, kok anda tidak ingat?”

Mendengar itu dia hanya melengos pergi. Duh, selain galak, ternyata Nyonya X pelupa sodara-sodara!

“Oke, sekarang semua ikuti saya, jangan terpisah, kita menuju bus sekarang!”

DSC_0043

Aha ini dia busnya!

Dan, kami semua berjalan mengikuti Nyonya X seperti rombongan anak bebek nungging mengikuti induknya. Seperti yang kubilang di awal, bahwa Nyonya X melarang kami untuk mengambil foto tanpa izin. Tapi gimana dong, demi kepentingan postingan di blog aku kan harus motret. Makanya, secara diam-diam aku motret bus yang akan kami pake.

Lalu…

Ketahuan dong aku.

Lantas…

Aku dipelototin!

DSC_0044

Tuh keliatan nggak Nyonya X-nya dari dalam bus? hwhwhw

Untung nggak pingsan!

Busnya besar dan cukup nyaman. Standar bus di Singapura dan Malaysia, lah. Di dalam bus, aku berkenalan dengan keluarga Pak Subhi yang berencana jalan ke Thailand bersama istri dan ketiga anak perempuannya. Pak Subhi yang awalnya kukira orang Malaysia ternyata tinggal di Jakarta hehehe.

DSC_0049

Keluarga Pak Subhi

Bus berjalan lambat. Nyonya X meraih mikrofon dan mulai menjelaskan tentang Singapura. Ada di titik-titik tertentu saat Nyonya X berkata, “siapkan kamera kalian! Kalian boleh mengambil foto sekarang!”

Padahal ya, yang dibilang itu sama sekali nggak menarik buat difoto. Apalagi diambil saat bus berjalan dan kaca bagian bus yang kotor. Beberapa kali menginstruksikan kamera dapat digunakan, sekian kali pula aku diam saja, si Nyonya X akhirnya berkomentar, “Hei kamu, kenapa tidak ambil foto?”

Begini banget ya nasip jomblo, dimarahin mulu.

Mampir ke Masjid Sultan

“Singapura itu negara terbaik di dunia,” ujar Nyonya X.

“Di sini tidak ada gempa, badai salju, banjir, gunung meletus dan bencana alam lainnya.”

Oh membosankan sekali. Eh hehe, maksudku bukan karena nggak ada bencana alam jadi bosan ya 🙂 I mean, Singapura kan ya begitu-begitu aja hohoho. Oops, sorry Singapura.

DSC_0066

Masjid Sultan diantara pertokoan dan restoan di Kampong Glam

Di pemberhentian pertama, kami diturunkan di sekitaran Marlion. Waktu yang diberikan nggak sampai 30 menit. Sebentar banget! Untung udah pernah ke sana, jadi aku nggak begitu antusias foto-foto. Apalagi saat itu hari Sabtu dan kawasan tersebut rame banget!

Karena pak Subhi nggak membawa kamera “beneran”, aku menawarkan diri untuk mengambil beberapa foto beliau bersama keluarga. Om, aku nggak diajak ke Bangkok, nih? Hihi.

Di pemberhentian selanjutnya, kami diturunkan di sekitaran Kampong Glam. Di sinilah berdiri Masjid Sultan, masjid pertama yang dibangun di Singapura oleh masyarakat Jawa! Uwow, warbiyasak! Masjidnya sendiri udah berusia ratusan tahun (sejak pertama dibangun pada tahun 1826) namun masih berdiri kokoh hingga sekarang. Salut dah!

“Eh kita shalat yuk!” ajak Pak Subhi.

“Boleh aja pak, masih dzuhur kan ya?”

????????????????????????????????????

Turis hanya diperkenankan melihat dan memotret dari batas ini saja

Kami lantas bergegas mengambil wudhu dan shalat. Terus terang agak nggak khusyu’ soalnya aku khawatir akan ketinggalan bus. Waktu yang diberikan juga sekitar 30 menit aja. Ihiks. Setelah shalat, aku menunggu di luar dengan gelisah.

“Pak itu bus kita sudah nunggu!” tunjukku ke arah bus.

Spontan kami semua lari. Jangan sampai ketinggalan bus. Hmm, bisa sih pulang sendiri ke bandara, tapi kan ya lumayan dolarnya buat beli es krim hehe. Kami terus berlari dan semakin dekat terlihatlah wajah-wajah bête yang sudah menunggu kami. Telatnya sih 3 menitan doang, tapi yang namanya telat tetap telat, kan? Maaf yaaa.

DSC_0075

Informasinya lengkap!

Alamat bakalan diomelin sama Nyonya X nih!

Eh ternyata kagak. Beliau mungkin sudah lelah “berantem” sama aku ya hahaha. Alhamdulillah, tidak ada pertumpahan serapah di akhir Free Singapore Tour hari itu. Lantas gimana turnya, asyik? Hmm, menurutku biasa aja. Bagi yang belum pernah jalan ke kawasan kota sih oke ya walau waktunya sebentar. Tapi bagi yang udah sering, mending nunggu di bandara, deh! Bandara terbaik di dunia gitu, banyak yang bisa dilakukan di sana untuk membunuh waktu dan mengusir bosan.

Salah satunya…. Ya kali bisa ajak pramugari kenalan.

Jika beruntung.

DSC_0064

Nyonya X dengan pitanya yang intimidatif hahahaha

Catatan :

  • Sesampai di bus ternyata Nyonya X menjual air mineral. Piuuh, untung air minum yang aku bawa nggak aku buang sebelumnya. Ternyata dilarang bawa air minum biar bisa beli sama beliau gitu. Hehehe.
  • Tidak diperkenankan membawa backpack besar (daily pack macam tas anak sekolah okelah) atau koper selama mengikuti tur ini. Tas dan koper harus dititipkan dulu di sini.
Iklan

67 thoughts on “Transit Lama di Changi? Ikutan Free Singapore Tour, Aja!

  1. Wah ide bagus nih kalau transit ke Singapore, siapa tau ada sesuatu yang menarik di sudut2 kota (ciee). Biasanya kesitu kalau ga jajan eskrim trus duduk di bangku trus liat orang berlalu-lalang ga jelas gitu, atau ga windows shopping :))

  2. Ihh kerennya.. gratis lagi. Ini kayak dapat hadiah tour dua negara om. India sama Singapore. Hmm Suka sama singapura kalau gini ceritanya.. andai negara negara lain seperti ini ya… transit jadi menyenangkan.

    • Iya, kayaknya Malaysia juga bisa ya buat begian, secara bandara yang juga sama-sama sibuk. Kalau Jakarta? rrrr hahaha. Kemarin itu sebetulnya aku lebih memilih transit di KL, mau cari yang transitnya 1 malam hahaha eh tapi dapetnya di SIN, ya sudahlah gakpapa.

  3. Aduh, jadi guide kok galak gitu ya. Harusnya kan ramah dan senyum-able. Ya iyalah Singapura nggak ada badai atau gempa, wong dia nggak punya alam wkwkwk.

    Btw, aku pernah juga transit 6 jam di Changi dari SGN ke CGK. Karena udah bosen sama lokasi-lokasi di atas, dan lebih suka naik kereta, jadi aku lebih memilih buat jalan sendiri ke kawasan anti mainstream 😀

  4. Aku pernah ikutan juga sekali yang Heritage, tapi tempatnya beda sama yang Om pergi.. seru juga sih.. tapi sama nih, aku punya tour guise galak juga.. jangan2 orang nya sama .. hahaha..

  5. kok aku fokus ke anak2 perempuan pak subhi ya? bukannya ke artikel ikutan free singapore tour. hehehe…

  6. Kreatif sekali Sngapura ini. Apapun bisa dilakukan buat menjual pariwisata negaranya.
    Anak Subhi boleh tuh buat yang masih jomblo, minta nmr Pak Subhi ke Yan, hehehe…

    • Hahaha, asal warung pempeknya terima debit ya, biar kejadian masa lampau tak terulang lagi. Sebagai tuan rumah, aku merasa hina ooom aku hinaaaa

  7. Kak numpang tanya. aku kan brangkat dr jak ke bangkok, belix putus2 ( ganti maskapai pas di changi) biar bisa dapat waktu yg oke buat naik free tour kan minimun 5,6jam , masalahx kalau pas sampai changi apa aku harus keluar imigrasi buat pindai bagasi atau trus kalau udah keluar kan gak bisa masuk lagi?? di dalam aja , trus bagasi kubagaimana? Saranx dong

  8. mas saya kan mau beli tiket dari viet ke jkt, cari yang murah kan , transit nya di singapore lebih dari 7 jam, kalau ikut free tour itu , yang di kasi liat apa aja ? jadi saya pay sekali buat dua tiket via traveloka,
    pasport pasti
    ticket nyambung nya pasti
    ada lagi ?

  9. terus kalau saya sudah ikut keliling tur, tapi belum puas buat keliling singapore nya, bisa pergi keluar sendiri ? jika bisa syarat nya apa saja ya , thank you mas

  10. Ping-balik: Transit 14 Jam di Changi Airport, Mau kemana?? | a blog by dani wulan

  11. Nice info mas. Mau nanya dong, kalo transit nya lama, 10 jam an lebih kan memunkinkan tuh buat ikut heritage tour yg siang, trs sampe bandara lanjut ikut yg city tour malem. Bisa/boleh ngga yaa? *tetep yaa uda dapet gratisan masih ajaa banyak maunya 😂😂😂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s