Pelesiran

Mau ke Taman Nasional Tanjung Puting? Perhatikan 5 Hal Ini

taman-nasional-tanjung-puting

.

Niat hati mendatangi Taman Nasional Tanjung Puting untuk bertemu orangutan, eh yang ada aku malah ketemu Abu Nawas. Seneng? Iya sih, soalnya orangnya lucu walau nggak (se)menggemaskan kayak aku. Tahu nggak, pulang-pulang, aku langsung mandi kembang 8 rupa biar nggak ketularan bocor kayak dia. Apa jadinya coba jika aku yang pendiam nan kalem ini *uhuk, menjelma jadi makluk sejenis babe cabita.

Oke, ngelanturnya udahan dulu.

dsc_0652

Yuhuu, selamat datang di TN Tanjung Puting

Pasca pulang dari TN Tanjung Puting, banyak yang nanya ke aku. “Yan, gimana sih Kalimantan itu, seru nggak?” atau, “Yan, selama di Tanjung Puting nginepnya dimana?” atau juga, “Itu orangutannya asli kan? Bukan dummy, kan?” trus ada lagi pertanyaan yang gak nyambung, “Yan, pulang dari Tanjung Puting kok masih jomblo?”

Meh!

Intinya sih aku seneng banget berkesempatan ke TN Tanjung Putiing. Pinginnya sih bisa stay lebih lama. Bukan… bukan untuk nyari jodoh, tapi emang TN Tanjung Puting itu ngangenin banget. Nah, bagi kalian yang berencana berkunjung ke TN Tanjung Puting (cieh cieh mau nyari jodoh juga cieeeh), simak beberapa hal yang harus kalian ketahui dan persiapkan jika ingin berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting. Apa saja? ini dia!

Kapan Waktu yang Tepat?

Kapanpun selama kamu punya duit dan ada waktu cuti. Ingat, jangan sampe bolos ngantor kalau gak mau dikutuk jadi orangutan sama bos kamu. Hehe nggak ding, prinsipnya setiap orang dapat berkunjung ke TN Tanjung Puting kapanpun.

Kebetulan aku ke sana bulan Desember yang bertepatan dengan musim hujan. Sebagian orang menghindari datang ke sana saat musim hujan ini. Padahal, musim hujan adalah waktu yang asyik loh buat main ke TN Tanjung Puting. Soalnya pohon banyak berbuah dan orangutan makin mudah untuk ditemukan.

dsc_0874

Orangutan-nya mudah ditemukan selama musim hujan

Risikonya emang kadang kehujanan saat blusukan ke dalam hutan. Tapi, itulah serunya! Kapan lagi basah-basahan di hutan Kalimantan yang romantis itu. (sorry, jomblo agak sulit ngerasain romantisnya. Oke sip). Kendala lainnya yang mungkin dirasakan adalah kesulitan mendapatkan foto yang baik. Namun, hal itu masih dapat disiasati kok. Buktinya temen-temen seperjalananku masih bisa motret dan dapet foto cakep.

Usai sudah perjalanan 3 hari menyenangkan di Taman Nasional Tanjung Puting, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah bersama @beborneotour 😉 Ini adalah klotok (perahu tradisional) yang mengantarkan kami menjelajahi Sungai Sekonyer di area taman nasional. Klotok ini pula yang menjadi rumah kami selama berada di sana. Kok sungainya berwarna hitam? Inilah unik dan sekaligus indahnya sungai Sekonyer. Gambut-lah yang menjadikan sungai ini memiliki air yang pekat dan gelap. Sayangnya sebagian bagian sungai Sekonyer (apalagi yang letaknya mendekati muara dan alirannya menuju ke sungai Kutai) kini berwarna cokelat bercampur lumpur akibat proses penambangan emas ilegal oleh warga. Sungguh pengalaman mengesankan untuk aku yang kali pertama menginjakkan kaki ke tanah Borneo. Btw, stt… itu juga kaos "3D" pertamaku! 😂😂😂 . . . . . . #Klotok #TanjungPuting #NationalPark #TamanNasional #Forest #TripOfALifeTime #TamanNasionalTanjungPuting #PangkalanBun #Borneo #KalimantanTengah #Sekonyer #SungaiSekonyer #River

A post shared by Haryadi Yansyah | Omnduut (@omnduut) on

Jika datang di musim kemarau, debit air sungai Sekonyer berkurang. Di beberapa titik akan sulit dilalui karena sungai menjadi dangkal. Belum lagi ancaman kebakaran hutan dan serbuan asap. Boro-boro mau ketemu orangutan, terbang ke Pangkalan Bun aja syukur-syukur karena bandara bisa ditutup dan akses transportasi udara jadi lumpuh. Inget dong kalau aku dulu hampir ketinggalan pesawat ke Hong Kong karena bencana asap ini?

So, mau musim panas boleh, musim hujan boleh. Yang penting kamu ke sana nggak dalam keadaan jomblo. Eh.

dsc_0635

Berdua lebih asyik 😉

Naik Apa ke Pangkalan Bun?

Ngesot? Bisa sih. Atau kalau mau agak canggihan, bisalah pake bubuk floo. Uhuk.

Oke, ke Pangkalan Bun-nya naik pesawat, atuh! Dari pulau Jawa, setidaknya ada 3 kota yang memiliki rute penerbangan ke Pangkalan Bun. Yakni Jakarta, Semarang dan Surabaya. Maskapai penerbangan yang menawarkan rute ke sana yakni Garuda Indonesia, Wings, Trigana Air dan Kal Star. Aha, kebetulan banget dua penerbangan yang aku sebutkan terakhir aku belum pernah coba. Jadilah aku memilih penerbangan tersebut.

dsc_0613

Cemilan yang dibagikan di pesawat ini enak :))

Maskapai tersebut setidaknya terbang 1 hari sekali ke Pangkalan Bun. Saat aku ke sana, mayoritas penumpang adalah warga asing. Wuih kece ya! Banyak bule yang mau ketemu orangutan!

Kalau mau berpetualang, bisa sih naik kapal laut. Lebih murah tentu, tapi kalian harus punya waktu yang banyak. Untuk aku yang jadwal show-nya hampir tiap hari (nganu, show bikin pempek di kantor kelurahan), jelas naik pesawat adalah pilihan yang terbaik.

Bawa Apa Saja?

Bawa pakaian secukupnya tentu. Inget, kalian mau pelesiran doang, bukan pindahan rumah!

Nah, sebelum berangkat, oleh mas Indra, kami sudah diingatkan untuk membawa beberapa benda penting. Benda tersebut diantaranya : lotion anti nyamuk, jas hujan dan sepatu/sandal yang nyaman. Ini kita mainnya ke hutan loh, bukan ke mall.

dsc_0801

Sang ayah memoleskan anti nyamuk ke tangan si anak. Suka banget foto ini 🙂

Sebesar apapun hasratmu untuk bawa high heels atau sepatu ulekan, percayalah, nggak akan kepake selama berada di sana. (kecuali kalau kamu beneran mau eksis ya di atas klotok muahaha). Aku sendiri saat itu bawa sepatu kets dan sandal jepit. Dan itu…. salah banget!

Lebih baik membawa sepatu gunung yang kedap air. Mau bawa sepatu boots juga boleh walaupun pasti rada ribet dan berat. Aku sendiri tadinya mikir kemana-mana bakalan pakai sepatu. Eh, pas kehujanan ya jadi males kan pake sepatu basah-basahan. Jadilah aku pakai sandal jepit yang licin dan bikin surak alias susah gerak itu. Udah paling bener deh bawa sandal gunung ketimbang sandal jepit.

Untuk pakaian, disesuaikan aja dengan medannya. Bawa pakaian yang nyaman dan gak bikin ribet. Untuk celana, bisa sih pakai celana pendek. Dan emang gitu sih enaknya, karena lebih nyaman dan angin yang “masuk” bikin semriwing hehehe. Tapi celana pendek yang aku bawa malah gak aku pakai di hutan saking parnonya sama nyamuk atau pacet/lintah. Jika mau pakai celana panjang, boleh pakai celana cargo yang berbahan ringan. Aku sendiri pake jeans saat itu. Hmm, biasa aja sih walaupun kayaknya celana cargo pasti jauh lebih baik.

Lalu, pilih koper atau ransel?

dsc_0622

Lihat posisi klotoknya. Jika mau ke klotok paling ujung ya harus melewati klotok lain yang berjejer. Kalau pakai koper ya, silakan bayangkan sendiri.

Well, ini sih terserah dengan gaya perjalanan kalian ya. Seingatku, semua teman seperjalananku waktu itu membawa ransel. Walau begitu, jika mau bawa koper juga gak ada salahnya kok. Emang sih mobilitas agak ribet sedikit. Maklum, kadang ya, untuk naik ke klotok, kita harus melewati berberapa klotok lain yang terparkir. Jika pakai ransel, jelas akan lebih praktis.

Jalan Sendiri atau Rame-rame?

Jika kalian tajir banget, bolehlah jalan sendiri dengan menyewa satu buah klotok secara pribadi. Jika kadar ketajirannya masih diragukan, udah paling bener jalan ke TN Tanjung Putingnya dengan menggunakan jasa tur dan ikutan open trip.

dsc_0675

Bersama jelas lebih asyik!

Mungkin karena kotanya kecil dan apa-apa masih susah didapat ya (sehingga apa-apa mahal), bayangin, naik taksi dari bandara ke dermaga aja ongkosnya Rp.150.000! padahal jaraknya gak sampai 20 menit naik mobil. Untung banget apa-apa sudah dibayarin setiba di sana. Trus, untuk sewa kapal, kalian harus keluarin duit sekitar 5 juta ke atas belum ditambah biaya lain-lain.

dsc_0671

Memperhatikan penjelasan guide

So, dengan ikutan open trip, kita bisa sharing biaya sehingga lebih murah. Lagian seru kok bisa ketemu teman-teman baru. Trus lagi, apa-apa sudah disiapkan sama tour agent-nya. Selama di TN Tanjung Puting, satu-satunya biaya yang aku keluarkan adalah untuk kasih tips ke ABK (Anak Buah Klotok) saat pulang dan beli souvenir. Itupun tipsnya seikhlasnya aja, nominalnya nggak dipatok, kok!

Loh, udah lebih dari 2 minggu aja ternyata sejak kebersamaan menjelajahi Taman Nasional Tanjung Puting di Pangkalan Bun 😅 perasaan baru kemarin ya gaes. Ini momen pasca mengunjungi Camp Leakey yang tersohor itu. Aliran sungai Sekonyer yang airnya berwarna hitam alami memang menyempit di kawasan ini. Buat teman-teman yang berencana melakukan kunjungan serupa, monggo baca tulisan terbaruku tentang beberapa persiapan sebelum berkunjung ke TN Tanjung Puting di https://omnduut.com/2016/12/26/mau-ke-taman-nasional-tanjung-puting-perhatikan-5-hal-ini/ Selamat menyambut tahun baru teman-teman 😉 terima kasih atas keseruannya ya @beborneotour 😉 & @phinemocom . . . . Ikut andil dalam keseruan @rizkenawas @andrewlasmarias @almaditashinta @pungkyprayitno @diahrlestari @ratna_pipit @gmilangisromi @fibriweirdie @phen_85 @chintaradivatanzil @esoplanit @larsindh @desimutiafatmasari @srim0307 . . . . #Orangutan #TanjungPuting #NationalPark #TamanNasional #Forest #TripOfALifeTime #TamanNasionalTanjungPuting #PangkalanBun #Borneo #Animal #KalimantanTengah #SaveOrangutan

A post shared by Haryadi Yansyah | Omnduut (@omnduut) on

Selebihnya, apa-apa sudah dipersiapkan dengan baik sama tour agent-nya. Jika kalian tertarik merasakan keseruan yang sama seperti yang aku rasakan, pilihan tepat untuk menggunakan jasa BeBorneoTour. Pelayanannya sangat pro dan keren! trus lagi, selain ke TN Tanjung Puting, BeBorneo Tour juga punya paket wisata ke beberapa destinasi lainnya, lho! misalnya saja ke Derawan, Bromo dan yang akan dibuka dalam waktu dekat : Flores! Hwaaaaah!

dsc_0650

Gini-gini bos besar nih 🙂

Bagi kalian, para blogger yang mau jalan bareng BeBorneoTour, kalian bisa mendapatkan diskon spesial loh. Kontak saja ownernya, mas Indra di no WA 0856-5120-2195. Bilang aja tahu infonya dari blog Omnduut, keluarin ilmu sepik-sepiknya, dijamin akan dapet diskon istimewa. Inget, nyepik-nya buat dapet diskon aja, bukan untuk ngedapetin hati beliau. Walau kelihatan masih abege kayak aku, status beliau pahmud beranak satu! Hehe.

Makan, Tidur, Mandi dimana?

Selama di TN Tanjung Puting, praktis semua kegiatan dilakukan di atas klotok. “Hah, jadi tidur pun di kapal? Emang ada kamar?”

Eh jangan sedeeeeeh. Kapal yang digunakan itu berukuran besar kok! Jika siang hari ruangannya berfungsi sebagai tempat makan, ngumpul, santai, haha-hihi dan ngegosip eh ngobrol, di malam hari ABK dengan cekatan akan menyulap ruangan tersebut menjadi tempat beristirahat.

Satu kapal bisa muat untuk 10 orang dengan masing-masing akan mendapatkan kasur berukuran single bed. Sebagai sekat, digunakanlah kelambu (ya, sama persis dengan kelambu yang digunakan  bule pasangan Rusia, tamu couchsurfing-ku yang dulu menginap di rumah). Kelambu juga berfungsi sebagai pelindung dari nyamuk. Secara ya, tidurnya di klotok yang ngetem di sungai yang bersisian dengan hutan. Dijamin, tidur dengan cara begini bakalan jadi kenangan asyik banget buat kalian!

dsc_0911

Tempat tidur kami 🙂

“Mandinya gimana?”

Set dah, satu kapal terdapat 2 kamar mandi kok. Klosetnya pun tipe kloset duduk. Untuk mandi, airnya khusus didatangkan dari kota. Walau begitu, kita harus hemat memakainya. Eh, saat di rumah juga kudu hemat sih, apalagi sedang berada di tengah hutan kayak gitu.

Lalu, bagaimana dengan makan?

Nah, sebagai mamamholic, jelas ini penting banget. Haha. Dan alhamdulillahnya, selama perjalanan, makanan berlimpah! Makannya 3 kali sehari ditambah brunch dan tea time di sore hari. Jadi, setidaknya dalam sehari kami akan disuguhkan makanan/kudapan sebanyak 5 kali!

dsc_0628

Jangan lupa, berdoa sebelum makan 🙂

Ibu koki juga masaknya kreatif banget! Setiap kali makan, menunya pasti beda-beda. Jadi, ikan, ayam, daging, cumi disajikan secara berbeda dengan masakan yang bervariasi. Tiap kali makan, pasti akan ada sayur dan buahnya. Belum lagi sambalnya yang enak banget itu, beuh!

dsc_0715

Nak nak nak lagi!

Untuk minuman unlimited ya! Mau air mineral atau minuman kaleng yang tersaji dingin, bisa diambil setiap saat! Jika habis turun ke hutan dan balik ke klotok, pasti si ibu akan keluarin cemilan yang enak banget! Aku perhatiin, kapal sebelah kadang sirik melihat cemilan yang kami dapatkan.

Bayangin, disaat mereka disajikan snack kemasan, di atas meja kami telah tersaji pisang goreng cokelat, es doger atau singkong goreng yang maknyus tenan. Makanya, sekali lagi, udah paling bener ikut pelesiran ke TN Tanjung Puting bersama BeBorneo Tour, deh! dijamin perut kenyang, hati riang 😀

Nganu, bisa internetan, nggak?

Dengan senang hati aku informasikan bahwa : no internet access in the jungle! Hehe. Hayolah, sesekali tanpa internet gak akan mati, kok! Suer! Untuk jaringan telekomunikasi, provider merah dan kuning sih di beberapa titik masih menjangkau sinyal ya. Selama ada sinyal, ya bisalah nyetatus di FB atau posting foto di IG. Namun, selebihnya ya nggak bisa.

Walau begitu, banyak kegiatan lain yang dapat dilakukan. Misalnya dengan baca buku, nulis, foto, main games, ngobrol sama temen atau…. Tidur. Aku sendiri nyesel banget nggak bawa buku padahal teman-teman yang lain nampak nikmat banget dengan bacaan mereka.

dsc_0716

Lupakan internet (untuk sejenak) gaes! begini lebih seru!

Oh ya, untuk mengisi baterai gadget (handphone atau kamera), ada genset/generator yang akan dinyalakan tiap kali malam menjelang. Genset akan dimatikan tiap kali semua orang sudah siap untuk beristirahat. Biasanya, sih, sekitar pukul 10 atau 11 malam. Nah, dimasa-masa itu, bisa tuh isi ulang baterai. Cukup kok!

“Jadi selama tidur nggak ada lampu?”

Ada beberapa penerangan yang tetap dinyalakan. Tapi, gelap-gelapan kan juga asyik. Stt, kita juga bisa dihibur oleh nyala kunang-kunang loh! Coba, di kota mana bisa tidur ditemani cahaya kunang-kunang!

*   *   *

dsc_0738

Sampai jumpa di lain waktu 🙂

Itu dia beberapa hal yang perlu kalian ketahui jika berencana berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting. Bisa dibilang, perjalanan ke sana merupakan salah satu perjalanan terbaik yang aku dapatkan selama tahun 2016 ini. Jika sudah begitu, masa iya kamu gak mau merasakan keseruan yang aku rasakan?

Orangutan menunggu kehadiranmu, loh! 🙂

Iklan

124 thoughts on “Mau ke Taman Nasional Tanjung Puting? Perhatikan 5 Hal Ini

  1. Wah asyik banget Om perjalanannya. Melihat taman nasional di tengah hutan, kala hujan, berteman dengan sungai dan perahu, benar-benar sensasi banget bisa merasakan semua itu. Tapi tidak sepenuhnya survival seperti di film-film juga ya, habisnya hidangannya endes banget kelihatannya. Saya mupeng dengan pisang gorengnya Mas, hehe. Nggak apalah untuk beberapa hari tanpa sinyal gawai, toh alam sekitar jauh lebih menarik untuk dinikmati, hehe.

    • Iya, makanan itu penting. 🙂 perut kenyang mood biasanya akan oke hehehe.

      Bener, aku sangaaaaaat menikmati perjalanan selama di TN Tanjung Puting. Hujan sedikit tak mengapa, tetap enjoy dan semua temanku merasa begitu juga.

      Aku baru sekali makan pisang cokelat gitu, kayaknya bikin sendiri bisa hehehehe

  2. Dari Surabaya ada loh penerbangan ke Pangkalan Bun, dan mayan murah sih. Dari dulu kepengen ke Tanjung Puting tapi yaitu mahal kalau sendirian hiks. Itu si Indra backpacker borneo itu yak? Yah apa kabar dia?

    Ah klo urusan nggak internetan aku mungkin kuat, aku tipe yang kalau jalan-jalan suka matiin jaringan biar enjoy jalannya 🙂

    • Iya ada, makanya bersyukurlah yang tinggal di Surabaya. Harga tiketnya pun gak mahal-mahal banget. Ntar kalo dapet JR berbonus voucher tiket, dipake buat ke sana aja Lid. Eh tapi, kamu kan kaya raya ya, gak mesti nunggu JR-lah muahahaha amiiiiiinnn.

      Untuk blogger pun ada diskon spesial. Beneran, harganya miring. Kontak langsung aja Indra.

  3. Tidurnya pake kelambu jadi romantis dong ya.. ditambah lagi bisa liat kunang kunang pasti seru. Jadi inget perjalananku ( Via darat ) ke pulau Rupat liat kunang kunang.

  4. I have to admit that I haven’t heard of Taman Nasional Tanjung Puting before seeing your photos on Instagram. Should I head over there one days, these tips will surely come in handy. Thanks for sharing the information!

  5. Asiknya jalan-jalan di Tanjung Puting, tempat yang ngehits.
    Waktu saya tinggal di Banjarmasin pernah punya niat mau kesana, kebetulan ada bikin tower t*lkomsel di Palangkaraya. Sayang sekali sampai saat ini belum kesampaian.
    semoga saya juga bisa piknik bersama kesana, aamiin.

  6. Perjalanan pake klotok ini ngingetin ama pengalaman naik kapal trip dari Labuan Bajo-Pulau Komodo-Rinca, perut selalu kenyang nggak kurang apapun, ditambah view seribu bintang waktu malam hari. Tanjung Puting ini masih di angganku aja sampai akhir tahun 2016 sudah hampir berakhir hahaha. Indra penampilan sederhana gitu ternyata sudah jadi bos besar ya. 😀

  7. thanks infonya om duut, kemaren aku ada liat di instagram, sudah ada lho yang jual paket tour untuk lihat orang hutan di tanjung puting ini. kayaknya peminatnya banyak bule juga lho..

  8. Noted! Ke sana bawa obat anti nyamuk, pakai sandal gunung dan datang saat musim hujan. Semuanya tak kepikiran olehku tadinya. Postingan ini bisa jadi gaet bagi mereka yang akan ke Tanjung puting… kecuali masalah jomblo dan tak jomblo …Thanks Yan

  9. berarti ngajak anak-anak liat orangutan pas musim ujan aaja ya, hehe.. jd makin pengen jalan2 ke wilayah Borneo, melenceng dikit lah dari pulau Jawa

    • Mas Priyo, pake perahunya lumayan. Tergantung lokasinya. Bisa 2 jam lebih dari satu titik ke titik lain. Tapi enjoy sekali 🙂

      Kalo embed IG, masukin linknya aja langsung mas. Ada pilihannya di kolom posting.

  10. Gara-gara baca Partikel saya jadi pengen ke Tanjung Puting. Oya mas, sempet lihat kunang-kunang nggak? Pernah baca katanya saat malam hari di atas kelotok kadang ada kuang-kunang buanyaaaak banget. Sebagai pecinta kunang-kunang saya merasa wajib melihatnya #halah 😀

  11. Waaah seru baca blog nya! jadi pingin ketemuan nich sama Omnduut! Bagi2 dunk pengalamannya. Saya ada rencana bulan agustus (berempat) ke Tanjung Puting dari Jakarta. Boleh tanya nich kira2 biayanya berapa ya utk 3 hari perorang? Tentunya dengan BeBorneo Tour.

    Terimakasih sebelumnya Omnduut! kalau mau ke Eropa boleh contact saya 🙂

    • Halo mbak Dahlia 🙂 aku udah kontak temen yang punya Beborneotour, ntar beliau kirim info melalui email ya 🙂

      Dijamin seru kalo ke Tanjung Puting. Dan, makasih tawarannya. Eropa dimana mbak?

  12. Ping-balik: Way Kambas, Aku Datang! | Omnduut

  13. Coba waktu itu kita sudah kenal, yo Yan? Bisa kutraktir ngopi di warkop paling ngehits, waktu itu, di Pangkalan Bun. Hehe…
    Kalimantan menyisakan pengalaman yang sangat mengesankan buatku. Tentu saja juga Tanjung Puting yang sudah kukunjungi banyak kali selama rentang waktu tiga tahun tinggal di sana.

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s