Pelesiran

Norak-norak Bergembira : Pengalaman Pertama Terbang Bersama Scoot Airlines!

????????????????????????????????????

.

Zaman masih ngantor dan sering melakukan perjalanan bisnis (lagak lu Yan, padahal juga tugas jadi tukang bawa map hahaha) sebagaimana standar kantor, ya minimal, pegawai akan diberikan tiket pesawat Garuda Indonesia. Ya lumayanlah ya, naik pesawat kelas 1-nya negara tercinta walaupun duduknya di kelas ekonomi –teuteup! :)) Kalau naik Garuda, minimal banget selama di perjalanan nggak haus dan kelaparan. (walau sempat dibuat basah oleh pramugarinya. Iyaaa, dia numpahin minuman ke celanaku.)

Masih ingat dengan pengalamanku ke Hong Kong gratisan beberapa bulan lalu? Nah dari perjalanan itu, aku mendapatkan satu lagi pengalaman baru, yakni merasakan terbang bersama maskapai yang belum pernah aku coba sebelumnya. Pesawat apa? Yakni Vietnam Airlines dan Scoot Airlines. Namun, sesuai judul tulisan, aku akan ngebahas mengenai Scoot Airlines dulu kali ini.

????????????????????????????????????

Ini dia pesawat yang akan membawaku terbang, wuzz!

Sekilas mengenai Scoot. Scoot Pte Ltd merupakan maskapai penerbangan bertarif rendah/low cost airlines jarak jauh yang memliki basis di Singapura. Pesawat ini melayani rute Singapura, Australia, Tiongkok hingga Jepang dan Korea Selatan. Asyiknya nih, Scoot ini menggunakan pesawat boeing 777 lungsuran dari pesawat induknya yakni Singapore Airlines.

Beneran ya! Aku itu nggak begitu paham jenis-jenis pesawat. Mau boeing kek atau apa kek, aku ya gak begitu ngeh. Yang penting bisa selamat sampai tujuan. –tipikal anak soleh gitu. Aku baru merasakan gagahnya pesawat tipe boeing 777 ini begitu masuk ke dalam pesawat dalam penerbangan Hong Kong ke Singapura. Begitu masuk…

“Wah, kursinya ada 3 deret!”

????????????????????????????????????

Perdana nih naik pesawat segede ini 🙂

Sesuai dengan judulnya ya, ini norak-norak bergembira hahaha. Mungkin bagi orang lain naik pesawat segede gitu, bahkan duduk di kelas bisnis (kayak aku dulu naik Silk Air hwhw) atau turun naik private jet kayak ARB dan mbak Syahroni itu biasa, bagiku, pengalaman naik pesawat segede itu, baru pertama kali terjadi ya pas naik Scoot ini. Aku yang biasanya dengan gampang menemukan kursi, pada saat itu lumayan kebingungan. Gimana nggak, begitu masuk eh ternyata ruang di pesawat terpisah bagian depan dan belakang.

“Mbak pramugari amoy yang cakep.”

“Ya?”

“Nganu ini kursiku di mana ya?”

“Oh kursi bapak di 40F, bapak belok ke kanan terus ngegelinding ke belakang.”

“……”

Oh ya, berhubung waktu itu tiketnya dibayarin, jadi aku gak begitu ngeh gimana cara bookingnya. Baiklah, demi kepentingan blog ini, aku coba beli-beli tiketnya ya hahaha. Mari kita bandingkan, apa sama menyenangkannya beli tiket di AirAsia atau tidak.

Untuk memesan, langsung buka aja flyscoot.com dan tentukan rute yang diinginkan. Coba lihat di sana ada kolom Promo Code bukan? Jika kalian memang punya kode promo, bisa dimasukkan di sana. Hari gini persaingan maskapai begitu ketat, tak terkecuali Scoot. Terlebih di bulan Desember seperti sekarang, Scoot pun menawarkan beberapa potongan yang dapat disesuaikan. Ada potongan natal, potongan ulang tahun dsb. Untuk kamu yang jomblo, silakan berkecil hati karena nggak ada potongan model begituan demi menghibur hati kamu. Oke sip.

1

Tampilan situs flyscoot.com

Langsung aja pilih jadwal penerbangan dan harga yang sesuai dengan kantong kamu. Sebagaimana JetStar (well, sekarang Scoot berafiliasi dengan maskapai ini), Scoot juga banyak membebankan biaya ini-itu kepada penumpang. Namun, harga dengan semua biaya tersebut masih dapat bersaing dengan low cost airlines lainnya. Harus rajin ceki-ceki tiket pesawat satu dan lainnya. Bisa jadi harga Scoot ini lebih mahal. Namun jika selisihnya dikit, gak ada salahnya kok memilih Scoot dengan pengalaman terbang yang beda. Ya diantaranya penggunaan jenis pesawatnya itu hehe.

2

Tentukan pilihanmu sekarang -nyamar jadi Chocky Sitohang

Oh ya, ada 4 jenis tipe penerbangan yang dapat dipilih. Pertama Fly yakni tanpa biaya tambahan apapun namun tanpa bagasi (hanya diperkenankan membawa backpack/koper kecil ke kabin dengan maksimal 7 Kg). FlyBag dengan bagasi 20 Kg. FlyBagEat dengan bagasi 20 kg dan makanan, serta yang premium yakni ScootBiz dengan 30 Kg bagasi, 15 kg tentengan dengan makanan dan kursi premium serta mendapatkan inflight entertainment. Jika memang dirasa perlu, kelas bisnis-nya Scoot ini dapat dipertimbangkan!

5

Paling besar, seukuran berat badanku. lol

“Jika membutuhkan bagasi yang lebih besar, bisa?”

Tentu saja bisa! Bagasi dapat dipesan hingga kapasitas 40 kg dengan tambahan biaya 67 dolar. Tentengan kabin juga dapat dimaksimalkan menjadi 15 Kg dengan tambahan biaya 27 dolar. Lumayanlaaah, ketimbang kamu jalan kaki Hong Kong-Singapura sambil bawa kardus belanjaan, kan?

6

Nom nom nom

Bagi yang kebetulan melakukan perjalanan panjang dan membutuhkan waktu lama, untuk berjaga-jaga terutama bagi kamu yang tukang kelaparan, bisa banget memesan makanan yang terbagi menjadi 2 yakni Light Meal Combos dan Hot Meal Combos. Kalau dilihat dari gambarnya sih slruppp lumayan menggiurkan, ya! 🙂

Sayang, karena aku lagi diet, jadi aku nggak pesen makanan waktu itu. Ya maklum, calon model kan harus jaga badan dan dompet.

7

Silakan pilih PW masing-masing.

Saatnya memilih kursi! Nah ini poin penting-nggak-penting. Udah baca dong tulisanku saat harus berangkat ke Hong Kong yang mau gak mau harus membeli kursi? Nah jika memang harus memilih kursi, Scoot menawarkan 3 jenis kursi. Pertama Stretch yakni kursi posisi paling depan tanpa penghalang kursi penumpang lainnya. Kedua, Super dengan jarak 30% lebih baik ketimbang kursi tipe Standar.

????????????????????????????????????

Tolong abaikan paha yang seksi itu

Namun pengalamanku pribadi, kursi yang standar juga udah cukup lega. Dengan kakiku yang panjang ini, aku bisa selonjoran hingga ke kursi depan. Tidur pun jadi lebih nyaman karena kaki gak tertetuk. Oh ya omong-omong kursi, nih ada kenorakanku lainnya hahaha. Aku kebetulan dapet di window seat. Dan begitu aku mau tidur dan menutup kaca pesawat kok nggak ada knopnya ya? Knop? Ituuu knop kecil yang biasanya digunakan untuk menutup atau membuka jendela.

Ternyata oh ternyata, jendela pesawatnya menggunakan panel solar sehingga dapat diatur menjadi gelap atau terang hanya dengan menggunakan tombol. Huaaa ini pengalaman yang baru dan aku dengan riang gembira memainkan panel jendela itu hahaha. Macam anak kecil nemu mainan baru gitu. Biarin deh dibilang norak, soalnya di sebelah juga nggak ada orang :p

8

Mau pakai wifi? bisaaa! nggak perlu modem lagi!

9

Pilihan untuk penerbangan masih lama

Nggak cukup? Nih, Scoot juga menawarkan Inflight Experience seperti fasilitas Wifi atau Snoozed Kit. Bagi kalian yang sos-med-addicted, penawaran wifi ini lumayan buanget! Nggak perlu modem lagi kan ya! Eh ya, selain itu penumpang juga dimudahkan dengan pilihan early check-in loh, ya kalau mau jalan-jalan tanpa ribet bawa koper bisa check in duluan asal… mau bayar hehehehe.

Trus Scoot juga menawarkan kemudahan pemesanan di Booking Flexibility. Ya secara aku pura-pura bookingnya masih tahun depan, dalam jangka waktu tersebut apapun dapat terjadi kan? Misalnya aku mendadak jadian sama dik Chelsea Islan dan bulan segitu harus menikah sehingga tiketnya nggak kepake. Jadi kalau mau ganti penumpang pun bisa loh, asal ya, sekali lagi bayar dulu haahaha.

10

Saatnya pembayaran!

Sampailah kita di saat pembayaran. Untuk melakukan pembayaran, cukup menggunakan kartu kredit. Simpel dan mudah! Selain itu dapat melakukan pembayaran menggunakan voucher dan SingPost juga sih. Hmm, SingPost? Kayaknya bisa dilakukan pembayarannya di kantor pos deh. Iya macam kantor PT Pos Indonesia yang bisa menerima pembayaran ini-itu.

Deg-Degan di Bandara Hong Kong

Oleh Ilham, Tiket yang dulu aku dapatkan itu dibeli melalui situs perantara nganu.com. Sialnya, di tiket jatah bagasiku itu tertulis 0 Kg. Hah? Jadi tanpa jatah bagasi sama sekali, kah? lantas tas ranselku gimana?

Aku mulai panik dong. Secara pas ngecek untuk beli bagasi paling kecil 15 Kg aja hampir 300 ribu rupiah. Aku sempet telepon ke situs nganu.com itu untuk memastikan apakah benar tiketku itu tanpa jatah bagasi sedikitpun. Eh sialnya, petugas nganu.com-nya juga nggak tahu. “Coba bapak telepon langsung ke Scoot-nya,” begitu kata si mas operator. Keselnya bukan main, rasanya gagang teleponnya pingin aku emut!

Gak hilang akal, aku hubungi tuh akun sos-med Scootnya. Direspon sih, tapi dengan jawaban yang sangat normatif. Ntah yang ngejawab manusia atau mesin. “Silakan cek di ketentuan bagasi kami di link ini blablabla.” Meh banget dah! Mau telepon, eyadalah, Scoot nggak ada kantor perwakilan di Indonesia. Adanya di Singapura. Ngebayang biaya telepon ke luar negerinya aja aku langsung laper eh lemes.

Untung aja aku inget Kokoh VirginMojito.wordpress.com (makasih ya Koh!) pernah nulis tentang Scoot di blognya. Dan hola! Begitu tanya, Kokoh bilang, “Iyesh, dapet jatah bagasi 7 Kg.” Lumayanlah, aku sedikit lega. Namuuun, sesampai di bandara Hong Kong, kok ya tetep deg-degan. Ngeri kalau ditodong bayar bagasi mana dolar HK tinggal seuprit. Aku gak mau juga diusir dan dipelototin petugas bandara kayak di Kolkata dulu hwhwhw (ntar ya, tak certain semua nanti).

Pas keliling-keliling, aku sempat nemuin timbangan digital. Wuih keren nih! Aku baru nemu timbangan model begini ya di Hong Kong. Dan setelah ditimbang, ranselku 7,2 Kg. Kelebihan dikiiit. Semoga petugas bandaranya mau memaafkan (aku sudah siapin kedipan maut sih).

????????????????????????????????????

Nimbang orang juga bisa hehehe

Eng ing eng…. Ternyata sama petugas bandaranya sama sekali nggak dicek. Aku lihat penumpang lain juga begitu, bahkan ada bule yang bawa ransel lebih gede melenggang kangkung (kenapa sih gak disebut melenggang bayam?) aja gitu ke dalam gate. Ya sudah aku pun begitu. Sambil membayangkan pempek di rumah, aku membatin, “see you again Hong Kong!” :))

UPDATE Maret 2018

Kayaknya aku berjodoh dengan maskapai ini. 3 tahun berselang dari pengalamanku menggunakan Scoot, eh tahunya Scoot membuka rute ke beberapa kota di Indonesia dan… Palembang termasuk salah satu diantaranya, yeay!

Nah, begitu rutenya dibuka, Scoot buka harga promo gila-gilaan. Aku berhasil ngomporin sodara dan beberapa sepupu untuk mengeksplor Singapura. Secara ya, selama ini selalu numpang lewat. Belum pernah sekalipun aku melewatkan malam di negeri Singa Muncrat ini.

Proses pembelian tiketnya mudah banget! persis yang aku tulis di atas. Untuk Palembang ke Singapura PP, aku dapatnya Rp.480.000 saja! tapi tambah biaya fee kartu kredit jadi total sekitar Rp.535.000. Murah euy! ke Jakarta aja belum tentu dapet harga segini. Dan, kalau dulu aku galau soal bagasi, sekarang di e-ticketnya udah jelas tertulis jatah bagasi yang diberikan itu 10 kg.

Tentang Web Check In

Saat mau berangkat, aku udah ancang-ancang mau web check in aja biar gampang. Aku udah cek di bagian web check in ini, ternyata, web check in hanya dapat dilakukan jika keberangkatannya dimulai dari Bandara Changi di Singapura. Ya wes, artinya aku dan rombongan mau gak mau check in di konter di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Untungnya proses check in-nya gampang banget.

Abaikan perut hehe

Begitu pulang, di Changi, kami tinggal check in aja pakai fasilitas self check in. Komputer mandirinya banyak disediakan di sekitaran konter-konter yang lain. Mudah banget! intinya, perjalanan menggunakan Scoot ini sangat menyenangkan. Bonusnya, saat pulang aku bisa foto bareng sama pilot dan co-pilotnya yang seorang cewek!

Bakalan sering ke Singapura nih aku kalau harga tiketnya bersaing. Tunggu aku kembali ya, Singapura! 🙂

Iklan

130 thoughts on “Norak-norak Bergembira : Pengalaman Pertama Terbang Bersama Scoot Airlines!

  1. Tertawa baca paragraf pengantarnya, sama obrolan lelucon mbak pramugrari yang nyuruh nggelinding ke belakang. Kalau sungguhan gitu bilangnya diajakin sekalian Om nggelindingnya 😀

    Saya kalau kesampaian naik pesawat yang kursinya tiga deret sama2 norak2 bergembira lah! 😀

  2. Ngahahhaha judul dengan tulisannya konsisten : kamu memang Norak sekali ooom :D. Dan aku paling terkesan dengan kaca jendela yang pake panel solar. Kog ada ya yang begitu?? TERNYATA ADA YA YANG BEGITUU?? *lalu jingkrak jingkrak* 😀

  3. Dibilang low cost, tapi nggak juga sih ya, soalnya semua opsi layanan disediakan bagi pelanggan yang mau membayar lebih :hehe. Keren ya, jadi pelanggan tidak melulu “terjebak” dengan moda LCC tapi juga bisa menikmati pelayanan setara maskapai full-board (harganya lebih murah tidak sih kalau dibandingkan SQ?)

    Eh, Indonesia juga sudah ada pesawat sembilan deret itu lho… kemarin waktu naik singa terbang dari Bali ke Jakarta, pesawatnya sudah yang Airbus A330-300 yang sembilan deret ini :hehe.

    • Sama Ge, sejauh ini AA tetap juara murahnya hahaha. Belom pernah dikecewakan dan semoga saja nggak akan pernah. Kalo Tiger pernah naik sekali pas mau ke Bangkok, gak begitu ngeh karena sepanjang perjalanan aku tidur zzzz hahaha. Scoot nggak ada ke Indonesia jadi wajar sih kalo kurang terdengar.

      Bisa jadi karena pesawat lain dengan rute Indonesia sudah kebanyakan ya. Jadi inget tayangan Master Chef Asia dimana episode tantangan di Changi, disebutkan penerbangan dari Singapura ke Indonesia itu paling banyak dibandingkan dengan negara lain. Mantaap!

      • Murah dan fasilitasnya ok, itu aja udah cukup bagiku huahahaha *muree* :p
        Iya loh mungkin karena bisnismen2 banyak yang bolak-balik Sgp-Indonesia makanya jadi banyak begitu rutenyaaa~
        btw kenapa gua panggilnya ‘Oom’ yah biasanya panggilnya jg ‘mas’ ajeee…

    • Iya nih Ge, biasa juga panggil aku adik, kan? hahaha.

      Iya bener, aku juga kaget ternyata pesawat dari & ke Indonesia ternyata menduduki posisi paling tinggi.

  4. Aku dulu pas ke Singapore naik China Airline, kursinya juga tiga deret tapi yang di tengah saja sih. Eh itu jendelanya keren bisa menyesuaikan sendiri, moga kelak ada rejeki bisa nyobain Scoot.

  5. aku pernah dua kali naik pesawat macam begini. tapi ga pernah dekat jendela. hiks…jadi aku juga ga ngerti kalo ada knop panel solar di kaca jendelanya. gimana itu teknisnya ??? Tapi tetap ada penutup kacanya kan?

    • Sama sekali gak ada penutup kacanya mas 🙂 jadi kacanya polos aja gitu tapi kacanya dapat diatur apakah mau digelapkan atau mau diterangkan. Seperti kaca mobil, namun kalo kaca mobilkan dibuka/tutup, kalo yang ini nggak haha.

  6. Hahayyy.. Norak norak2 bergembira, kayak lagu aja yah..

    Yg paling gampang naik Susi air om.. gak pake liat nomor kursi, pas perjalanan samarinda – Balikpapan waktu itu, bebas 😀

    Kayaknya kapan2 perlu nyobain om, pas landing ekor pesawat nya serasa ngesot2 miring.. Hahaha..

    nice post om, boleh jg kapan2 nyobain naik Mr scott

    • Bukannya kalau naik Susi eh naik pesawat Susi maksudnya hahaha, itu posisi tempat duduk disesuaikan dengan berat badan ya Abah? aku pernah denger dimanaaa gitu tapi lupa hihihihi. Jadi semuanya diatur biar mudah take offnya. *cmiiw*

      • Oiya bener2, Dulu seinget sy ada 7 org. Nah dibagi2 deh tu..

        3 org di samping kanan dan 3 disamping Kiri. Dan saya waktu itu diminta dibelakang.. 😀

        Makanya bisa ngerasain ngesot2.. Hehehe…

        Selama perjalanan yg ada dzikir terus, lha gimana .. bisa lihat pohon2 dibawah soale.. 😀

  7. Aku klo tahu pesawat Boeing tiple 7 gini selalu berusaha check ini cepat. nggaj suka sama bagian tengah. njamur nggak bisa ngap ngapain. pernah Naik MH, posisi di tengah gitu, alamakkkkkkkk 6 jam lagi. meski ada entertaiment video tetep nggak suak kalau duduk ditengah

    • Sama, tos! itu juga yang kulakukan saat mau berangkat mbak, aku minta kursi di sisi jendela. Gakpapa agak belakang yang penting aku bisa tidur nyenyak hahaha

  8. Ah seumur-umur aku baru tau ada maskapai ini, dan pesawat yang digunakan pun agak jumbo, Boeing 777 gitu. Menarik nih, jadi punya referensi tambahan kalau mau jalan-jalan. Eh satu lagi, teknologi jendela pesawatnya itu menarik banget, apalagi kalau bisa dikontrol sama penumpang yang duduk di aisle, jadi gak dimonopoli si window seat 😀 *rebutan yang ada*

    Tfs Yan, jadi nambah referensi nih 🙂

  9. Ping-balik: Sensasi Terbang Bersama Vietnam Airlines |

  10. Pernah naik Scoot juga jurusan sydney – singapore, ga beli seat tapi dikasih window seat. Pas awal2 gitu ga ngeh sama jendela nya, ga ngeh banget kalo ga ada knop nya. Pas dah taxing, kok makin tinggi and stabil, kaca depan kom gelap?? Lho lho? Kok kaca ku juga gelap.. Hampir manggil pramugari utk minta tolong di terangin lagi.. Hahaha.. Sama om, norak juga mainan tombol nya hahah.. Untung org disampingku ga bete cuma nyengir pas aku liat dia hahaha

  11. Wah, aku disebut-sebut di sini. Pantes bersin-bersin (padahal udah sebulan lebih). Dulu sih enak dari Medan bisa connecting Tiger Air Mandala lanjut Scoot. Eh, sekarang Tiger Air Mandala udah jadi almarhum. Biarpun 1 atap, Silk Air gak bisa dicombo ama Scoot, bisanya cuma pake SQ. Mahallllll.

      • Silk Air itu regional airline & shuttle buat kota-kota yg ga disinggahi SQ. Full services juga kok mereka. Jadi misal dari Palembang ke Paris cuma 1 tiket biarpun transit di SIN. Dr Palembang naik Silk, di SIN ganti ke SQ. Indonesia cuma CGK, DPS, & SUB yg ada SQ.

  12. Ping-balik: Yuk, Kita Intip Dapurnya Garuda Indonesia | Omnduut

  13. Hallo om ndut,
    Mau tanya apakah harga tiket scoot tsb sdh termasuk airport tax? Ak mau beli flight ke bangkok trs transit di singapur, pas di bandara cgk maupun sin bakalan ditodong biaya2 lg ga ya?

    Salam,
    Om telolet om!

    • Kalau pajak bandara, semua tiket yang dijual sudah termasuk itu. Kalau soal jatah kursi, ini yang aku bingung. Karena kalau beli tiket tentunya dapet kursi 🙂 jika maksudnya mau pilih kursi, seperti yang aku tulis, kursi dapat dipilih di fasilitas web check in, namun ada area-area tertentu yang jika mau duduk di sana harus bayar lagi.

  14. Hallo..maaf mau tanya (bcoz sangat amat kebingungan). Kmrn sdh beli jatah bagasi scoot 20kg, tp sptnya kurang meskipun dpt tambahan lg 10kg di kabin. Gmn caranya ya kl mau nambah lg? Mana saya pesan lewat travel***, trs sy coba check kode booking lewat websitenya gak bs.. Sedih bgt..

    • Wah kok gak bisa ngecek? itulah susahnya beli lewat agen, mereka “lepas tangan” kalau kayak gini. Pengalamanku sama Airpaz juga gitu soalnya.

      Coba kontak langsung mereka via email/akun sosmed mereka. Mudah-mudahan ada respon.

      Atau bisa juga log in, dan manage bookingannya.

  15. Permisii maaf mau nanya dong omnduut,, untuk web check in maskapai scoot ini minimal brp hari sebelum keberangkatan ya??
    kalau check in lgs di bandara ketika hari H apakah bisa??
    rencana sih mau ke SG pake scoot
    makasih omnduut
    oiya, artikelnya bagus dan bahasanya mantep hahahaha

  16. Aku sedang browsing info maskapai scoot ini dan langsung nemu blog abang ini.
    Aku belum pernah naik maskapai ini tapi pengen nyobain perjalanan ke singapore kali ini dari Kuala Lumpur.
    Aku khawatir bakalan kemarok juga nih hahaha

  17. Sepertinya ada yang terlewat Om di proses booking scootsfly, ada form insurance sari Chubb life yang harus dipilih. Kalau kita ga add, jika ada accident apakah kita tercover asuransi?

    • Hi Catharina. Mengenai asuransi, semua penumpang yang menggunakan sarana transportasi, sudah tercover oleh asuransi jiwanya. In case, terjadi risiko kecelakaan di penerbangan, maka duah terkaver oleh asuransi.

      Nah, yang dimaksudkan itu adalah asuransi tambahan. Asuransi tambahan ini dapat digunakan misalnya jika terjadi penundaan/pembatalan dengan rute yang kamu pilih sehingga merugikan kamu (misalnya jadi ketinggalan penerbangan selanjutnya) maka kerugian itu dapat diklaim.

      Banyak pesawat yang memberlakukan no reschedule, apalagi low cost airlines ya. Nah, dengan asuransi ini kamu dapat melakukannya.

      CMIIW ya, info saya terbatas, tapi kurang lebih itu dia kaver dari asuransi yang dimaksud. Cek lagi T&C dari asuransi yang dimaksudkan tsb. Thanks 🙂

  18. halo om, aku baru aja baca review ini dan makasi banget reviewnya bagus dan menarik. mau tanya juga nih om, kalo bawa koper untuk di taro kabin, apa bakal di perhatiin banget? kebetulan tinggi dan lebar koperku lebih dikit 3cm, apa bakal diukur juga? makasi om ditunggu jawabannya😁

    • Hi Icha, makasih udah baca ya.

      Untuk ukuran bagasinya, menurutku yang Airasia ini dapat dijadikan acuan. Bedanya, Airasia 7 kg, Scoot 10 kg 🙂

      Kalau lebih sedikit mah gak masalah, yang penting beratnya yang gak kelebihan. Kalo gak diperiksa juga aman sih.

      KLIK SINI untuk lihat ukuran koper Airasia.

  19. bang , mau nanya nih kan saya beli tiket dr taipei ke jakarta transit singapur . beli dari agen online dan bagasi nya 0. gimana ya? saya bawa banyak barang

    • Hi Lio, coba cek lagi di e-ticketnya, mestinya di sana ada tertulis kabin 10 kg. Kalo kamu bawa banyak, mestinya sejak awal beli bagasi. Jikapun mau ditambah, bisa kok. Datangi aja agennya, dan bilang mau penambahan bagasi.

    • Iya, artinya maksimal 2 tas. Mengenai bisa atau gak bisa, tergantung petugas bandaranya. Kalau nemu yang ketat, pasti ga boleh.

      Mending diakalin aja, misalnya bawa tas kain, jadi 2 tasnya bisa digabung. Atau bawa aja 1 tas agak besar biar muat semua (namun tetap boleh masuk kabin)

  20. Ping-balik: Cara Seru Menghabiskan Sore di Singapura : Leyeh-leyeh di Marina Barrage | Omnduut

  21. Thank you so much buat informasinya bang..
    Jadi Oktober besok kan gw mau pulang ke Indonesia, nah pas cek di Skyscanner ternyata penerbangan paling murah dari Jepang itu cuma Scoot. Berhubung kondisi uang lagi gak memungkinkan, jadi diberanikan booking. Tapi mau nyari referensi dulu, takutnya gak bagus. Naah setelah baca ini, jadi yakin mau book Scoot.. Thank youuuuuu

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s