Pelesiran

Cara Asyik Jelajah Langkawi : Sewa Kendaraan

????????????????????????????????????

Eagle Square

“Semoga mas Yayan suatu saat dapat liburan ke Langkawi ya,” ujar mbak Sri, 6 tahun lalu sambil memberikan selembar kartu pos bergambar Pantai Cenang.

“Wah bagus banget ya, mbak!” sahutku antusias.

“Iya mas Yayan, nanti ajak Ibu ke sana, ya.”

Aku membatin dalam hati : InsyaAllah.

Waktu berlalu, hari terus berganti. Siapa sangka, sejak pertemuan dan obrolan di Palembang yang terjadi di tahun 2009 tersebut kini berbuah kenyataan. Tahun ini aku akhirnya berkesempatan mengunjungi pulau yang oleh banyak orang disebut-sebut sebagai Bali-nya Malaysia ini. Tak tanggung-tanggung, aku bahkan mengunjungi pulau nan elok ini hingga 2 kali dalam rentang waktu satu bulan (awal April dan pertengahan Mei). Pertama, sebelum traveling ke India. Aku menghabiskan 2 hari di sini bersama Indra, travelmateku. Kedua, bersama keluarga lengkap juga selama 2 hari.

Dan, ini dia kartu pos yang sudah kusimpan selama 6 tahun itu. Sengaja aku bawa ke sini demi mendapatkan foto seperti ini. Kalau sudah begini, suka takjub sendiri. Cara Tuhan “bekerja” memang luar biasa. Harapan yang aku pupuk lama yang bermula dari selembar kartu pos, kini menjadi kenyataan. Persis yang om Paulo Coelho bilang di Sang Alkemis, “keep dreaming, then the universe will support you.” Nah, jadi pernah takut untuk bermimpi ya 🙂

????????????????????????????????????

Postcard yang bersejarah itu

Pulau Langkawi sendiri adalah salah satu distrik yang berada di negara bagian Kedah Darul Aman, Malaysia. Pulau ini berstatus bebas cukai sejak tahun 1987. Makanya tak heran mobil-mobil mewah berkeliaran di pulau ini. Mengenai harga barang dagangan di sana? Hmm, relatif ya. Hehe, menurutku traveler kere ini, untuk belanja, Langkawi masih lebih mahal ketimbang kota di Malaysia lainnya. (Seperti Malaka). Mungkin ini karena status pulau ini yang menjadi salah satu daya tarik utama pariwisata di Malaysia.

Ada apa aja di Pulau Langkawi? Wuih banyak! 2 pantai yang terkenal keindahannya itu Pantai Cenang dan Pantai Tengah. Walau begitu, tanpa tendensi negative, menurutku pantai di Indonesia masih jauh lebih indah. Namun, kita harus belajar bagaimana cara mengelola pantai dari Malaysia. Kebersihan pantainya oke. Misalnya saja di komparasi dengan pantai Tanjung Tinggi di Belitong, menurutku pantai di Tanjung Pandan itu lebih indah. Namun di Langkawi sampah di pantai dibersihkan secara berkala dan aku tidak melihat tindakan vandalism seperti coretan-coretan di bebatuan pantai tanjung tinggi.

Map Langkawi_July 2014

Peta Langkawi. Sama persis seperti yang ada di brosur yang kami dapatkan.

Trus ada apalagi? Banyaklah. Ada Langkawi Cable Car (beserta atraksi-atraksi berteknologi tinggi yang ada di kawasan yang sama), Ada juga Langkawi Geopark yang dilindungi UNESCO (sayang aku nggak ke sana. Artinya harus balik lagi ke Langkawi, kan? Hihi), trus ada juga Eagle Square (seperti yang terlihat di foto pertama) trus… aih aku terkenang Laksa maknyus yang dijual di pinggir pantai di dekat bandara. Simak terus blog Omnduut ya, nanti semuanya akan dibahas satu persatu.

Nah,  sesuai judul postingannya, tulisan kali ini aku secara khusus akan membahas cara paling asyik untuk keliling Langkawi. Langkawi itu pulaunya nggak gede-gede amat, kok! Tapi ya kalau ke mana-mana jalan kaki apalagi sambil goyang dumang ya lumayan juga. Sial eh maksudnya sayangnya, nggak ada angkutan transportasi umum di Langkawi. Satu-satunya transportasi publik yang ada itu ya… naik taksi! Dan itu lumayan mahal euy. Sebagai gambaran ya, dari bandara ke kawasan pantai Cenang yang jaraknya sekitar 15 menit aja ongkosnya 20 MYR atau sekitar Rp.72.000. Lumayan mahal! Padahal bensin di sana murah loh.

Lalu, apa solusinya? Tenang, kalian bisa sewa motor atau mobil! Dan ini sangat efektif untuk mengeksplor pulau Langkawi. Seperti yang sudah disinggung di awal bahwa aku ke Langkawi sebanyak 2 kali nah di kedatangan pertama aku sewa motor sedangkan kedatangan kedua aku sewa mobil. Mana yang lebih baik? Sewa motor atau sewa mobil? Tergantung kondisinya ya. Lebih jelasnya aku paparkan di bawah ini.

SEWA SEPEDA MOTOR

Aku menginap di hostel The Cottage Langkawi yang berada di kawasan Pantai Cenang. Sebetulnya pemilik hostel juga memiliki beberapa sepeda motor yang dapat di sewakan. Namun sayangnya ketika kami datang, semua motor full booked. Kami lalu mencari alternatif penyewaan motor lainnya. Ketika pagi hari menyusuri pantai Cenang, ada beberapa motor yang tergeletak di pinggir jalan dan kelihatannya disewakan.

Benar saja, begitu ditanya ke kakak penjual nasi uduk (yang ternyata orang Solo itu), ternyata selain jualan nasi, dia juga merangkap sebagai penjaga sewa motor tersebut. Tarif sewa motor untuk 1 hari aka 24 jam itu standarnya 35 MYR (Rp.126.000). Sayang sepeda motornya tidak dapat ditawar. “Tak ade spesial diskon ke buat kita orang, kak?” yang lantas dijawab, “Nah maaf tak de, nih kakak cuma jaga motor punya orang je” baiklah, gagal sudah merayu dan dapat diskon. -sekaairmata

Eh begitu sudah deal harga dan si kakak sudah meminjam paspor kami untuk di pandangi fotocopy, si kakak baru nyadar dan bertanya, “Kalian orang, ada license ke?”

“Oh ada kak,” sambil nyodorin SIM A, SIM C dan Surat Izin Menikah.

Tak de internasional license, ke?”

“Wah tak ada kak. Tak bisa kah pakai SIM Indonesia je?”

“Tak boleh tak boleh, bos tak kasih izin.”

Hiks, ternyata nggak boleh permirsa. Sudah dirayu-rayu eh si kakak masih tak keukeuh. Ya sudahlah, apa boleh buat. Ternyata ya, ditolak sewa sepeda motor di negara orang itu sama menyakitkannya ketika ditolak sama cewek. –Eaaa. Tak lama, aku dan Indra lalu memutuskan kembali ke hostel dengan harapan si pemilik hostel punya motor lain yang dapat di sewakan. –lantas mengalunlah lagu, “Perjalanan ini… terasa sungguh menyakitkan” hehe. Bukannya apa-apa, ngebayangin keliling Langkawi menggunakan taksi, sudah bikin hatiku deg-degan, maklum ringgit terbatas euy.

Pucuk dicinta jadilah teh botol eh, maksudnya ketika jalan balik, kita menemukan tempat penyewaan motor yang baru buka. Nama tempatnya T-Shoppe yang merupakan kependekan dari Tourish Needs Shop. Hehe unik juga namanya.

????????????????????????????????????

T-Shoppe

????????????????????????????????????

Tabel harga penyewaan motor

Bergegegas kami masuk ke dalam dan kenalan sama mbak-mbak penjaganya nanya-nanya mengenai sewa motor. Asyik nih, pegawainya cekatan. Kita langsung disodori tabel ini. Nah ternyata harga penyewaan di T-Shoppe ini lebih murah. Yakni MYR 33 aja! Sebetulnya jika kami merupakan salah satu dari 3 orang yang datang pertama pagi itu, kami dapat menyewa dengan harga MYR 25 aja! Nah lebih murah, kan? Dan yang terpenting adalah…

Saya tidak punya international license. Boleh sewa motornya?”

“Oh tak pe, bisa-bisa,” jawab si mbak T-Shoppe.

Piuuh lega banget. Dan masih ada bonus lainnya.

Harganya tak ade diskon, ke?”

“Kalau abang bawa pulang motornya malam ni, abang bisa bayar MYR 30 je”

Jom! Laksanakan!” jawabku hehe.

Jadi sewa pukul 9 pagi dan dikembalikan jam 9 malam (kalau MYR 33 kembalinya jam 9 pagi esoknya). Lumayan deh! Lha malam-malam juga kami gak ada rencana ke mana-mana. Jadi mending dikembalikan aja, kan?

Paspor kami dipinjam dan langsung di scan. Tak lama serah terima kunci motor dilaksanakan.

“Seperti ada yang kurang ya?” batinku. “Hmm apa ya?”

Aha, Helm!

Mungkin karena pagi itu cukup ramai, kakak penjaga tokonya agak kelupaan. Setelah diminta, barulah helm dipinjamkan. Helmnya banyak, ada beberapa pilihan warna. Silakan pilih sesuka hati dan dicoba dulu kali-kali tali helmnya rusak.

Jika rosak atau hilang, helmnya harus diganti” Nah aku lupa berapa, kalau nggak salah sih MYR 30. Helm yang dipinjamkan ialah helm batok. Hehe untuk standar safety agak kurang sebetulnya. Tapi lumayanlah. Begitu dipake aku ngerasa mirip sama abangku yang satu ini.

CHASE1-articleLarge

Helm kayak gini nih. Gambar diculik dari nytimes.com

Mau pakai insurance ke? MYR 15 je.”

Hmm, sempet kepikiran juga sih, cuma ujung-ujungnya kita nggak jadi pake asuransi (you know lah ya >.< ) :p Aku pribadi sih nyarankan mending pake asuransi, jadi lebih aman dan nggak was-was jalannya. Gak lama, aku diharuskan menandatangani formulir penyewaan. Lalu, kami berdua disuruh ke depan untuk melihat kondisi motor. Ada petugas lain yang membantu.

Nanti pulang, bensin sama seperti sekarang je.”

Bensinnya masih setengah waktu itu. Jadi maksud si abang, pas dibalikin ya minimal di isi setengah sama seperti ketika pinjam. Ada form lagi berisi gambar bagian-bagian motor. Si abang mengecek satu persatu. PENTING! Ikut andil-lah dalam proses ini. Jika ada kerusakan maka kita pun akan mengetahuinya. Ya siapa tahu ada bagian-bagian yang penyot/rusak jadi pas balikin motornya nggak disuruh tanggung jawab atas kerusakan yang tidak kita lakukan. Begitu selesai…

Jom berangkat!

SEWA KERETA/MOBIL

Nah, kali kedua datang bersama keluarga mau nggak mau harus sewa mobil, kan! Kita datang berlima. Aku, dua adik serta ayah dan ibuku. Ketika pertama kali datang ke Langkawi aku sudah melihat bahwa ada banyak stand penyewaan mobil di bandara. Walau gitu aku sempat deg-degan euy, soalnya kami datang pakai pesawat terakhir. Sampai di bandara aja jam 11 malam lebih. Aku khawatir konter penyewaan mobilnya sudah tutup. Eh ternyata sebagian besar masih buka loh.

Saat adikku mengambil bagasi, aku dan ayah mulai mendatangi konter-konter tersebut.

Bang sini, sini, tengok kita banyak mobil. Sini sini”

Semua saling berebutan menarik perhatian. Aku mendatangi konter yang berada di ujung sebelah kiri. Yang jaga laki-laki. Uniknya semua penjaga menggunakan Ipad. Jadi foto-foto mobilnya dilihat ya dari Ipad aja. Si abang itu lalu menawarkan beberapa mobil. Harga tawarannya MYR 120 untuk 24 jam. Semua mobilnya automatic/matik sedangkan aku hanya bisa nyetir manual. So kita lari ke konter lain demi mencari mobil dengan transmisi manual.

Tak de, semua mobil di sini matic lah dik,” kata kakak penjaga konter. Kali ini kami mendatangi konter yang berada di ujung paling kanan. Orangnya sangat ramah dan penuh senyum. Ya sudah, ujung-ujungnya kita pilih mobil minibus mini (sejenis hond* Ja*z), dan yang didaulat menjadi supir si Agus, adikku. Aku menjadi navigator saja hehe.

????????????????????????????????????

Tabel penyewaan mobil versi T-Shoppe

Harga yang kami dapatkan MYR 100, sebetulnya bisa ditawar lagi menjadi MYR 80 jika sewanya lebih dari 1 hari. Nah lumayan banget, kan? Kami juga diberikan peta Langkawi sebagai pemandu perjalanan kami. Lumayan, petanya cukup jelas dan sangat membantu sekali. (Persis yang ada di gambar no.3). Btw, silakan kontak Kak Zeti binti Aziz di +60-124-709448 untuk nanya-nanya sewa mobil di bandara. Dulu aku pakai mobilnya kak Zeti ini.

Adik nanti dari pintu utama airport luruuuus je dan belok ke kiri parkiran. Mobilnya ada di posisi paling ujung. Kunci mobil ada di dalam mobil. Di sini aman dik, tak orang yang mau curi pun.”

Mendapati fakta ini, kami semua mendadak terkesima. Dan benar saja, kuncinya ada di dalam mobil loh! Luar biasa kan! Sampai di Palembang, hal ini dijadikan bahan cerita oleh ayah-ibuku. Mereka kagum dengan keamanan di Langkawi. Nah nah, Indonesia harus belajar mengenai ini. Oh ya sampai kelupaan, kami tidak ditawari asuransi namun harus meyetorkan deposir sebesar MYR 50. Uang tersebut dapat diambil kembali ketika mobil dipulangkan dalam keadaan baik. Berbeda dengan penyewaan motor, di sini tidak ada proses pengecekan kendaraan. Sempet deg-degan sih takut bermasalah dituduh merusaki mobil. Tapi Alhamdulillah kekhawatiran itu tidak terbukti. PENTING! Kami beruntung tidak menemukan masalah. Untuk teman-teman semua, lebih baik meminta petugasnya untuk bersama-sama mendatangi mobil dan melihat keadaan mobil secara langsung.

PILIH MOTOR ATAU MOBIL?

Lantas, sebaiknya pilih motor atau mobil untuk keliling Langkawi? Menurutku, jika kalian bisa menyetir mobil, mending pilih mobil saja. Kenapa? Karena harganya tidak terlampau jauh. Gambarannya seperti ini.

Untuk sewa motor, setahuku tidak ada di bandara. Jadi harus ke T-Shoppe (atau tempat penyewaan lainnya) yang berada di kawasan pantai Cenang. Ongkos taksi dari bandara ke pantai cenang adalah MYR 20. Jika PP jadi MYR 40 sedangkan ongkos sewa motor MYR 33 jadi total MYR 73.

Sedangkan sewa mobil MYR 100 sudah dari bandara. Jika dihitung selisih sih sekitar MYR 27 atau Rp.97.200 (kurs Rp.3.600). Selisihnya sih lumayan ya, cuma kenyamanannya lebih enak tentu saja. Langkawi cukup panas dan kadang-kadang suka mendadak hujan. Jika mobilitas tidak mau terganggu mending naik mobil.

Oh ya, selain motor dan mobil, jika mau yang lebih murah lagi, sewa aja sepeda! Cukup MYR 15 aja! Traveler asing asal Jerman teman satu hostel berkeliling (bahkan hingga ke Cable Car) dengan cara seperti itu, loh! Keren, kan?

Bagaimana dengan bensin? Pengalamanku menggunakan motor dan mobil di Langkawi, biaya yang dikeluarkan untuk membeli bensin antara 10 sd 15 ringgit saja. Bahkan bisa lebih murah dari itu sih rasanya. Enaknya lagi, di Langkawi nggak ada tukang parkir. Jadi mau ke mana-mana dan berhenti di manapun nggak dipajakin tukang parkir (apalagi yang ilegal kayak di Indonesia).

Kesimpulannya jelas ya, jika jalannya rame-rame, tentu saja naik mobil pilihannya. Jika sendirian atau berdua, nah balik-balik dari faktor kenyamanannya. Jika mau lebih nyaman, sewa mobil tentu saja. Terlepas dari itu semua, mari nikmati liburan dengan menyenangkan!

Intermezo

Bagi yang suka berkirim kartu pos, T-Shoppe juga menjual kartu pos + prangkonya (tanpa penambahan nilai nominal). Asyik banget nih, jadi bisa kirim postcard tanpa ribet nyari kartu pos untuk membeli prangko. Waktu itu aku beli dan kirim untuk diri sendiri. Postcardnya sendiri sampai kurang dari 2 minggu, jadi postbox yang ada di T-Shoppe ini trustable! Hehe 🙂 selain itu, T-Shoppe juga menjual kebutuhan beberapa barang seperti peralatan mandi, makanan dan minuman juga souvenir. Asyiklah!

P.S : Tolong abaikan bahasa Melayu yang mungkin kurang pas dan agak ngaco itu ya hihi. Mencoba mengingat-ingat percakapan tersebut ketika perjalanan berlangsung soalnya 🙂

????????????????????????????????????

Postbox di T-Shoppe

Iklan

94 thoughts on “Cara Asyik Jelajah Langkawi : Sewa Kendaraan

    • Nggak mbak Ira. Malah sewa mobil lebih gampang. Seingatku aku cuma ditanya ada SIM atau tidak, dikasih lihat dan selesai. Nggak pake dicopy kayak pinjam motor di T-Shoppe 🙂

  1. Tempat wisatanya banyak ya Om. Itu petanya penuh saking banyaknya lokasi yang bisa dijelajahi :hehe. Kalau saya, kayaknya bakal milih motor aja Om, soalnya supaya gampang kalau mau ke mana-mana, lagipula saya tidak bisa menyetir mobil :haha. Terima kasih banget buat infonya, ini berguna sekali :)).

      • Kalau sumber daya sudah memadai, pasti ke Langkawi, Om :haha. Tapi Palembang dululah :hihi.
        Oh iya ya, mereka tidak menyiapkan jas hujan. Atau menyiapkan, cuma harus bayar sewa?

    • Iya dong Gar, ke Palembang dululah 🙂
      Kalo jas hujan aku lupa nanya, tapi setahuku nggak ada. Cuma kalo jaket tebal berbahan kulit memang ada disewakan dengan harga MYR 10. Simpelnya kalo kena hujan ya berteduh dulu. Kalo nggak ada tempat teduh, hajar aja, biar jadi pengalaman dan jadi cerita seru di blog hahahaha

  2. Seru sekali membaca ceritamu Yan, jadi ikut merasa deg-degan pas mau nyewa motor or mobil, takutnya kan kita kena harga yang selangit karena wisatawan. Hihihi untuk dialognya udah pas kok Yan buatku, tapi nggak tahu juga buat yang terbiasa ngomong dengan orang Malaysia 😀

    • Asyiknya di sana, kebanyakan harga sudah ada tarifnya Wan. Kayak harga taksi, gak perlu takut diajakin muter-muter lantas argo membengkak tapi di sana semua tarif jelas 🙂 beli voucher taksi di kiosnya dan tinggal duduk manis.

      Untuk sewa motor harga juga udah pasaran sih macam MYR35 buat motor, kuncinya tanya sama penduduk lokal dulu 🙂

  3. kebetulan aku nak de rencana ke Langkawi. Thank you!!, kalau saya mungkin akan sewa sepeda saje seperti di Melaka waktu tu. (hahah sok pakai bahasa Malaysia). Tambahin post tentang itinerary di Langkawi juga dong om, terima kasih 🙂

    • Haha, boleh… boleh, sewa sepeda pun comel-lah hahaha.

      Itinerary kasarnya, 2 hari ya.

      Hari pertama : Pagi pantai cenang, langsung ke cable car, trus ke Eagle square

      Hari kedua : pantai Tengah dan main-main, cuci mata di pantai Cenang.

      Nah sebetulnya kalau mau hopping island juga bisa di hari ke-2 karena masih banyak sekali waktu.

      Tentang Langkawi akan aku tulis satu per satu 🙂

  4. Itu dia, nggak nerima SIM Indonesia. Coba bisa kalayapan sudah jelajah Malaysia ujung ke ujung. hehehe Kapan kapan coba sepeda ontel, Makasih infonya Yan

    • Untungnya di T-Shoppe bisa 😀 dan di bandara pas sewa mobil juga nggak ada kendala. Hanya kios-kios tertentu aja yang mengharuskan punya sim internasional mbak 🙂

  5. Thanks a lot om atas informasinya, kira kira akhir bulan juli ini pas ga ya untuk ke langkawi? Takutnya di malay lagi musim liburan…
    untuk berkendara dilangkawi apa aman? Minta info hotel murah yg recomended donk, ya sekiranya dekat dengan pelabuhan yacht gitu hehe

    • Terima kasih juga sudah mampir di blog ini mas Rahmadi 🙂
      Menurutku, Langkawi cocok didatangi pada saat bulan apapun. Juli sepertinya belum masuk musim hujan ya? paling nggak kalau mau jalan-jalan nggak terhalang hujan. Berkendara di Langkawi aman pake banget hehehe. Kalau hotel murah yang deket pelabuhan yacht setahuku nggak ada. Ada satu atau dua hotel mewah di dekat situ. Kalau mau hotel murah adanya di kawasan Pantai Cenang. Coba cek di Agoda.com atau booking.com. FYI, aku menginap di guest house The Cottage Langkawi.

      • Langkawi kn aman cz ia pulau mo kluar msuk aksesny klw gx bandara ya jembatan yg kepenang itu,jd gx heranlah klw kunci mobilny ditaruh ddlm mobil aman logikanya gt,

        • Even Langkawi merupakan pulau yang… katakanlah terisolasi, tetapi menurutku hal tersebut tetap saja mengejutkan mas Rindo. Salut dengan keamanan di sana 🙂

  6. Ping-balik: Gimana Rasanya Bergelantungan di Langkawi Cable Car? |

  7. Dulu waktu masih tinggal di Singapur, Langkawi udah sempat masuk dalam waiting list. Eh nyatanya sampe sekarang belum sampe-sampe juga kesana.. 😀

  8. Cakepp.. next week mau gelandang gelinding di langkawi after krabi, alhamdulillah nemu tentang sewa menyewa di web si om..,tapi di pelabuhan juga ada kan om gerombolan rental mobilnya? Krn kita rencana nya dr krabi naek van nyambung ke ferry nyampe langkawi.., *deg degan juga nih*

    • Komen sebelumnya yang tanpa spasi aku biarkan saja ya 🙂

      Itu dikomen melalui hape jadul dengan fitur yang sangat terbatas. Dikomen sesaat sebelum lepas landar karena khawatir setelah lepas landas akan susah mendapatkan akses internet, jadi begitulah keadaannya hehe. Maaf atas ketidaknyamanannya.

  9. Om.. ane udah di langkawi nih, just info aja.. di pelabuhan juga ruame gerombolan penyewaan mobil.. alhmdlh ane dpt kia picanto 50 rm/hr, 😊😊

  10. Hahaha.. iya om.. ane sih baliknya tetep pake ferry, backpacker kere (n) gitu lohhhh.. tp syg nih, asap dr negara kita ampe kmari, ane jadi emoh mau naek skybridge n skycab… hadehhhh ..lugi laa klo gini.. 😷

  11. Ping-balik: Elang Gagah Diantara Pesona Dua Pantai di Langkawi |

    • Idealnya 2 sd 3 hari mbak/mas. 2 Hari cukuplah, cuma kalau mau hoping island tambahin sehari lagi. Itinerary? ntar aku bagi di rekapitulasi postingan mengenai Langkawi ya 🙂

  12. Klo blm pernah jalan kesono…nyewa mbl takut sesat ga ya…gmn sih pak cik supaye saye pede nak jalan sorang…trus ade polis ga ya…trus macet ga ya..trus ada polisi tidur ga ya ..makasi pakcik

    • Tidak perlu takut tersesat karena Langkawi itu kecil dan berbekal peta sederhana di airport kita bisa berkeliling Langkawi dengan mudah 🙂 polisi ada tapi jarang terlihat dan polisi tidur tak ada.

    • Huaaaa aku gak paham soal RON Weasleh eh Ron 95 atau 97, barusan aku googling ternyata 2 jenis minyak di Malaysia gitu ya! :)) maafkan, aku gak ngeh, jadi waktu itu aku gak inget isi yang mana. Tapi kalo kuliat di google, dengan logo warna kuning, kayaknya aku sering pake RON 95 deh.

      Soal berapa banyak? sekiranya aja. Aku isinya sedikit-sedikit hahaha.

  13. Tahun 2014 lalu bisa sewa perodua 50 ringgit untuk 24 jam. Dapat nya cari di google, trus sms an, janjian di bandara, kasih SIM A dicatat. Udah gitu aja. Gak pake jaminan dll. Nama kontaknya Fauzi, lupa no hp nya, dia berkongsi dg kawannya punya 40 kereta/mobil yg disewakan. Yg lucu, isi bensin nya swalayan, tinggal kasih uang ke kasir di minimarket, bensin mengalir sesuai yg kita bayar. Meski jiran dan serumpun, banyak hal yg unik juga.

    • Paspor iya, sebagai identitas. SIM nggak perlu tentu 🙂 kalau sewanya di hostel tempat menginap ya tinggal sewa aja, krn identitas tamu udah ada mereka.

  14. Om ndut, mau tanya. Saya Insya Allah bulan ini mau ke Langkawi. Klo menurut om ndut, prefer sewa mobil di bandara (Kak Zeti) atau di T-Shope ya? Mohon infonya 🙂

    • Halo mas Irawan 🙂 jelas sewa mobil di bandara (gak harus ke kak Zeti, ke mana aja boleh, terakhir teman yg kesana bilang di luar bandara lebih murah, maksudku masih di area bandara tapi di luar pintu kedatangan) kenapa? Kl sewa di T Shope, mas harus keluar ongkos lagi ke pusat kota jadinya rugi

      • Berarti nanti Saya cari di sekitaran luar bandara aja kali ya, biar lebih murah. haha. Oiya Om ndut, Saya kan gak punya SIM Internasional, cuma ada SIM A, masih tetap bisa sewa kendaraan (di sekitaran bandara) kan yaa? Atau ada syarat lainnya?

  15. selamat datang ke langkawi saudara2ku dr indonesia….jika kamu sering travel,ada baiknya kamu memiliki lesen international agar legal dimana2 negara.harga petrol ron95 RM1.70 seliter.jika mahukan suasana desa,menginaplah di homestay penduduk kampung.jgn risau,anda tidak tersesat d pulau itu.panduannya,cari arah ke Kuah jika tersesat.jgn lupa menaiki kereta kabel & melalui jambatan gantung.jika cuaca baik,anda boleh melihat hingga ke teluk siam.jika berkunjung ke langkawi geopark,anda akan merasai pengalaman memberi makanan kepada helang liar.tukaran wang semasa rm310 = 1 juta rupiah…..tahun depan LIMA2017.pertunjukan & pameran pesawat & kapal militer antarabangsa/international.waktu itu mungkin sewa hotel sedikit meningkat tp sewa homestay masih sama kerana homestay milik org melayu.budi bahasa lebih utama…

    • Terima kasih informasinya bang Ahmad. Untuk lesen internasional agak payah sikit, coz kita orang harus ke Jakarta dulu karena lesen internasional hanya dapat dibuat di Jakarta.

      Nanti kalau ke Langkawi lagi saya akan cuba menginap di homestay 🙂

      • sama2…jika begitu tak mengapa.cuma pastikan anda tidak melanggar peraturan jalan raya & memakai topi keledar/helm/helmet di jalan utama.jika di jln kampung tak mengapa.peraturan/hukum lalulintas tak ketat/keras disini. polis disini mesra pelancung/parawisata.di malaysia,jika polisnya berseragam putih celana hitam itu adalah polis yg menjaga peraturan jalanraya.ia juga dipanggil polis trafik.berseragam biru adalah utk peraturan biasa.sy juga pernah berwisata ke bandung & jakarta.layanan org indonesia sungguh baik,makanan enak,gadisnya cantik….mungkin juga sy akan ke ranah minang.tempat asal leluhurku

  16. Saya datang dgn ferry dari kuala perlis bln nopember mendarat di kuah jetty?. Sy mau wisata 3 hari.pertanyaan sy 1. Apakah ada bus dari kuah ke pantai cenang? 2. apakah jika saya menyewa motor di kuah, pengembaliannya di tempat lain misanya di pantai cenang atw pun di airport langkawi. 3. Apakah jika bermalam di kuah apakah , suasana kuah cukup bagus? .tks

    • Halo bang Saor

      1. Disana nggak ada bus umum. Adanya taksi aja. Tapi silakan dicek lagi.
      2. Coba cek apakah perusahaan penyewaan motor yang aku tulis punya cabang di Kuah, jika iya, harusnya dapat dikembalikan di semua cabangnya.
      3. Kuah sepi bang, mending di kawasan pantai Cenang aja yang rame. Kuah itu wilayah pelabuhan, jauh dari keramaian hehe

    • 1.setahu sy tiada bas dilangkawi.hanya teksi,van,motor sahaja.bas yg ada cuma utk wisatawan yg dtg dlm rombongan @ grup yg ramai 2.boleh cuma ada caj tambahan rm10.harga sewa sehari rm30-rm40 3.jika mahukan tempat shopping yg hampir dgn hotel,kuah lah tempatnya.jika mahukan suasana desa dikelilingi sawah padi,kena cr di bahagian dlm sedikit.jika mahu hampir dgn pantai,chenang @ pantai murni Nov & dec ramai wisatawan eropah & my sendiri(kerana cuti sekolah).mungkin harga hotel sedikit mahal tp jgn risau jika gagal membuat tempahan via internet kerana banyak motel/losmen,homestay,rumah org kampung yg disewakan tp tak di iklankan d internet.anda boleh walk in.langkawi kecil.jika tersesat,cr sj jln menghala ke Kuah

      Sent from my Windows Phone ________________________________

    • Nyebut gimana? antar liter sama uang gitu?

      kalo di sana, seingetku bayarnya per-ringgit. Jadi bilang aja mau isi berapa ringgit gitu.

      3hr 2 malam gak cukup jika mau ke SEMUA tempat hehe,tapi sebagian besar tempat iya, lumayan banget itu 3 hari kok.

      • di my,ada 2 jenis petrol iaitu RON97 & RON95.harga utk bulan november ialah RON95 = RM1.95 RON97 = RM2.25 per liter.jika anda membayar pd juruwang/kasir,cakap/bilang nombor pam(ada tertera di pam),jumlah yg mau di isi,RON apa.isi sj RON95 lebih murah.contohnya ‘ pam 8,5 ringgit,RON95’

        jika anda menggunakan kad kredit,hanya perlu berurusan di pam sj kerana sudah ada terminal kad kredit.tiada jumlah minimum tp ada jumlah maksimum iaitu RM200

  17. Yang ingin saya komentari adalah bahwa di sana gak ada tukang parkir liar sambil membatin kapan ya di negara kita warga dan aparatnya bisa “SADAR” seperti di Langkawi itu. Tukang parkir liar di negara kita ini ada di mana-mana Omnduut. pengalaman saya terutama di Malang naudzubillah… ke ATM, Minimarket, Warung, Fotokopi, dll hampir pasti ada kang parkir dua ribu perak itu. Udah gitu kang parkir cuma nongkrong dan ngambil duit parkir doang tanpa karcis. Dibantu juga kebanyakan kagak. Jadi ya mohon maaf kalau saya bilang seperti PEMALAK.

    Yang saya gak habis pikir juga kenapa pihak berwenang gbs ngatur ya. Udah jelas2 keliatan, masa iya pejabat gak ad yang liat? kesannya kota jadi sembrawut. jangankan orang asing, saya sendiri aja risih dengan “hal-hal biasa” macam itu.

    #TepokJidat

    • Setuju mas. Bukannya kita gak mau keluar duit ya, tapi tukang parkir ini “pekerjaan” bagi orang pemalas. Di Palembang ini juga sama, bahkan di kawasan tertentu bisa “dipalak” hingga 10 ribu.

      Itu yang bikin aku bener-bener nyaman di Langkawi, sampe 2 kali ke sana dan gak bosen rekomendasiin temen-temen buat berwisata ke sana.

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s