Pelesiran

Ingin Melihat Keindahan Kebun Tulip? Ke India Saja!

DSC_0022

.

  • “Cinta adalah satu-satunya bunga yang tumbuh dan mekar tanpa bantuan musim.” Kutipan dari novel Two Lovely Hearts.

Saat memutuskan untuk melakukan perjalanan ke India tahun lalu, Aku, Indra dan Ahlan sempat berdiskusi tentang kapan waktu terbaik untuk mengunjungi India. Sempat tercetus untuk datang saat Holy Festival berlangsung. Namun rencana itu kami batalkan demi mengunjungi Tulip Garden yang ada di kota Srinagar, Jammu & Kashmir.

Jelaslah ya, ketimbang main tepung warna-warni di Holy Festival, kayaknya menggalaukan diri di kebun indah semacam Tulip Garden lebih menggoda, hehe, kan siapa tahu bisa kenalan sama cewek Kashmir, -lirik Chelsea Islan. Nah, setelah memantapkan itinerary, semesta seolah mendukung rencana kami itu. Kami mendapatkan tiket murah penerbangan dari Kuala Lumpur ke Kolkata pulang pergi dengan harga miring. [Intip rincian itineraryku di sini].

DSC_1023

Warna-warni bunga tulip

Selalu ada perjuangan untuk mencapai tempat-tempat yang indah, apalagi jika tempat itu berada di India. Setelah terjebak sistem jalan buka-tutup dari kota Jammu ke Srinagar, akhirnya kami bertiga sampai juga di salah satu destinasi yang dimuat pada buku 501 Must Visit Destinations versi David Brown ini.

Selamat Datang di Indira Gandhi Memorial Tulip Garden

Yup, nama lengkap kebun tulip ini adalah Indira Gandhi Memorial Tulip Garden. Untuk menuju ke sana sangat gampang, sewa saja bajaj. Kami bertiga menyewa bajaj untuk mengunjungi 3 taman. Mengingat jarak antara pusat kota Srinagar ke tulip garden terbilang dekat, maka taman inilah yang pertama kali kami kunjungi. Eh ya, omong-omong, bajaj di India itu beda-beda ternyata. Khusus di Srinagar ini, ada sekat antara supir dan penumpang. Jendelanya juga bertirai, maklum mayoritas masyarakat di sana muslim jadi ya, semacam upaya untuk menjaga pandangan 🙂

Tak sampai 20 menit dari kawasan Dal Lake tempat kami menginap, kami tiba di gerbang masuk dan diharuskan membayar tiket. Harganya murah banget! Untuk dewasa kami hanya membayar INR 50 atau sekitar IDR 10.000. Tidak ada pembeda antara turis asing dan turis lokal seperti halnya saat masuk ke Taj Mahal di Agra (bayangin, tiketnya INR 750, sedangkan warga lokal INR 10 saja! Sekarang malah naik jadi INR1000). Mana udahnya ditangkap petugas pula di sana! Ckckck.

Melihat foto ini aku jadi terkenang gimana menghabiskan uang hasil THR di saat kecil dulu *sekarang sih udah abege Yang paling diingat itu ialah uangnya dibelikan mainan. Kebanyakan senapan berpeluru meledus (ya saat ditembakkan, pelurunya terbakar), atau senapan berpeluru bulat kecil buat nembak pepaya *stt ini bahaya banget Paling sering juga uangnya dibeliin komik atau novel. Pernah juga buat nonton film India dan horor di bioskop *nonton ber-13 bayarnya 12 karena kehabisan tiket hehehe Lantas THR sekarang buat apa? Ditabung aja buat pelesiran…. syukur-syukur pelesirannya bareng kamu neng. Kapan nih? Auk Foto : diambil di loket penjualan tiket ke kebun tulip di Srinagar, India #Quote #trees #TulipGarden #Tulip #Garden #Flowers #Colorful #Srinagar #India #JammuCity #LocalPeople #IndiaDaily #IndiaStreet #IndiaPicture #indiapictures #streetphotography #streetphotographyIndia #_hoi #_soi #AmazingIndia #VisitIndia #ExploreIndia #BeautifulGarden

A post shared by Haryadi | OMNDUUT | Yansyah (@omnduut) on

Begitu masuk ke dalam…

Langsung deh tuh nyebut-nyebut nama Allah Swt. Huaaa, cakepnya sungguh kebangetan! Rasanya beruntung banget bisa mengunjungi taman seindah ini. Oh ya, di pintu masuk kedatangan juga disediakan kursi roda bagi pengunjung yang membutuhkan. Untuk menggunakannya juga nggak harus bayar alias gratis! Sungguh, aku salut dengan pengelola kawasan ini.

Taman Tulip Terluas di Asia

Dengan luas area yang mencapai 12 hektare itu, wajarlah jika kebun tulip yang berada di Srinagar ini dinobatkan sebagai taman tulip terbesar di Asia. Eh ya bagi yang belum tahu, di Jepang dan Australia  juga ada loh taman tulip. Aku belum pernah kesana, namun menurutku taman tulip di Srinagar ini pastinya jauh lebih bagus dan indah ketimbang yang ada di Jepang (Bernama Tonami Tulip Fair) dan Australia (disebut Tesselaar Tulip Festival).

Kenapa?

Karena taman tulip ini terletak tepat di kaki bukit Zabarwan. Gugusan bukit sepanjang 32 kilometer yang membentang dan menghiasi panorama kota Srinagar. Jadi, selain melihat taman yang elok dan cantik, pengunjung juga dihadiahi pemandangan perbukitan yang sebagian puncaknya terselimuti salju. Bukan main indahnya!

DSC_1003

Gugusan bukit Zabarwan. Indah sekali!

Bagi yang demen sama bunga tulip, mungkin “naik haji”-nya kunjungan taman tulip itu baru tercapai jika berkunjung ke Keukenhof yang ada di Belanda. Tapi kan ke Eropa mahal kakak-kakak. Jadilah sementara bagi yang mau melihat keindahan bunga tulip, bisa datang ke Srinagar ini. Eh ya omong-omong, pada tahu dong sebetulnya tulip ini berasal dari Turki?

Tapi ya gitu, walaupun Turki sebagian kawasannya berada di Asia dan sebagian lagi di Eropa, tetap saja, lebih murah jika berkunjung ke Srinagar hehe. Namun, tidak menutup kemungkinan nanti bisa melihat hamparan bunga tulip yang ada di Istanbul Tulip Festival. Doa dan usaha aja terus, biar nanti Allah Swt yang bantu mengeksekusi impiannya hehe.

Si Cantik Banja Luka

Namanya juga berada di perbukitan ya, jelas cuaca disana terbilang dingin. Apalagi untuk penduduk Indonesia yang biasa hidup di iklim tropis. Saat kami datang ke Srinagar, cuaca sudah mulai peralihan dari musim semi ke musim panas. Walau begitu tetap saja angin terasa mengigit.

"A tulip doesn’t strive to impress anyone. It doesn’t struggle to be different than a rose. It doesn’t have to. It is different. And there’s room in the garden for every flower. You didn’t have to struggle to make your face different than anyone else’s on earth. It just is. You are unique because you were created that way. Look at little children in kindergarten. They’re all different without trying to be. As long as they’re unselfconsciously being themselves, they can’t help but shine. It’s only later, when children are taught to compete, to strive to be better than others, that their natural light becomes distorted." Marianne Williamson. . . . . . . #Quote #trees #TulipGarden #Tulip #Garden #Flowers #Colorful #Srinagar #India #JammuCity #LocalPeople #IndiaDaily #IndiaStreet #IndiaPicture #indiapictures #streetphotography #streetphotographyIndia #_hoi #_soi #AmazingIndia #VisitIndia #ExploreIndia #BeautifulGarden "Neng, abang kasih seikat bunga, mau? "Duh, eneng lebih suka bunga bank." "Yakin cuma bunga bank doang? Gak sama dana induknya?" "Nah, itu baru bener!" *AbangPingsan

A post shared by Haryadi | OMNDUUT | Yansyah (@omnduut) on

Aku, Indra dan Ahlan puas mengamati hamparan bunga tulip. Ada area-area tertentu tempat diaman tunas tulip dipelihara. Namun sebagian besar tulip yang ada di sana sudah mekar sempurna. Dari papan nama yang ada di tiap-tiap kawasan, aku baru paham bahwa tulip pun ternyata ada jenis-jenisnya. Aku cek di mesin pencari, setidaknya ada 25 jenis tulip. Aku kurang paham klasifikasinya seperti apa, mungkin saja dibedakan dari bentuk ukuran ataupun warnanya.

DSC_0008

My travelmates! Yang kiri pengkhianat, sudah tidak berprikejombloan 😀

Misalnya saja si Banja Luka ini. Selain merupakan nama sebuah kota di Bosnia & Herzegovina sana, Banja Luka juga merupakan nama tulip. Bisa jadi dinamakan demikian dikarenakan tulip jenis ini awalnya ditemukan/kembang biakkan di sana. Yang jelas bunganya sangat indah! Ada gradasi warna di kelopaknya.

DSC_0012

Si cantik Banja Luka

 Tapi awas!

Sekagum-kagumnya kalian terhadap bunga tulip yang ada di sana, jangan sampai kalian memetik dan dengan sengaja merusak bunga yang ada di sana. Dendanya 10 kali lipat dari harga tiket masuk atau INR 500!

DSC_1007

Et, gak boleh memetik ya. Kena denda!

“Duh aku ingin banget pelihara tulip, ada jual bibitnya nggak?”

Seingatku tidak ada penjualan bibit ataupun bunga tulip di sana. Cukuplah keindahannya kalian nikmati secara langsung atau paling tidak abadikan dengan kamera. Lagian, jika membawa tulip hidup, belum sampai ke Indonesia juga pasti udah layu dan rusak. Jika mau menanam dari bibitpun nggak mudah, karena tidak cocok dengan iklim di Indonesia. So? Nikmati sajalah ya sepuasnya! 🙂

Ada Sakura di Tulip Garden

Terletak di sudut area taman, secara tidak sengaja kami mendapati ada 4 pohon sakura (cherry blossom) berukuran besar berdiri kokoh di sana.

“Wow, main ke taman tulip berbonus lihat sakura,” batinku.

DSC_0021

Sakura Himalaya

Lagi-lagi alasan iklim nampaknya. Dengan iklim yang tergolong dingin, bunga sakura (yang di Khasmir ini disebut Wild Himalaya Cherry aka Prunus cerasoides) pun tumbuh subur di sini. Bahkan, pohon ini bisa berukuran hingga 30 meter. Keren ya!

Untung saja pohon yang kami temui ukurannya tidak terlalu besar sehingga masih bisalah foto narsis seperti ini hehe. Sebagian bunganya gugur, ntah karena terpaan angin atau karena faktor usia dan cuaca. Aku membayangkan bisa duduk-duduk di sana, gelar tikar sambil makan pempek kayak keluarga Nobita piknik pastilah sedap haha. Apalagi kalau ada eneng menemani, beuh!

DSC_0018

Indra diantara Sakura Himalaya

Danau Indah di Atas Bukit

Sudah dijelaskan sejak awal, toh jika area tulip garden ini gede banget! Makanya, jalan kesana kemari rasanya ada aja spot-spot menarik lagi cantik di sana. Didasarkan rasa penasaran, aku mengajak Indra dan Ahlan untuk berjalan setapak ke atas gundukan tanah di sisi area lainnya.

DSC_1026

Danau yang indah dan tenang.

Dan…

Lagi-lagi sebuah kejutan! Ternyata dibalik undukan hmm katakanlah bukit kecil, tersimpan danau yang cukup luas. Namun sayang arena danau ini berpagar sehingga kami tidak dapat berjalan ke muara danau dan menyentuh airnya yang pasti dingin itu. Seingatku danau ini bagian dari kawasan konservasi atau hmm… resort mewah? Opps aku benar-benar lupa.

Ya sudah, kami kembali menjelajahi area kebun yang luas ini. Silakan pandangi keindahannya dengan seksama. Bayangkan jika kalian melihat keindahan ini secara langsung 🙂

DSC_1024

Artinya : Jomblo dilarang baper!

DSC_0003

Magnificent scenery!

DSC_1011

Nyaman buat jalan. Kursi roda juga bisa lewat di jalan seperti ini 🙂

Jika lelah berkeliling dan merasa haus/lapar, jangan khawatir, di taman ini pun disediakan Food Point, area yang menjual berbagai macam makanan/minuman. Tak jauh dari sana juga disediakan penyewaan pakaian tradisional Kashmir dengan ornament-ornamen khas yang indah dan “ramai” 🙂 kami memilih untuk tidak menyewa pakaian tersebut.

DSC_1032

Yang lapar yang lapaaar

Bukan karena harganya yang mahal, namun percayalah, akan lebih pas jika menyewa dan mengenakan pakaian tradisional dengan pasangan hehehe.

Aku yakin kalian pasti sudah mendengar pesona kecantikan dan ketampanan penduduk Khasmir. Dan memang benar, rasanya sulit menemukan penduduk Kashmir yang jelek hehe. Karena mayoritas beragama Islam, ketampanan dan kecantikan itu makin klop dengan keramahan mereka. Lebih-lebih jika mereka tahu kalian datang dari Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Masih ingat kan cerita keramahan keluarga Shabir, pemilik restoran Rock View yang pernah aku ceritakan dulu? Penduduk Kashmir lainnya ya ramahnya begitu juga. Tidak semua memang, namun jika dibandingkan dengan kehidupan keras yang ada di Kolkata atau Delhi, jelas penduduk Kashmir terasa jauh lebih bersahabat. Walaupun situasi provinsi ini bergejolak pasca perpecahan India dan Pakistan tahun 1947 silam.

Provinsi Jammu & Kashmir sendiri masih menjadi bagian dari India (walaupun sebagian wilayahnya masuk ke Pakistan dan ada yang berbatasan dengan Tiongkok). Walau begitu, sesungguhnya penduduk Kashmir mengharapkan mereka dapat menjadi negara berdaulat yang berdiri sendiri. Hmm….

DSC_1027

Jadi turis, diajakin foto sama turis lokal dari Mumbai 🙂

Saat tulisan ini ditayangkan, Kashmir tengah bergejolak. Aku hanya berharap konflik yang ada segera teratasi agar semakin banyak orang yang berkesempatan mengunjungi sekeping surga di bumi ini. Dari sebuah taman “kecil” di Srinagar ini saja aku yakin akan banyak orang yang berminat datang ke sana. Namun tentu saja harus didukung dengan situasi yang aman dan kondusif.

Ya, semoga saja situasi yang aman segera menjadi milik Kashmir kembali. Karena aku tak sabar ingin kembali ke sana. Bersama dia…

DSC_1033

Uhuk!

  • Tulip Garden
  • Cheshma Shahi Road, Rainawari, Srinagar
  • Jammu & Kashmir 1900001
  • Buka sekali dalam setahun antara Maret sd Mei
  • Info di jktourism.org atau kashmirtourism.org
Iklan

62 thoughts on “Ingin Melihat Keindahan Kebun Tulip? Ke India Saja!

  1. Itu kalimat pembuka bikin makjleb dan baper.. Aaaaaaaa

    Nggak dapat pohon Cherry blossom yang warna pink? aku kemarin dapat banyak yang warna pink malahan, jadi beneran kayak “sakura”.

    Aku pas disini malah ketemu sama turis Indonesia, hehehe Kirain Malasyia eh ternyata ibu ibu rombongan dari Indonesia, Alhamdullilah akhirnya ketemu turis Indonesia di India.

    • Haha, mbak Zulfa gak boleh baper, baper hanya boleh dirasakan oleh yang jomblo hahaha

      Nggak dapet mbak yang warna pink, eh atau malah ada ya?
      Kami ketemu segerombolan turis Malaysia di Sonamarg. Om-om dan tante-tante yang menikmati hari tua. *mupeng

  2. Waahh bagus yaaa kebun tulipnya, beda suasana dengan yang di Belanda karena ada pegunungannya. Jadi tambah keren dan dapat suasananya, apalagi kalau ngajak pasangan ya Om *huahaha dibahas. Chelsea Islan bukannya pacarnya Chiko ya sekarang? *diperjelas hihihi. Aku tunggu naik haji ke Belanda lihat tulipnya Om. Jangan di Keukenhofnya, sepedahan lewat ladang2 tulipnya lebih yahuud dan puass. Aku pernah tulis di blog yg ladang tulip ini.

    • Iya, Chicko sudah merebutnya dariku #eh hahaha. Aku udah nemu tulisan mbak Deni, bagus buangeeeeeet! lebih banyak jumlah bunganya ketimbang yang di Srinagar.

  3. Lagi kagum-kagumnya baca tulisan dan lihat foto2 yg menakjbkan tau2 ada kalimat “gelar tikar sambil makan pempek kayak keluarga Nobita piknik” ituuuu rasanya ganggu banget om, pelis deh nobita tuh gak makan pempek om… beneran engga, duh!

    Emangnya tukang bajaj di Srinagar tuh cewek ya om? #GagalPaham

  4. Allah akbar, aku berkaca2 ngelihat indahnya hamparan tulip itu.indaaaah sekali. oot, om, udah pernah nonton film the lunchbox irrfan khan belum?

  5. Ping-balik: First Snow in My Life : Gulmarg in India! | Omnduut

  6. wow keren banget hamparan tulip di kaki gunung berbonus sakura..niatan keukenhof bisa tergoyang nih. lanjut intip itinerary, gday di bulan April ya Mas. Terima kasih ikutan menikmati tulip di postingan ini. Salam

  7. Ping-balik: Mendadak Jadi Pangeran Berkuda di Pahalgam | Omnduut

  8. Ping-balik: Menyusuri Old Delhi : Dari Qutb Minar, Tersesar di Labirin Urdu Bazaar & Chandni Chowk Hingga ke Jama Masjid | Omnduut

  9. Ping-balik: These are The Reasons Why You Will Say, “Wow, Amazing Japan!” | Omnduut

  10. Ping-balik: Membeku di Padang Rumput Emas : Sonamarg, Kashmir | Omnduut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s