Pelesiran

Ini dia Itinerary & 12 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berkunjung Ke India

Mhare Hiwda Mein Nache Mor, Tak Thaiya Thaiya

Inside my heart the peacock dances

Bhavre Ne Machaya Shor, Khili Dil Ki Kaliyan

The bee buzzes and makes noise, the flower-buds of the heart have blossomed

Badla Mausam, Badle Nazare, Ya Badla Hai Nazariya

The season has changed, the scenery has changed or has my view-point changed

Mhare Hiwda Mein Nache Mor, Tak Thaiya Thaiya

Inside my heart the peacock dances

*   *   *
DSC_0492

.

Sebelum panjang lebar menulis hal-hal apa saya yang harus diperhatikan sebelum berangkat ke India, aku mau berterima kasih dulu kepada raja Bollywood asal Jombang si AlidAbdul[dot]com yang sudah mau dirempongin dan ditanyain seputar video clip lagu India yang dari awal memang aku niatkan buat ditaruh di awal postingan ini.

“Lid, tolong infoin beberapa lagu India yang merepresentasikan keindahan alam dan kebudayaan India.”

Banyak banget judul lagu yang diinfokan Alid, eh ujung-ujungnya aku teringat lagu Mhare Hiwda dari film Hum Saath Saath Hain (1999) ini, jadi semua lagu dari Alid gak ada yang kepakai hahaha, gakpapa ya, Lid! Aku memilih lagu ini karena menurutku lagunya cukup mewakili apa yang aku cari. Misalnya saja, keindahan India terlihat dari keberadaan kuil-kuil tua dan gurun pasirnya (huaaa, jadi nyesel batal ke Jaisalmer) sedangkan kebudayaannya terlihat dari tarian dan pakaian tradisional yang dikenakan beberapa bintang bollywood papan atas di video clip itu.

Diantara itu semua, lagu itu memunculkan kenangan tersendiri.

Kenapa?

Karena aku kenal lagu itu sejak usia SD. Dan, bisa jadi, hasrat untuk dapat mengunjungi India sudah tertanam sejak kecil lewat lagu-lagu/film yang aku saksikan bertahun-tahun yang lalu itu. Kini, ketika backpacking sedang marak, banyak orang yang juga memiliki keinginan yang sama untuk dapat mengunjungi India. Nah, makanya, di tulisan ini aku berusaha merangkumkan apa-apa saja yang harus diperhatikan jika ingin berkunjung ke negeri Hindustani itu.

Semua hal yang aku tulis di bawah ini didasari oleh pengalaman pribadiku sendiri. Untuk itu, jika ada beberapa hal yang dirasa kurang sesuai, ya maklum saja. Pengalaman tiap orang tentu berbeda, bukan? Lalu apa saya hal-hal yang harus diperhatikan sebelum cus ke India? Ini dia!

1. Niat

Kenapa memilih India?

Jawabannya : Kenapa tidak?

India itu negeri yang sangat indah terlepas dari beberapa isu yang menyelimuti negara ini. Salah satunya yang mencolok itu mengenai kejorokannya yang (katanya) luar biasa. Eh, apa iya India sejorok yang dipikirkan orang? Menurutku sih ya nggak juga. Masih bisalah ditolerir-lah apalagi kalau yang udah biasa lihat wilayah kumuh di Indonesia. Aku sih belum ke China Mainland ya, tapi konon katanya di sana lebih ‘horor’ hehehe. Walau begitu, jika ada kesempatan ke Tiongkok, ya aku maulah. Masa iya cuma gara-gara takut jorok aku melewati kesempatan untuk berkunjung ke negeri sejuta pesona ini.

Percayalah, sebesar apapun kekhawatiran kamu terhadap India, sesungguhnya India itu sangat laik untuk dikunjungi. Istilahnya itu : highly recommended-lah!

2. Tiket

Kalau kamu gak punya pintu ke mana saja-nya Doraemon, itu artinya kamu butuh tiket pesawat untuk menuju India.

“Pake kapal laut bisa.”

tatapan mendelik.

“Menurut ngana? Kenapa gak sekalian nanya ‘Bisa jalan kaki kagak ke India’ coba?”

Ya, cara termudah menuju (salah satu kota) di India itu menggunakan pesawat. Alhamdulillah, ada AirAsia yang gencar memberikan tiket promo. Jadi ya, sekitar bulan Agustus 2014, aku dan 2 travelmates mendapatkan tiket Kuala Lumpur ke Kolkata PP itu hanya seharga 1,6 juta. Bayangin, tiket pesawat ke Bali aja belum tentu dapet segitu. Tapi… ya memang berangkatnya dari Kuala Lumpur, sih! Alhamdulillahnya sekali lagi, harga tiket Palembang ke Kuala Lumpur (begitu pula sebaliknya) juga ada yang promo.

So, begitu menemukan tiket promo, udaaah gak usah banyak mikir. Sikaaaaat!

3. Paspor & VISA

Inget ya, India itu adanya di luar negeri, bukan di dusun sebelah. Jadi ya tentu semua orang yang mau keluar negeri butuh paspor. Belom punya paspor? Ya bikin atuh! Banyak sekali blogger yang nulis step by step pembuatan paspor di blog mereka. Coba dicek deh. Eh ya sebelumnya, coba deh googling tulisan om Rhenald Kasali mengenai paspor. Tulisan itu kece beut dan sangat inspiratif, aku sendiri dulu beringasan bikin paspor setelah baca tulisan itu. Alhamdulillah, dari yang awalnya gak tahu paspornya dipake buat jalan ke negara mana, kapan bakalan dipakenya dan pake duit siapa eeh tahu-tahu adaaa aja jalan agar pasporku yang (awalnya) perawan itu lantas ternodai.

Hayo lekas bikin paspor! Apalagi naga-naganya nih, paspor Indonesia akan makin perkasa di kemudian hari. Dimulai dari Jepang yang sudah membebaskan visa untuk pemegang e-pasport, nah bisa jadi nanti lebih banyak negara yang memberikan kebebasan visa seperti  itu juga. Lumayan banget, kan?

Mengenai VISA, yup, India termasuk dari sekian banyak negara yang masih memberlakukan pengajuan VISA bagi pemegang paspor Indonesia. Tata cara pengajuan VISA India secara online sudah aku tulis selengkap-lengkapnya di sini. Cekidot!

unnamed (3)

Sisa rupee dan stempel paspor dari imigrasi India

4. Uang

Percayalah, godaan tiket promo belakangan ini sangat terasa begitu menggoda. Rasanya nih ya, pingin dibeli semua. “Lebih baik menyesal beli tiket promo ketimbang menyesal nggak beli,” begitu kata sebagian orang. Huaaa, dengan berat hati aku harus setuju dengan anggapan itu. Namuuuunn…. Nih ada tapinya… untuk sekarang ini aku berusaha lebih realistis terhadap kemampuan keuanganku. Toh, pelesiran itu bukan hanya tentang tiket yang murah, bukan? Biaya hidup dan ongkos selama diperjalanan harus benar-benar dipertimbangkan.

Walaupun dik Cindy Cenora bilang kita harus Cinta-Rupiah-Biar-Dolar-Dimana-mana, Nah, di India, mata uang yang berlaku itu rupee. Jadi, sebelum berangkat, ada baiknya kalian mempersiapkan uang rupee terlebih dahulu.

Terus terang, ketika berangkat aku gak membawa rupee sedikitpun. Ya harap maklum, di Palembang, aku harus nukar di mana coba? Nah, berbekal informasi dari dunia maya yang bilang kartu debit dapat digunakan di India, aku pede aja menginjakkan kaki di India tanpa membawa rupee.

Hasilnya? Hwaaaaah ATMnya tidak dapat digunakan! Untung banget Ahlan –salah seorang travelmate, membawa sedikit rupe yang cukup digunakan untuk membayar taksi dan membeli tiket kereta untuk kami bertiga. Lalu, apa yang terjadi dengan kartu debitku? Sabar ya, aku akan tulis di postingan terpisah. Makanya, stay tuned di blog Omnduut hehehe.

5. Itinerary & Observasi

Seberapa penting itinerary? Hmm, jawabannya sangat relatif. Bagi yang suka tantangan, itinerary itu mengekang kreatifitas dan dapat mengurangi keseruan selama perjalanan. Apalagi bagi orang yang sangat ketat dengan itinerary, maka perjalanan serasa dikejar-kejar setan. Tapi, bagi yang punya dana dan waktu terbatas, itinerary menjadi penting untuk dapat mengerem pengeluaran yang nggak perlu termasuklah untuk membatasi pergerakan orang-orang yang suka lupa waktu di satu tempat (saat belanja misalnya :p) sehingga dapat mengacaukan seluruh rangkaian perjalanan.

Perjalanan kami ke India akan dilakukan lebih dari 3 minggu. Maka, setidaknya kami harus membuat daftar perjalanan secara garis besarnya. Misalnya saja kota mana saya yang akan kami kunjungi. Nah, ini adalah bagian yang serunya! 🙂 namanya juga 3 orang dengan 3 keinginan yang berbeda. Di sinilah akan kelihatan bagaimana watak teman jalanmu kelak. Apakah tipe orang yang egois atau tidak. Alhamdulillah, walaupun harus melewati perdebatan seru, kami bertiga (akhirnya) sepakat mengenai kota mana saja yang akan kami datangi. Hal ini pun setelah melewati beberapa pertimbangan, terutama masalah jarak dan waktu tempuh.

Di postingan ini pula aku membagikan itinerary sederhana yang aku buat menggunakan excel. Aku bagikan buat pembaca blog Omnduut dengan harapan itinetrarynya dapat bermanfaat. Penjelasan detail mengenai itinerary akan aku jabarkan di poin-poin selanjutnya dari tulisan ini.

Intinya sih, walaupun itinerary sudah dibuat dan dijadikan acuan dalam perjalanan, jangan pula hal itu menjadikan perjalananmu terasa begitu kaku. Sebagai traveler, kita harus siap dengan segala sesuatu/hambatan selama diperjalanan. Sebagai informasi, kami harus merelakan kunjungan ke Jaisalmer karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan kami melakukannya. Kami juga harus membatalkan untuk berpartisipasi menjadi tenaga sukarelawan di Mother Teresa House karena lagi-lagi terkendala waktu.

Mau itinerarynya? silakan ambil : Itinerary India 2005 Omnduut dot com

6. Akomodasi

Nih ya, salah satu kelebihan dari India itu apa-apa murah! Termasuklah biaya akomodasi aka penginapan. Coba lihat itinerary yang aku buat, dari berbagai situs pemesanan hostel/hotel seperti agoda[dot]com atau booking[dot]com, kita masih dapat menemukan penginapan bahkan seharga tak sampai Rp.20.000! Tapi… ya tergantung jenis penginapannya juga sih ya. Yang harga segitu biasanya bertipe dorm/asrama yang satu kamar rame-rame.

DSC_0845

Dapur umum di sebuah hostel di kota Amritsar, India.

Aku sudah mempersiapkan daftar penginapan murah di setiap kota, walau begitu aku tidak memesan satu kamar pun selama di India. Kenapa? Karena perjalanan kami itu sangat fleksibel. Dengan India yang unpredictable kami memutuskan untuk mendapatkan penginapan secara go show. Nggak sulit kok, karena penginapan di India itu buanyaaaak. Kita bisa memilih harga yang sesuai kantong dan… kita lebih lebih kita bisa nawar langsung ke pemiliknya!

Karena di selama di India kemana-mana kami naik kereta, jadi kebanyakan juga menginap di kereta. Selain itu kami juga menggunakan situs pertemanan couchsurfing[dot]com di beberapa kota. Bukan hanya untuk alasan berhemat semata, namun dengan tinggal di kediaman penduduk lokal kami dapat mengenal dan melihat secara langsung kehidupan masyarakat lokal di India.

Jadi, mau pesan penginapan atau tidak, tergantung dari kebutuhan masing-masing, oke!

7. Transportasi

Sebagian besar traveler yang ingin mengunjungi India paling pusing mengenai hal ini. Dan terus terang, 90% persen emosi jelek kami selama di India juga terkait dengan masalah transportasi ini. Tahulah ya, India itu negara besaaaar. Untungnya transportasi kereta apinya dapat menjangkau (hampir) semua wilayah di India. Tak heran kereta api adalah transportasi yang menjadi andalan dan bisa jadi merupakan jalur kereta tersibuk di dunia.

Idealnya, semua tiket kereta api untuk perjalanan rute domestik sudah dipersiapkan sejak di Indonesia. Silakan cek di beberapa blog, ada yang sudah menuliskan hal ini secara lengkap. Ada anggapan bahwa, “jika elo gak dapetin tiket sejak dari tanah air, mending gak usah ke India.” Nah, kami bertiga ingin mematahkan anggapan tersebut.

????????????????????????????????????

Becak dan bajaj saling berebut membelah jalan kota Delhi

Hasilnya? Kami bisa survive!

Memang gak mudah sih tapi ya nggak mustahil juga. Bisa kok beli tiket go show. Toh memesan secara online pun gak menjamin tiket yang dipesan sudah fix 100% dapat digunakan. Kemungkinan besar tiket yang dipesan statusnya waiting list. Dan…. Banyak hal yang menyebabkan ini dapat terjadi, misalnya saja keberadaan tour & travel yang menjual tiket kereta ada main mengenai hal ini :p Cerita tentang kereta api di India aku akan tulis secara terpisah.

Transportasi lainnya yang kami gunakan selama di India itu bajaj. Uniknya, masing-masing kota bentuk bajajnya beda-beda. Ada yang kecil seperti di Delhi, ada yang besar seperti di Amritsar. Ada juga yang bersekat seperti di Srinagar. Sebagian bajajnya sudah pake argo loh walaupun pengemudinya masih lebih demen main tembak dan tawar menawar harga. Cerita mengenai ini akan aku tulis secara terpisah juga ya!

8. Waktu Terbaik

Saat pencarian tiket di bulan Agustus 2014, tiket promo kebanyakan berada pada bulan Maret & April. Sebetulnya bulan ini cukup tepat jika mau ke India karena tengah musim semi yang artinya cuacanya cukup bersahabat. Inget gak berita tewasnya ribuan orang di India dan Pakistan selama musim panas tahun ini? Nah, musim panas itu terjadi pada bulan Mei & Juni. Jika gak mau kepanasan, mending pilih berkunjung di bulan lain.

DSC0290322

Memundurkan jadwal demi datang ke Tulip Garden

Ketika itu, kami sempat galau antara ingin menyaksikan holi festival di bulan Maret atau Tulip Garden di bulan April. Karena tulip garden nampak jauh lebih menarik, maka kami mengambil keputusan untuk berangkat April 2015.

Bagi yang belum tahu, India itu punya 5 musim! Musim dingin berlangsung pada bulan Desember hingga Februari, musim hujan pada bulan Juli sd Agustus dan musim gugur pada bulan September hingga November. Hei hei hei, aku menyentuh salju pertama itu di India, loh! Alhamdulillah banget ketika datang di bulan April, saljunya masih cukup tebal padahal biasanya jika mendekati peralihan bulan maka salju di Gulmarg sudah mulai mencair.

Rezeki anak soleh…

9. Mental

Tiket udah punya. Visa udah siap. Uang ada. Nah jangan lupa siapin mental ya! Heh? Kok kesannya serius sekali? Hahaha, ya gak juga sih. Tapi memang India itu menawarkan sejuta kejutan. Kita harus siap ketemu orang yang tidak ramah bahkan cenderung ketus. Siap-siap juga dengan semua keterbatasan di India. Siap-siap dengan ketimpangan kesejahteraan disana, juga harus tahan banting kalau kena scam 🙂

Selain itu, kalian harus bersiap takkala menjumpai pemandangan spektakuler yang bisa bikin bengong dan gak habis pikir, “bener ini gue di India?”, juga, harus siap dengan keramahan orang India yang walau baru ketemu udah dianggap kayak anak sendiri. Siap-siap juga mendapatkan pelajaran tanpa tepi di negeri Aamir Khan ini.

Kamu suka bepergian? Kunjungilah India… setidaknya sekali dalam seumur hidupmu. Rasakan sensasinya melakukan perjalanan di negara ini dan kamu akan tahu kenapa cinta terhadapnya akan tumbuh walau tanpa diminta.

????????????????????????????????????

Di tingkat 2 kereta sleeper class. Kereta penuh jadi hanya muat aku seorang dengan 3 buah backpack 🙂

10. Bawaan

Batasan bagasi dari maskapai membuat aku harus putar otak dalam membawa bawaan. Sebelum ke India, aku akan menghabiskan waktu seminggu di Malaysia sehingga praktis aku akan kelayapan sebulan penuh. Lantas, aku bawa baju berapa banyak? Ya normal sajalah, yang penting gak melebihi jatah bagasi dari pesawat (yang hanya 7 Kg itu). Pilah mana yang penting dan mana yang dapat ditinggalkan. Ini mau jalan-jalan loh bukan pindahan hehe. Yang penting seperti peralatan mandi dan obat-obatan jangan sampai kelupaan. Makanan kering juga aku bawa secukupnya.

11. Bahasa

Pergi ke negara asing biasanya akan mencuatkan kekhawatiran orang-orang terhadap bahasa. “Bagaimana nanti ngomongnya? Aku kan gak bisa bahasa Inggris/India?”

Ya, sebagian besar penduduk India mampu berbicara setidak-tidaknya 2 bahasa ini. Bahkan para tunawisma di jalan-jalan pun tahu caranya meminta duit dengan bahasa Inggris. Gak bisa bahasa Inggris? Sama kok, aku juga gak jago-jago amat. Tapi minimal juga nggak yang buta-buta bangetlah sampe-sampe kalau nanya dimana WC kudu akting orang kebelet pipis dulu hehehe.

Jangan khawatir untuk melakukan perjalanan hanya karena (merasa) gak mampu berbahasa asing. Buktinya, banyak kok wisatawan yang melakukan perjalanan tanpa kemampuan bahasa yang memadai. Jadi ingat sebuah quote tentang ini, “Ada satu bahasa yang tumbuh besar bersama manusia tanpa membutuhkan kamus : bahasa memahami”

12. Faktor Keamanan & Kesehatan

Ini adalah isu besar lainnya seputar India. Yakni keamanan dan kesehatan. Jika mau bepergian ke India, penting untuk mengetahui setidaknya kondisi alam, politik dan kemanan di sana. Fakta mengenai banyaknya kasus pemerkosaan di India bikin traveler (terutama wanita) antipati untuk mengunjungi negara ini. Sebetulnya sih, menurutku India itu cukup kondusif ya asal turisnya dapat menjaga diri dan menempatkan diri dengan keadaan sekitar.

Coba bandingkan 2 analogi ini.

Kamu di persimpangan jalan, ada 2 cabang jalan yang dapat mengantarkanmu ke tujuan.

Jalan A, nampak remang-remang, terlihat beberapa pemuda tengah duduk-duduk sambil tertawa nggak jelas. Masing-masing dari mereka memegang botol minuman (mungkin botol kokah-kolah berisi cuko pempek). Sedangkan jalan B, nampak terang, orang lalu lalang dan nampak aktifitas warga yang kondusif. Di ujung jalan juga nampak petugas security gedung yang berjaga.

Pilih yang mana?

Jika kamu memilih B, jelas kamu akan baik-baik saja selama di India (InsyaAllah). Begitu denger kasus pemerkosaan, semua langsung panik tanpa mencari tahu dulu penyebabnya. Setahuku nih ya, korban pemerkosaan itu adalah perempuan yang mabok, habis dari diskotek tengah malam dan berjalan dalam kondisi teler. Nah kalo kamu bisa menetapkan jam malam buat diri sendiri (terutama di kota-kota sepi) ya harusnya gak perlu khawatir. Waspada boleh, namun jangan jadi parno. India itu cakep loooh.

Lalu, mengenai kesehatan. Dari sebelum berangkat juga harus dijaga staminanya. Melakukan perjalanan berminggu-minggu dengan pergantian musim yang ekstrem (dari ketemu salju eh langsung masuk gurun pasir) jelas membutuhkan fisik yang prima. Selama di India juga harus dijaga. Istirahat yang cukup dan hindari konsumsi makanan yang nggak jelas. Eh bukan berarti gak boleh icip street food ya! Makanan di India itu aduhai enaknya (terutama di Old Delhi dan Srinagar!)

*   *   *

Itu dia hal-hal yang kayaknya cukup laik untuk diperhatikan jika ingin berkunjung ke India. Dalam beberapa hal, poin-poin yang aku sampaikan di atas juga relevan jika dipakai untuk mendatangi negara lain. Kalau beneran tertarik ke sana, tolong sampaikan salamku untuk mbak Kajol, ya! eaaa.

Iklan

87 thoughts on “Ini dia Itinerary & 12 Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Berkunjung Ke India

  1. iya, aku juga gitu Cek, mentalku belum siap.. 3 minggu keliling india yang memang sedikit crowded dan bawa anak? 😀
    kayaknya india belum berani, selain duit juga wkwkwkw

  2. Tulisan ini keren sekali!

    Paling suka deh baca tips traveling yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Langsung dapat feel-nya.

    Nyatet point 12. Intinya semua tergantung si traveler ya kalo mau sehat dan aman.

  3. Hebat euy… Bang Nduut ikutan atuh. Enaknya dapet tiket promo terus. Jadi pengen nyusul.

    Bang Ndut emang Top, selalu merekomendasikan blog2 orang hebat. Kali lain saya juga mau merekomendasikan blog Abang di tulisan saya ya.

    Eh, jangan lupa souvenir buat saya. Gkgkgk.. 😆 *dilempar martabak sama Bang Ndut*

  4. Kakak aq jg mau ke India bulan July tahun depan … Udh booking tiket pp KL -Hyderabad eh gak tau Nya AirAsia buka rute Baru KL – Delhi. (Penyesalan tiada akhir hiks hiks )

  5. Lebih baik menyesal membeli daripada menyesal tidak membeli.. okheyy tiruchirappali (kota apo ini) or trichy we are coming 😄😄😄😄😄😄 makasih itinerary nyaaa prok prok prok…mhantabz

  6. Ping-balik: 7 “Kejutan” di 24 Jam Pertama di India |

  7. nah itu dia naik kereta di tingkat 2
    semoga besok pnya foto yang lagi tiduran di tingkat 2 nya
    makanan india, aku sukaaaaa…
    pengen kesana, banyak temen di new delhi, srinagar india, srinagar kashmir
    etapi aq tak pnya keberanian, bukan hanya karena alasan keamanan saja
    alasannya cuma 1: belum pernah nyoba hahahaha

    kalo ke pakistan gimana mas yayan? ga kepengen?
    aq pengen banget kesana sama ke kashmir, tapi entahlah
    *nglirik bocil* :))

    • Pakistan? huuuiiihhh mbak KEPINGIIIINNN BANGET! apalagi pasca baca bukunya Agustinus dan aku like fanpage tentang Pakistan gitu, wooow mupeng. Bahkan di Amritsar, Pakistan tinggal selangkah aja mbak. Sudah diperbatasan, tapi visa nggak ada.

  8. Asyik bgt baca blog nya..aq bln maret 2016 ini mo ke india,semua dah siap nih cm visa aja yg blm kelar..mo nyobain voa nya sprt di blog omnduut..tp..hadeh takut salah…kita kan gaptek ya..ok deh wish me luck yaa…ditunggu cerita lainnya

  9. Ping-balik: Rona Cemas Saat Ditangkap Petugas di Taj Mahal |

  10. Ping-balik: 10 Langkah Mudah Proses Visa On Arrival India Secara Online |

  11. Ping-balik: Satu Malam Bersama Kaum Sikh dan Serunya Menginap di InnDia Boutique Hostel Amritsar |

  12. Salam kenal mas, mampir kemari karena sedang mempersiapkan perjalanan ke India maret nanti. Baru beres diurusan tiket sih, visa, iten serta rencana akomodasi masih kabur, makanya cari-cari informasi di sini, blognya sungguh sangat membantu. Saya dan teman akan berangkat akhir maret buat holi, wish me luck, kalau ada yang penting untuk dipersiapkan lagi, kasi tau ya mas hehehehe

    • Halo mas Iman, terima kasih juga sudah mampir 🙂

      Semoga perjalanannya lancar ya. Sedikit saran, apapun yang akan ditemui di India nanti, dibikin asyik aja. Kalo dapet hal-hal yang kurang menyenangkan, anggap itu akan jadi cerita/tulisan menarik di blog hehehe. Silakan buka kategori INDIA di blogku, beberapa tips lain tertuang di tulisan lainnya. Ditunggu catatan perjalanan di India-nya di blog badakpemimpi.

  13. Ping-balik: Mencicipi Makanan Kaisar Mughal di Restoran Terbaik di Asia : Karim Restaurant |

  14. Senang sekali saya baca tulisan om ini, kebetulan tanggal 2 ini saya akan mengikuti conference di hyderabad. Mohon info tempat belanja suvenir dan tempat wisata di Hyderabad dong ooom…..

  15. Yaan, aku jadi tergoda pengin ke India tapi-tapi Baby Ai mau lahir he3
    Mungkin untuk saat ini Keluarga Biru harus puasa dulu mbolangnya, nunggu anak-anak sudah besar dan bisa diajak mbolang yang penuh tantangan.

  16. Suka bgt baca blognya. Kebetulan aku juga ada rencana mau ke india bulan november ini. Siapa yg mau ikut..hehehe

  17. Om nduuutt makasih bgt wacananya ya , aku ada rencana bulan juli ini mau ke Patna bihari di india , bisa suggest kira2 pas gak ya klo berangkat pas bgt setelah idul fitri , coz acara nikahan temanku 3 hari sesudahnya

  18. Ping-balik: Cara Lain Menikmati Keindahan Taj Mahal : Berkunjung ke Mehtab Bagh | Omnduut

  19. Ping-balik: Saat Harus Merasakan Gempa Nepal di Varanasi, India | Omnduut

  20. Ping-balik: Ingin Melihat Keindahan Kebun Tulip? Ke India Saja! | Omnduut

  21. Pengen juga ke India om. Oiya aku mau tanya, nanti waktu kita sampe di india, kelengkapan apa aja yang ditanya? Lain paspor, visa, apa harus ada yang dibayar lagi di airport? Atau apakah di cek uang yang kita bawa berapa/ada jumlah minimal uang yang dibawa? Makasih om

    • Pengalamanku 2 kali ke India gak pernah ditanyain uang mas 🙂 paling mereka minta kasih lihat tiket pulang.

      Kelengkapannya cukup paspor dan visa aja 🙂 gak ada bayar apapun lagi.

      • ngggg.. tadinya mo nanya, apa perlu bawa dollar selembar dari sini , atau di tukerin aja sekalian ke rupee. .. tapi kalau gak di tanya juga ya gak usah tuker deh.. toh ada yang jemput …

  22. Ping-balik: First Snow in My Life : Gulmarg in India! | Omnduut

  23. Ping-balik: Membeku di Padang Rumput Emas : Sonamarg, Kashmir | Omnduut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s