Di beberapa tulisan, saya sering berceloteh jika senang mengunjungi kota yang memiliki wisata airnya. Kenapa? Soalnya biar jadi bahan perbandingan dengan Palembang yang terkenal dengan Sungai Musi-nya. Nah, saat berkesempatan dua kali mengunjungi Istanbul dalam rangka tugas sebagai TL, bersama rombongan saya menjajal wisata cruise-nya.
Memang gak water to water ya jika dibandingkan dengan Palembang hehe. Soalnya, di Istanbul ini adalah selat. Untuk wisata sungai kota Bangkok atau Melaka jauh lebih cocok. Saya bahkan pernah nyobain ikutan river cruise di Melaka dan langsung sirik berharap Palembang juga punya. Sayangnya, lebih dari 10 tahun ke sana, belum juga ada hiks.
Nah, sebagai ibu kota negara dengan kunjungan lebih dari 16 juta orang di tahun lalu, jelas Istanbul lebih siap dalam menyiapkan cruise bagi wisatawan. Jujur, dulu saat nyobain, saya nggak tahu alurnya gimana. Terima beres aja sebab semua udah dihandle oleh guide lokalnya. So, di tulisan ini saya berusaha coba kulik bagi kalian yang akan ke Istanbul dan berniat untuk ikutan cruise-nya ya.

Pemukiman di sekitaran Selat Bosphorus.
Naik dari Mana?
Di sepanjang jalanan Istanbul apalagi yang bersisian dengan Selat Bosphorus itu deretan kapal pesiar terlihat parkir di pinggian jalan. Loket-loket penjualan juga dengan mudah ditemukan. Nah, dari 2 kali nyobain Bosphorus Cruise, saya dan rombongan naik dari 2 tempat yang berbeda.
Tapi, umumnya wisatawan itu naik dari Kabatas Ferry Terminal, soalnya ini paling populer dan gampang diakses. Naik tram T1 juga bisa dan turun di stasiun Kabatas. Nah, dari sana cukup jalan kaki 5 menit (kalo ngesot kalikan 4 aja hehe) untuk menuju dermaganya.
Alternatif lain bisa juga ke Eminonu yang lokasinya dekat dengan Tower Galata. Atau, juga bisa via Cibali/Golden Horn area tergantung operatornya.

Kapal yang kami naiki. Kecil, ya? tapi lumayan juga untuk mengakomodir satu rombongan.

Jembatan yang di bawahnya banyak terdapat restoran.
Setelah tahu di mana memulai perjalanannya, pertanyaan selanjutnya, berapa biayanya?
Yang paling murah itu naik Sehir Hatlari atau Feri Umum di mana untuk trip jangka pendek biayanya sekitar TRY 170-340 atau setara IDR 90-180 ribu. Kalau mau yang long tour dan menyusuri Selat Bosphorus secara penuh itu biayanya TRY 320-640 setara IDR 170-350k. Tapi karena ini feri umum ya nggak ditemani guide, ya! Tapi jangan khawatir, apa yang dilihat tetap sama kok hahaha.
Yang paling banyak dipakai oleh turis (dan sepertinya saya dulu juga ambil paket yang ini) adalah cruise biasa dengan durasi 1-2 jam perjalanan. Biayanya EUR 12-30 atau IDR 200-500 atau sekitar USD 7-18 untuk paket dasar. Nah, udah ada guide yang nemenin dan kapalnya juga lebih nyaman.
Rute yang sama tapi waktu perjalanan berbeda ya harganya juga bisa melonjak tajam. Kalau kalian nyari suasana romantis (tapi ke sananya sendirian karena jomlo weee) bisa ambil Sunset Cruise di golden hour. Biayanya EUR 25-60 atau sekitar IDR 450k-1 juta.
Kalau mau sekalian makan malam, ya bisa cobain Dinner Cruise di mana selain disuguhkan makanan, akan ada show-nya juga. Hmm, kayaknya pertunjukan tarian khas sana deh ya. Iya, maksud saya tuh belly dance hehe. Biayanya berapa? Yakni EUR 55-95 atau sekitar IDR 900k-1,7m.

Kapal-kapal pesiar lainnya

Bayangin aja dulu punya properti di sini.

Bisa duduk juga di area sini kalau kuat sama dinginnya hahaha
Kurang mewah? Gas aja ikutan trip luxury yacth yang biayanya dihitung ribuan lira di setiap jamnya. Oke, bagi kalian yang sudah mencapai level uang-bukan-masalah, bisalah cobain paket perjalanan yang satu ini haha.
Eh untuk beli tiketnya bisa on the spot ya, tapi saya barusan cek di situs penjualan nganu (gak mau saya sebut, soalnya udah lama gak dikasih job sama mereka haha) juga tersedia. Bahkan, ya lebih murah. Tapi saya gak sampai proses check out sih ya, bisa jadi pas mau bayar ada biaya pajak dsbnya pula. Cek sendiri langsung aja gaes!
Digigit Angin Turki
Dua kali ke Turki, keduanya sedang dalam musim dingin. Jadi, ya kebayang ya saat ikutan cruise-nya dan berada di area terbuka kapal, anginnya tuh kerasa banget mengigitnya! Tapi ya show must go on. Belum tentu juga soalnya bisa ngerasain pengalaman yang sama lagi.
Dan sebagai TL yang ganteng dan baik, saya juga punya kewajiban tak tertulis untuk bantu mendokumentasikan rombongan yang butuh tongbro (tolong bro) untuk ngefoto atau ngevideoin. Alhasil, dengan tangan yang beku, saya harus sigap mengabadikan momen yang diinginkan sama rombongan.

Rombongan gak takut kedinginan ^^

Kapal kami saat melintasi Jembatan Bosphorus.

Kapal kami saat berpapasan dengan kapal pesiar.

Saat gak tahan digigit angin, ya udah melipir ke area dalam ini. Lumayan menghangatkan diri sejenak.
Eh intermezzo dikit haha, di perjalanan yang sama, tepatnya di Kapadokia, saya pernah loh minta tolong salah satu rombongan buat fotoin saya dan…. Saya ditolak. “Aduh gak kuat lepas sarung tangan.” Hmm baiklaaah. See, jadi kebayang ya betapa dinginnya saat itu?
Kapal yang membawa kami berjalan dengan kecepatan sedang. Ada banyak sekali tempat wisata terkenal yang kami lalui. Seperti Istana Dolmabahce yang merupakan Istana Ottoman bergaya Eropa yang berada di tepi air. Atau, Istana Curagan yang sekarang dijadikan hotel mewah. Eh bentar, saya intip dulu berapa biaya menginap di sana semalam. Ternyata yang termurah aja 10-12 juta gengs! Dan yang paling mahal sekitar USD 50k/malam. Mantab!
Lalu, ketika kapan terus berjalan, kami akan melewati Jembatan Boshporus yang merupakan ikon utama Istanbul modern. Ini dia salah satu jembatan yang menghubunga Istabul sisi Eropa dan Asia. Di dekat jembatan ini ada pula Masjid Ortakoy yang walaupun ukurannya kecil tapi estetik sekali. Saya kalau bisa kembali lagi ke Istanbul dan jalan sendirian, mau coba salat di sana, ah.

Masjid Ortakoy yang berdiri tak jauh dari Jembatan Bosphorus

Galata Tower

Not sure, ini Hagia Sophia deh kayaknya hwhw.

Aku waktu cruise di sini bulan Oktober, jadi dingin banget di atas dek itu. Yang lucu aku juga sempat melihat warga Turkiye mancing dari atas jembatan. Sungguh itu mirip banget dengan warga 62
Haha betul, itu jembatannya ada di foto di atas. Cuma emang orang mancingnya gak keliatan jelas mbak ^^
Belum pernah ke Turki euy, harga udah naik ajah. Padahal pengen banget ke Hagia Sophia. Sammaa…aku juga suka bangunan heritage bersejarah. Bisa lama kalau mengamati arsitekturnya.Pengen juga loh, ikut grup yang TL-nya Om Ndut deh. Pastinya seru dan engga khawatir foto-foto pasti lengkap karena ada tongbro…hehe…
Hwhw makasih mbak. Sayangnya aku udah lama gak dapet panggilan lagi dari grup. Mereka lebih memprioritaskan TL yang ada di (dekat) ibukota. Wajar sih, menghemat cost mereka kan soalnya.
Haha sempet kode keras ke situs nganu itu ya bang. Semoga habis ini tulisannya trending dan kembali dapat email tawaran kerja sama aamin YRA.
Selama ini ngeh selat Bosphorus dari pelajaran pengetahuan umum saja. Ternyata banyak penggemarnya dan dijadikan destinasi wisata juga ya. Pantas saja cuirse-nya sendiri ramai sampai ada beberapa pilihan kelas.
Kompasiana? hahaha
Amiin amiin, kalaupun gak ada kerja sama, ada rezeki lain dari saku sendiri. Amiiiinn
ughh.. seru banget mas, melintasi selat Bosphorus pakai kapal pesiar Cruise. Jadi ngebayangin angin laut yang dingin menerpa wajah brrr…sejuk. semoga daku juga berkesempatan melintasi selat Bosphorus yang bersejarah pada jamannya itu🥰
Alhamdulillah.
Saya selalu terkagum-kagum baca tulisannya Mas Haryadi, destinasi travelingnya selalu unik-unik
Termasuk ke Turki, yang dijelajahi selat Bosphorus
Mungkin karena saya turis standar ya? Cukup puas diajak ke pasar dan beli oleh-oleh, padahal banyak destinasi keren yang bisa menambah wawasan
Aku juga suka sekali main ke pasar tradisional Ambu. Gak harus di LN, di kabupaten sebelah aja aku senang ^^
Tapi jalan2 pas musim dingin tuh seru Yan. Foto2nyo menurut aku lebih bagus2 karena kito pake pakaian yang dak pacak kito pake selamo di tanah air.
Kebetulan nian, aku beberapo bulan ini kebatin pengen nian balik lagi ke Istanbul. Karena di perjalanan terakhir ke Turki itu aku cuma punyo waktu 6 jam bae. Jadi banyak tempat yang belum sempat aku kunjungi. Sempet naik cruise ini. Naiknyo dari di pinggir dekat jembatan itu. Diajak jugo makan di resto yang di bawah jembatan. Unik sih situasinyo. Befoto di pinggir jembatan bawah sementara banyak wong mancing di pucuknyo.
Ah. Semoga terwujud keinginan balik lagi ke Istanbul. Pengen puas2 menyusur kota ini bae.
Ah kudu balik lagi nian itu yuk haha, 6 jam sangat kurang. Aku yang punyo 1 hari 1 malam bae kurang hwhw. Kebayang kl ayuk Annie balik ke Istanbul, akan dapet banyak foto cakep dan pengalaman yang seru.
Seru banget bisa ikut nyobain cruise. Aku juga pecinta air, kalo bepergian ke luar kota, pengennya ke tempat wisata air. Jangankan cruise ke Turki, ke negara ASEAN aja ku belum pernah nih. Pengen banget.
Bismillah, semoga ada kesempatannya, ya.
Saudara saya pernah cerita, gagal naik balon udara karena katanya cuacanya buruk ga kebayang deh rasa dinginya kayak gimana.kenapa ya laut atau sungai disana warnya selalu biru bening gitu enak diliat ga kayak sungai di kita.Katanya sih 50 tahun yang lalu air sungai musi juga sebening ini.
Betul. Walau uangnya ada (mahal soalnya bisa 5 juta) tapi kl cuaca jelek gak ada berani pilot yang mau nerbangin.
Selat Borphorus cantik sekali. Tapi kalau trip di kapal gitu kudu kuat ya, mau ngonten malah mikir ini entar mabuk laut gak?
Tapi ku jadi pengen dinner cruise, sekalian makan dan menikmati suasana di sana.
Dulu Mas Yayan ke Turki tahun berapa? Untuk harga2 tersebut apa Masih berlaku atau ada kenaikan ya?
Aman mbak, kapalnya gede jadi terasanya tenang. Aku terakhir 2024. Harganya udah pada naik sekarang.
aku baru sekali naik cruisenya, itu juga Krn udah termasuk paket trip 😄. Lumayan lah yaaa, walau aku bukan penikmat wisata air. Tp mungkin Krn cuaca yg sejuk pas kesana, walau menggigit, jadi tetep bisa enjoy. Anginnya memang ga nyante mas 🤣. Dahlaah, rambut atau jilbab ga bakal bisa rapi 😅.
Cuma aku lupa kalau ditanya naik delman. Lah wong tinggal naik duduk manis 😄.
Sebenernya yaaa, belajar dari beberapa kali winter vacation, aku tuh skr LBH suka pakai sarung tangan yg bagian jarinya ada lubang. So, yg tertutup hanya telapak tangan dan setengah ruas jari.
Krn yg bikin menggigil kalau telapak tangan terbuka. Selagi itu ditutup, walaupun jari2 bagian ujung terbuka, tetap ga kedinginan. JD mudah ambil foto.
Sayang Indonesia ga banyak wisata begini ya mas. Atau mungkin ga ada? Padahal sungai dan lautan kita besar. Kurang perawatan sih iya
Nah baru tahu aku ada sarung tangan modelan gitu. Mengingat butuh operasikan gadget ya, yang menciptakan sarung tangan itu oke banget hahaha.
Ya, di Indonesia agak jarang. Kecuali Indonesia Timur yang yaaa harus sewa kapal khusus dan biasanya dipakai untuk bermalam juga kayak di sekitaran Labuan Bajo.
Aku ngarep banget Palembang bisa jadi penggeraknya.
Langsung ngebayangin dong punya properti disanaa.. trus menikmati pagi dan senja dengan view kapal yang brlalu lalang.. Aduuuh Amiiiiin, hahaha. Untung ngehayal mah gratis. Itu nginep di istana Curagan, semalem 12 juta. Tidur semalem aja udah bisa bayar cicilan 5 motor honda beat kayaknya, hahahaha. Kebetulan istriku suka nontonin draktur (eh apa ya singkatannya?) di Youtube. Jadi sedikit banyak, aku sering liat pemandangan indah sungai-sungai yang ada di Turki. Agak mengkaget ya pakaiannya rada terbuka, padahal negaranya lumayan islami, hihihi
((DRAKTUR)) hahaha bisaaa bisaaa. Ya drama Turki juga lumayan ngehits belakangan ya.
Lihat semua fotonya, mulai dari langit biru air laut indah memukau, aduh jadi kangen liburan ke Pulau hahaha.
Asli keren banget sih wisata air Istanbul, apalagi pakai Bosphorus Cruise wah makin berkesan banget. Yang pasti emang kudu sedia uang, waktu, cusss deh liburan.
Tour leader keren ini judulnya. Tetap fotoin rombongan dengan hasil jepretan ciamik meski dalam kondisi super dingin. Salut sekali. Pastinya rombongan makin happy kalau punya TL macam ini ya. Bakalan ditandai buat “sama beliau aja TL nya all out” eaaaa.
Harapannya begitu haha, semoga rombongan hepi setelah difotoin.
Masyaallah indah sekali… Mau banget kalau suatu hari punya kesempatan buat merasakan Bosphorus Cruise. Apalagi pas sore menjelang sunset. Plus dinner juga boleh deh. Hahaha ngayal banget. Tapi siapa tahu ada rezekinya ya.
Tapi aku penasaran, gelombangnya besar nggak sih selama perjalanan ini?
Lumayan gede tapi karena kapalnya juga besar jadi gak kerasa
Bisaaa banget harusnya Palembang punya river cruise kayak di luar negeri gitu. Sangat potensial dan uangnya adaa, tapi sayangnya MBG lebih penting dari apapun di dunia ini, termasuk pariwisata T_T
Wah kebayang itu lagi musim dingin pasti di atas kapal apalagi bagian luarnya pasti dingin banget, yak! Wkwk but show must goes on, bener banget kapan lagi bisa dapat pengalaman ini mas, next time ke sana pun pengalamannya pasti beda lagi!
Iya, semogalah nanti ada cruise reguler di Musi. Amiiin
Nggak apa-apa kak ditolak gak bisa bantuin foto, daripada ditolak HRD karena salah jurusan melamar kerja, eh wkwkwk. Kebayang itu dinginnya, sama tangan beku. Daku mah mungkin gak hanya bakalan pake jaket tebel sama pakai sarung tangan tebel aja, tapi udah bakalan pilek alias bersin² karena gak kuat dingin. Kayak di dalam ruangan ber-es, padahal kalau pas di puncak sama di kampung malah kuat dingin. Beeuuh, gimana mau ke Spanyol coba wkwkwk.
Nggak apa-apa Kak ditolak orang, karena gak bisa bantuin foto, daripada ditolak HRD karena salah jurusan melamar kerja, eh wkwkwk. Kebayang itu dinginnya, sama tangan beku. Daku mah mungkin gak hanya bakalan pake jaket tebel sama pakai sarung tangan tebel aja, tapi udah bakalan pilek alias bersin² karena gak kuat dingin. Kayak di dalam ruangan ber-es, padahal kalau pas di puncak sama di kampung malah kuat dingin. Beeuuh, gimana mau ke Spanyol coba wkwkwk.
Haha ya, udah nrimo saat ditolak.
Ke Spanyolnya di musim panas aja hwhw
Seru banget ya mas jalan2nya. Sambil baca laut Turkiye, dibelakang saya pemandangannya sungai Cisadane, nih. Tapi gak water to water buat dibandingin ya mas heheheh.
Ketinggian gak sih kalau berharap wisata air di Indonesia bakal berkembang sebagus di Turki? Semoga engga ya.
Kita doakan saja, Mas. siapa tahu wisata air di Palembang bisa bagus seperti negara-negara lain. Aamin.
Dan dari foto-fotonya, wisata air di Turki ini sangat menyenangkan ya, Mas. Kapalnya bagus, dengan pemandangan yang indah. Hanya kendalanya itu angin yang sangat dingin. buka sarung tangan saja, tangan seperti beku. Semoga ada kesempatan pergi ke Turki juga. Aamin…
Widihhhh jadi ikut membayangkan betapa dinginnya “digigit” angin Turki sambil memegang kamera demi rombongan. Dedikasi sebagai TL memang luar biasa ya, tetap sigap meski tangan beku.
Diriku juga jadi membayangkan kalau SUngai Musi dibuat seperti ini ya, pasti jadi makin ciamik wisata air di Indonesia; semoga ke depannya wisata air di Indonesia bisa se-rapi dan semudah akses di Istanbul atau Melaka deh
AKu suka nih tulisan yang lengkap itin ama budgetingnya. ngebantu banget yang mau ngerencanaain trip sih ya
ah cantik sekali Selat Bosporus ini. Beneran jadi destinasi wisata menarik ya. Memang harus nyobain Cruise kalau kesana untuk menikmati keindahannya. Mesti pakai jaket tebal kalau ga mau masuk angin
Huaaaah enak banget ya jalan – jalan sama kapal pesiar. Aku tuh pengen sekali Om. Kalau ada yang sandar di Pelabuhan Perak sini kadang aku usahain lihat tapiii sering gagal karena ya lumayan jauh emang.
Pernah aku ke Manila ke sekolah kapal pesiar Star Cruise, wuih… replika kapal pesiarnya tuh oke banget. Mereka tuh di belakang bener bener kerja tapi gak keganggu sama kapal yang jalannya mungkin kena ombak atau apa, saking besarnya ya tuh kapal
Semua pemandangan yang disajikan tidak ada yang gagal deh ini. Memanjakan mata dan pengen segera ke sana juga. Pokoknya kalau ada rezeki harus baca lagi artikel ini sebelum benar benar naik kapalnya
Lha, iya juga ya, padahal Palembang bisa lebih “menjual” Sungai Musi. Kalau di Surabaya ada tu mas perahu keliling kali Mas, tapi aku ya belum pernah nyoba sih 😀
Oh ya ya Selat Bosphorus, keknya pas belajar Geografi atau bahkan Sejarah ya dulu, pernah mendengar namanya 😀
Wah iya ya kebayang kalau ada di dek kapal anginnya kenceng hehe, kudu sedia tolak angin keknya 😀
Owalah pas ke sana jadi TL to? Wah kudu tetep semangat ya di depan yang lain, kudu siap sedia dimintain jadi kang poto 😀
Pilihan kapalnya banyak ya, semakin pengen sepi tapi fasilitas banyak, makin mihil juga, haha ya iya laaahh. Apalagi yang ada fasilitas dinner tu kyknya menarik sekali.
Owh jadi selat itu yang menghubungkan Turki Asia dan Eropa yaaa, kebayang selat Madura jadinya haha. jadi mereka ada jembatan ya,kalau bepergian saling mengunjungi nggak perlu pakai kapal juga bisa berarti ya?
Mantul ya Turki ini soal maintain pariwisatanya. Bener2 banyak bangunan ikonik juga, sehingga wisatawan dimanjakan tak hanya bangunan, tetapi juga sejarahnya.
Tetap efektif pakai jembatan sih kalau kulihat. Eh mereka juga ada trem sih.
Iya, Palembang harusnya bisa banget nonjolin wisata sungai. Sekadar susur 30 menit sd 1 jam melihat kehidupan warga asli pinggiran sungai pun udah menarik sekali.
Wah keren yayan jadi tour leader ke Turki, iyaa mestinya bisa jadi bahan studi banding nih pengusaha Palembang ke Turki yaa biar bisa mengikuti jejak mereka bikin cruise yang menarik untuk wisatawan di Palembang..
Jadi menginspirasi memang ^^
Aku pikir cuma genji yang berani nolak orang dan mentingin selflap.Ternyataaa.. gen milenial juga kaaahh??
Saking dinginnya yaa..
Kangen sama TL seriesnya omnduutt..BIasanya umroh plus Turki gini, di Turkinya berapa lama yaa??
Enaakk ada trip pake cruise-nya ginii..Mestinya ini sekitaran bulan Desember kah?Lebih nyaman bulan apa kalo pingin Turki ga dingin yaa??
Omnduut kek dr. Gia yaakk..Backstage energy… katanya. Soalnya ga pernah kliatan fotonyaah..
Yang nolak ini gen z sih haha.
2 kali dapet program umroh plus turki daku dapat jadwal penuh yakni semingguan di Turkinya. Sebab ada yang di Turkinya cuma explore Istanbul aja 1-2 hari. Kalo aku sampe ke Kapadokia yang jauh banget itu haha
Semoga TL series akan ditulis lagi dalam waktu dekat ^^ untuk ke Turki kayaknya bulan Februari-Maret udah lebih bersahabat. Tapi udah gak kebagian salju
Oh iyayaa.. orang ngejer pen liat salju.
Bener siiyh.. kek kapan lagi megang salju kan yaa..
Yan aku jadi penasaran kalau jadi TL buat umroh gitu Yayan menjelaskan juga nggak sih terkait tempat yang dikunjungi gitu. seru banget pasti ya menemani jamaah umroh dengan berbagai ceritanya
Nggak mbak, sebab sudah ada local guidenya orang asli sana (tapi bisa bahasa Indonesia) yang menjelaskan. Aku bantu-bantu seksi sibuk aja, macam koordinasi, mengingatkan peserta meeting point dsb.
Seru sekali baca pengalamannya,Kak! Membaca tulisan ini malah membuat saya ikut terpesona membayangkan kemegahan Istana Dolmabahce dan estetikanya Masjid Ortakoy dari tengah selat.
Trims
sukses jadi kompor nih mas wkwkwk, tanpa dikomporin saya susah memasukkan Turki dalam daftar impian wisata nih, semoga suatu saat bisa menikmati indahnya negara Turki, sering dapat cerita dari teman yang tinggal di sana, dia menikah dengan warga Turki.
kalau ikut trip seperti itu, itenarynya langsung satu paket ya ga perlu bingung nyusun sendiri
bener, dan biaya trip ke Turki ini nggak semahal itu. Biaya terbesar ada di pesawat, tapi tur hariannya murah apalagi lira lagi anjlok sekarang.
Cantik banget selat Bosphorus ini ya omnduut. Smg aku ntr bs ke sana melihat kecantikan Turki dari water to water. Udh kebayang sih meski cmn melihat Turki dari water, kecantikannya udh kelihat. Ga kebayang kalo turun ke darat dan melihat hasil peradaban di sana.
Smg Omndut ntr bs bawa pengalaman berwisata ke Turki ini ke Palembang. Biar pariwisata di bumi Musi ini makin keren kyk di Turki.
amiin, kemarin sempat ada anak palembang tour guide yang katanya mau mewujudkannya (bikin reguler trip) semoga kejadian 🙂
Ah senangnya
ke Turki kadi lebih istimewa klo pakai cruise seperti ini
bisa melihat cantiknya selat Bosphorus
Yoa