Pelesiran

Kenapa Kapok Jalan Bareng Teman?

.

“Yayan mah gak suka jalan rame-rame.”

Itu yang sering saya dengar dari orang-orang terdekat tentang kebiasaan saya jalan-jalan. Well, sebetulnya itu nggak benar haha. Seenak-enaknya jalan sendirian, tetap lebih asyik kalau jalan bersama teman atau kerabat. Asalkan, orang yang diajakin jalannya enak, nggak manja dan egois. Traveling itu kan mau hepi-hepi, ya! Cuma kalau kedapatan teman jalan yang nggak asyik, trus berujung berantem di jalan, ya rusak rencana berliburnya.

Semandirinya saya jalan sendiri, ada di saat-saat tertentu saya butuh teman ngobrol buat ngerumpiin orang misalnya wakakak, apalagi kalau jalan yang orangnya nggak ngerti bahasa Indonesia, uh enak banget ngatainnya #eh. Atau juga, saat nemu objek wisata bagus dan saya butuh orang buat foto, kan lebih enak minta tolong temen jalan. Maklum, biarpun bawa tripod, tetap saja foto yang diambil oleh manusia rasanya lebih bernyawa, eaaa.

Kalau jalan sendirian kan gak bisa norak-norak bergembira berjamaah kayak gini hahaha. Atau, kalau jalan sendirian gak bisa ngetawain orang kayak gini bersama teman hahahaha

Beraneka jenis perjalanan sudah saya coba. Dulu sih, saat masih cupu, eh sekarang juga belum hilang cupunya hwhw, jalan sendirian itu takut. Takut nyasarlah, takut nggak ngerti bahasa merekalah, takut dilamar oranglah –maaf yang terakhir ngaco hwhw, makanya butuh teman buat jalan. Saya pertama kali traveling “besar” itu tahun 2015. Gak tanggung-tanggung, sekali jalan langsung sebulan haha. Dan itu bersama 2 teman yang baru kenal dan bersama merekalah saya merasakan suka duka di perjalanan.

Kangen sih jalan rame-rame gitu. Terakhir saya traveling sendirian ke India. Ya ada enaknya, tapi kalau bisa jalan rame-rame, pasti lebih seru dan banyak dramanya hahaha. Tapi, hari gini ngerencanain jalan bareng sama temen itu susah.

“Heh, susah kenapa?”

Ya karena masing-masing punya kesibukan. Ada yang kerja sehingga cutinya harus diurus jauh-jauh hari, itupun kalau dikasih izin. Ada juga yang mesti urusin bisnisnya sendiri sehingga kalau ditinggal pergi lama bisa kacau. Ada juga yang tipe kayak saya, punya waktu unlimited, tapi mesti nabung dulu buat jalan, apalagi kalau jalannya berdurasi lama.

Eh, kalian pernah liat meme ini nggak?

Ada yang nasipnya begini? wakakak. Source : FP Meme Comic Indonesia

Hayo, siapa yang pernah berada di posisi itu? Hahaha. Saya yakin, para tukang jalan pasti pernah mendapati pengalaman seperti itu. Begitu kumpul dan ngerencanain jalan-jalan, uh pada heboh dan bilang mau ikutan. Beberapa bulan sebelum H,udah ada yang mundur karena ini itu. 2 Minggu sebelum hari H ada lagi yang batal ternyata mendadak dapet tugas kantor. Begitu terus hingga pada hari H akhirnya jalan sendirian haha, sungguh pilu.

Tapi sebetulnya ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan kalau emang mau pergi bareng teman-teman. Apa saja sih? Ini dia!

Seleksi Teman Sejak Awal

Teman atau sahabat yang kenal kita udah lama banget belum tentu cocok diajak jalan-jalan loh. Jadi, sejak awal, kita harus ketat menyeleksi mana saja yang sekiranya cocok diajakin jalan. Faktor penentunya macam-macam. Misalnya kayak saya nih, prinsipnya saya bisa jalan sama siapa saja asalkan si orang ini nggak egois dan mau menang sendiri. Trus, saja juga suka sama orang yang mandiri.

Jalan bareng itu nggak mesti harus bareng-bareng terus loh. Misalnya jalan ke satu tempat, kitanya suka eksplor kawasan kota tua, tapi si teman ini lebih suka belanja. Ya udah, misah aja. Nanti kan bisa janjian ketemu di satu tempat di waktu yang sudah disepakati. Coba kalau situasinya begini, trus kamu jalan sama orang yang egois dan nggak mandiri.

Berkat promo Scoot, saya bisa ajak sepupu untuk traveling bersama. Semua langsung berkomitmen dengan membeli tiket Scoot. Alhamdulillah sampai hari H, formasi masih lengkap.

“Gak mau, pokoknya kamu harus temenin aku belanja. Aku kan takut jalan sendirian. Trus kalau aku nanya gimana? Trus kalau aku gak bisa bahasa Inggris buat nawar gimana?”

Nah, yang model begini sih buang jauh-jauh ya buat dijadiin teman jalan bareng hahaha. Faktor lain yang menurut saya penting itu ialah nggak pelit. Saya sih kalau jalan bareng, biasanya pakai sistem bandar. Satu orang ngebandarin dulu, trus di akhir hari baru hitung-hitungan. Saya sering denger cerita ada yang jalan dan pengeluaran seperti ini sampe uang 1 sen pun diminta juga haha. Penghematan sih penhematan, tapi ya nggak gitu juga kali.

Oke, jika teman sudah diseleksi dan ditentukan, langkah selanjutnya mengontak mereka dan kasih gambaran perjalanan secara umum. Begitu udah disepakati maka yang selanjutnya dilakukan ialah…

Berkomitmen Terhadap Rencana Perjalanan

Cara berkomitmen paling mujarab yang saya sudah praktikkan itu ialah, jika sudah yakin mau berangkat, maka mulailah beli tiket pesawatnya. Alhamdulillah, sejauh ini saya pakai trik ini nggak pernah gagal. Siapa coba yang rela duit beli tiketnya hangus kan? Makanya, hanya yang berkomitmen tinggi yang berani melakukan itu.

Contohnya, saat saya merencanakan perjalanan ke Singapura tahun lalu. Saya mengajak sepupu-sepupu saya yang kesemuanya punya aktivitas berbeda. Ada yang masih kuliah, ada yang sudah bekerja. Nah, saat itu saya terbantu banget dengan adanya promo reguler dari maskapai Scoot. Setelah utak atik tanggal dan bikin kesepakatan, ditemukanlah tiket promo dari Palembang ke Singapura di tanggal yang disepakati bersama.

Tanpa banyak mikir lagi, saya langsung eksekusi tiketnya. Padahal, saat itu masing-masing masih ada kemungkinan batal sih. Dari yang mungkin bentrok dengan jadwal kuliah (misalnya perhitungan hari libur meleset) atau juga cuti. Alhamdulillah hingga hari H, rencana kami berjalan dengan baik.

Masing-masing punya kesibukan berbeda. Bahkan ada kami tinggal beda kota. Namun, dengan semangat traveling bersama berhasil kami wujudkan, yeay!

Untuk ke Singapura sih bisa pakai maskapai lain. Tapi, saya memilih Scoot karena saya pernah coba saat ke Hong Kong dulu. Nyaman sekali. Klik di sini untuk melihat ulasan lengkap saya mengenai Scoot. Yang bikin saya hepi ialah jatah bagasi kabinnya yang 10 kg, beda dengan maskapai lain yang hanya 7 kg. Jadi, jalan ke Singapura sekalian belanja, bisa banget.

Scoot juga menyediakan layanan WiFi on board loh. Jadi gak perlu khawatir jika mau tetap eksis atau terhubung di dunia dunia nyata melalui dunia maya haha. “Kalau lapar gimana?” jangan sedih gengs, bisa banget pesan berbagai variasi makanan di pesawat. Oh ya, di beberapa armada Scoot yakni armada Boeing 787, tersedia stopkontak untuk mengisi daya gadget yang kamu punya.

Bagi yang butuh hiburan, bisa juga memanfaatkan fasilitas ScooTV jadi bisa nonton streaming deh. Dijamin perjalanan panjang kalian menjadi nggak membosankan. Jika kebetulan berada di Changi, bisa juga beli layanan Scoot-in-Style sehingga bisa memanfaatkan semua fasilitas di SATS Premiere Lounge. Bisa makan sepuasnya bahkan mandi di sana!

Terbang bersama Scoot 🙂

Ada satu lagi keunggulan Scoot yang baru saya ketahui, yakni Scoot sekarang udah kerjasama dengan Flexiroam dimana setiap pembelian Scoot melalui web, penumpang akan diberikan microchip Flexiroam X secara gratis dengan data sebesar 1 GB yang dapat digunakan di 64 destinasi Scoot. Penumpang hanya perlu bayar ongkos kirimnya saja. Dengan demikian, gak perlu lagi tuh ganti SIM Card tiap berpergian. Gimana nggak kece bana-bana tuh?

So, jika rencana perjalanan sudah dicanangkan sebaik itu, apalagi udah ditunjang dengan kepastian tiket, maka, perjalanan seru bersama teman-teman akan semakin mudah direalisasikan. Oh ya, udah tahu belum kalau selain di Jakarta, Scoot udah beroperasi di beberapa kota besar lainnya? Sebut saja Surabaya, Denpasar, Pekanbaru dan juga Palembang, yihaa!

Salah satu armada Scoot

Trus juga, stttt, sini saya kasih info, Scoot sekarang sedang meluncurkan promo tiket sebesar 25% lebih dari 30 destinasi menarik loh! Untuk mendapatkannya, cukup dengan memasukkan kode promo : SCOOT25 saat melakukan pembelian tiket.

Nah, tunggu apalagi, segera rencanakan perjalananmu bersama para sahabat ke destinasi impian kamu bersama Scoot. Buruan ya! Promo ini akan berakhir tanggal 31 Maret 2019. Untuk info lengkapnya kamu bisa klik di sini dan juga bisa intip Fanpage mereka di sini. So, saya tunggu cerita seru kamu jalan-jalan bersama teman di destinasi impian kamu, ya!

G I V E A W A Y

Bekerjasama dengan Scoot, saya mengadakan lomba di instagram berhadiah SEPASANG tiket Scoot yang dapat kamu gunakan berlibur ke destinasi impian kamu. Info lengkapnya silakan klik di sini, ya! atau langsung meluncur ke akun instagram saya di @Omnduut 🙂

Iklan

51 thoughts on “Kenapa Kapok Jalan Bareng Teman?

  1. Oh iya kemarin lupa bilang, salah satu sepupumu mirip temenku.

    Sebagai seseorang yang ekstrovert tapi independen dan idealis, aku nggak suka traveling rame-rame kecuali memang untuk acara persahabatan (contoh: naik gunung bareng, camping, jalan-jalan tipis ke Jogja, dsb). Selama ini biasanya berdua. Pernah drama sama 2 travelmate, yang satu nggak berakhir baik. Kalo sama-sama punya keinginan sendiri, harus mau pisah jalan. Kalo dia mau bareng terus, dia harus ngikut agendaku, huahahaha

  2. kalau ada teman mau jalan sama aku. Aku lihat dulu, dia sering jalan atau nggak (backpacking)? manja atau nggak? sering selfie atau nggak? terus yang perjanjian kedua, harus siap siap pisah, dalam artian ada waktu jalan jalan sendiri sesuai keinginan/agenda. Ntar ketemuan lagi di hotel. hehehe

  3. kapok jalan sama teman terjadi waktu dinas sama senior-senior di kantor. sebagai yang paling muda (waktu itu) jadinya harus siap ngikut kemana-mana sih. Mau pergi sendiri ga enak.

  4. Setuju sama tipsnya, terutama yang nomor satu itu!

    Paling nyaman melalak sama teman yang punya passion sama, gilanya sama, tapi kalau status gak pa-pa, boleh beda, malah dianjurkan, muahahaha.

    Aku mau jalan sama kamu, Yan!
    Eh, sudah pernah kan ya, waktu Festival Krakatau yang femes itu, ((( femes)))
    Hahaha…

  5. yg pasti aku ga suka traveling sendiri :D. harus ada temennya. biasa ama suami. tp belakangan ini aku sering ama sahabatku. pernah jg ama sepupu dan adik. blm prnh nemu sih travel mate yg rese selama aku jalan2. walopun yg paling asyik ttp suami :D.

    scoot ini jujur aja mas, sempet trauma hahahaha. thn lalu dr HK ke Jkt aku pake scoot. dr malam udh dtg ke HKIA, nginep bandara, lg winter, krn penerbangan kita jam 7 pagi. tau2 pas pagi ga ada berita apa2, counternya tutup. udh panik dong. mana hp ga bisa diaktifin roaming. ada wifi bandara tp nth napa ga connect. nanya informasi tp orgnya ga ngerti apa2 kenapa scoot blm buka counter, even ampe jam 7 pagi. ternyataaa baru dpt kabar kalo mereka mereschedule jadwal jadi jam 10 pagi. itu aku marah sih. aku cek email inbox, spam, sms, ga ada 1 pun notification kalo jdwal flightku diubah. gara2 itu aku agak trauma mau naik ini.

    tapiiiii dr sisi pesawatnya sendiri aku akuin nyaman banget. makanannya jg enak :D. mungkin kalo utk tujuan singapur ato yg deket2 okelaaaah aku msh mau naik. tapi kalo utk jarak jauh, rasa2nya mau yakin dulu dia ga berulah kayak itu lagi wkwkwkwk . jantungan aku .. ;p

    • Oh so sad. Mestinya mereka kasih pemberitahuan ya emang. Kalau tahu dipindahin jam 10 pagi mestinya masih sempet menginap di hotel jadi gak mesti begadang di bandara. Mudah-mudahan Scoot dapat memperbaiki hal-hal semacam ini.

      Aku paling jauh naik Scoot pas ke Jeddah. Nyaman, mungkin karena pesawat gede 3-4-3. Room leg luas, dan dapet makan juga. Alhamdulillah 😀

  6. Sebenernya Jalan sendiri atau ramean itu ada sisi enak dan gak enak nya. Padahal Aku Sedang otw nulis drama perjalanan juga hahahaha. Btw Aku pernah makin scoot juga Ke SPore . Btw kebanyakan orang yang Jalan bareng gw pada kapok karena gue cerewet dan BaweL dan Berisik hahahahaha …. eh Jangan Jangan Yayan juga Kapok Jalan bareng gueh? Hahahhahaha

    • Bosen jalan sama abang? MANA MUNGKIN!
      Hahaha, aku bahkan selalu kangen ngumpul-ngumpul sama geng cebox itu bang. Ntar kalau tol udah jadi, pelissslah main ke Palembang ya. Sama keluarga lengkap gitu bang hehehe.

    • Haa ini penting. Aku banget itu yang gak hobi belanja haha. Maksudnya, kalaupun belanja ya sekadarnya aja beli kenang-kenangan. Aku koleksi piring pajangan, paling beli itu walau pas ke Eropa lalu gak beli banyak hiks, saking takut kurang duitnya hahaha.

    • Mauuuu.Tapi mungkin nanti-nanti ya. Pas aku udah agak kaya haha, biar bisa ngimbangin destinasinya Bijo gitu. Kutak sanggup kalau sekarang soalnya destinasinya bikin istighfar pas cek harga tiketnya hehehe.

  7. Aku sendiri oke, berdua seneng, bertiga masih bisa kompromi. Nah kalo lebih dari 3 belum pernah coba. Mungkin kalo ramean bakalan milih tempat yang pernah aku datengin, biar ngga dikejar2 keinginan pribadi harus liat tempat tertentu.

    • Kalau jalan yang diarrange sendiri pernah ber-6. Tapi yang rame banget juga pernah pas dapet undangan dari dinas pariwisata di beberapa kota. Seru, tapi memang gak begitu berkesan.

  8. aku sukanya jalan sendiri, tapi kadang keadaan memaksa jalan rombongan. seperti waktu di sydney, itu memang dikirim 10 orang drai kantor (buat belajar sih sebenernya tapi ya sekalian piknik). mau gmau tiap hari jalan sama mereka ke destinasi ini dan itu, belanja bareng, dll. Fyi meski sekantor tapi baru kenal pas di Oz. ya asik juga ternyata ya ahaha ada yang motoin

  9. Kalau aku bepergian mesti dan harus sama temen. Tp bener juga kadang teman juga njengkelin dan nggak enak diajak jalan. Btw, coba nanti kl pulang pake Scoot. Lumayan bagai 10 kg. Bisa muat banyak. Bisa nggak ya, sekalian mampir ke Singapura barang 3 hari?🤔🤔🤔

  10. Bahahah, saya tahu nih salah satu orangnya. Mau di mensyen, nggak?
    Saya pun kalau pergi itu sudah punya tim sendiri. Kalau pergi naik gunung ya saya selalu sama tim A, nggak pernah ajak tim B. Kalau pergi menyelam ya saya selalu sama Tim C, nggak pernah ajak Tim B dan ada juga teman yang memang biasa pergi berduaan dengan saya 🙂

    • Haha iya bener juga ya, bisa pilih teman sesuai kesamaan minat. Cuma ada temen yang mau ikutan terus padahal gak cocok, maksain, ujung-ujungnya bentrok. Yang model begini mending gak usah dikasih tahu sama sekali rencana jalan hwhw

  11. Wouw … ada giveaway tiket gratis Scoot dari omndut 😱

    Sayangnya aku kok telat datang di mari 😰
    Coba kalo dapat tiket betulan, wuaah … bakalan hepi banget nih.

    Ngobrolin teman bareng traveling, pernah aku punya pengalaman ngga ngenakin hati.
    Gegara maunya dia aku kudu manut milih makanan yang dia pilihkan, kami jadi berantem dan berujung jadi liburan menyedihkan.
    Sejak itu aku kapok traveling bareng dia lagi.

  12. Batal berangkat bareng walaupun sudah janjian dan beli tiket pesawat, pernah terjadi pada teman saya. Padahal ke Aussie, yang boleh dibilang tiket pesawatnya ga murah. Tapi saya memaklumi, karena alesan pekerjaan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan.

    Kita memang ga bisa berkomitmen 100% layaknya orang yang ingin menikah. Tapi kita bakal selalu dapet temen baru di jalan. Kita bisa melatih diri memulai percakapan dengan cara yang lebih menarik ke orang asing.

    Travel sendiri asyik, sama temen makin gila! Yang penting Traveling yah kata Omnduut yang ga nduut

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s