Kerala Blog Express

Hari-hari Pertama di Kerala Blog Express, Ngapain Aja? Ini Dia!

dsc_0151

.

Tidak semua blogger beruntung dapat tiba di kota Trivandrum lebih awal seperti yang aku rasakan. Kota bernama lengkap Thiruvanathapuram yang merupakan kota terbesar sekaligus ibukota provinsi Kerala, India bagian selatan ini memang menjadi titik temu bagi 30 blogger terpilih dari 26 negara (ada 1 blogger yang memiliki kewarganegaraan ganda, Austria dan Italia, namun dia mewakili Austria) yang akan melakukan perjalanan seru selama 2 minggu di Kerala.

Alasannya bermacam-macam, namun mayoritas dikarenakan jadwal penerbangan yang berbeda dan tidak singkron satu sama lain. Kami diwajibkan tiba di Trivandrum setidaknya 1 hari sebelum upacara pembukaan Kerala Blog Express yang jatuh pada hari Senin, 15 Februari 2016. Sebagian besar blogger tiba pada hari Minggu atau sehari sebelumnya. Namun, karena jadwal penerbangan Silk Air (maskapai sponsor yang mengantarkan aku ke Trivandrum dari Palembang, lumayan bisa nyicip kelas bisnisnya) hanya punya jadwal di hari Sabtu, maka aku tiba 2 hari lebih awal. Baguslah, bisa ekplor kota Trivandrum lebih banyak, kan? ๐Ÿ™‚

Aku sendiri sebetulnya tiba di Trivandrum lewat tengah malam. Setelah menerima satu rangkaian bunga dari lelaki India, bersama Sarah, blogger asal Australia yang satu pesawat denganku, kami langsung diajak untuk beristirahat di hotel. Setidaknya ada 4 hotel berbintang yang disiapkan oleh Kerala Tourism untuk menampung kami selama berada di Trivandrum. Aku dan Sarah sendiri kebagian menginap di Turtle On The Beach Hotel yang berada di area Kovalam, Trivandrum.

Bengongnya si Spanyol

Saat tiba di resepsionis, aku dikabari bahwa teman sekamarku sudah lebih dulu tiba di sana sejak sehari sebelumnya. Ternyata, selama di Trivandrum, aku ditempatkan bersama Javier, blogger asal Spanyol. Ntah info apa yang dia dapatkan, sepertinya Javier tidak siap untuk berbagi ranjang denganku malam itu. Dia terlihat bengong dan seolah ingin protes dengan fakta yang dihadapinya malam itu.

dsc_0128

Hotel tempat kami menginap. Terlihat Javier asyik berenang

Nah, bagi kalian yang kelak akan terpilih di Kerala Blog Express 4, perlu diketahui bahwa meskipun kalian diinapkan di hotel berbintang, kita harus siap berbagi kamar dengan kontestan lain. Tenang saja, roommate-nya akan diacak secara berkala. Dan bagi blogger dari Indonesia, siap-siap saja mendapatkan privilege khusus seperti yang aku atau mas Taufan Gio (dari Kerala Blog Express 1) rasakan. Seperti apa? Sabar, nanti aku ceritakan.

Badan letih dan kotor pasca perjalanan satu hari penuh dari Palembang aku memutuskan untuk mandi. Saat itulah aku mendengarย Javier nampak menelepon seseorang. Aku sendiri tidak mendengar persis apaย yang ia bicarakan. Namun, begitu aku selesai mandi, sudah nampak seorang pegawai hotel yang menggeret extra bed buat aku tempati malam itu. Hehe, baguslah. Jadi nggak saling ganggu kan. Lagian aku takut tiba-tiba dia meluk-meluk saat aku tidur โ€“ngakak di pojokan.

โ€œHaryadi, kamu mengorok kencang sekali.โ€

Itu yang dia sampaikan kepadaku saat kami sarapan bareng keesokan harinya. Saat itu, aku sudah bertemu dengan beberapa kontestan lain. Misalnya saja Veronika dari Republik Ceko, Anita dari Selandia Baru dan Brittany dari Amerika Serikat. Kami duduk di satu meja. Beberapa blogger lain nampak duduk di meja tak jauh dari kami.

Oh well, walaupun fakta itu benar, penyampaian di muka umum ini benar-benar pukulan yang telak hahaha.

โ€œSesungguhnya, kamu juga mengorok tadi malam, Javier,โ€ ujarku.

Pecahlah tawa di antara kami. Sekeras apapun upaya Javier untuk menyangkal, namun faktanya memang begitu. Aku sempat terbangun beberapa kali dan mendapati dia tengah tertidur sambil mengorok. Jika sudah begitu, skor menjadi 1 sama bukan?

Melipir ke Pantai Kovalam

Selepas sarapan bersama, entah siapa yang mengomandoi, namun (hampir) semua blogger sepakat untuk mejajal Pantai Kovalam yang berada tak jauh dari hotel. Dari kamar yang aku dan Javier tempati, pantai ini terlihat sangat dekat. Walau begitu, kami harus berjalan sedikit memutar untuk menjangkau pantai tersebut.

Perjalanan menuju pantai cukup dilakukan dengan berjalan kaki sekitar 10 menit. Jangan bandingkan dengan keindahan pantai yang ada di Indonesia ya! Maka akan jauh timpangnya. Walau begitu, pantai Kovalam ini cukup panjang garis pantainya. Pantainya pun bersih. Warga asing nampak ramai menikmati pantai dengan berjemur. Warga lokal yang ramai lalu lalang pun bersikap biasa saja seolah sudah terbiasa dengan pemandangan tersebut.

https://www.instagram.com/p/BEcPtI-GlK4/

Hanya aku saja yang kaget ketika teman-teman ini mulai melucuti pakaian satu persatu dan tinggal mengenakan bikini saja โ€“mimisan hehe. Opps,maklum ini pemandangan yang tak biasa aku lihat. Aku biasanya kan lihatnya di nganu ya, lha ini nampak di depan mata. Walau begitu, ya kudu tetep kul lah biar gak nampak kampungan. Hehehe.

Aku sendiri bagaimana? Apa ikut pake bikini? oh tentu tidak. Aku suduk aja di pinggir pantai. Berlindung dari matahari di sebuah kapal nelayan -lol. Ya gimana ya, aku gak mau nanti semua orang terpesona ngeliatin lipatan lemak yang ada di badanku. So, demi ketentraman bersama, aku berbaik hati menawarkan diri untuk menjaga barang bawaan mereka.

โ€œKalian berenang aja, biar barangnya aku jagain.โ€

Sambil menikmati suasana, paradigmaku terhadap India langsung berubah saat berkunjung ke pantai Kovalam ini. Gimana nggak, orang-orang menyebalkan seperti yang aku temui di perjalanan setahun sebelumnya tidak aku temui di Trivandrum ini. Bisa jadi, perekonomian di sini jauh lebih baik sehingga orang-orangnya pun sadar betapa pentingnya wisatawan yang datang ke kota mereka. Orang di Trivandrum ramah-ramah!

dsc_0118

Pantainya kebanyakan bule yang berenang

Beberapa penduduk lokal mendekatiku dan mencoba untuk berbincang. Namun sayang, mereka berbicara menggunakan bahasa Malayalam (yup, Kerala memiliki bahasa sendiri) dan tidak dapat berbahasa Inggris (padahal aku pun nggak jago-jago amat), jadilah kami berbicara menggunakan bahasa universal : senyum. ๐Ÿ™‚

Aku sempat berkeliling ke seputaran pantai. Saat melewati deretan pertokoan, tidak ada orang-orang yang berteriak menawarkan dagangan. Mereka bicara dengan sopan. Boro-boro deh menawarkan barang dengan paksa seperti pengalamanku traveling setahun sebelumnya. Intinya, Kerala seperti bukan di India!

Perjumpaan Pertama

Pengumuman terpilihnya aku sebagai blogger wakil dari Indonesia itu dilakukan secara tertutup. Hal ini sengaja dilakukan panitia Kerala Tourism untuk memastikan bahwa blogger-blogger terpilih yang akan diumumkan secara resmi di situs mereka adalah blogger yang sudah dapat dipastikan berangkat ke Kerala. Maklum saja, ada saja cerita mengenai pemenang namun belakangan batal berangkat disebabkan berbagaiย hal.

dsc_0152

Sesaat saat akan masuk ke aula tempat seremonial dilakukan. Yang berdiri itu Rebecca dari Belize

Walau begitu, menjelang keberangkatan, semua pemenang dikumpulkan dalam satu grup tertutup di FB dan juga grup whatsapp. Informasi-informasi penting disampaikan melalui 2 media ini. Dari sana saja sebetulnya sudah kelihatan mana blogger yang akan jadi teman dekat kita selama berada di Kerala. Aku sendiri, sudah lebih dulu saling kontak dengan pemenang dari Asia lainnya, yakni Farah dari Malaysia dan Jojo dari Filipina.

Obrolan kami biasanya seputar transportasi yang akan kami gunakan untuk mencapai Trivandrum. Kami bertanya-tanyaย apakah kami dapatย melakukan perjalanan bersama atau tidak. Termasuk obrolan penting-nggak-penting seputar kegiatan yang akan kami jalani bersama nantinya setiba di Kerala. Singkat cerita, tibalah di hari yang mendebarkan itu. Hari โ€œupacaraโ€ peresmian kegiatan yang akan kami lakukan bersama-sama.

Dalam urutan penjemputan, aku berada di hotel nomor dua. Sekitar pukul 8 pagi, kami dijemput oleh teman-teman lain yang berada di hotel pertama. Pertemuan berlangsung dengan seru. Awalnya memang canggung, namun lama-lama juga akrab sendiri. Saat itu, Raul dari Meksiko memutuskan untuk duduk di sebelahku. Kasihan dia, baru tiba di Trivandrum pukul 3 subuh. Setelah melewati perjalanan panjang, jetlag dan belum beristirahat dengan benar, dia sudah harus mengikuti serimonial pembukaan Kerala Blog Express 3.

dsc_0161

Setelah seriomonial. Media menunggu kami semua di dekat bus yang akan membawa kami keliling Kerala

Sepanjang perjalanan, kami berbincang hangat. Berhubung bahasa Inggrisnya nggak beda jauh denganku, aku jadi nyaman (beda kalau ngomong sama blogger yang datang dari Inggris, Irlandia, Amerika Serikat atau Kanada. Aku suka nggak mudheng hehe).

Bus terus bergerak menjemput rekan blogger yang tersisa di 2 hotel lainnya. Setelah semua lengkap, kami semua diantar ke gedung sebuah hotel tempat serimonial acara dilakukan. Nggak tanggung-tanggung, acara hari itu akan dibuka langsung oleh menteri pariwisata India. Wow!

Kabar buruknya, semua blogger harus berbicara singkat di atas panggung. Nah loh!

Speech Ngehe

โ€œHaryadi, apa kau gugup?โ€ tanya Javier. โ€œAku gugup sekali,โ€ ujarnya lagi.

Nah loh, bule kayak dia aja gugup, apalagi aku yang aslinya sangat pemalu ini โ€“terdengar suara protes di belakang hehe. โ€œAku sih biasa saja. Aku akan ngomong apa adanya aja, Javier. Nggak akan ada yang ingat setelah semuanya selesai, jadi, kau tenang saja,โ€ jawabku.

Haha, ya memang begitu kan? Ntah siapa yang bilang dan ngajarin ke aku. Sebetulnya gugup itu dapat dilawan dengan sugesti, โ€œudah santai aja, orang nggak akan ingat apa yang akan kamu lakukan setelah ini.โ€

dsc_0166

Hohoho Indian food!

Oh well hehe. Satu persatu blogger mulai dipanggil. Aku ingat betul, Carla dari Brasil sampe bengong kaget saat namanya pertama kali dipanggil (sumpah, bengongnya dia cantik banget! Haha). Aku sendiri lupa dapat urutan keberapa. Kalau nggak salah ururan ke-7 atau ke-8. Lalu, apa benar aku tidak gugup?

โ€œHai teman-teman, perkenalkan nama saya Haryadi dari Indonesia. Hmm, nganu, apakah kalian bisa lihat tanganku yang bergetar hebat ini?โ€ ujarku sambil mengangkat tangan.

Tak heran, semua orang langsung tertawa mendengarnya. Terserah percaya atau nggak, aku asli ngomong begitu saat itu. Hmm, sebetulnya sengaja sih, biar suasana cair. (padahal emang asli bergetar juga hehe) Pidatonya singkat saja. Aku memperkenalkan diri, promosi tentang Indonesia sedikit, trus kasih tahu apa arti nama blogku : omnduut itu (maklum, nama blognya terpampang nyata di layar proyektor).

โ€œOmnduut itu artinya paman yang gendut. Dua keponakankulah yang pertama kali menanggilku dengan nama itu.โ€

Mayoritas orang menganggukkan kepalanya pasca mendengar penjelasanku itu (dan mungkin juga mereka begitu saat melihat perut seksiku). Sialan! Hehe. Namun setidaknya, aku dapat melalui speech itu dengan selamat. -sujud syukur, Sempat terbersit untuk salto atau kayang di atas panggung, sih! Namun, hal itu aku urungkan demi nama baik Indonesia.

dsc_0169

Happy birthday (again) Susana! ๐Ÿ™‚

Saat itu, banyak sekali media yang datang untuk meliput. Termasuk media asing dari Perancis yang ikut perjalanan kami selama 3 hari pertama. Aku sendiri didekati beberapa media cetak. Diajakin ngobrol dan dikasih oleh-oleh majalah mereka. Di saat itu, blogger dari Asia (dan juga Australia dan Selandia Baru) yang terbang mengggunakan Silk Air bertemu dengan pimpinan Silk Air di sana (yang ternyata orang Singapura ย hehe). Lumayan bisa kenalan. Ya siapa tahu diajakin naik Silk Air lagi kan ya hehe.

Sebelum bergerak, kami sempat makan siang bersama dan merayakan ulang tahun Susana, blogger asal Portugal dengan kue kejutan yang sudah dipersiapkan oleh panitia. Pas banget kan ngerayain ulang tahun di India dan dirayakan bersama dengan teman-teman baru dari 25 negara. Gak kebayang hepinya kayak apa! Hehe ๐Ÿ™‚

Jelajah Kuil dan Pasar

Perjalanan langsung dimulai. Ditemani oleh seorang guide profesional (aku memanggilnya uncle Mohana), kami berjalan ke sebuah candi yang paling dikenal seantero Trivandrum. Candi Padmanabhaswamy namanya. Candinya unik, berbentuk memanjang ke atas mengikuti gaya arsitektur dravida yang sering ditampilkan di candi-candi yang ada di selatan India termasuklah yang ada di Tamil Nadu.

dsc_0185

Candi Padmanabhaswamy berdiri di belakang situ. Ini adalah batas untuk dapat memotret.

Ini adalah candi Hindu terkaya di dunia! Dinilai dari asset emas dan batu mulia yang ada di sana. Diperkirakan, candi ini menyimpan emas dan batu mulia senilai 22 miliyar USD! Semuanya tersimpan di brankas bawah tanah. Saat ini, baru 5 dari total 8 brankas yang telah dibuka dan diekplorasi. Kami sempat masuk ke area perkarangannya. Peraturan di kuil ini sangat ketat. Kami tidak diperkenankan mengambil gambar.

Pasukan bersenjata berjaga di berbagai macam sisi. Uniknya lagi, sama seperti kota suci Makkah, kuil ini hanya boleh dimasuki oleh orang yang beragama Hindu saja dan harus memakai pakaian khusus. Karena akses terbatas, kami tidak menghabiskan waktu lama di kuil ini. Mengeksplorasi kawasan sekitar jauh lebih menarik.

Lagi-lagi kami bertemu dengan penduduk yang super ramah. Kami juga melewati kawasan pasar tradisional yang sekilas keadaannya tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Lagi-lagi, berbeda dengan pasar-pasar yang ada di kota lain di India, keadaan pasar di Trivandrum ini jauh lebih baik. Pasarnya bersih, tidak ada pedagang yang memaksa untuk membeli, dan semua orang tersenyum. Ah, sepertinya tidak ada orang sedih di kota ini.

Senja Sempurnaย di Trivandrum

Jadwal di hari pasca upacara serimonial tidak terlalu padat. Pasca mengunjungi kuil Padmanabhaswamy, kami langsung diajak ke KTDC Hotel Samudra. KTDC (Kerala Tourism Development Corporation) sendiri merupakan jaringan hotel milik pemerintah. Aku sendiri berkesempatan menginap di dua KTDC hotel dari 3 hotel yang ada selama di Kerala. Walaupun namanya hotel pemerintah, kondisi KTDC Tea County yang aku inapi selama di kota Munnar cantik luar biasa. (tenang, nanti aku ulas terpisah).

Nah, di sebagian blogger memang diinapkan di KTDC Hotel Samudra yang ada di Trivandrum. Ternyata, kami diajakin untuk tea time menghabiskan senja di sana. Makan kudapan ringan yang enak-enak. Saking enaknya, burung gagak pun bergerak gesit untuk mencuri kue atau roti kami hehe.

Kami dijadwalkan menghabiskan senja sambil menikmati sunset di sini. Sungguh, senja yang sangat indah dan romantis tentu saja. KTDC Hotel Samudra juga terhubung dengan sebuah pantai tak jauh dari sana. Aku sempat melewati pagar yang dijaga oleh seseorang untuk main ke kawasan pantainya ini. Pantai yang indah.

Kami berpencar, masing-masing menikmati suasana sore saat itu. Sebagian terlihat asyik tiduran di hammock sambil minum air kelapa. Sebagian lagi bercengkrama membentuk kelompok-kelompok kecil. Suasananya sungguh syahdu. Itu merupakan hari yang sangat indah dan menyenangkan. Padahal itu merupakan hari pertama dari kebersamaan kami semua. Nah, gak kebayang dong kami akan menghabiskan waktu bersama hingga 2 minggu ke depan.

Lalu, apa benar semuanya seru. Nggak ada drama-dramanya? Ini yang ikutan 30 bloggerย dari 25ย negara loh? Hahaha! Simak terus di blog omnduut ya! Catatan perjalananku bersama rombongan Kerala Blog Express 3 akan aku tulis lagi dalam waktu dekat.

P.S : Mulai dari malam itu, aku tidak lagi sekamar sama Javier. Aku selalu mendapatkan jatah kamar sendiri (kebetulan jumlah blogger lelaki ganjil) termasuklah saat aku mendapatkan kamar tipe suite yang bikin sirik banyak orang terutama blogger Spanyol itu hehehe. Hal yang sama juga dialami oleh mas Taufan Gio, loh! mas Taufan hampir selalu mendapatkan kamar sendiri.

Kenapa Kerala Tourism kayaknya demenย sama blogger Indonesia? Oh alasannya mungkin karena blogger Indonesia gak doyan komplain, ramah, baik hati dan suka menoloh #eh hehehe. Yang jelas, blogger Indonesia dari KEB1 hingga KEB3 biasanya akan mendapatkan perlakuan yang sedikit spesial.

Nah, siapapun kamu yang akan terpilih di KEB4 aku yakin akan mendapatkan perlakukan yang sama. Gak percaya? Buktikan saja langsung nanti! ๐Ÿ™‚ so, jangan lupa untuk mendaftar di http://www.keralablogexpress.com season 4 ya!

127 komentar di “Hari-hari Pertama di Kerala Blog Express, Ngapain Aja? Ini Dia!

  1. AKu pun aslinya orang yang lumayan minder juga pemalu. Jadi ingat beberapa waktu lalu saat harus tiba-tiba disuruh ngomong di depan kepala dinas pariwisata, 5 detik pertama memang gemetaran mau ngomong apa toh akhirnya bisa juga ngomong walaupun yang diomongin kadang nggak nyambung. Pernah juga saat disuruh ngomong di depan manajer hotel dan juga para pejabat saat diundang menjadi tamu blogger. Mana tampilan blog plus artikel juga dipampang di layar proyektor. Karena ini pengalaman kedua jadi lumayan nggak kaku-kaku amat alias bica cengigisan ini itu plus sukses bikin wartawan dan tamu undangan tersenyum simpul. Tapi memang hal paling mendebarkan adalah saat menunggu selesai blogger lain selesai bicara dan deg-deg-an harap2 cemas siapa berikutnya.
    Btw saat di kerala, biar nggak minder karena kekurangan kita itu tipsnya gimana ya oom ndut? karena jujur kalau ketemu orang kota/bule kok rasanya jadi minder hahaha *curhat*

    • Faktor utama yang bikin aku minder itu adalah kendala bahasa saat di Kerala. Dari awal udah takut aja gitu kalo ngobrol sama mereka nggak nyambung. Faktanya, gak semua blogger yang diundang jago berbahasa Inggris hihihi. Blogger Eropa dari Perancis yang datang waktu itu bahkan sering kali blank kalo ngomong.

      Ngeliat itu aku jadi pede hehe. Kalau ngomong sama bule Amerika atau Inggris emang agak susah sih. Tapi enaknya mereka ngayom juga. Hmm gimana ya, maksudku mereka menempatkan diri. Saat ngomong sama aku, mereka pelan dan pakai kata-kata yang mudah aku pahami.

      Selebihnya, kalau bule Amerika Latin, Eropa timur (pokoknya bukan Inggris atau Irlandia aja gitu) aku masih bisa nyambung. Miss miss sedikit biasalah, bukan kendala besar. Yang jelas dulu kudu berani gaul. Lama-lama akan terbiasa sih.

      Selain itu, aku juga melatih komunikasi dari bule-bule couchsurfing yang menginap di rumah ๐Ÿ™‚

      • oh ngono…mungkin karena gugup juga kali ya…beberapa waktu lalu pernah nyoba ngomong sama rombongan bule, pas di pikiran sih udah kebayang mau ngomong apa tapi pas mau diucapkan kok tiba-tiba ngeblank, mungkin ini masalah kebiasaan saja kali ya karena grogi hehehe

    • Iya, ala bisa karena biasa. Selama di sana juga akan kebentuk gengnya. Hmm, nggak negatif sih, tapi kan interest masing2 blogger beda. Di kala waktu kosong, ada yang tertarik ngebir dan begadang. Ada yang tidur. Atau kalo siang ada yang suka berenang, ada juga yang suka blusukan ke pasar.

      Kita saling mantau di hastag selama perjalanan. Begitu kita posting foto kece pasar, mereka akan nanya, “kalian dari pasar ya? bagus fotonya blablabla” hehe ya begitulah.

      • wah….intinya sih harus pede gitu ya oom…soal kebiasaan mereka sih tinggal kita sesuaikan saja dengan pribadi kita masing-masing. hmmm pengalaman yang luar biasa ya oom..

    • Iya betul, kuncinya pede aja hehe. Mereka juga sama kayak kita. Kalo mereka jagonya cuma bahasa Inggris, kita bisa setidaknya 2 bahasa (walau gak jago banget). Enaknya kalo sama blogger Eropa yang punya bahasa sendiri, kayak Spanyol, Portugal, Italia, Perancis, Ceko, Yunani atau negara Eropa lainnya, pokoknya ada bahasa sendiri gitu, kalo kubilang kemampuannya gak jauh bedalah.

      Intinya sih, bisa komunikasi. Kalo nggak nyambung ketawa bareng aja hehehehe.

    • Sarah sangat kekakakan *mau bilang keibuan tapi dia masih muda hahaha. Aku nyaman sama dia, apalagi pas dipeluk-peluk *istighfar dulu ๐Ÿ˜€ nggak ding, dia baik dan sangat menyenangkan. Kalau kita ngomong dia akan mendengarkan dengan seksama sambil pasang pose antuasis. Dia sangat respek orangnya pak.

  2. Yan, selama KBE 1 semua partisipan emang dapat jatah kamar sendiri2, cuma yang membedakan kadang saya & Dina dikasih kamar suite, hahaha! Intinya partisipan Indonesia emang jadi favorit panitia, mungkin karena kesamaan budaya & habit, gak pernah komplen, full of smile, dll. *ini kenapa FOMO gini ya, hahaha ๐Ÿ˜‰

    Duh jadi inget belum nulis lengkap pengalaman di KBE! *lalu kabur*

  3. Ih seru banget sih Yan. Btw, aku selama beberapa tahun ini lebih banyak jalan sendirian, dan kalaupun jalan bareng teman biasanya sih yang sudah aku kenal. Jadi gak kebayang kalau misalnya harus jalan barengan langsung dengan puluhan orang dari berbagai negara seperti itu. Minder sih nggak, cuma khan harus kurang-kurangin diamnya, agak-agak gaul lah. Soalnya kalau di jalan, kadang aku tuh suka diam ketika merhatiin sesuatu dan mikir banyak hal. Sok pemikir deeeeh ๐Ÿ˜€

    Memang sih gak pernah ada masalah kalau ketemuan sama orang baru, selalu lancar-lancar aja kalau dapat kenalan. Cuma masih belum kebayang. Famtrip ada belum pernah. *eh malah curcol*

    Tapi bolehlah di coba, siapa tahun ini bisa terpilih.

    O iya Yan, itu candi beneran ya nyimpan emas dan permata sebegitu banyaknya. Diperlihatkan gak? Atau setidaknya foto-foto dokumentasinya mereka perlihatkan gak? Jadi penasaran.

    Hmm India Selatan, terutama Kerala ini beda banget ya dengan bagian utara. Jadi memang kalau ada yang komen gini gitu soal India, harus ditanya dulu, India bagian mana yang mereka maksudkan ๐Ÿ™‚

    Ditunggu bocoran cerita selanjutnya Yan ๐Ÿ™‚

    • Mas Bart harus banget coba ๐Ÿ™‚ iya, kalau di sana pendiam dari Indonesia dibawa, nggak enak, mereka akan pikir kita sombong hehe. Aku sendiri selalu berusaha membuka obrolan, walaupun bahan obrolannya remeh temeh kadang-kadang.

      Nah tentang kuilnya, barusan baca punyanya mas Aldi *klik aja nama di komen mas Aldi, langsung ke tulisan tsb linknya. Keren, lengkap banget nulisnya.

  4. iih keren bangen Yan. Saya jadi kepengen kesana, ๐Ÿ™‚
    Semoga ada terus wakil dari Indonesia ya.

    Bagus nih gawe pemda Kerala ini, kenapa pemda di Indonesia tak bikin seperti ini?

    • Dinas pariwisata kita gak kalah keren loh mas. Mereka undang juga blogger dengan tajuk #TripOfWonders bahkan masing2 blogger sampe dikasih uang sangu yang bikin sirik hahaha. Blogger Indonesia juga diajak. Semoga besok2 blogger Indonesia dapet giliran hehehe *mupeng

  5. Baru denger sebagian ceritanya sudah mupeng pengen ikutan. Tapi, aku pemalu dan nggak pedean orangnya.. Blogku juga masih baru tampilannya masih ngasal. India oh India, jadi pengen jalan jalan ke selatan India..

  6. Aku biasanya kan lihatnya di nganu ya, lha ini nampak di depan mata. Walau begitu, ya kudu tetep kul lah biar gak nampak kampungan. Hehehe.>>>> wkwkwkw saya sama juga sih pas di melaka kemarin.. ngeliat ada yang cipokan dan pake hot pant jadi gimanaaaa gitu.. secara di aceh yaa you know lah ๐Ÿ˜€

    btw yudi udah daftar tapi belum masuk ke list contestant kenapa ya om?..

  7. waaaaah seru ya om, main sama bule ๐Ÿ˜€ bisa buat persiapan buat go internasional… awhahw

    “Kenapa Kerala Tourism kayaknya demen sama blogger Indonesia?”
    mungkin juga pendiem om, diem karena bingung dan gugup mau ngomong apa, hehehe

  8. Serasa ikut hanyut di Kerala membaca tulisan Yayan dari atas sampai bawah. Salah satu yang terberat menurut saya maksudnya untuk saya kalau ikutan acara ini adalah dalam Penyesuaian dengan blogger dari 30 negara itu. Maklum soliter hehehe…

    Namun programnya sendiri keren banget ya Yan. Peserta benar-benar dilibatkan untuk menikmati aroma pariwisata Kerala dengan mendalam

  9. seru banget ceritanyaa ^o^.. itu si javier kaget ngeliat kamu di malam pertama, mungkin krn dia udh ada rncana bobok ama ‘org lain’ yaa ;p.. jd batal deh krn mas dtg ๐Ÿ˜€ hihihi… aku seneng baca cerita bisa ikut acara dgn banyak peserta dr negara lain gini… mungkin krn kalo aku sndiri kyknya agak sulit, krn aku tipe susah lgs klik dgn org2 baru.. makanya jrg mau iut lomba2 yg begini juga :D.. tp suka kalo baca pengalaman org lain gini, berasa ada di sana jadinya ๐Ÿ˜€

  10. Wah ini keren banget mas bisa punya pengalaman kumpul sama 30 blogger dari 25 negara. Gak mbayangin aja gimana cara ngomongnya kalau misal gak bisa bahasa inggris hhahaha.

    Om ndut. Fat uncle gitu kah om kalau ngejelaskan di depan umum?
    Aku ngakak sendiri bayangin speechnya.

    Thiruvanathapuram
    Susah juga ya nama nama tempat di kerala.

    Tapi kenapa beda kerala sama india?
    bukannya kerala bagian dari india om?

    Pas omndut ngomong KEB aku jadi inget komunitas emak blogger deh hahaha

    • Nggak harus jago, yang penting dapat berkomunikasi dikit-dikit udah lumayan banget hehehe.

      Hahaha iya mbak, pas aku ngejelasin aku bilang “Om” artinya “Paman” dan “Nduut” artinya “Gendut” trus mereka ketawa hehe. Kerala is part of India, tapi memang mereka beda dengan India pada umumnya (begitupun India bagian Utara), selain orangnya, aku nggak merasa sedang berada di India saat ke Kerala karena orangnya sopan, ramah tapi emang berkulit gelap gak kayak India Utara yang ganteng2 kayak pemain film.

  11. Wah senang sekali bisa kumpul dan bertemu sesama blogger diluar negeri.
    Kalau aku yang kesana ,dijamin bakal gugup. Maklum wong ndeso yang belum pernah lihat orang mandi cuma pakai bikini.

  12. Jadi peluk2an sama Javier semalam doang nih?
    Sisanya pelukan sama bantal doang ya. Duh kasian bantalnya #eh

    Btw, asyik banget baca tulisanmu. Sukses bikin aku mupeng berat pengen ke India
    Nunggu lanjutannya yaaaaa

  13. OMG! Keren banget pengalaman dan tempat yang Omdut kunjungi. 2 minggu pula. Saya mau dong jadi wakil Indonesia di KEB5. Hihi.

    Ceritanya menarik Om. Sementara, melalui tulisan ini, saya pikir, kok Kerala tidak seperti India yang saya nonton di film2? ๐Ÿ˜€

    • Kenapa gak coba yang di KEB4 sekarang? masih ada waktu buat daftar loooh ๐Ÿ™‚

      Haha iya, Kerala ini emang beda sama India kebanyakan. Tapi banyak juga film yang mengambil setting di Kerala.

  14. Kerala itu, sebuah wilayah di India yang disebut alm.dosen saya, yang pernah dilanda hujan warna merah bak darah. Mupeng kesana apalah daya takut menang tapi gak bisa ikut hahahahaha ๐Ÿ˜ƒ

  15. Ping balik: Sensasi Berkemah & (Pura-pura) Mendaki Gunung Phantom di Munnar, India | Omnduut

  16. Baru pertama kali mampir kemari karna kepo dengan pemenang Kerala Season ini. Haha season udah kayak serial aja. Seneng baca tulisannya Om, keliatan banget Om Ndut seorang yg berjiwa besar. Pantas bgt menang event ini. Akan segera ngepoin post2 lainnya ๐Ÿ™‚

    • Wah terima kasih sudah mampir mbak ๐Ÿ™‚ itu rezeki aja waktu itu. Blogger lain banyak yang lebih bagus. Tapi mungkin aku sedikit melebihkan usaha buat #NgemisVote pada saat itu hihi.

  17. Tetep kul tapi kemringet dingin.

    India selatan mah memang beda, itulah mengapa india selalu punya istilah north dan south people, bukan sekedar geografis semata tapi juga kebiasaan. Dan bukan rahasia lagi, klo mreka saling tidak suka :)))

  18. Aih…serunya.. eh terus yang sesi voting-voting kemarin itu gimana? udah ada pengumumannya belum siapa aja yang lolos?

    Nanya gini macam omnduut aja yang jadi panitianya bwahahahha~

Jika ada yang perlu ditanyakan lebih lanjut, silakan berkomentar di bawah ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s