Pelesiran

Elang Gagah Diantara Pesona Dua Pantai di Langkawi

????????????????????????????????????

.

Di sebuah persimpangan jalan, aku dan Indra melongo kebingungan. Peta yang dibawa kami baca berulang-ulang, namun tetap saja kami bingung untuk memutuskan jalan mana yang harus kami tempuh. Jika sudah tersesat begini, tidak ada yang lebih praktis selain bertanya. Aku lantas mendekati seorang perempuan muda yang kelihatan baru saja keluar dari pintu minmarket.

“Kak maaf mau tanye jalan nak ke eagle square kat mane?”

“Eagle square? Kalian orang mau ke jeti, ke?”

“Jeti?”

Melihat raut kebingungan dari wajahku, si kakak yang baik hati ini lantas berkata, “Iyelah, dataran ‘lang ade di Jeti. Kalian ikut jalan ni je, kelak sampailah itu ke jeti,” sahutnya lagi sambil menunjukkan jalan yang harus kami lalui.

Setelah mengucapkan terima kasih, aku kembali mengendarai motor yang sudah kami sewa sebelumnya menuju Dataran Lang. Apa sih spesialnya dari tempat ini? Bukannya ‘hanya’ sekadar patung Elang berukuran raksasa? Jomlah mari kita tengok langsung hal menarik apa saja yang ada di sana! Mari kita ke jeti!

*   *   *

Untuk menuju Dataran Lang/Eagle Square, kami menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit dengan motor kecepatan sedang. Asyiknya, di Langkawi itu jalanan lenggang. Kondisi jalannya juga sangat sangat sangat bagus dan mulus. Kalau mau ngebut sedikit sih kayaknya gak sampe setengah jam. Terus terang, awalnya aku tidak begitu berminat mengunjungi tempat ini. Dalam bayanganku, Eagle Square ini tak ubahnya monumen kota yang…. Biasa saja.

Kami sempat bertanya beberapa kali kepada orang di pinggir jalan mengenai lokasi berdirinya patung setinggi 12 meter ini. Semua mengatakan, “oh itu di jeti!”

dataran-lang

Jeti dari ketinggian. Source : langkawi-info.com

Jeti? Apa sih?

Ternyata jeti/jetty  itu merupakan penyebutan pelabuhan dalam bahasa lokal. Dan memang, untuk menuju Dataran Lang ini, kami harus memasuki kawasan pelabuhan dulu dan berjalan memutar sebelum mencapai patung helang/elang-nya.

Jangan khawatir, area parkir sih banyak ya! Walaupun aktifitas di pelabuhan cukup padat, namun rasanya kawasan ini masih sangat luas (19 hektare euy!). Sambil mencari-cari lokasi parkir yang pewe aku menuju ke sebuah restoran yang berada di sudut kanan area jeti. Aku melewati sebuah kolam  dengan sebuah bola besar. Tak lama kami sudah sampai ke halaman restoran yang berbatasan langsung dengan perairan. Hmm restoran mahal ini, jelas banget dah haha. “Misi ya om, kita numpang parkir,” ujarku dalam hati.

DSC_1212

Ntah ini bola apaan. Restoran ada di sisi kanan bola ini.

Aku memarkirkan motor di bawah sebuah pohon yang rindang. Dari sana, patung elang nampak kelihatan gagah. Untuk menuju ke sana, kami hanya berjalan 1 sd 2 menit saja. Dekeet banget! Nampak seseorang tengah duduk santai di bangku semen persis di bawah pohon.

“Mbak… mbaak, nganuu… nggak butuh temen ngobrol dan makan bakwan?” –siapsiapditimpuk

DSC_1215

Si mbak kesepian. Lagi nulis puisi kayaknya :p

Coba perhatikan kawasan ini? Bersih banget ya! Walaupun cuaca sangaaat terik waktu itu, dengan keberadaan  pohon-pohon rindang yang ditanam di sisi-sisi pagar, menjadi kawasan ini nampak ijo royo-royo hehe. Memang, waktu terbaik ke sini sepertinya pagi dan sore hari. Kalau kebetulan datangnya siang, jangan lupa bawa payung atau topi gih.

DSC_1214

Jalanan bersiiih!

Nama Langkawi sendiri sebetulnya berhubungan dengan Elang (yang menjadi simbol di Dataran Lang ini). Langkawi, yang dikenal sebagai The Jewel of Kedah dipercaya dinamakan demikian karena banyak elang ditemukan di pulau ini. Yakni elang berjenis The Brahminy Kite atau Elang Bondol. Ciri khas elang ini adalah corak bulunya yang berwarna merah.

DSC_1192

Kepakkan sayapmu, Lang!

DSC_1201

Tempat pelancong bernarsis ria hehe

Oke kata Lang dari nama LANGkawi berarti Elang. Lalu Kawinya apa? Ternyata nama belakang kota ini diambil dari bahasa sansekerta yang berarti Marmer. Namun referensi kenamaan ini ada versi lainnya. Yakni Langkawi merupakan kombinasi dua kata dalam bahasa sansekerta. Yakni Langka yang berarti Keindahan dan Wi yang berarti Tak Terhingga. Jadi, Langkawi bisa berarti “The Place of Immenese Beauty” wuiih, cakep beneeer!

Aku ke sini tepat tengah hari pasca mengunjungi Langkawi cable car. Panasnya puooool. Tapi tetap saja rame euy! Kalau mau foto ya kudu antri haha. Tuh liat 2 anak kecil yang duduk di atas stroller itu. Mereka keliatan banget gak nyaman karena panas eeeh si ayah dan ibu masih asyik foto-foto haha. Tak lama mereka pergi saat si anak mulai merengek.

DSC_1193

Antri yaaaa

Jangankan si adik, aku pun udah penat sekali rasanya. Ya sudahlah, aku dan Indra lantas memutuskan untuk kembali ngadem di bawah pohon. Sayang si mbak yang tadi duduk sendirian udah gak ada. Gagal deh kenalan –uhuk. Hahaha.

Pesona 2 Pantai Langkawi

Map Langkawi_July 2014

Peta Langkawi. Klik aja untuk memperbesar

Perjalanan pulang kami mengambil jalan memutar. Gak sengaja juga sih sebetulnya haha, Cuma karena kami menginap di sebuah hostel di Pantai Cenang dan dari petunjuk jalan ada yang mengarah ke Pantai Cenang jadi kami mengambil jalan itu.

????????????????????????????????????

Aktivitas di Pantai Tengah

Nyatanya, sebelum sampai ke pantai Cenang, kami melewati Pantai Tengah, salah satu pantai yang juga jadi daya tarik di Langkawi. Berbeda dengan pantai Cenang yang kawasannya jauh lebih ramai, menurutku kawasan Pantai Tengah ini lebih sepi dan nampak sedikit tersembunyi jadi kelihatan lebih eksklusif 🙂 hotel dan resort mewah juga banyak terdapat di sini.

DSC_0661

Mau nyobain sebetulnya tapi…. :p

Aku juga sempat melihat semacam dermaga kecil dimana banyak sekali orang yang naik-turun perahu. Nampaknya, pantai Tengah ini merupakan pintu gerbang bagi turis yang ingin hoping island. Di Pantai Tengah pula aku banyak melihat aktifitas olahraga air seperti banana boat, jet ski atau juga terjun payung yang ditarik oleh kapal cepat.

Sayang, harga penyewaan peralatan olahraga air ini lumayan mahal. Jelas gak masuk hitungan buget traveler kayak kami heuheuheu. Walau begitu, lumayanlah kalau sekadar duduk-duduk di atas hamparan pasir sambil dibelai dik Chelsea Islan eh angin pantai.

Pantai Cenang…

Nah ini baru pantai kesukaan kami. Ya secara dari hostel tinggal jalan kaki dikit doang, langsung deh ketemu pantai. Aku pribadi sebetulnya lebih suka gunung ketimbang pantai (walaupun belum pernah naik gunung sekalipun). Kenapa? Ntahlah, mungkin karena aku gak bisa berenang dan gak punya bodi six pack jadi gak bisa pamer buahahaha. Gak ding, soalnya di Palembang gak ada pantai, padahal dulu waktu kecil tiap kali ke Bangka suka banget main ke pantai. Cuma kalo liburan gini, ke pantai ya leyeh-leyeh doang.

DSC_1000

Pantai Cenang dengan icon Langkawi-nya

Pagi harinya sebelum ke cable car dan eagle square, aku dan Indra sempat ke Pantai Cenang pagi-pagi. Ya walaupun gak keluar subuh demi mengejar sunrise, tapi lumayanlah bisa ngeliat pemandangan seperti ini 🙂

DSC_1021

Menyulam awan di Pantai Cenang 🙂

Banyak sekali penginapan murah yang tersebar di sepanjang pantai Cenang ini. Tinggal pilih mau menginap di mana. Aku dan Indra dulu memilih menginap di The Cottage Langkawi. Nama sih keren, tapi ini konsepnya semacam guest house/hostel gitu. Aku dan Indra bahkan memilih tidur di kamar dorm :p kapan-kapan deh aku posting mengenai The Cottage Langkawi ini. Overall okelaaah.

DSC_1019

Penginapan di bibir pantai

????????????????????????????????????

Kalau duduk, harus pesan minuman/makanan ya!

Pantai Cenang tak berbeda jauh dengan pantai Tengah. Hanya garis pantainya jauh lebih lebar. Di sini juga ada aktifitas olahraga air walaupun tak sebanyak di pantai Tengah. Kebanyakan orang yang datang ke sini hanya berenang dan duduk santai. Namun awas, kalau mau duduk di kursi, itu harus bayar ya!

*   *   *

Perjalanan itu bicara soal kesempatan.

Aku sendiri awalnya gak kepikir bisa melancong ke tempat (yang katanya) Bali-nya Malaysia ini. Ini semua berkat tiket promo pesawat merah yang harga tiket pesawatnya bahkan lebih murah dari harga tiket mobil Palembang-Jambi. Jika sudah begitu, gak ada salahnya kan? 🙂 apalagi akses untuk berkeliling Langkawi sangat mudah karena banyak tersedia penyewaan kendaraan dengan harga yang reasonable. Mau makan juga banyak warung enak yang murah.

Jika berkesempatan balik lagi ke Langkawi, kayaknya aku mau eksplor Geoparknya karena sudah masuk cagar alam UNESCO. Yeah, semoga aku gak dibully karena sudah dua kali ke Langkawi namun belom pernah sekalipun ke Bali. Tiket ke Bali mahal cuuuy! 😀

????????????????????????????????????

Leha-leha pangkal hepi :p

Iklan

33 thoughts on “Elang Gagah Diantara Pesona Dua Pantai di Langkawi

  1. Ayo ke Bali, Om :hehe. Hebat pariwisata negara tetangga membidik orang Indonesia ya. Dengan transportasi yang mudah dan murah membuat banyak orang ke sana. Dan tempat wisata di sana terawat dan bersih! Kalau di kita sini memang masih berat ongkos sih, padahal kalau dimurahkan lagi saya yakin bakal booming banget deh. Tapi btw itu elang bondol mirip maskotnya Jakarta nggak sih :hihi.

    • Maskot Jakarta? *googling*

      Hwaah iya sama persis Gar! karena Elang Bondol juga banyak di kepulauan seribu. Wah wah wah baru tahu.

      Mau Gar ke Bali, lebih ke kalo ditanya temen jadi tahu sih. Aku kalo ngetrip sering ditanya bule tentang Bali dan aku gak tahu. Jadi gak enak sebenernya hehe. Tapi kalo secara hati sih aku belum terlalu pingin ke sana, lebih kepingin Lombok hehehe.

  2. Awak belum kesini, ke. kenape nak ngajak aku 🙂
    Waktu kamu ngobrol sama mbak yang keluar dari mini market pikiranku langsung ke Kak Rose dan….. kalian upin ipinnya *ngibrit sebelum dikeplak sama peta.

  3. Salam kenal mas. Enakan mana, nginep di daerah cenang atau daerah kuah dekat eagle square itu ya? Kalau naik cable car jam 5-an sore, masih keburu ga ya? Soalnya baru sampai ke langkawi jam segituan. Thanks

    • Salam kenal 🙂 menurutku lebih baik tinggal di kawasan Cenang. Kuah itu jauh dan sepi. Daerah pelabuhan soalnya.

      Kalo jam 5 ke cable car gak sempat, besok paginya aja. Tks

    • Halo mbak Wanda, di Langkawi serba murah. Sebagai gambaran ya, aku hanya bawa uang 1 juta buat perjalanan seminggu ke Malaysia (KL, Penang, Malaka dan Langkawi) tapi itu diluar penginapan. Semua penginapan udah beres sejak dari Indonesia. Di Langkawi karena kemana2 dekat (modal sewa motor atau mobil, lengkapnya bisa cek di sini), dan biaya “termahal” (aku kasih tanda kutip karena aslinya gak mahal amat) adalah saat menaiki cable car, ceritanya bisa dilihat disini.

      Selebihnya apa-apa murah. Bensin murah, makan murah, gak ada biaya parkir, tempat wisata kebanyakan gratis. Jadi, menurutku kalau jalan backpacking ke sana untuk penginapan dan makan serta masuk tempat wisata (tanpa hoping island) 1 sd 2 juta sendiri cukup buat 2 sd 3 hari (diluar tiket pesawat ya).

      Intinya gimana pintar mengatur siasat perjalanan aja 🙂 have fun di Langkawi.

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s