Serba

Menyibak Trauma dengan Kembali ke India. Ada yang Mau Ikut?

Kerala

.

Aku itu ya dibilang maniak lomba, ya nggak juga, walau begitu, harus diakui cukup banyak lomba yang aku ikuti. Beberapa berhasil, sisanya berakhir dengan hampa hahaha. Lomba apa aja diikuti, lomba masak (gini-gini juara 1 loh), lomba pake baju (iya, waktu TK), lomba baca puisi (juara juga, karena bacanya sambil nangis jadi jurinya kasihan), lomba dangduta (sumpah, ini fiktif), lomba ngegambar dan tentu saja lomba fotomodel menulis.

Yang namanya lomba, tentu saja keputusan ada di tangan dewan juri ya! Paling enak kalau standar penilaian diinfokan dengan jelas. Syukur-syukur nama jurinya pun tahu. Kenapa? Soalnya kita bisa atur strategi dan bisa bikin bahan lomba dengan menyesuaikan minat dewan jurinya. Yang paling bikin semriwing itu kalau ikutan lomba yang pemenangnya dipilih berdasarkan voting. Duhai, ini nggak enak banget, suer!

????????????????????????????????????

Aku Kangen menyusuri jalanan di India seperti yang ada di Old Delhi ini!

Jelas ya yang tingkat kepopulerannya tinggi akan lebih mudah mendapatkan banyak dukungan. Apalagi kalau udah tingkatan seleb! Wuih, blogger jelata kayak aku mending melipir deh hehehe. Emang sih, faktor hoki juga berperan, tapi ya tetap saja yang dinilai kan hitung-hitungan perolehan suaranya, kan?

Waktu ikutan The Big Blog Exchange 2 tahun lalu, aku berjuang banget tuh ngumpulin suara. Dari yang ngemis ke temen-temen sosmed, trus maksain para teman/sepupu di dunia nyata untuk voting langsung di depan mataku, sampe bikin poster dan di tempel di warung-warung (yes, begitu usahanya aku ya dulu :p) tapi eeh, ternyata semua kontestan dari Indonesia itu di PHP-in. Sungguh, sakitnya itu di sini –tunjuk dada Hulk.

????????????????????????????????????

Aku Kangen meresapi sisi-sisi spiritual masyarakat Indiaseperti kaum Sikh di Amritsar ini

Sejak saat itu, praktis aku nggak ikutan lagi lomba yang pemenangnya dipilih berdasarkan pemilihan suara.

Waktu berjalan… dan pikiran dapat berubah, bukan?

Seorang teman, sebut saja namanya mbak Puspita Lie hihi, dengan baik hati menginformasikan sebuah lomba dengan penilaian pemungutan suara. Di status FBnya aku berkomentar, “masih ragu apakah mau ngemis like lagi kayak dulu atau nggak, hahaha” yang dibalas dengan, “coba bandingkan dengan hadiahnya. 2 minggu ngetrip gratis. Apakah sebanding dengan pengorbanan mengemis like”?

Eh bener juga ya… imanku mulai goyah sodara-sodara hahaha!

????????????????????????????????????

Aku Kangen menikmati matahari terbit diantara kesibukan kota seperti di Kolkata ini

Trus waktu ikutan Festival Teluk Semaka, aku ketemu sesorang yang menjadi pemenang lomba tersebut di periode sebelumnya, dia (sebut saja namanya Donna Imelda hwhwhw) bilang, “dicoba aja dulu, Yan! Lombanya jelas kok tahapan-tahapannya. Lagian pemenang dari Indonesianya juga ada, kan?”

Hmm, aku angguk-angguk tanda setuju. Semua pemenang dari lomba ini aku kenal. Ya jelas aku makin tergoda. Sumpah ya, godaannya jauh lebih besar daripada senyuman dik Chelsea Islan.

Alhasil, dengan mengucapkan janji suci pernikahan bismillah, aku memberanikan diri untuk mendaftar. Eh tapi kok lama banget ya prosesnya? Aku daftar sejak 10 hari lalu kok ya nggak lolos-lolos juga –mulai sendu. Begini nih kalo terlalu ganteng blognya nggak kece, panitianya pun males kali.

????????????????????????????????????

Aku Kangen mengendari kendaraan tradisional seperti Shikara di Srinagar ini

Aku lantas memberanikan diri mengubungi panitianya.

“Nganu, bang, aku sudah daftar lombanya, kok ya nggak lolos-lolos juga, ada yang salah dengan kesemokkan prosesnya kah?”

Lama ditunggu, kok ya dicuekin. Ya sudahlah, saat sudah pasrah eh tahu-tahu pesanku di balas beserta link votingnya. Oalaah Alhamdulillah, ternyata peletku mempan!

Aku sih masih trauma dikit ya lomba beginian, tapi ya nggak ada salahnya dicoba. Sekalian test the water (oalah pake istilah politik kwkwkwkw) tingkat kepopuleranku eeh bukan sekalian ngetes temen mana yang mau mendukung temennya (baca : aku) gitu. Hmm, temen di FB 2200-an orang. Follower blog, 500-an orang. Follower IG 300-an orang. Follower twitter 500-an orang. Ya anggaplah yang follor di IG, Blog dan Twitter itu termasuk di 2200 orang yang ada di FB, jika separuhnya aja mendukungku, maka akan terkumpul 1100-an suara.

????????????????????????????????????

Aku Kangen berada di tengah masyarakat India untuk menyaksikan ritual keagamaan seperti di Varanasi ini

Nah nggak ada salahnya banget untuk dicoba, bukan? 🙂

Jadi….

Nganu temen-temen…. Gini… hmmmm –mulai mintilin ujung baju. Jika berkenan, peliiishhhh bantu vote ya! Caranya gimana? Gampaaang, cukup klik link ini aja.

KLIK INI UNTUK DUKUNG OMNDUUT

1

.

Selagi kalian dalam posisi log in di akun sosial media kalian, maka secara otomatis bisa memberikan suara. 1 orang hanya bisa memberikan 1 suara. So please again, ajakin sodara-sodara semua buat ngedukung aku yaaa –kedipkedip. “Dih ngapain dukung Yayan, kan berat! Eh maksudnya, ngapain ngedukung Yayan, kan udah pernah ke India!” hmm, iya sih, aku udah pernah ke India, tapi itu di bagian Utara. Nah, Kerala itu di bagian selatan. Dan aku penasaran banget apa bedanya Utara dan Selatan India itu. Apakah bak langit dan bumi seperti aku dan Joseph Gordon Levitt, gitu? Hehe. Dan juga… ngganu, kan aku belom dapet gebetan di Utara India. Ya siapa tahu pulang dari Kerala aku nggak jomblo lagi. Oke sip.

Eh ya, kalau ada yang mau ikutan, boleh buanget loooh! Mari kita ramaikan kompetisi ini dengan kontestan dari Indonesia. Jangan mau kalah dengan kontestan negara lain! Bagi yang nanti mau ikutan, kasih aja link votingnya di kolom komentar. Pasti aku vote. Lha wong semua kontestan dari Indonesia aku vote semua hahaha. Biar pada menang! Amin 🙂

2

Vote yang lain juga boleh loh! 🙂

Sekali lagi…

Please bantu beri dukungan ya! Bagi yang udah bersedia kasih suara, aku ucapin makasih banyak –cipokatuatu. Semoga diganjar rezeki melimpah dariNya. Dan, tidak menutup kemungkinan loh kita bisa ke Kerala bareng. Yuk yuk ikutan! 🙂

Bagi yang penasaran dengan keindahan Kerala, coba intip video Kerala Tourism ini

Iklan

61 thoughts on “Menyibak Trauma dengan Kembali ke India. Ada yang Mau Ikut?

  1. Om, aku sudah berniat baik akan voting. Begitu kuklik kok nyambungnya ke FB. Aku lagi deactive FB soalnya. Aku cari2 yang nyambung ke twitter ga ada. Yah, trus gimana dong. Ga jadi minta imbalan pempek nih haha

  2. Om ini vote nya kudu lewat pesbuk? aku gapunya akun pesbuk, gimana dong? padahal ingin ngasih vote buat om, biar om menang dan dapet jodoh orang india si san jay dut, eh siapa om jdoh india idamannya? haghag

  3. Lapor Om, saya sudah vote :hehe. Semoga menang ya! Kalau menang, ditunggu ceritanya di blog ini Om :hehe, pasti seru banget bisa ke India lagi, kali ini sebagai seorang pemenang. Amin, amin, amin!

  4. Ping-balik: 7 “Kejutan” di 24 Jam Pertama di India |

  5. Ping-balik: Gagal Berbagi Kasih Bersama Bunda Teresa |

  6. Ping-balik: Saat Terjebak dan Nyaris Dirampok di New Delhi |

  7. Ping-balik: Cerita Tentang #NgemisVote di Kerala Blog Express |

  8. wah, kirain mau backpackeran kesana lagi… klo iya, mauuuu ikuttt haha, aku baru baca blog kamu dan menarik banget. tertantang buat nyoba traveling ke india.

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s