Saya pertama kali mengenal dunia blogging itu di tahun 2005. Masih jadi anak kuliah tingkat pertama. Kinyis-kinyis dan berbekal informasi di sebuah majalah, dan atas kegemaran saya menulis selama ini, saya membangun blog masfathin.multiply.com.
Namanya juga remaja baru mletek, ya haha, apa saja saya ceritakan. Ya kegiatan kuliah, jalan-jalan, tapi yang paling sering sih bikin ulasan buku dan film. Sampai sekarang, kalau nemu sesama MPers (sebutan bagi mereka pengguna multiply), biasanya mereka akan menyapa, “ini yang dulu suka nulis film dan buku, kan?” yes, it was me!
Salah satu patah hati terbesar saya dalam dunia blogging itu ketika blog pertama yang saya bangun itu di 2011 hilang karena pemilik “rumah” memutuskan untuk menghapus fitur blog dan fokus ke marketplace. Saya, dan sebagian besar MPers memutuskan untuk mencari “rumah” baru. Tapi, butuh 2 tahun bagi saya untuk kembali memutuskan untuk membangun blog. Ya, saking terpoteknya itu tadi.
Blog omnduut.com ini akhirnya perlahan saya bangun di 2013. Lagi-lagi isinya mulanya ya ulasan buku dan film. Barulah perlahan saya isi kembali dengan kisah-kisah keseharian. Di periode itu, saya juga mulai sering bepergian. Nggak harus jauh, main ke berbagai tempat wisata di Palembang aja udah cukup. Dan, tempat-tempat itu mulailah saya tulis.
Satu dekade terakhir, sungguh saya yang mulanya nulis untuk ya sekadar berbagi aja, nggak kepikiran jika kegiatan blogging ini membawa saya ke satu lompatan yang sangat tinggi. Ada banyak sekali keuntungan dan kesempatan yang saya dapatkan dari menulis di blog.
Apa saya? Berikut rangkumannya!
JOB MENULIS BERDATANGAN
Saya ingat, dulu ketika pertama kali mendapatkan tawaran iklan menulis di blog, saya sempat kebingungan sebab tawaran iklan itu benar-benar baru menurut saya. Sambil meraba, saya berusaha untuk belajar cepat mekanisme kerja sama ini. Intinya, rupanya media blog mulai dilirik sebagai media untuk beriklan. Dan, blog saya yang masih baru ikut mendapatkan kesempatan penawaran.
Jelas saya hepi!
Wong saya dibayar dengan kegiatan yang paling saya sukai: menulis. Apalagi, menurut saya permintaan klien sangat mudah saat itu. Dan begitu tulisan tayang, uang langsung ditransfer. Cepat, gak pake lama. Alhamdulillah.

Tulisan sponsor biasanya saya kasih tag khusus hehehe
Nah, berbekal silaturahmi dan saling berinteraksi di dunia maya, tawaran job ini semakin mengalir deras. Saya ingat sekali dulu Mbak Katerina, salah satu blogger panutan saya, menawarkan program kerjasama menulis yang mana kliennya adalah salah satu marketplace terbesar di Indonesia, hingga saat ini.
Gak tanggung-tanggung, kerjasamanya berlangsung lebih dari setahun. Dan, saat itulah saya ngerasa ngeblog tuh udah kayak kerja kantoran, sebab akan rutin dikasih gaji tiap bulan.
Lalu, berbekal dari jejaring pertemanan, tawaran-tawaran lain juga datang dari berbagai macam arah. Bahkan, saya pernah ditawarin nulis yang dibayar dengan dolar. Ntah bagaimana mereka dapat menemukan blog saya dan kemudian menawarkan kerja sama. Awal-awal juga sempat khawatir kalau ini penipuan. Tapi saya mikir, “ya sudah coba aja, kalau ternyata tulisan tayang dan uang gak ditransfer, tinggal take down aja tulisannya.”

Begini kondisi saya kalau lagi ngeblog atau nyelesain job hehe. Foto candid oleh JalanHeru.com
Dunia makin berkembang. Konon, maraknya klien yang mengajak blogger kerja sama ini memunculkan kecemburuan di kalangan jurnalis di media cetak. Sebab, selama ini merekalah yang biasanya mendapatkan tawaran iklan itu. Eh sekarang malah bergeser ke blog (walaupun sekarang bergeser lagi ke media video. Tapi, rata-rata blogger mah juga jago bikin video, dan gak semua yang jago bikin video itu mampu menulis dengan baik).
Jadi, menurut saya, blog masih jadi salah satu media yang cocok dan banyak mendapatkan tawaran dari klien. Bikin video, hayuk. Bikin tulisan di mana videonya disisipkan di tulisan juga gampang. Tinggal harganya aja cocok atau nggak kan? Hahaha.
DARI BLOG HINGGA MENJADI BUKU
Hingga detik ini, ya saya sih terus belajar menulis, ya. Kadang masih suka typo, atau juga sengaja pakai kata yang nggak baku demi keluwesan dalam bertutur. Dalam penggunaan tanda baca juga mungkin masih ada yang keliru. Tapi satu yang pasti, saya berkembang.
Kalau baca tulisan lama saya tuh, kadang ngerasa lucu sendiri. “Kok dulu begitu banget nulisnya, ya?”

Salah dua antologi yang ceritanya saya ambil dan modifikasi dari blog.
Tapi, blog menjadi media untuk saya mengasah kemampuan. Dari tulisan-tulisan di blog pula, kemudian datang tawaran untuk berkontribusi dalam beberapa antologi buku. Dua antologi pertama saya sejak bermigrasi ke blog omnduut datang dari Ihwan, blogger senior yang dulu sempat memiliki usaha penerbitan buku. Dari “pinangan”-nyalah, antologi “Cinta Terpendam” dan “Backpacker Wannabe” akhirnya terbit dan saya terpilih menjadi salah satu bagiannya, bersanding dengan blogger-blogger hebat yang sebelumnya saya kagumi tulisan-tulisannya.
Setelah itu, tawaran untuk berkontribusi di buku antologi semakin banyak. Tak terasa, sejak satu dekade lalu, hingga kini sudah ada 10 antologi buku yang berhasil saya ikuti.
Kemudian, saya berfikir, “kenapa nggak nulis buku sendiri saja?”
Jadilah, saya mulai membuat konsep cikal bakal buku pertama saya. Sayangnya ketika berhasil diselesaikan, jalannya untuk diterima oleh penerbit sungguh terjal. Butuh waktu bertahun-tahun hingga kemudian tiba di satu titik saya menyerah. Iya, saya menyerah dan kemudian mengunggah cerita-cerita itu di blog dengan pemikiran, “sayang ah, ketimbang gak ada yang baca, posting ajalah di blog.”

Berharap akan ada buku-buku selanjutnya.
Lalu, siapa sangka saat melakukan itulah rezekinya malah datang. Ayun, salah satu editor di Diva Press baca tulisan saya di blog dan berminat untuk membawanya ke rapat redaksi. Hingga kemudian pihak penerbit memutuskan mau menerbitkannya dan gak lama, di tahun 2017 lahirlah buku pertama saya “Jungkir Balik Dunia Bankir.”
Buku solo kedua saya pun lahir dari “pinangan” editor yang sama. Buku kedua ini bahkan lebih terang menderang bercerita tentang kegiatan blogging yang saya lakukan selama ini. Buku “Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop” itu akhirnya terbit pada tahun 2020 hingga 3 tahun kemudian buku solo ketiga saya “Yatra & Madhyaantar” pun terbit berdasarkan cicilan cerita-cerita perjalanan yang saya unggah di blog.
Jadi, berkat ngeblog, akhirnya salah satu impian saya untuk menulis buku dapat diwujudkan. Luar biasa!
JALAN-JALAN & UNDANGAN FAMTRIP DARI NGEBLOG
Sebagai tukang jalan-jalan, rasanya ini berkah paling besar yang saya rasakan dari menulis. Kali pertama saya mendapatkan kesempatan undangan untuk jalan-jalan itu lagi-lagi datang dari Mbak Katerina. Saat itu, saya diajakin untuk menghadiri Festival Teluk Semaka yang diadakan di Provinsi Lampung.
Kesempatan itu saya manfaatkan sebaik-baiknya. Ibaratnya, udah diajakin jalan-jalan gratisan, maka lakukanlah hal-hal yang dapat menyenangkan pihak sponsor. Caranya? Ya tulis kegiatannya. Kan tujuan ngundang blogger tuh itu. Kalau sehabis pulang malas-malasan nulis, orang juga malas ngajak lagi kan? Terlepas kemampuan tulisan yang masih terbatas, dan mungkin karena berjodoh, dalam kesempatan lain saya kembali diajakin jalan-jalan ke Lampung menghadiri Festival Krakatau dan Festival Panen Padi di 2 kesempatan yang berbeda.

Suka duka melakukan perjalanan menuju Anak Gunung Krakatau bersama temen-temen blogger.

Menghadiri festival panen padi

Ke Lampung eh ketemu gubernurnya. saya bahkan sumur-umur belum pernah ketemu gubernur Sumatra Selatan. Sumber foto tim blogger Lampung
Dari Lampung, rupanya undangan untuk menghadiri fam trip itu juga datang dari pemerintahan Jawa Tengah yakni saat terselenggaranya Semarang Night Carnival 2017, lalu diajakin melihat pertunjukkan di Candi Prambanan oleh pemerintahan Yogyakarta.
Tak hanya itu, Kementerian Pariwisata di Malaysia pun pernah mengundang saya untuk menghadiri Festival Akbar Citra Warna yang merupakan salah satu festival terbesar di Malaysia. Di kesempatan lain, saya kembali diundang untuk menjajal beberapa objek wisata yang ada di Kuala Lumpur, termasuk menyaksikan progress dibangunnya Theme Park di kawasan Genting.

Berkat undangan, bisa menyaksikan Citra Warna 2016 dari jarak sedekat ini!

Menjajal Genting Highland bersama temen-temen blogger di kesempatan undangan lainnya.
Selain perjalanan yang saya dapatkan karena pure mendapatkan undangan, ada juga beberapa perjalanan lain yang saya peroleh dari kompetisi menulis di blog. Nggak kebayang sebelumnya bisa melihat langsung orang utan di habitat aslinya di Taman Nasional Tanjung Puting, atau melihat langsung Komodo di Taman Nasioal Komodo.
Atau, perjalanan saya selama 10 hari menjelajahi provinsi Maluku Utara, dari Ternate hingga Tidore yang mana berbagai aktifitas dilakukan mulai dari menghadiri festival, melihat atraksi kebudayaan, menyelam mencari terumbu karang hingga wisata kuliner. Semua berkat lomba blog.

Keliling Maluku Utara selama 10 hari!

Melihat langsung orang utan di habitat aslinya!

Sedekat ini dengan komodo! sumber foto tim Kompas.com
Lewat portal blog saya yang lain di Kompasiana, saya berkesempatan mendatangi 2 dari 5 Destinasi Super Prioritas yakni Likupang dan Mandalika dari kompetisi blog yang berbeda. Lucky me! Sebab ngerasa kalau udah pernah menang tuh gak akan dimenangin lagi, tapi ternyata dari 2 tulisan yang dibuat, dua-duanya berhasil mengantarkan saya ke Indonesia Timur dan melihat secara langsung keindahan alam di sana.

Bersama 29 blogger lain dari berbagai negara. Sumber foto FB Kerala Tourism

Keseruan menyusuri sungai di Kerala. Sumber foto FB Kerala Tourism
Dari blog juga, saya berhasil terpilih sebagai salah satu blog di ajang Kerala Blog Express (KBE) 2016. Saya memang sudah mendatangi India setahun sebelumnya, namun hanya India bagian tengah dan utara. Nah, di KBE saya berkesempatan mengeksplor selatan India selama 2 minggu bersama 29 blogger lain dari 5 benua.
Dan yang kemudian menjadi gongnya, ketika saya menjuarai kompetisi menulis di portal blog Hipwee yang kemudian menghadiahi saya dengan tiket pulang pergi ke Inggris sehingga saya bisa mengeksplor 12 negara Eropa lainnya saat itu.

Kalau bukan karena ngeblog, ntah kapan saya bisa sampai ke Belanda

Atau sampai ke Luksemburg yang kotanya dulu saya lihat di kartu pos
Sebagai kolektor “kitab suci” perjalanan, dan ketika mendapati satu demi satu tempat yang semula hanya saya jumpai di buku atau dari kartu pos yang dikirim oleh sahabat-sahabat ketika mereka melakukan perjalanan, eh kemudian saya bisa berkesempatan mendatangi tempat-tempat itu secara langsung. Sungguh membahagiakan!
MEDIA UNTUK MENEBAR KEBAIKAN
Apalah artinya punya satu wadah tapi gak digunakan untuk menebar kebaikan. Alhamdulillah, blog omnduut ini juga menjadi saksi dari berbagai kegiatan sosial yang pernah saya ikuti atau saya gagas langsung.
Saat saya mengumpulkan dana untuk membantu Ilham, bocah yang mengidap hydrocephalus, secara khusus bantuan memang lebih banyak saya dapatkan lewat broadcast pesan dan mayoritas yang menyumbang adalah orang-orang yang saya kenal.

Berkat bantuan teman-teman blogger, projek pengumpulan dana untuk Wak Tini berjalan dengan baik. Sumber foto Nanang.
Namun, saat saya menggawangi projek pengumpulan dana untuk membantu Wak Tini yang akan berangkat umroh, luat biasa dukungan dari teman-teman blogger -yang nama-namanya masih saya catat di table excel hingga sekarang, dan akan saya selalu ingat segala kebaikan dan bantuannya, baik yang sebelumnya memang saya kenal ataupun yang tidak saya kenal sebelumnya.
Secara khusus, saya “merayu” teman-teman dunia maya ini untuk memberikan donasi lewat tulisan di blog. Dan, mungkin inilah salah satu bentuk kekuatan tulisan itu ya, sebagian merasa tersentuh dengan yang saya tuturkan, dan sesegera mungkin memberikan bantuan.
Yang kemudian menyebarkan tulisan saya juga banyak banget! Dan mungkin karena itu pula, ada banyak donasi yang saya terima dari nama-nama yang asing. Sangat mungkin mereka ini memberikan bantuan karena membaca tulisan saya di blog tersebut. Dan, alhamdulillah projek pengumpulan dana itu berlangsung sukses dan Wak Tini, si tukang pijat mualaf akhirnya dapat beribadah ke Tanah Suci.
JARINGAN PERTEMANAN DAN DUKUNGAN KOMUNITAS
Mungkin terdengar klise, tapi dibandingkan semua keuntungan materi yang pernah saya dapatkan, berkah terbesar tuh adalah bertemu banyak teman baru yang beberapa bahkan jadi sahabat bak keluarga.
Kalau kalian menyimak segala keuntungan yang saya dapatkan, sebagian besar ya karena atas jaringan pertemanan ini. Saya banyak dapat info undangan A atau B, lomba menulis X atau Y ya dari teman-teman sesama blogger.

Jadi tuan rumah, turut menemani blogger-blogger kece-kece ini jalan-jalan keliling Sumatra Selatan. Hi Om Cumi!

Sebagian lagi bloggernya datang dari mancanegara
Mungkin gak semua orang paham dengan perasaan, “saya sih aman kalau ke mana-mana, sebab pasti ada aja teman blogger yang dikenal di kota itu.”
Tapi, sebagai tukang pelesiran, perasaan tenang semacam itu susah untuk digambarkan. Ya, sebagai pejalan, bukan berarti saya modal nekat dan memasrahkan diri berprinsip, “ah gampanglah nanti di kota A, bisa numpang atau minta makan sama temen B dan C.”
Ya nggak begitu, tapi kondisi di perjalanan itu unpredictable kan. Sehingga kalau ada kenalan tuh rasanya lebih tenang. Syukur-syukur bisa kopdar, menjalin silaturahmi yang lebih baik dari yang sebelumnya kenal di dunia maya eh ketemu di dunia nyata. Ini adalah momen-momen paling hepi bagi saya ketika pada akhirnya bisa jumpa dengan teman yang sebelumnya hanya berinteraksi lewat blog/sosial media.

Bersama Mas Agus Mulyadi yang femes banget itu. Iyaaa Agus Mulyadi yang itu!

Kedatangan pangeran dari Jombang

Atau Isna dari Jambi yang di kesempatan berbeda gantian dia yang ajakin saya keliling Jambi
Sebagian lagi dari mereka bahkan berkesempatan menginap di rumah. Ya, rumah kami memang sudah lama jadi markas tamu pasca saya bergabung dengan couchsurfing. Jikapun gak sampai menginap, kedatangan teman-teman di dunia maya ke rumah kami mendatangkan keberkahan tersendiri. Apalagi, saya yakin ada keberkahan dari upaya memuliakan tamu, bukan?
Di Palembang sendiri terdapat beberapa komunitas blog. Ada komunitas Wong Kito, Blogger Palembang Kumpul, atau juga Kompal (Kompasianer Palembang). Walaupun kecil, dan orangnya itu-itu aja, tapi komunitas kami ini beberapa kali dipercaya untuk dilibatkan dalam berbagai macam event. Di beberapa kesempatan, malah saya yang ditodong menjadi salah satu narasumbernya.

Berbagi pengalaman selama ngeblog. Sumber foto FB Muhammad Rahman Arif

Keseruan setelah acara “Ngeblog itu Asyik” bersama Kompal. Sumber FB Muhammad Rahman Arif
Salah satu brand yang pernah hadir di Palembang dan mengajak teman-teman blogger Palembang kumpul adalah ASUS, sebuah perusahaan elektronik dan perangkat keras berskala multinasional. Melalui ASUS Indonesia, saya sering melihat berbagai macam acara dihelat di Jakarta, Bandung bahkan Bali (dan tentu saja beberapa kota lain), dan yang bikin hepi, Palembang juga termasuk yang pernah didatangi.

Acara ASUS di Palembang. Sumber akun X @suzannita

Rame banget temen-temen Blogger Palembang kumpul di acara ASUS ini. Sumber foto akun X @suzannita
Seperti yang saya ceritakan di sini, sejak 2010, saya ngeblog dan menulis menggunakan komputer. Sejak laptop pertama saya rusak, dan saya beralih ke PC, praktis saya menulis dengan segala keterbatasannya, terlebih PC yang saya punya adanya di toko dan ya berarti hanya di jam toko buka saya dapat ngetik.
Dan di titik ini sudah ngerasa sih, butuh laptop agar semakin leluasa menulis. Terlebih di jam-jam ketika saya nggak ada di toko, atau di saat saya bepergian dalam waktu lama. Dan, mengenai laptop, pilihan saya masih konsisten ke ASUS Vivobook 14 M1405 sebab secara performa sungguh prima.

Berhubung saya kini lagi getol mencari peluang untuk #KaburAjaDulu haha, ya siapa tahu ya di tempat yang baru nanti, semangat ngeblog saya semakin membara. Sebab, akan makin banyak yang dapat diceritakan, kan? dan saya harap, nanti saya sudah dapat ditemani oleh ASUS sebab nggak mungkin membawa komputer saya ke mana-mana. Berat, bos!
* * *
Dalam perjalanan saya ngeblog, setidaknya satu dekade terakhir, tentu gak semua berjalan mulus. Saya melewati begitu banyak hal. Dari ngotot-ngototan menunggu upah pembayaran kerjasama menulis, “ketipu” kompetisi menulis yang ternyata zonk, kalah dalam sederetan lomba menulis dan juga… kehilangan teman-teman blogger. Baik, yang harus di cut-off karena ketidaksamaan sudut pandang lagi, atau mereka yang pergi untuk selama-lamanya karena memang waktunya di Bumi sudah habis (jadi kangen Om Cumi, Mas Arie, dsb).
Yang jelas, saya yang sekarang nggak akan begini kalau dulu 2 dekade yang lalu saya gak mulai ngeblog. Saya yang sekarang, nggak seperti yang kalian kenal kalau 1 dekade belakangan saya nggak bisa move on pasca blog lama hilang dan saya nggak konsisten menulis.
Tentu memang menulis ada surutnya. Ada kalanya saya jenuh, malas dan merasa gak ada gunanya nulis di blog. Tapi biasanya perasaan ini akan hilang sendirinya. Ya, Namanya juga cinta, ya! Akan balik lagi, terlebih saya Bahagia tiap kali ada yang nyasar ke blog saya, lalu kontak saya di sosial media dan bilang, “makasih ya Mas, tulisannya tentang X sangat ngebantu sekali.”
Dapat menulis sesuatu yang bermanfaat tuh penghargaan tertinggi bagi seorang penulis. Bahkan bagi seorang blogger pemula sekalipun.
So, yuk (tetap semangat) ngeblog!


Tetap semangat ngeblog yaa omnduut 🙂 . Cumi lebay saya kenal, mas Arie ga ingat, pernah bikin ttg beliau atau url blog nya ada?.
Makasiiih Mbak Nella. Lama juga aku gak main ke blognya mbak ya. Kangen baca-baca tulisannya ^^
Mas Arie itu dulu blognya catatansigoiq dot com mbak, tapi sayang udah hilang karena gak perpanjangan domain. Kalau IGnya @ariepitax
Terima kasih sudah menulis suka duka ngeblognya ya, walau selama ini ngeblog hanya sebagai wadah berbagi pemikiran, dan belum mendapatkan benefit seperti para senior ngeblog, mendapatkan jaringan pertemanan itu menjadikan bara untuk terus menulis di blog.
Konon katanya hubungan baik selalu jadi juara dalam setiap bertemu rejeki dan memang terbukti demikian. Buktinya dalam tulisanmu kali ini.
Banyak hal baik selalu menyertaimu ya dan teruslah berbagi kebaikan.
Amiin amiin jadi terharu baca komennya Mbak Nik. Kadang kalau lagi down gitu, ngerasa gak banyak gunanya dalam hidup, ingat kalau bisa bermanfaat walau secuil di tulisan aja bikin downnya berkurang sedikit 🙂
Tanpa sadar kadang tulisan sendiri membuat semangat lagi kan ya, belakangan ini aku sedang menikmatinya.
Jadi sangat bersyukur terjun di dunia blogger.
Betul mbak. Beruntung juga bisa mengenal mbak Nik di dunia blogging ini. Banyak dapet insight juga aku dari tulisan-tulisan perenungannya.
Baca ini jadi kangen multiply (eh dulu kita kontakan apa enggak ya Mas)? Dulu daku di sana baru 2008-2011-an (sampai MP tutup, lupa tahun berapa)….
Alhamdulillah ngeblog bawa rezeki ya Mas, dapat job, bisa jalan-jalan jauuuh, bahkan bikin buku juga. Mantap!
Nah aku lupa-lupa inget apakah kita dulu kontakan/nggak mbak haha. Nama akunnya apa?
Aku blum pernah meet up ama Yayaaaaannn 😦
Semogaaaa tahun ini ada rezeki kita bisa ikutan FamTrip bareng ya Yaaan.
Atau, blogger trip ke luar negeri, wuhuuuu kagak nolak samsek ya 🙂
Memang ajaib kok dunia blogging ini.
Alhamdulillah, aku juga dapat banyaaakkk rezeki, baik berupa duit ataupun hal2 yg priceless.
Contoh aja, ya. Gegara blogging, aku jadi kenal banyaaak GenZ (mereka blogger jugaa), dan entah gimana awalnya, adek2 GenZ itu beberapa kali ngejapri aku, curhat ina inu ita ituuuu, entahlah apa mukaku ada kemiripan dgn mamah Dedeh apa gimana dahhh 🙂
Iya belum, semoga Mbak Nurul bisa main ke Palembang dan bisa meet up, biar kalau aku mau curhat langsung aja nanti hahaha. (serasa jadi gen Z)
Perjalanan ngeblog Mase memang keren sekali ya. bahkan mulai sejak zaman multiply. Waktu itu saya malah belum punya blog hehehe. Dan dunia blogger ini banyak membuka banyak peluang dan rezeki ya, Mas. Termasuk bertambah teman dan rezeki. Bahkan dari tulisan di blog menghasilkan buku juga. Keren.
Sata juga pengin kayak Mas. Jalan-jalan, tulis di blog, terus ada yang nawarin jadi buku hehehe. Semoga saya ketularan nih, Aamin.
Bisaaa… pasti bisa Mas Bambang. Semangat terus ngeblog buat kita semua.
Saya doakan menang lomba blognya ya mas. Dari awal saya udah mikir, kalo mas Haryadi yang ikutan mah pasti tulisannya bakal menyentuh banget. Dan ternyata benerrrr.. Aku asyik banget bacanya ngalir sampe akhir.
Paling terinspirasi di part buku itu mas. Aku juga udah lama kepikiran pengen bisa menerbitkan buku, atau at least antologi juga gapapa hahaha. Semoga aja ya, ketika circle sudah didekatkan dengan para penulis.. Saya juga pelan-pelan bisa kecipratan. Amiiin
Terima kasih mas Fajar, aku dapat info lombanya pas mas share ke grup loh. Kalau emang bisa menang, semoga jadi amalan ya, berpahala buanyaaak amiin hehe.
Soal buku, bisaaaalah itu bentar lagi punya buku sendiri.
Seneng banget mengikuti perjalanan ngeblog omnduut.com. Rasanya aku cupu banget, seperti ikan yang baru nyemplung ke kolam. Masih meraba-raba dunia blog. Nggak nyangka ternyata Kaka seorang Kompasianer senior juga. Menang Likupang dan Mandalika berarti senior, hihi.
Sepertinya aku perlu banyak belajar dari Kaka 😀 soal perjalanannya, soal kepenulisan. Senang dengan cerita-cerita perjalanan ngeblog kaya gini, semacam vitamin yang bisa memecut semangat. Meski aku masih ditahap pemula dan baru ingin belajar blog. Meski blog tak seperti dulu, tetapi semoga masih ada bagianku untuk turut serta mencicip hikmahnya.
Thank you juga buat rekomendasi laptopnya, penting banget itu, ibarat perang udah kaya senjatanya blogger 😀
Sama-sama belajar mbak, sebab inspirasi bisa datang dari mana saja. Aku juga belajar banyak dari tulisan-tulisan mbak Ire. Semangat terus ngeblog kita semuaaaa.
waw keren banget kak sampai dibikin buku. 3 pula wkwk. aku 1 aja belom kesampaian hehe
emang ya dengan blogging ada banyak peluang yang berdatangan. bisa dapet undangan famtrip pula dan sampai ke luar negeri. kereeen!
Alhamdulillah berkah dari ngeblog 🙂
Banyak sekali pengalaman ke luar negeri yg diundang karena ngeblog. Keren sih ini. Dengan ngeblog memang banyak manfaatnya, selain menambah ilmu dan wawasan, juga menambah networking. Bergabung dengan teman2 yg mempunyai minat yg sama.
Berkat dari memanfaatkan kesempatan kecil di awal kayaknya ya, akhirnya kesempatan besar datang. Alhamdulillah
Serasa dapat banyak suntikan energi positif dan semangat buat terus menulis via blog. Kebayang sih mas Yayan pas harus kehilangan rumah yang sudah 6 tahunan dijadikan tempat berkarya, potek hati luar biasa. Namun rupanya memang hobi menulis itu mendarah daging dan kuat ya. Sehingga bisa berkarya lagi di rumah baru.
Selalu salut dengan blogger yang dari awal nulis sudah tau niche nya apa. Konsisten di Travelling, review buku dan film sangatlah keren. Ternyata perjalanan mas Yayan ini sangat banyak wow nya. Takjub sekali, beneran bikin bergumam “Wow keren”.
Nah aku selaku blogger yang baru muncul dan mesti banyak belajar, blog mu mas. Beneran deh ceritanya selalu kaya, mendeskripsikannya pun detail. Serasa diajak jalan-jalan menikmati momen. Congrats ya buat semua pencapaian luar biasanya. Semoga semakin terus bersinar dan dapat banyak peluang buat explore negeri lainnya biar blog makin bermanfaat bagi para traveller. Semoga segala niatan baik dan tulisan bermanfaatnya menjadi salah satu amal jariyah juga ya. Keren banget, semangat terus.
Iya mbak. Makanya salah satu alasanku beli domain langsung ke wordpress dot com, in case nanti waktu di dunia udah berakhir dan aku gak bisa perpanjang domain lagi, blognya akan kembali ke omnduut dot wordpress dot com. Sebagian blog temen-temen lenyap karena keterlambatan perpanjang domain atau bahkan karena mereka meninggal dunia 😦
aku bacanya semangatt karena ceritanya mas Yayan bener-bener bikin semangat buat jalan-jalan hahaha
nggak nyangka lahirnya blog kedua di domain baru ini, membawa perjalanan ngeblog mas Yayan jadi lebih berwarna. Ikutan lomba blog yang nggak disangka keluar sebagai pemenangnya, ke India jalan jalan sekian minggu. Amazing
terus tiket ke London juga, ini mantap poll pokoke. Mas yayan jadi bisa explore negara Yurop yang lain
ketemu mas Isna, Alid juga, yampunn dulu aku udah ngebayangin buat ketemua ama mas Isna, sampe sekarang mas Isna udah balik lagi ke Jawa.
Kalau sama Alid udah pernah ketemu, dia dulu sering ke Jember, tapi aku ketemuannya malah di Lombok hahaha
terus ke Palembang juga jadi wishlist aku, semoga nanti bisa ke saya ya, terus karena aku anak CS juga, wahh seneng banget nih udah mengenal anak CS palembang lebih dulu, yaitu mas Yayan hehehe
ketemu sama temen-temen blogger, Om Cumi yang dulu aku juga sering samperin di blognya, omaigodd, terus itu ada om Lostpacker juga ya. Seneng banget
semangat terus pokoknya mas Yayan, aku juga berharap buat diriku juga jangan males-males hahahaha
Pokoknya aku tunggu kedatangan mbak Ainun ke Palembang, minimal banget akan aku ajakin makan pempek nanti hahaha.
Wow, sungguh perjalanan yang tidak bisa dibilang pendek, satu dekade telah dilalui dalam dunia blogging. Mulai dari 2005 di Multiply (eh iya, aku jg punya akun di situ) lalu platformnya tidak beroperasi lagi. Tapi tetap semangat menulis ya karena langsung mulai lagi di omnduut.com sampai akhirnya dapat tawaran menulis. Belum kelar sampai di situ, lanjut kontribusii dalam antologi, hingga penerbitan buku, , wow congrats!
Memang bener ya, konsisten dan passion dapat membuka banyak peluang. Selain itu, kesempatan menjelajahi berbagai destinasi, baik di dalam maupun luar negeri, serta jaringan pertemanan yang luas, menegaskan bahwa blogging bukan hanya tentang menulis, tetapi juga tentang membangun komunitas dan berbagi pengalaman. Jadi kudu semangat nih baca postingan ini agar terus berkarya dan menjadikan blog sebagai sarana menebar kebaikan.
Dulu hits banget multiply ini soalnya 🙂
Sayangnya banyak ex MPers udah nggak ngeblog lagi pasca blognya tewas 😦
Dan aku selalu seneeeeng baca tulisan2 mas Yayan. Apalagi pas jadi buku . Dipikir2 ya aku punya semua novelmu 😄😄😄👍.
Pas aku aktif di MP, kok kita ga ketemu yaa hahahahah. Tp memang pas di MP aku itu2 aja silaturrahminya. Ga kayak BW skr. Blm lagi pas di MP lebih banyak curhat hahahahaha.
Bersyukur juga itu blog udah mati 🤣
Memang ya mas, kalau blog dimanfaatkan maksimal ya adaaa aja kesempatan yg bisa diraih. Sampai bisa ke UK, itu luar biasa sih. Bikin envy 😄
Di zaman skr, walau blog udh ga kayak dulu, lebih mentingin job drpd tulisan organik, males BW secara sukarela, tp aku ga bisa ninggalin blog. Ini udah kayak rumah, yg aku pasti balik lagi. Walau mungkin tamu2nya udh sepi. Gapapa, toh aku menulis memang utk diri sendiri supaya ga lupa.
Asus pastinya laptop fav ku juga. Sekarang pun aku pake Asus. Yg ZenBook, walau bukan yg canggih. Tp udh cukup banget utk aku yg pakai laptop hanya buat ngeblog . Pastinya kalo nanti laptop ini udah pensiun, yg baru bakalan Asus lagi. 🤭❤️
Makasiih mbak Fanny.
Iya bener, udah macam jadi rumah pelarian haha. Paling yang bahaya kalau domain tiba2 kelupaan bayar, tulisan bisa lenyap. Makanya aku sengaja beli domain langsung di wordpress dot com. Amit2 umurku pendek, blognya akan balik jadi omnduut dot worpress dot com
kalau Omnduut mah travel blogger panutan yang udah exist sejak dulu. Tulisannya banyak bermanfaat dan yang pasti paling menjaga silaturahmi sehingga banyak mendapatkan pertemanan dalam dunia blog ini. Semoga selalu tetap eksis dalam menulis dan membagikan banyak kebaikan yang bisa ditiru dan juga bisa memberikan banyak manfaat bagi pembaca
kang Aip juga pengalamannya luaaaar biasa. Bisa jelajahi daerah2 luar Indonesia bahkan. Amiin semoga kita tetap semangat ngeblog yaa
Seneng banget baca pengalaman ngeblognya, Kak. Kakak ini travel blogger keren, saya suka banget liat foto-fotonya dan ulasannya di blog ini. Memang banyak banget berkah yang didapatkan dari ngeblog. Setuju banget kalau dapat apresiasi dari tulisan yang kita buat itu bikin bahagia. Semoga kita terus konsisten ngeblognya ya
Amiiin tetap semangat mbak Lia
seru banget kisah ngeblog Yayan dari ngeblog bisa menjelajah dunia dan terwujud impiannya..kereen…terima kasoh sudah ikut lomba blog GR yaa..
Dari zaman MP kenal mbak Dew, sampai sekarang. Bisa jalan2 bareng pula. Alhamdulillaah 🙂
Kalau Omnduut mah sudah sejak kenal pertama udah kagum sama pencapaiannya
Keren sekali pastinya malah sudah nelurin 3 buku. Pengen juga meski satu aja dari 2020 belum pernah kesampaian malah kena pandemi
Semoga next bisa ikuti jejak Om yang buat buku. Bismillah…
Mbak Rahmah juga pengalamannya segudaaaaang. Semangat terus kita semua mbak
luar biasa perjalanan menulisnya mas
blog tidak hanya menjadi media untuk berkreasi ya
namun juga membawa banyak kesempatan baru yang ternyata tak kalah serunya ya
dari blog jadi buku ya
Alhamdulillah mbak 🙂
Maa syaa Allaab luar biasa sekali perjalanan ngeblognya. Banyak banget yang bisa didapat dari aktivitas ini.
Masnya bahkan bisa sampai bisa jalan-jalan gratis ke luar negeri gara-gara ngeblog. Kereeen euy…
dan yah saya setuju banget dengan quotenya ini
“Dapat menulis sesuatu yang bermanfaat tuh penghargaan tertinggi bagi seorang penulis. Bahkan bagi seorang blogger pemula sekalipun”
Yess gak peduli pemula atau senior, pokoknya selama memberi kebermanfaatan, lanjut teruuuss
Owh.. aku melting banget baca perjalanan menulisnya omnduut…yang sampai sekarang aku bingung adalah pemilihan nama omndut ini.
Hehehe.. kayanya aku nub banget yaah..Dulu gak pernah nulis nulis di media manapun kecuali sok-sokan puitis di Friendster.
Elaah.. FS gatuuh..
MashaAllaa~Barakallahu fiik untuk perjalanannya yang penuh kenangan dan penuh makna. Tersirat doa panjang yang dilantunkan dalam setiap kalimat omnduut bahwa semoga blogger tetap rukun, semangat menulis dan menebarkan kebaikan.
Hehehe.. aku kepikiran karena bacanya so adeemm sekaliii..
Hahahahaha aku juga sempat pake friendster tapi gak lama sebab keburu muncul FB.
Iya bener, kerukunan itu penting, tapi ya ada juga di satu titik kalau nemu yang toxic mau gak mau harus dihindari/cut off. Ketimbang gak sehat hubungan pertemanannya.
Unik perjalanannya, mas. Dari yang awalnya bukan blog jalan-jalan, jadi dominan travel seperti sekarang. Terpampang nyata betul berkah mas Yayan dari ngeblog. Diundang banyak famtrip, ke India, ke Eropa, sampai menelurkan 3 buku.
Semoga semakin berkah, mas. Nah, jadi kenapa namanya “masfathin”? 😀
Haha terinspirasi dari blog anaknya Helvy Tiana Rosa, dia bikin blog namanya masfaiz sebab namanya faiz. Fathin itu bahasa arab artinya cerdas.
Saya pertama kali ngeblog saat anakku TK, awalnya nulis curhatan dan cerita mengenai parenting dan cara duduk anak. Lama2 Alhamdulillah jadi cuan dari ngeblog bahkan jadi pemasukan dan tabungan. Bahkan udah kemana2 ya mas. Dulu aku sering ikut lomba blog dan menang segala macem. Skarang males ikut lomba lagi ditambah blogger sekarang makin banyaaak 😂
Hahaha ya persaingan semakin ketat. Aku juga gak selalu menang kok. Tapi bagus, iklim persaingan bloggernya semakin baik.
Luar biasa Yan. Terlepas dari tulisan ini dipersiapkan untuk lomba, rangkaian pengalaman yang sangat berharga di atas membuktikan bahwa nge-blog itu punya nilai yang tidak sedikit. Banyak pengalaman yang bisa didapatkan termasuk secara finansial dan bagaimana kita mendapatkan banyak teman serta network yang akan sangat berharga untuk disimpan.
Sukses terus yo Yan. Lahirkan tulisan-tulisan yang menyegarkan dan terbitkan buku-buku yang layak untuk dimiliki publik. Jangan lupo pacak nerbitke buku di publishing co aku (hahahah sekalian promosi).
Salam dari pembaca setia tulisan blog dan bukunyo Yayan.
Tulisan ini layak mendapatkan satu dari sekian kemenangan lomba yang diadakan oleh komunitas Ganjelrel. Semoga kapan-kapan aku punya mentalitas lomba yang sama. Pun kualitas tulisan yang layak untuk ikut lomba.
Makasiiih Yuk ^^
Amiin mudah2an next biso join projek di Publishing Co kalau ado tema yang khusus. Bahas kerjaan sebagai TL kali yuk, haha aku mau join. Pengen nyampah soal itu di buku buahahahaha.
Perjalanan ngblog yg luar biasa mas, beneran berliku-liku 😁 alhamdulillah bisa bawa rezeki ya, bisa di undang brand, bisa traveling bahkan bisa jadi buku. Keren, sukses trus ya mas 🥰
Alhamdulillah, banyak berkahnya. Makasih mbak
huhuhu pengalaman 10 tahunnya daging semua, kerennnn
dan kalo dibreakdown:
Saya baru tau kalo Mbak Rien udah lama kerja sama dengan client, keren ya?
kayanya blogger dulu akrab banget ya? Saling mengunjungi blog tanpa pamrih dan saling mendukung
pengalaman travelingnya Mas Haryadi, khususnya yang ke berbagai negara, bikin saya terkagum-kagum, ternyata bisa ya?
daaannnnn….tentu saja saya sepakat, kalo seorang blogger mengunjungi suatu kota (umumnya kota besar ya?) gak usah takut tersesat dan gak usah takut bingung cari kulineran, karena punya banyak kawan blogger di sana
Mbak Rien ini suhu banget haha, relasinya bejibun Ambu.
Soal keakraban blogger bener, dulu tuh tanpa ngelist di WAG udah saling komen. Kangen aku dengan suasana kayak gitu.
Senangnya ketika menemukan passion dan dapat komunitas yang pas.
Alhamdulillah 🙂
keren banget pencapaian2nya dari ngeblog 👏👏👏. Saya juga sering mikir yang sama: keputusan ngeblog 20 tahun lalu adalah keputusan terbaik dalam hidup saya. Bukan cuma buat ngasah skill nulis, tapi juga dipertemukan dengan banyak orang hebat!
Makasiih mas Agung. Aku juga bersyukur banget dari ngeblog bisa kenal banyak orang salah satunya ya mas Agung.
Halo! Mantan MPers di sini 😄
Baca ceritanya jadi ikutan nostalgia. Dulu jaman kuliah juga suka nulis di Multiply. Setelah tutup, tahun 2011 nyoba bikin akun di blogger tapi baru mulai diisi tahun 2013. Tapi saya nggak begitu konsisten nulisnya. Angin-anginan sampai sekarang pun hehehe…
Cerita ini bikin saya sangat terinspirasi. Keren sampai berhasil bikin buku solo. Impian saya yang belum terwujud sampai sekarang. Pernahnya baru nulis buku antologi saja.
Semangat Mas! Terus berbagi kisahnya dan menginspirasi penulis-penulis lainnya.
Jom mbak, segera bikin buku solo! 🙂
Salam MPers!
Sungkem banget buat suhu satu ini. Saya ngeblog dari 2007, di tahun pertama kuliah, sama-sama masih baru mletek kita om.. kalau saya mulai dari WordPress, dan sampai sekarang blog nya masih ada. Dulu totalitas banget nge blog sampai bela-belain ikut komunitas dan pernah ikut pesta blogger yang kedua.
Iya dulu komunitas blogger lumayan aktif dan rame ya
Wah, ada foto ambo T_T terharu nian Yan…. Terimo kaseh ye wkwkw….
Udah lama ternyata gak komen disini. Aku baru mau aktif lagi di blog setelah tragedi kehilangan di tahun 2023 yg bikin mood dan semangat hilang. Yayan nih salah satu blogger idola aku, baik hati dan tidak sombong.
Di jambi dulu ada komunitas blogger dan sempat ikut sebentar karena kurang cocok sama visi misinya.
Padahal aku shombooooong buanget aslinyo hahahaha.
Samo-samo ditunggu kedatangannyo ke Palembang lagi.
Kalo yg bilang sombong mungkin hanya mengenal Yayan dari kejauhan, belum sempat ngupi atau ngirup cuko bareng hehehe..
Aamiin.. Mudah2an pacak sanjo ke palembang lagi..
Kesombongan langsung luntur kalo berhadapan dengan cuko hahaha
Sesekali saya main ke laman blogger-blogger yang dulu sering saling tinggalin komentar. Cuma satu-dua yang bertahan. Lainnya kena gelombang migrasi ke Twitter sekitar 2010 dulu. Kadang saya membayangkan gimana kalau mereka terus lanjut dan mencatat terus di blog, melihat blog-blog itu dan orangnya berkembang dari remaja sampai sekarang mungkin sudah menjelang 40 tahun. Atau tiba-tiba blog-blog yang sunyi itu tiba-tiba hidup kembali. 😀
Btw, satu dekade lama banget, Om. Kalau manusia sudah kelas 4 SD. 😀
Haha ya, barusan kemarin jg ngobrol sama temen blogger lain dan kami bertanya-tanya, “eh blogger si A ke mana ya?” blognya hilang dan gak ada sosmednya >.<
Aku beneran kangen iklim ngeblog sekitar 10 tahun lalu waktu belom banyak gempuran video pendek di sosmed. Beda banget auranya.