Dibandingkan negara di Eropa lainnya, Kroasia ini termasuk kecil. Luasnya “hanya” 55 ribu km persegi. Namun, di kunjungan 2 hari 1 malam saya di sana, lumayan banyak juga kejadian unik yang terjadi. Salah satunya, saya harus luntang-lantung karena penginapan yang dipesan nggak bisa digunakan. Loh kok bisa? –ngomongnya pake nada Irwan Prasetiyo hehehe, baca aja tulisannya di sini, ya!
Kelar dengan urusan penginapan, tanpa menyiakan waktu, saya dan adik langsung bergegas menuju Ban Jelacic Square atau alun-alun utama kota Zagreb. Saya sudah punya janji mau ketemuan sama Mbak Arie, traveler asal Jakarta yang kebetulan berada di Zagreb di waktu yang bersamaan.
Asyiknya, karena Mbak Arie sudah lebih dulu tiba di Zagreb dan sudah berkeliling, bak seorang warga lokal, Mbak Arie mengajak kami mendatangi beberapa tempat ikonik yang ada di ibukota Kroasia ini. Nah, sebagaimana judulnya, khusus di tulisan ini saya hanya akan membahas Katedral Zagreb aja, ya! Sebuah katedral yang ternyata menyimpan seorang mumi!
Hancur Berkali-kali
Jarak dari alun-alun menuju katedral hanya 300 meter. Ya, jalan kak santai 5 menit juga sampe. Dari kejauhan, fasad menyerupai 2 menara sudah terlihat. Namun begitu mendekat, ya menara itu menjadi bagian dari bangunan utama katedralnya, bukan terpisah sebagaimana minaret yang ada pada masjid.

Jalan kaki menuju Katedral Zagreb. Suasana Zagreb ini begitu tenang.
Saat keliling London, saya sempat juga mampir ke Wistminster Abbey, gereja tua yang menjadi saksi begitu banyak kejadian penting. Pingin masuk, tapi sayangnya gereja itu berbayar. Nah, senangnya ketika tahu jika Katedral Zagreb ini dapat dikunjungi oleh wisatawan secara gratis!
Terlihat sekelompok orang berada di sekitaran pintu masuk. Mungkin rombongan wisatawan atau mereka yang ikutan kegiatan free walking tour. Yang jelas bangunan dengan lebar 46 meter dan tinggi menara 108 meter ini terlihat begitu megah!

Pengunjungnya lumayan ramai

Detailnya
Sesaat ketika masuk, saya langsung terpukau dengan pilar berkolom besar dan juga lampu gantungnya yang cantik. Dengan tempat duduk jemaat yang gak begitu banyak, kesannya katedral ini jadi lebih luas. Asyik melihat-lihat dan memotret kesekeliling, pundak saya ditepuk seseorang.
“Lepaskan topimu di dalam gereja,” ujar salah seorang pengunjung berusia lanjut.
Duh, iya sih. Memang rasanya nggak sopan memakai topi di tempat ibadah seperti ini. Saya memang salah, dan untungnya pria itu menegur saya dengan sangat baik. Sambil tersenyum pula. Jadilah, setelah mengucapkan terima kasih dan melepaskan topi, saya kembali berkeliling.

Kolom pilarnya besar!

Patung Yesus di Katedral Zagreb

Kursinya nggak begitu banyak
Jujur aja, saya masih suka bingung cara membedakan antara basilikia, katedral, gereja atau kapel. Saat berkunjung ke Kastil Ljubljana, saya menemukan sebuah ruangan yang ternyata difungsikan sebagai kapel. Secara kasat mata, bangunan ini dapat dibedakan dari ukurannya. Dan, ya tentu saja pasti fungsinya pasti beda, baik di agama Kristen Protestan atau Katolik.
Jadi bagaimana asal mula dibangunnya katedral ini? Pada tahu 1903, raja Ladislaus I dari Hungaria (1040-1095) memindahkan takhta uskup dari Sisak ke Zagreb dan memproklamirkan gereja yang ada sebagai katedral. Pembangunan katedral dimulai tidak lama setelah kematiannya dan selesai pada tahun 1217 dan ditahbiskan oleh raja Andrew II dari Hungaria.
Katedral ini menyimpan harta karun (riznica) berupa bejana logam, jubah liturgi dan buku-buku liturgi yang dikumpulkan selama berbagai periode. Di antara benda-benda ini yang paling terkenal adalah jubah St.Ladislaus di abad pertengahan, plenarium yang terbuat dari gadung dan relikuari-patung barok dari Raja Santo Istvan.

Apa ini namanya ya?

Motif lantainya indah sekali

Sudut lain dari Katedral Zagreb
Sayangnya, katedral ini sudah berkali-kali hancur. Baik itu oleh serbuan atau bencana alam. Seperti yang terjadi pada tahun 1242 di mana katedral ini dihancurkan oleh bangsa Mongol walau dibangun kembali oleh Uskup Timotius (1263-1287).
Gempa bumi sebesar 6,3 skala richter di tahun 1880 yang berpusat di pegunungan Medvednica di sebelah utara Zagreb ini turut menghancurkan katerdral. Yang terbaru, di tanggal 22 Maret 2020 bertepatan dengan pandemi covid, gempa kembali terjadi di Zagreb dan menghancurkan puncak menara di sisi selatan.
Karena efek gempa tersebut, hingga hari ini, Katerdral Zagreb masih direnovasi dan ditutup untuk umum. Wah, beruntung di 2018 saat saya ke sana, katedral ini masih dibuka walaupun sebagai menaranya tertutup karena sedang direnovasi.

Menara kanan masih direnovasi
Benteng Kekaisaran Ustmaniyah
Pada akhir abad ke-15, Kekaisaran Utsmaniyah menginvasi Kroasia dan memicu pembangunan tembok benteng di sekitaran katedral. Beberapa di antaranya masih utuh dan saya melihat sendiri bangunan berbentuk kerucut di dekat pintu masuk katedral.

Salah satu bagian benteng yang tersisa
Masih di sekitaran area benteng, sebagian area difungsikan menjadi taman Ribnjak. Taman ini dirancang pada tahun 1830 oleh uskup Aleksandar Alagović dan arsitek Leopold Klingspogle. Hingga tahun 1946, taman tersebut adalah milik pribadi Keuskupan Agung Zagreb, jalan setapak, halaman rumput, dan kolam ikannya hanya untuk kepentingan elit gerejawi. Hal ini berubah setelah Perang Dunia II ketika Komunis merebut taman tersebut untuk negara dan membukanya untuk dinikmati oleh seluruh penduduk kota.

Area taman dengan pohon berukuran besar

Sisi lain benteng
Pekerjaan restorasi katedral berlanjut pada tahun 1970-an dan pada tahun 1987 sebuah komite khusus dibentuk untuk mengawasi pekerjaan lebih lanjut. Mereka menugaskan pemasangan pemanas sentral, sistem suara baru dan lebih banyak akses listrik ditambah pembangunan kembali tembok dan organ gereja.
Renovasi kedua menara katedral dimulai pada tahun 1990. Pada saat itulah perancah pertama kali didirikan di sekitar menara. Pemulihan yang mereka perlukan memerlukan proses yang sangat lambat, terhambat oleh batu rapuh dan keropos yang dipilih oleh Herman Bollé untuk membangunnya dan oleh dana restorasi yang hanya mengandalkan sumbangan kontemporer.

Begini dulu keadaannya sebelum sebagian bentengnya hancur. Source image: Wikipedia.
Menara-menara tersebut belum sepenuhnya terbebas dari perancah ini selama tiga dekade. Nah, hal ini menjawab pertanyaan saja juga kenapa menara masih terlihat proses renovasinya.
Benarkah Ada Mumi di Katedral Zagreb?
Ketika saya datang, hampir tidak ada informasi apapun seputar katedral ini di kepala saya. Makanya, begitu masuk saya kaget mendapati sebuah kotak kaca yang memperlihatkan terbaringnya sebuah jasad.Bukan sembarangan orang, melainkan Aloysius Victor Stepinac (1898-1960), seorang prelatus Gereja Katolik di Kroasia. Sebagai seorang kardinal, Stepinac pernah menjabat sebagai Uskup Agung Zagreb dari tahun 1937 hingga ia meninggal dunia.

Yang semula saya kira mumi tapi ternyata relief
Lantas, benarkan apa yang saya lihat itu adalah mumi dari Aloysius? Secara deinisi, mumi adalah sebuat mayat yang diawetkan baik dekomposisi oleh cara alami atau juga buatan sehingga bentuk awalnya tetap terjaga. Nah, ternyata yang ditampilkan di kotak kaca itu adalah patung karya Mladen Mikulin.
Sedangkan, jasad Aloysius Victor Stepinac dimakamkan di sebuah ruangan yang berada di balik altar utama. Jadi, yang terbaring itu adalah patungnya ya. Hal ini menjawab pertanyaan saya juga, “kok nggak dilarang foto sih?” mengingat saat itu saya dan pengunjung lain dibebaskan untuk memotret semua bagian yang ada di katedral.
Siapa Aloysius Victor Stepinac?
Ia salah satu pemimpin agama kontroversial pada Perang Dunia II di Kroasia yang saat itu diduduki Nazi, yang dulu merupakan bagian dari Yugoslavia. Dilahirkan di keluarga petani, Stepinac merupakan anak kedelapan dari dua belas bersaudara di desa kecil Brezaric. Dia menjalani hidupnya di Kroasia sampai penyakit darah langka merenggutnya.

Pengunjung melihat lebih dekat patung Aloysius Victor Stepinac
Sebagai seorang pemuda, dia menjalani kehidupan sekuler yang normal. Setelah wajib militer menjadi tentara Austria-Hongaria selama Perang Dunia I, ia bertugas sebagai perwira di front Italia di mana ia ditangkap saat menjadi prajurit yang sangat dihormati.
Setelah keluar, Stepinac mendaftar di Universitas Zagreb, melanjutkan studi di bidang pertanian sambil bertunangan dan akan menikah. Namun, doa ibunya terkabul ketika dia tiba-tiba memutuskan untuk mempersiapkan diri menjadi imam di Roma dan ditahbiskan pada tahun 1930.
Kenaikannya dalam hierarki gereja terjadi dengan cepat. Jabatan batu loncatannya adalah sebagai Sekretaris Uskup Agung Ante Bauer, yang mulai mengangkatnya sebagai penggantinya. Pada usia 36 tahun, ia ditahbiskan sebagai uskup agung-koajutor dengan hak suksesi yang terjadi pada tahun 1937 pada usia 38 tahun.

Bahasa apa yang ada di dinding itu?

Pengunjung mengabadikan pengunjung lain 🙂

Bagian lain yang dihiasi lukisan seindah ini
Dengan pengambilalihan Yugoslavia oleh Nazi selama Perang Dunia II, sebuah pemerintahan kolaborasi independen di bawah pimpinan Kroasia Ante Pavelic atau Ustashe dibentuk dan memerintah Kroasia.
Awalnya Stepinac menerima tetapi segera mulai mengkritik Pavalic secara terbuka atas penganiayaannya terhadap minoritas sambil melindungi dan membantu orang Yahudi untuk mendapatkan keselamatan. Khotbah kritisnya dari mimbar Katedral St. Stephen di Zagreb disiarkan melalui Voice of America.

Katedral Zagreb
Akibatnya, Jerman dan Italia menuntut pemecatannya dari jabatannya. Paus Puis XII menolak dan memperingatkan Stepinac bahwa nyawanya dalam bahaya. Setelah Nazi dikalahkan, Yugoslavia dikuasai partisan komunis dengan Marsekal Tito sebagai pemimpin baru. Tito ketika berusaha menstabilkan pemerintahannya yang baru dibentuk, mulai mengadili para penjahat perang dan juga pihak oposisi. Pada tahun 1946, dia menangkap Kardinal karena dianggap penjahat perang dan kolaborator Ustashe.
Uji coba pertunjukan dilakukan dan Stepinac menerima hukuman kerja paksa selama 16 tahun. Komunitas internasional sangat marah. Dia menghabiskan lima tahun di penjara Lepoglava di Kroasia yang terkenal kejam, tempat yang sama di mana Tito pernah dikurung. Bagian hukuman kerja paksa tidak pernah dilakukan tetapi Stepinac sebagian besar ditahan sendirian.

Keindahan Katedral Zagrb

Ada lantai 2 yang sayangnya saya nggak naik waktu itu

Patung lain yang ada di Katedral Zagreb
Pada tahun 1951, tahanan tersebut sakit parah karena menderita penyakit darah langka, yaitu produksi sel darah merah yang berlebihan. Tito yang gembira ingin terbebas dari Kardinal yang menyusahkan, memberinya izin meninggalkan negara untuk perlakuan khusus dengan ketentuan bahwa dia tidak akan pernah kembali. Daripada meninggalkan posisinya sebagai pemimpin spiritual umat Katolik Kroasia, Stepinac dengan cepat menolak memilih mati terhormat karena baginya kematian adalah suatu kepastian.
Pada tahun 1953, Paus Puis XII mengangkatnya menjadi Kardinal tetapi dia tidak pernah bisa melakukan perjalanan ke Roma untuk secara resmi menerima topi tersebut dan dilantik. Dia diizinkan keluar setiap hari untuk berjalan-jalan ke kapel pinggir jalan terdekat. Dia menjadi semakin lemah dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada sore hari di kamar pastoran kecil dengan biarawati yang berdoa di sisinya.
* * *
Selama berkunjung ke Eropa saya mendatangi beberapa gereja/katedral yang dapat dimasuki secara cuma-cuma. Namun, Katedral Zagreb ini salah satu yang terasa begitu menyenangkan. Sebab, bisa dibilang semua bagian ruangannya dapat dieksplorasi. Saat itu, kunjungan wisatawan juga banyak, nggak kayak ketika saya masuk ke Gereja Magdalena di Brugges, Belgia yang sepi senyap karena nggak ada pengunjung lain.

Suasana di sekitaran Katedral Zagreb

Hanya tampak beberapa orang. Sepi banget area ini.

Aku pun sempet heran, Krn rasanya orang kristen ga menganut ajaran meninggal lalu dibuat mummy. Mereka pun pakai ajaran jasad dikubur kan. Ternyata memang patung ya mas 👍.
Pengeen banget ke sini. Dulu itu cuma sempet Serbia doang yg aku datangin. Padahal pengen ke negara pecahan lainnya.
Geleng2 kepala baca tahun pembuatan nih gereja. Udh lama banget msh bertahan walopun sempat hancur Bbrp kali. Tapi berarti di sana itu banyak gempa yaa. Serem juga.
Apalagi bangunan tinggi begitu.
Naaah aku paling semangat kalo masuk ke gereja2 begini yg gratis. Walopun ngerti sih, yg pakai tiket masuk tujuannya memang utk maintenance bangunan juga dr banyak turis yg datang.
Sebelum nulis ini sempat ngobrol lama sama Arako. Ya ada kejadian beberapa orang suci yang jenazahnya alih-alih membusuk tapi yang ada tetap utuh dan wangi. Ya sama kayak para nabi di Islam ya. Bahkan orang biasa, Kiai di perkampungan ada kan kejadian yang pas keluarga mindahin pemakaman eh jenazahnya masih utuh padahal udah dimakamkan belasan/puluhan tahun.
Tentang bea masuk ke tempat agama aku setuju aja. Bener bisa dipake buat biaya perawatan. Beberapa masjid di India juga meminta biaya masuk walaupun pengunjungnya mau salat 😀
Usia Katedral Zagreb udah ratusan tahun, namun masih tampil megah dan mempesona. Meski sempat hancur berkali-kali, keren tetap berdiri tegak tinggi hingga kini.
Nah, aku kira itu mummy beneran agak kaget. Ternyata patung ya. Sangat menarik menjelajahi negara Kroasia, semoga segera bisa ke sana lagi dan mengelilingi kota-kota lain yang ada di negara tersebut.
Iya bener, ternyata “cuma” patung. Tapi aslinya memang dimakamkan di ruangan yang ada di belakang altar.
Berarti katedral udh berusia ratusan tahun ya? Tapi karena ada bagian yg hancur jadi direhab.
Suka ama desain eksteriornya.
Betul.
Fakta yang menarik. Setau saya dia gereja atau katedral kuno memang ada crypt atau kuburan tua. Kalau mumi hmm gak biasa itu…
Iya betul. Masjid juga ada yang ada makamnya. Contohnya masjid Nabawi di mana Muhammad SAW dimakamkan di sana.
Setiap kali melihat bangunan-bangunan di Eropa itu selalu suka karena unik dan ada ciri khas sendiri gitu, wah jadi tahu dan nambah wawasan ternyata di katedral Zagreb ada muminya, penasaran pengen ke sana, semoga kalau nanti kalau ke Kroasia bisa mampir ke sini
Betul, walaupun rupanya ada perbedaannya. Ntah itu roman classics, byzantine, gothic, renaissance dsb.
Setuju banget dengan pandangannya Stepinac yang memilih mati terhormat karena kematian adalah suatu kepastian.
Semua yang hidup pasti akan mati suatu hari nanti. Jadi saat hidup adalah saatnya mengusahakan hal yang terbaik…
Iya, dan terbukti sejarah mencatat namanya seperti yang kita ketahui sekarang ini ya.
Kirain beneran ada muminya hehe. Selalu takjub bin amaze ngeliat bangunan² zaman kuno yg masih kokot berdiri meskipun dgn beberapa kali renovasi. Arsitekturnya wow parah yaa.
Btw makasih artikelnya, jd merasa baca pelajaran sejarah dunia..
Iya, itupun karena kondisi alam di sana yang rawan gempa. Sehingga beberapa kali bangunannya rusak.
Kirain mumi beneran, ternyata patung ya? Hehe. Untung ya bisa masuk ke Katedral Zagreb ini secara gratis, dan terpukau juga lihat isi bangunannya.
Iya alhamdulillah masuknya gratis
Jadi inget sama Davinci Code, omduutt..
Kagum banget sama arsitekturnya.
Tempat ibadah selalu terasa kesakralannya.
Alhamdulillah kalau ada yang mengingatkan yaa..
Jadi bisa tetap menjaga nama baik negara kebangsaan.
Nah dulu nyesel banget skip Italia karena kejauhan letaknya jadi aku gak bisa napak tilas ke lokasi syuting Da Vinci Code. Semoga nanti ada kesempatan main ke sana amiiiin
Aku baru aja bikin itinerary halu 4 di Balkan 4 minggu hahaha. Zagreb ini cakep ya, salah satu ibukota Balkan tercantik, terbersih, dan ter-modern kayaknya.
Katedral adalah rumah ibadah umat Katolik, mas. Punya 2 menara. Jadi kalau ada bangunan dengan 2 menara, bisa dipastikan itu katedral. Kapel adalah gereja kecil, seperti musholla, bisa jadi nggak ada kegiatan rutin di situ. Nah, basilika yang aku belum terlalu paham, tapi dia adalah bangunan sangat besar yang fungsinya bukan (hanya) tempat ibadah.
Kayaknya Basilika juga difungsikan sebagai pusat pemerintahan ya. Cmiiw. Semoga nanti bisa main ke Balkan Nug amiin
Agak unique juga ya nih ya mas, kirain beneran awetan manusia, eh ternyata cuma patung aja.
Aku suka ngeliatin foto-foto dari postingnya mas Haryadi. Apalagi di gedung-gedung tua begini, entah kenapa sukaa aja gitu sama arsitektur zaman dulu. Dibandingkan sekarang yang cenderung minimalis dan membosankan, arsitektur gedung tua tuh seringkali megah dan otentik banget desainnya.
Iya, dan dipengaruhi dengan beberapa gaya bangunan juga. Kayak roman classics, byzantine, gothic, renaissance dsb. Masing-masing punya ciri khas.
Membayangkan ada mumi beneran tuh aku sudah merasa ngeri sendiri. Aku kebayang tempat kayak peti yang berdiri bukannya kotak kaca begitu. Tapi, saat tahu kalau yang terbaring hanya patung pun, aku tetap merasa itu ngeri.
Kebayang kalau malam-malam ke sana, sepi, gak ada orang haha.
Dari awal hingga akhir artikel, foto-fotonya bikin geleng-geleng kepala…. Katedral Zagreb emang paling artistik dan penuh historis…
BTW, kaget baca judulnya. MAsak iya ada mumi di gereja?
Ternyata oh ternyata… cuman patung….
Hwhw iya, untungnya cuma patung walau jasad aslinya dimakamkan di satu ruangan di belakang altar.
kaget loh kukira beneran ada mumi, ternyata hanya relief ya, memang jejak2 islami banyak juga ya di eropa, seneng banget bisa travelling ke spot2 wisata kaya gini yaa
Iya berkaitan dengan kesultanan Ottman atau Usmaniyah dsb.
Fokus sama foto-fotonya jadinya deh…
Aku suka dengan warna bangunan yang kaya terakota gitu ga,sih? tapi
sekaligyus bayangin, andai banyak pohon peneduh yang hijau2 gitu mungkin akan lebih seger berada di pelatarannya ya…
Btw iklim disana panas apa dingin ya?
Kebetulan ke sana saat musim gugur dan dingin banget untuk aku yang biasa menghadapi panas Palembang haha.
Terima kasih untuk komentar tentang foto. Aku paling suka emang motret bangunan tua. Terasa lebih bermain kalau pegang kamera.
Tapi aku ga jago motret. Sesuatu yang harusnya bisa jauh lebih bagus, di tanganku jadi B aja, hmmmm
Aku juga belajar otodidak. Belajarnya dari liat hasil foto orang-orang. Kayak, “oh ya kalo foto bangunan gini, anglenya lebih bagus kalau begini.”
Masih butuh jam terbang dan terus latihan.
Aku latihan sih terus tapi belum bagus2 hasilnya hahaha
Catatan satu bangunan bersejarah yang dikunjungi di Kroasia yang detail banget. Lewat tulisan ini jadi diingatkan lagi adab memasuki ruangan, apalagi tempat ibadah, harus melepas topi. Makasih, Om.
Tak pikir memang ada mumi beneran, ternyata karya seni untuk menghormati salah satu uskup di katedral Zagreb.
Arsitektur bangunannya mengangumkan, megah dan kokoh.
Iya bener, jadi diingatkan kembali kalau di rumah ibadah tertentu pakai penutup kepala dianggap nggak sopan. Selama ini kalau aku ke masjid pake topi biasa aja walaupun pas solat pakainya dibalik depan-belakang.
Touchy! Aku bersyukur banget bisa baca sejarah dengan sudut pandang penulis yang langsung datang ke tempat seperti ini. Jad inget waktu kecil aku pembaca setia karya om HOK Tanzil dan istrinya!
Sedih ya, ternyata di manapun yang namanya pemuka agama selalu menjadi sasaran untuk dimasukkan bui :(((
Ngebayangin betapa dingin dan minimnya peralatan penjara yang terkenal kejam…. Hiks hiks… Semoga saja perjuangan Stepinac membela minoritas mendapat tempat di sisiNYA.
Wah H.O.K Tanzil, nama yang melegenda itu walaupun aku belom pernah baca satu pun bukunya hiks.
Mengenai perjuangan Stepinac, dapat dirasakan oleh segenap warga Kroasia hingga saat ini.
Lihat sekitar katedral mirip kota tua dan interior katedral juga antik. Siapa sangka Kroasia memiliki katedral seindah ini .mpo tahunya Kroasia cuma team sepakbola aja. Jadi belajar sejarah deh disini
Runner up piala dunia 2018 ya 😀
Awal baca judul sempet kaget beneran kah ada Mumi? eh ternyata pas baca cuma patung aja ya dari spinac sang pemimpin agama yang berjasa. Wah jadi nambah ilmu baru nih tentang sejarah katedral Zagreb di Krosia ini apalagi arsitekturnya yang aesthethic dan mewah sangat memanjakan mata.
Iya, walaupun termasuk sederhana katedral ini jika dibandingkan katedral lain, tapi tetap amaze 🙂
Masuk gereja harus bayar? Hehehe aneh banget ya? Seperti harus bayar ketika masuk masjid (walau bisa debatable ya?)
Sebelum baca, tadi saya searching letak Kroasia lho, hahaha
Maklum sebagai orang jadul, diwaktu SD hanya ngapalin Rusia , Yugoslavia dst. Begitu terjadi ada “pemekaran” bingung deh saya
oh iya tentang perbedaan basilika, katedral, gereja dan kapel
Basilika: bukan rumah ibadah, bangunannya mirip gereja, fungsinya bisa bermacam2 diantaranya sebagai tempat berbisnis
Gereja: rumah ibadah dengan pastor sebagai pemimpinnya
Katedral: rumah ibadah dengan uskup sebagai pemimpinnya
kapel: gak ada pemimpin tertentu. Jadi ketika hendak menyelenggarakan misa, pengurus bisa mengundang pastor darimana pun untuk memimpin misa.
Karena itu letak kapel bisa di mana saja, seperti kisah di atas, ada kapel di kastil. Atau kalo di Indonesia, ada kapel di rumah sakit (salah satunya di RS Boromeus), di asrama biarawati Karmel Lembang, St Ursula Sukabumi dan masih banyak lagi.
demikian Om Nduut sependek pemahaman saya sebagai mantan penganut Katolik
Wah makasih penjelasannya bu. Lebih simple dan mudah dipahami ketimbang artikel-artikel yang aku baca sebelum ini tentang perbedaan gereja, katedral dsb.
Aku juga dulu lebih kenal sama Yugoslavia karena pas kecil banyak beli prangko bekas dari sana ^^
Ambu menjelaskan dengan sangat gamblang.
Dan sebenernya aku kalo nonton film bule tuh suka penasaran dengan “Mengapa seseorang bisa menjabat di jajaran gereja?”
Apakah ((maaf)) ada politik di sana?
Karena sekali lagi, aku penasaran dengan karir Aloysius Victor Stepinac yang melompat.
Kayaknya ada juga campur tangan politik walau aku gak begitu paham. Yang jelas emang pelik sih ya perihal agama dan politik ini. Apalagi jika berhubungan dengan penguasa yang berkuasa saat itu. Bener mbak, penjelasan ambu enak banget aku mencernanya.
Mmm….gini, pastinya tahu sekolah kedinasan IPDN kan? Setelah lulus, alumninya langsung ditugaskan di daerah tertentu.
Pastor juga demikian, ada sekolah untuk pastor, namanya seminari, lulusannya langsung ditempatkan di wilayah tertentu (istilahnya paroki) untuk melayani penganut Katolik di sana
Dari sekian paroki, ada keuskupan yang membawahi, seperti keuskupan Bandung, keuskupan Bogor, dst yang dipimpin seorang uskup
Para uskup ditunjuk Paus dari Vatican Roma. Termasuk kardinal, pimpinan para uskup suatu negara.
Ketika Paus wafat, akan dipilih penggantinya dari para kardinal ini
Cukup demokratis ya? Karena selalu ada kemungkinan Paus pengganti berasal dari Indonesia
Hal ini dimungkinkan karena semua aktivitas gereja Katolik dikontrol dari Vatican. Termasuk uang sumbangan jemaat.
Beda halnya dengan agama Kristen, Protestan dan Kristen lainnya. Mereka berdiri sendiri (semacam otda :D), sehingga penganutnya diwajibkan membayar 1/10 dari penghasilan untuk gereja
Ternyata pembahasan ini seru ya? Lain waktu saya bikin postingannya ah ::D
Ah ternyata begini. Penjelasan Ambu sangat enak disimak. Dan jika nanti akan dibuat postingan khusus, wah dengan senang hati nanti akan dibaca. Terima kasih sudah berbagi informasinya Ambu.
Indah banget situasi di sana ya mas. Zagreb kaya membawa kita ke era abad pertengahan yang megah dan mewah, terlebih ketika melihat gereja-gereja yang tua tapi tetap terawat. Bisa banget jadi pembelajaran sejarah dan seni ini.
Betul, yang suka sejarah seneng datang ke Eropa.
Waaah kerennnya sudah pernah ke Zagreb, dulu salah satu mahasiswa kami ada yang diterima di Kedutaan Besar Zagreb namanya Mbak Arie juga apakah ini Mbak Arie yang sama? ehehehe… Ngomongin Arsitektur jaman dulu itu emang nggak ada habisnya karena saking kerennya baik dari segi kualitas bangunan maupun desiannya…Padahal dulu kan bahan bangunan ga se massive sekarang…
Sepertinya bukan, sebab mbak Arie yang jalan sama aku aslinya kerja di Jakarta dan di Eropa dia cuma liburan 🙂
Jadi rindu samo kota Zagreb, Kroasia. Inget waktu itu berangkat dari Budapest naik kereta api ke Zagreb. KA nyo sederhana, katek restorasi, tapi bersih dan nyaman meski dudukannyo tegak. Waktu mulai memasuki kota, banyak nian bangunan2 yang menarik perhatian. Kokoh tegak dengan rato-rato berjendela tinggi dan atap bergaris yang tegas serta plester bangunan yang sempurna terlihat dari luar. Rapi nian.
Katedral ini sering aku lewati. Karena idak jauh dari situ ado kantor ITPC atau perwakilan dagang RI di bawah Kementrian Perdagangan. Sebelahnyo ado jugo restoran kecik yang sering disambangi SBY. Kalo dak salah pulok, ado bis HOHO yang lewat jalur dak jauh dari Katedral ini. Sayangnyo tutupnyo cepet yo Yan jadi aku dak pernah berhasil masuk karena pasti lewat dari jam kantor/pameran.
Yang aku tandoi, kalo bangunan itu berupa gereja atau sering dipake oleh majelis perwakilan rakyatnyo, gedung itu biasonyo galak ado tanggo, meski dak banyak. Dan sering ado patung malaikat kecik2 yang megang panah.
Kapanlah ye pacak balik lagi ke Zagreb. Pengennyo murni jalan2. Bukan dalam rangka begawe.
Bus HOHO aku ndak liat saat itu tapi biso jadi ado yuk. Mengingat ado beberapa tempat wisata Zagreb yang lumayan agak jauh. Kami dulu cuma eksplor sekitar Old Townnyo bae.
InsyaAllah kagek biso balik ke Zagreb langsung murni liburan yuk haha amiin. Atau kerja lagi jg dkpapo asal ado waktu khusus untuk eksplor.
Jadi ternyata yang ada dalam kotak kaca itu patung Aloysius Victor Stepinac, bukan muminya.
Saya membayangkan pasti sejuk sekali berada di dalam katedral ini, kolom-kolom yang besar dan menyangga atap yang tinggi, apalagi bangkunya juga nggak banyak, jadi makin nampak luas dan tentu saja megah
Sejuk banget! padahal rasanya nggak ada pendingin udara, hmm ya karena saat itu lagi musim gugur juga. Tapi jika pun musim panas kayaknya lega sebab langit-langitnya tinggi.
Terkesimanya itu, di Eropa bisa se-ciamik itu perawatan katedralnya. Bangunan ala² abad berapa gitu tetap dijaga.
Eh galfok daku melihat motif lantai Katedral, yang terlintas langsung film Angles and Demons di momen si Camerlengo bawa-bawa lilin.
Sama bagian yang foto tentang “bahasa apa yang ada di dinding itu?” Jadi kek lagi nyimak itu film tapi kali ini dibawain ala Kak Haryadi lewat artikel, bukan ala Robert Langdon hehe
Haha ya, aku juga suka nonton film yang diangkat dari novel Robert Langdon. Salah satunya karena bisa jalan-jalan lewat filmnya. Sayang waktu itu skip Italia jadi gak bisa napak tilas ke lokasi syuting.
Selain perawatan, kesadaran masyarakatnya juga bagus sehingga terjaga dengan baik bangunannya.
Padahal bukan sedang ibadah, tapi tetap mereka menjaga kesopanan saat memasuki tempat ibadah ya. Kalau di kita nih, haha, di daerah saya khususnya masuk masjid masuk tempat ibadah Agam lain pun asal aja. Pakai topi, pakai alas kaki, ya begitulah…
Nih secara tidak langsung sebelum bepergian ke suatu tempat kita harus mengetahui dulu bagaimana tata tertib, apa yg boleh dan tidak dilakukan. Beruntung kalau diinformasikan secara sopan seperti di katedral itu ya… Kalau main cekal aja bisa kita malu ya….
Iya, malu banget kalau tiba-tiba diusir. Untungnya aku diingatkan dengan baik. Alhamdulillah jadi bisa eksplor lebih lama di dalam 🙂
Udah sampai ke Kroasia aja diaaaa! Menyimak cerita dan foto-foto di sini bikin aku narik napas panjang (tentu saja abis itu kuembuskan lagi). Bangunan dan kota dengan sejarah panjang yang bikin pikiran berkelana menembus waktu.
Btw, kalau turis muslim yang berjilbab tetap boleh masuk kan, Mas?
Haha kalo gak diembuskan takutnya keluar lewat lain hwhw.
Boleh mbak. Sebetulnya gereja itu sama kayak masjid, bukan hanya tempat ibadah tapi pusat segala aktifitas. Apalagi yang bersejarah dan sudah jadi objek wisata kayak gini.
Lengkap banget nih, Mas. Jadi serasa ikut jalan keliling katedral dan dengerin penjelasan dari tour leader. Desain eksterior dan interiornya keren-keren, meskipunusianya dah ratusan tahun, namun masih tetap terlihat sangat terawat nih katedral.
Pastinya senang banget bisa tahu banyak cerita di balik katedral ini. Btw sisi bagian tanan sangat asik juga
I can say, “terima kasih wikipedia” hehe. Ya informasi tentang sejarahnya aku banyak sadur dari sana selain situs lainnya juga.
Omnduut udah jauh banget mainnya sampe ke Kroasia, keren ihh. Terimakasih udah berbagi cerita dan foto-foto nya keren banget, berasa lagi baca buku novel sejarah hehe. Dan poin yang paling berkesan adalah doa ibu Stepinac yang terkabul, uhh menghujam kalbu, bukan hal yang dianggap remeh, secara aku adalah ibu yang pengen anaknya sukses dan bermanfaat untuk orang banyak, harus rajin-rajin berdoa seperti ibunya Stepinac.
Alhamdulillah ada kesempatannya mbak. Dan semoga bisa mendatangi lebih banyak lagi tempat di bumi selama masih hidup 🙂 amiiin
Deg-degan waktu omnduut mau foto mumi, serasa saya hadir di situ dan menyaksikan mumi. Untung hanya patung. Berarti patungnya sangat bagus yah hingga disangka mumi.
Luar biasa perjalanannya Mas, sudah sampai Kroasia. Bersyukur saya bisa berkunjung ke blog ini karena bisa menikmati pemandangan di negara lain melalui tulisan. Makasih ya Mas.
Haha ya, aku juga awalnya ragu boleh foto/nggak. Tapi orang-orang pada foto dan gak ada yang melarang makanya aku ikutan 😀
Serasa melihat mumi depan mata langsung, ada sensasi spooky banget
Untungnya nggak serem saat itu.
Baru ngeh kalo disana tidak ada pelarangan untuk foto-foto. jadi bebas aja untuk umum ya kak. Saya kira mumi beneran lho kak, hehe. penasaran dengan mumi yang dibuat dalam peti kaca. Namun terjawab klo itu hanya patungnya saja ya. banyak jalan-jalan jadi banyak yang bisa diabadikan ya kak
Teryata cuma patung hwhw. Iya, pantes boleh difoto ya.
Baca judulnya, langsung kebayang mummi yang kayak di Mesir, ternyata beda. Bukan mummi ternyata…
Baca artikelnya seru, ternyata komenntar- komentarnya juga ga kalah seru…
Hehe thx
Tempatnya bagus banget ya mirip katedral di Jakarta, beruntung banget kamu bisa pergi ke sini. Pengen nabung juga jalan-jalan ke sini
Amiin semoga ada kesempatannya
Pengen main ke London…
nonton bola
amiiin semoga kesampaian
Ping balik: Modal Dengkul Keliling Zagreb Berburu Tiga Patung Kuda | Omnduut
Selalu mengagumi arsitektur klasik bangsa Eropa. Entah kenapa arsitektur mereka itu tak pernah lekang oleh jaman. makin tua makin keren.
Karena mereka jago merawatnya. Kalau nggak rusak karena perang, biasanya bangunan di sana akan tetap berdiri utuh