Beberapa hari menjelang keberangkatan menuju Cesky Krumlov, saya mendapatkan email perihal perubahan terminal kedatangan yang tadinya direncanakan tiba di terminal Horni Brana (ya namanya sengeres itu heuheu) namun dipindahkan ke Cesky Krumlov Spicak sebab terminal utama sedang direnovasi.
Saya main ke kota asing yang jauh, bukan datang ke Cibinong yang saya sudah paham tempatnya. Jadi, wajar dong ya kalau saya jadi khawatir jika ternyata tempat yang baru ini kurang akomodif untuk menjelajah kota dan menemukan penginapan.
Selepas drama kancut subuh hari di kota Praha*, pukul 7:45 pagi, bus yang kami tumpangi mulai berjalan. Beruntung, saat itu kami dapat harga promo sehingga masing-masing hanya membayar EUR2 atau setara IDR 35 ribu aja. Padahal jarak tempuhnya 3 jam 15 menit. Murah kan? Kuncinya memang memesan bus dari jauh hari dan sesuaikan dengan waktu keberangkatannya.

Pemandangan yang terlihat dari seberang halte.
Sepanjang perjalanan kami (saya dan adik) lalui dengan tidur. Begitu tiba, sebuah kejutan kami dapati: ternyata, Cesky Krumlov Spicak ini dekat sekali lokasinya dengan pusat wisata di Cesky Krumlov. Dari halte saja, saya sudah dapat melihat deretan kastil yang berada di seberang jalan. Namun, kami nggak langsung ke sana, tapi harus cari penginapan dulu untuk menyimpan ransel. Beruntung, tak jauh dari halte kami menemukan sebuah penginapan kecil dengan private room seharga 20 euro yang nyaman banget. Kekurangannya hanya nggak tersedia dapur untuk masak. Wes-lah paling nanti beli makan aja di luar.
Sekilas Mengenai Cesky Krumlov
Cesky Krumlov adalah sebuah kota kecil yang berada di region South Bohemian. Dinamai Cesky Krumlov (atau Bohemian Crumlov) untuk membedakannya dari Moravsky Krumlov yang berada di tenggara Republik Ceko. Pembangunan kota dan benteng ini dimulai pada akhir abad ke-13 di sebuah ford di Sungai Vltava, sungai yang menjadi jalur penting perdagangan di Bohemia. Nah, pada tahun 1302, kota dan kastil ini dimiliki oleh House of Rosenberg.
Di tahun 1602, Kaisar Rudolf II kemudian membeli Krumlov dan memberikannya kepada sang putra Julius d’Austria. Kepemilikan Krumlov lalu berlanjut ke Kaisar Ferdinand II. Sebagian besar arsitektur kota dan kastil dibangun antara abad ke-14 hingga abad ke-17. Struktur kota sebagian besar bergaya gothic, renaissance dan baroque. Dan, bagian terpenting dari kota ini ialah bagian kota tua yang berada di tikungan tapal kuda sungai dengan lingkungan Latran Tua dan kastil di sisi lain Sungai Vltava.
Nah di sanalah tujuan saya selanjutnya.
Dari penginapan, kami berjalan menurun ke jalanan tempat halte berada. Dari sana, tinggal menyeberang dan melewati lapangan dengan rumput dan pepohonan yang merontokkan daun-daunnya. Ini dia pemandangan musim gugur yang saya cari. Di kota sebelumnya sih nemu juga pohon-pohon semacam itu namun daunnya sudah terlebih dulu gugur. Nah, daun-daun yang perlahan jatuh ke tanah itu baru saya temui di Cesky Krumlov ini.

Berpose di daun yang gugur.

Ini gerbang masuknya. Kalau mau santai lewat bawah. Kalau mau langsung naik ke atas juga bisa.

Begini kurang lebih jalan menuju atas.
Ada dua cara untuk masuk ke dalam. Pertama, lewat lorong besar yang berada di bawah bangunan yang menjadi bagian dari kasil. Cara kedua, yakni melalui jalan setapak berbatu yang langsung menuju bagian atas kastilnya. Awalnya, saya pikir untuk masuk ke sana kami harus membayar. Betapa senangnya hati –nyanyi, saat tahu kami berdua gak harus mengeluarkan satu keping koruna pun untuk menjelajahi kastil ini.
Dan begitu tiba di atas…
Rasanya mo nanges! Panorama indah Cesky Krumlov tampak sejauh pandangan mata. Indah sekali! Katakanlah saya agak sentimentil saat berada di sana. Sebab, Cesky Krumlov-lah alasan saya datang ke Eropa. Bukan… bukan saya tidak tertarik ke kota-kota besar lainnya, namun Cesky Krumlov ini menimbulkan kesan lebih dalam sebab mulanya saya tak sengaja “menemukan” kota ini beberapa tahun sebelumnya saat mencari foto bagus yang akan digunakan pada header blog dan saya sempat menggunakannya selama beberapa tahun.

Tadaaa, penampakan Cesky Krumlov dari ketinggian.

Keindahan Cesky Krumlov

Bangunan-bangunan yang ada di Cesky Krumlov. Pinginnya sih jalan sampe ke ujung rerumputan di sana. Hmm, next time!
Dan, gambar yang sebelumnya saya pandangi tiap kali ngeblog kini dapat saya lihat secara langsung! Makanya rasanya senang sekali. Walau begitu, siapa sangka di era Komunis Cekoslowakia, Krumlov pernah jatuh dalam keterpurukan. Namun, sejak Revolusi Velvet di tahun 1989 banyak bagian dari kota yang dipulihkan sehingga sekarang terkenal sebagai salah satu destinasi wisata di Republik Ceko.

Bagian dalam benteng/kastil.

Lorong-lorong yang ada di dalam kastil.

Sungai Vltava yang mengelilingi kota tua.
Dari atas, saya melihat Sungai Vltava mengaliri air yang tenang. Ternyata, Agustus 2002 lalu, sungai ini meluap dan terjadi banjir besar yang merusak kota. Untunglah, saat saya berada di sana, Cesky Krumlov berada dalam kondisi prima. Prima yang sesuai dengan idealnya saya ya haha. Sebab kalau kalian suka salju, maka kota ini akan jauh lebih cakep saat diselimuti salju. Saya sih suka ngeliatnya, tapi… untuk berada di sini saat musim salju, err, kayaknya nggak kuat.
Kastil di Cesky Krumlov
Keberadaan kastil ini pertama kali disebutkan dalam sumber tertulis pada tahun 1240. Di dalam perkarangannya terdapat taman Rococo. Ada pula jembatan luas di atas celah bebatuan tempat kastil di bangun. Uniknya, beberapa bagian dibangun dalam periode yang berbeda. Bangunan utama kastil relatif unik sebab dikelilingi parit yang bukannya diisi air namun diisi dengan beruang. Saat ke sana, saya sempat melihat beruang itu tengah asyik makan.
Keberadaan beruang ini rupanya bentuk upaya penguasa puri terdahulu untuk mengasosiasikan diri mereka dengan keluarga Orsini yang kuat –yang namanya merupakan pelesetan dari bahasa Italia untuk beruang yakni “Orso”

Menara yang ada di tengah itu bisa dinaiki, tapi bayar.

One of my fav photo.

Bangunan-bangunan yang ada di sana.
Di sekitaran bangunan utama kastil ini pula saya mendapati satu rombongan besar wisatawan Indonesia. Tampaknya mereka hanya sekadar mampir di Cesky Krumlov ini. Ya, sebetulnya untuk ke Cesky Krumlov tidak perlu menginap sebab atraksi utama kota ini ya pemandangan dari atas yang dapat dilakukan dalam beberapa jam saja.
Ada beberapa bangunan yang tidak sembarangan dapat dimasuki oleh wisatawan. Salah satunya bagian museum dan teater. Jika mau masuk, harus bayar. Saya sih suka museum, namun saat itu memutuskan untuk tidak masuk karena alasan budget hehehe. Jadilah, kami berdua memutuskan untuk turun ke bawah dan menjelajahi bagian tengah kota tua ini.

Kalau punya duit bisa nyantai di resto kayak gini pesan kopi atau coklat hangat.

Bangunan yang menjadi bagian dari kastil dilihat dari bawah.

Jalanan sempit yang ternyata masih dapat dilalui oleh mobil berukuran kecil.
Jika dari atas Cesky Krumlov terlihat bak negeri dongeng, saat saya menjelajahi bangunan-bangunannya (yang kini banyak dialihfungsikan menjadi penginapan dan restoran), nuansa negeri dongeng itu semakin kuat.
Kami berjalan menyasarkan diri. Menikmati setiap jengkal yang kami lalui. Di beberapa titik kami bahkan hanya duduk santai. Doing nothing sambil menikmati suasana.
Salah satu tempat yang saya suka ialah sebuah lahan kecil yang berada di tengah-tengah dua aliran sungai. Terdapat beberapa kursi taman yang dapat kami duduki. Sambil memakan bekal biskuit yang kami bawa, kami menikmati suara aliran air sungai Vltava sembari menyaksikan orang-orang yang juga larut dalam menikmati pemandangan. Beberapa di antara mereka asyik menyeruput kopi atau coklat panas. Tampak begitu menyenangkan.

Nah di sini kami menghabiskan waktu cukup lama.

Ada perahu macam rakit gitu lewat. Kayaknya ini rombongan turis.

Silakan mampir bapak-ibu 😀

Hotel yang unik
Sudah lewat tengah hari dan kami belum makan. Jadilah, berbekal informasi di ponsel, kami berdua kemudian beranjak dan mencari restoran kebab untuk mengisi perut.
Taman Tersembunyi
Saat mencari restoran kebab yang buka, kami terus berjalan menuju bagian belakang kota tua. Rupanya, di sana ada lagi sungai yang lebih besar yang mengalir di sebuah taman yang asri. Kawasan ini tak begitu ramai jika dibandingkan tempat sebelumnya. (Well, walaupun tempat sebelumnya pun relatif sepi untuk ukuran tempat wisata).
Restoran kebab yang kami cari rupanya tutup. Dan, rencananya kami akan mencari restoran lain yang masih buka. Tapi ya gak ada salahnya jika kami lagi-lagi menghabiskan waktu untuk sejenak bersantai, bukan?

Kawasan ini berada agak jauh dari kastil.

Gazebo yang ada di taman tersembunyi.

Bukti kalau memang udah pernah ke Cesky Krumlov hahaha
Beruntung, tak jauh dari sana ada restoran kebab yang buka. Kami dilayani dengan ramah oleh pemiliknya. Niatnya untuk makan siang, tapi rupanya kami tiba sudah menjelang sore. Sepertinya makan siang kali itu dirapel dengan makan malam. Untungnya memang porsi makanan yang kami pesan cukup besar bahkan kentang goreng yang tak habis dimakan akibat kekenyangan masih dapat dikonsumsi untuk sarapan besok paginya hahaha. Ntah ini karena sayang makanan atau terlalu pelit saya sendiri agak ragu. Lol.

Cari restoran kebab, yuk!

Pengamen cilik yang banyak dapet saweran.

Ping balik: Jelajah Kota Wina Tanpa Keluar Duit! | Omnduut