Pelesiran / Serba

Mudahnya Memesan Tiket Kereta di India Melalui Situs IRCTC

Stasiun kereta di Banihal, provinsi Jammu & Kashmir, India.

Saat pertama kali ke India tahun 2015 lalu, saya dan 2 travelmates melakukan pemesanan tiket kereta secara langsung di stasiun. Istilahnya go show atau beli on the spot. Padahal, jujur aja maunya sih udah siapin tiket sejak dari Indonesia. Sayang, pembelian tiket kereta ini cukup ribet karena harus punya nomor handphone lokal. Jadiah beli langsung di sana deh.

“Bisa ya gitu?”

Tentu saja bisa banget. Namun, butuh kesabaran yang berlipat-lipat untuk melakukannya. Terlebih jika dilakukan di stasiun kecil yang loket penjualannya terbatas dan kita harus berdesakan dengan penduduk lokal yang suka nyelak antrean. –sambit pake terong.

Antreannya sedikit ya? tapi percayalah, aku dan travelmates gantian berdiri 1,5 jam di stasiun kota Amritsar ini.

Asyiknya, jika di kota besar macam New Delhi, Kolkata atau Varanasi, ada satu ruangan khusus tempat dimana turis asing dapat melakukan pemesanan/pembelian tiket kereta dengan nyaman tanpa harus merasakan “drama” di loket penjualan lokal. Di sini pulalah, besar kemungkinan tiket kuota turis akan diperoleh.

Ya, kereta api adalah moda transportasi favorit negeri berpenduduk 1 miliar orang ini. Makanya, pembelian tiket mestinya dilakukan jauh-jauh hari karena peminatnya banyak. Untungnya lagi, ada kuota khusus turis yang dapat diperoleh walaupun ya mesti rebutan dengan sesama turis lain juga.

Suasana stasiun Howrah di Kolkata. Jika malam, banyak homeless bercampur penumpang tidur di stasiun.

Alhamdulillah, kini pembelian tiket kereta api di India dapat dilakukan dengan mudah bahkan dengan nomor telepon Indonesia. Jadi, gak perlu lagi ribet memesan di pihak ketiga seperti cleartrip dan makemytrip karena pemesanan tiket sudah dapat langsung dilakukan di situs resmi kereta api India : IRCTC.

Lakukan Pendaftaran di Situs IRCTC

Hahaha –maaf, ketawa ngenes dulu. India itu emang cocok buat melatih kesabaran. Buat daftar akun di IRCTC aja bukan main cobaannya –lol. Ceritanya, saya sempat proses pendaftaran di IRCTC ini, namun selalu gagal di proses verifikasi no handphone Indonesia saya. Sudah belasan kali email ke mereka, dapat tanggapan tapi tidak dapat menyelesaikan masalah.

Sebel banget! Apalagi saya sudah bayar biaya pendaftaran.

“Hah bayar ya?”

Iya, sekitar 100 rupee atau sekitar 20 ribuanlah. Gak mahal sih, tapi yang bikin sebel karena prosesnya gak berhasil. Jadilah, saya daftar ulang dengan email lain (dan bayar lagi), setelahnya baru deh berhasil. Dan proses keberhasilan inilah yang akan saya bagikan di tulisan ini.

Tampilan depan situs IRCTC. Pilih “Register” untuk mendaftar.

Buka situs IRCTC (Indian Railway Catering & Tourism Corporation) di IRCTC.co.in atau klik di sini. Lalu cek di bagian atas dan pilih “Register” untuk proses pendaftaran di situs IRCTC.

Isi username dan password dengan benar

Isi kolom-kolom yang disediakan.  Untuk username, dapat dipilih sesuai keinginan dan untuk password harus gabungan huruf besar-huruf kecil dan angka. Misalnya saja “Jakarta2018” dimana huruf “J” menggunakan huruf besar sedangkan “akarta” menggunakan huruf kecil.

Lengkapi juga pertanyaan keamanan yang mudah diingat serta pilih pilihan bahasa. Sementara baru ada 2 yang disediakan yakni bahasa Inggris dan India.

Unik ya. Transgender “diakui” di India.

Selanjutnya, isi kolom yang disediakan. Yakni nama, jenis kelamin, pekerjaan dan status perkawinan. Pilih juga kewarganegaraan dan input alamat email di sini. Untuk tahapan ini menurut saya cukup jelas. Oh ya, karena saya hanya punya 2 kata di nama, jadi untuk nama tengah saya kosongkan. Untuk pengisian no handphone yang saya kasih pesan “penting” itu akan saya bahas di bawah.

Hati-hati dalam penginputan no handphone Indonesia.

Pada bagian inilah letak kegagalan saya sebelumnya. Yakni gagal proses verifikasi no handphone Indonesia. Ternyata, ada kesalahan dalam penginputan no handphonenya. Di kolom pertama, awalnya saya hanya mengisi angka “62” dan di kolom kedua barulah sisa digit no HP saya yakni “8136747xxxx” namun ternyata pengisian seperti ini salah sehingga OTP tak juga terkirim ke hape saya.

Cara pengisian yang benar ialah di kolom pertama “628” dan di kolom kedua “136747xxxx”. Selanjutnya, yang bikin bingung lagi saat pengisian alamat. IRCTC minta diinputkan PIN Code yang awalnya kukira kode pos tapi kok ya di bagian bawah ada kolomnya tersendiri.

Setelah digoogling, PIN Code itu ternyata, “A postal index number or post code system used by India Post.” Oke intinya saya gak punya dan setelah googling, saya input saja nomor sembarang yakni “456000” karena dia harus 6 digit nomor. Oh ya, untuk no telepon, saya masukkan no telp rumah tanpa kode negara dan kode wilayah, ya!

Selanjutnya, jika sudah terisi semua, langsung tekan tombol register di bawah dengan terlebih dahulu menginputkan kode unik (captcha). TIPS! Ketikkan satu persatu isian kolom secara manual, jangan menggunakan copy-paste atau pengisian secara otomatis dari komputer. Kan sering gitu ya, jika kita input alamat email, maka nama, alamat dsb akan otomatis terisi, nah di IRCTC ini nggak bisa, semua harus diinput secara manual alias diketikkan satu persatu.

Jika sudah tekan tombol registrasi, maka yang muncul seperti ini.

Registrasi berhasil. Selanjutnya verifikasi 2 tahap yakni melalui email dan no handphone

Ini email yang saya terima. Berisi no OTP untuk verifikasi.

Dari sini, kita akan diminta login kembali untuk proses verifikasi. Cek juga email, akan ada OTP yang dikirimkan untuk verifikasi email. Menurut saya, bagian ini cukup jelas. Namun, sebagaimana yang saya sebutkan sebelumnya, proses verifikasi handphone inilah yang susah. Belum juga berhasil verifikasi, sudah muncul opsi pembayaran. Ini disyaratkan oleh IRCTC karena kita tidak memiliki no lokal India.

Ou-o! selain no hp India mesti bayar 100 rupee! bayar dulu baru bisa verifikasi ponsel.

Nggak mahal banget. Jika dirupiahkan ya 26 ribu rupiah, lah.

Pilih saja “Multiple Payment Service” lalu tekan “Make Payment”. Sejauh ini, untuk turis asing, pembayaran hanya dapat menggunakan CC. Dari biaya awal 100 rupee, dikenakan pemrosesan sehingga total akhir menjadi INR 122,72 atau sekitar IDR 26.000 rupiah.

Nampak, verifikasi email sudah berhasil, namun hape belum.

Tahapan selanjutnya tinggal verifikasi no hape.

Jika sudah berhasil, maka login kembali ke akun IRCTC dengan menginput username dan password. Setelahnya baru proses verifikasi handphone dilakukan. Tekan saja tulisan “Verify Mobile with OTP”, tunggu beberapa saat, maka OTP yang dikirimkan ke handphone kita tinggal input di kolom “Please input OTP received” dan setelahnya tekan “Submit The OTP Code”

Jika berhasil, maka selesailah sudah proses pendaftaran akun di situs IRCTC.

Proses Pembelian Tiket Kereta di IRCTC

Kamu dapat mengecek rute dan ketersediaan kursi kereta tanpa harus login dan memiliki akun di IRCTC. Namun, jika untuk membeli, tentu saja wajib hukumnya daftar. Nah, jika sudah berhasil daftar, silakan cek rute kereta yang kamu inginkan. Misalnya saja rute Jaipur ke Jaisalmer di bawah ini.

3 area ini yang perlu kamu perhatikan.

Untuk area yang saya tandai dengan no.1, kamu dapat memilih rute dari dan ke kota tujuan, kelas gerbong yang diinginkan serta tanggal keberangkatan. Untuk area no.2 lebih dipermudah lagi pencarian dengan mempersempit tampilan jika kamu maunya jalan di kelas 1 saja atau di kelas sleeper train saja. Sedangkan area no.3 adalah opsi keberangkatan dan kapasitas ketersediaan kursi tergantung kelas yang kamu pilih.

Pilih salah satu opsi keberangkatan yang akan kamu jalani, maka begini yang akan tampil kemudian. Akan nampak rentang waktu keberangkatan dari pilihan yang diinput sebelumnya. Dari ini, nampaklah kapasitas kursi yang tersedia. Nah, di bagian ini mesti hati-hati. Tiap-tiap kode ada artinya sendiri.

Bingung sama kode-kode yang dimaksud? sama! saya juga awalnya gitu.

Untuk no.1 nampak tertulis RLWL10/RLWL7. Ini artinya tiket tersebut sudah habis dijual, namun kamu masih dapat membeli dengan status WL (Waiting List) no.7. Artinya selain kamu, sudah ada 6 orang lain yang membeli tiket ini dan berharap statusnya naik menjadi CNF (Confirmed). Btw, jika status tiket kamu WL dan menjelang keberangkatan masih WL, maka tiket dapat kamu batalkan. Atau, jika kamu nekat, bisa saja naik, tapi siap-siap diusir kayak saya hehe (cerita lengkap ada di buku Born to Travel)

Untuk no.2, nampak tertulis RAC12/RAC9. RAC sendiri artinya Reservation Against Cancellation. Jika status tiket kamu RAC, maka kamu boleh naik ke kereta api, namun tempat duduknya berbagi dengan penumpang lain. Ibaratnya 1 seat/berth bisa diisi berdua.

Untuk no.3, nampak tertulis Available-0001, artinya kursi masih tersedia dan angka 0001 itu menunjukkan bahwa kursinya hanya tersisa 1 saja! Jadi kamu harus buru-buru membeli agar kebagian kursi/ranjang tersebut.

Untuk no.4, nampak tertulis CNF Chance : 91%, artinya jika tiket kamu statusnya WL, kemungkinan besar status tiket kamu naik jadi CNF di tanggal tersebut sebesar 91%. Penghitungan ini biasanya dilakukan dengan melihat rentang waktu perjalanan tanggal yang sama di tahun-tahun sebelumnya.

Selanjutnya, silakan pilih tiket mana yang akan kamu ambil. Sekali lagi, jika memilih WL, maka risikonya tiket tetap berstatus sama menjelang keberangkatan. Namun, tidak ada salahnya mencoba pertuntungan, bukan?

Isi data penumpang dengan benar.

Lengkapi capcha-nya

Detail pemesanan kamu

Isi data penumpang dengan lengkap. Dimulai dari nama, usia, jenis kelamin, no paspor hingga posisi kursi/ranjang yang kamu pilih. Nah untuk memilih kursi ini, tiap-tiap kelas ada bedanya. Untuk melihat mana posisi yang lebih kamu sukai, dapat dilihat di sini. Infonya lengkap, tiap-tiap kelasnya ada.

Di kanan atas itu kipas angin hehe. Ya, saya pilih upper berth.

Setelah pengisian, akan ada summary dari tiket yang dipesan. Jika sudah dipastikan pengisian dilakukan secara benar maka selanjutnya masuk ke proses pembayaran. Ada banyak opsi pembayaran, namun lagi-lagi karena saya turis asing, maka pembayaran paling mudah yakni menggunakan kartu kredit.

Masukkan data CC

Masukkan OTP

Gak jelas ini apa. Abaikan saja. Hahaha. Gak ding, menurut Alid Abdul di kolom komen (dan juga jelas sih di poin-poinnya) untuk status WL, maka jika ada kereta pengganti maka akan dialihkan ke kereta lain. Risikonya jam berangkatnya juga kadang berubah.

Ini dia tiketnya!

Tahapannya sama, yakni penginputan no kartu dan harus memasukkan OTP (One Time Password) yang dikirim ke handphone kita. Begitu selesai, tadaaa, ini dia tiketnya, dapat langsung dicetak/simpan. Di sisi lain juga tiket akan terkirim melalui email dan reservasi juga terekam dengan baik di akun saya. Oh ya, saya juga mengunduh aplikasi IRCTC di smartphone saya, ini dilakukan untuk memudahkan pengecekan status tiket saya karena status WL yang saya pilih.

Untuk cara pengajuan E-Visa, itinerary India serta catatan perjalanan seputar India, dapat dicek di sini, ya!

Iklan

32 thoughts on “Mudahnya Memesan Tiket Kereta di India Melalui Situs IRCTC

  1. Judulnya menipu neh, katanya mudah tapi kok ribet banget daftarnya hahahaha.
    Betewe VKAL option itu berarti tiket yang omndut pesen termasuk waiting list dan ditawarkan kereta alternatif. Klo ditekan setuju nanti klo kereta alternatif ada seat langsung diubah lho. Jadi awas saja klo tiba-tiba diubah jadi keberangkatan jam yang tidak sesuai hohoho.

      • Ntah lupa Lid hahaha. Tapi status tiketku yang WL hanya satu dan aku udah beli tiket kereta lain yang lebih jelas.

        Iya, judulnya agak menipu hehe, tapi setelah berhasil emang ternyata mudah. Makasih bantuan dan mau digangguin selama proses pemesanan ini ya haha. Kayaknya aku masih butuh bantuan secara jatah beli tiketnya 6 aja sebulan lol.

  2. hahahaaa.. aku punya akun IRCTC dan sialnya aku lupa passwordnya!
    jadi pas mau beliin orang aku dah ngoprek2 email nyari2. (karena dulu bisa OTP dikirim via email asal aku kirim scan passport).
    nah akhirnya dgn sok tahunya aku reset password yang berakibat— dikirimin mobile OTP — yang gak bisa kuterima..

    habis baca postingan ini jadi terbantu. nyoba lagi ah!

    • Haha iya, dulu pernah baca tulisannya siapa gitu lupa kalau bisa dapetin OTP via surel. Untungnya sekarang udah lebih dipermudah mbak Indri. Jom balik lagi ke India 🙂

  3. Masya Allah, Oom..ribet sekalii! Aku bacanya pusing.
    Aku pernah mencoba pura-pura beli tiket kereta dari Delhi ke Agra. Ceritanya mau nyoba dari Indonesia. Ajib ribet bukan main, dan aku pun jatuh ke situs IRCTC ini. Langsung nyerah dan lebih suka pake perusahaan tour aja deh buat beliin tiketnya. Orang India kayaknya kudu belajar sama orang Indonesia deh buat bikin travelling yang lebih gampang.

    • Haha iya bener. Ntah kenapa mereka kayaknya memproteksi sekali apa-apa di sana mesti pakai no lokal dan untuk mendapatkannya gak mudah. Alasan yang paling sering aku dengar untuk proteksi dari teroris. Ada baiknya, tapi bagi pelancong ini menyulitkan.

      Untuk tiket bus akhirnya aku nyerah. Udah coba > 5 situs online, selalu mentok di no hape India dan CC pun mesti bank keluaran sana. Ajegile hehehe.

      Alhamdulillah IRCTC sekarang lebih mempermudah. Dan semoga ke depan semuanya jauh lebih mudah lagi amin 🙂

  4. Okesip. Besok kalo aku mau beli tiket kereta api India, aku nitip kamu aja ya, mas. #eh

    Baca ceritamu, aku jadi semakin bangga dengan sistem perkeretaapian kita. Semua orang bisa melakukan pembelian dengan mudah tanpa proses register yang rumit atau berbayar. Tinggal gimana memahami bahasa Indonesia aja, sih. Hehe. Oh, tiket kita juga bisa dipesan dengan Tokopedia, Traveloka, Tiket.com, dsb, yang ada opsi bahasa Inggris.

    Aku jadi ingat saat aku mau beli tiket kereta ke Ayutthaya dan Aranyaprathet dari Bangkok di tahun 2015. Sebelumnya, aku sama sekali nggak browsing gimana cara pembelian tiket di stasiun. Aku langsung datang ucluk-ucluk, eh ternyata ada loket khusus untuk turis yang ber-AC dan dilayani petugas berbahasa Inggris.

  5. mau komen omndut (eh sok kenal) ;0 , mau tanya itten lengkap selama di india tapi plus trasnportasi yg dipake kemana mananya, next mau bekpeker ke india. makasiihhh

  6. saya ga berhasil-berhasil nih Om. kode OTP dari kartu kredit udah dimasukkin, eh malah balik lagi ke summary. Trus cek di latest booking, statustusnya not booked terus.

  7. ternyata pesen tiket kerete India rumit banget ya kak. nggak akyak kereta Indonesia, caranya super gampang. nggak pakai status status an, kayak sosmed. hehehhe

    ditunggu cerita lainnya tentang India omnduut.

  8. Ini yang bikin saya bingung begitu mau ke India. Tiket kereta & bus susah banget booking-nya. Dan untungnya ada artikel ini. 😀
    Rencana saya akan ke Kashmir tahun depan, pastinya harus daftarin ke IRCTC. 🙂

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s