Pelesiran

Suer! Berkunjung Ke Kebun Begonia Nggak Akan Bikin Bego

IMG_6991

Kebun Begonia

Eh bener loh, setidaknya menurut KBBI (versi online) Bego itu berarti sangat bodoh atau tolol. Lantas? Lha lha lha, gimana bisa ada kebun yang namanya nyeleneh gini? Eh tunggu dulu, kan nama kebunnya itu Begonia. Nah, Begonia sendiri (ternyata) merupakan genus dalam keluarga tanaman berbunga begoniaceae. Aku nggak terlalu paham tanaman, yang jelas begonia ini berwujud bunga yang berwarna warni. Cakep deh! –kayak akoh.

Alhamdulillah, dalam rangkaian perjalanan ke Jawa Barat Maret 2015 lalu, aku berkesempatan mengunjungi kebun yang awalnya milik pribadi ini. Ya, aku sempet nanya ke salah satu petugas, menurut pengakuannya, dulunya ini kebun pribadi yang kemudian dibuka untuk umum. Wah lumayan juga, kan? Hitung-hitung menjadi bagian dalam pengembangan pariwisata Jawa Barat khususnya kabupaten Bandung Barat.

IMG_7051

Ya, Kebun Begonia ini memang berada di Lembang sekitar 15 km dari pusat kota Bandung. Sama seperti kunjungan ke Bosscha sebelumnya, aku mendatangi Kebun Begonia ini bersama Connie (sesama pelancong) dan duo mahasiswi Rafiqa & Aya yang rela kami culik untuk menemani kami. Hihi. Asyiknya, perjalanan dari Bandung ke Kebun Begonia ini kami disajikan pemandangan yang keren banget! Ya maklum, di Palembang biasanya lihat sungai mulu :p

Setiap pengunjung harus membeli tiket masuk seharga Rp.5.000. Sialnya, DSLR yang aku bawa nggak diizinin masuk.

β€œKalau mau bawa masuk kameranya, harus bayar Rp.50.000, mas,” ujar si mas penjaga.

Gilak! 10 kali lipat dari harga tiket masuknya. Menurutku harga ini nggak wajar. Aku masih memaklumi jika harus membayar 3 atau 4 kali lipat dari harga tiket. Lha ini? 10 kali lipat euy! Aku keliling 3 minggu di India dan mendatangi tempat-tempat yang jauh lebih spektakuler aja nggak ada tuh ceritanya kudu bayar jika bawa kamera.

IMG_6953

Rerumputan warna warni

IMG_7038

Ada patung badak πŸ™‚

Ai se ai se, aku tahu memang ada beberapa tempat-tempat wisata tertentu yang memang memiliki peraturan seperti itu. Dan, yeah, Kebun Begonia emang bagus, tapi, kan….. ah sudahlah. Karena aku terlalu pelit nggak rela membayar sebegitu besar, aku akhirnya mengalah. Namun aku sempat bernegosiasi.

β€œMas, saya titip baterenya aja boleh ya? Maaf, terlalu beresiko kalau kameranya yang saya titipkan.”

Awalnya sih nggak mau dia. Tapi setelah diyakinkan bahwa aku hanya punya satu batere dan DSLR-nya nggak akan dipakai selama di dalam, beliau akhirnya mengalah. Untungnya Rafiqa membawa kamera pocket dan itu diizinkan untuk digunakan. Ya lumayanlah, ketimbang nggak ada dokumentasi sama sekali kan? Maklum, hape yang aku pake masih jadul banget, jadi keberadaan kamera sangat diperlukan.

Lembang itu dingin namun panas. Eh, panas namun dingin. Gimana ya? Hehe. Udaranya sejuk namun matahari menyengat lumayan juga.

Untung aja ada peminjaman topi gratis yang di sini. Lumayan, topi jerami ini cukup membantu menghalau sinar matahari. Selain itu, kok ya aku ngerasa jadi makin mirip orang tionghoa ya? Xixixi. Atau, ya kayak orang Vietnam gitu deh. Sipit sipit semok-tampan-mempesona gitu. Buahaha, seriuuus eh becandaaa becandaaa.

IMG_6958

Pemuda Vietnam hehehe

Kebun Begonia ini emang apik tenan. Kebunnya dibagi menjadi beberapa sektor. Sepertinya dipisah berdasarkan jenis tanamannya. Ada yang khusus bunga. Ada juga bagian rerumputan warna-warni. Di sisi lain ada taman kaktus dan sektor tanaman buah dan sayur. Nggak banyak sih buah yang ditanam, seingetku ada jeruk dan labu aja. Lumayan deh πŸ™‚

IMG_6954

Selada segar ini bikin napsu!

IMG_6951

Ntah sayur apa ini, lupa :p

IMG_6989

Siapa tahu di dalam labu ada uang recehnya πŸ˜€

Oh ya di kebun ini juga banyak tersedia bangku yang didesain khusus. Ada yang bentuk kereta kencana, ada yang dibentuk seperti roda. Beberapa patung hewan juga ada. Anak kecil pasti suka banget ke sini. Terlihat beberapa orang yang mulai narsis foto-foto. Kami juga nggak mau ketinggalan dong ya.

IMG_7004

Con, pangerannya mana? hehehe

IMG_7037

Percaya, ini posenya settingan. Aku nggak seberat itu kok >.<

Gimana kalau tiba-tiba perut keroncongan? Aha! Di Kebun Begonia juga terdapat sebuah restoran yang cukup besar. Bangunannya bagus, terbuat dari bambu sehingga nampak sangat alami. Namun kami tidak makan di sini. Selain pingin nyobain sate kelinci, kami khawatir harga makanannya nggak sesuai budget hehe. Yang ada kami hanya mencicipi yogurtΒ yang kata si penjual diolah langsung di sana.

IMG_7031

Restoran dari depan

IMG_7033

Interior restoran. Nyaman ya…

IMG_6996

Kedai yogurt-nya.

IMG_7040

Mari makan yogurtnya

Yogurt dikenal mengandung berbagai macam manfaat kan ya. Maklum, ini jenis olahan minuman yang sarat vitamin dan berprotein tinggi hingga dipercaya dapat mencegah darah tinggi, menyehatkan gigi, membantu pencernaan, mencegah osteoporosis. Bahkan juga digunakan dalam dunia kecantikan karena diyakini dapat mengangkat sel kulit mati (jika dibuat scrub), memerangi jerawat, menyembuhkan kulit terbakar, mengatasi rambut rontok dan menyingkirkan ketombe. Wuih lumayan juga khasiatnya ya!

Ada banyak sekali varian rasa yang ditawarkan di Kebun Begonia ini. Harganya juga murah, antara Rp.5.000 sd Rp.10.000 saja. Setelah lelah mengelilingi Kebun Begonia dan disudahi dengan menyeruput yogurt berbentuk es krim ini, tentu rasanya enak sekali. Gak percaya? Cobain aja langsung di Kebun Begonia. Suer! Dijamin nggak bikin bego, kok! πŸ™‚

IMG_6964

Pose duluuuu

  • Kebun Begonia
  • Jalan Maribaya No. 120 A
    Lembang, Bandung
  • Telepon: 022 2788-527
    HP: 081-2220-0202
  • Email :Β info@kebunbegonia.com
  • Situs :Β http://www.kebunbegonia.com/
Iklan

70 thoughts on “Suer! Berkunjung Ke Kebun Begonia Nggak Akan Bikin Bego

    • Padahal DSLR-ku nggak mancung-mancung banget hehe, masih standar lensanya.
      Karena DSLR identik hasil fotonya bagus, bisa dikomersilkan, gitu kali ya mbak Yana. Padahal aku mah gak jago-jago banget motret. Kebetulan aja ada DSLR >.<

  1. Mirip kokoh-kokoh banget yang pake topi itu πŸ˜€

    Masa itu foto jungkit-jungkit settingan? Itu mah asli berat sampe bisa ngalahin 3 orang :))

    Cek Yan, tau nggak sih kalo aku ini penggemar berat yoghurt? Jadi, tau sendiri kan kalo baca cerita ttg yoghurt gimana efeknya ke aku? πŸ˜€

  2. Padahal kalau sdh masuk gak asyik kalau gak motret ya Mas. Padahal kalau motretnya bagus terus dipejeng di blog, promosi juga utk mereka. Beda kalau foto utk prewedding yah gak apa lah di charge lebih πŸ™‚

    • Itu yang pengelola nggak pikirkan πŸ˜€
      Prewedding pun kalo cakep orang akan nanya, “eh itu di mana?” trus orang tertarik datang. Jadi promosi gratis πŸ™‚

  3. Jadi mikir kalau saya ke sana sama anak-anak……..

    selesai itu semua bunga warna warni menawan hati.

    selesai. πŸ˜€

  4. Menyegarkan sekali postingan ini. Pernauwarna warni πŸ˜€
    Fotonya cakep-cakep juga, kayak diambil sama kamera DSLR

  5. Ini alamatnya di Lembang sebelah mana, Om? :hehe. Siapa tahu bisa ke sana. Dan mohon izin, setahu saya Lembang itu di Kabupaten Bandung Barat, kecuali kalau ternyata memang sudah ada pemekaran di Kab. Lembang :hehe :peace.

    Wilayah dataran tinggi memang begitu ya Om, sejuk tapi mataharinya menyengat :hehe. Tapi sepadanlah dengan bebungaan yang apik, taman, dan pemandangan di sana yang keren, meski mahal dan tidak boleh bawa kamera DSLR :huhu, kenapa yak? Apa takut nanti dijadikan latar belakang pemotretan dan akhirnya dieksploitasi? Ah, yang penting pemandangan dan santapannya yak, Om? :hihi. Btw, dirimu memang mirip dengan orang Vietnam Om, berpose di tengah ilalang, seperti di tepi Sungai Mekong :hehe.

    • Gaar Gaaar πŸ˜€ makasih koreksinya. Iya ternyata kabupaten Bandung Barat hehe. Kemarin pas nulisnya kok ya males buat cek en ricek ya *toyorjidatsendiri

      Mengenai alamatnya juga sudah ditambahkan di bagian bawah πŸ˜‰
      Duh belum pernah ke Sungai Mekong nih. Semoga tahun depan πŸ˜€

      • Amiin ya Om :)). Ah si Om pasti sudah khatam dengan persungaian. Di halaman belakang ada Musi dan tahun depan akan ke Mekong, jangan lupa ceritanya dibagi di sini ya Om :hehe.

  6. Kalau ke kebun bunga memang selalu bikin betah ya. Apalagi kalau cuacanya mendukung. Seger gitu hawanya. Kalau bisa sekalian bawa makanan sambel trasi ikan asin nasi anget makin ga mau pulang haha

    • Hahaha jadi serasa piknik. Tapi idenya boleh juga πŸ™‚
      Masalahnya boleh gak ya sama pengelola? soalnya ada restoran di dalamnya hihihi.
      Mbak, kok aku gak bisa komen di blognya ya? kemarin aku komen di 3 postingan kok gagal semua >.<

  7. Aku kadang suka bete ama peraturan yang kayak gini, kamera DSLR harus bayar lebih.. Padahal sebagai tempat wisata, harusnya mereka seneng ya karena ada yang promosiin tempat wisatanya dengan foto-foto yang bagus.
    Beda cerita kalo emang tidak diperbolehkan membawa kamera dengan alasan untuk menghormati pengunjung tempat itu, seperti tempat ibadah, kampung adat, museum. Tapi kalo itu kan jelas, tidak diperbolehkan membawa dan menggunakan kamera jenis apapun juga. Di situ kadang saya merasa sediiih…. πŸ˜₯

  8. Seger ngelihatnya, betah duduk dan jalan cantik disini.
    Aku suka banget youghurt, entah di buat jus atau dibikin kayak ice cream atau.. Lassi. hmm Yummy

    • Kita juga ngehabisin waktu lumayan lama di sini. Lebih dari 2 jam rasanya mbak πŸ™‚ Di Palembang nggak ada soalnya >.< cuacanya nggak cocok.

  9. Ping-balik: Menjajal Gaya Hidup Kekinian di Resto Sangkar Burung Tong Tji Bandung |

  10. aku belom pernah ke kebun begonia padahal tinggal di Bandung

    kalau masalah kamera DSLR, kayaknya 50ribu bayar di sana masih cukup murah, dan boleh bawa kamera saku. aku pernah wisata di Jakarta, kalau bawa kamera DSLR, kamera saku, atau kamera apapun itu, bayar 1 juta per kamera. hahaha ha ha

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s