Kopdar / Kuliner

Kopdar Gelora Sentosa : Dari Nasi Minyak Hingga Es Kacang Merah

DSC_1084

.

“Kita makan apa nih, Yan?”

“Udah pernah nyobain Nasi Minyak? Mau coba nggak?”

“Wah baru pertama kali denger nih tentang nasi minyak. Boleh juga!”

Jadilah, aku dan mas Hendra [hensamfamily dot wordpress dot com] melaju ke sebuah rumah makan yang terkenal akan nasi minyaknya yang lezat. Tepatnya di rumah makan Abuk di daerah Dempo. Sayang sejuta sayang, rumah makannya tutup dan ternyata hanya buka sampai jam 5 sore saja. Huaa, para mamamholic kecewa sodara-sodara! Tapi tenang, yang jualan nasi minyak nggak hanya Abuk seorang. Aku dan mas Hendra lantas meluncur ke rumah makan HAR yang juga menjual nasi minyak.

Eh ya lupa bilang, nih dalam rangka kopdar lagi euy! Asyiknyaaaa, satu persatu temen yang dikenal di dunia maya akhirnya bisa ditemuin. Mas Hendra ini aku kenal udah lamaaaa banget. Zaman si Bawang Putih masih dibully oleh Bawang Merah juga udah kenal hehehe. Nggak ding, dulu kita sama-sama melapak di multiply. Untungnya, pasca multiply tamat riwayatnya, kita masih bisa berkomunikasi di wordpress.

Ini kunjungan ke sekian kalinya mas Hendra ke Palembang. Cuma ini baru pertama kali bisa ketemuan denganku. Seneng banget bisa ketemuan sama bapak 3 anak ini. Udah dikasih oleh-oleh sekeresek eh aku ditraktir pulak. Jadi enak hehehe. Oke sip, kembali ke judul. Mari ikutan kita menyantap nasi minyak. Jangan pada ngiler ya 😀

Nasi Minyak? Maksudnya nasi yang diminyakin gitu?

DSC_1068

Yang di bagian bawah itu Martabak HAR. Nah di atasnya baru deh Nasi Minyak.

Eh bukaaaan 😀 kalau nasi yang diminyakin trus dipanasi di wajan nasi goreng namanya. Nasi Minyak adalah salah satu makanan khas Sumatera Selatan lainnya selain pempek dan kawan-kawan. Nasi Minyak dimasak menggunakan minyak samin plus olahan rempah-rempah. Hmm, mungkin sekilas mirip-mirip nasi Biryani namun rasa Nasi Minyak ini menurutku lebih soft jadi nggak nyelu makannya. Benar begitu mas Hen? 😀

Oh ya, karena rumah makan ini satu lokasi dengan Martabak HAR, jadi aku pesen Martabak HAR aja. Ini dia pesanan kita.

Nasi Minyak biasanya dimakan beserta lauk pauk. Ada beraneka macam lauk yang biasanya menemani si Nasi Minyak ini. 🙂 yang paling khas itu daging Malbi. Yakni daging yang dimasak seperti rending namun rasanya lebih manis. Sayang, karena udah malam malbinya juga udah habis. Begitupun sambal nanas dan sambal mangganya. Wah jadi makan apa dong?

Tenang, masih ada ayam yang dimasak kari dan juga sate. Selain itu juga ada sambal acarnya. Dijamin, rasanya nggak kalah menggugah. Lumayan menutupi kekecewaan gak bisa makan di RM Abuk.

????????????????????????????????????

Nasi Minyak beserta teman-temannya

Sembari makan kita ngobrolin buanyaaaak hal. Seru banget ngobrol sama mas Hendra ini. Macam udah pernah ketemu sebelumnya jadi kayaknya nggak ada rasa canggung. Kebanyakan sih kita ngobrolin masalah jalan-jalan (the most favorite topic). Kadang-kadang terselip juga wejangan untuk berumah tangga eaaa hihihi.

Nah, ketika udah separuh kenyak 😀 kita jalan lagi. Biasanya sih aku ngajakin temen itu ke Jembatan Ampera. Nah berhubung mas Hendra belum pernah main ke wilayah Ulu, jadilah aku ngajakin mas Hendra ke komplek Stadion Jakabaring yang gede itu. Walaupun malem, ternyata lumayan banyak orang yang duduk-duduk ngadem di sini. Kita pun nggak mau ketinggalan dong foto bareng. Kapan lagi, kan? 🙂

DSC_1093

Cahaya lampunya oke ya 🙂

DSC_1081

Untung ada yang mau bantuin foto 🙂

“Yan makan apa lagi nih kita?” tanya mas Hendra.

Wah sungguh bahagianya aku, ternyata aku nggak sendirian menyandang gelar mamamholic. Ternyata mas Hendra juga tukang makan hahaha. Nah, sebetulnya kita mau cari makanan khas Palembang lainnya yang nggak begitu berat. Pinginnya makan Celimpungan, Laksan, Burgo, Lakso dsb. Sayang itu menu sarapan pagi dan kalau malam udah susah nemuinnya. Akhirnya kita sepakat makan pempek aja.

DSC_1107

Pempek Sentosa

DSC_1105

Udah mau tutup makanya sepi.

Warung pempek yang kali ini aku pilih yakni Pempek Sentosa yang berada di kawasan Plaju. Ini salah satu warung pempek favorit keluarga kami. Selain rasanya enak, harganya juga “masuk akal”. Coba aku tanya, merek pempek yang kalian tahu apa? Paling juga nyebut nama pempek nganu itu, kan? Hihihi. Padahal, masih banyak kok warung pempek yang enak. Ya salah satunya Pempek Sentosa ini.

Kita datang setengah jam waktu operasional berakhir. Walau gitu, pegawai di sana tetap menyambut dengan ceria. Ini salah satu poin plus yang aku suka dari Pempek Sentosa ini. Pegawainya sigap, ramah dan suka banget bercanda hehe. Rasa pempeknya? Nggak kalah kok! Nah, yang jadi menu minuman andalan di Pempek Sentosa ini adalah es kacang merahnya. Ini dia tampilannya.

????????????????????????????????????

Ya oke, air liurnya coba ditahan 😀

DSC_1102

Pempek pesanan 🙂

Di sini, mas Hendra sempet nanya cara makan pempek orang Palembang itu kayak apa. Hahaha, sampe-sampe tata cara makannya direkam dalam bentuk video. -Pas aku dangdutan mau mas direkam juga? –abaikan. Yang jelas, kalau orang Palembang makan pempek, cuko-nya itu dihirup kayak minum air. Nah, hebat kan perut orang Palembang?

DSC_1098

Yuk mari nyengir dulu :p

Kita makan sampe kenyang di sini. Asyik banget! Pas mau pulang, si mbak-mbak Pempek Sentosa minta diajakin foto. Yihaaa, jadilah kita foto bareng dengan pose menggemaskan ala cibi-cibi ini hehehe.

????????????????????????????????????

Sesuai rikues, fotonya dipajang di blog 😀

DSC_1104

Satu… dua… senyuuummm 🙂

Pempek Sentosa ini tempatnya nyaman, tidak jauh dari pusat kota dan juga ada pusat oleh-oleh kerupuknya. Keunggulan lainnya ialah, jika pempeknya mau dipaketin, Pempek Sentosa juga kerja sama dengan salah satu ekspedisi sehingga kita nggak usah repot ke sana ke mari buat kirim pempeknya. Praktis, kan? Nah bagi yang mau makanan berat, di sini juga dijual nasi dan mie goreng. Jadi pempek bisa dimakan sebagai pelengkap. Pokoknya asyik deh makan di sini.

DSC_1095

Kerupuk buat oleh-oleh

Ketika Pempek Sentosa sudah mau tutup, kita beranjak pulang. Aku langsung mengantarkan mas Hendra kembali ke hotel. Kopdar Gelora Sentosa (dari Gelora Sriwijaya hingga ke Pempek Sentosa) ini berakhir dengan menyenangkan. Makasih sudah berkunjung ke Palembang mas Hen. Kapan-kapan ajak “pasukannya” ya ke sini 🙂

Iklan

45 thoughts on “Kopdar Gelora Sentosa : Dari Nasi Minyak Hingga Es Kacang Merah

    • Aku lupa nulis di postingannya, jadi aku tambahin di sini aja infonya 🙂

      Ketika Farah Quinn menjadi konsultan untuk makanan di Air Asia, untuk pertama kali, Farah Quinn menjadikan Nasi Minyak sebagai menu andalannya 🙂 selain memang rasanya yang enak, Farah Quinn juga tentu ingin menonjolkan kuliner nusantara terutama dari daerah di mana ia berasal 🙂

  1. OOh Mas Hendra ini anak MP ya duluuu? aku lupa-lupa ingat 😀 *disambit pempek*

    Aku juga mau lhoo ntar kalo ke palembang diajakin wiskul.
    Para pegawai Pempek Sentosa malah lebih heboh dari yang kopdar ya he3

    • *ngakakpenuhkode*

      Harus dong Wan. Masa iya dari Malang ke Palembang makannya apel atau sudah bawa bekal bakso Malang hahaha, kudu cobain makanan Palembang dong.

  2. Hm… memakan pempek dengan menghirup kuahnya… jadi kepengen nyobain Om :haha. Dan menurut teman saya yang asli Sumsel, kabarnya di sana pempek sudah jadi makanan menjurus cemilan, maksud saya bisa disantap kapan saja, ya? Baiklah, kita jadikan pempek sebagai sarapan dan makan larut malam! *kemudian perutnya belum terbiasa dan akhirnya memerlukan bantuan :hehe*.

    • Memang Gar 😀 jadi pempek itu bisa dimakan kapaaaaan aja 🙂 nggak ada spesialisasi untuk sarapan, tea time atau nyemil sore. Mau kapan aja bisaaa 😀

  3. Yayaaaannnn, trimakasih atas sambutan, wiskul dan jalan2nya. Menyenangkan dan mengenyangkan. Kalo ke Jakarta-Depok harus bilang bilang lho…supaya aku bisa balas dendam !!!

  4. Aku selalu terharu baca kebaikan Yayan di tiap tulisan kopdar. Sangat menginspirasi. Dan asyik yes jalan-jalan sama Bang Hen. Salut sama kapasitas perut kalian. Hahahaayy

  5. Ping-balik: Nongkrong di Ancol Ala-ala Hingga Mencicipi Nasi Minyak Para Artis di Jambi |

  6. Wah lsng ngiler liat poto2 nya mas, Kangen Palembang euy.. Terakhir kali ke Palembang dulu oleh2nya pempek candy, entah enakan candy atw oak raden mas ? Maklum kenalnya 2 itu aja.. Hehe..

    Salam kenal ya omnduut.. 😀

  7. Ping-balik: Mencicipi Makanan Kaisar Mughal di Restoran Terbaik di Asia : Karim Restaurant |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s