Serba

Momok Itu Bernama : Bahasa Inggris

english-we-can

Zaman dahulu kala, saat aku masih ngeblog di multiply, aku pernah bikin satu tulisan singkat mengenai kelemahanku dalam berbahasa Inggris (well, kelemahanku yang lain saat dikedipin Chelsea Islan, by the way). Di tulisan itu aku bilang, “aku rela deh kemampuan berhitungku diturunin dikit, dan dialihin agar aku bisa bahasa Inggris.”

Soalnya, menurutku matematika itu lebih masuk akal untuk dipelajari ketimbang bahasa Inggris. Nilai matematikaku sih ya nggak kece banget, tapi seenggaknya masih lebih bagus ketimbang bahasa Inggris. Pokoknya, kalau berhubungan dengan bahasa Inggris aku nyerah.

Kenapa kok ya kayaknya benci banget sama bahasa Inggris? Hmm, auk deh. Kayaknya karena guru pertama bahasa Inggris SD dulu orangnya nggak asyik. Saat SMP dapet yang galak. Bayangin, kalo ditanya trus nggak tahu, jidat bakalan dikasih tanda salip pake kapur. Gimana nggak pinter coba, udah takut duluan, kan?

IMG_20160615_185146 (1)

Berbahasa Inggris itu perlu. Setidaknya, jika kedatangan bule yang hampir “ditangkap” polisi kayak gini, kan gak mesti ngomong pake bahasa kalbu.

Aku sendiri baru belajar serius di tempat kursus itu di semester akhir kuliah. Pas mau lulus gitulah. Nah, film dan lagu-lah yang bikin aku perlahan suka sama bahasa Inggris. Apalagi sejak gabung di couchsurfing  dan suka kedatangan bule, ya mau gak mau kudu ngomong dong ya. Mosok ngomongnya pake bahasa kalbu.

Sekarang gimana? Hmm, ya mendinglah. Seenggaknya kalo denger orang ngobrol pake bahasa Inggris, aku bisa paham dikit-dikit. Apalagi kalo mereka ngomongnya, “stt,  what do you think about Yayan? he is hensem, right?” wah aku mah paham banget, dah!

Belajar Bahasa Inggris Modal Hape

Lalu, apakah belajar bahasa Inggris itu mesti datang ke tempat kursus? Belajar sendiri lewat film, lagu atau buku sih bisa. Tapi percayalah, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris itu lebih efektif jika dilakukan dua arah. Dalam artian, ada orang yang dapat mengoreksi kesalahan kita. Baik itu kesalahan dalam penulisan, penggunaan kata, grammar atau bahkan pengucapan. Trus gimana dong kalo mau belajar, tapi gak punya waktu buat pergi ke tempat kursus?

bec4

Mau info tentang BEC? klik http://www.britishenglishclass.com

Berbekal infomasi dari Ihwan, aku akhirnya tahu tentang British English Class (BEC), lembaga kursus bahasa Inggris berbasis online. BEC sendiri pertama kali didirikan pada bulan November 2015. Awalnya cuma ada 1 guru. Seiring perkembangan waktu, kini jumlah tutornya menjadi 124 orang! Wow! Perkembangan yang pesat, ya!

Mayoritas “murid” di BEC ini adalah para pekerja yang memiliki keterbatasan waktu. Eh ibu-ibu rumah tangga yang sibuk tapi mau meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya juga banyak yang ikutan les di BEC, loh! Sebelum bicara lebih banyak, coba cek dulu program apa aja yang ditawarkan oleh BEC ini.

bec5

Lihat, programnya buanyak!

Selain bahasa Inggris, ternyata BEC juga bisa kasih les bahasa Jepang dan Mandarin. Wah lumayan banget kan kalo-kalo mau cari jodoh orang Jepang atau Tiongkok. Uhuk.

bec3

Ada yang mau belajar bahasa Jepang? biar ngerti gitu dialog film JAV #eh

Selanjutnya, yang harus dilakukan adalah memilih tutor/guru-nya. Seperti yang aku bilang tadi, ada 124 guru dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan bahasa Inggris. Rata-rata masih berusia muda dan…tentu saja jago-jago bahasa Inggrisnya. Kerennya lagi, sebagian ada yang lulusan sekolah luar negeri atau bahkan masih belajar di luar negeri.

Daebak!

Saat dihubungi oleh mbak Wia dari BEC, aku udah wanti-wanti request, “nanti pilihin guru yang paling sabar ya, soalnya aku begok banget bahasa Inggrisnya.”

bec6

Coba lihat kemampuan tutor-tutor BEC ini!

Dan, tadaa, aku mendapatkan tutor bernama Dini yang baru aja pindah ke Belanda karena dapetin beasiswa S2 di sana. Bayangin, skor IELTS-nya 7.5! alamakjang, ngeliatnya aja aku udah bengong. Oleh mbak Wia, dikasih progtam Kelas Pertamax dengan 8 sesi English chat dan 4 kali conversation. Aku mari kita tengok, gimana belajarnya.

Tips Belajar di British English Class

Dini baru bisa menyapaku melalui aplikasi whatsapp sekitar 2 minggu sejak informasi dari BEC jika sesi belajarku dapat dimulai. Maklum banget, namanya juga wong baru pindah ke Belanda ya. Dini mengaku bahwa dia harus mengurus ini itu di kampusnya sekalian beradaptasi dengan suasana belajar di sana. Pasca komunikasi pertama pun, belajar baru bisa dilakukan satu minggu setelahnya karena saat itu aku sedang berada di Kuala Lumpur menghadiri event #AboutKL.

16593733_120300002002253541_1500840371_o

Perbincangan di awal. Saat janjian mau belajar jam berapa. Eh, itu background whatsappku : Amsterdam, loh!

Itulah manfaat belajar di BEC yang pertama. Waktunya sangat fleksibel! Jika ada salah satu yang lagi sibuk, ya tinggal atur waktu lagi. Sama Dini, aku belajarnya mostly malam hari. Maklum, beda waktu antara Indonesia dan Belanda itu 6 jam. Jika pagi di sini, di sana masih tengah malam. Beberapa kali sempat belajar siang mendekati jam makan siang. Di sana Dini tengah bersiap ke kampus untuk belajar. Tiap sesi hanya butuh waktu 1 jam kok 🙂

Belajar sama Dini tentu saja menyenangkan. Belajarnya kayak ngobrol aja gitu (panteslah mbak Pungky bilang belajar di BEC bahkan bisa sambil bergosip hahaha). Belajarnya pun gak tematik. Dari percakapan yang aku lontarkan, Dini bisa kasih info tentang kesalahan yang aku perbuat. Jadi, belajarnya pun fleksibel. Jika aku khusus mau tanya tentang topik tertentu, Dini akan langsung membahasnya. Simpel!

Jangan pernah malu! Jadikan itu manfaat yang kedua. Nih ya, biar kata tutor di BEC jago, jangan pernah minder. Lha, namanya juga belajar. Kalau nggak salah-salah, ya daftar jadi guru aja sana haha. Tentang ini aku kasihan sama Dini, dia kayaknya menguras energi dan emosi banget ngajarin aku. Salah mulu! Haha sorry, ya!

Lalu yang ketiga ialah memilih tutor yang tepat. Aku termasuk orang yang percaya dengan click factor. Bisa dilihat dari foto, obrolan di awal dsb. Jadi, jika ternyata di perjalanan tutornya dirasa nggak cocok (bukan berarti tutornya jelek, ya!), segera minta tutor pengganti. Belajar itu kudu nyaman dan konek. Kalo nggak ada penerimaan satu sama lain atau hanya salah satu saja, maka segera ambil tindakan.

Dapet info tentang IELTS!

Dapet info tentang IELTS!

Oh ya sebagaimana info yang kutulis di awal, ini belajarnya nggak hanya chatting di whatsapp. Kita juga ngobrol secara langsung via telp (tentu, lagi-lagi via whatsapp). Ini yang paling aku suka, karena Dini bisa langsung mengoreksi pelafalan bahasa Inggrisku yang keliru. Selain itu, bicara spontan itu terasa lebih rileks karena gak terlalu terbebani dengan pemikiran, “ini salah gak ya” jika menulis. Kalo ngomong kan, apa yang ada di kepala ya dikeluarkan.

Aku beruntung bisa belajar di BEC. Pasca belajar, aku ya nggak langsung jadi jago dan master gitu. Tapi seenggaknya, aku bisa dapet info banyak seputar bahasa Inggris dengan baik dan benar. Melalui Dini juga, untuk pertama kalinya aku mendapatkan gambaran tentang IELTS itu seperti apa. –kalo ngebayangin tes IELTS, langsung deh keringet dingin muahaha. Tesnya mahal!!!

Oke, so, bagi yang tertarik belajar bahasa Inggris kayak aku, silakan kontak langsung British English Class melalui situs resmi mereka di sini, atau bisa juga hubungi mereka melalui whatsapp/line ke no telepon 082110009343 atau BBM : 7C02FA8B. Eh yang mau nyari jodoh juga bisa, loh. Siapa tahu, kan? -ngikikgenderuwo.

*   *   *

Note : gambar utama diambil dari sini.
Iklan

104 thoughts on “Momok Itu Bernama : Bahasa Inggris

  1. Duh kok kebalikannya ya sama aku om, aku hitung-hitungan lemah, hari gini sering ditipu tukang siomay dan bubur ayam lantaran suka bingung ngitung kembalian wkwkw. Bahkan temen-temenku suka ngebully klo urusan patungan nongkrong di kafe wkkw. Maklum aku duit tinggal sebar sih wkwkw.

    Ngomongin belajar Inggris aku sejak kecil uda penasaran dengan bahasa asing, suka denger lagu dan film2 amrik. Belajar otodidak sendiri, nggak pernah kursus gitu. Yah walau nggak faseh-faseh amat tp ngertilah orang ngomong apa haha.

    • Kamu sih kalau buang ingus aja pake duit 100 ribuan, makanya gak jago ngitung nggak apa-apa muahaha.

      Iya, nyesel dulu penakut sama bahasa Inggris. Harusnya, semakin nggak bisa, kudu semakin berani belajar, ya! aku gak pernah berani ambil les. Makanya (agak) pinternya setelah kuliah hehe. 😀

  2. Kalau belajar Bahasa itu yang penting konsisten prakteknya. Coba Om langsung praktek dengan orang2 rumah (lalu dikucilkan haha). *sok2an ngasih masukan padahal diri sendiri masih kesulitan ngomong bahasa Belanda 😅 Semangatt belajarnya!

    • Haha iya mbak. Sayangnya di rumah gak ada yang bisa bahasa Inggris, ada sih si adek yang bisa sedikit-sedikit, tapi kan ya gak seru muahaha. Makanya suka terima anak CS. Sekalian praktik bahasa Inggris 🙂

    • Muahahahaha, iya, aku juga mending disiksa makan pempek deh. Eh kalo sekarang sih udah seneng belajar, tetep ya, kalo belajar sambil makan pempek lebih nikmat muahahaha

  3. Dulu waktu masih tinggal sama ortu, alm papa yang lulusan kuliah di London suka marah kalo anak2nya gagap bahasa Inggris. Soalnya alm papa dan almh mama ngomong Inggrisnya lancar banget. Hahaha. Tapi entah napa ya kak, bahasa Inggris ini kalo jarang dipake ngomong jatohnya kaku pas mau ngomong. Aku ngerasain banget sekarang.. hiks. Berasa mundur kemampuan speaking nya😢. Apa aku harus nyulik bule buat temen chit chat di rumah? *eh😂

      • Duh, mumet aku kak. Bahasa Inggris blom fasih nambah lagi bahasa baru. Otakku langsung lemot😂. Kalo puasa aja gimana? Kan aku hemat ga usah nyiapin makanan ekstra. Uhuk😀

    • Kalo aku kenal bahasa Inggris dari sebelum kenal abjad, baru mau masuk SD Kalo nggak salah. Seneng kepoin #ngintip abangku kursus bahasa Inggris private di rumah. Kayaknya menyenangkan, ya alhmdlh pas sekolah belajar bahasa Inggris dapat guru yang galak#lha tapi baik banget. Kalo teorinya dapat nilai perfect, tapinya pas praktek nih payah banget. Kemarin ada teman (Indonesia ,dipku) Kalo ketemuan kita rajin speak english gitu. Masih bisalah nyambung, saling koreksi. Terus pas kemarin ke Melaka ketemu bule, plek asli hilang kosa kata. Bisa cuma bilang sorry, thank you, terus Yes no Yes no aja. Alamak.. padahal niatnya jalan jalan keluar itu biar makin lancar n fasih gitu lho. Payah banget ya? Btw, Kalo les Mandarin itu gimana? Diajari tulisannya atau speakingnya aja? U know lah tulisan Mandarin , Jepang sama Korea sodaraan. Mandarin bisa dikit (ngerti lah ), tapi cucuku (itungan urut2an dia jadi cucu) jago banget bahasa Mandarin. Pengin lebih fasih Mandarin terus bisa cas cis cus English (minus gorgi)

      • Wah komennya nyelip dan belum terbalas.

        Kayaknya itu mandarin dan Jepang hanya speaking mbak. Atau boleh juga cek langsung dan nanya ke sana ya 🙂

  4. Ah aku sampai sekarang buta dengan yg nama ny Bahasa Inggris mas.. Hanya tahu, Yes, No, I Love You dan I Miss You saja.. 😢😢

    Aku perlu bimbel dengan edek” emesh yg pintar bahasa inggris

  5. aku justru kebalikannya oom, sudah suka bahasa inggris sejak sering dengar lagunya westlife jaman kelas 4/5 SD. pas masuk SMP dari kelas 1 hingga 2 dapat wali kelas guru bahasa inggris yang orangnya baik dan telaten banget. nilai pas di raport sih lebih mending dibanding matematika bahkan di nilai ujian yang tertera di ijazah. pas SMK pun masih tetap suka bahasa inggris apalagi gurunya ibu guru muda pindahan dari JKT, namanya bu Shanti…masih inget kalau ngajar suka di bawah rindangnya pohon atau duduk-duduk di rumput halaman sekolah yang teduh. tapi ya itu cuma tau dikit mungkin karena jarang dipraktekan…sampai sekarang pun hahahaha *payah*

  6. Hehehehehe Kece juga nih ikutan – aku suka bahasa Inggris krna gak ketemu matematika ! GLeeekkk!’.!! Btw dulu aku ngoyo banged belajar bahasa Inggris krna punya mimpi keluar negeri sejak merasa bahwa jalan jalan itu menyenangkan hehehehe meski skrg kemampuan bahasa Inggris aku gak Kece Kece amaaaatttt!!! Btw aku mau gabung juga laaah di program BEC itu – biar aku makin Kece Bana Bana hahahahahah

    • Kebetulan BEC emang lagi nyari blogger bang. Nanti aku kasih woro-woro pengumuman di sosmed yaa 🙂

      Cieeh yang sebentar lagi mau ke Kerala hahaha. Selamat bercas-cis-cus bahasa Inggris 🙂

  7. Aku juga lemah syahwat nich ama bahasa inggris, bisa dengerin orang ngobrol tapi mau balikin nya lagi butuh waktu agak sedikit lebih lama, apalagi kalo kosa kata nya yg aneh2 bukan percakapan sehari2 hahaha

  8. Aku mungkin malah bingung kalau belajar sendiri di HP mas 😀 dulu aku gagap bahasa Inggris, tapi karena kepepet ya udah ngomong aja, biasanya bahasa itu susah ngomong karena ngga pede, padahal kita kan belajar dari SMP – SMA bahasa ini 😀

    • Bener, rasa nggak pede itu sangat jelek. Kadang orang-orang di sekitar kita juga berpengaruh. Pas mau ngomong dikit, dibilang pamer. Atau kalau ngomong salah, dibully (minimal banget kasih ekspresi ngejek). Ya begitulah….

  9. Kita bertolak belakang om, kalo aku justru ngerasa matematika itu yang jadi momok menakutkan.. mungkin gara2 itu sampe sekarang udah lupa sebagian besar rumus matematika yang super rumit itu.. 😁

  10. sejak SMP sampe SMK, entah knp nilai bahasa inggris ku tertinggi di kelas om, pdhl itu aja cuma nyentuh angka tujuh lebih dikit wkwkwkwk.
    belajar bahasa inggris perlu banget sih menurutku. tp yg agak kurang setuju adalah di acara2 pencarian bakat, entah knp kok mereka malah lebih bangga nyanyi bahasa inggris drpd bahasa kita sendiri, padahal lagu kita mah banyak yang bagus, gak kalah sama lagu-lagu berbahasa inggris hehehe

    • Iya, sempet dikirik juga kan karena pada demen nyanyi lagu bahasa Inggris haha. Keren deh kalo emang suka belajar bahasa Inggris, aku dulu rasanya lemot buanget.

  11. practice make perfect, kak. aku dulu masih sering bingung kalo telponan sama customer Australi yang mana you know lah aksennya..tapi kesininya udah bisa memahami. waktu memang memudahkan segalanya…halahapasiyes? hhahahahha…
    eh anyway, itu les bahasa Landa ada nggak ya? kayanya menarik juga. Kalo Mandarin aku ampun dije, kak. itu butuh kesabaran yang maha tinggi.

    • Iya, katanya bahasa Mandarin salah satu bahasa tersulit di dunia. Katanya… haha. Tapi pas nonton Kick Andy dan lihat Agustinus Wibowo ngomong bahasa Mongolia, kayaknya itu yang lebih susah.

    • Betul haha. Aku kalo ada anak CS yang datang ke rumah, sabodo, yang penting ngomong. Uniknya, mereka yang datang kebanyakan dari Eropa Timur yang ternyata bahasa Inggrisnya beti-beti sama aku. Jadilah pede hehehe

  12. kalo reading masih ok, kalo ngomong …. aduuhh parahhh … manalah enggris logak sunda lagi. Tapi sejak pindah divisi 4 tahun lalu mau gak mau akhirnya les enggris karena bos nya jepun jepun … tp tetep cobaan buat aku mah … secara enggris jepun kan yaa you know lah ya, menjadi tantangan tambahan jadinya hahahhaha …

    belakangan ini aku lagi suka baca buku bahasa inggris, katanya kalo mau practise lebih bagus bacaannya juga dilengkapi … pake yg bahasa enggris gitu … trus udah jaga bu?? beluuumm lah hahaha … karena apa? karena kalo email email an ama bos itu … aku masih suka minta tolong si omgugel translate 😀 sebegitu parahnya enggris aku yak 😀

    • Hahahaha, samalah. Aku juga punya beberapa buku bahasa Inggris. Tapi ya gitu, nasipnya mengenaskan hehehe.

      Google translate emang membantu tapi kadang bikin jadi gak pede sama diri sendiri.

  13. Nilai matematikanya lebih bagus? Yah bersyukur om daripada jeblok kaya saya 😦
    Kalo bahasa inggris sekadar nulis di kertas sih gampang menurut saya, cuma kalo ngomongnya itu lho, apalagi sama orang bule haha

    • Haha, tapi secara umum bahasa Inggris orang Indonesia itu cukup baik. Banyak bule Eropa yang kalo ngomong duh kayak kumur-kumur pake cuko pempek hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s