Pelesiran

Serunya ”Mencicipi” Perayaan Imlek di Bangkok

DSC_0685

.

“Heh, emangnya kamu cina*, Yan?”

Begitulah komentar beberapa orang ketika tahu aku ikutan merasakan kemeriahan Imlek. Haha, aah andai ya kulitku putih kayak adikku Nichkhun, dengan mata sipit ini, bisa jadi aku (bakalan) dikira orang Tionghoa beneran. Maklum, orang Palembang kan sejatinya putih-putih kayak orang Tionghoa. Ntah kenapa, kulitku menjadi gelap gini. Ya gimana, emang sudah takdirnya sih punya kulit eksotis. –eh hihihi.

Beruntungnya aku yang dulu memiliki teman kuliah satu kelas lengkap terdiri dari 5 agama. Mau Islam, Kristen, Buddha atau Hindu, semuanya ada. Alhamdulillah, kita semua juga kompak-kompak. Toleransi antar umat agama juga sangat tinggi. Jangankan selisih paham mengenai agama. Mengenai kehidupan perkuliahan pun bisa dibilang nggak pernah (atau aku nggak inget? Hihi). Makanya, setiap kali ada perayaan hari besar agama, kita semua pada heboh. Langsung sibuk merencanakan kapan mau sanjo menyanjo –dalam bahasa Palembang, maksudnya, saling berkunjung ke rumah teman yang sedang merayakan hari besar mereka, gitu!

Paling seru kalo sudah Natalan, Lebaran, Diwali-an ataupun Sincia-an –eh, hihi. Semua dengan sukarela dan ringan langkah bergegas menuju rumah teman yang (mau tak mau) menyediakan banyak makanan di rumahnya. Ini part paling ditunggu! bahkan makanan tersebut kadang semua habis tanpa sisa! Ya itu kan poin UTAMA kehadiran kami di rumah teman kami yang sedang merayakan hari besar itu. Jika ada jargon, “makan gak makan yang penting kumpul,” maka, maaf jargon tersebut tidak berlaku di kami semua hahahaha.

Makanan ringan khas imlek seperti kue keranjang, dodol dan buah jeruk mini sih biasanya selalu tersedia. Tapi khusus yang merayakan imlek di Palembang, menu wajib yang PASTI selalu ada itu : pempek. Gak melulu sincia-an sih, lebaran, diwali atau natalan juga pempek pasti ada. Maklum, pempek adalah makanan tak kenal waktu kalo di sini. Mau dijadikan menu sarapan, makan siang atau makan malam juga bisa! Di hari-hari biasa ada apalagi kalo hari raya keagamaan.

DSC_0025

Lampion raksasa di bandara Suvarnhabhumi, Bangkok

Suasana Imlek di Bangkok

Nah, mendekati perayaan imlek tahun 2013 lalu, kebetulan aku berkesempatan mengunjungi kota Bangkok, Thailand. Aku kurang pasti, namun seingatku kedatanganku waktu itu seminggu sebelum perayaan imlek. 95% penduduk Thailand beragama Buddha. Maka tak heran, perayaan imlek disambut meriah di negeri Gajah Putih ini.

Begitu sampai di bandara saja, kemeriahan imlek sudah mulai terasa. Ornamen-ornamen berwarna merah terlihat di sana-sini. Misalnya saja lampion raksasa yang menghiasi langit-langit bandara Suvarnabhumi ini. Keren banget! Namun, keceriaan imlek betul-betul aku rasakan ketika mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan di Bangkok dan melihat beberapa atraksi di sana.

Misalnya saja rombongan parade yang memakai pakaian khas negeri Tiongkok ini. Diiringi suara music dari gendang yang ditabuhkan, mereka berkeliling mall dari lantai dasar ke lantai atas. Sambil menyuguhkan senyum manisnya, kedua remaja Bangkok berpakaian tak ubahnya raja dan ratu negeri langit –maaf, terinfluence serial Kera Sakti hihi, mereka membagikan sesuatu. Apa itu?

DSC_0673

Parade di Mall

 

DSC_0674

Kakaaaaa’ akoh mau angpaonya kakaaaaa’

Wah ternyata mereka membagikan amplop angpao!

Hah? Angpao? Huaa, mereka bagi-bagi uang ya? –jiwa gratisanku membuncah seketika. Namun sayang, ternyata amplop angpao yang mereka bagikan berisi kartu diskon belanja di gerai-gerai tertentu saja. Hihihi, kirain isinya baht. Lumayan kan buat beli tom yam nanti hahaha. Ujungnya amplop angpao itu tidak aku ambil. Buat menggunakan kartu diskon kan kudu belanja dulu. Duit dari mana coba? Duitku kan sudah habis buat belanja di chatuchak. Walau begitu, aku salut, strategi marketing pengelola mall ini sangat “bermodal”! 🙂

Di tengah-tengah mall juga ada pohon yang daunnya berupa amplop angpao. Gedeeee banget! Kalau dibandingkan dengan pohon angpao di rumah temenku sih gak ada apa-apanya. Nih lihat dua temenku si Rina & Reni sumringah banget dapat menggasak uang yang ada di amplop angpao. Gimana jadinya kalau mereka melihat pohon angpao raksasa di mall Bangkok ini ya? Hihi.

DSC_0677

Pohon berdaun amplop angpao!

Eh ya, ngomongin amplop angpao, ada cerita lucu nih. Dulu ketika masih berstatus karyawan bank, kebetulan sebagian besar nasabah cabang kami ialah koko-koko dan cici-cici yang notabane pemilik toko yang berderet apik berdampingan dengan kantorku. Seminggu sebelum imlek tiba, kantor kami dipercantik. Beberapa ornamen dipasang dilangit-langit dan stiker-stiker aksara mandarin ditempel di dinding kantor.

Tidak hanya itu, Pak Didi –staf GA, bahkan nyiapin sebuah pohon angpao yang daunnya digantungi amplop angpao berwarna merah. Bagi nasabah yang baru akan bikin tabungan, bisa dapet cash back yang nominalnya ada di dalam angpao. Sengaja dibikin rada tebak-tebakan, padahal sih isinya sama semua. Lima-puluh-ribu-doang. Buka rahasia dapur hehe.

Oke, balik lagi ke keseruan perayaan imlek di Bangkok.

Nah, begitu menyusuri lantai dasar, aku menyaksikan sekelompok pemuda yang latihan nari. Kayaknya sih untuk persiapan pertunjukan sore hari atau malamnya. Rombongan parade yang tadi aku lihat dari lantai atas pun sepertinya tengah beristirahat. Hihi, lucu sekali melihat mereka berpakaian tradisional tionghoa seperti ini. Ada yang jadi kera sakti juga!

DSC_0680

Mbak…mbaak, anuu, udelnya keliatan!

DSC_0681

Kera sakti juga bisa capek tauk!

Tak jauh dari situ, di supermarket, ternyata ada pertunjukan barongsai! Yihaaa… seumur-umur ini kali pertama aku melihat atraksi barongsai secara langsung dimana pemeran barongsai-nya beratraksi di atas tiang-tiang yang disusun khusus dan digunakan sebagai stage mereka. Aku sampe deg-degan melihatnya. Gak kebayang kalo salah satu kaki kepletot trus terpeleset, maka pemeran barongsai yang bekerja sebagai tim ini akan jatuh ke bawah.

DSC_0686

Barongsai siap-siap melompat!

DSC_0682

Naga emas 😀

Sebuah pengalaman yang seru saat aku dapat melihat persiapan, kehebohan perayaan imlek di tempat yang asing. Sayang, gak ngerasain berkunjung ke salah satu rumah penduduk lokal dan mencicipi makanan khasnya hahaha. Akhir kata, mendekati perayaan imlek dan pergantian tahun kuda ke tahun kambing ini, izinkan aku dan adikku mengucapkan….

DSC_0336

Periksa mata anda jika tidak menemukan kemiripan di antara kami berdua :p

*Iya iyaa… jangan marah dulu, aku bukannya rasis dengan masih memakai kata “cina” di awal paragraf. Sengaja ditulis begitu biar sesuai dengan perbincangan pada saat kejadian 🙂 FYI, bagi yang belum tahu, sejak SBY mengeluarkan Keputusan Presiden No.12 Tahun 2014, menggunaan istilah orang dari atau komunitas Tjina/China/Cina diubah menjadi orang dan/atau komunitas Tionghoa dan penyebutan negara Republik Rakyat China menjadi Republik Rakyat Tiongkok.

Iklan

72 thoughts on “Serunya ”Mencicipi” Perayaan Imlek di Bangkok

  1. Komen foto terakhir, haruskah aku memeriksakan mataaa? Oh tidaaaak!
    Btw aku baru ngerasain yang namanya nerima angpao (isinya duit, bukan kartu diskon, hehehe) sejak kerja di Batam ini, Yan..

    • Mbak Dee, sial banget, pas mengunjungi nasabah yang merayakan imlek, eh hanya anak kecil yang dikasih (ada yang isinya 100 ribu loh buahahaha) padahal kata temen-temenku, tahun-tahun sebelumnya semua kebagian. Mau anak-anak atau orang dewasa. Dasar belom rezeki makalin amplop angpao hwhwhw

  2. Cek Yan mirip keturunan Tionghoa lho. Meskipun ga putih tetep mirip. Temenku yang keturunanan Tionghoa banyak lho yang ga putih-putih amat.

    Hehe isi amplopnya kartu diskon ya. Kuciwaaa dong bukan duit :))

    Aku pernah beberapa kali dapat amplop angpau dari sahabatku yang Tionghoa. Walaupun cuma amplop kosong, tapi suka. Suka sama design dan motif di amplopnya. Biasanya aku isi uang, trus aku kasih ke anak-anak temenku yang keturunan Tionghoa itu lagi 😀

  3. hik hik hiks di India nggak ada nih. Dulu masih ditanah air plasti meluncur ke Kya kya Surabaya. Rame !

    Eh bang, coba ke India, pasti dikirain Dari Tibet atau Nepal. Lumayan, HTM wisata bayar lokal :))

    Bahoot Sukriyah Bhai info yang tentang Tionghoa, Baru tahu 🙂

    • Sama-sama mbak 🙂 iya sekarang kudu nyebutnya Tionghoa atau Tiongkok. Ada temen yang sangat ketat dengan penggunaan istilah ini. Jadi kalo masih pake sebutan lama akan tersinggung dan marah.

      Keluargaku sendiri ada yang campuran tionghoa-nya. Temen-temenku banyak juga, tapi mereka masih oke aja dengan penggunaan sebutan lama. Balik-balik ke orangnya kali ya.

      India gak ada sincia tapi kan ada diwaliiiii…. aku juga ngerasain serunya diwali di sini mbaaaak 🙂 di sini aja sudah sangat meriah apalagi di sana yaa 🙂 Indiaaa bismillah, semoga bisa ke sana.

      • Iya, Kapan hari aku nulis buat artikel masih pakai China. 😦

        Diwali meriah banget bang. Diyas dan lampu lampu menghiasi rumah, pasar, sampai pom bensi. Trus malamnya bertabur kembang api di langit Bumi Mahabharata. Diwali biasanya antara Bulan Oktober dan November. Pas in tanggalnya Klo mau datang ke India. Amin semoga bisa kesini…. soon.

        Maret ini Festival Holy. Racun!!!

    • Pasti dimaklumi jika belum tahu mbak 🙂 malah di TV banyak pejabat yang masih menggunakan istilah lama.

      Huaaa pasti meriaaaah. Yang ini masuk di holy festival, kan?

  4. Imlek kapan sih, Om? *benar-benar tidak tahu*
    Hm… Om punya teman orang Hindu juga, ya? Tapi sepertinya Hindunya beda dengan saya soalnya saya tidak merayakan Diwali :hihi
    Raja dan Ratu Langitnya keren!

  5. Meriah ya imlek di Bangkok, coba angpaunya duit hehe
    Aku juga pas taun kemaren ke Bangkok pas imlek, yang ada malah nonton barongsai di sana sini, di kotaku juga ada pan haha

  6. Dari foto-foto blogmu bisa dibayangkan betapa kuatnya atmosfer imlek di negeri-negeri yang sudah dari dulu merayakan Imlek. Kalau di Malang pernah sih ada satu dua kali karnaval Imlek.

    • Iya wan. Samalah kayak kalo Natalan di Amerika, gitu kali ya 🙂 kalo di Palembang karena campur, jadi menurutku gak ada tradisi perayaan hari besar yang betul-betul mencolok. Sama rata 🙂

  7. Seru ya Om kalo punya temen-temen yang beda-beda. Bisa belajar tentang keberagaman dalam praktek. Lihat fotonya seru kayaknya perayaan Imlek di Thailand ya. Btw kok sama sih trik cashback di kantornya dulu? jangan-jangan…

    • Itu jeruk pilihan, uni. Seperti juga kalo waktu imlek orang turunan Tionghoa (kebanyakan yang tinggal di Betawi) beli ikan bandeng yang bagus dan besar buat dimasak.
      Pernah waktu di Pontianak saya diberi bos jeruk dan kue bulan waktu perayaan imlek. Jeruk santangnya juga manis, 🙂

  8. wah kirain isi amplopnya beneran duit hihihihih…..rame jg ya meriah banget serba merah menyala-nyala huehehhehhe…

    salam kenal, mampir ya kalau sempet 😀

  9. Ya ampun seru banget, oom! Trus strategi marketingnya oke! Coba ahh.. *dasar otak bisnis* huahahaha.

    Nenekku dr Mama org Chinese tp keluargaku kental bgt Bataknya, jdnya uda lama ga terima angpao sejak beliau meninggal 😀

    Ah jd kangen pengen ke Bangkok lagi *buka celengan babi*

  10. Ping-balik: Basah-basahan di OPI Waterpark |

  11. Saya mau jelaskan tentang artikel yang menyudutkan agama Kristen di atas : Agama Kristen dengan Alkitabnya tidak pernah melarang anak mendoakan Bapak/Ibunya atau keluarganya yang telah meninggal, dalam hukum taurat ke 5 jelas ditulis hormatilah Bapak dan Ibumu supaya lanjut umurmu. Agama Kristen juga tidak pernah melarang menggunakan dupa sebagai alat menunjukkan bakti kepada orangtuanya, karena Agama Kristen menghargai adat istiadat yang berada di dunia ini, dupa hanya alat, sama seperti kemenyan dan atau minyak narwastu ketika Tuhan Yesus diminyaki dengan minyak Narwastu bukankah minyak Naswastu hanya sebuah alat untuk untuk menunjukkan bakti kepada orangtua atau orang yang kita yakini seperti yang tertulis dalam Yohanes 12
    12:5 “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”
    12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
    12:7 Maka kata Yesus: “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.
    disitu jelas ditulis, kita sebagai anak harus memberikan yang terbaik kepada orang yang kita sayangi termasuk orangtua yang sudah meninggal, menurut saya tidak masalah mendoakan orangtua yang sudah meninggal, tidak masalah juga menggunakan dupa sebagai alat untuk berdoa, itulah yang saya katakan manusia itu dibentuk dari Iman kepada Tuhan, tidak peduli bagaimana caranya anda berdoa mau pakai dupa mau bersujud tapi intinya berdoa kepada Tuhan Yesus, jadi tunjukkan kepada saya Pendeta mana yang melarang berdoa kepada orangtua yang sudah meninggal, berdoa kepada orangtua menunjukkan bakti kita sebagai anak, kenapa saya tertawa membaca komentar-komentar diatas lihat saja bagaimana pendeta-pendeta memaksa agama Kristen dalam tubuh keturunan tionghoa, gara-gara sekolah, semua menyatakan gara-gara sekolah, bukankah etnis tionghoa kaya-kaya, itu bukan alasan yang menyudutkan agama Kristen, bukankah di Indonesia ada namanya sekolah Negeri dari SD sampai SMA juga Perguruan Tinggi, ingat Indonesia ada 5 agama yang diakui, kenapa menyalahkan agama Kristen, hidup ini pilihan. cobalah belajar menyalahkan diri sendiri, kenapa mau sekolah di sekolah Kristen. Masalah imlek, orang Kristen boleh tidak merayakannya, biar saya jelaskan, Imlek itu kalender lunar atau Bulan, itulah yang saya katakan tolong bedakan Agama & Tradisi, Imlek adalah tradisi yang dari nenek moyang katakan kita tahun baru di bulan februari tahun masehi, apakah bertentangan dengan Agama Kristen, jawaban saya tidak, silahkan merayakan itulah tradisi, ingat jika Anda mau jadi Pengikut Kristen tidak perlu jadi orang Israel, Jika anda mau jadi Pengikut Islam tidak perlu jadi orang Arab. Kristen adalah kepercayaan kepada Tuhan Yesus, sedangkan Imlek adalah kebiasaan mengawali tahun yang baru dalam kalender cina. jika ada pendeta yang melarang mendoakan orangtua yang sudah meninggal & merayakan imlek silahkan temui saya biar saya ajari agama Kristen itu apa. Karena setelah saya perhatikan etnis tionghoa ini ibarat pupuk buat gereja-gereja baru, membuat peraturan baru & doktrin-doktrin baru, padahal Tuhan Yesus datang ke dunia ini tanpa uang, kenapa gereja meminta uang. Tentang roh-roh kudus yang ada di gereja Pentakosta, itu buat mata saya risih, ini jadi penghinaan ketika baca komentar tentang agama, makanya saya katakan datang dan buktikan kepada saya yang mengaku pendeta apakah benar anda mendatangkan roh kudus, saya tunggu. begitu gampangnya mendatangkan roh kudus, berteriak-teriak, menangis, lalu pingsan. Dalam agama Kristen menghargai adat istiadat etnis tionghoa bukankah Alkitab sudah diterjemahkan dalam bahasa Tionghoa, intinya Agama Kristen tidak bermusuhan dengan kebiasaan nenek moyang, inti dari ajaran Kristen itu hatimu untuk Tuhanmu, jika ada kebiasaan tata cara silahkan mengikuti. Ingat juga Tuhanmu bukan patung, kalau Tuhanmu patung maka Tuhanmu itu manusia yang bisa kawin & mati, contohnya pemahat patung, tapi Tuhanmu itu hidup, dialah yang menciptakan langit dan bumi. juga saya mau jelaskan agama Kristen Tuhan Yesus hanya untuk orang Israel, biar saya jelaskan Israel memang bangsa pilihan Tuhan, tapi dalam perjalanannya ternyata bangsa pilihan Tuhan itu bangsa yang bebal penyembah berhala, lihat saja sekarang berapa persen bangsa israel yang beragama Kristen, sumber dari wikipedia hanya 5 %. dalam Alkitab ditulis manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Tuhan, menurut anda jika Tuhan juga punya sifat lebih sayang kepada anak sulungnya daripada anak-anak bungsunya, manusiawi sekali bukan. itulah yang terjadi Tuhan begitu sayang kepada Israel, sehingga melupakan ada bangsa-bangsa yang juga anak-anaknya yang butuh diselamatkan, diberikan perhatian dan kasih sayang. Akhirnya ke-12 murid-murid Tuhan Yesus diperintahkan untuk memberitakan Kerajaan Allah, agar semua orang dari segala bangsa,suku,etnis termasuk Tionghoa di Indonesia mengenal Tuhannya & menyembah Tuhannya. Saya lupa madrasah juga sekolah yang diakui di Indonesia, bukankah madrasah tergolong sekolah swasta yang dikelola orang-orang muslim. jangan menyalahkan sekolah, belajar jangan menghakim, karena sekolah Tujuannya baik untuk membuat yang tidak mengetahui jadi pintar. Saya menjelaskan semua dengan sejelas-jelasnya, saya hanya menangkap point-point dari artikel diatas, jika ada yang kurang paham tentang Agama Kristen bisa jumpai saya, biar saya jelaskan inti dari ajaran Kristen, jika saya diberkati Tuhan Yesus mudah-mudahan saya bisa bangun Gereja yang benar-benar menjalankan Agama Kristen dengan benar bukan seperti sekarang ini kalau kata orang mau kaya ? buat gereja saja, kenapa ? lihat pendetanya terbang keluar negeri lalu buat video di timur tengah Israel khotbah, sedangkan jemaatnya tidak mengerti kristen itu apa. tarik uang persepuluhan dari penghasilan, uangnya buat apa. lalu ada yang punya air suci, oleskan bisa sembuh, ntah dari mana didapatnya. lalu ada juga yang sembah patung, mau patung mirip apa juga kalau patung ya patung. beda dengan dupa, kalau dupa itu alat, sama seperti sendok, kalau patung yang menyerupai, kan namanya patung, sembahlah pembuat patung itu, orang dia mbahnya patung itu. mulai dari cara ibadah yang seperti konser musik, benar-benar darimana ditiru siapa yang ditiru pendeta-pendeta ini, perasaan Tuhan Yesus ibadah di bait Suci Allah gak ada pakai gitar & drum. Itu yang saya katakan agama Kristen sekarang sudah cemar, lebih duniawi, pemikiran manusia dimasukkan dalam kepercayaan ya rusak. saya pernah baca dalam Alkitab, tidak boleh mendirikan tempat ibadah diatas tanah darah, jadi saya putuskan bangun gereja baru dengan aturan yang jelas. termasuk dana & sumber pendanaan tidak dikutip sepeserpun dari jemaat, jadi jemaat itu datang beribadah kepada Tuhan Yesus, itulah tubuhnya & rohnya itu yang jadi persembahannya, jadi ketika orang itu datang dengan hati yang haus dengan firman Tuhan lalu pulang hatinya sudah penuh dengan firman Tuhan. lalu saya berpikir jika menerima uang persembahan dari orang, bisa jamin uang itu berasal dari hasil yang halal. kalau uang haram masuk ke gereja, iman pun rusak, lebih baik bangun perusahaan yang diatur cara mendapatkan laba keuntungannya, harus benar-benar halal & tidak merugikan orang lain, lalu perusahaan inilah yang jadi sumber dana baik gereja-gereja ini, jadi apa ? kita beriman Kepada Tuhan pun sepenuh hati tidak mikirkan uang, pendetanya pun senang melayani bukan mikirkan jemaat harus bayar uang persepuluhan atau uang sumbangan. inilah yang saya sebut iman kristen. dari sinilah iman Kristen terbentuk, kalau sekarang kan pendeta hanya tau melarang pakai dupa, melarang doakan orang meninggal, lalu melarang adat istiadat, kita saudara satu Iman Kristen, walaupun anda-anda bersuku apapun itu, beretnis apapun itu termasuk tionghoa, kita bersaudara dalam Iman kepada Tuhan Yesus. makanya kalau ada pendeta anda yang berkata aneh-aneh silahkan jumpai saya, biar saya jelaskan iman Kristen yang sebenarnya. buat Stevany saya minta maaf jika orang-orang kristen memaksa anda masuk kristen gara-gara sekolah swasta, tapi sejak jaman kemerdekaan Indonesia, sudah ada madrasah yang diakui negara sebagai sekolah formal swasta, juga ada sekolah negeri yang punya pilihan agama islam,kristen,dibeberapa sekolah ada agama Buddha, hindu. jadi jangan menyalahkan sekolah tentang keimanan saudara. sungguh tidak bijak. dalam agama Kristen dikatakan banyak yang dipanggil tapi sedikit yang terpilih, kalau anda beragama Kristen Tionghoa artinya anda yang terpilih, maka bersyukurlah. Agama Kristen adalah agama damai, agama kasih, tidak ada pertentangan dalam agama Kristen, apalagi pedang. jadi penyebarannya dengan Iman, Alkitab, Kasih. Ingat Belanda bukan penyebar agama Kristen di Indonesia, Belanda hanya mau berdagang & menguasai. tapi misionaris dari Jerman, Belanda, Portugis. dulu banyak misionaris diusir dari Indonesia karena menghalangi kekerasan & penindasan yang dilakukan Belanda. Agama Kristen disebarkan dengan damai, tidak ada pemaksaan itulah Ajaran Kasih. Semoga Tuhan Memberkati Kita. Syalom. Selamat Tahun Baru Imlek 2566

    • Halo Dan

      Sebelumnya terima kasih atas komentar kamu yang sangat panjang ini. Tapi terus terang, saya #GagalPaham dengan maksud dan tujuan kamu menuliskan komentar sedemikian panjang terlebih dengan anggapan kamu yang berkata bahwa saya menyudutkan agama kristen.

      1. Saya berkali-kali membaca ulang tulisan saya ini dan tetap tidak menemukan kalimat atau bahkan kata-kata yang menyudutkan agama kristen. Jika kamu merasa saya menyudutkan agamamu, tolong beritahu saya di kalimat yang mana karena jika memang demikian adanya saya akan perbaiki.

      2. Saya lahir, besar dan tumbuh di keluarga yang SANGAT menjunjung tinggi perbedaan terutama toleransi beragama. Sebagai gambaran, mungkin anda bisa membaca tulisan saya di kompasiana di ini (http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2014/12/31/mama-migo-dan-pelajaran-toleransi-beragama-713777.html)

      3. Katakan saya salah, namun menurut saya komentar kamu di thread saya ini sudah terlalu berlebihan. Seolah-olah saya sudah melakukan penghinaan yang besar terhadap agamamu.

      4. Saya maju mundur untuk menyetujui apakah komentar kamu akan saya tayangkan di tulisan ini, namun setelah dipikir-pikir ada baiknya saya tayangkan biar semua pembaca dapat melihat dan ramai-ramai menegur saya jika MEMANG ada kata-kata saya yang menyudutkan agama kamu.

      5. Semoga kamu dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada saya seperti yang saya tuliskan di poin no.1, saya tunggu.

      Salam damai untuk Indonesia.

      • Asli ini spam model baru, uni. Alamat email orang ini gak bisa dihubungi, aku coba kirim email dan gagal. Dan awalnya alamat situsnya mengarah ke salah satu situs diving gitu, tapi untung di wordpress bisa sunting komen. Alamat urlnya aku ganti hehe

      • Kalo saya dapat komen kayak gitu langsung saya delete, hapus selamanya. Komentar gak ada hubungannya dengan topik posting, Oon banget yang memberi komentar itu.

  12. oalah ini to dia komen yg tadi dimaksud, diiihh Mas Yayan membuat hasrat kepoku meluap2. Kayaknya cuma copas deh tuh orang, salah komen xixixiii… gak ada kaitannya sama sekali ama isi postingan Mas Yayan.

    Di Semarang juga ramai loh perayaan Imlek, di sini kan ada bbrp klenteng bersejarah. Sayang hujaaan terus, jadi mau nonton males keluar rumahnya 😦 Masak kue kranjang aja deh di rumah, dapet banyaaakkk dari tetangga n temen xixixii… ada tuh di postingan terbaru saya mas *eh malah promcol 😀

    • Asyiik main aaah ke rumah mayanya mbak Uniek 🙂 ini nih kalo beda platform suka gak ngeh kalo ada updatean terbaru hihihi.

      Ya sepertinya komen orang gak jelas aku abaikan aja 🙂

  13. yayan, di jakarta, hampir semua mall ada jadwal manggung barongsai. PIM termasuk yang rutin. keren banget barongsainya. juara internasional. uni bisa dua tiga kali datang ke PIM hanya untuk lihat barongsai.

    sayang aam takut dengan kondisi itu..hehhe jadinya gak pernah nonton lagi. mungkin tunggu dia gak takut lagi

    uni gak pernah dapat angpau nih. bang asis yang dapat kemaren. karena dia kerja di perusahaan minyak cina (cnooc… tidak diubah jadi tiongkok …karena menurut uni aneh aja kalau China itu menjadi kata hinaan. lah wong orang sana aja nulis perusahaannya China Oil Company gitu ya? hehehe

    kemarena ada angpau dari kantor bang asis, uni kirain isinya duit. pas dibuka ternyata magnet kulkas dan gantungan kunci. lucu banget, tema imlek gitu.

    utk budaya, uni suka banget sama imlek. semua suku dan agama bisa seru ngerayainnya, karena tak ada unsur agama di dalamnya… waktu di guangzhou..wiiih seru banget yan.. satu jalan (namanya beijing lu) itu penuh ama lampion…cantiiiik banget…:)

    kak billa dapat nama chinanya waktu imlek di sana. Xiau Min Chu..hehehe

    ih kangen deh komen2an lagi..:)

    • Huaaa nama versi China-nya aku apa ya? Si Ghe Thonk? hihihi.
      Iya, aku juga sepakat kalau tanpa bermaksud negatif, bisa saja tetap menggunakan kata Cina. Lha temen-temenku yang orang Tionghoa malah pas aku bilang tentang ini gak tahu. Mereka ya menyebut diri mereka orang Cina. Biasa aja, tapi aku juga pernah nemu temen di sosmed yang ketat banget terhadap penggunaan istilah ini.

      Imlek di 7 Ulu aja udah cakep banyak lampion, yakin banget yang di Guangzhou dahsyat abis hahaha. Trus amplop imlek berhadiah souvenir boleh juga tuh 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s