Kopdar / Pelesiran

Kopdar Seru Bareng Artis KPI

DSC_0327

Komisi Penyiaran Indonesia?

Bukaan bukaan –kibaskibastangan. KPI yang dimaksud ini ialah Komunitas Postcrossing Indonesia dimana para anggota grup ini menyebut diri mereka sebagai postcrosser dan kerjaannya mengumpulin kartu pos saban hari. Eh, nggak juga sih 🙂 tapi memang, semua member di KPI memiliki kecintaan terhadap kartu pos.

Aku sendiri sudah setahun bergabung di komunitas dengan member lebih dari 2300 orang ini. Anggotanya pun beragam, dari anak SD, kakek-nenek, om-om ganteng, tante-tante cakep. Profesinya juga dari tukang jualan sampe penyanyi dangdut juga ada. Pokoknya komplet! Aku sendiri gabung di beberapa grup di FB, tapi bisa dibilang, grup KPI inilah yang kekeluargaannya paling terasa. Minimal, “drama”-nya nggak banyak (tetep ada sih :p). Dan, beruntunglah, beberapa ARTIS KPI berkesempatan datang ke Palembang dan kita meet up deh.

Kopdar dengan KPIers sebetulnya bukan pertama kali terjadi. Beberapa bulan lalu, rumahku sempat dikunjungi oleh Isna Djangki. Nah, kali ini yang datang, gak tanggung-tanggung, Sekjen KPI si Yanita berkesempatan mengunjungi Bumi Sriwijaya Desember lalu. Hehe iye iye, ini late post pake banget.

Yanita datang tepat di hari Natal 25 Desember. Kebetulan ada SMA-nya yang mau mengunjungi kerabat di Palembang. Jadilah, si Yanita ikutan. Ke Palembangnya sih numpang lewat doang. Aslinya mereka pelesiran ke Pagar Alam –memandang sirik. Nah, sebelum loncat ke Pagar Alam, Yanita sempat kami (aku dan temenku) culik buat ngider-ngider kota Palembang.

Artis KPI lainnya yang ikutan gabung itu mas Syarif. Bos besar asal Pontianak ini sudah 7 bulan bertugas di Palembang. Kebetulan banget kan? Saking pengennya ketemu Sekjen KPI, mas Syarif sampai menunda mutasinya yang seharusnya di Desember ke awal Januari. Beeuuuh. Trus, jalan kemana aja kita hari itu? Hmm nggak jauh-jauh sih. Kita mengunjungi galeri Al-Quran ukir terbesar di dunia ajaterdengar kalem ya? Padahal agak pamer sih. Hehe.

DSC_0362

Narsis di galeri Al-Quran Raksasa

Setelahnya, langsung ngacir ke rumahku buat ngemil-ngemil kerupuk. Sempet pamer-pamer kartu pos, postcard signing trus kita ngacir lagi ke Stadion Jakabaring Palembang. Di sini kita muter-muterin stadion sampe capek –padahal cuma duduk doang di mobil :p Setelahnya? Kopdar selesai. Yanita berhasil di-serah-terima-kan ke keluarga temannya dengan kondisi tak berkekurangan satu apapun (bahkan kelebihan berapa kilo kayaknya soalnya ngemil kerupuknya sampe segerobak). Hihihi.

DSC_0365

(niatnya) candid. Tapi jadinya kurang kece ya. Gak ada stok foto lain >.<

DSC_0368

Jakabaring, Palembang

Kopdar Lainnya….

Nah ini yang fresh from the oven. Lagi-lagi aku kedatangan tamu. Dia adalah penyanyi dangdut artis KPI paling ter-fenomenal, Budin Dini Probojati Siti Julehak. Awalnya kaget ketika Budin bilang mau ke Palembang. Kirain bercanda. Maklum, 99,1 persen hidupnya buat ketawa. Sisanya buat buang angin galau –iya kali. Hehe. Dan tadaaa… ternyata di saat yang bersamaan, member KPI lainnya sekaligus travel blogger keren Citra si pemilik Hananan dot com, juga berkunjung ke Palembang (dalam rangka dinas, sih!) wah kebetulan banget, kan?

Setelah rentetan drama (hujan dan mobil PINJEMAN mogok), aku berhasil menjemput Citra dan Budin di dua tempat berbeda –satu simpang KFC Bandara, satunya Baverly eh Bantarjadi Hills 90210. Akhirnya untuk pertama kalinya, 3 orang yang hidup di alam eh kota berbeda ini bertemu di satu tempat. Dan, yeah, aku sudah mempersiapkan mental dengan baik untuk bertemu Budin. Belom apa-apa, dia sudah berhasil malak supir gelap (yang kebetulan berbadan gelap) di bandara untuk dijadikan fotografer dadakan.

Kita langsung meluncur ke tempat makan. Niatnya makan soto eh tutup. Jadilah, makan di bebek S*amet. (kenapa di kasih * sih? Soalnya mau dikit nyela haha). Kita datang dengan sedikit kekecewaan. Udah stok bebeknya habis eh pas pesen tahu rasanya tawar banget kayak makan tahu mentah. Tahu begitu mending makan tahu (di tempat lain). 🙂 eh, tetep fun dan kenyang sih. Mubazir kan kalo nggak dihabisin.

DSC_0006

Cieh yang warna t-shirnya kompakan, cieeeh

Di tengah cucuran air hujan, kita beranjak ke museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang ada di tepian sungai Musi. Apalagi kalo nggak foto-foto. Stt, di deket sini, Budin menjelma jadi co-host-nya acara Tukul yang Auuuummm itu loh. Habisnya budin (katanya) berhasil mendengar suara aneh. Tapi aku gak percaya sih, wong Budinnya emang suka sudah aneh. Hantu takutlah hahaha.

DSC_0009

Di deket-deket sinilah, kemampuan cenayang Budin terlihat

10965375_10206039804700617_958923236_n

*terharu* pertama kalinya di foto pake kamera canggih Go-Pro (nan mahal) punyanya Citra

Udahnya, karena sore, Budin aku antarkan ke kantornya mbak Fetty, calon artis KPI hihi. Proses serah-terima Budin dilakukan di kantor mbak Fetty yang kemudian berlanjut ke rumah mbak Fetty. Budin bakalan menginap di sana. Setelah jeprat-jepret dan postcard signing, aku meninggalkan rumah mbak Fetty sambil berdoa, “ya Allah, tolong tabahkan hati mbak Fetty, suami dan kedua anaknya. Kuatkan kesabaran mereka ya Allah.”

Hari kedua, aku gak ikutan full jalan-jalan. Aku “Cuma” ikutan ketika mbak Fetty ngajakin ke Pulau Kemaro-Pulau Cinta. #eaaa. Kita naik kapal menuju ke sana. Asyiknya ditemanin sama Fathan, anaknya mbak Fetty yang semok kayak aku. Keseruan di Pulau Kemaro, silakan di baca di tulisan sebelah ya hihihi. Hari Sabtu dengan cuaca yang ikutan galau itu diakhiri dengan menyantap Soto Abah Opan. Tempat yang kemarin mau di datangi tapi tutup. Alhamdulillah, rezeki anak soleh, ditraktir mbak Fetty. Setelah kenyang, lagi-lagi kami ke galeri Al-Quran raksasa. Karena bosen, aku tunggu di luar sahaja. 😀

DSC_0026

Mejeng sebelum ke Pulau Kemaro

DSC_0032

Di atas kapal menuju Pulau Kemaro

DSC_0142

Pagoda Pulau Kemaro

Acara jalan-jalan masih berlanjut. Tapi aku memutuskan untuk memisahkan diri. Biar Agung (calon artis KPI juga) yang gantian menemani. Rencana mereka sih ke Taman Pelangi. Aku kapan-kapan aja deh ke Taman Pelangi-nya. –ke Taman Pelangi Hatimu, kapan? #apasih

Minggu siang, menjelang kepulangan Budin, kami sempat mampir ke komplek Pertamina di Plaju. Maklum, waktu masih kecil Budin katanya sih pernah dibuang di sana. Eh dibuang apa dipunggut sih Budin? –Istighfar, dari tadi nyela Budin mulu. Hehehe, setelah jeprat-jepret, destinasi selanjutnya ke rumahku. Lagi-lagi buat nyemil keripik. Jadilah kita ngobrol ke sana-ke sini berjam-jam hingga waktu harus mengantarkan Budin ke bandara untuk kembali ke habitat asalnya. Alhamdulillaaaah.

DSC_0182

Pose di ruang tengah. Lokasi foto sama dengan yang di atas, penampilan orang dan “hiasan” di atas meja aja yang beda :p

Pertemuan yang menyenangkan 🙂 semoga keseruan semacam ini akan terus berlanjut ya temans-temanssss. Gantian deh kapan-kapan aku yang jadi bintang tamunya –nyamar jadi Nass(t)ar. Eh ya, di perjalanan pulang, kegokilan seolah tanpa habis. Nih, pose Budin yang bela-belain manjat pager kantor pos buat dapet angle begini. Ibukku yang ikutan mengantar ke bandara dan ngeliat tingkah Budin, sampe sakit perut ketawa ngeliatnya. –saingan sama abang ojek yang ikutan ngakak ya buuk? 😀

Finally, happy postcrossing!

unnamed

Kudu foto depan kantor pos, biar gak ngigau malamnya haha

 

Iklan

43 thoughts on “Kopdar Seru Bareng Artis KPI

  1. Hurray..ada akunya hahaha..btw ralat ya itu aku kesana sama temen sekolah bukan temen kerja, dan waktu dirumahmu aku ga makan kerupuk, tp kamu sengaja bungkusin buat dibawa pulang. Aseli ini seru banget liburan akhir tahunnya, dan oleh2nya buanyak 😀 thanks ya Yayan, udah antar-jemput dan ajak jalan2 😀 nanti di Bogor ngangkot yaa kita :v

    • Ya elah, kerupuk kan cuma perumpamaan aja, aslinya kan kamu makan angin makanya udahnya teler di mobil buahahaha.

      Iya dong, kalo di Bogor gak naik angkot gak oke. Wong kota seribu angkot :v #nyindir

  2. * foto terakhir : jadi tukang ojek beneran ngikik ngeliat nyaii manjat :v wahahaha..semoga suatu hari nanti bisa kesana sambil bawa plastik buat masukin pempeknya umi hahaha

    • Ya siniiii ke Palembaaaang hehe
      Habisnya pagarnya dikunci, ya mau gak mau kudu manjat. Itu hari Minggu, jadi gak buka. Tapi baguslah, gak terlalu rame jadinya hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s