Pelesiran

Ngegembel di Singapura, Emang Bisa?

.

Ngegembel di Singapura? Tentu saja nggak bisa! Gila aja lo buahaha. Ya kali mau liburan, trus nginepnya di masjid gitu? Minta makan sama penjual toko sambil menadahkan tangan, “Pak, saya lapar Pak, ke Singapura modal nekat doang, Pak.” Duh jangan malu-maluin Indonesia ya gengs hwhwhw.

Ngegembel di sini kudu pakai tanda petik. Ditulisnya “ngegembel” alias pelesiran dengan cara yang hemat. Terus lo nanya lagi, “emang bisa jalan hemat ke Singapura?” tentu saja bisa banget! Saya dan geng sirkus (para sepupu hehe) sudah membuktikannya saat terakhir ke Singapura.

Bener loh, Singapura itu nggak seserem yang dibayangkan. Biar kata CNBC bilang bahwa Singapura menempati posisi pertama sebagai kota termahal di dunia, bersanding dengan kota Paris dan Hong Kong. Eh bukannya mau pamer, saya sudah ke 3 kota tersebut dan memang betul, semua masih bisa disiasatin kok. Nah, khusus di tulisan ini, saya khusus ngebahas tentang Singapura, ya.

Saya dan sepupu menghabiskan 4 hari di Singapura. Uang yang kami bawa hanya 1 juta. Itu untuk biaya hidup selama di sana. Faktanya, untuk biaya hidup doang, masih nyisa loh, bahkan setelah dipakai beli oleh-oleh. Berikut beberapa tips yang sudah saya praktikkan untuk berwisata murah di Singapura.

Beli Tiket Promo

Apalagi di saat tiket domestik naik gila-gilaan kayak sekarang, ya wes mending jalan ke luar negeri sekalian. Hahaha. Nah, tiket pesawat ke luar negeri, apalagi untuk destinasi dekat semacam Singapura dan Malaysia dari kota Palembang aja sering ada promonya. Apalagi kalau kamu tinggal di kota besar kayak Jakarta, Yogyakarta atau Surabaya.

Berkat promo Scoot, jadi bisa jalan bareng para sepupu deh.

Untuk ke Singapura ini saja, saya hanya membayar tiket Rp.530.000 untuk pulang pergi langsung dari Palembang naik maskapai Scoot. Coba, harga segitu dulu hanya bisa untuk ke Jakarta one way. Sekarang? Uh, ke Jakarta aja bisa hampir sejuta gengs!

Beli Singapore Tourist Pass

Jadi Singapore Tourist Pass (STP) ini semacam kartu sakti yang dapat dipergunakan sesuai limit pembelian. Terbagi menjadi 3 jenis, ada yang STP 1 day, STP 2 day, STP 3 day. Nah, berhubung saya dan sepupu ke Singapuranya selama 4 hari, saya beli yang STP 3 day. Sisanya, di hari terakhir hanya perjalanan ke bandara, jadi tinggal bayar tunai aja sekian dolar.

Dengan adanya STP, bebas pakai transportasi sepuasnya.

Dengan menggunakan STP ini, kami bebas mau naik transportasi umum mana saja, kapan saja, sepuasnya. Tinggal taping aja STP cardnya di mesin pemindai. Sayangnya, STP ini tidak berlaku 24 jam, tapi berlakunya hingga tengah malam. Di negara lain, jika kamu beli pass card jam 10 pagi misalnya, maka akan kadaluarsa jam 10 pagi esoknya. Nah, STP ini nggak begitu. Kalau kamu beli jam 10 malam, ya jam 12 malam sudah gak bisa dipakai lagi. Jadi, pemilihan STP ini mesti jeli.

Menginap di Hostel dan Makan di Resto Sederhana

Kami memilih sebuah hostel bernama Traveller@SG yang berada di kawasan Lavender. Kami menginap 3 malam di dorm yang satu kamarnya berisi 6 ranjang. Karena kami berlima, otomatis kamar tersebut kami kuasai haha. Dan, sampai kami pulang, 1 ranjang itu tetap kosong, nggak ada penghuni lain yang menempatinya.

Hostelnya ruko gini. Tapi begitu masuk lumayan oke loh hostelnya.

Harga 1 ranjang permalamnya sekitar Rp.150.000 yang saya beli di Traveloka. Ini sudah dengan free WiFi dan sarapan pagi berupa roti unlimited, bisa makan sebanyaknya. Kalau saya nggak salah ingat, ada buah juga. Bahkan, kami kadang bungkus buat bekal di jalan. Bawa pop mie gelas juga bisa jadi penyelamat. Air panas juga gratis dan air minum juga bisa langsung pake di keran jadi tinggal bawa botol minum, walaupun yeah kata sepupu saya airnya ada rasa yang aneh. Well, jika mau beli air botolan pun, gak sampe 1 dolar udah dapet mineral yang botol gede kok. Belinya di supermarket dekat hostel.

Makan di sekitaran Mustafa. Makan makanan India. Lumayanlah.

Lavender ini juara deh, banyak tempat makan murah dan halal. Modal 2 sd 3 dolar bisa makan nasi dengan lauk utama, sayur dan sambel dan kenyang banget. Kami biasanya bungkus buat makan di hostel kalau untuk makan malam. Nah, untuk makan siangnya, cari resto yang  murah. Banyak kok dan harganya ya samalah kayak makan di mall di Indonesia.

Mendatangi Tempat Wisata Gratisan

Gengs, saya kasih tahu ya. Singapura adalah salah satu kota/negara yang banyak sekali kasih pilihan wisata gratis! Selama 4 hari si sana, kami puas keliling dari satu tempat ke tempat lain. Itupun nggak semua terjamah karena kami jalannya selow abis, jadi kalau ada yang kelewat ya wes gakpapa. Yang penting jalannya dibikin asik aja gengs.

Oke, ini saya mau bagiin tempat mana saja yang kami datangi selama di Singapura, ya! Sekali lagi, semua tempat ini G R A T I S!

Hari Pertama

Begitu tiba di Changi, kami langsung otw ke hostel buat tarok ransel dan koper. Setelahnya, kami langsung jalan menuju sekitaran Merlion. Sengaja pilih MRT station yang turunnya dekat Fullerton Hotel, soalnya kami mau menyusuri sungai dan menjumpai patung The Five Boys by The River yang terkenal itu.

Sederhana, cuma keren ya patungnya.

Jembatannya sepi, bisa pakai buat foto hehe

Patungnya unik soalnya kelima anak ini terlihat seakan mau melompat ke sungai, menunjukkan sisi kehidupan sehari-hari warga di pinggiran sungai di masa lalu. Patung yang dibuat pada tahun 2000 dan terbuat dari perunggu ini merupakan salah satu bagian seri patung People of The River yang dibuat oleh Chong Fah Cheong. Tak jauh dari sana juga ada jembatan-jembatan cantik yang bisa dipakai untuk foto.

Selanjutnya kami jalan menyusuri sungai menuju Merlion. Biarpun patung ini banyak dibully wisatawan-yang-sok-asyik, tapi saya suka kok berada di sana. Saya juga nggak malu untuk bernarsis ria buat foto-foto. Kapan lagi ya kan? Mumpung di Singapura gitu.

Si patung singa muncrat yang tersohor.

Kami menghabiskan sore di sekitaran Merlion. Duduk-duduk santai. Ngegosipin kelakuan wisatawan lain buahaha. Trus gak lama kami jalan dan menyeberang ke sisi lain kawasan Merlion Park sehingga Merlion nampak kian mengecil dan menjauh. Kami jalan menuju sekitaran Esplanade. Di sana, kami menyaksikan pergantian senja ke malam. Langit yang tadinya cerah menjadi gelap. Lampu-lampu di gedung pun mulai menyala. Cakepnya bukan main.

Keindahan Singapura di malam hari

Trus kami jalan lagi ke sebuah area yang ada kayak lapangan bola gitu. Kebetulan kami datang menjelang imlek, jadi ada acara. Rame euy, tapi tetap tertib dan nggak ada sampah. Kami melewati kawasan ini untuk menuju Helix Bridge. Jembatan paling cakep kalau menurut saya yang ada di Singapura.

Ini jembatannya keren amat.

Semoga nanti bisa nginep di sini hehe amin.

Kami melewati jembatan Helix ini untuk masuk ke bagian dalam Marina Bay Sands, gedung kembar 3 yang bagian atapnya dibuat seolah sebuah kapal. Gedung ini sejatinya sebuah mall, hotel dan area perkantoran. Saya suka main ke gedung ini. Dan, bisa juga ke bagian atapnya untuk melihat Garden by The Bay dari kejauhan. Lumayanlah ya, secara kalau mau beneran masuk ke dalam ya mesti bayar. Kami cari yang gratisan aja hehehe.

Bagian dalam Marina Bay Sands

Ngeliat Garden by The Bay. Dari jauh sih, namanya juga gratisan haha

Hari menjelang malam sebelum kami memutuskan untuk cari makan malam dan pulang ke hostel. Niatnya sih mau istirahat, tapi begitu udah nemu WiFi ya pada sibuk di gadget masing-masing haha. Ada yang browsing, upload sosmed atau juga main game. Secara, kami internetannya ya modal WiFi saja.

Hari Kedua

Kami keluar hostel lebih siang dari jadwal yang sebelumnya kami sepakati. Tapi, sekali lagi, karena ini jalannya kudu seru, kami santai saja. Gak mesti nyoret semua destinasi juga. Istirahat mesti cukup. Begitu selesai mandi dan sarapan, kami langsung menuju Vivo City untuk ke Universal Studio.

Norak-norak bergembira foto di depan bola dunianya haha

Oh ya, transportasi ke Universal Studio ini nggak tercakup dalam STP. Tapi, ya nggak mahal kok. Ada 3 alternatif untuk ke sana, pertama, jalan kaki. Kalau mau nyantai banget sih bolehlah. Tapi panas euy. Kedua, naik monorail, saya lupa biayanya berapa. 3 SGD kalau gak salah. Ketiga, naik bus yang bayar hanya 1 dolar. Itupun sudah return. Kami pilih opsi ketiga.

Bugis. Dan barang di sini lebih mahal ketimbang di Chinatown atau Mustofa

Sesampai di Universal Studio, ya kami foto doang di bola dunianya hahaha. Tadinya sebagian rombongan mau ke sana. Tapi karena suara pecah, jadi batal. Niatnya sih kami mau main ke area pantainya. Tapi karena udah siang dan lapar, kami memutuskan untuk skip dan loncat ke destinasi selanjutnya yakni ke Little India.

Masjid Sultan-nya terlihat malu-malu.

Niatnya mau cari makan di sini. Tapi gak nemu yang sreg. Kami lantas loncat ke Bugis Street. Mau nyicil belanja wakakak. Sempatlah belanja dikit di sini sebelum kami memutuskan untuk jalan ke Masjid Sultan. Nah, gak jauh dari Masjid Sultan baru deh kami nemu tempat makan yang cocok dan murah. Makan dulu di sana.

Sepeda yang bisa dipakai gratis tapi bayar pake CC. Dipake buat foto hehe

Gini doang, tapi banyak yang mau ke sini.

Setelah Isoma, kami lanjut jalan ke area mural di Haji Lane. Gak jauh dari Masjid Sultan kok. Dan ternyata tempatnya gak besar haha, kecil aja tapi lumayan banyak yang datang dan foto-foto di sini. Kami juga nggak mau ketinggalan dong.

Salah satu area di Haw Par Villa

Setelah puas foto, kami jalan lagi menuju Haw Par Villa. Ini adalah tempat wisata berupa taman yang di dalamnya terdapat goa neraka! Haha. Tentu saja bukan neraka beneran, tapi semacam goa yang di dalamnya banyak terdapat diorama. Khusus Haw Par Villa sudah saya tulis lengkap di sini ya. Setelah puas keliling Haw Par Villa, saya mengajak rombongan menuju sebuah destinasi yang sejak awal sudah saya incar banget. Apa itu?

Tempat favorit saya di Singapura: Marina Barrage

Aha, itu adalah Marina Barrage. Sebuah taman yang berada tak jauh dari bendungan. Beneran ya, menurut saja Marina Barrage ini masih menjadi tempat terbaik yang ada di Singapura. Udah tempatnya asyik, viewnya cakep, dan gratis pula. Saya sangat merekomendasikan kamu untuk datang ke Marina Barrage ini. Paling asyik sore menjelang malam, ya!

Kuil yang cakep bener.

Sungguh hari yang panjang di hari kedua ini. Tapi perjalanan kami belum usai. Kami rencana mau cari makan di Chinatown. Saya sempat googling ada beberapa tempat makanan halal di sana. Tapi, ironisnya nggak nemu. Hiks. Tapi ya lumayan sih, masih bisa pose narsis dulu di Buddha Tooth Relic Temple & Museum. Gedung ini kalau malam cakep banget! Tapi gak bisa dimasuki karena tutup.

Chinatown agak sepi malam itu.

Ya sudah, kami lantas memutuskan pulang dan cari makan di sekitaran Lavender saja. Udah capek juga seharian banget jalannya. Sebelum pulang, kami nyicil belanja lagi dong di Chinatown haha. Dan, harga di sini lebih murah ketimbang di Bugis, loh!

Hari Ketiga

Secara ya di hari kedua kami full jalan seharian, nah di hari ketiga ini kami jalannya jauh lebih santai. Agenda hari ini ialah ke Chinese Garden. Letaknya cukup jauh dari hostel, tapi ya gak masalah, toh kami masih bisa pakai STP.

Kami menghabiskan waktu lebih lama di Chinese Garden ini. Maklum, tamannya luas banget. Banyak juga area yang dapat kami lihat. Itupun begitu selesai gak semua tempat kami datangi. Gak masalah, berarti kalau ke Singapura lagi mesti ke sana lagi hahaha.

Twin pagoda di Chinese Garden

Selepas dari Chinese Garden, kami berencana cari makan siang dan belanja di Mustafa. Tapi, sebelumnya saya “paksa” mereka untuk mampir dulu ke kawasan Clarke Quay. Ini gegara saya sempat lihat ada bangunan cakep di kawasan ini. Rombongan udah mager dan lapar. Mereka nunggu di stasiun MRT dan saya jalan sendirian. Nemu sih bangunan yang dimaksud, yakni Old Hill Police Station. Cakep banget! Sayang saat saya minta tolong orang lewat buat fotoin, hasilnya miring-miring haha.

Kantor polisinya Singapura keren kayak gini.

Selanjutnya kami jalan menuju Mustofa. Mau hedon belanja oleh-oleh haha. Tapi ya cari makan dulu dan nemu restoran India yang murah dan makanannya enak. Di Mustafa, kami kalap belanja. Bagi yang belum tahu, Mustofa ini buka 24 jam dan terdiri dari beberapa gedung dimana semua yang dicari ada di sana. Kami lumayan banyak beli coklat, tas dan pajangan lemari di sini.

Suasana di Orchard. Nampak penjual es krim di kejauhan.

Capek berbelanja, kami balik ke hostel dan… tidur siang hahaha. Asli nyantai abis, kan! Inilah enaknya jalan sendiri. Kalau capek, ya balik istirahat. Sampe hostel pada gak tidur juga sih, tapi lumayanlah rehat sebentar sebelum kemudian lepas magrib kami jalan ke Orchard Road buat icipin Ice Cream Uncle yang tersohor itu. Sambil belanja lagi nyari sepatu hedon di sana hahaha. Hari ketiga ini berlangsung selow dan tak kalah menyenangkan.

Hari keempat saatnya pulang. Kami check out hotel sekitar jam 10 pagi. Rencananya makan siangnya mau di Changi saja sambil jalan-jalan di Changi. Seingat saya kami makan siangnya di KFC. Harganya? Ya lumayan mahal, tapi tetap gak bikin jantungan sih hehe.

Di Changi, bersiap pulang.

Bisa saya bilang, paket liburan ke Singapura ala saya ini adalah salah satu perjalanan terseru dan no drama yang pernah saya lakukan. Masih banyak sih tempat wisata gratisan lagi di Singapura. Saya masih menyimpannya untuk nanti saya eksplor jika berkesempatan ke Singapura lagi. Dan oh ya, anggota rombongan ini lolos untuk saya jadikan travelmates lagi hahaha. Lalu, ke mana lagi kami akan jalan? Tunggu kejutan dari kami, ya!

Iklan

60 thoughts on “Ngegembel di Singapura, Emang Bisa?

  1. Sama, sebagai pelari, tempat paling asyik di kawasan Marina Bay ya di Marina Barrage. Ini selalu jadi highlight film yang settingnya Singapura macam Crazy Rich Asian dan Antologi Rasa.

    Dan aku baru tau dong kalau itu kantor polisi, padahal udah poto-poto juga hahaha :). Sebenernya kalau tujuannya seperti di tempat-tempat yang disebutkan di atas, nginepnya paling strategis di Boat Quay aja. Kalau malam mau nonton atraksi di Marina Bay deket. Dan deket lah ke mana-mana 🙂

    • Di sekitaran Quay itu banyak tempat jajan murah gak ya? aku udah pol in lop banget sama Lavender haha. Ada supermarket gede yang bisa belanja murah soalnya.

  2. Soal jalan-jalan ke Singapura, terus terang saya kalah sama anak saya, belum lama ini anakku ngetrip Singapore bareng tim sepak bola kesayangannya, hehe..

    So, semoga next time sayapun bisa berkunjung kesana dan bisa cerita banyak soal Singapore, seperti yang omnduut lakukan sekarang ini:)

  3. SIM Card di Singapore murah lho, mas. Aku beli M1 di Little India cuma 5 SGD udah dapet beberapa ratus MB, pokoknya sampai trip berakhir (3 hari) kuota masih ada.

    Singapore itu walaupun katanya kota termahal, tapi hawker center atau foodcourt murah meriah itu ada di mana-mana. Di Orchard Road ada Lucky Plaza. Di Mustafa ada nasi lemak 4.5 SGD udah dapet ayam 3 potong dan telur.

    • Aku beli paket internet di Traveloka. Pake kartu 3. Tapi sampe sana nggak jalan. Ternyata…. aku lupa aktifin roaming internasionalnya buahaha oon banget. Ya weslah, jalan juga lebih seru. Begitu sampe hostel baru pada berebutan pake wifi hehe

  4. Saya membaca ini sambil catet-catet apa saja dan bayangkan mengajak si sulung ke sana tahun depan atau depannya lagi. Menunggu si bungsu lulus ASI. Atau mungkin ada barengan ke sana. Pasti lebih bagus lagi ya, karena Singapura serius menggarap pariwisatanya.

    • Iya, mereka sangat serius menggarap wisata. Mereka sadar kalah dari wisata alam, makanya mereka membuat tempat wisata itu. Sebagian besarnya gratis 🙂

  5. Wah…. asyik banget bisa jalan-jalan bersama teman. Apalagi ke negara tetangga yang satu rumpun, ya. Jadi pengen beneran ke sana nih.
    Benar juga, kenapa harga pesawat domestik kok malah jauh lebih mahal, ya. Wah… perlu pembenahan nih, dan campur tangan pemerintah tuk meyakinkan maskapai mengurangi keuntungan demi bertambahnya jumlah penumpang karena murah.

    • Takutnya terjadi “kesengajaan” karena maskapai domestik dikuasai oleh 2 + 1 grup besar. (Garuda, Lion dan Sriwijaya). Makanya bisa semena-mena gitu harganya hiks.

  6. Baca ini sambil membayangkan akan ke sana bareng si sulung jika si bungsu sudah lulus ASI. Entah kenapa malah ingatnya dia. Hihihi. Padahal sekali jalan baiknya dengan yang terkecil.

    Terima kasih sarannya Mas, Benar-benar bikin emak seperti saya fokus membaca dan mengharap bisa ke sana karena murah banget. hihihi

    • 3 kali ke sana aku selalu numpang lewat mas. Siang hari terus. Hanya ke Merlion haha. Nah kali keempat, sengaja bener-bener mau liburan dan eksplor Singapura. Makanya bisa dapet view cakep malam hari 🙂

  7. Kalo makanan murah di Singapore menurutku nasi briyani pake kari itu. Pas di kantong dan di rasa. Sayangnya anak ga terlalu doyan jadi ya bocor alus juga jajan fast food.
    Oh iya, dibanding McD, KFC, nasi ayam fastfood yang murah itu aku temuin ada di Popeye

  8. Baiklah. Ku catet dulu semua tempat kece buat ngegembel ini
    Ini namanya ngegembel keren dan bermartabat hahahaha
    Singapura malam cantik banget ya

  9. Serasa diajak berkeliling ke Negara yang sudah kuimpi-impikan bisa kesini saat kelas 2 MTs hheee. Apalagi yang patung Merlion dan Marina Bay Sands itu hhee
    Cakep emang Jembatan Helix nya mas, aku baru lihat loh yang ini, ehehee
    Smoga bisa kesana langsung kapan-kappan
    Aminn heee

  10. Seru juga yaa kalo traveling bawa duit sejuta dan harus bisa cukup. Ngga usah bawa ATM. Menantang gitu. Kalo kurang duit ngamen, asal suaranya bagus hahaha.

    • Haha iya seru. Sebetulnya sejak awal kami gak menargetkan harus dicukup-cukupkan. Soalnya tiket pesawat dan penginapannya sudah dibayar duluan. Jadi sejuta hanya untuk makan, transportasi dalam kota dan oleh-oleh. Pas dijalanin cukup bangeeet. 🙂

  11. cara jalan santai begini, kalo aku jalan ama temen2 mas :D. ga terlalu ketat ama itin, santai aja, dan ga terlalu banyak bawa duit :p. kalo sama temen gini, aku hrs nyamain budgetku bareng mereka, supaya ga terlalu jomplang dan beda. biar gimana, kalo bareng temen2, lbh asyik kalo sama rata lah :D. sayangnya, temenku yg asyik diajak traveling gini, tinggal sisa 1, sejak 1 nya lg nikah kmrn -_-.

  12. cara jalan santai begini, kalo aku jalan ama temen2 mas :D. ga terlalu ketat ama itin, santai aja, dan ga terlalu banyak bawa duit :p. kalo sama temen gini, aku hrs nyamain budgetku bareng mereka, supaya ga terlalu jomplang dan beda. biar gimana, kalo bareng temen2, lbh asyik kalo sama rata lah :D. sayangnya, temenku yg asyik diajak traveling gini, tinggal sisa 1, sejak 1 nya lg nikah kmrn -_-.

    oh kalo jalan ama anak, aku jg senengnya santai. ga terikat waktu. yg ada kecewa ntr. di itin jam 8 pagi hrs udh jalan ke disney, tp si anak blm bangun, ya sudahlaaah.. bawa santai aja :D.

  13. Singapore! Trip internasional pertama gue nih! Jadi mau cerita juga kalo ngegembel emang bisa! 2015 pas awal-awal kerja, jadi tabungan masih pas-pasan, belum lagi masih merantau 2.500an kilometer dari kampung halaman, tergiur nonton Muse pas Drone Tour ke Singapore. Hehehehe. Gatel pingin ngomen karena baca paragraf awal, “Ya kali mau liburan, trus nginepnya di masjid gitu?” Iya Oom, saya sama temen saya satu lagi tidur di masjid. Ini malu-maluin kah? Hehehehe. Internetan pake roaming dari Telkomsel, 50 ribu satu hari terus ditethering buat berdua. Duh, komenku kepanjangan, jadi pingin bikiin tulisannya nih. Hahahahaha.
    Thank you for sharing Mas Yan, bikin kangen trip silam. 😀

    • Wah seriusan? hahaha.

      Sebetulnya gak masalah nginep di mana juga, cuma pas banget ketika aku nulis tulisan ini di grup traveling lagi pada heboh sama salah seorang member yang bikin thread, isinya mau jalan sama istri, tapi nanya, “saya maunya nginep di masjid saja, info dong masjid mana saja di Singapura yang bisa ditumpangi” gitulah kurang lebih hahaha.

      Soal ngegembel, aku mah juaranya kayaknya. Tiduran di stasiun, terminal, bandara (terakhir tahun lalu pas ngurus visa wakakak).

      Nasip oh nasip.

        • Haha nama grupnya “Backpacker Internasional” tapi thread itu sudah dihapus admin karena banyak banget yang komen dan jadi rame hehe.

          Aku sampe sekarang kalo ngetrip ya masih ngegembel jugalah hwhw, buktinya masih pake CS.

          Seenak-enaknya ngeCS lebih enak ngedorm. Seenak-enaknya ngedorm lebih enak private room tentu saja hahaha.

          • Oh, aku join juga sih. Tapi karena jarang buka FB jadi sepertinya aku terlewat. Hahahaha.
            Berarti aman lah ya kalo mau ngeshare cerita nginap di masjid. Hehehehehe. Oke Mas Yan, terima kasih infonyah!

  14. Udah 2 kali ke Singapura dengan cara yang murah, nginep di hostel, isi minum di masjid hehehe, ke tempat wisata gratisan, untungnya banyak yang gratis di Singapura. Makan murah di gerai makanan di stasiun MRT, ada Ananas Cafe dan di foodcourt ada yang murah dan halal asalkan mau nyari

  15. aku ke Singapore par Ramadhan, dan pas numpang sholat ashar di salah satu masjid, malah disuruh ikutan bukber. yasudah jadi irit banget. wkwkwkwk. mana makanan bukber nya buanyak bangeeeet,sanpe ku makan buat sahur juga.

      • iyaa, karena makanannya tuh buanyak banget, dari margabak kari kambing perorang satu bungkus, buah pir seorang 2 buah, belum kurma dan kue2 manis satu box stereoform gitu. trus masih ada semangkok bubur. air mineral 1 cup, dan teh tarik 1 cup.

        udah gitu jeda buka puasa ke sholat maghrib nya singkat bangeeet, jadi ya emang harus dibawa pulang.

  16. ah….4 kali ke SG, tapi belum pernah masuk Marina Bay Sand mas aku, cuma mlongo aja lewat malam2 kok keren banget..pengen nih nulis kek gini, bisa nih buat tambahan referensi nulis cerita di SG..
    ..
    kemarin di kawasan Bugis street dan Mustafa juga ..malah belanja di Mustafa Center jam 11 malem – jam 2 pagiketemu mbak2 karaoke sama om om yang baru pulang di jalanan banyak wkwkkw

    • Aku juga masuk ke Marina Bay Sandsnya ke area yang gratisan aja mas haha. Lumayan, bisa liat Garden by the bay.

      Aku rekor balik ke hostel jam 10-an malam. Itupun jalan ke Chinatown yang udah sepi hwhw

  17. Tempat makan hahal di Chinatown memang banyak om, tapi tempatnya ga ada di deretan kios2 souvenir. Adanya di sekitar jalan sebelum masuk gerbang utama Chinatown. Kalau dari stasiun MRT letaknya lawan arah, harus jalan ke ujung kios terakhir sampai nemu gerbang.

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s