Pelesiran

Siapkan Waktu Lebih Banyak di Chinese Garden Singapura

.

Masih menyongsong semangat jalan-jalan hemat di Singapura bersama para sepupu, saya sengaja mencari destinasi yang gratisan. Atau jikapun bayar, ya nggak mahal-mahal amat hehe. Jadilah, saya nemu beberapa tempat yang menarik. Salah satunya yakni Marina Barrage yang sudah saya tulis sebelumnya. Nah, di kesempatan kali ini, giliran Chinese Garden yang akan saya ulas.

Sesuai namanya, Chinese Garden adalah sebuah taman yang terletak di kawasan Jurong East. Taman ini pertama kali dibangun oleh JTC Corporation pada tahun 1975. Perancangnya adalah Prof. Yuen-chen Yu, yakni seorang arsitek terkenal dari Taiwan. Taman seluas 135 ribu meter persegi ini karakteristik utamanya memperlihatkan arsitektur kekaisaran Cina Utara lengkap dengan lansekapnya.

Jembatan masuk menuju Chinese Garden

Melipir ke Japanese Garden

Ya, walaupun namanya Chinese Garden, tapi di lokasi yang sama juga terdapat Japanes Garden yang sebetulnya dibuat setahun lebih awal ketimbang Chinese Garden. Taman ini dibangun di sebuah pulau buatan di tengah Danau Jurong.

Jembatan Pelangi Putih yang pernah digunakan untuk syuting The Amazing Race Asia

Adalah Jembatan Pelangi Putih/The White Rainbow Bridge yang menjadi penghubung antara kedua taman ini. Dalam seni pertamanan Cina, jembatan memainkan peran penting dan struktur paling penting yang dapat menonjolkan karakternya. Nah, Jembatan Pelangi Putih ini mirip dengan Seventeen-Arch di Istana Musim Panas yang ada di Peking, namun berukuran lebih pendek.

Taman di dekat pintu masuk dan keluar. Cakeeep πŸ˜‰

Paviliun di sisi lain danau

Bagi yang suka nonton serial The Amazing Race, khususnya versi Asia, ini adalah lokasi pit stop-nya. Wah lumayanlah ya, saya udah ngerasain lewat di jembatan ini hehe. Nah, bersama Japanese Garden, kedua taman inilah yang kemudian oleh warga setempat dikenal dengan nama Jurong Garden.

Narsis di Bonsai Garden

Menyadari betapa luasnya taman ini dan dengan waktu yang terbatas, saya dan para rombongan memutuskan untuk concern mengeksplorasi Chinese Garden saja. Nah, taman lain yang termasuk di Chinese Garden ini adalah Bonsai Garden.

Sebagian bonsai yang ada plus rumah si Jang Geum itu hehehe

Sesuai namanya, banyak pot-pot berisi pohon bonsai di sana. Saat berkunjung ke sana di pagi hari, nampak beberapa para pekerja berusia lanjut tengah mengurus kebun. Ada yang memangkas rumput liar, ada juga yang menyiram tanaman. Mereka semua ramah, dan sepertinya tidak terganggu dengan kehadiran kami yang pada heboh saling memotret hehe.

Ada sebuah gedung yang saya sebut sebagai, β€œistananya Jang Geum” hahaha. Ya maklum, arsitektur Asia Timur itu mirip-mirip kan ya. Saya kesulitan membedakan bangunan yang ada di Jepang, Cina ataupun Korea.

Duduk di sana sambil nyanyi lagu “Unara-unara” wakakakak

Nah, saat melihat bangunan ini, saya kok ya teringatnya serial Korea Jewel in The Palace, ya! Hahaha. Taman ini baru dibuka pada tahun 1992 dan menghabiskan biaya $ 3,8 juta untuk membangunnya. Wow, lumayan, ya!

Tapi ya maklum, soalnya ada lebih dari 2000 jenis bonsai yang diimpor langsung dari Tiongkok dan beberapa negara lainnya. Inilah taman bonsai bergaya Suzhou terbesar yang ada di luar Cina. Dan, ini bukan sekadar taman, loh! Di sini pulalah tempat pelatihan pembentukkan pohon bonsai yang diajarkan langsung oleh ahli bonsai dari Shanghai dan Suzhou.

Coba lihat spot fotonya, ketjeh, kan? apalagi modelnya *muntah blewah

Menarik ya! Tapi, ya buat kami traveler kere ini, menikmati keindahan taman sambil berselfie ria sudah cukuplah hehe.

Meluncur ke Pagoda Kembar

Aha, ini dia spot yang buat saya memutuskan untuk datang ke Chinese Garden ini. Gegaranya saya melihat satu foto yang cakep banget di akun instagram Visit Singapore. Dan, setelah cek lokasi, ternyata berada di Chinese Garden. Para sepupu yang saya kasih lihat fotonya langsung semangat buat datang ke sana.

Si Pagoda Kembar

Pada zaman kuno, keberadaan pagoda awalnya tak lebih dari sebuah menara sederhana yang terletak di samping kuil. Pagoda biasanya digunakan untuk menjaga tulang manusia, hiy! Nah, seiring perkembangan zaman dan peningkatan keterampulan arsitektur dan seni bangunan, makanya pagoda biasanya berbentuk indah.

Buahaha beda banget kualitasnya ya. Yang satu kece, yang satu pose sakit pinggang.

Nah, kedua pagoda kembar ini disebut Ru Yun Ta (Pagoda 7 Lantai). Letaknya di sebuah bukit kecil yang menjorok ke danau. Mirip seperti Pagoda Kuil Linggu di Nanjing, Cina. Walaupun punya Β 7 lantai, alhamdulillah ya, saya nggak capek buat menaiki setiap lantainya haha, karena pagoda ini berukuran lebih kecil, beda dengan pagoda utama yang berada di dekat pintu masuk yang ironisnya kami gak sempat masuk karena keterbatasan waktu.

Dek, jangan loncat, ya!

Ya, awalnya saya bahkan hanya menyiapkan durasi kunjungan 1 jam untuk mengelilingi Chinese Garden ini yang ternyata setelah keliling-keliling gak kerasa hampir 3 jam. Itupun gak semua tempat kami datangi. Jadi, wajib banget siapin waktu lebih banyak jika mau ke sana.

Namun, jika mau sekadar lihat-lihat saja, ya gakpapa. Diatur saja sedemikian rupa waktunya agar bisa sekalian banyak mendatangi spot GRATISAN lainnya di Singapura hehehe. Ya lumayanlah ya, setidaknya kami sudah mendatangi taman yang indah ini. Jika berkesempatan ke Singapura lagi, sepertinya saya akan kembali datang ke taman yang indah ini. Wanna join?

Sampai jumpa lagi di waktu lain Chinese Garden

Iklan

40 thoughts on “Siapkan Waktu Lebih Banyak di Chinese Garden Singapura

  1. Aku berapa kali ya ke sini, kayaknya nggak kehitung hahaha. Lebih seru lagi kalau pas minggu pagi, nanti banyak ketemu TKW yang kongkow. Bisa lah gabung ghibah sama mereka hahaha.

    • Waktu ke sana, hari kerja gitu, dan pagi. Pantes sepi. Sama kayak ke Victoria Park dulu, hari Senin malah hahaha. Ada sih yang lalu lalang sepedaan, lari atau motret. Tapi emang gak banyak.

  2. Tamannya rapi, resik, dan mengundang banget untuk di datangi. Kalau sudah merawat bandanya, Singapura memang gak ada dua deh ya Yan. Andai saja pejabat kotanya di pindahkan ke Jakarta πŸ™‚

  3. Nggak naik ke puncak pagoda yang tinggi itu ya? Padahal lingkaran tangganya cakep loh. Oh ya aku palingsuka duduk di bangku-bangku tepi danau sih, sayang nggak bawa pasangan hihi.

  4. Wah 1 jam mah kurang banget, mas. Selain nggak bisa menyambangi semua spot, juga nggak dapet feel bersantai di taman. Aku kalo bikin itin nggak pernah sih alokasiin waktu cuma 1 jam di suatu tempat, minimal 2 jam πŸ˜€

    Pas ke sini tahun 2014, aku naik sampai puncak pagoda utamanya. View-nya ajib! Kalau bukan karena hujan, aku pasti bakal lebih lama di Chinese Gardens saat itu πŸ™‚

    • Karena niat awalnya mau foto di pagodanya aja. Aku gak riset juga tamannya seberapa luas, ternyata… hahaha.

      Sebetulnya kalau mau naik ke pagoda sih bisa aja, tapi kayaknya capek banget waktu itu. Hari ketiga di sana, kaki udah kayak batang kayu. Dan yakin bakalan ke sana lagi, makanya skip πŸ˜€

      • Ini sharing aja ya, mas. Aku kalo bikin itin gak pernah matok harus berapa jam, harus dari jam berapa sampai jam berapa. Sekedar: pagi ke A sama B, siang ke nganu, malam nganu-nganu. Buat antisipasi kalo keasikan di satu spot hehe, karena aku sendiri juga nggak riset mendalam πŸ˜€

    • Dibilang well planner sih aku nggak juga ya haha. Tapi emang biasanya aku berusaha bikin itin gitu walau yang simpel.

      Tapi jikapun kebablasan di satu destinasi, nggak papa banget. Apalagi jalannya grup kecil, sama sepupu2 sendiri. Semua asyik-asyik aja.

  5. Eksotis bnget tmannya ya. 3 jam keliling2 psti trasa capek; klau tmannya gak menarik. Tp krn menarik, sy ykin rasa capeknya jd seolah gak trasa, ya kan?

    Asyik jg jd travel blogger ya, punya bnyak kesempatan jlajah bnyak tmpat, baik d dlm ngeri maupun mnca ngara.

    • Terasa juga sih capeknya mas haha, tapi karena bahagia jadinya fun.

      Eh, mas juga bisa atuh nulis perjalanan πŸ™‚ dimulai dari apa yang ada di kotanya dulu. Pasti banyak yang menarik. Ini jalannya aku sama sepupu modal hemat banget. Gak sampe 2 juta all in tiket, penginapan dsb buat 4 hari di Singapura hahaha

  6. Betulllll… Taman di SG itu minimal setengah hari kalau mau eksplore (6 jam). Luasnya bikin diet gratis hahahha. Ihh suka nonton Onara Onara yeeee (Dongyi juga dong mas)

    Pagodanya beneran 7 lantai mas? KOk kelihatannya 4 lantai ya?

    Lalu tempatnya lumayan sepi ya, apa karena letaknya yang di pinggiran (Jurong area) makanya kurang begitu terkenal?

    • Jewel in The Palace? SUKA BANGET hahaha. Dong yi malah aku gak nonton, tapi suka dengerin lagunya hwhwhw.

      Iya, lumayan bikin diet, asal udahnya gak melipir ke warung padang hahaha.
      Iya, letaknya agak pinggiran, jadi gak terlalu ramai.

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s