Pelesiran

Mengintip Cara Pembuatan Songket Palembang di Fikri Collection

Mengintip

“Heh kok itu handphone ditempel di kuping gitu, apa gak capek?” batinku saat melihat seseorang pekerja pembuat kain songket di Fikri Collection.

Seketika aku mengedarkan pandangan ke sekeliling, “wah hampir semua pekerja menempelkan earphone di telinga mereka. Buat apa, sih?”

  • * * *

Aku mengetahui keberadaan Fikri Collection ini sejak beberapa bulan lalu. Udah gatel aja sebetulnya pingin main ke sana, tapi kalo sendirian aku keder juga haha. Maklum aja, harga songket itu kan biasanya jutaan. Kalo celingak celinguk ambil foto, ngeliatin orang kerja trus pulang dengan tangan kosong kan nggak enak juga. Mau beli, buat apa? Dik Chelsea Islan belum mau aku lamar. –oke abaikan.

Alhamdulillah kesempatan untuk berkunjung ke Fikri Collection datang bersamaan undangan dari Kementerian Pariwisata RI yang tengah mengadakan rangkaian kegiatan bertajuk Musi Triboatton 2016 di Sumatra Selatan (nggak hanya Palembang, tapi juga beberapa kota dan kabupaten lainnya). Nah, bersama beberapa blogger ngehit (macam mas Rangga eh Gus Mul yang doyan baca Pancasila itu), aku main-main ke Fikri Collection melihat ragam kain tradisional terutama songket.

Ya sambal ngedar juga, siapa tahu ada mbak-mbak nan cakep hoho.

????????????????????????????????????

Bagian depan Fikri Collection

Kalau datangnya rombongan gitu kan enak, bisa foto-foto dengan lega karena semua pada begitu hihihi. Kalau datang sendirian ntar disangka mau ngutil muahahaha. Eh, walau gitu tadi aku ngerasa dikuntit terus sama mbaknya. Duh, muka imut gini kok disangka garong sih mbak hahaha. Ya ya ya mungkin karena aku bawa tas gede kali ya hwhwhw.

Sekilas Mengenai Songket

Kain jumputan

Kayanya kebudayaan kita ya!

Songket sendiri merupakan kain tenunan tradisional Melayu yang terdapat di Indonesia, Malaysia dan juga Brunei. Kata “Songket” berasal dari istilah “Sungkit” dalam Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia yang berarti “Mengait” atau “Mencungkil”. Hal ini berkaitan dengan cara membuatnya yang mengaitkan dan mengambil sejumput kain tenun dan kemudian menyelipkan benang emas.

????????????????????????????????????

Begini dalam toko Fikri Collection itu.

Katanya sih ya, asal mula kain songket berasal dari zaman pedagangan diantara Tiongkok dan India. Orang Tionghoa menyediakan benang sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak, jadilah songket. Jelas harganya muahaaal, cyin! Tak heran harganya bisa jutaan bahkan puluhan juta!

Bertemu Penenun di Fikri Collection

Fikri Collection adalah satu dari sekian banyak penjual songket yang terpusat di kawasan Tangga Buntung, Palembang. Salah satu keistimewaan Fikri Collection ialah pengunjung dapat langsung melihat proses pembuatannya di bagian belakang toko.

????????????????????????????????????

Salah seorang penenun sedang serius mengerjakan pesanan

Di sanalah aku bertemu dengan mbak-mbak kiyut nan menggemaskan yang nampak sibuk menentun songket hwhwhw.

“Adek manis, yang ini sudah berapa lama dikerjakan?” tanyaku.

“Yang ini sudah dikerjakan 2 minggu, kakak ganteng nan semok” jawabnya.

“Oh, biasanya 1 kain selesai berapa lama?”

“Minimal 1 bulan,” jawabnya lagi.

????????????????????????????????????

Ternyata motifnya ditentukan oleh si bos loh, atau oleh si pemesan

Uwooow! Makanya, gak usah heran kalau satu lembar kain songket di Fikri Collection kisaran harganya dari Rp.2.500.000 sd Rp.70.000.000. T U J U H P U L U H J U T A??? Iya iyaaa matanya nggak usah dikucek-kucek gitu, aku gak salah tulis kok, di Fikri Collection, ada kain songket yang dihargai sampai dengan 70 juta!

“Kok bisa?”

songket

Jangan pingsan, ini dia deretan songket seharga 70 juta!

BISA! Karena songket tersebut merupakan songket tua yang dibuat dari hasil rekondisi. Maksudnya? Gini, jadi songket ini dibuat dari songket yang sudah ada.

“Heh, caranya gimana?”

Kurang lebih gini, songket berusia tua diurai satu persatu benangnya, lalu ditenun lagi dengan mencampur bahan-bahan yang baru sehingga terciptalah kain songket berharga fantastis itu! Luar biasa ya!

????????????????????????????????????

Aku menghitung setidaknya ada 13 alat penenun di sana. Rata-rata penenun berusia 20 sd 25 tahun!

Salut sama bapak Kgs.Bahsen Fikri, S.Ag yang secara nggak langsung turut melestarikan kekayaan nusantara berupa kain-kain tradisional. Eh ya, sedikit cerita bahwa bapak Fikri ini adalah anak dari pasangan Alm HJ.Fatimah (dikenal dengan nama Cek Ipah) dan Alm K.H.M Husin Rahman, yang memang dikenal sebagai pengusaha songket.

Fikri Collection sendiri mulanya bernama Fikri Koleksi di tahun 1997 saat pertama kali berdiri. Sekarang, Fikri Collection kian berkembang pesat tak hanya sebagai gerai penjual songket namun juga Rumah Industri Songket dengan pekerja lebih dari 30 orang!

????????????????????????????????????

Rak-rak penuh songket!

Eh lantas, buat apa earphone yang dipasang di tiap-tiap penenun yang ada di sana? Hihihi, simple aja alasannya. Buat denger lagu dan buat nelepon! Hahaha. Ya maklum aja, rata-rata pegawainya masih abege. Jadi mungkin lagi demen-demennya denger lagu Korea atau sambil telpon-telponan sama ayang hehehe. Sampai-sampai di sana ada kertas bertuliskan larangan menggunakan telepon bagi para pekerja! Hwhwhw.

Aneka Souvenir Dari Songket

Songket biasanya digunakan di acara-acara formal seperti pesta perkawinan dan acara adat. Ya wajarlah ya, kan harganya mahal. Kalau dipakai ke pasar sayang atuh hwhwhw. Bahkan di zaman kerajaan Sriwijaya dulu, songket dibedakan pemakaiannya. Untuk kalangan bangsawan seperti raja, disebutnya “Aesan Gede” sedangkan untuk rakyat biasa disebut “Penganggon”. Dari motifnya pun bisa ketahuan strata pemakaiannya dalam kehidupan  bermasyarakat.

????????????????????????????????????

Koleksi songket di Fikri Collection

Eh tapi sekarang, songket dapat dimodifikasi menjadi berbagai macam jenis produk. Untuk pria ada peci/kopiah atau topi tradisional tanjak yang bahan utamanya songket. Di Fikri juga ada area penjualan souvenir yang lucu-lucu dan harganya bersaing. Misalnya saja dompet kecil, mainan kunci (btw, saat di #KeralaBlogExpress aku membawa souvenir ini untuk dibagikan), tempat tisu, tatakan gelas, miniatur bangunan ikonik Palembang dari songket dan buanyak lagi!

????????????????????????????????????

Deretan cinderamata menggugah hasrat dan menguras dompet jajajajaja

Bagi pecinta kain tradisional, ini surga banget dah! (harganya mungkin neraka banget muahahaha). Eh selain songket, di Fikri juga dijual batik Palembang dan Kain Jumputan loh. Jumputan? Iya, ini kain tradisional khas Palembang lainnya yang sekarang sedang booming didesain secara modern dan banyak dikenakan oleh anak muda.

Sekali lagi, Fikri Collection adalah secuil pengrajin songket yang ada di Palembang. Masih banyak lagi gerai penjual songket dengan harga yang (bisa jadi) lebih kompetitif. Yuklah cintai hasil kerajinan tenun dalam negeri!

  • FIKRI COLLECTION
  •  Jl. Talang Kerangga, 30 Ilir, Ilir Bar. II, Kota Palembang, Sumatera Selatan
  • Telepon:(0711) 315571
Iklan

54 thoughts on “Mengintip Cara Pembuatan Songket Palembang di Fikri Collection

  1. Cakep2, banget songketnya… Jadi yg ngerjain songket mahal itu semacam kurator benda2 antik gitu, yah. Pantes aja kalau harganya mahal. Selain seni, ada nilai sejarahnya juga.

    • Mau nanya tapi segan. Gak enak nanya gaji pas pertama datang. Kayak nanya, “ukuran kancut kamu berapa?” Ke cewek pas first date hwhwhw

  2. Aku punya songket palembang, hadiah pernikahan tahun 1999. Sepertinya sih harganya mahal, karena mutunya bagus dan awet, warna keemasannya masih cerah. udah 17 tahun padahal.

  3. Aku juga cinta om (SAMA KERAJINAN INDONESIA)

    Songketnya indah yaa motif monokurobo ada ga om? Nanti kalo udah mampu aku beli deh yg 70juta itu, sekarang mah uangnya belom ketaker 😐

  4. jadi songket songket itu mahal harganya ya.. hmmm *melirik ke songket songket para uwak* :))
    Para uwak kalo lagi pulang kampung suka beli songket, tapi terus aku bingung kok gak dibagiin kek ke anak dan keponakan. Yaiyalah, mahal gitu mau dibagi bagi :))

    cita citaku sederhana tapi butuh banyak uang, pengen punya koleksi kain dari berbagai daerah di indonesia. amin! huhu

    • Pastiiii, pasti punya uwaknya mahal hahaha. Mau semurah apa songket juga harganya jelas mahal (yang songket asli tenun ya). Makanya disayang-sayang, dipinjemin aja syukur-sukur apalagi dikasih hehehe.

      Iya, salut bagi yang doyan koleksi kain tradisional. Aku kenal beberapa orang seperti itu. Keren!

  5. aku dah sering ke Fikri ini buat nyari souvenir/hadiah untuk tamu kantor tapi gak pernah ngeliat pengrajinnya buat, mungkin klo nanya dilihatin kali ya prosesnya. banyak songket palsu yang murah itu impor dari Thailand (just info), untung aku gak suka songket ya om soalnya ribet pakenya aku kan tomboi ntar lepas lagi yg untung siapa coba? hahaha

  6. Cuma di tempat ini masih belum secara keseluruhan dikasih lihat, semisal pintal benang, dll. Katanya di butik lain ada yang kasih lihat mesin pintal juga. Aku pengen ke zainal songket.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s