Lainnya

Permohonan Maaf dari Esia AHA

Bagi yang follow twitterku di @omnduut mungkin tahu kalo beberapa hari lalu aku sempat misuh-misuh sebal karena modem Esia AHA mendadak tidak bisa digunakan. Tidak tanggung-tangung, modem tersebut ‘ngambek’ hingga 2 hari berturut-turut sehingga otomatis sama sekali gak bisa dipake berselancar di dunia maya.

Sebelumnya, dua bulan belakangan, di waktu-waktu tertentu, koneksi internetnya sempet turun naik dan kadang jadinya leleeeeeet banget. Beberapa kali keluhan semacam ini aku sampaikan ke twitter mereka di @SolusiEsia. Untung aja adminnya baik dan sabar sehingga mau membantu merefresh modemku sehingga koneksi lancar kembali.

Aha

Berjam-jam berusaha menghubungkan dengan jaringan namun gagal

Minggu, 17 Maret 2013, ketika pulang ke rumah, bada magrib modem esia AHA yang aku pake sama sekali gak konek. Awalnya aku kira PC-nya yang bermasalah. Namun, setelah di restart tetep aja modemnya mogok bekerja. Nggak puas dengan penyelidikan amatiran itu, aku pake 2 laptop adikku. Tapi tetap aja modemnya nggak nyala. Aarrggh. Rasanya gondok sekali. Hari gini, internetan itu sama pentingnya kayak nasi. Jadi, kalo gak bisa internetan itu rasanya lapaaaaar. *pingin nelen orang*

Eh, apa kuota modemku habis ya? Sempet juga kepikiran kayak gitu walaupun rada nggak yakin karena aku baru beli paket sekitar 2 mingguan. Jadi harusnya masih bisa dipakelah. Modemnya pun nggak dipake untuk donlot kok. Paling browsing sana sini. Rasanya kuota 7 GB masih sisa banyak. So, aku pinjem modem adikku yang baru isi pulsa beberapa hari yang lalu. Setelah dicoba (di PC dan 2 laptop), ternyata sama saja. Modem itu juga nggak bisa nyala. Artinya bener jaringan Esianya lagi galau sehingga modem kami gak bisa digunakan.

Selama berjam-jam aku coba, tetep aja gak konek. Ya sudah, aku tinggal tidur saja dan berharap esok pagi modem sudah bisa digunakan. Sampe sejauh ini sudah bisa nebak dong gimana kelanjutannya? Yup, ketika pagi tiba, tetap saja modem mati suri. Berkali-kali aku coba tetep saja nggak bisa terhubung di dunia maya. Rasanya sebal bukan main.

Berbekal koneksi di warnet, aku mention @SolusiEsia untuk menanyakan hal ini. Setelah dicek, oalah ternyata banyak banget yang komplain hal serupa. Rata-rata dari Palembang juga sih. Gak lama kemudian keluhanku terjawab. Ini jawaban dari @SolusiEsia.

Aha 2

Komunikasi di twitter

Jelas sudah. Jaringan Esia memang lagi bermasalah. Senin pagi itu aku beraktivitas seperti biasa. Lewat tengah hari, aku coba lagi menyalakan modemnya. Eh ternyata bisa! Syukurlah… artinya modemnya bisa dipake seperti sedia kala. Namun, karena sibuk dagang modemnya aku simpan kembali dan akan kupakai malam hari seperti biasa. Namun, alangkah kagetnya begitu sampai di rumah dan akan internetan, modemnya lagi-lagi nggak bisa digunakan. Gondok setengah mati! Padahal hari itu aku harus kirim dokumen permohonan ke Hostelling Internasional untuk ikutan Volunteer Programme yang diadakan oleh Seoul International Youth Hostel. Aku juga harus kirim contoh esai yang dibutuhkan sepupuku untuk keperluan studinya. Kasihan, di asrama dia sudah nunggu lama contoh esai itu agar bisa dibuat dan dikumpulkan esok hari.

Aku masih sabar nunggu. Tapi nyatanya lewat jam 9 malam kedua modem yang kami punya tetap tidak bisa digunakan. Jadilah, karena kebutuhan untuk kirim dokumen-dokumen itu, hampir jam 10 malam aku keliaran keluar rumah mencari warnet yang masih buka.

Kekesalan ini akhirnya aku sampaikan di Surat Pembaca pada situs kompas.com. Aku gak pingin di hari ketiga ini modem lagi-lagi gak bisa digunakan. Dengan sistem paket 30 hari, tentu aku merasa dirugikan ketika dengan batas waktu yang ada modem tak bisa lagi digunakan padahal sisa kuotanya masih tersedia. Selesai menumpahkan uneg-uneg di kompas.com, aku pergi kerja (baca : jualan) lagi sambil berharap keluhanku itu segera diketahui oleh Esia dan segera ditindaklanjuti.

Kebetulan hapeku tertinggal di rumah. Ternyata ada nomor Jakarta yang berulang kali menelepon ke hapeku. Mengira itu hal yang penting, Ibuku di rumah berinisiatif mengangkat telepon itu. Ternyata dari Esia. Nggak banyak yang disampaikan pada saat itu. Ibuku hanya bilang kalo mereka akan menghubungi lagi nanti. Malam hari ketika pulang ke rumah, aku lihat ada nomor Jakarta lagi yang menghubungi (tapi nomor berbeda dengan yang menghubungiku siang hari). Karena saat itu aku lagi di dapur, teleponnya nggak terangkat. Panggilannya hanya satu kali. Bisa jadi mereka menunda menelpon karena saat itu sudah lewat jam 8 malam.

Esoknya, aku mendapatkan mention di twitter. Pada intinya mereka akan mengirim surat ke emailku. Alamat email aku kasih. Dan, pada hari yang sama aku menerima email mereka yang berisi permohonan maaf dan penjelasan bahwa memang mereka tengah melakukan perbaikan jaringan. Ya sudah, aku sih cukup memahami bahwa jika berurusan dengan teknologi manusia pun butuh waktu jika mereka sesekali membutuhkan perawatan. Aku tak terlalu mempermasalahkan lagi. Yang penting, modemku bisa digunakan lagi. Udah itu aja…

Hari ini, sepulang berdagang ikan, aku dikejutkan sebuah cerita. Ibuku bilang, siang tadi ada orang-orang Esia yang datang ke rumah meminta maaf. “Rame banget nak, ada dua mobil penuh yang datang ke rumah,” sahut Ibu. “Ibu khawatir mereka marah dan mau ngamuk gitu,” ujar Ibu lagi. Hahaha, Ibuuu… khawatiran amat sih.

Hey, rada takjub juga ketika tahu karyawan Esia sampe bela-belain ke rumah buat sampein permohonan maaf. Di satu sisi, aku nggak biasa diperlakukan berlebihan seperti itu. Namun, di sisi lain aku sadar kalau yang mereka lakukan itu sebagai bentuk pertanggung jawaban mereka. “Mereka bawa buah banyak banget,” kata Ibu. Oalaaah, segitunya ya… aku jadi nggak enak juga jadinya. Lagian, kok bawa buah sih? Mie ayam kan lebih enak. *hus gak sehat tauk! tolong abaikan celotehan terakhir itu haha*

DSC_0323

Sayang gak ada buah kesukaanku : pisang 😀

Aku jadi mikir, apa nggak terlalu berlebihan ya sampe-sampe bikin surat membaca di kompas.com? Bisa iya, bisa tidak. Ya, anggap saja komplainku ke media online itu sebagai cambuk bagi Esia untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan setia mereka. Waktu masih kerja dulu, aku pun menjalani hal yang sama sih. Ketika ada yang komplain terhadap layanan yang diberikan, pasti akan jadi perhatian besar bagi kami dan sesudahnya kami makin dituntut untuk memberikan layanan yang maksimal. Jadinya bermanfaat untuk pengguna jasa layanan juga, kan?

Untuk tim Esia AHA yang tadi sudah ke rumah. (Nah, aku gak bohong dong kalo rumahku gak jauh dari pusat kota?) terima kasih banyak atas perhatian yang diberikan. Terutama untuk oleh-olehnya. (walaupun nggak usah sebegitunya juga kayaknya). Aku sangat menghargai dan memberikan apresiasi tinggi mengenai apa yang telah tim Esia AHA lakukan. Apa yang dilakukan tim Esia AHA Palembang patut dicontoh bagi provider lain (kebetulan kartu GSM-ku juga bermasalah. Sudah sering dikomplain di twitter mereka. Boro-boro dikasih solusi. Dijawab aja nggak. *jebil S***ati).

Harapanku, pasca kejadian ini, Esia AHA makin bekerja keras memberikan yang terbaik. Siapa tahu kelak bisa menemukan cara jitu memperbaiki jaringan namun tetap bisa memberikan pelayanan. Dan… bagi kalian yang baca tulisan ini, jangan pula karena pingin dikirim buah sama Esia jadi ikut-ikutan kirim surat pembaca ke media ya. Hahaha!

PS : Tulisan ini masih termasuk tulisan yang paling banyak dikunjungi pembaca. Sebagai informasi, aku sudah tidak menggunakan modem AHA lagi sejak Desember 2013. Aku gak siap kalau kudu melatih kesabaran setiap hari hahaha 🙂 bagi yang masih pake modem AHA, selamat berjuang!

Iklan

64 thoughts on “Permohonan Maaf dari Esia AHA

  1. Waktu spe**y error juga begitu aku ngomel di twitter, langsung kirim petugasnya game sample berjam2 padahal nyari alamat sendiri gegara pas mereka nelpon akunya molor,he he. Gratis jg.apalagi sekarang ada kasus penipuan provider, mungkin mereka jd lebih aware

    • Bisa jadi begitu mbak Noni. Ketika aku nulis di surat pembaca kompas itu, gak mikir banyak hal. Pokoknya hari itu juga modem kudu nyala lagi 🙂 Bisa jadi ini efek jera agar perusahaan di bidang pelayanan betul-betul memperhatikan apa yang telah mereka jual dan promosikan ke banyak orang.

      • Yupe, dulu aku kerja di bank. Kalo terima complaint di koran or media duhh org2 service kayak di bakar. Buru2 beresin kalo gak yah santai aja. Sebel kan

    • Oalaaah, ternyata mbak Noni ini ex banker juga ^^ Iya mbak. Kalo secara pribadi sih aku kurang nyaman diperlakukan berlebihan kayak gitu. Cuma, kalo dilihat dari kaca (mantan) pelaku yang bergerak di bidang pelayanan. Apa yang mereka lakukan itu sangat wajar. Tim layanan kami pun dulu melakukan tindakan serupa 🙂

    • Kayaknya standar layanan Esia memang baik. Atau, bisa jadi karena jarang mendapatkan protes keras semacam itu sehingga mereka berusaha menunjukkan rasa bersalah dan tanggung jawab mereka lebih maksimal. 🙂

    • Haha iya mbak Yana 🙂 Atau jangan-jangan mereka baru dari jalan kemanaaa gitu kali ya 😛 Salutnya ya, di surat pembaca itu kan aku pake nama asli. Eh mereka bisa nebak akun twitterku dan bisa nemuin alamat rumahku juga 😀

    • Betul mbak Yana 🙂 Makanya aku nulis ini sebagai bentuk apresiasi. Jika tulisan ini bisa melegakan mereka (setidaknya mereka menganggap aku sudah tak mempermasalahkan lagi kejadian 2 hari itu) itu sudah cukup. Tapi tetap ya… mereka harus komitmen kasih jaringan yang oke. Ini aja mulai agak lelet nih hohoho

  2. Wah! Aku baru tahu kalau ada yang seperhatian ini sama pelanggan. KEkuatan media jaman skrg itu patut diacungi jempol ya 😀

  3. widiw, enak banget ya, sampe dibawain buah2an *laperbuah*
    dulu adikku juga pernah pake modem esia tapi cuman bertahan seminggu, gara2 lemot, sampe dulu dibela2in ke atap buat browsing, gile aje…

    sekarang mah masih setia dengan speedy 😀

    • Mungkin pemakai di sana udah terlalu banyak ya mbak Sin. Di Palembang juga gitu kayaknya, makanya mulai agak lemot. Haha, buahnya masih tuh di kulkas. 🙂

    • Untuk perusahaan yang concern mengenai hal ini, mereka bisa langsung gerak cepat. Tapi banyak juga perusahaan yang masa bodo mbak 🙂 Syukurlah Esia termasuk bukan yang seperti itu ^^

  4. ih kok bisa keren banget gitu yah? next time mention aja ah di twitter, aku biasanya langsung nelp soalnya :d hehehe… dan emang beberapa hari ini juga suka bermasalah… hiks

  5. haaaaah pke didatangi dan minta maap, bawa buah segala?? ih baru tahu deh. keren banget tuh.
    keknya bukan karena misuh2nya, nih esia tahu klo om tuh blogger, bayangin kekuatan dari tulisan blogger dia nggak mau ambil resiko. keren abiz dah.

    aku dulu pernah gtu ama smart. kecewa pol. belum urusan pulsa tiba2 kesedot ampe 2-3 kali yah… huh capek. akhirnya udah tuh modem aku pensiun dini. ganti flexy aja lumayan.

    mas, om (?), makasih dah difollow, kehormatan banget… daku follow juga yah.
    salam blogger

    • Haha, bisa jadi mereka cari akun FB-ku, liat data diriku dan munculah alamat blogku. Hihi. Aku juga sudah lama ‘membunuh’ smart. Gak nahan, sedot pulsanya deres dan berbanding terbalik dengan kecepatan koneksinya. *jebil*

      Panggil mas aja deh, hehe. Makasih juga ya udah mampir ke blogku ^^

    • Hehe, iya kalo yang diprotesin punya standar layanan oke kayak Esia. Kalo nggak? 😛 Haha, yup setandan pisang lebih oke ketimbang sekilo apel. (gak suka apel) ^^

    • Harusnya provider-provider bandel yang gak kasih pelayanan sesuai yang mereka dengung-dengungkan sesekali kena hukuman ya dari Pemerintah atau lembaga konsumen. Jitak sedikit ‘kepala’ mereka 😛

    • soalnya koneksi AHA masih ancur2an kok. Aku tandingin sama Flash yang mba beli kemarin (kaka sepupu kebetulan pernah nyoba di rumah) wah kebanting deh. Aku malah mikir mau beli modem baru yang sama hahaha

  6. Halo, saya dari bogor nih tepatnya daerah kampung di bojong gede. Saya enggak tau kenapa saya tinggal dikampung koneksi AHA/ESIA MAX-D full bar bahkan kecepatan download hingga 500kbps, tapi kalo saya bawa keperumahan elite, atau ke sekolah malah lelet engga full bar cuma 2 batang koneksinya, kecepatan download berubah jadi 60kbps, lemot sih, makanya saya pake modem cuma dikampung, kalo mas sendiri tinggal di kampung atau perumahan?
    Terima Kasih sebelumnya. HeHeHe

  7. ane pake supermega yg 50rb ehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh ternyata lelet sekali gannnnn :nangsi guling2 soreini baru ambil paket lg sayang banget kan posisi ane di tangerang kota padahal,bener2 mau bangkrut nih bakrie

  8. itu disogok namanya gan.. padahalkan pasti banyak juga yang dirugikan begitu tapi gak complain aja.. halah

    • Hehe ya salah sendiri kenapa nggak mau “disogok” (baca : komplain)

      Catatan : Aku melakukan komplian jauh sebelum tim mereka datang ke rumah dan bawain “Sogokan”

  9. bangkrut bankrut
    asia bankrut
    tiada lagi internet
    udah digabung sama semarprek 4g nya
    bankrut bankrut

  10. memang standar pelayanann seperti itu, setelah di undangkannya uu pelayanan publik pada tahun 2009, baik pemerintah atau swasta memiliki standar pelayanan jika pelayanan tidak sesuai dengan aturan dan atau merugikan pelanggan dan kemudian perusahaan swasta tidak menindaklanjuti keluhan masyarkat, mereka bisa dihadapkan kepada dprd atau dpr ri, makanya perusahaan swasta mikir ribuan kali, kalo cuman menghadapi aparat sih mereka kurang takut dan bisa kongkalingkon recehan, tapi kalo dihadapkan politisi, perusahaan mikir sulit kongkalikong dan anda tau kalo politisi ada maunya, kalo duit tak susuai maka akan dipolitisi, kalo perusahan dipolitisi bisa mampus, makanya sekarang semua perusahaan swata dijamin akan menanggapi dan menindaklanjuti keluhan dari masyarakat, kemarin aja ada gerai operator kurang ajar, hanya dalam 3 hari dari laporan, gerai tersebut langsung meminta maaf.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s