Pelesiran

5 Anggapan Salah Seputar Imigrasi Singapura

DSC_0566

.

Yan, ayuk dideportasi dari Singapura.”

“Hah kok biso, Yuk?”

“Entahlah, ayuk sedih nian. Sekarang ayuk sudah balik lagi ke Batam.”

Wah wah wah, sampai di deportasi di Singapura, ada apakah gerangan?

*    *   *

Selamat datang di zaman ketika harga tiket pesawat bahkan lebih murah dari sebungkus nasi padang!

Hah, yang bener?”

“Benerlah!”

Bagi sebagian besar orang yang berstatus ticket hunter kayak aku gini, mungkin sudah mahfum ya denger cerita orang yang bisa dapetin tiket pesawat dengan harga yang sangat murah bahkan menjurus ke nggak masuk akal. Aku aja kalau ngomong ke keluarga dapet tiket ke Kuala Lumpur nggak sampai 300 ribu udah pada bengong. (maklum, ke Jakarta aja bisa lebih dari itu). Gimana kalau mereka tahu ada yang dapetin tiket ke LN dengan Rp.0 coba! (ya walau harus bayar pajak bandara juga sih, namun tetep aja murah!)

Tak ayal, jalan-jalan ke luar negeri bukan lagi suatu hal yang mewah. Samalah kayak dulu ketika handphone masih mahal banget. Sekarang, apapun profesinya kalau punya handphone ya biasa aja. Misalnya saja, hari gini untuk memakai jasa nyai-nyai tukang pijat tradisional, aku kini gak perlu repot datang langsung ke rumah beliau, cukup telepon aja!

Nah, bagi yang kepingin banget ke luar negeri biasanya… inget ini biasanya ya, gak semua! Akan memilih Malaysia atau Singapura sebagai destinasi “latihan” traveling aboradnya. Bukan tanpa alasan, karena letaknya yang relatif dekat dengan Indonesia, tentu hal ini berpengaruh juga terhadap harga tiket pesawatnya. Apalagi, banyak alternative untuk mendatangi 2 negara ini. Misalnya saja menggunakan jalur laut memakai ferry melalui Batam, Kepulauan Riau.

????????????????????????????????????

Suasana MRT di Singapura. Tenang, bersih, nyaman.

Di grup jalan-jalan, 2 negara ini hampir selalu dibahas oleh member-member yang berbeda terutama yang masih baru dan akan menyiapkan perjalanan perdana ke luar negeri. Dimulai, “nanti di sana naik apa?” atau, “di sana enaknya menginap di mana?” pokoknya yang nanya beginian adaaa aja 🙂 nah, ada lagi satu topik yang menurutku menarik. Yakni mengenai proses di imigrasi khususnya di Singapura karena banyak sekali orang yang mengalami episode “drama” di negara ini. Dari yang happy ending hingga yang sad ending.

Aku pribadi sudah pernah merasakan pengalaman masuk ke Singapura melalui jalur udara (Changi) dan laut (Harbourfront). Untuk pengalaman di jalur darat aku ambil dari pengalaman adekku si Ari yang pernah masuk melalui perbatasan di Johor Bahru. Gimana rasanya melewati imigrasi Singapura? Rasanya nano-nano, bener! Hehe. Tapi menurutku ada beberapa anggapan yang salah seputar (petugas) imigrasi Singapura. Apa saja? Ini dia.

Petugas Imigrasi Singapura Galak dan Nyeremin

Ah kamu belom mandi kali, makanya digalakin? 😀

Waktu pertama kali ke luar negeri, aku juga denger kabar bahwa petugas imigrasi itu biasanya resek-resek. Pokoknya adaaa aja cela mereka untuk nyari kesalahan. “Pokoknya, siap-siap aja kalau nanti bermasalah di imigrasi,” gitu kata seorang teman. Mendengar hal itu, aku jadi sendu.

Lantas, apa iya petugas imigrasi khususnya imigrasi Singapura se-mengerikan itu? Menurutku, nggak (juga) tuh! Pengalamanku bolak-balik ke Singapura (duh kalimat ini, udah keliatan sombong belom? –ditabok massa) petugas imigrasi Singapura itu baek-baek loh!

Kalo setelan muka petugas imigrasi yang sebagian besar dingin, kaku dan nyeremin sih sebetulnya rata-rata di semua negara bisa jadi begitu ya. Tapi kalau pembawaan kita dari awal sudah selo sih menurutku aman-aman aja. Petugas imigrasi Malaysia misalnya yang terkenal jutek-jutek terlebih jika bertemu pelancong dari Indonesia (you know-lah, dua negara ini kan benci tapi cinta) nyatanya asyik-asyik orangnya. Aku malah sempat diajak ngobrol dan diajak main ke rumah oleh seorang petugas imigrasi wanita (maaf, poin yang terakhir itu hanya fiksi).

????????????????????????????????????

Singa mangap :v

Petugas imigrasi Singapura juga gitu. Kalau kita masuk negara mereka dengan niat yang tulus dan baik (misalnya untuk mencari jodoh bukan mencari kerja dari jalur illegal) harusnya santai ajaaa… kita mau ngehabisin duit di negara mereka, loh ini! –kipas kipas recehan dolar Singapura. Aku sih biasanya kalau sudah diantrian, dan mulai berjalan mengarah ke petugas imigrasi, selalu merekahkan senyum.

Senyum itu ibadah sob!

Asal jangan senyum genit-lenje-manja ya (terlebih ke petugas lelaki), bisa-bisa langsung digiring ke kantor imigrasi. Intinya sih tetap tenang, berdoa (yasinan juga boleh) dan jangan lupa senyum. Kalo memungkinkan ya coba aja disapa macam, “halo, apa kamu masih jomblo kabar?” atau, “Selamat pagi senyummu indah sekali”. Yakin deh, petugasnya gak akan galak-galak.

Sepengalamanku berurusan dengan petugas imigrasi di beberapa negara (udah terdengar pamer belom?) malah petugas imigrasi di Indonesia khususnya di Palembang yang kerjanya bikin hati dongkol. Kalau di negara lain petugasnya masih muda, ganteng-cantik-fresh, eh ini di Palembang udah mukanya nyeremin, udah tua banget, senyum kagak ada, ngambil dan mengembalikan paspor biasanya main lempar aja. Gak oke banget dah! (semoga si anak petugas imigrasi gak baca :p)

Harus Bawa Uang Dolar Singapura yang Banyak

3 kali ke Singapura, aku hanya membawa uang tak lebih dari 10 dolar Singapura aja (nah sekarang udah keliatan kere belom? :p). “Emang cukup?” ya cukuplah! Kan di Singapura cuma numpang lewat doang sebelum ke Malaysia atau kembali ke Indonesia. Jadi uang yang dibawa hanya secukupnya aja untuk bayar MRT.

Alhamdulillah, selama melewati imigrasi Singapura aku nggak pernah ditanya soal duit. (ya gimana ya, kalau punya tampang juragan ya begitulah -oouch) “Jika ditanya gimana?” ya jawab aja sejujurnya. “Saya hanya bawa uang 10 dolar dan hanya di Singapura hanya sehari saja sebelum pindah ke kota ini-itu. Sebagai cadangan saya membawa  di ATM dan kartu kredit.” Tunjukin semua tuh kartu yang dipunya, kartu berobat juga kasih liaaat. sambil pamer dompet kartu.

????????????????????????????????????

Bareng Indra. No pict = hoax, bukan? 😀 semua dokumen berupa paspor, uang dsb aku simpan di moneybelt.

Masalah saldo di ATM sudah mengenaskan sekali dan limit CC sudah habis kepake kan petugas imigrasi nggak bakalan tahu. Kecil kemungkinan kamu akan digiring ke mesin ATM buat ngecek saldonya. Jika kejadian? Silakan berimprovisasi. “Wah ATM saya yang saldonya miliaran ketinggalan di rumah.”

Harus Punya Bukti Penginapan

Di grup traveling ada salah satu member yang ngotot banget bilang, “Harus punya bookingan penginapan kalau mau ke Singapura, jika nggak siap-siap di deportasi.”

Ketika beberapa anggota grup lain bilang bahwa itu nggak perlu eh si beliau ini masih saja ngotot. Akibatnya harus siap menerima komen dari komentator garis keras deh :p rasain! –eh. Seperti yang aku bilang, aku ke Singapura itu numpang lewat aja. Terakhir ke sana pas pulang dari menang tiket gratisan Hong Kong. Pulangnya lewat Batam. Waktu itu ditanya sih, “how many days in Singapore?” aku jawab aja, “Satu hari je, bang!” tanpa ba-bi-bu, halaman pasporku kembali ternodai.

Oh ya, untuk masuk ke Singapura itu kita masih harus isi immigration card ya. Kalau masuk Malaysia sih nggak perlu kartu beginian. Nah kalau ke Singapura, pengisian kartu ini harus diperhatikan. Kalau salah isi bagaimana? Yaelah, namanya juga manusia bang, khilaf kan biasa apalagi salah tulis doang mah masih dimaafkan. Aku pernah tuh kejadian, tapi cuma disuruh coret dan nulis yang benar aja. Beres! (salah tulis no penerbangan waktu itu)

2009-SLREVED-133-RG-1-1243452556-0026

Kartu imigrasi Singapura. Source : statutes.agc.gov.sg

Nah, di kartu imigrasi ini kita harus diminta menuliskan alamat penginapan selama di Singapura. Lantas gimana kalau beneran nggak nginap?

Kalau di grup sih mayoritas bilang, “tulis aja alamatnya, jangan dibiarkan kosong.” Aku sih sepakat. Lalu bagaimana? Caranya tulis saja alamat salah satu penginapan di Singapura yang didapatkan di internet (bisa cek di situs-situs penjualan lainnya). Catat di buku saku dan tuliskan kembali di kartu imigrasi. No teleponnya jangan lupa ya!

Aku pernah tuh kelupaan mencatat no telp hostelnya. Untung aja aku selalu siapin alamat penting kantor kedutaan Indonesia di negara tujuan. Alamat ini aku catat jika sewaktu-waktu dibutuhkan (amit-amit, kehilangan paspor misalnya). Nah, no telp kedutaan Indonesia di Singapura-lah yang aku tulis waktu itu. Gak akan di cek ini juga, kan?

1

Informasi ini aku cetak dan tempel di buku saku. Syukur-syukur info ini gak pernah digunakan selama perjalanan 😀

Siap-siap Kena Masalah Jika Paspor Kosong

Karena kalian datang bersepuluh, jangan kaget ya nanti kalau ada diantara kalian yang kena random check dan harus di interogasi di kantor imigrasi,” ujarku.

Wejangan itu aku katakan kepada adek dan 9 temennya yang bakalan ‘pecah telor’ ke luar negeri. Bukannya apa-apa, mereka harus tahu tentang hal ini dan jangan sampai kaget kalo ternyata kena random check.

Pas pulang, aku tanya ke adek, “siapa yang kena random check?

Semuanya kena, bang!

Toeeng! Hahaha.

Jadi ketika ada salah satu temennya si adek ditanya, “dengan siapa ke Singapura?”  dan oleh si temen ini dijawab, “rame-rame,” petugas imigrasi memutuskan untuk memanggil semuanya dan mereka digiring ke kantor petugas. Hahaha. Tapi sampai di kantor mereka hanya ditanya pertanyaan standar. Mereka ditanya jumlah uang yang dibawa, berapa lama di Singapura dan bukti bookingan penginapan. Ya, tentu saja imigrasi Singapura tidak ingin kemasukan 10 gembel dalam waktu yang bersamaan, bukan? Hihihi.

????????????????????????????????????

Pingin naik, apa daya backpacker kere :p

Karena semua sudah mempersiapkan ini dengan baik (kalau jumlah uang sih gak banyak, standar ajalah untuk habisin 2 hari di Singapura), maka semuanya aman terkendali.

Jadi, sebetulnya, aman-aman saja bagi traveler pemula yang ingin memulai perjalanan ke luar negerinya dari Singapura. Samalah kayak lowongan pekerjaan, ‘dibutuhkan yang berpengalaman.’ Lha, kalau semua perusahaan menyaratkan semua calon pekerja adalah orang yang berpengalaman, maka tidak ada lagi tempat bagi fresh graduate untuk berkarir, dong? Ya samalah, jika Singapura melarang orang yang baru pertama kali ke luar negeri untuk masuk ke negaranya, mereka sendirilah yang rugi. Batal deh tuh orang turut memajukan pariwisata negaranya, bukan?

Amanlah, Saya kan Punya Keluarga di Singapura!

Nah ini balik ke kisah awal tulisan ini, tentang seorang ayuk (kakak) yang di deportasi dari Singapura. Sumpah, aku pas dapet pesan dia kena deportasi itu udah gatel banget pingin nanya. Tapi aku tahan dulu dan tunggu sampai beliau tiba kembali di Palembang.

“Jadi, kayak manolah ayuk tuh biso di deportasi.”

“Ayuk jugo idak ngertilah dek. Ayuk ditanyo bawak duit berapo, trus ayuk kasih bilang bae bawak 100 dolar.”

“Wah lumayan tuh 100 dolar, seharusnyo sih dak masalah. Trus ditanyo apo lagi?”

“Ayuk kan di tanyo lagi, bakalan nginep di mano. Trus ayuk bilang, bakalan nginep di rumah abang angkat.”

Jreng.

“Wah harusnyo ayuk jangan bilang gitu.”

“Ayuk disuruh kawan dek, katonyo bilang bae bakalan tinggal di rumah abang angkat. Pas ayuk ditanyo alamat, ayuk dak tahu, kan kawan ayuk ditanyo petugas lain.”

Salah bener kan ya kalo kejadiannya begitu >.< wajar jika petugas imigrasi untuk curiga. Pertama, nggak jelas bakalan nginep di mana. Abang angkat? Abang yang mana coba? Kedua, dengan begitu makin besar kecurigaan petugas imigrasi jika si ayuk ini bakalan overstay. Iya kalau cuma overstay kalo ntar tertarik jadi tenaga kerja ilegal gimana, coba?

Mengenai pertanyaan seputar keluarga ini sih kalo menurutku perlakuannya sama di negara lain. Di grup sering kali dibahas, “mending lo bilang aja mau liburan, titik.” Lain ceritanya jika kedutaan minta invitation letter dari anggota keluarga ya (macam di Eropa). Lha kalau cuma mau liburan satu-dua hari, bilang aja mau liburan. Beres deh!

*   *   *

Itu aja dulu 5 anggapan yang kerap kali keliru prihal imigrasi di Singapura. Sekali lagi, bisa jadi kondisi yang aku ceritakan di postingan ini juga dapat berlaku di negara lain. Intinya, Singapura itu okelah buat ajang ‘pecah telor’ jalan-jalan ke luar negeri. Yang patut di perhatikan adalah di sana apa-apa serba mahal. Namun bisa disiasati sih, misalnya dengan membawa bekal makanan dari Indonesia (kalau lewat Batam lebih enak tuh).

Untuk menyiasati mahalnya akomodasi juga bisa memilih menginap di Batam atau Johor Bahru. Atau jalan seharian di Singapura cukuplah kalo budgetnya memprihatinkan kayak aku haha. Bisa berangkat naik ferry pertama dari Batam dan pulang naik ferry terakhir dari Singapura. Lumayanlah, harga penginapan di Batam jelas lebih murah. Belanja di Batam juga jauh lebih menyenangkan ketimbang di Singapura. Orang yang dikasih oleh-oleh gak bakalan tahu kamu belinya di mana kok hahaha. Mau made in Singapura atau Made in Nagoya, yang penting ada oleh-olehnya hahaha.

Peringatan keras : Tulisan ini ditulis atas dasar pengalaman yang aku dapatkan. BISA JADI akan ada pengalaman yang berbeda di masing-masing orang (inget, kadang tergantung amal ibadah juga sih haha). Sangat mungkin ada kekeliruan dalam penulisan, feel free loh kalo mau ngasih tahu kekeliruannya atau mau ngasih tahu info tambahan.

364 komentar di “5 Anggapan Salah Seputar Imigrasi Singapura

    • Pengalaman Saya barusan aja mas beberapa jam yg lalu saat mau pulang dr spore to batam. Saya ke spore mungkin sudah lebih 7x tp dg membawa anak baru 3x, karena sebelum2nya saya masih single. Selama ini sayadg Imigrasi Spore baik2 aja ga pernah aneh2 dr mulai awal berangkat ampe berkali2 dan ga pernah di tanyain mau kemana,punya uang berapa atau mau nginap dimana semua aman2 aja.

      Terus saya tadi masih hangat ini cerita, selama saya punya balita memang menurut saya dr mulai pelayanan imigrasi ataupun transfortasi umum sprti bis ga child friendly banget deh. Pengalaman antri panjang di changi baru nympe dr oslo, anak saya baru 1 tahun dan sudah 1jaman antri ngular imigrasi dan gada priority buat kami, rada syok karena selama tinggal di norway ataupun berkunjung kenegara2 eropa buat saya ttaveling dg bawa bayi itu menyenangkan selalu di prioritykan di imigrasi dan selalu ada petugas yg membantu, mereka selalu senyum dan ramah.

      Tp pas di changi saat suami saya menanyakan bisa tidak kami duluan karena anak saya kelaparan waktunya Asi tp mereka bilang ga bisa harus natri nah itu poin pertama kekecewaan saya, poin ke 2 saat di bis kalo kita bawa stroller di spore aga aneh gada symbol stroller boleh naik bis dan dia harus di lipat, coba bayangin kalo kamu traveling dg bayi usia 5blnan biasa bawa stroller besar harus dilipat seberapa rumitnya, pengalamn saya anak saya lagi tidur nyenyak baru 15 menit pas naik bis minta buka pintu tengah langsung masuk dr depan ga muat stroller nya, kami langsung di tegur dan di suruh anak saya di gendong stroller di lipat otomatis anak saya kaget dan menangis karna masih mengantuk duh begitu teganya sopir di spore dan sekitarnya melihat anak kecil tidak begitu suka, beda dg di norway ataupun negara2 eropa saat melihat anak kecil mereka ramah senang akan mengajak main dan membantu, transfortasi child friendly banget deh.

      Poin ke 3 yg paling terkini, saat antri stamp dr spore ke batam anak saya ygberusia 3th dg berat 16kg, dan tentengan belanjaan, harus di gendong lagi2 ini bukan yg pertama lho, jadi anak biasa saya tuntun saja dan kalo lari2 pun di panggil balik lagi petugas ga ada yg marah memaklumi lain halnya dg tadi saat menunggu scan passport yg rada lama karena tidak terbaca anak saya sudah mulai bosan minta turun dan di pegangin ga mau lari sana sini ya namanya juga balita mana ngerti itu dimana maunya dia lari2 saya pegangin lepas lagi dan saya di tegur berkali2.

      saya ga marah tetap mengakui kesalahan saya ga bisa awasi anak saya selain tas belnajaan banyak dan juga harus gendong dia rasanya saya ga sanggup di tambah dia menjatuhkan kertas boarding saya pungut dr lantai dan ga mungkin saat jongkok saya gendong anak saya lepas sebentar anak saya lari tak terkendali mencari papanya yg sudah menuju ruang tunggu saya kelabakan berlari menangkap dia, mungkin itu kericuhan tp tak sepatut nya saat saya gendong anak saya, si petugas laki2 melayu bernama Muhammad bla bla saya ga ingat, di wajahnya ada seperti luka kelupas2 sepeti luka bakar /habis jatuh dr motor aku nggak tahu kulit hitam dia meloto lama kepada saya dan anak saya dia bilang ke anak saya yg 3 tahun usianya ” kenapa tak bisa diam, kamu fikir ini arena bermain, ini tempat serius ini imigrasi ” awal saya masih cooling down and stay calm terdiam saja tp saat dengar anak saya yg usia 3 tahun dimarahi saya mulai marah juga

      saya bilang ke dia ” kamu jangan marahin anak saya,kalo kamu mau marah sama saya saja, saya yang salah, anak saya masih kecil masih bayi dia baru 3 tahun masih anak2 banget ga ngerti apa itu imigrasi, kamu punya anak ga ? Gimana jika anak balita sebesar dia dimarahin, saya ga terima itu ” dia pun mejawab ” ini peraturan, bilang saya tidak berpendidikan lah bla bla bla” maaf saya disini marah bukan karena apa2 satu hal saya mengakui salah tidak sekuat tenaga memegang erat dia karena ada belanjaan dan tenaga ank lelaki saya yg kuat sehingga terlepas itu adalah salah saya saya akui itu kepada mereka, tp cara tidak wajar petugas memarahi anak saya itu aneh sekali. Apa peraturan juga kalo ada anak2 ga mau diam dimarahi.

      Saat proses scaning belum selesai dg hingar bingar di imigrasi cek saya,suami ingin membantu saya memegangi anak saya tetapi tidak di izin kan dg alasan peraturan, suami saya marah ada apa dg istri saya kenaapa kalian biarkan scaner kalian error terus sehingga anak saya bosan berdiri lama2, seharusnya kamu sbgi supv mengawasi bawahan kamu agar tidak seperti ini tp jawaban dr mereka ” saya tidak respek dg bangsa kalian ” saya tidak tahu dan masih ga percaya dg kejadian tadi. Saat anak saya berlari kencang tak ada 1pun pihak kmigrasi yg berdiri berjaga membantu mengamankan anak saya. Padahal dia lari begitu kencangnya.

      Saya kecewa sekali dan membuat saya malas sekali untuk kesana lagi walau dekat tp kalo tidak bersahabt dg anak saya, rasanya bukan negara yg tepat dikunjungi dg anak balita. Mungkin karna saya sbelumnya tinggal di norway jadi melihat seperti itu malah saya justru gada yg spesial dg negara tetangga itu, rasis sangat terlihat sekali. Banyak cerita org mereka melihat org kita seperti layaknya budak saja. Padahal tak smua org indo adalah kelas bawah padahal ya org indonesia kalo ke spre belanja barang2 branded lho, giliran org spore ke btm barang murah2. Maaf share saya kepanjangan tp itulah pengalaman saya, semoga kejadian ini tidak menimpa sobat traveler yg lain.

      • A ha!! Nah lho Haryadi, gw setuju dengan komen diatas. Gue udah baca postingan lo ini udah lama sih, tapi baru sekarang tergerak untuk ngomen.

        Singapore & Malaysia, imigrasi paling songong ke Indonesia. Trust me.. mungkin, kalau lo traveling ke negara ini sekali dua kali, atau dengan return ticket, gak akan banyak masalah. Tapi coba deh sebagai backpacker atau pelaku visa run, lo bakal diperlakukan worthless.

        Gue hidup di SG tuk sekolah, kerja .. juga liburan di SG, .. hmmm.. I know my neigh so well. Gue nggak kaget denger imigrasi tetangga kita, “saya nggak respect sama negara kamu.” waahhh.. gue juga sempat digituin di ICA nya di Lavender, waktu gue baru convert visa pelajar ke visa turis, dan gue minta extend 30 hari lagi (karena emang boleh) .. Imigrasi keturunan India, ngelabrak gue; emang mau ngapain lama2 di Singapura.. Gue jawab, gue mau job hunting.. Lalu dia ngremehin gue; .. Singaporean aja susah nyari kerja, ehhhh kamu confidence banget bisa dapet kerja di sini….. dan passport gue dilempar ke tangan gue dengan muka pahit. Gue ngomel2 .. tapi kan gue masih punya hak extend … akhirnya teman Singapore gue ngasih gue sponsor selama seminggu, karena mendadak banget gue nggak dikasih extend 30 hari lagi..

        Lalu, di SG.. waktu gue dapat visa kerja S Pass, … officernya berubah jadi ramah banget ke gue. Lalu, gue ganti company dan dapat visa kerja E-Pass yang gajinya lebih gede dari S-Pass, whooooa, senyumnya lebar…. dan pas gue balik lagi masuk Singapura sebagai turis.. yeeee, mukanya pahit; bawa duit beraaaapppa.. Kemaren tas gue sampe dibongkar.

        Di imigrasi Malaysia tahun 2007, gue malah dipalak.. mereka minta duit dari gue, kalau nggak gue kasih, no stamp …. gue ngotot nggak ngasih, karena ini semacam korupsi.. kita ASEAN free visa sebagainya ke negara tetangga, kalau gue rekam kejadiannya, ini bisa jadi kisah memalukan buat Malaysia, sayang.. tahun itu .. tahun 2007.. HP gue masih alakadarnya nokia hitam putih, dan gak ada social media seperti sekarang yg gue bisa ngomel2 dan jadi viral…

        Sebenernya gini aja sih,.. imigrasi Singapore dan Malaysia emang nggak respect sama orang Indonesia, karena …. kebanyakan dari TKI kita nyalah gunain izin tinggal, kayak gue ketemu TKI kita di Melaka.. dengan gampangnya mereka bilang, mereka udah overstay 6 bulan malas pulang ke Indo.. hal ini kan salah, dan ini yg harus dididik, .. jadi imigrasi negara tetangga nggak empet liat kita ..

      • miris sekali pengalamannya mbak Rina, ”Saya tidak respek dg bangsa kalian” kasar banget sih mereka, dan peraturan suami gak boleh bantu istrinya yg lagi ditanya2 di imigrasi kok nampak janggal yah?
        btw, saya juga pernah ‘kesandung’ di imigrasi sgp

      • Halo mbak Rina, terima kasih sudah mau berbagi pengalaman di sini ya. Aku sangat mengerti apa yang mbak Rina rasakan. Kaget juga ternyata untuk sekelas Singapura, hal-hal (yang bisa jadi) sepeleh namun (sangat) penting tidak mereka perhatikan.

        Aku jadi ingat pengalaman kerja di bank, jika yang mengantri ibu hamil, ibu yang membawa anak, lansia dsb akan diberikan kartu khusus. Seharusnya sih di Singapura juga bisa seperti itu. Nggak susah, tinggal mau atau nggak.

        Mengenai anak kecil yang lari ke sana-kemari, juga harusnya dapat dimaklumi. Namanya juga anak-anak kan ya. Mungkin orang2 itu belum memiliki anak jadi tidak tahu betapa repotnya mengurus anak.

        Sudah coba sampaikan keluhan ini ke pihak terkait mbak? siapa tahu dapat dijadikan acuan dan mereka dapat memberikan pelayanan yang lebih baik.

    • @RA : Mengenai pemalakan, aku pernah denger juga beberapa kali. Ya artinya imigrasi sana nggak jauh lebih bagus dari imigrasi Indonesia ya. Nyebelin. Coba kalo 2007 udah zaman viral kayak sekarang, habis dia hahaha.

      Tentang perlakuan mereka terhadap orang Indonesia, aku juga sering denger. Dan itu petugas imigrasi yang lempar paspor dan ngeremehin, rasanya pingin tak pites ubun-ubunnya hwhwhwhw

  1. aku udah bolak balik juga krn apes , pernah kena random check sampe sempak kotor suruh ngeluarin, tapi paling sebel kena random check di MRT (yg ini dua kali) . Muka gua ndeso banget ya, sampe naik MRT aja ngga meyakinkan

    NAh paling epik pas di nyebrang Batam-Singapur, tiba2 kapal disuruh berhenti lalu, kapal polisi air merapat dan beberapa petugas dengan anjing pelacak masuk. Rasanya kaya mau mate ini mah jantungannya. Kalo apes, nasi rendang gua terendus anjing pelacak gimana?

    • Hahaha. Duh semoga “karir” travelingku ke depan semulus yang lalu-lalu. Secara udah banyak dosa, suka bergosip ngomongin artislah hahahaha, jadi amal ibadahnya ikut tergerus hihi

  2. Alhamdullila selalu lolos Imigrasi Singapura tanya ditanya macam macam plus senyuman. lebih ramah ketimbang imigrasi negeri sebelah. paling aku ditanya dengan satu pertanyaan aja ” Nak pusing pusing??? ” hmmmm Nganu kagak pusing kok, Alhamdullilah sehat. hahahaha

  3. Wah saya selama ini gak pernah bermasalah tuh ama imigrasi Sg…kebetulan adekku tinggal di Sg jd tiap kali kesana juga kutulis alamatnya aja tp gak pernah ditanya2 hihi..dulu pernah sih ditanyain return ticket tp blm kuprint tp petugasnya bilang gpp.

  4. Alhamdulillah pas di imigrasi Singapura, ditanya ama ibuknya mau nginep di mana? Aku jawab di bandara. Ibuknya kaget. Iyah, bu, besok dah terbang lagi ke Indonesia. Langsung distempel. 🙂

  5. Berdasarkan pengalaman pribadi:
    1. Petugas imigrasi SG & KL malah jauh lebih ramah ketimbang di Jkt yang tanpa senyum
    2. Kalo gak nginep di SG dan mau keluar bandara maka cukup tulis transit aja di kartu imigrasinya, gak perlu ditulis alamat hotel segala macem

    Sekian, dan terima transferan 😉

    • Nah yang no.2 kapan-kapan aku mau coba, ah!
      Aku pernah lewat Jakarta mas, di Terminal 3. Memang tanpa senyum, tapi masih lebih baik nggak jutek kalo dibandingin Palembang. Beberapa kali balik lewat Palembang eh kedapetan petugas yang sama dan masih aja muka suram diperlihatkan :p

  6. “Pengalamanku bolak-balik ke Singapura (duh kalimat ini, udah keliatan sombong belom? –ditabok massa)” … gak kelihatan sombong kok, mas.. kan Singapura (dan Indochina secara keseluruhan ) itu ibarat halaman rumah.. hehehehe..

    oiya, ciri khas tulisan mas Yayan selain enak dibaca yaitu fokus..

    oiya, kayaknya (kalo ngomongin imigrasi di Indochina) yang menegangkan justru ketika masuk jalur imigrasi Cambodia ke Thailand itu.. saya selalu terbayang sama film Brokedown Palace

    • Merendah untuk meninggi hahahahaaha kocaaak!

      Fokus ya? padahal menurutku pribadi itu kelemahanku, suka lari ke mana-mana kalo nulis haha.

      Serem kenapa mas Adi? ditulis atuh di blog, biar aku baca nanti 🙂

  7. Wah aku baru tau kalo bisa dideportasi karena belum punya alamat penginapan karena dulu ke SG acara kantor sih jadi tau beres. Hmm mungkin ada hikmahnya aku kemarin ga ambil hadiahku Yan karena lagi bokek, nggak kebayang kalo aku dideportasi hiks. sayang sih sebenarnya hadiah melayang 😀

  8. Based on my experience they were nice. Really.

    Saya ke SIng dari Batam kan bawa anak saya yang belum bisa jalan jadi bawa stroller. Terus ketika di antrian imigrasi mereka malah mempersilahkan saya sekeluarga untuk masuk ke jalur cepat jadi ga pake ngantri.

    Trus bu ibu petugas imigrasinya nanya mau jalan-jalan kemana, and she said you and kids should go to the garden by the bay. The view is awesome, especially by night. Saking baeknya kami terkesima sampek kepikiran mau ngasih bu ibu itu oleh-oleh hahahaha

    • Dulu pas masih ngantor suka diingetin juga soal service layanan ke nasabah yang beyond expectation kayak gini. Jadinya berkesan sekali kan ya? 🙂

      Keren kali ibu itu, nggak hanya melayani namun memberi lebih. Sederhana ya, tapi kesan yang ditinggalkan dalam. Keren deh *kasihjempol*

      • Service beyond excellent bisa bikin Berkesan banget emang ya Oom. So we had no trauma at all selama di Sing, we had so much fun, and definitely want to go there there again *amin ya Alloh. Terus liat nilai kurs* 😀

    • Sepet kalo liat kurs hahaha.
      Semoga jalan-jalannya lancar teruuuus hihi, kadang-kadang ngebatin, “kalo nemu hal jelek di perjalanan, lumayan bisa ditulis di blog” hwhwhwhw

  9. Bulan lalu pas sehari di Singapura, lalu sorenya ke Malaysia, kolom penginapan di firm imigrasi Singapura saya isi tulisan TRANSIT juga ga apa2 om. Intinya rileks saja, kalau galak2 orang juga malas ke sana.haha

  10. kalau petugas immigrasi itu kayaknya di setiap negara yang pernah aku lewatin serem semua, kecuali pas di brunei 😀 kalau masalah bawa uang, jaman sekarang bisa ambil dari atm manapun asal ada logo visanya, jadi aman nggak usah bawa banyak cash 😀

  11. Aku banyak banget cerita tentang imigrasi Singapura, Yan.. Tapi bukan dari aku langsung, rata-rata dari temen seperjalananku. Suami, adek, juga temen-temenku.. 😀
    Temenku pernah ada yang salah sebut, aslinya mau meeting di Singapur, salag ngomong bilang mau kerja di Singapur. Langsung deh diintrogasi panjang lebar. Kami yang nungguin jadi ikutan panik.. soalnya harus meeting pagi-pagi banget, sementara si teman yang diinterogasi itu lamaaaa banget prosesnya 😀

    Trus adekku pernah ditahan imigrasi, tau nggak alasannya apa? Katanya karena sebelumnya ada orang yang namanya sama ama namanya adekku, dan orang itu bermasalah 😀

    Ada juga yang bikin agak-agak gimanaaaa gitu.. agak rasis sih, katanya kalo paspor baru, trus punya nama agak berbau Arab.. atau penampilan berjenggot, siap-siap aja diinterogasi panjang. Dan kejadian ini emang beberapa kali terbukti…

    • Secara sering ke Singapura jelas pengalamannya lebih kaya mbak Dee 🙂

      Itu yang salah sebut bisa-bisa disuruh balik ya haha, disangka mau cari kerja padahal cuma mau rapat aja. Dan adekknya lagi apes ada orang yang namanya sama tapi bermasalah >.<

  12. Aku mau berbagi cerita juga, Minggu kemarin tanggal 17 november 2015 aku di deportasi dengan alasan yang gak jelas. awalnya karena passport & wajah dia bilang beda, dan ditanya2 masalah tiket pulang, penginapan , semua yang urus liburan & penginapan sepupuku yang beda penerbangan. kebetulan aku duluan sampe changi & harus nunggu rombongan 5 jam karena delay.

    finally di tahan di office imigrasi sambil petugas confirm ke hotel , pertama bilang gak ada bookingan dari indonesia, kedua setelah aku kasih fhoto dari sepupuku bukti bookingan hotel masih dibilang gak ada bookingan dari indonesia.

    aku masih disuruh nunggu, aku pikir nunggu sepupuku . ternyata aku di jemput sama crew airasia tanpa ada penjelasan dari pihak imigrasi kalau aku di depotasi & gak di izinin untuk ngehubungin sodara atau nunggu sodara aku yg 15 menit lagi landing. :”””(

    • Ya ampuuun. Aku bacanya aja miris banget. Waktu itu pesan penginapannya via apa mbak? agoda? bisa komplain itu ke mereka. Dan kalau boleh tahu, petugas yang menahan pertama kali itu cowok atau cewek? dan maaf rasnya apa? apa India atau Tionghoa atau melayu.

      • via tiket.com mas, petugas imigrasi di loker itu cewek india. aku dikasih saran dari imigrasi indonesia untuk ngasih pengaduan ke kedutaan singapura di jakarta atas perlakuan tidak menyenangkan & kerugian yang aku dapat. finally kmrn aku ke kedubes singapura tapi gak ada hasil, malah disuruh kirim email .

        sedih banget aku baru pertama kali dan sendirian diperlakukan seperti ini. 😥 . mungkin ada saran mas biasanya urus kasus seperti ini bagaimana ya ?

        • Benar ternyata….

          Jika mbak gabung di grup traveling, pembahasan mengenai petugas imigrasi cewek dan rasnya India sudah sangat terkenal sekali. Paling sering mendeportasi orang. Minimal banget bakalan kena random checkin. Bisa juga sih protes via email ke kedutaan besar Singapura di Indonesia. Coba deh, siapa tahu ada tanggapan.

  13. Ommm saya mau tanya. Orang tua saya pekerjaannya tni ad. Di paspor jg di tulis sperti tu. Ada masalah gak ya pas di singaporenya. Kita rencana nya bakal pergi dri jkt-sg akhir tahun. Trus balik lewat KL-jkt.

    • Halo mbak Rany, makasih sudah mampir ke blog Omnduut. Mengenai pertanyaannya, menurutku tidak ada masalah dengan pekerjaan orang tuanya. Yang terpenting orang tua dapat menjelaskan maksud dan tujuan perjalanan ke Singapura. Syukur-syukur dapat kasih lihat dokumen penunjang seperti bukti bookingan penginapan dan tiket pulang. Have a nice holiday 🙂

  14. wuaahhh kasian amat sampe dideportasi gitu… tapi pengalamanku ya mas, aku lbh seneng ama imigrasi singapur drpd Malaysia.. mereka lbh ramah sbrnya.. tiap kali ngelewatin changi, ga prnh sih aku ditanyain macem2… mungkin juga isi pasport berbicara :D.. jd mrk tinggal chop2 doang… di malaysia, ga peduli aku prnh ke eropa, bahkan sekolah di Penang, ttp aja pertanyaannya ada.. walopun sebatas berapa hari di malaysia :D… tp ga prnh senyum gitu loh petugasnya.. -__-

  15. waduuuhhh… jd dek dek seeer lah saya krn tgl 23 nnti saya beserta 6 kwn saya mau ke singapura… semoga saja petugas imigrasi uda pd ngantuk krn jam 9 pm br smpi di changi jd bgtu check in lancar” saja.. amiin

    • Yang penting tenang dan jangan lupa senyum hehe. Kalo kena random check in nggak apa-apa, dibawa asyik aja haha, yang penting semua dokumen yang dibutuhkan ada 🙂

  16. Alhamdulillah, belum pernah kena masalah Imigrasi di Singapura. Cuma sekali dijutekin gara-gara naik Jetstar yang turunnya Terminal 1 tapi kelayapan ke terminal lain dan keluar bandara di Terminal 3. Sisanya aman. Tapi peranah datang sama teman yang namanya cuma 1 kata doang. Ehh..dia yang kena ampe >15 menit.

  17. Om ndut saya mau tanya..
    Saya rencana sabtu ini mau ke singapore atau ke LN pertama kali..
    Nah saya rencana berangkat dr jkt-sg naik pesawat dan pulang lewat jalur laut ke batam.. Dr batam baru naik pesawat ke jkt.
    Nah masalahnya saya hanya beli tiket pesawat jkt – sg dan batam – jkt.. Tiket ferry saya mau beli di sg aja.
    Apa jd masalah gak di imigrasi?

    • Halo mas Yockie, nggak apa-apa kok. Bilang aja tiket ferrynya baru akan dibeli di pelabuhan. Lagian udah pegang tiket BTH-CGK kan. Persiapkan dokumen lain yang mungkin dibutuhkan ya, seperti bukti bookingan penginapan. Jangan lupa senyum dan berpenampilan baik. Salam buat Marlion 🙂

  18. Kalo ketahan di imigrasi sing sih masih mending….at least deket rumah. Saya pernah ketahan di counter check in Qatar airways plus imigrasi Egypt karena perjanjian repricopal yg berbeda plus karena saya perempuan. Itu yg bikin lemes selemes2nya

  19. Ketahan di counter Qatar airways Dubai, lepas sekitar 45 menit sebelum take off…gegara pihak Qatar airwaysnya ga tau kalau repricopal visa Egypt – Indonesia itu cuma Perlu di print visanya, bukan dicap di negara asal. kebayang dong airport dubai tuh gedenya sekecamatan…lari2 cari gate. Sampai di Cairo, Ketahan lagi di airport…again karena repricopal n karena saya perempuan travelling alone

  20. nak nanyo om,hehehe, kalo ke sing dari JB sentral trus di sing cuma seharian, sore balik lagi ke KL, apo yg nak ditulis di kartu imigrasi di kolom penginapannyo tu, apakah di tulis TRANSIT juga ??? bingung anak mudo

    • Hai anak mudo, jangan bingung-bingung hehehe.
      Yo biso tulis transit bae dakpapo. Kalau ditanyo bilang be nak jingok Marlion, trus balek ke JB lagi.

  21. Mas tgl 1 april besok saya mau ke Sg ber4 dan baru pertama kali jg kami ke SG, nyampe sin jam 7 mlm besoknya jam 10mlm otw KL dari JB sentral itu perlu tulis TRANSIT juga gak ya, tp di SG uda booking hotel juga sih,biar amannya gimana ya?? Thx

    • Dibilang transit juga nggak apa-apa mas Adri. Kalau sudah pesan hotel, tulis aja alamat hotelnya di sana. Karena bukti hotelnya udah ada kan ya?

  22. Gini saya mau cerita kemarin april saya ke singapore untuk liburan di sana 4hari. dan apesnya saya kena radom check, karena paspor saya masih kosong (abis perpanjang). Seperti biasa ditanya ke singapore ngapain? berapa lama di singapore, menginap dimana? ke singapore dengan siapa?. Semua saya jawab semua pertanyaan, bahkan merek minta liat tiket pulangpun saya perlihatkan. Tapi anehnya saya di deportasi tanpa alasan. Dan ada 1 petugas yg mengantar bilang ke saya “kamu masih bisa kesini untuk liburan dalam waktu 2-3 bulan kedepan”. Yang saya mau tanya itu kenapa saya sampai dideportasi padahal saya sudah beberapa kali kesana, paspor baru dan lama saya tunjukan, tiket balik, penginapa, total uang yg saya bawa, dan menjawab semua pertanyaan dengan tenang. Yang jadi masalah sekarang bulan mei saya akan ke singapore lagi tapi setelah dari malaysia. Apa saya sudah bisa datang ke singapore ya? Atau saya harus mengurus di kedubes singapore? Mohon bantuannya. Terima Kasih

    • Halo mas Angga, makasih sudah berbagi pengalaman di sini.
      Pertama, itu kejadiannya kapan? April ya? April tahun lalu atau salah tulis bulan? jika April tahun lalu, jelas nggak masalah karena sudah lewat 3 bulan.

      Mengenai deportasi tanpa alasan, memang ibaranya itu suka-suka petugas imigrasinya. Mereka berhak tidak memberikan alasan deportasi. Coba diingat-ingat lagi, apakah pernah terlontar satu pernyataan yang membuat mereka menanyakan hal itu lebih lanjut? misalnya dengan bilang ada teman atau sodara di Singapura gitu?

      Mengenai rencana ke Singapura lagi, menurutku coba aja. Toh lewat perbatasan Johor Bahru ya? paling apes juga disuruh balik ke Johor bahru kan? mengenai rencana mengurus ke kedubes Singapura, aku kurang tahu tapi menurutku nggak perlu. Semoga jawabannya membantu.

  23. Mas saya ada rencana ke malaysia..minggu depan..itu baru pertama kalinya.tapi saya akan tinggal di rumah teman saya untyk stay 2 minggu..apakah pihak imigrasi akan menanyakan uang yang saya bawa..? Dan jika ditanyakan stay dimana apa saya harus beri keterangan jujur karna saya tidak tinggal di hotel..terima kasih

    • Halo mas Sandya. Menurutku jangan bilang tinggal rumah temen. Mereka akan curiga mas akan jadi TKI di sana. Prinsipnya sama seperti Singapura. Bilang aja mau pelesiran dan gak ada temen.

      Soal uang dan bukti penginapan gak selalu ditanyakan bilang aja mau pesan go show. Atau bila perlu mas pesan fiktif di booking.com, kalau udah booking, cetak dan batalkan.

      Soal uang bilang aja ada di ATM.

  24. Oommndut, kmrn aku liburan 4hari Sin-KL lancar jaya, aman, gak aku tulis transit, petugas imigrasinya baik2 sebenernya, kalo PD jawab pas ditanya2 sama dokumen lengkap pasti lolos,

  25. bolak-balik tiap minggu dicurigain.. sesekali datang dicurigain juga. dari semua immigration check point, yg paling ramah itu cuma di Changi. saran saya.. siapa pun yang mau ke Sg terutama lewat jalur laut (baik HarbourFront atau Tanah Merah) cobalah sedikit berdandan dan wangi, (maaf) kadang bnyk “kawan2” kita yg kerja ilegal kesana khususnya weekend.

    • Untungnya aku gak ketemu petugas imigrasi galak baik jalur laut, darat dan udara. Ya, dandan itu penting gak penting, jangan keliatan kucel banget juga 🙂

  26. Kalo semisal beli tiket di traveloka.com langsung barengan ber5 orang tapi disana mencar biar gak dikira TKI ilegal kira2 bisa gak apa malah nambah masalah mas.. sarannya dong soalnya uda terlanjur beli tiketnya barengan ber 5 langsung

    • Berlima niatnya buat jalan-jalan kan? Aman aja menurutku, gak masalah. Mereka paling minta lihat tiket pulang, kl ternyata berlima lebih bagus 🙂

  27. Om ndak nanyo ko, ado beberapo pertanyaan yang bikin aku bingung sampe skrg, untuk penerbangannyo BDG-SIN-JHB-KUL-CGK
    Ket:
    19-20 Mei: Nginap di Bandara Changi
    20-21 Mei: Nginap di Pillow Talk Hostel (Booking via booking.com bayar di akhir)
    21-22 Mei: Berangkat ke Johor, jam 22 ke KUL, nginap di KUL
    22-23 Mei: Nginap di rumah temen, pulang ke CGK lewat KUL
    1. Dokumen: Paspor, KTP, ATM Card, Flight Ittenary lengkap. Ado yang kurang dak om?
    2. Kalo masalah imigrasi di Johor, itu ditanyo masalah duit jugo dak om? Soalnyo nak masuk malaysia cuma bawak 150 RM, kebetulan ado apartemen kawan jugo di KL jadi dak usah bawa duit banyak2, dan cuma sehari.
    3. Kalo rokok, boleh bawak masuk ke changi dak? Dak tahan ngerokok putih samo dak tahan jugo hargo disano wkk
    4. Kalo nginap di changi, kan sampai tgl 19 jam 19.00. Rencano nginap dulu di Bandara, nah kalo keluar dr imigrasi tgl 20 Jam 07.00 ditanyo dak om?
    Makasih banyak om! Salam dari Sumbagsel!

    • 1. Kalu ado kartu alumni agensi model boleh dibawak hehe *penesan be* la cukup itu 🙂

      2. Jangan ngomong nak numpang tempat kawan ye, bilang be nak nginep di kawasan manooooo gitu. Makonyo siapin beberapo alamat hostel di sikok kawasan, bilang be nak mesen hostelnyo go show. Soal duit, pengalaman aku dak pernah ditanyo. Duit segitu banyaklah buat sehari. Kalo dak cayo bilang, “mang, duit aku ni banyak, cak dak cayo nian, payo melok aku ke ATM” dan harus pede hehehe

      3. Boleh bawak, asal bukan rokok lenteng dari Aceh hehehe. Aku lupo2 inget, ado batasan bawa rokok ke Singapura, cek ye di google, yg jelas rokoknyo sudah dibuka segelnyo.

      4.nah ini sesuai amal ibadah hehe. Cubolah googling ado bbrp pengalaman uwong yg diusir kalo keno razia. Ado jugo yg idak. Kl menurut aku kalopun keno tegor yo dakpapo, bukan tindakan kriminal itu hehe. Dan kalo dijutekin si imigrasi pagi senyum baelah hehehe. Kl ditanyo ngapo baru keluar bilang nunggu pagi biar langsung jalan2. Penghematan booosss bilang be hahaha

      Met jalan-jalan.

  28. Mau tanya….?
    ceritanya aku mau ke SG 3 hari Di
    SG pertama kali terus aku mau
    ke KL baliknya lewat KL boleh kah
    terus aku harus jawab apa?
    apa lagi aku itu masih ada cob visa
    pekerja brunei…
    gimana boleh gk….

    • Aku juga kalau ke Singapura baliknya lewat Batam atau KL mbak 🙂 gak masalah kok. Bilang aja di singapura hanya sehari. Soal visa aku gak paham, kukira gak masalah ya.

  29. sorry aku bukan perempuan aku laki2
    normal seratus persen…. hahaha

    kalau gk bisa bhs.inggris gimana?
    dn kalau di imigrasi johor Bahru
    di tanya apa saja…..?

    • Baiklah om 🙂

      Amanlah, kan bisa ngomong pakai bahasa Melayu, kalo nggak bisa pula pakai bahasa hati eaaa. Aku selama ini ke dua negara itu ditanya hal2 umum aja, malah kadang gak ditanya sama sekali :))

  30. tpi biasanya pihak imigrasi tanya
    pakek bahasa Inggris apa melayu…
    tpi kalau di imigrasi brunei gk pernah di tanya
    paling cuma di suruh lepas topi biasa lah
    anak muda pasti kemana pun pakai topi….

    • Kombinasi, biasanya aku ditanya pakai bahasa Inggris dan Melayu. Jawabnya pakai bahasa Inggris dan Melayu juga hehe, atau kalo nggak pake bahasa Melayu semua. Gampang, mereka ngerti kok.

  31. brarti sama kayak orang china
    melayu karena aku punya bos
    orang china melayu ngomong nya
    pun kombinasi melayu sama Inggris…

    kalau di johor baru imigrasi di tanya
    mau tinggal dimana?
    harus bawa uang brapa karena aku
    baca di Google harus bawa uang di atas
    300 ringgit atau 300 dollar..
    .

    • Kalo soal uang balik-balik ke pengalaman masing2 orang mas. Aku pribadi gak pernah sekalipun ditanyain soal uang. Kalo ditanya, bilang aja transit sebelum balik ke KL atau ke Malaka. Disesuaikan aja tujuannya masuk ke Malaysia mau kemana.

  32. oktober 2015 kmrn saya bersama suami dan anak ke singapore lewat changi mengunakan pasport baru ga ada masalah semua lancar.rencana akhir taun ini kami mau berkunjung lg kesana tp denger2 sekarang hrs bw ktp jg yah?..berhubung nama saya cm 1 suku kata jd di pasport ama petugas imigrasinya di tambahkan marga misal nama di ktp sinta di pasport jd sinta wang.

    • Halo mbak Sany 🙂 mengenai KTP, menurutku lagi-lagi hal itu random. Nggak semua orang dimintai lihat KTP. Jikapun nanti kena random check in, santai aja. Wong niatnya ke sana bener-bener untuk liburan, kan? apalagi jika semua dokumen lengkap.

  33. Om nak ngasih pendapat nih mengenai imigrasi setelah aku kemaren jalan-jalan ke singapore
    Sejak di Imigrasi Masuk Singapore, Johor Bahru, Jakarta semuanya aman gan alhamdulillah tembus
    1. Emang benar yang dikatakan Omndut, kalo ke imigrasi yang muka china dan cowo, dianya santai banget malah seru, ane aja diajak senda gurau, dia juga bisa bhs melayu, recomend lah pokoknya, Cari aja gan yg muka china kacamata itu recomend banget! ga ditanya bawa uang berapa wkwk, cuma ditanya tiket balik, pas dibilang nginap dimana, ane bilang aja nama hotelnya, ane bilang “Nak ditunjukkan tak Voucher Hotelnya?” dia jawab, “Tak usah dah tau aku tempatnya” wkwk gokil
    2. Keluar di woodlands, ngantrinya rame banget gaan! Ada yang diusir juga, ane juga sempat pindah pindah gate nya, tp alhamdulillah aman ga ditanya apapun pas disana cuma ditanya tiket balik
    3. Masuk di Johor, ini juga lancar jaya gan, tinggal cap, beres wkwk
    4.Keluar di Jakarta, mukanya agak sinis yang cowo, tapi yaudah dicap juga beres deh wkwk

    Intinya mah muka stay cool dan ramah senyum aja, dia ga bakal aneh2 kok wkkw

    • Terima kasih udah mau berbagi pengalaman ya Damar 🙂

      Aku masih penasaran dengan (maaf) ibu-ibu/cewek petugas imigrasi yang keturunan India. Kan horor banget katanya. Pingin coba mematahkan anggapan banyak orang tapi kok ya ngeri juga hahahaha

  34. om klo gini misalnya dulu saya belum berhijab (di passport tidak berhijab) skarang saya sudah sudah berhijab apa akan di permasalahkan di imigrasi takut nyangkut gitu…soalnya aku selalu terkena kutukan random check…fiuuuhhh

  35. siang omnduut

    aku nak nanyo kalo namo di paspor cuman satu namo, di permasalahin dak di imigrasi singapore nyo, samo tgl lahir ktpn di paspor di permasalhin dak

    makasih sebelumnyo

    • Ngapo Nop, TTL di KTP dan Paspor beda yo? kalo namu cuma 1 kata men uji aku besak kemungkinan keno interogasi. Cuma selu bae, kalo dokumen lain lengkap amanlah.

Jika ada yang perlu ditanyakan lebih lanjut, silakan berkomentar di bawah ini.