Lainnya

Mengenal Jepang Melalui Enikki

Gambar 1

Bersama Doraemon ^_^

Ohayou gozaimasu. Saa, hajimemashou, おはよう ございます。 さあ, 始めましょう” sahut sensei Drs. Nandang menggema di dalam kelas setiap pagi di akhir pekan. Kata sapa penyemangat itu kurang lebih berarti, “selamat pagi. Ayo, mari kita mulai!” Yup, ketika di bangku SMA saya memang sempat mengikuti kursus bahasa Jepang di lembaga bahasa di kota Palembang. Ada banyak kursus bahasa yang ditawarkan. Inggris, Jerman, Perancis, Belanda… namun entah mengapa saya lebih tertarik untuk mempelajari bahasa Jepang. Bisa jadi karena kebudayaan Jepang paling banyak meresapi kehidupan saya sejak kecil.

Seperti kebanyakan anak kecil lainnya. Dari dulu saya sudah akrab dengan manga/komik Jepang. Tontonan kartun Jepang menjadi hiburan saya sejak kecil. Namun, sesungguhnya saya lebih jauh mengenal kebudayaan Jepang melalui Enikki (絵日記) atau buku harian bergambar ala Jepang. Dulu, ketika kelas 5 SD, berbekal informasi di majalah anak, untuk pertama kalinya saya mengetahui mengenai Enikki dalam sebuah kompetisi Enikki tingkat nasional. Merasa tertantang, saya lalu mengikuti kompetisi itu……

* * *

Teman-teman, mohon maaf tulisan ini tidak saya tampilkan secara utuh. Tulisan ini saya ikutsertakan dalam kompetisi Konnichiwa Jepang Award 2013. Untuk baca tulisan secara utuh bisa klik di sini ya 🙂 Ini lomba yang diadakan oleh Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar. Untuk informasi lomba bisa klik di sini. Deadlinenya masih hingga 1 Oktober loh 🙂

Nah, pada kesempatan ini, saya mohon bantu dukungannya untuk like tulisan saya yang sudah ditampilkan di fanpage Konsulat Jenderal Jepang di facebook. Untuk memberikan dukungan, cukup menekan tombol like saja. Catatan, teman-teman harus log in dulu ke akun facebook agar tombol like bisa terlihat (beberapa teman memberi informasi bahwa tombol like tidak ada, itu dikarenakan belum log in). Untuk memberikan dukungan klik di

SINI

Terima kasih atas dukungannya ya 😀 jika kompetisi ini sudah berakhir, tulisan lengkap akan saya tampilkan di blog ini. (sesuai peraturan tulisan sementara hanya boleh dilihat langsung melalui tautan yang mengarah ke situs Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar ^^)

Iklan

34 thoughts on “Mengenal Jepang Melalui Enikki

    • Haaa amiiin 🙂 Ini kali kedua dalam tahun ini aku ikut lomba dengan sistem voting. Banyak finalis lain yang perolehan suaranya udah selangit. Ya pasrah aja 🙂 makasih dukungannya mbak Neila 🙂

  1. Ganbatte kudasai, omnduut-san! Maaf, gak bisa ngasih dukungan karena gak punya akun FB. Ikut mendoakan saja ya hehehe.

    • Gakpapa mbak 🙂 Kalo ini tandingan banyak-banyakan like tentu akan kalah. Banyaknya like ini salah satu komponen penilaian aja. Naaah doa itu yang lebih nendang dukungannya ^_^

  2. Baru baca artikel lengkapnya, terharu dan jadi agak… merasa bersalah juga krn kurang bersyukur. omnduut-san sepertinya cinta sekali segala sesuatu yg berbau Jepang, dan masih bermimpi untuk bisa ke Jepang. Saya, kuliah bahasa Jepang, habis lulus kerja di perusahaan Jepang dan pernah ditawari beasiswa untuk ke Jepang tp menolak. Saya gak pernah berminat dgn Jepang2an, kuliah aja karena di”suruh” orang tua hahaha. Skrg, 11 tahun setelah lulus kuliah dan sudah hampir 5 tahun gak dipake bahasa Jepangnya, kayaknya udah wasurette simatta, alias long gone and forgotten. 😦

    • Haha 🙂 Sama aja mbak. Aku juga kuliah di IT juga bukan dari hati banget. Jadinya begitu lulus malah nyasar kerja di bank (walau ujung-ujungnya resign juga haha). Iya, cinta banget dengan Jepang juga penasaran dengan negara-negara lain haha, maklum dari kecil sudah ‘kemasukan’ rasa penasaran mengenai kota atau negeri orang. Iya, aku bahasa Inggris aja karena jarang dipake pasti kalo ngomong lidah rasanya kepelintir haha. Ala bisa karena biasa memang ^_^ mengenai menolak beasiswa tentu mb punya alasan tersendiri. Jadi gak masalah, yakin aja itu pilihan yang tepat ^^ (sama halnya keputusanku resign dimana banyak orang yang menginginkan posisiku itu, terdengar ironis ya, tapi kan hidup itu seni memilih, kan? #tsaaah.

    • Kok tahu? hihihi.
      Iya, ada rencana mau ke sana kalau dikasih rezeki sama Allah 🙂 tapi tentang kapannya masih belum tahu mbak 😦 sangat tergantung kondisi beberapa bulan ke depan 🙂 Soalnya ada rencana ke beberapa tempat lainnya. Hmm dalam bayanganku sih bisa ke Turki sekitar maret 🙂 manfaatin penuh visa yang 30 hari itu hihihi amiiiinnn. Nah mbak kapan mau ke sana? 🙂

    • Hi mas Budi, salam kenal.
      Dulu aku dapat buku dan CD bahasa Jerman dari sebuah radio. Lupa namanya. Untuk lembaga bahasa dulu ada di Jl. hmm… jalan apa ya itu? haha deket perpustakaan daerah di bukit. Samping (sejajar) dengan Maadizudin.

    • Halo mas Budi salam kenal . Mas lagi nyari tempat kursus bahasa jerman juga ya ? Saya juga nih, boleh bagi infonya gak mas kalo dapet tempatnya. Saya udah nyari tapi susah informasi kursus bahasa jerman di palembang. Mohon informasinya ya mas kalo dapet. Thanks. Omndut : salam kenal mas, sori nyampah di blognya . Hehe . Lagi nyari kursus bahasa jerman nih, ketemu blog ini deh.

    • Halo, salam kenal kembali 🙂
      Duh terus terang aku sudah lupa nama lembaga kursusnya. lokasinya di deretan ruko seberang jalan perpustakaan daerah Sumsel. Dulu, lembaga kursus ini diprakarsai oleh bapak Alex Noerdin saat beliau mau mencalonkan diri sebagai gubernur pertama kali. Aku beberapa kali lewat di ruko tersebut sudah tidak melihat lagi spanduknya. Ntah masih ada atau nggak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s