Tips

Apa Cara Agar Pelesiran Terasa Aman dan Nyaman? Proteksi Pakai Asuransi!

Sebagai tukang jalan, jujur saja tadinya saya tidak terlalu aware akan pentingnya asuransi perjalanan. Ya maklum saja, selain memang saya traveler dengan budget terbatas sehingga membeli asuransi perjalanan tadinya terasa buang-buang uang, di sisi lain saya merasa perjalanan saya selama ini berlangsung aman sehingga saya jadi agak jumawa dan besar kepala.

Sekalinya saya membeli asuransi perjalanan, itu pun karena menjadi persyaratan untuk pengajuan visa. Lagi-lagi, saya melakukannya karena terpaksa.

Belakangan, setelah membaca pengalaman para traveler di grup perjalanan yang tertimpa musibah saat pelesiran, barulah di situ saya merasa pentingnya asuransi perjalanan. Seperti kisah salah satu anggota grup Backpacker Dunia bernama Imelda Sipayung yang secara tak terduga kecelakaan, terpeleset air AC saat berada di museum Maddam Tussauds sehingga dua gigi seri bagian depan patah.

Dengan memiliki asuransi, maka kejadian tak mengenakkan semacam ini dapat terkaver dengan baik.

Nah, berkunjung ke tempat yang relatif aman –sebuah museum pun, jika lagi bad day bisa saja tertimpa musibah semacam itu. Beruntung beliau sudah menyiapkan diri dengan asuransi perjalanan saat itu sehingga biaya perawatan di RS yang ada di Bangkok dapat ditanggulangi.

Masih di grup perjalanan yang sama, berbagai kisah betapa pentingnya asuransi terus bergulir. Sekali waktu saya membaca pengalaman orang lain yang saat berlibur tiba-tiba mengalami pecah pembuluh darah di otak.

Saya pernah ke Madame Tussauds di Bangkok. Tempatnya sangat nyaman. Jadinya nggak nyangka kalau ada orang kena musibah hingga patah dua giginya. Gak kebayang jika terjadi pada saya sebab saat itu saya tidak menggunakan asuransi.

Bayangkan, sakit semacam itu dekat dengan keluarga saja sudah bikin deg-degan, apalagi jika jauh dari rumah. Sayangnya, beliau tidak memiliki asuransi sehingga anggota grup bergoyong royong memberikan sumbangan yang tentu saja tidak dapat menutupi semua biaya pengobatan. Lagi-lagi saya dan teman-teman lain disadarkan betapa pentingnya asuransi perjalanan.

Tentu saja, dalam memilih asuransi perjalanan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dengan saksama. Tujuan utamanya sih ialah menyesuaikan dengan kebutuhan perjalanan yang akan kita lakukan. Jangan sampai, hanya karena pertimbangan satu aspek, maka aspek lain malah tak diindahkan padahal aspek itulah yang sebetulnya lebih penting dan dibutuhkan.

Baik untuk perjalanan domestik atau perjalanan internasional sama saja. Pertama, ketahui aspek manfaat dan kompensasinya. Misalnya saja, ada asuransi yang memberikan kompensasi atas kerusakan atau kehilangan bagasi atau paspor. Lalu, ada pula kompensasi atas penundaan atau pembatalan perjalanan oleh maskapai.

Jika perjalanan sudah diproteksi oleh asuransi maka akan berlangsung lebih aman dan nyaman.

Saya sih alhamdulillah nggak pernah ya meraskan penundaan yang berujung efek domino. Tapi, beberapa kawan pernah merasakannya. Penerbangan pertama mereka ditunda sehingga ketinggalan penerbangan lanjutan yang sialnya hanya ada satu kali penerbangan atau penerbangan kedua itu adalah penerbangan terakhir hari itu.

Akibatnya, yang mestinya tiba di hari yang sama malah gagal. Jelas hal ini menciptakan kerugian yang berefek domino. Bagaimana dengan penginapan yang sudah dipesan? Atau transportasi lanjutan di kota tersebut yang sudah dibeli jauh-jauh hari? Nah, dengan adanya asuransi perjalanan, kerugian semacam ini dapat terkaver. Memang tetap rugi secara waktu, tapi setidaknya secara materi kerugiannya dapat diminimalisasi.

Dalam tingkatan lanjutan, ada pula asuransi perjalanan yang menanggung biaya perjalanan darurat. Misalnya saja, ada musibah yang menimpa keluarga di rumah atau ada urusan yang sangat penting yang mengharuskan untuk segera pulang. Nah, biaya kepulangan itu pun dapat terkaver oleh asuransi. Hebat, bukan?

Asuransi perjalanan yang pernah saya gunakan.

Salah satu teman baik saya yang membuka open trip perjalanan ke Nepal bahkan mensyaratkan para pesertanya untuk mengambil asuransi yang dapat mengkaver biaya evakuasi menggunakan helikopter. Saya kira, ini termasuk dari bagian biaya perjalanan darurat itu.

Sebagai pimpinan open trip jelas teman saya tidak mau mengambil risiko jika salah satu peserta trip mendadak sakit atau kecelakaan saat mendaki Everest. Dengan adanya asuransi yang mengkaver evakuasi dengan helikopter, setidaknya proses penyelamatan peserta tripnya dapat berlangsung lebih cepat dan tentu saja biayanya dapat ditanggung oleh pihak asuransi.

Untuk itu, pentingnya untuk memperhatikan premi. Untuk perjalanan ke Eropa misalnya, terakhir saya ke sana 2018 pihak kedutaan mensyaratkan para pengaju visa memiliki asuransi yang dapat mengkaver biaya pengobatan hingga EUR 30.000 atau setara IDR 500 juta.

Bayangkan jika lagi menaiki gunung tertinggi di dunia Everest dan tiba-tiba jatuh sakit. Asuransi perjalanan yang mengkaver evakuasi menggunakan helikopter sangat dibutuhkan. Sumber gambar wallpaperbetter.com

Nah, untuk mendapatkan perlindungan asuransi sebesar itu, saya hanya membayar sekitar Rp.500.000 saja! Bayangkan, pembelian asuransi yang saya lakukan hanya sekitar 0,1% saja dari nilai pertanggungannya. Jelas hal ini sangat sepadan dengan rasa aman dan nyaman selama saya bepergian di Eropa.

Tarif itu pun untuk mengkaver perjalanan selama satu bulan, loh. Jadi, jika perjalanannya lebih singkat –hanya 1 atau 2 minggu, tentu saja biaya pembelian asuransinya juga lebih murah. Menarik, bukan?

Selama traveling, selain tentu saja selalu meminta perlidungan dari Tuhan, dengan adanya asuransi saya merasa terproteksi. Tak hanya untuk mengkaver kalau tiba-tiba sakit atau kecelakaan, bahkan jika sampai meninggal dunia pun asuransi perjalanan dapat memberikan santunan dan juga ongkos pemulangan jenazah hingga dikembalikan ke pihak keluarga.

Ini yang saya ingat betul dari omongan seorang teman, “ibarat kata ya umur kamu udah habis pas lagi traveling, dengan adanya asuransi minimal banget keluarga kamu gak kesusahan buat ngurus segala sesuatunya.”

Nasihat ini saya camkan betul. Terakhir kali saya ke India awal tahun 2020, walau hanya perjalanan 1 minggu, saya pun membekali diri dengan asuransi. Padahal di kunjungan ke India beberapa tahun sebelumnya, durasi perjalanan lebih lama, namun saat itu kesadaran saya akan pentingnya asuransi masih belum tinggi.

Asuransi perjalanan saya ke India April tahun 2020 lalu. Ini kali terakhir saya melakukan perjalanan ke luar negeri.

Sebagai persiapan, polis asuransi pun saya titipkan ke anggota keluarga yang terpercaya. Setidaknya, ada di antara mereka yang mengetahui bahwa saya sudah mempersiapkan asuransi itu jika terjadi hal-hal yang tak diharapkan di perjalanan saya tersebut.

Jenis-jenis kompensasi di atas sudah saya ketahui sejak lama. Namun rupanya ada pula jenis kompensasi lain yang saya baru ketahui, misalnya  kompensasi kerusuhan dan bantuan biaya hukum. Walaupun tentang hal ini ada beberapa pengecualian.

Duduk di pelataran kanisah, rumah ibadah kaum Yahudi di Kerala, India. Asuransi perjalanan dapat mengkaver kerugian atas kerusuhan yang tiba-tiba terjadi. Misalnya saja “perang” antaragama.

Beberapa negara yang kondisinya kurang aman seperti Afghanistan, Sudan atau Somalia memang lebih susah untuk mencari asuransi yang dapat mengkaver dan memberikan kompensasi perjalanan. Namun, negara-negara lain yang cenderung aman namun tiba-tiba terjadi gejolak politik sehingga menyebabkan kerusuhan, maka perjalanan yang berdampak dari kejadian itu pun masih dapat diberikan kompenasasinya.

Untuk bantuan hukum yang tadi saya bilang misalnya saja dalam perjalanan kita tidak sengaja menyebabkan orang lain terluka atau merusak properti orang lain. Nah, apabila hal ini terjadi, bantuan hukum di negara tersebut dapat saja diberikan jika dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Perjalanan itu ada seninya tersendiri. Nggak bisa dipaksakan gaya perjalanan antara satu orang dengan orang yang lain. Perjalanan mandiri atau lewat agen perjalanan sah-sah saja dilakukan. Ada yang suka naik pesawat trus sampai di tempat tujuan ke mana-mana naik kendaraan umum, ada juga yang maunya dari rumah sudah bawa kendaraan sendiri sampai ke destinasi wisata. Atau, kombinasi keduanya. Dari rumah pakai transportasi publik, begitu sampai di lokasi wisata sewa kendaraan dan ke mana-mana jalan sendiri.

Kalau bepergian bersama keluarga, menyewa kendaraan dapat dipertimbangkan. Lebih murah, praktis dan efisien.

Saya pribadi sih, karena biasanya jalan sendiri atau sama teman dalam jumlah kecil hampir tidak pernah menyewa kendaraan. Namun, saat berkesempatan melakukan perjalanan bersama keluarga, demi efektifitas kami memutuskan untuk menyewa mobil. Biar lebih praktis dan lebih memudahkan mobilitas.

Salah satu pengalaman berkesan berwisata dengan menyewa mobil itu di tahun 2015 saat kami berkesempatan mengunjungi Pulau Langkawi yang ada di Malaysia. Dulu biaya penyewaan mobilnya cukup murah, yakni sekitar MYR 100 atau IDR 350.000 untuk 24 jam. Harga itu belum termasuk asuransi sebesar MYR 30 atau IDR 105.000 untuk full cover/perlindungan penuh.

Coba bandingkan jika melakukan perbaikan mobil dengan atau tanpa asuransi. Nggak kuat!

Di luar negeri, umumnya penyewaan kendaraan akan memberikan paket harga secara terpisah. Kendaraan saja, atau kendaraan beserta kelengkapannya (berupa tambahan car seat untuk anak-anak dan juga asuransi).  Untuk syarat peminjamannya sendiri cukup mudah. Hanya copy paspor sebagai identitas dan SIM.

Pengalaman saya dulu menyewa mobil di Langkawi sih cukup dengan SIM A Indonesia. Tapi, di beberapa negara lain harus memiliki SIM Internasional yang diurus di Korlantas Polri, Jakarta.

Bagaimana dengan menyewa kendaraan di Indonesia?

Beberapa waktu lalu saya ada pengalaman menyewa sebuah mobil yang akan dipergunakan untuk acara lamaran Nugie –teman blogger asal Yogyakarta, yang berjodoh dengan Arako –blogger asal Palembang. Keduanya sahabat-sahabat terbaik saya dan tentu saja saya ingin terlibat langsung di acara besar itu.

Saya kebagian jatah menyopiri keluarga calon besan menuju Dusun Sungai Rengit yang berjarak sekitar 1,5 jam dari pusat kota Palembang.

Sejak awal Nugie mencari rental mobil, saya sudah mewanti-wanti agar harga sewa kendaraan tersebut sudah sekaligus dengan asuransinya.

“Namanya berkendara ya, kita udah hati-hati tapi kadang pengendara lain yang sembrono,” ujar saya kepada Nugie.

Saya bersama rombongan besan sudah tiba di Dusun Sungai Rengit untuk melakukan proses lamaran. Perjalanan terasa nyaman sebab mobil yang dibawa sudah terproteksi asuransi.

Bayangkan saja, sepanjang Januari hingga Oktober 2021, Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) mencatat ada 83.694 kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp.16,58 miliar tiap bulannya. Atau, Rp.552,81 juta setiap harinya. Nah, dengan angka yang sedemikian besar, jelas saya tidak mau ikut andil dalam menambah daftar panjang kasus lakalantas itu.

Mendengar permintaan saya itu, Nugie turut mengamini. Sebab, nggak kebayang kan, dengan harga sewa mobil sebesar Rp.300.000 untuk 24 jam, namun jika terjadi risiko buruk di perjalanan maka biaya perbaikannya jauh lebih besar dari itu.

Dan, sebagai sopir, ada beban tersendiri bagi saya dalam hal ini. Beruntung, acara berlangsung aman dan lancar, dan mobil dapat dikembalikan dalam keadaan selamat dan utuh sebagaimana saat disewa.

Untuk memilih asuransi kendaraan roda empat/mobil ada 2 jenis  asuransi yang harus diketahui. Pertama, asuransi mobil all risk (comprehensive) yang sesuai namanya memberikan kompensasi menyeluruh atas semua risiko kerusakan yang terjadi.

Yang kedua, asuransi Total Loss Only (TLO) yang mengkaver kerusakan parah saja. Dalam artian, jika terjadi musibah, maka kerusakan paling besar yang akan diperbaiki, tidak secara keseluruhan mobilnya atau hanya 75% dari harga mobil tersebut saat itu. Kedua asuransi ini tentu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Pertanyaannya kemudian, apakah asuransi mobil hanya diperuntukkan untuk jenis kendaraan baru? Oh tentu saja tidak. Mobil tua pun dapat diasuransikan. Bahkan, nilai preminya relatif lebih murah. Yang menariknya lagi, jika terjadi kecelakaan dengan kerusakan di atas 75% atau rusak parah sehingga tidak dapat diperbaiki lagi, maka perusahaan asuransi akan memberikan penggantian ganti rugi secara penuh.

Mengenai asuransi mobil ini, saya bersyukur kendaraan milik keluarga di rumah sudah diproteksi asuransi. Begitu pun dengan mayoritas keluarga besar yang sudah paham pentingnya memiliki asuransi terutama bagi kami yang tinggal di kota yang cukup padat seperti Palembang ini.

Fasilitas kalkulator penghitung premi yang ada di situs lifepal.co.id, sangat membantu untuk mendapatkan gambaran nilai premi asuransi kendaraan.

Dulu, saat masih baru bisa menyetir, saya termasuk orang yang memberikan kontribusi terhadap penyoknya beberapa bagian mobil hehe. Ya, maklum, namanya saja masih amatiran ya. Satu kali, saat memundurkan kendaraan, bagian belakang mobil keluarga tertabrak pagar yang rupanya tak sepenuhnya terbuka.

Jujur saat itu saya deg-degan, takut dimarahin. Tapi, syukurnya orang tua memaklumi dan hanya minta saya lebih berhati-hati ke depannya. Itu kali pertama dan terakhir saya bikin penyok mobil. Setelahnya, jelas karena jam terbang sudah tinggi, hal semacam itu dapat saya hindari dengan baik.

Ke-selow-an orang tua tentu saja tak terlepas dari adanya perlindungan asuransi terhadap mobil keluarga kami itu. Coba kalau nggak ada asuransi, ya lumayan juga buat perbaikan satu bagian kecil yang penyok itu.

Alhamdulillah, sampai sekarang, orang tua secara rutin memperpanjang perlindungan asuransi setiap tahunnya. Dengan begitu, jika dipake untuk jalan-jalan kan rasanya lebih plong ya. Terakhir, mobil keluarga itu dipakai untuk menjajal tol Palembang-Lampung dalam rangka liburan tipis-tipis.

Perjalanan terasa semakin smooth dengan adanya perlindungan asuransi itu. Ya, syukur-syukur hingga habis masa berlakunya, kami tidak perlu mengklaim asuransi dalam artian semua perjalanan sepanjang tahun senantiasa selamat dan sentosa.

Gengs, asuransi itu banyak sekali jenisnya. Ada asuransi pendidikan, jiwa, rumah, kesehatan (keluarga, karyawan, melahirkan, gigi, dsb) termasuklah 2 asuransi yang saya tuliskan di atas yakni asuransi perjalanan dan asuransi kendaraan.

Kebayang gak sih, kalau mau nyari asuransi-asuransi tersebut betapa ribetnya ya! Harus cek satu persatu asuransi yang dibutuhkan, belum lagi harus memilah dan membandingkan perusahaan penyedia jasa asuransinya. Ugh, repot!

Ah sudah ketinggalan zaman yang model begituan, mah! Toh sekarang udah ada Lifepal, perusahaan online marketplace asuransi di Indonesia yang dapat membantu kita untuk membandingkan dan membeli polis asuransi dengan mudah, cepat dan efektif secara online.

Bayangin, kamu berada di sebuah supermarket besar di mana satu produk saja ada banyak sekali jenisnya sehingga dapat leluasa memilih dan memilah mana yang cocok dengan kebutuhan. Nah, kurang lebih Lifepal ini seperti itu.

Ada lebih dari 40 asuransi terpercaya yang sudah menjadi mitra Lifepal. Lalu, sejauh ini sudah ada lebih dari 17 ribu orang/pengguna yang sudah terlindungi asuransi oleh Lifepal. Wah, banyak ya! Saya ikutan seneng. Artinya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi semakin besar sekarang ini.

Pertanyaan selanjutnya, gimana sih cara memilih dan memproses asuransi di Lifepal? Aha! Jangan sedih, ini saya akan kasih tahu caranya!

Saya lagi kangen-kangennya sama India. So, anggap saja ini saya sepik-sepik kepada semesta agar bisa jalan-jalan ke India lagi hehe. Nah, ini saya kasih contoh pencarian asuransi ke India, ya!

Nah, mudah banget kan? untuk asuransi mobil caranya kurang lebih sama. Hanya, kolom pengisiannya lebih banyak sedikit termasuk dengan penyertaan foto kondisi mobil yang diambil dari beberapa sisi.

Setelah saya coba, praktis banget! Jadi, dengan adanya kemudahan semacam ini ditambah dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai asuransi, saya kira akan semakin banyak warga Indonesia yang akan terproteksi kebutuhan hidupnya baik itu mengenai kesehatan, pendidikan hingga ketika melakukan perjalanan/traveling.

Saya pribadi sudah melakukannya. Dan, harapannya ke depan jika pandemi sudah berakhir dan saya berkesempatan lagi melakukan perjalanan yang jauh, tentu rasa khawatir dapat ditepis sebab ada banyak pilihan #AsuransiLifepal yang dapat saya pilih untuk menemani saya menjajahi tempat-tempat baru tak hanya di Indonesia namun juga di luar Indonesia.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lifepal Blog Competition yang informasinya dapat dilihat di sini.

 

53 komentar di “Apa Cara Agar Pelesiran Terasa Aman dan Nyaman? Proteksi Pakai Asuransi!

  1. Sama sih, Kak. Kadang aku juga berpikir bahwa menambahkan biaya asuransi perjalanan untuk traveling tu rasanya nambah-nambahin biaya saja. Aku sama sekali nggak berpikir akan ada hal-hal yang nggak terduga saat bepergian. Dan asuransi diharapkan bisa membantu menyelesaikan masalah kita. HEhehhee

    • Walaupun sampe detik ini aku belum pernah harus klaim asuransi (maksudnya mendapatkan pengalaman buruk di perjalanan dan ujungnya dikaver asuransi), tapi semakin ke sini aku jadi semakin paham kegunaannya. Dan, akan dipake terus selama akan traveling, nanti.

  2. Aku malah selalu ngurusi asuransi setiap beli tiket transportasi (terutama pesawat). Jaga-jaga jika ada kecelakaan atau harus tetiba ngalami hal-hal yang tidak menyenangkan selama dalam perjalanan. Setidaknya, disaat terakhir hidup pun, kita tidak merepotkan orang lain terutama anggota keluarga dalam urusan finansial. Meski nyawa tak akan tertukar dengan nilai uang sekecil apapun itu.

    Kalau menimbang resiko selama dalam perjalanan, aku mendukung banget wajib berasuransi saat kita mengajukan permohonan visa dari beberapa negara ya Yan. Apalagi cuma 0.1% dari nilai pertanggungan. Kitanya aman, nyaman selama perjalanan karena sudah ada jaminan jika terjadi hal-hal yang tidak terduga.

    • Betul yuk. Awal-awal terasa kepaksa, cuma nyadar kalau terjadi risiko di jalan, di negara maju yang biaya berobat luar biasa mahal, asuransi bisa jadi penolong.

  3. asuransi memang sangat membuat hidup nyaman dan bebas worry yaaa, terutama yang hobi travelling, asuransi perjalanan gak boleh dilupain tuh yaa

  4. kalo lihat kecelakaan yang menimpa pasangan selebriti Vanessa Angel – Bibi Ardiansyah, kerasa banget pentingnya proteksi keuangan
    kebetulan anak mereka, Gala, mendapat banyak donasi
    Gimana dengan mayoritas anak yang gak seberuntung itu

    • Iya, dari podcast yang aku tonton, mereka pun udah mempersiapkan diri dengan asuransi untuk anak tercinta. Sebuah antisipasi yang sekarang jadi terasa ada manfaatnya.

  5. Saya belum pernah beli asuransi untuk perjalanan, padahal sering banget melakukan perjalanan ke luar kota maupun luar pulau. Belum tercerahkan hihi… tapi membaca ini jadi menimbang juga buat lain kali menambahkan asuransi untuk perjalanan.

    Ternyata ada juga asuransi kerusuhan ya. Jadi ingat dulu pernah tugas ke Tarakan, pas ada kerusuhan. Untungnya posisi saya di dalam hotel. Ngeri juga, saya orang asing di sana, kalau sampai pas kejadian itu saya lagi “berkeliaran” di luar hotel

    • Iya, aku juga baru tahu ada asuransi yang bisa mengkaver kalau terjadi kerusuhan, asalkan kota/negara tersebut memang bukan daerah konflik yang sejak awal tidak termasuk daerah yang terkaver asuransi.

      Jadi ingat dulu pengalaman temen pas ke Turki, eh tiba-tiba kudeta dan rusuh sampai ke bandara dan mengakibatkan kekacauan luar biasa. Nah kayaknya asuransi ini bisa mengkaver itu semua. Makasih komennya mbak Nara.

  6. Setuju banget kalau suka bepergian, traveling dalam maupun luar negeri sebaiknya memiliki proteksi diri untuk jaga jaga jika kemungkinan buruk menimpa kita.
    Ya bukan mengharapkan celakanya, namun lebih ke perlindungannya saja ya

  7. Baru tahu kalau di lifepal ada asuransi mobil. Saya paling trauma kalau bawa kendaraan yang belum ada asuransinya.
    Ternyata banyak ya keuntungan mengikuti asuransi lifepal. Jadi pingin beralih ke sini deh…
    Makasih kak review nya

    • Ah ya bener. Walau gak ngalamin langsung, aku termasuk yang trauma jg sebab sepupu dan kakak ipar pernah kecelakaan yang mobilnya rusak parah. Untungnya ada asuransi sehingga bisa diperbaiki tanpa harus keluar biaya.

  8. Saya Setuju banget nih kalau traveling baik di dalam maupun luar negeri sebaiknya memiliki proteksi diri untuk jaga jaga jika kemungkinan buruk menimpa kita.banyak hal-hal yang membuat Kita Menjadi lebih terasa Aman bila memiliki asuransi bukan

  9. Wah, kalo traveling, apalagi pakai pesawat misalnya, ya enaknya sih proteksi asuransi mas. Apalagi kalo jalan-jalannya ke luar negeri. Kudu dong pakai asuransi perjalanan. Saya tahu dan sempat review Lifepal juga. Banyak banget jenis asuransi di sana, gak cuma asuransi perjalanan.

  10. Wah makin happy pastinya ya kalo perjalanannya dicover dengan asuransi terencana begini, meskipin yang paling penting dari segalanya adalah selamat dan lancar semua..

  11. Dulu suka gak kepikiran punya asuransi perjalanan. Karena pikirnya kalau mau jalan-jalan pasti bersenang-senang. Padahal bisa aja kan sesuatu yang gak terduga terjadi. Makanya mulai berubah pendapatnya. Asuransi perjalanan menjadi sesuatu yang penting.

    • Iya, ibaratnya lagi belanja seru aja bisa jatuh, kepleset, mesti dilarikan ke RS segala. nah itu semua butuh biaya. Kalau ada asuransi bisa terkaver sama mereka.

  12. saat memiliki asuransi, kita memang cenderung merasa lebih tenang yaa karena merasa aman. Dan dalam melakukan perjalanan, sebaiknya memang pakai asuransi, sih

  13. Memakai asuransi begini membuat hati tenang ya. Jadi gak khawatir lagi kalau misal terjadi apa-apa, walaupun pengennya aman terus, tetapi kit agak pernah tahu apa yang bakal terjadi ya.

  14. Waah keren ya Lifepal, udah mirip toko tapi khusus produk asuransi. Saya lagi belajar asuransi nih dan gak sengaja justru Nemu web yang bisa saya Kulik mengenai produk asuransi apa saja yang Keluarga saya butuhkan. Thanks sharingnya om..suka sama foto-foto traveling nya 🤩

  15. Nah, saya biasanya dulu kalau urus boarding pass selalu beli asuransinya juga. Bukan apa-apa sih, supaya perasaan lebih nyaman saja, pikiran lebih tenang karena nganggap berkat asuransi yang kita ikuti itu, perusahaannya pasti mendoakan kita agar selamat sampai tujuan. Aamiin. Heheheee …

  16. Sama mas, aku sempet ga terlalu percaya Ama asuransi perjalanan. Tapi gara2 ngalamin pesawat tiba2 reschedule Ampe dua hari kedepan pas di Clark Filipina, aku rugi banyak Krn hrs pesen pesawat lain di hari H, trus ada tiket lain yg juga jadi hangus. Nyeseeeel ga pake asuransi perjalanan waktu itu. Sejak itu tiap kali traveling, aku selalu beli asuransi.

    Apalagi utk urusan yg lebih penting, itu juga aku dan suami punya. Sadar diri aja, kami suka traveling, jadi ga kepengen anak2 terlantar kalo kami kenapa2. Makanya asuransi jiwa dan asuransi kesehatan di luar kantor dan BPJS, tetep wajib punya.

    Ga sabar mau beli asuransi perjalanan lagi kalo ntr udh bisa traveling jauh 😄

Jika ada yang perlu ditanyakan lebih lanjut, silakan berkomentar di bawah ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s