Pelesiran

Mumpung di Maluku Utara, Jelajah Ternate, Ah!

Sebut saja ini bonus. Bonus yang terlampau menyenangkan dari sebuah perjalanan. Gimana tuh maksudnya? Gini, udah tahu dong kalau saya diundang ke Tidore karena menangin lomba menulis Tidore Untuk Indonesia beberapa waktu lalu? Nah, alhamdulillah, sebagai hadiah atas kompetisi tersebut, saya dan pemenang lain mendapatkan hadiah perjalanan ke Tidore selama 7 hari.

Tak puas hanya mengeksplorasi Tidore, saya dan beberapa pemenang lain memutuskan untuk extend di Ternate.

“Ngapain ke Ternate? Mau cari jodoh ya?”

Nggaklah! Jodoh mah gak perlu cari jauh-jauh. Toh di toko online terpercaya aja banyak –maaf ngigo, efek Harbolnas, hehe. Gak ding, kita kan terbang ke sananya melalui Ternate yang merupakan ibukota Provinsi Maluku Utara. Sebelum mencapai Tidore ya mesti ke Ternate dulu. Pun, ketika akan pulang, ya mesti balik lewat Ternate lagi.

Sebelum baca, siapin cemilan dulu. Kayak Pisang  Mulut Bebek ini, cemilan khas Maluku Utara. Dimakannya dengan sambal Colo-colo, sedap!

Jadilah, mumpung udah di sana, sekalian aja kan kita eksplorasi. Dan, alhamdulillah sekali, teman-teman Garda Nuku-lah yang kemudian menjadikan perjalanan kami selama di Ternate begitu smooth dan menyenangkan. Kami tak hanya diajak jalan dan makan, namun juga diajak untuk mengenal Ternate lebih dekat melalui tempat-tempat wisata yang ada. Apa aja? Cekidut!

Ziarah ke Makam Sultan Mahmud Badaruddin II

Saya, sebagai orang Palembang, tentu bersemangat sekali saat tahu akan diajak berziarah ke makam Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB 2) ini. Maklum, beliau adalah pahlawan nasional asal Sumatra Selatan. Saking besarnya peran beliau terhadap tempat kelahiran saya ini, nama beliau diabadikan sebagai nama bandara dan nama beberapa tempat lain termasuklah museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang berada di tepian Sungai Musi.

Terletak di antara pemakaman umum

Kalian kenal dong sama SMB 2? Jika nggak, coba cek uang pecahan 10.000 edisi lama. Nah, di sana terdapat foto beliau. “Kok bisa sih sultan Palembang makamnya berada jauh sekali di Ternate sana?” yup, ini terjadi karena sultan SMB 2 diasingkan oleh Pemerintahan Kolonial Belanda di tahun 1821. Beliau sendiri kemudian wafat pada tahun 1852 dan dimakamkan di sana.

Ini bagian dalam bangunan utama. Yang tengah itulah makam Sultan SMB 2

Alhamdulillah sekali, saya sebagai remaja eh pemuda asli Palembang dapat berziarah ke sana. Makam SMB 2 sendiri  terletak di tengah-tengah pemakaman umum. Namun, dibatasi dengan sebuah pagar dan makam beliau berada di sebuah bangunan dengan atap berbentuk bulat. Saat saya dan rombongan datang ke sana, makam beliau sedang direnovasi dengan pembaharuan cat dinding bangunannya.

Jumatan di Masjid Raya Al-Munawwaroh

Kebetulan sekali, saya dan rombongan bertolak dari Tidore ke Ternate itu pada hari Jumat. Oleh teman-teman yang berada di sana, kami diajak untuk shalat Jumat di masjid raya Al Munawwaroh yang berada di tepi laut. Ini adalah masjid modern dan sepertinya menjadi salah satu tempat wisata karena tak jauh dari masjid, juga terdapat beberapa restoran, taman untuk nongkrong bahkan ada sebuah mall tak jauh dari sana.

Ini dia penampakan masjid 48 miliar.

Sayang, masjid yang dibangun pertengahan tahun 2003 dengan APBD senilai 48 miliar ini kondisinya bikin ngenes. Saat mau ambil wudhu, tempatnya terbatas dan hampir semua toiletnya rusak. Ternyata, sejak awal pembangunannya, sudah ada beberapa masalah dan kendala. Pelaksana pembangunan masjid ini diharuskan ganti rugi sebesar 500 juta rupiah atas rekomendasi BPK. Hmm.

Menjajal Kemampuan di Danau Tolire

Secara ya, gak ada waktu untuk mendaki Gunung Gamalama –err, kalau ada waktu juga ogah sih haha, ya wes, saya dan rombongan main saja ke Danau Tolire yang berada di kaki gunung api tertinggi di Maluku Utara ini. Danau ini terletak sekitar 10 km dari pusat kota dan terdiri dari 2 bagian danau yang disebut Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil. Jarak keduanya sekitar 200 meter saja.

Danau Tolire yang indah

Baru kali ini saya melihat danau yang bentuknya seperti ceruk atau loyang raksasa. Danaunya lumayan luas, sekitar 5 hektare dengan kedalaman sekitar 50 meter. Mangtaabs! Konon, danau ini langsung berhubungan dengan laut. Keren gak tuh!

Coba, siapa yang sanggup lempar batu sampe menyentuh air?

Saat berada di sana, ada beberapa anak kecil yang menawarkan batu. “Hah, buat apa?” ternyata, ada satu kebiasaan bagi warga di sana untuk menjajal kemampuan melempar baru dari tebing danau dengan harapan batu tersebut akan menyentuh air.

“Gitu doang?” iya sih, terdengar biasa saja ya. Tapi, nyatanya, menurut warga di sana, belum ada yang bisa melempar batu hingga menyentuh air karena jarak antara bibir jurang dan danaunya jauh. Saya pribadi sih gak nyobain. Ngapain harus capek-capek melempar batu. Mending kalau mantan aja yang dilempar gimana? –sadis!

Ke Dunia Lain di Batu Angus Kulaba

Saat pertama kali saya memasuki kawasan ini, saya seolah berada di planet lain. “Ah lebay!” eh nggak, bener, kayak bukan di bumi. Eh, minimal kayak lokasi syuting film sci-fi deh. Gak percaya? coba lihat benda-benda hitam yang berserakan di kawasan ini. Pantaslah kalau tempat ini dikenal dengan nama Batu Angus, ya!

Lava Gunung Gamalama yang kemudian mengeras menjadi batu

Langsung menghadap lautan

Batu-batu ini sebetulnya lava yang dimuntahkan oleh Gunung Gamalama pada tahun 1673 lalu. Lava ini kemudian mengering dan mengeras. Gak kebayang saat Gamalama meletus, dahsyatnya kayak gimana. Kalau sekarang sih, tempat ini udah jadi lokasi wisatawan yang kece banget! Banyak pondok-pondok untuk mojok eh bersantai sambil memandang ke arah laut lepas. Ketjeh!

Mampir ke Galeri Batik Nurozy

Gak lengkap rasanya sebuah perjalanan jika tidak diselingin dengan berbelanja. Uhuk. Eh, saya gak ikutan belanja ding, ini yang belanja adalah para tante-tante doang kok. Saya mah cuci mata doang sembari melihat koleksi batik yang ada di sana.

 

Uniknya, gerai batik Nurozy ini juga memungkinkan untuk pengunjung melihat proses pembuatannya. Sebagian besar batik Ternate ini diproduksi dengan cara dicetak. Dan ciri khasnya adalah motif hewan dengan warna dasar yang ceria. Harga 1 kain sekitar Rp.100.000 sd Rp.200.000.

Melihat Kerlip Cahaya Bintang di Puncak Moya

Ternyata, nggak hanya Lampung yang punya Puncak Mas untuk melihat kota dari ketinggian, Ternate pun punya! Namanya Puncak Moya atau Taman Moya yang juga letaknya tak jauh dari pusat kota. –secara, Ternate itu kecil kan ya.

Ternate dilihat dari Puncak Moya

Di sana, terdapat beberapa pondok untuk wisatawan bersantai sambil menyantap hidangan yang ditawarkan oleh pihak restoran. Beberapa bangunan tengah dipersiapkan demi memaksimalkan potensi wisata yang ada. Senang rasanya dapat melihat langsung kerlip bintang di langit dan juga kota yang dihiasi dengan kerlap lampu.

Sayang, kerusakan lensa yang ada pada kamera saya selama perjalanan di Tidore bikin saya kurang maksimal menangkap gambar. Hiks. Saya jadi teringat deretan Kamera Mirrorless Terbaik Tahun 2017 ini. Jadi mupeng pingin ganti kamera kan! Nabung dulu deh.

Menikmati Pohon Mati

Ini rada ironis memang. Tapi, di Ternate, ada satu kawasan yang berisi deretan pohon cengkeh yang sudah mati. Herannya (((HERANNYA))) pohon yang hidup segan mati tak mau ini malah cakep banget dijadiin tempat berfoto! Gak percaya? coba liat model tamvvan ini -hanya, abaikan saja bagian perutnya.

Lokasi wisata kebun cengkeh ini bernama Wisata Kebun Cengkeh Gambesi karena terletak di Kelurahan Gambesi,  tepatnya berada  di belakang Kampus Universitas Khairun. Lagi-lagi, karena Ternate itu kecil, untuk mencapai lokasi ini, cukup dengan berkendara 15 menit saja dari pusat kota. Serunya lagi, main-main di sini gratis! paling bayar parkir doang sebesar Rp.5000. Dan, nganu, kayaknya lebih enak kalau bawa tikar dan makanan, deh! hehehe.

Narsis di Danau Ngade

Selain Danau Tolire, Ternate masih ada satu danau lagi dengan view yang menurut saya jauh lebih cetar! Danau Ngade atau Danau Laguna namanya. Danau ini terletak di Desa Ngade, Kecamatan Fitu. Letaknya juga tak jauh dari pusat kota. ya, secara Ternate itu kecil kan ya. Kemana-mana juga dekat.

Cakep, kan! itu yang di depan Pulau Maitara dan Pulau Tidore

Ada beberapa titik untuk menikmati Danau Ngade ini. Namun, yang paling terkenal dan banyak dikunjungi adalah kawasan yang memiliki anjungan seperti ini. Anjungan berbentuk hati ini emang cocok banget dipakai untuk selfie. Tapi, disarankan untuk datang ke sini tidak di akhir pekan. Kenapa? jelas, karena ramai sekali orang. Enaknya sih datang di pagi hari menjelang siang. Tapi, mesti tahan sama mataharinya sih.

Mau selfie? antre!

Jika pengunjung benar-benar menjelajah hingga ke bagian bawah, maka akan dijumpai warung-warung terapung di Danau Ngade ini. Warung dengan tambak ikan dan udang ini emang cocok dijadikan pilihan bersantai. Ada juga perahu-perahu yang disewakan bagi pengunjung yang mau main tenggelam-tenggelaman bareng pacar di danau. -yang punya blog jomblo dan sirik akut.

Tambak dan warung makan di sekitaran Danau Ngade

Potret Uang di Pantai Fitu

Save the best for the last! ini dia objek wisata yang menjadi most wanted destination aka tempat selfie paling dicari oleh wisatawan, yakni lokasi untuk berfoto dengan uang pecahan Rp.1000!

Banyak orang yang belum tahu bahwa spot foto terbaik itu berada di Pantai Fitu tak jauh dari Danau Ngade. Saat saya ke sana, pas banget ada nelayan yang tengah mencari ikan sehingga makin mirip dengan yang ada di lembaran uang pecahan Rp.1000 itu.

Sejauh ini, foto saya di Pantai Fitu ini adalah foto dengan jumlah like terbanyak di IG. Belum ada foto lain yang mecahin rekor foto ini hehehe. Mungkin, nanti kalau perut saya sudah kotak-kotak dan pose telanjang dada, baru deh yang like 1 juta orang. Mungkin….

Nih, yuk Annie sedang membidik gambar dengan tepat.

Nah, ini dia beberapa objek wisata yang sempat saya datangi saat menghabiskan 2 hari di Ternate. Sebetulnya masih ada beberapa objek wisata lain, namun tidak sempat kami singgahi karena keterbatasan waktu. Misalnya saja benteng tua atau istana kesultanan Ternate. Kami hanya sempat melintas namun tak sempat turun dan mengabadikan gambar secara khusus.

Rata-rata, objek wisata yang saya tulis ini gratis. Namun ada juga yang berbayar, namun rata-rata tarif masuknya sekitar Rp.5000 dan tarif yang sama berlaku untuk kendaraan. Gimana, dengan adanya tulisan ini, masih gak mupeng main-main ke Ternate?

Iklan

68 thoughts on “Mumpung di Maluku Utara, Jelajah Ternate, Ah!

  1. Heeeeh aku kaget klo makam SMB2 ada di Ternate. Gak kaget-kaget amat sih. Banyak pahlawan yang meninggalnya jauh dari domisili awal. Ya diasingkan itu sama Belanda. Betewe 43 milyar apa 48 milyar om? Larva apa lava?

    Aku sebenarnya uda ada yang nawarin buat ke Ternatr gratisan. Inceranku ya Danau yang ada di uang kertas rupiah itu. Tapi masih sibuk konser ah. Semoga dia ingat janjinya mau kasih tiket gratisan wakaka

    • Haha, Alid makasih koreksinya. Yang benar 48 miliar.

      Aku sejak kecil bertanya-tanya, kalau SMB 2 ini macam terkenal kali, lantas mana makamnya? ternyata ada di Ternate sana.

      Semoga bisa dikasih tiket gratisannya, dan bisa jalan bareng tahun depan amin.

  2. Baca posting ini jadi malu. Dua kali ke Ternate, dan kedua kesempatan itu bolak-balik, tapi nggak juga ngunjungi tempat-tempat yang disebut di sini kecuali makam Sultan Mahmud Badaruddin. Hiks. Padahal itu pemandangan kelap-kelip lampu di kala malam sangat bagus banget ya. Tapi pas Agustus lalu penginapanku ruang makannya pas menghadap Gunung Gamalama, mayanlah 😀

  3. Kok lucu ya keripik pisangnya pake sambal hehehe

    Masjid Raya Al-Munawwarohnya fotonya bagus dari kejauhan. Letaknya juga di tepi laut. Tapi disayangkan Pemerintah setempat kurang memperhatikannya. Masyarakat setempatnya banyak kah om yang shalat di situ?

    Warna danau tolirenya akep euy. Pohon matinya juga. Ada gak yah yang prewed disitu (pohon mati) hehehe. Instragamable pohon matinya

    Pantai fitu laff it. Laff uang kuno !

    • Hahaha, kamu akan kaget kalau tahu sebagian orang Palembang makan pisang pakai cuko pempek hwhwhw.

      Yang shalat rame bangeeet. Karena dekat pertokoan dan pusat keramaian. Sayang, fasilitasnya hancur bagian toiletnya. Ampun dah.

      Dan, sayang juga ya, uang desain baru gak ada lagi pemandangan Indonesia yang porsi gambarnya gede.

      • Iya om. Pas aku esempe main ke palembang kaget eh sarapannya aja pempek dan cuko. Warbiasak perutnya kuat euy wong kito galo…

        Iya desain uang sekarang pahlawan semua. Kalo-kali desainnya muka aku napa ya *wadaawww >,<

    • Hi Fathia, makasih udah mampir di sini ya 🙂

      Kamu blognya apa? blogspot atau wordpress? barusan aku cek, kayaknya pake blogspot ya? prinsipnya sih itu adalah foto yang sebelumnya sudah aku posting di instagram.

      Lalu, foto itu aku masukkan ke dalam postingan ini. Kalau di wordpress caranya mudah sekali.

      Tinggal kamu tambahkan tulisan ini

      [*instagram url=XXX hidecaption=true*]

      Hapus tanda bintang “*” itu saat copy ke dalam tulisan. Dan, bagian XXX itu tinggal kamu input link fotonya. Cara dapetin linknya buka langsung dari komputer ya. Dari hape kayaknya bisa juga sih. Hayo dicoba, dan semoga berhasil 🙂

  4. Aku suka ulasan Ternate-nya dirangkum begini, bikin yang belum ke Ternate jadi tahu tempat apa saja yang bisa dikunjungi di Ternate.

    Aku ingat ada yang ketiduran saat liat kerlip bintang di Puncak Moya, lalu ngigau saat mau pulang 😁

    • Dan aku ingat, ada orang yang sirik banget pingin bisa tiduran dan baringan juga. Apa daya, badannya besar, gak bisa dipake buat tidur ngumpet kayak nyai kain kodian yang badannya bisa menyelinap diantara badan-badan orang lain hwhwhw

      makasih mbak Rien.

    • Sehabis dari Fitu dan Danau Ngade, kami ke Floridas juga. Mirip memang, tapi yang sempurna banget itu dari Pantai Fitu. Aku dapet infonya dari IG Trinity dan juga nanya ke warga lokal 🙂

    • Dan, aku harus berterima kasih banget sama mas Eko yang udah bawa duitnya. Aku punya, tapi gak bawa! nggilaniii.

      Duitnya sampe aku bawa pulang ke Palembang karena gak ketemu lagi sama mas Eko, karena mas Eko memilih balik lagi ke Tidore.

  5. wah wah wah,, kebiasaan nih,, sirik sama pasangan2 muda yang memadu kasih di tempat wisata hahahaha…

    Dengan wilayah yang sekecil itu, ternyata Ternate punya banyak tempat keren dan unik yaa.. duh mupeeng..

    -Traveler Paruh Waktu

  6. Banyak ya ternyata, kemaren pas ke Kei, mampir juga ke Ternate pas pulangnya. Tp aku malah mentok di bandara buat kerja, sementara yg lain keliling sambil nunggu jam terbang selanjutnya. Jdnya jagain tas aja haha

  7. Setelah foto di rumah adat Palembang tahun lalu, kayaknya musti skip tahun ini (yang tinggal beberapa hari lagi) buat main ke destinasi uang 1000 di Pantai Fitu ini. Mungkin tahun depan 😦

  8. Wahhh setelah baco tulisan ini, jd pengen ke Ternate.. dan baru tw kalo makam pahlawan Palembang itu letaknya di timur Indonesia.. efek dak baco sejarah Pahlawan dewek wkwk
    Mokasih atas tulisan menarik nya☺

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s