Pelesiran

Puncak Mas : Tempat Kreasi Cetar di Bandar Lampung

Selalu ada kejutan yang aku dapatkan tiap kali berkunjung ke Bandar Lampung. Progres pengelolaan tempat wisatanya kerasa banget! Eh ini ngomongin tempat wisata buatan ya, bukan yang alam. Karena, kalau wisata alam ya dari dulu memang sudah ada. Nah, kalau tempat wisata baru yang menggabungkan keduanya, antara alam dan infrastruktur lokasi wisata, Bandar Lampung selalu jago memberi kejutan.

Setelah sebelumnya tercengang dengan keberadaan Muncak Teropong Laut yang berada di kawasan Kabupaten Pasawaran, saat mendapatkan undangan untuk menyaksikan Festival Panen Padi pertengahan Maret lalu, aku dan rombongan berkesempatan untuk mengunjungi satu lagi tempat wisata ketinggian yang ada di Bandar Lampung : Puncak Mas.

Menginap di Bukit Mas

Selama di Bandar Lampung, kami diagendakan untuk menginap di villa yang ada di Puncak Mas. Karena saat datang ada problem di pendingin ruangan, kami lantas diungsikan ke Bukit Mas, yang berada tak jauh dari Puncak Mas. Hanya berjarak sekitar 5 menit mengendarai kendaraan. Ternyata, Puncak Mas dan Bukit Mas dimiliki oleh orang yang sama, Bpk. Thomas Azis Riska. Namun, yang di Bukit Mas dikelola oleh istri beliau.

Bukit Mas Cottage

Kami menempati sebuah villa dengan 4 kamar. Tepat di bawah teras belakang villa terdapat kolam renang yang sungguh menggoda.

“Berenang, yuk!” ajak Indah.

Ternyata ajakan itu disambut baik oleh Miya dan Hanum. Hanum bahkan bilang, “aku malah lebih seneng berenang malam-malam, lebih segar.”

Kolam renangnya nyegerin!

Wah terdengar seru kan? Jadilah aku memutuskan untuk ikut bergabung. Ini pengalaman pertamaku berenang di malam hari, jam 10 malam! Hahaha, salah-salah bisa masuk angin emang, tapi, kapan lagi kan dicobain?

Mengingat pagar belakang unit villa tergembok, kami memutar melalui pintu depan yang menjadi akses utama. Aku nyebur lebih dulu sebelum kemudian disusul oleh Miya dan Hanum. Ironisnya, Indah, yang awalnya ngajakin berenang malah gak jadi ikutan. Sungguh tidak berperikebasahan hahaha.

Bukit Mas ini memiliki gedung utama yang merupakan hotel. Sisanya, ada sekitar 4 villa berdiri berjejeran di sisi kanan dan kiri kolam. Di area kolam sendiri terdapat ruang tunggu dengan sofa dan kursi yang nyaman. Ruang tunggu ini juga berfungsi sebagai restoran karena pengunjung dapat memesan makanan dan minuman di sana.

Nah, bagi pengunjung umum yang tidak menginap di Bukit Mas namun mau memakai fasilitas kolam renangnya, boleh kok. Seingatku tarifnya dipukul rata Rp.40.000 perorang. Lumayan banget deh, bisa main air di kawasan bukit sambil memandang perbukitan ijo royo-royo dari kejauhan. Seger!

Kembali ke Puncak Mas

Selepas berkegiatan seharian, termasuklah kesempatan mejeng bareng artis di gala premier film Trinity The Nekad Traveler di Mall Boemi Kedaton, malam harinya kami kembali ke Puncak Mas. Sebagaimana rencana sebelumnya, kami akan menginap di Puncak Mas malam itu.

Pemandangan wilayah perkotaan dan teluk Lampung. Itu laut loh.

Puncak Mas adalah lokasi wisata yang baru diresmikan pada Desember 2016. Awalnya, kawasan ini adalah villa pribadi bapak Thomas saja. Namun, seiring perkembangannya, kawasan ini mulai dibuka untuk umum.

Walau terbilang baru, fasilitas di Puncak Mas relatif lengkap. Ada villa yang disewakan, beberapa anjungan di batang pohon, restoran, musholla hingga pondok-pondok yang dapat digunakan untuk bersantai. Tempatnya sungguh nyaman dan sangat instagramable! Hahaha.

2 rumah pohon ini khusus digunakan sebagai mushollah. Yang sebelah kiri cewek yang sebelah kanan untuk cowok. Diantaranya restorannya.

Tiket masuknya dipatok Rp.20.000/orang. Lebih mahal ketimbang Muncak Teropong Laut memang, namun kawasannya jauh lebih luas, lebih lengkap dan lebih nyaman. Area parkirnya luas, nggak seperti Muncak yang harus parkir bersisian dengan tebing dan jurang.

Banyak ayunan disediakan

Jika mau foto-foto, rumah pohonnnya juga banyak sehingga nggak terlalu antre lama walaupun pengunjung harus tetap mematuhi kaidah penggunaan rumah/anjungan pohonnya ya! Di masing-masing pohon sudah ada petunjuk kapasitas maksimal pengunjungnya. Jangan sampai karena keburu nafsu, lalu mengindahkan hal itu dan berujung bahaya.

Tuh terlihat bagian bawah masih dalam pengerjaan

Serunya lagi, di sini ada live musik dan DJ-nya yang akan menghibur penonton di akhir pekan. Jadi, lumayan banget ke Puncak Mas sama rombongan sehingga bisa sekalian nyanyi-nyanyi seru bersama tim musiknya Puncak Mas. Tempatnya sangat cozy dan cocok dipakai untuk kumpul-kumpul.

Remaja bawa properti balon buat motret 🙂

Di kunjunganku, terlihat di beberapa sisi kawasan pembangunan terus dikerahkan. Akan lebih banyak villa dibangun di Puncak Mas. Sehingga nanti lebih banyak menampung para tamu yang ingin bersantai menikmati panorama Teluk Lampung dan kawasan perkotaannya. Oh ya, malam itu, kami malah berkesempatan menginap di villa pribadi bapak Thomas. Beruntung sekali kami dapat tinggal di bangunan berwarna putih yang biasa dipakai oleh Pak Thomas dan keluarga untuk beristirahat. Fasilitasnya juga lengkap banget! Dan kami dijamu dengan sangat baik oleh pak Thomas dan juga stafnya.

Sunrise di Puncak Mas. Indaaaah!

Gak sabar untuk kembali lagi ke Puncak Mas di saat semua fasilitas telah selesai dibangun. Sekarang aja tempat ini udah kece banget! Yakin, kedepan, kawasan ini akan semakin berkembang gemilang. Sekali lagi, terima kasih pak Thomas atas kesempatannya. Semoga dengan keberadaan Puncak Mas dan Bukit Mas dapat memperkaya potensi wisata yang ada di provinsi Lampung. Kece bana-bana!

  • Puncak Mas 

  • Jalan Haji Hamim RJP, Sukadana Ham, Tanjung Karang Barat, Sukadana Ham, Tj. Karang Bar., Kota Bandar Lampung, Lampung 35215

  • Lokasi : https://goo.gl/maps/PcYqM65vUKD2

  • Informasi & reservasi : 082181155115 atau

  • Biaya/Tiket masuk : Rp.20.000

  • Jam buka : Pukul 08:00 sd 22:00 (di akhir pekan bisa sampai pukul 24:00)

Iklan

60 thoughts on “Puncak Mas : Tempat Kreasi Cetar di Bandar Lampung

  1. Tempat ini yg lagi HITS di Lampung sekarang Mas. 2 minggu yg lalu aku kesini gak jadi akhirnya muter ke Muncak. Karena sangat Ramai sekali..

    Smoga Puncak Mas bisa bertahan lama ya Mas

  2. Wih… Ini langsung ngebayangin sewa 1 villa buat acara sama temen-temen kampus! Malemnya bakar-bakaran, begadang, pagi liat sunrise, lalu tidur. Hehe.. *padahal mah kuliah udah berapa taun lalu*

    O iya, itu di foto malam, yang laut yang mana? Lampu-lampu di kejauhan itu lampu kapal ya, Om?

    • Puncak Pass aka Ketep Pass yang ada di Magelang, kah? aku pernah ke sana, di sana indah bangeeet 🙂 walaupun gak ada rumah pohonnya hehehe.

  3. Foto-fotonya Yayan indah sekali. Sudut pengambilan tidak terpikirkan olehku Padahal kita sama-sama disini ya. Ketuk kepala sendiri deh 🙂

  4. Berenang jam 10 malam itu sesuatu banget rasanya deh, kali buat aku. Dijamin masuk angin dan kumat rematik. Hahaha😂. Aku suka foto sunrise nya, kak! Dramatis dan indah. Dan ternyata tempat ini masih dalam tahap penyelesaian ya. Semoga Puncak Mas makin hits dan tetap terjaga kelestarian alam sekitarnya.

  5. ini kalo lagi hits berarti kan pengunjung nya pasti banyak tuh ya … semoga keindahan, kerapihan dan kebersihan tempatnya tetap terjaga ya … hehehe …

  6. mantap jiwa, padahal tempatnya baru setengah jadi udah rame, apa lagi kalau sudah jadi 100% bakalan ramai ntar

  7. dari dulu pengen berwisata ke Lampung ,,, tapi selalu tergoda jadinya ke tempat lain … setelah baca tulisan ini .. kayaknya mesti kesana deh .. sekarang banyak tempat2 menarik

  8. Cakeeeep banget vilanya.. Apalagi viewnya itu looh.. Aiish aku mah betah mager di sana doang mas :D.

    Eh samaa, aku jg kalo berenang lbh milih malam. Supaya ga gosong kena matahari wkwkwkwk…

  9. mungkin jenis wisata ‘taman-taman’ seperti ini harus digenjot kali, ya? Soalnya wisata alam seperti pantai, pulau dan lain sebagainya di lampung masih minim, hehehe.

    • Tapi masih jauh lebih mending haha, mengingat Palembang sama sekali gak punya pantai. Dulu, iya, saat Bangka Belitung masih gabung sama provinsi Sumsel. Sekarang, kalau mau main air asin, kudu ke Babel atau Lampung dulu hwhwhw

  10. Keren, semoga makin banyak tempat alternatif wisata di daerah-daerah. Kalau pengerjaan panggung tinggi itu sudah selesai, makin keren puncak mas ini.

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s