Pelesiran

Serunya Diserbu Burung di Palembang Bird Park

DSC_0269

Pintu gerbang Palembang Bird Park

Kapan terakhir kali kalian mainin burung?

Kalo aku sih udah lama ya. Lamaa sekali. Soalnya, nganu… udah lama nggak punya burung juga sih. (inget, ini burungnya tanpa tanda petik) Hehe. Dulu terakhir kali punya burung saat masih SD. Burung dara, sengaja sama ayah dibikinin rumah burung berukuran besar. Awalya sih seneng, tapi lama-lama jadi males apalagi saat disuruh bersihin kotorannya. Sejak saat itulah aku putus hubungan sama burung. Opps maaf ya Rung.

Saat para sepupu heboh miara burung, aku melempeng aja. Sempet gak habis pikir ada burung yang seharga motor atau mobil. Dih, mending aku beliin pempek deh kalau punya duit sebanyak itu hehe. Aku tuh emang gak biasa mainin burung. Makanya atuh neng Chelsea Islan, coba bayangin. Burung aja aku gak biasa mainin, apalagi perasaan kamu.

Oke sebelum pembaca blog Omnduut menekan tombol silang di sudut toolbarnya, baiklah, aku mau cerita tentang Palembang Bird Park, sebuah artificial park yang ternyata nggak hanya memelihara burung tetapi juga aneka satwa lainnya. Apa saja? Banyaklah! Yang jelas lelaki buaya darat nggak ada di sana.

Berpetualang di Palembang Bird Park

Sabtu pagi (30/7) sekitar pukul 8:30 aku sudah sampai di Palembang Bird Park yang berlokasi tepat di samping OPI Waterpark itu. Gegaranya sih diajakin sama Heru buat main-main ke Palembang Bird Park. Di kesempatan yang sama, Deddy juga ikutan.

“Woi dimana kalian? Aku udah sampe nih,” tulisku di whatsapp. “Eh, ada Metro TV juga loh lagi liputan,” tulisku lagi.

Untunglah, 2 blogger kece Palembang itu tiba tak lama kemudian. Tanpa menunggu kabar burung –eh, kami langsung bergegas masuk ke dalam. Setiba di ruang tunggu, kami disapa sama mbak Retno, staf marketing Palembang Bird Park. Nah, mbak Retno inilah yang akan menemani kami jelajah Palembang Bird Park hari itu.

“Ini mas silakan diambil pakan ternaknya,” ujar mbak Retno.

DSC_0258

Mbak Retno menyiapkan keranjang pakan buat kami semua

Nih dia asyiknya main di Palembang Bird Park, biaya tiket masuknya sudah sepaket dengan beberapa jenis pakan ternak. Ada jangkrik, pelet, pisang dan juga beberapa jenis rumput.

“Kita kasih makan kura-kura dulu, ya!” ajak mbak Retno.

Kami lantas mengeksplor sisi kiri lahan seluas 1 hektar ini. Ada sebuah kolam khusus yang dihuni oleh 3 kura-kura berukuran besar. Kura-kura ini berasal dari Brazil. Wuih emejing, kura-kuranya gede! Baru kali ini aku lihat langsung. Biasanya sih, paling banter lihat kura-kura seukuran kepalan tangan. Gimana kalau ngelihat kura-kura yang ada di Galapagos, ya? –kedip ke Allah Swt 🙂

“Silakan diberi makan, mas. Jangan lupa pisangnya dikupas dulu dan hati-hati jari tangannya nanti hilang,” kelakar mbak Retno.

DSC_0177

Besok-besok boleh dong kasih makan kura-kura di Galapagos hehehe amin

Hehe, baru tahu juga ternyata nggak hanya aku dan monyet yang doyan pisang. Kura-kurapun suka ternyata. Aku lantas memberi makan dengan hati-hati. Kalau jari kepotong, gak balik modal, nih! ­–batinku. Hehehe. Oh ya, di sisi kanan bangunan juga terdapat kolam kecil lainnya yang berisi kura-kura dengan ukuran yang lebih kecil. Nah di kolam ini kura-kuranya lebih banyak, sekitar 50 ekor.

DSC_0222

Hati-hati nyebur, Koh!

“Selanjutnya kita kemana, mbak?” tanyaku.

“Ada yang mau foto sama Iguana?”

Ingatanku langsung meloncat 20 tahun lalu, di saat lagu Iguana lagi ngehitsnya!

Na na na Iguanaaa milip binatang pulba

Hehe, kurang lebih begitu liriknya. Penyanyinya masih cadel, sih! Coba deh lihat di youtube kalau kangen. Di Palembang Bird Park, ada 35 ekor iguana yang dipelihara. Begitu masuk Heru udah asyik main-main dan foto sama iguana ini.

Aku?

Takut euy! Kulitnya bersisik gitu. Mukanya serem kayak musuhnya babang Andrew Gardfield si The Lizard di film Spiderman (eh lizard itu biawak ya? Haha, auk dah, pokoknya sama-sama serem). Selain takut dia tiba-tiba pingin ngecup pipi montokku, aku khawatir tangan dan badanku dijadiin toilet sama si biawak hehe.

IMG_20160730_091618

Apa jadinya coba jika biawak naksir pipi tembemku?

Tapi, ya sayang aja kalau udah main ke Palembang Bird Park tapi takut foto sama iguananya. Aku lantas memberanikan diri dan hola… ini dia foto wefieku bareng iguana. Ternyata ya, kulit iguana itu licin dan gak terasa bersisik. Kata mbak Retno sih, kalau kita tenang, iguananya juga tenang. Dan iya sih terbukti, si iguananya anteng aku gendong. Dan… alhamdulillahnya, iguananya nggak pipis atau pup di tanganku. Hehehehe.

Puas gendong biawak, kami melewati kandang monyet. Mbak Retno sempat masuk ke dalam dan berniat untuk menggendong beberapa monyetnya. Sayang kami datang terlalu pagi, monyetnya masih males turun dari tempat tidur –ya kali ada ranjang di sana :D, gagal menimang monyet kami main ke kandang kuda.

Sementara ada 3 kuda di Palembang Bird Park. 2 kuda sudah abege dan satunya lagi masih balita hahaha. Palembang Bird Park ini belum sepenuhnya selesai pembangunannya. Pekerjaan terus dilakukan. Nah, rencananya nanti kudanya akan lebih banyak dan akan dibuat semacam arena berkuda di sana. Wah, bakalan keren banget!

Di kandang kuda ini aku sempat foto bareng sama kudanya.

Malam minggu, mblo. Kuda aja ada pasangannya kok kamu nggak? . . . . . . Hari ini berkesempatan datang ke @palembangbirdpark yang ada di komplek OPI Mall, Jakabaring Palembang Seru banget! Bisa main sama beraneka macam hewan jinak. Iguana, monyet, kuda poni, kura-kura, kambing, ular, kancil, kelinci. Hamster dan tentu saja…. burung! So much fun Anak-anak kalau diajak ke sini pasti demen. Walaupun ada juga tadi beberapa yang nangis karena takut sama burung hehe. Catatan lengkap nanti ditulis di blog omnduut.com ya Penulisnya mau siapin ramuan dan mantra biar hujan dulu 😂 hwhwhw #PalembangBirdPark #Park #Palembang #WisataPalembang #PesonaSriwijaya #Animals #Animal #WonderfulSriwijaya #SumatraSelatan #Hewan #Bird #Iguana #Horse #Selfie #AnimalSelfie

A post shared by Haryadi | OMNDUUT | Yansyah (@omnduut) on

Dan ini foto dibalik layarnya hahaha. Ya maklum masih jomblo. Sementara fotonya sama kuda dulu. Siapa tahu nanti bisa foto sama moyangnya kuda –eh, oh bukan, maksudnya foto sama dik Chelsea Islan. –oke sip.

bird15

Cieh yang jomblo fotonya sama kuda :p

Setelah berhasil foto bareng kuda poni, kami bergegas berjalan mengarah ke kandang rusa, kelinci dan marmut yang surprisingly ditempatkan di dalam satu kandang.

“Emang nggak pada berantem, mbak?” tanyaku.

“Nggak mas, mereka akur.”

Oh ic, mungkin mereka bisa akur karena nggak ada provokator dan hewan-hewan penerima jasa bisnis kebencian di kandang tersebut –anggukangguk. Setidaknya ada 50 ekor kelinci dan 30 ekor marmut di Palembang Bird Park. Lagi-lagi, karena kami datang kepagian (menurut jam tidurnya hewan), kami hanya dapat melihat beberapa ekor kelinci dan marmut saja. Ya lumayanlah, ketimbang niatnya nengokin marmut yang muncul monster lele, kan?

DSC_0200

Asyik si adek berani pegang kelinci

Saat meninggalkan kandang kelinci, kami melewati kandang domba. Tapi sayang, berhubung domba di sana anorexia (hehe maksudnya nggak semenggemaskan domba di serial Shaun The Sheep), gak ada yang berminat buat foto bareng sama tuh kambing eh domba. Opps sorry, jangan ngambek ya? Hahaha. Padahal sih dombanya juga masih asyik tidur.

Eh, dari tadi kok ngomongin hewan lain mulu, burungnya kapan?

Sabar atuh, jangan lupa akan pepatah lama yang berbunyi save the best for last haha. Kita bakalan main ke kandang burung kok! Dari jauh sih udah kelihatan ini kandangnya gede banget! Suara burung saling menyahut dan terbang ke sana ke mari satu sama lain. Alhamdulillah, burungnya udah BANGUN, jadi bisa diajakin selfie. –sounds wrong? Auk :p

Begitu akan tiba di kandang burung raksasa…

“Haaaa HEDWIG!” teriakku ke arah sebuah kandang kecil tak jauh dari sana.

“Iya ini kandang burung hantu. Mau foto bareng nggak mas?” ujar mbak Retno.

Ya jelas aku mau banget! Sejak nonton Harry Potter, selalu berandai-andai bisa punya burung hantu yang bisa kirim surat cinta ke eneng. (eh dulu belum ada email tauk!). Alhamdulillah bisa kesampaian ketemu Hedwig KW super di Palembang Bird Park.

Untuk foto bareng caranya gampang! Cukup pakai sarung tangan khusus dan hola! Burungnya akan namplok di sarung tangan tersebut. Eh tapi untuk foto bareng ini dikenakan biaya lagi ya Rp.10.000. Untungnya saat itu ditemenin mbak Retno, berbekal kedipan maut jadi gratis deh muahahaha.

IMG_20160730_093355

Lirikan matamuuu, menariiik hatiii -nyanyik

Masih di kandang burung hantu, mbak Retno izin keluar sebentar. Ketika datang, tahu-tahu mbak Retno udah bawa satu ekor ular berukuran sangaaaat besar!

“Ada ya mau foto?”

Aku dan Deddy kompak menjawab : Nggak! Hahaha. Salut sama Heru yang berani nyoba foto bareng ular. Beda dengan kejadian di kandang iguana, buat foto sama ular sorry ya, aku nggak pake prinsip, “mumpung ada di sini” hahaha. Sumpah itu ngeliatnya aja bikin merinding!

IMG_20160730_093850

Ya ini dia kita sambut penyanyi dangdut ular kitaaaa HERUUUUU

Dikurung di Kandang Burung

Biasanya kan manusia yang mengurung burung. Nah di Palembang Bird Park ini posisinya sama, manusianya juga dikurung di kandang yang sama 😀

Ada 2 kandang berukuran sebesar rumah manusia di sana. Yang pertama dikhususkan untuk burung Jalak. Seperti Jalak Suren, Jalak Kebo dan Jalak Hongkong. Burung jalak ini makannya jangkrik. Kami dibekali masing-masing 1 cup mineral berisi jangkrik. Ntah ya, mungkin sudah terbiasa, melihat tangan kami yang memegang gelas mineral itu, burung Jalaknya langsung datang dan berebutan menjarah jangkrik.

Terus terang, lumayan kaget! Haha. Apalagi si Jalaknya semangat sekali mematuk-matuk telapak tangan. Tak heran jika beberapa anak kecil sampai menangis dibuatnya hahaha. Burung Jalak ini ditempatkan di satu kandang dengan burung Kulturin dan ayam Polan. Sekali lagi, mudah-mudahan mereka bisa akur haha.

DSC_0213

Burung Jalak diantara pengunjung.

Hari sudah semakin siang, pengunjung sudah mulai ramai. Namun, kandang sebelah jauh lebih ramai ketimbang kandang burung Jalak ini.

DSC_0217

Itu ada jembatan bambu. Sangat selfieable! hahaha

Kok beda?

Iya, soalnya di kandang sebelah burungnya lebih banyak, lebih berwarna-warni, lebih ramah terhadap anak kecil. Makanya wajar ya di sana lebih ramai.

Burung apa aja yang ada di sana?

Banyak! Ada burung Cilcilin, Poksai, Cicak Ijo, Pelatuk, Kepondan dan masih banyak lagi. Nah, burung-burung yang ada di kandang sebelah ini makannya pelet, bukan jangkrik. Jumlah burung yang ada di Palembang Bird Park yakni sekitar 2000 ekor. Dan sepertinya ¾ jumlah tersebut ada di kandang ini.

Bukan main ramai dan serunya. Pengunjung tinggal meletakkan pelet di telapak tangan aja puluhan burung langsung berebutan makan. Aaaak sungguh menyenangkan! Burung-burung ini menyerbu tangan, badan, paha (karena duduk di kursi kecil) dan beberapa lagi berdiri asyik di kepala (baca : topi) ku.

Tiba-tiba…

Plung, secuil kotoran hinggap di celanaku.

IMG_20160730_100645

Salah satu burung di sini bisa jadi tersangka yang telah menodai celanaku hahay

Hahaha, akhirnya aku kena ranjau juga. Tapi ya, nggak apa-apalah, tetap hepi. Lagian mau suruh burungnya pup di toilet kan kagak bisa!

Untuk itu, menurutku penting bagi pengunjung untuk membawa pakaian ganti. Apalagi jika pakaiannya mau langsung dipakai untuk beribadah. Oh ya, di Palembang Bird Park ini  dijaga ketat oleh security loh di masing-masing kandang. Papan informasi/petunjuk/adab selama berada di kandang juga ditampilkan dengan baik. So, jangan sampai ada kepikiran buat nyulik hewan-hewan yang ada di sana ya!

DSC_0227

Jika melukai hewan dendanya sejuta!

Mendadak Masuk Tipi

Sebagaimana informasi yang aku sampaikan di awal tulisan, kebetulan banget kedatangan kami ke Palembang Bird Park bersamaan dengan tim Metro TV yang niatnya mau siaran langsung dari sana. Beruntungnya lagi, mas Taris –presenternya, meminta bantuan kami untuk bersedia diwawancara.

DSC_0252

Mbak Retno sedang diwawancarai mas Taris

Tahu keinginan Heru yang sejak awal pingin masuk tipi hahaha, aku dengan senang hati “mengorbankan” Heru buat diwawancarai. Bagi yang mau lihat video kunjungan Metro TV ke Palembang Bird Park, bisa lihat di sini ya!

bird04

Nodong mas Taris buat foto bersama.

*    *    *

Alhamdulillah, kunjungan ke Palembang Bird Park sangat berkesan dan menyenangkan. Terus terang, aku sendiri nggak ngeh jika Palembang sudah punya taman wisata edukasi seperti halnya Paris Van Java Park yang ada di Bandung itu (stt, ownernya sama loh! Hihi, jadi nanti Palembang Bird Park akan sekeren PVJ Park!).

Sangat direkomendasikan mengajak anak-anak bermain di Palembang Bird Park ini. Selain murah meriah, orang tua akan dengan mudah mengajarkan anak untuk lebih mencintai lingkungan dan menghargai mahkluk hidup lain. Jangankan anak-anak, aku aja yang udah abege gini hepi banget dan rasanya banyak sekali informasi/pelajaran yang aku dapatkan.

So, kapan kamu mau ke Palembang Bird Park? 🙂

DSC_0264

Mari pulang… marilah pulang. Eh ini kolam ikan bisa dipakai untuk kegiatan menangkap ikan loh!

Palembang Bird Park

  • Jalan Gubernur H.A Bastari, Jakabaring Palembang
  • Persis di samping OPI Waterpark (kawasan Mall OPI)
  • Telp : 0711-5740127
  • Email : palembangbirdpark@8eternal.com
  • Fanpage : Palembang Bird Park
  • Instagram : @PalembangBirdPark
  • Buka setiap hari dari pukul 08:00 hingga malam menjelang –tsah
  • HTM Rp.50.000 flat. Untuk anak <2 tahun dan lansia >65 tahun Gratis!
  • Diskon 30% untuk kunjungan >25 orang, 50% > 50 orang dan 60% > 100 orang.
  • Untuk info lengkap silakan kontak mbak Retno di 08982157771 atau Diana 088274046918. Bilang aja ya tahu dari blog Omnduut.com untuk penawaran yang lebih spesial hahaha –kedip mbak Retno.
Iklan

60 thoughts on “Serunya Diserbu Burung di Palembang Bird Park

  1. cuma sepelemparan kolor nih palembang bird park dr rumah tapi males ya kesana mungkin nunggu lengkap kali ya pembangunannya soalnya HTM 50 ribu lumayan juga apalagi kalo sekeluarga yg datang

    • Oh di Jakarta juga ada ya mas? Kece ya berarti Palembang ini haha. Tempatnya juga rame terus. Alhamdulillah. Kapan ke Palembang? Nanti ajak aku sepedaan 🙂

  2. Pantes HTM-nya segitu ya soalnya udah include kasih makan juga. Biasanya di tempat lain gak termasuk kan. Hoalah owner-nya sama kayak yang punya PVJ Park toh, bakalan makin kece kayaknya bird park-nya om.

  3. Whoaaaa…. kereeeenn, ini lebih keren dari PVJ park om, disini gada kelinci kura-kuranya monyet adanya ice skating *ga nyambung* palembang mah uda kaya kebon binatang keren.

    Itu kura2 aja yg gede? burung yg gede mana om? *ini nanyanya aneh ya?* maksudnya macem kasuari, merak gitu ada ga?

  4. Wah, ternyata benar ya, tempatnya udah jauh lebih baik daripada waktu saya sekeluarga ke sana. Hewan2nya juga udah lebih banyak, jadi pengen ke sana lagi. Anak2 pasti hepi banget. Kalo liat perkembangannya kayak gini, rasanya jadi optimis ya kalo tempat ini setelah 100% kelar bakal jadi keren banget 🙂

    Btw, salam kenal juga yaa 🙂

    • Jika dibandingkan dengan foto-foto yang ada di blognya mbak jauh banget memang hehehe. Mudah-mudahan nanti kalau 100% selesai bisa jauh lebih kece ketimbang sekarang 🙂 makasih udah mampir ke blogku mbak ^_^

  5. Ping-balik: Palembang Bird Park (Jilid II) – When Samosir Meets Krones

  6. Mantap nih kalau bisa fotoan sama banyak burung. Jadi pengen wisata ke kebun binatang. Gak bisa jauh-jauh sampe ke palembang, cuba bisa keling bali. Mumpung di bali ke bali zoo yang ada di kabupaten gianyar ahh…

  7. Ping-balik: Tempat Nongkrong Ngehits & Instagramable Baru di Kota Lampung : Munca Teropong Laut | Omnduut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s