Bacaan

serunya menjelajahi asia tenggara melalui – ASEAN ESCAPE –

asean-escape_c-r-4

.

ASEAN ESCAPE

I’m Not Backpacker Series : Jelajah 10 Negara Asia Tenggara

| 2015 | Penulis : Hendra Fu | Penyunting : Raviyanto |

| Perancang Sampul : Suprianto | Pewajahan Isi : Ryan Pradana |

| Penerbit : Gramedia Pustaka Utama | ISBN : 978-602-032-1905 |

| Cetakan Pertama, 339 hal | Harga : Rp.75.000 | Skor ala Omnduut : 8.0/10 | Rating Goodreads : 4/5 |

 “One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” Henry Miller. 

Jadi inget dulu punya guru Geografi yang asyik banget cara ngajarnya, sampe-sampe kepanjangan ASEAN (Association of SouthEast Asian Nations) hapal di dalam kepala. Lalu, aku juga teringat ketika SMP harus menggambar satu persatu bendera negara anggota ASEAN (Brunei dan Kamboja jelas paling susah), juga harus menghapal ciri negara ASEAN. Siapa sangka, kini, satu persatu negara ASEAN mulai aku tapaki.

Tapi, eits! Langkahku masih kalah jauh dengan Hendra “Pandah” Fu, penulis buku kece ASEAN ESCAPE ini. Bagaimana tidak, Pandah sudah berhasil menjejakkan kaki ke 10 negara ASEAN dan berhasil menorehkan perjalanan-perjalanannya di buku setebal 339 halaman ini! Huaa, aku sirik! Di sisi lain aku ikutan bangga, sungguh! Karena aku sedikit banyak tahu perjuangan Pandah dalam menelorkan karya perdananya ini.

Sesuai nama blog Pandah http://letsescape.me, judul buku ini pun mengambil napas yang sama. ASEAN ESCAPE. Escape aka kabur pun menurutku adalah istilah yang cukup tepat untuk mengambarkan sebuah perjalanan. Walaupun ada ratusan atau bahkan ribuan alasan bagi orang untuk traveling, satu kesamaan dari semuanya, yakni upaya untuk (me)lari(kan diri) sejenak dari rutinitas sehari-hari.

“Eh, apa Pandah menulis tentang Timor Leste, juga?”

Jawabannya nggak. Walaupun letak Timor Leste di Asia Tenggara, namun sampai sekarang Timor Leste belum bergabung dengan ASEAN. So, buku ini pure membahas 10 negara yang tergabung di ASEAN, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam, Laos, Myanmar, Brunei dan Kamboja. Bayangkan, 10 negara dalam satu buku! Gimana nggak menjelma menjadi paket komplet buku ini, coba!

32400_289144484538067_597647796_n

Pandah di Thailand

Di tiap-tiap negara, Pandah membuka tulisannya dengan topik ‘Sehari di…” jadi, akan ada gambaran tempat apa saja yang menarik di kota (biasanya ibukota negara) tersebut dalam satu hari! Terus terang, awalnya aku menganggap bagian ini biasa saja. Namun belakangan, ketika aku membaca bagian negara yang belum aku datangi, bagian ini nampak terlihat jauh lebih menarik. Pembaca akan disuguhkan gambaran singkat mengenai objek wisata femes yang ada di kota itu.

Sebagaimana halnya Pandah yang bermuka chibi-chibi gembul menggemaskan, pembahasan buku ini juga ada kalanya akan menimbulkan gelak tawa dan lemak yang bergoyang. Aku tertawa geli takkala Pandah mendapati kesialan saat melakoni ‘Nongkrong ala Orang Vietnam’.

Bak Miss Universe yang sedang mengenakan rok kependekan, saya duduk dengan ribet bin gelisah. Bukan karena harus menarik-narik ujung rok atau menutupi paha dengan bantal, tapi karena saya harus ribet menjaga keseimbangan,” Hal.8

Ketahuilah, postur orang Vietnam itu memang langsing bak pragawati, makanya tempat makannya pun minimalis. Pandah harus menerima resiko terjengkang saat duduk di kursi mungil itu. Makanya Pandah, diet dong! –lalu aku seketika melihat tumpukan lemak di badan sendiri.

Perjalanan yang dilakukan tak jarang harus melintasi wilayah-wilayah penuh sejarah. Walaupun disajikan dengan ringan, aku sebagai pembaca cukup banyak mendapatkan informasi mengenai beberapa tempat yang dibahas. Misalnya saja pada tulisan ‘Siapa Pemilik Senyum di Candi Bayon’, Pandah menginformasikan mengenai ratusan patung yang menampilkan pahatan berbentuk wajah manusia yang sedang tersenyum. Menarik banget, kan? Jadi gak sabar ingin melihat langung ke Kamboja sana.

1970753_514449358674244_1861563790_n

Di Wayag, salah satu surga dunia

Pada tulisan ‘Surga Itu Bernama Wayag’ Pandah memaparkan mengenai keindahan Indonesia. Raja Ampat memang sangat terkenal akan keindahannya. Namun sayang, karena letaknya yang sangat jauh, butuh effort lebih jika ingin mengunjunginya. Yang jelas biayanya sangat mahal, makanya beruntung sekali Pandah dapat melihat langsung surga yang tersembunyi itu.

Bagaimanapun sulitnya perjalanan mendaki ke puncak Wayag, itu nggak sebanding dengan pemandangan yang akan kita lihat. Tak berlebihan jika Raja Ampat dinobatkan menjadi surge terakhir di Bumi,” Hal.161.

Si (Kaos) Kutang Traveler

Dari dulu, sejak pertama kali aku ‘kenal’, Pandah sudah tampil dengan ciri khasnya, yakni dengan memakai t-shirt tanpa lengan andalannya. Gaya berpakaian seperti itu sudah sangat melekat imagenya di diri seorang Pandah.

Hampir semua teman saya hafal, I am sleveless lover! Delapan puluh… eh bukan, Sembilan puluh persen foto trip saya selalu berhiaskan kaus lengan bunting murah yang kebanyakan saya beli di pasar souvenir. Selain nyaman dan tampak seksi, saya rasa kaus lengan buntung itu gue banget!” Hal.265

148178_289071347878714_1140834106_n

Tampil seksi, cewekpun dapat! 🙂

Aku pribadi termasuk yang mengikuti perjalanan Pandah, baik yang tersaji di sosial media terlebih lagi catatan-catatan perjalanan yang dituliskan melalui blog. –kembali sirik. Catatan perjalanannya selalu asyik untuk dinikmati. ‘Napas’ yang sama pun aku rasakan melalui ASEAN ESCAPE ini.

Jika pembaca memiliki espektasi akan mendapatkan informasi perjalanan terperinci dari buku ini? Maka mereka akan kecewa. Namun jika kalian ingin mendapatkan gambaran perjalanan yang berbeda, seru, asyik, dan seolah-olah diajak berkeliling ke 10 negara ASEAN, maka buku ini jawabannya!

Gambaran Pandah terhadap garis besar negara-negara yang dikunjungi dapat dinikmati di lebih dari 50 judul tulisan yang ada di buku ini. Setidak-tidaknya, kalian akan mendapatkan 50 pengalaman seru Pandah saat traveling di ASEAN. Keren gak tuh!

Selain itu, ada bab khusus yang membahas beberapa tips seputar traveling. Misalnya saja di bagian ‘The Art of Doing Nothing When Traveling’ yang tersaji dalam 2 part. Termasuklah tulisan ‘Agenda Romantis buat Para Pasangan’ yang isinya bikin piut piuuut. (padahal penulisnya jomblo bukan? Hahaha). So, apakah kalian siap menjelajahi dan mengkhatamkan perjalanan negara-negara Asia Tenggara di ASEAN ESCAPE ini?

PS : Semua foto diculik dari album sosmed-nya si Pandah.

“You don’t have to be rich to travel well,” Eugine Fodor.

Iklan

44 thoughts on “serunya menjelajahi asia tenggara melalui – ASEAN ESCAPE –

  1. Eh udah beres baca dan bikin review aja. Aku dong, baru baca sedikit haha.
    Thanks review nya Yan, jadi makin terpacu untuk buru-buru khatamin buku satu ini. Nice review 😉

  2. Omnduuuuut!! Terharu ih bacanya. Omnduut begitu memahami diri yang seberapa ini. Makasih banget ya buat reviewnya yang omnduut banget! Jadi senyum senyum sendiri ngebacanya hihi.

    Seperti kalimat ngelesnya bunda dorce,kesempurnaan hanya milik Allah, semoga kelemahan2 yang ditemukan di buku ini bisa dikritisi supaya bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi amiiiin

    Skali lagi makasih banget ya omnduutt, the review means beyond the world for me 🙂 really appreciate it…

  3. Hahaha aku udah baca juga mas. Cuma belum selesai. Bagian yang dingklik penyok itu bikin ketawa ngakak emang. Jadi inget tulisannya Trinity yang judulnya Gendut Traveler hehehe. :)))

    *Maaf oom Pandah, bukan maksud* *kabuuur* 😛

  4. Selamat buat Mas Hendra, kereen bisa nembus GPU. Kalau aku nggak pede pake kaus kutang di tempat umum, badannya kerempeng. Trus juga rawan masuk angin 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s