Pelesiran

Sakau Air Laut àla Karen Setia

541535_10200531628441323_1954286643_n

Foto by Julius Lumenta

Lama tak bersua, tahu-tahu seorang sahabat lama kini telah bertransformasi –robot kali¸ menjadi seorang diver handal! Karen Setia namanya. Di sela-sela kesibukannya bekerja dan pacaran ­–eh, beruntung Karen mau diwawancarai oleh blog Omnduut. Tanpa banyak basa-basi dan rapelan mantera, yuk mari kita berkenalan dengan diver asli kota pempek ini 🙂

PO1 : Halo Karen, apa kabar? Sebelumnya makasih sudah mau digangguin dan di  wawancara di blog Omnduut. Nah, boleh dong perkenalkan diri dulu, yakin deh pembaca blog Omnduut banyak yang mau kenalan. Siapa sih Karen? Trus ada hubungan apa sama bu Karen Agustiawan mantan dirut Pertamina itu? Atau jangan-jangan masih sodaraan ya sama si Karen O si vokalis band rock asal Amerika itu?

JK1 : Haha, halo Omnduut, Alhamdulillah kabar baik. Halo teman-teman pembaca setia blog Omnduut, perkenalkan, nama saya Karen Setia. InsyaAllah, dengan restu Allah Swt –uhuk, saya pun orangnya setia sesuai namanya. 🙂 Saat ini saya bekerja freelence di Public Relations di salah satu perusahaan diving di Jakarta. Saya juga PADI Divemaster. 

PO2 : Apa sih enaknya diving, En? Bukannya nonton bioskop dan makan bakso lebih enak? –eh

JK2 : Gak apple to banana nih perbandingannya. Hahaha! Jadi gini, diving itu bikin nagih, Yan! Coba deh sekali-kali rasakan pesona alam bawah laut. Pemandangannya itu… beeeh, bikin kita yang biasa hidup di kota dan sehari-hari nemu macet jadi takjub sekejab! Ibaratnya tuh ya, “bikin hidup semakin hidup!” –alagh!

10801680_10152844577047884_7139806197716023652_n

PO3 : Nah nah, jika ada yang kepingin nyobain menyelam, apa yang harus dipersiapkan, En? Apakah harus punya kadar kegantengan level berapaaaa gitu kayak penyelam kebanyakan? –iyakali

JK3 : Haha, ya minimal harus punya tampang sekeren Joseph Gordon Levitt atau minimal kayak saya! Haha, bercandaaaa. Jadi gini, yang jelas kalau mau jadi seorang diver itu harus mengambil diving course. Biasanya latihannya di kolam renang dulu. Secara teknis sih banyak yang harus diperhatikan. Yang jelas kalau sudah dinyatakan lulus baru deh bisa fun dave.

PO4 : Trus apa modal terbesar bagi orang yang ingin nyobain diving? Ya bisa budget atau hal-hal di luar budget. Misalnya perawatan tubuh gitu? Hehe.

JK4 : Hmm apa ya? Yang jelas, seorang diver harus punya keberanian. Karena kondisi bawah laut itu gampang berubah dan unpredictable. Banyak loh para diver yang setelah berada di kedalam laut eh panik trus mulai deh menyelam kayak bebek kena putas haha. Makanya kalau beginner sih nyoba aja nyelam di Ciliwung, eh salah ya? 😀 maksud saya, menyelam di tempat yang medannya relative aman dan tenang. Nah selain itu, kudu spare duit yang lumayan sih karena equipment aka peralatan diving itu muahal!

PO5 : Trus apa resikonya jadi seorang penyelam? Besar mana resiko terkait keselamatan sama resiko ketagihan?

JK5 : Resikonya gak nahan kantong, Yan! Beneran deh! Bayangin aja, udah peralatannya mahal, diving kan harus dilakukan di tempat yang “bener” hehe. Laut yang saya maksud. Misalnya dari Jakarta, tempat melipir yang memungkinkan paling kepulauan seribu. Nah, ke sana kan butuh ongkos kapal. Masa iya dari dermaga udah berenang pake ban bebek? 😀 resiko keselamatan jelas, itu yang utama. Kuncinya DO = Ikuti semua peraturan dalam diving. Gak boleh menyelam sendirian. DON’T = Penyelam macam apa yang datang hanya untuk merusak kehidupan underwater, hah? Dengan merusak terumbu karang misalnya. Sungguh terlalu!

1797402_10152351775502884_8291377177445364925_n

PO6 : Nah, ini bagian yang seru. Pengalaman diving paling tak terlupakan apa? Ketemu si muka rata di kedalaman air laut, mungkin? Atau ketemu putrid duyung? Hihi.

JK6 : Menyelam bersama ikan hiu di Wakatobi!

PO7 : So, sekarang kita ngobrolin barang bawaan ketika trip nih. Di luar peralatan menyelam, benda apa aja sih yang biasanya Karen bawa? Kira-kira, ada peralataan cewek nggak yang dipake? Bedak mungkin? Bedak khusus diver xixixi.

JK7 : Haha, emang apaan kudu bawa bedak? –iya kali kayak bedak dingin suku apaaa gitu :p paling juga bawa sunblock buat melindungi kulit. Eh tapi saya gak takut item loh. Gadget, kamera dan kadang-kadang laptop buat nulis. Kalo pakaian sih prefer ke kaos, celana pendek sama sandal jepit. Kalo pake celana panjang, ribet jalannya hehe. Lagian kita kan anak pantai, bukan anak gunung. So, celana pendek is the best.

10881650_10152972168662884_8576600034197523023_n

PO8 : Nah sekarang certain tempat diving yang oke di Indonesia! Yang jelas bukan Sungai Musi ya… hahaha.

JK8 : Kalo di Sungai Musi mah nyari umang-umang –dan langsung goyang dumang hehe. Favoritku itu di Pulau Komodo. Kalo yang termahal di Raja Ampat hohoho.

P09 : Nah ini mau nanya yang jeleknya. Karen pernah nggak kecewa ketika mendatangi salah satu tempat menyelam. Jika iya, mengapa? Atau punya pengalaman jelek saat diving mungkin? (ketemu dive buddy yang nyebelin misalnya :p )

JK9 : hmm, sayangnya belum pernah dan jangan sampe pernah 🙂 habisnya alam Indonesia itu serius indahnya Yan! Dan I always “orgasm” on the water! Hehehe. Paling agak bete kalo arusnya deras aja. Soalnya jadi susah gerak.

PO10 : En, gimana jadinya tuh ketika menyelam dan ketemu hewan yang (disangka) buas. Hiu misalnya? Bakalan lari atau malah diajakin kenalan? Hehe.

JK10 : Haha, justru saya mencari hiu! Film sudah menggambarkan hiu sebagai hewan yang sangat berbahaya. Namun, faktanya lebih banyak hiu yang terbunuh oleh manusia ketimbang manusia yang terluka/tewas di karenakan hiu. #SaveShark please! Sedikit informasi aja nih, dari 470 spesies hiu yang ada di dunia, 117 spesies diantaranya berada di perairan Indonesia! Yang bikin sedih itu, sekitar 60.000 ton hiu diburu tiap tahunnya! Mengerikan sekaligus menyedihkan! Hiks. –sodorin kanebo ke Karen.

PO11 : Nah dengan daya jelajah divingnya, tempat diving yang PALING ingin dikunjungi di mana lagi?

JK11 : Saya penasaran banget sama Belongas di Lombok. Itu untuk yang dalam negeri ya. Kalau luar negeri pinggin ke red sea. Yiha!

Coral-Reef-Southern-Red-Sea-Near-Safaga-Egypt

Beautiful of Red Sea. Sumber, travelphilosophy.com

PO12 : Apa sih tanggapan Karen dengan WNI yang lebih memilih liburan ke luar negeri ketimbang menjelajahi Indonesia?
JK12 : Wuidih, ini pertanyaannya njlep abis. Jadi gini, menurutku gak ada salahnya sih kalau ada yang berkeinginan berwisata ke luar negeri. Banyak factor yang melatarinya. Diantaranya, tentu kita semua tahu bahwa harga tiket ke luar negeri bahkan bisa jadi lebih murah ketimbang destinasi dalam negeri. Sah-sah saja, tidak harus dikotak-kotakan apalagi sampai dicap nggak nasionalis. Yang jelas, Indonesia itu indah dan kayaknya nggak akan pernah habis buat dijelajahi! –setuju bingits!

PO13 : Punya angan-angan nggak pingin diving sama siapaaa gitu? Sama artis mungkin? Atau dive master internasional?

JK13 : ……. –hening, ngg nganuu, pingin diving dengan calon istri. Hehehehe.

PO14 : Karen dalam tiga kata!

JK14 : EAT-DIVE-SEX –ouoooo.

10593140_10152763601482884_4276682254787558876_n

PO15 : Lalu, seberapa besar kegiatan diving ini mempengaruhi hidup seorang Karen? Lalu, apa pesan Karen terhadap pariwisata di Indonesia khususnya wisata alam bawah laut?

JK15 : Sangat besar. Setiap bulan suka kering “insang” saya. Saya suka sakau air laut. Kalau sudah selesai diving hidup saya normal kembali. Harapannya untuk pariwisata Indonesia… please, jaga terumbu karang dan kehidupan underwater di negeri kita yang elok rupawan ini. Jika bukan kita, siapa lagi kan?

11001921_10153093932722884_2371949855131181194_n

Hubungi Karen di FB : Karen Setia || Twitter : @Polinomsetia || Instagram : Karensetia

Catatan : PO bukan Pre Order ya, tapi Pertanyaan Omnduut. JK juga bukan Jusuf Kalla, tapi Jawab Karen hehehe

Iklan

41 thoughts on “Sakau Air Laut àla Karen Setia

  1. Setuju banget ama pernyataan ini “habisnya alam Indonesia itu serius indahnya Yan! Dan I always “orgasm” on the water! ”

    So far, masih belajar diving dan masih belum melakukan diving. Di Indonesia, aku tiap hari berenang selama 2-3 jam. Saking ngebetnya pingin bisa diving, ngejar SIM nya itu

    Ayoo Om…. Berenang. Its never to late to learm swimming. orang Indonesia harus bisa berenang Karena dikaruniai dan dikelilingi lautan.

    • Hiks iya banget ini. Beberapa kesempatan aku lewatkan karena gak bisa berenang 😦 dulu kalo ke kolam berenang “hanya” main air, gak pernah belajar serius 😦 *nyeseeel*

    • Emang pol-polan seperti apa sih? *setelmukalugu hahaha. En en, ini ada masukan. Eh atau coba ngadain akad nikah dalam air aja. Belum pernah ada kan? hahaha

  2. Wow, diving ya Om… berenang saja saya gaya batu, macam mana mau diving Om… :huhu.
    Tapi keren Mas Karen ini (awalnya juga saya kira cewek lho :hihi) ya Om. Pekerjaan sesuai dengan passion dan panggilan jiwa, betul-betul bisa menikmati. Semoga kita juga bisa sepertinya :)).

  3. wuaaaa serunyaaaa,,, saya terakhir diving di bali dan kapok mas.. hehehehhe.. air laut ombaknya gak seperti kolam renang ya.. hiks hiks.. mungkin karena belum baca tips tips Q&A begini yaa.. makasih sharingnya..

  4. Pas banget Ciliwung deket rumah… bisa belajar selam di situ deh…
    Pengen banget punya diving license, apa daya laut asin, ga enak buat renang, coba ga asin atau dikasih sirup dulu gitu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s