Serba

Kopdar Perdana WPers : Djangki

3

Yeay, Kaka’ Djangki di Palembang!

Dulu, ketika masih ngelapak di multipy, aku sempat beberapi kali kopdar dengan teman-teman MPers. Sebagian besar dilakukan di Palembang (hanya beberapa di luar kota, ketika aku mengunjungi kediaman mereka). Nah, setahun pasca MP tewas, kini hatiku telah berhasil berpaling ke pelukan wanita eh wordpress, kesempatan kopdar itu akhirnya datang lagi. Yeay!

Ialah kaka’ Djangki a.k.a Isna, pegawai kantoran perusahaan mentereng itu yang menjadi WPers pertama sekaligus mendapatkan kehormatan #apasih? :p untuk mendatangi kediaman keluarga kami di kampung kecil yang ada di Palembang. Sebelumnya, rencana kopdar dengan Ari dan Roy sempat tercetus namun gagal karena beberapa sebab. Nah, Isna ini rencananya mau sowan anak-bini di Ambarawa sana. Berhubung direct flight ke Yogya hanya ada dari Palembang, jadilah Isna memakai rute itu dan mampir ke rumahku.

Sabtu, 16 November 2013 pukul 3 subuh, Isna menelepon dan memberi kabar bahwa dia sudah berada di depan sebuah lorong kecil di kampungku. Ini gegara supir travel nggak mau mengantar sampe ke depan rumah. Padahal sih, dari lorong tempat Isna menunggu, rumahku berjarak 15 rumah saja dari situ. Yo wes gakpapa. Memang kejadian ini sudah diantisipasi. Aku juga maklum, soalnya masuk jalan Silaberantinya sampe ke ujung banget. Tuh supir juga takut diculik kali ya hahaha.

“Loh kok beda ya sama yang difoto,” komen Isna begitu masuk ke ruang keluarga. Hahay, beda pigimana ya? Saking penasarannya, aku sempat bikin GA di grup Komunitas Postcrossing Indonesia (yuk gabung! *iklan*) menggunakan pertanyaan ini. Ternyata, menurut Isna, aslinya aku lebih kurus ketimbang difoto. Idih bohong ah! Bilang aja kalo aslinya lebih semok dari yang difoto. #okeabaikan. Asyik, Isna bawa oleh-oleh dodol Jambi banyak banget. Subuh itu juga langsung aku cicipin! Enak loh. Dodolnya gak semanis dodol Jawa. Dan maaf, gak sempat terfoto. Udah ludes dan bermigrasi ke perut dodolnya ^^

12

Dibikin khusus untuk pamer ke grup Komunitas Postcrossing Indonesia

Habis subuh, Isna milih untuk beristirahat. Bangun lagi ketika akan sarapan pagi. Setelah itu kami jalan kemana, kah? Tidak ada! Haha. Soalnya penerbangan Isna jalan jam 2 siang. Lagian, Isna kan pernah hampir setahun tinggal di Palembang. Jadi, untuk tempat-tempat semacam BKB, Jembatan Ampera dan kawan-kawannya, Isna sudah khatam-lah. So, seharian itu kerjaan kami ya cuma ngobrol. Sesekali diselingi acara pamer-ria. Pamer postcards maksudnya hehe. Dan, uhlala… Isna sampe kasih oleh-oleh map postcards buanyaaak banget. (eh Isna juga jual loh. Klik aja di sini kalau mau lihat-lihat. Postcardsnya kece! Lumayan buat promosi Indonesia, kan?)

8

Contoh Mapcards bikinan Isna

Jam 11 siang kami pergi menuju bandara. Iya sih kecepetan. Namun berhubung disaat yang bersamaan harus nganterin Ibuk kondangan, kepaksa Isna kudu ikutan pergi juga sehingga kelamaan nunggu di bandaranya. Gakpapa kan? 🙂 Sebelum pergi, Isna kasih sebuah gulungan ke aku dan mewanti-wanti agar aku baru membukanya setelah dia pergi. Kupikir ini kerjaan iseng Isna yang nyetak fotoku menjadi kalender. Maklum, Isna ini jago ngedit. Namun, setelah dibuka… Aaaaaa PRAHA! Karlov bridge aka Charles bridge terlihat dari kejauhan. Gambarnya langsung aku tempel di kamar. Bahkan, saking kangennya dengan Praha, aku mulai lagi deh nontoh The Amazing Race 🙂

9

Cakep banget kan! *kabel TV ikutan nyempil di foto haha*

Seminggu berselang…

24 November 2013, Isna dijadwalkan tiba di Palembang pukul 12:30 WIB. Sungguh, itu Sabtu yang hectic. Dimulai dari belajar, nganterin Ibuk ke Rumah sakit nengokin kakak sepupu (yang udahnya pake acara mampir ke toko kosmetik segala) trus udahnya mampir ke toko tante, nah disinilah aku menerima SMS dari Isna dengan kabar kalau dia udah sampe di Palembang! Hey, padahal itu baru jam 12. Jadilah, aku langsung kabur ke bandara. Ibu sih dengan senang hati ditinggal di butiknya tante *modus*

Benar saja, sampe di bandara keliatan muka Isna udah sepet kelamaan nunggu (haha becanda). Di perjalanan, mendadak muncul ide untuk mampir ke rumah ibu kos-nya Isna ketika masih jadi pelajar di Palembang. Kami sempat mampir sebentar ke mini market beli oleh-oleh. Sampai di tempat kos, keliatan banget deh si Isna ini dulu penghuni kos yang disayang. Berulang kali ibu kos membandingkan kesantunan Isna dengan anak-anak kos yang sekarang menghuni rumah kontrakannya. *kasih jempol* eh ngomongin oleh-oleh. Sepulang dari Ambarawa, Isna bawain kami bandeng presto euy! Aaa tahu aja kami sekeluarga pecandu ikan. Apalagi bandeng presto itu salah satu yang paling enak 🙂 Selain itu, Isna juga bawain beberapa majalah National Geographic untuk aku pinjem. Titipan Sekar dan Rendy (postcrosser asal Yogya) juga aku terima dengan sukacita.

7

Akhirnyaaa… bisa baca majalah National Geographic *terharu*

Balik lagi ke kosan lama Isna. Kami ngobrol lumayan lama ya. Lebih dari dua jam. Bahkan sampe makan siang segala di sana (habis dipaksa sih sama bu kos. Jadi enak deh :p). Udahnya, balik lagi ke kampung di Silaberanti, Plaju. Isna istirahat sampe sore. Malamnya? Aha! Kami jalan ke sekitaran BKB. Sempat ngupi-ngupi (padahal aslinya minum air mineral) dan makan pempek di warung terapung. Sekilas terasa nikmat, tapi… pusing euy! Tuh kapal goyang mulu *mending diajak goyang caesar aja sekalian ya kayaknya* dan kawasan Benteng Kuto Besak malam itu rameeeeeeeeeeeee banget. Sampe-sampe mau foto aja susah! Makanya gak bisa dapet banyak foto yang cakep di sini.

11

Mau foto jembatan Ampera aja susah banget! penuh sesak!

1

Warung terapung tempat kami nyemil pempek 😀

5

Perahu naga biasanya dipake untuk jalan-jalan ke Pulau Kemaro

Kami beranjak memutari kawasan Kambang Iwak. Aku sempet ajak Isna olahraga pagi di sini. Soalnya kalo Minggu pagi, nih tempat berubah jadi kawasan kuliner dadakan. Banyak banget yang jualan ini itu. Eh, jadi ini mau olahraga atau jajan? Haha. Mungkin gegara menangkap maksud lain dari ajakan itu, Isna memilih untuk nyambung tidur aja habis subuh. Dan… ternyata pagi itu hujan deras! So, keputusan untuk gak ke Kambang Iwak tepatlah.

Kami lalu berhenti di warung Martabak HAR yang tersohor itu. Warung makan yang sama yang dulu pernah didatangi om Jusuf Kalla. Ternyata, ini pertama kalinya Isna makan martabak HAR. So, keputusan tepat untuk icipin martabak HAR malam itu. Begitu akan mengarah ke Plaju lagi, Isna tertarik untuk foto-foto di pangkal jembatan Ampera. Ada semacam landmark kota di sana. So inilah foto narsisnya Isna 🙂

4

Dengan latar Masjid Agung dan kemacetan lalu lintas

6

Ini macet menuju jembatan Ampera loh. Terlihat bundaran air mancur sedang direnovasi.

Oh ya, karena Isna penasaran dengan pempek yang ada di kawasan 7 Ulu samping kelenteng Dewi Kwan Im. Isna ngajakin buat nyoba pempek di sana. Hayuklaaah. Sayangnya, warung pempek langganan keluarga kami tutup. Masih ada sih yang buka. Hanya, karena suatu alasan, kami memilih warung pempek yang lain. Kami lalu mampir di warung pempek Flamboyan di kawasan 16 ulu. Makan di pempek di sini lumayan lama. Bahkan sampe tokonya mau tutup hehehe. Di sini juga aku banyak tahu cerita tentang Isna. Termasuk cerita perjuangan Isna mendapatkan istrinya dulu. 😀 hari menjelang malam kami pulang dan lanjut ngobrol di rumah hingga lewat tengah malam.

2

Kampung Kapitan yang berada di seberang Ulu.

Karena ada hajatan di halaman rumah, praktis kami tidak bisa jalan kemana-mana. Sempat berencana untuk mengunjungi Masjid Laksamana Cheng Ho yang ada di Jakabaring. Namun batal karena kami kedatangan satu tamu lagi. Dia adalah Rio. Mahasiswa Unsri yang juga traveler sejati. Rio ini admin di grup Backpacker Dunia loh! Nah, seneng banget dong aku bisa dengar banyak pengalaman Rio selama trip di Asia Tenggara. Dalam waktu dekat, Rio berharap bisa ke Pakistan dan India. Semoga tercapai ya Rio impiannya 🙂 *berdoa untuk diriku juga ^^*

Sore jam 4, Isna sudah ditunggu travel untuk kembali ke Bangko, Jambi. Kami bertiga (bersama Rio) lantas pergi ke Gramedia. Loh kok? Iya soalnya ada buku yang Isna cari. Eh ya sebelumnya mampir dulu ke pasar cinde beli oleh-oleh ding. Kami berpisah dengan Rio di sana. Kurang lebih jam 17:30 WIB, mobil travel mulai jalan. Dan kaka’ Djangki ini kembali ke aktifitasnya sebagai abdi negara. ^^

Kopdar yang berkesan tentu saja. Apalagi ini kopdar pertamaku setelah sekian lama gak ketemuan lagi dengan teman dunia maya. Ya, semoga Isna juga betah ya tinggal beberapa hari di rumah kami (3 hari 1 malam hahaha). Dan… semoga di lain waktu aku bisa gantian mengunjungi Isna di Bangko. Oh ya, untuk temen-temen yang lain, kalau kebetulan ke Palembang dan mau kopdar, yuk mari 🙂 asalkan gak keberatan diajakin keliling kota naik motor pak Lurah model jadul itu dan gak risih aku ajakin makan di warung pinggir jalan. InsyaAllah, jika ada waktu dan memang waktunya pas untuk kopdar, aku mau aja untuk ketemuan! So? See you in Palembang! ^^

PS : Hingga berakhirnya kopdar, baru ngeh gak ada foto berdua dengan Kaka’ Djangki ini >.<

Iklan

71 thoughts on “Kopdar Perdana WPers : Djangki

  1. Eh, kalo aku ke Palembang ajakin aku ngemil pempek di warung terapung itu yaaa… Aku penggemar berat pempek. Tau gak, waktu hamil Lala kemaren, hampir tiap malem aku dibeliin pempek ama suamiku… *doyan apa maruk, bu?

    • Siaaaap mbak Dee 🙂
      Andai gak terlalu rame, asyik bener berada di warung ini. Sayangnya malam itu posisinya terhalang dermaga jadi jembatan Ampera gak terlalu kelihatan.

  2. Aku mau Yan diajak kopdaran klo ke Palembang 😀
    Eh itu kartupos map Isna bikin sendiri? Kemarin dapet satu dari Isna. APIK!
    Jadi, gimana cerita perjuangan Isna ngedapetin istrinya? 😆 *lalu bergosip*

    • Iya mas Wib 🙂 wong P’lembang. Wong kito galo ^^

      “aku arep” itu maksudnya apa ya? “Aku mau” gitu artinya? Yuk mas Wib gabung di postcrossing ^^ sekalian mempromosikan Indonesia 😉 kalo gak salah mas Wib ini punya banyak koleksi foto yang cakep2, nah itu bisa cetak sendiri tuh kartu posnya 🙂

  3. Ping-balik: Pulang (1) | djangki | avantgarde

  4. Ping-balik: Pulang (3) | djangki | avantgarde

  5. Ping-balik: Kopdar Seru Bareng Artis KPI |

  6. halo om nduut salam kenal, kebetulan kita juga berteman di fb & saya juga adalah temannya isna, cuma mau komen majalah NGT & NGI nya bagus ya om (hehe colek isna)

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s