Bacaan

misteri terranian – THE COUSINS : FLAMA ELEMENTA –

scan0002

::: The Cousins : Flama Elementa :::
| 2013 | Penulis : Dian Onasis | Editor : Beby Haryanti Dewi |
| Penata Letak : Efhaes | Desain Sampul : Tim Pelangi | Koordinator : Rudy Paryudi |
| Penerbit : PT. Penerbitan Pelangi Indonesia | ISBN : 9786027800847 | Harga Rp. 45.000 – |
| 147 Hal | Skor ala Omnduut : 7.8/10 |Rating GR : not yet |

Lex adalah siswa sekolah dasar yang gemar mengamati dan mempelajari benda-benda luar angkasa. Di kamarnya banyak tertempel poster-poster berbagai macam gambar planet. Selain itu, Lex sangat menggemari musik. Bersama kedua sepupunya –Max dan Morrin, setiap hari mereka berlatih demi mempersiapkan diri di sebuah kompetisi band. Band mereka dinamakan The Cousins. Nama yang sangat pas mengingat mereka bertiga saudara sepupu.

Suatu hari, Lex kedatangan sepupu jauh yang berasal dari Lombok. Vito namanya. Sebetulnya Lex tidak terlalu mempermasalahkan kehadiran Vito. Hanya saja, Lex tidak terlalu suka dengan kepribadian Vito yang dingin dan acuh. Atas permintaan orang tuanya, Lex mencoba bersikap ramah. Sayang, sikap Vito tidak berubah. Ia tetap sosok yang menyebalkan. Sebetulnya Lex kasihan dengan Vito, karena Vito harus menghadapi situasi sulit dimana ayahnya –Uncle Bill, yang seorang peneliti mendadak hilang. Sedangkan mamanya –Tante Rosy, harus berjuang sendirian demi bisa menemukan kembali Uncle Bill.

Suatu hari, Vito yang acuh mendadak tertarik dengan gelang yang dipakai oleh Morrin. Seperti mendapatkan firasat, Vito secara ketus berkata kepada Morrin bahwa ia tidak pantas mengenakan gelang dengan ornamen batu berwarna merah tersebut. “Kupikir, gelang itu tidak cocok denganmu. Kamu tidak berhak mengenakannya,” sahut Vito. Hal.20. Mendengar hal itu, terang saja Morrin kesal. Apalagi itu gelang yang mahal dan ia beli dengan penuh perjuangan. Benar saja, belakangan Morrin merasakan efek aneh dari gelang tersebut. Puncaknya, ia mendadak pingsan di sebuah taman. Vito yang melihat segera membantu. Tiba-tiba, batu quartz berwarna merah itu malah terserap ke tubuhnya. Sebelum pingsan, Vito merasakan tubuhnya bereaksi. Secara mengejutkan tubuhnya bisa mengeluarkan api!

Belum hilang rasa penasarannya terhadap batu quartz yang kini berada di tubuhnya, Vito kembali merasa ada yang tidak beres dari keberadaan Om Jovan –guru musik Lex, Max dan Morrin. Bagi Vito, Om Jovan adalah sosok yang misterius. Ia merasa Om Jovan memiliki tujuan lain ketika berada di rumah itu. Benar saja, Om Jovan sering sekali bertanya tentang batu quartz merah yang sebelumnya dimiliki Morrin. Siapakah Om Jovan?

andromeda

Galaksi Andromeda. Gambar dari sini.

Untunglah sedikit demi sedikit rasa penasaran yang ada di benak Vito mulai terjawab. Secara mengejutkan, di suatu malam ia kedatangan ayahnya! Namun, bukan dalam sosok seperti biasa, ayahnya datang dalam bentuk hologram! Dari ayahnya pula Vito akhirnya mengetahui beberapa fakta mengejutkan tentang ayahnya. Ayahnya masih hidup, namun tidak berada di bumi, melainkan di planet terra di galaksi andromeda! Dari ayahnya pula, Vito diingatkan bahwa hidupnya terancam! Ada banyak pihak yang kini mengincarnya. Dan Vito harus berjuang untuk melawan itu semua. Di sisi lain, Vito gamang, apakah The Cousins harus ia libatkan? Terlebih Lex sempat memergokinya sedang berkomunikasi dengan hologram ayahnya. Bagaimana Vito menjelaskan itu semua?

The Cousins adalah novel remaja bertema misteri dengan gabungan sedikit unsur science fiction di dalamnya. Dari awal pembaca sudah dibuat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Uncle Bill. Juga mengenai keberadaan batu quartz merah yang ternyata memiliki kekuatan khusus dan mengandung elemen api –flama elementa. Interaksi antara Lex dan Vito juga menarik. Hubungan dua sepupu yang tidak terlalu dekat ini memang unik. Di satu sisi, merasa terganggu dengan keberadaan satu sama lain. Lex mengeluhkan sikap Vito yang terlalu pendiam. Sedangkan Vito menganggap Lex terlalu ‘ribut’ dan cerewet. Padahal mereka punya satu kesamaan. Mereka berdua sama-sama tertarik dengan benda luar angkasa. Dan… sebetulnya, satu sama lain juga saling membutuhkan.

1f283-db6d05509fd494f3648d907861bedb7b

Penggambaran hologram. Kehadiran Uncle Bill seperti ini kurang lebih. Gambar dari sini.

The Cousins adalah novel remaja yang apik. Penulis mampu memilih diksi yang lugas dan tidak bertele-tele. Melalui novel ini, juga terlihat bahwa penulis cukup mengikuti tren fiksi dan film yang bertema serupa. Siapapun pembacanya, jika menggemari fiksi dan film bertema science fiction pasti bisa menebak dan mengaitkan beberapa unsur novel yang mirip dengan beberapa kisah film fiksi lainnya.

Dari novel ini pula terlihat penulis melakukan riset yang lumayan banyak demi menggarap novel ini. Dari hal-hal sederhana seperti pemilihan nama tokoh, penulis mampu memilih nama yang berkaitan dengan luar angkasa. Walaupun karena nama-nama unik itu pula awalnya aku sedikit terkecoh. Aku mengira novel ini bersetting dimasa depan (dengan gambaran bahwa mereka sudah menggunakan kendaraan yang bisa terbang haha), namun ternyata Lex dan para sepupu tetap hidup di masa sekarang. Kemuktahiran beberapa unsur di novel ini -seperti keberadaan sosok Uncle Bill yang berbentuk hologram, masih bisa diterima akal pembaca karena kisah di novel ini berhubungan dengan keberadaan galaksi lain di luar sana. Vito yang hidup di galaksi bimasakti harus menerima fakta bahwa ada kehidupan lain di galaksi andromeda. Galaksi yang berjarak 2.5 juta tahun cahaya, dan itu semua ada hubungannya dengan Uncle Bill.

Bagaimana dengan ending? Di The Cousins ini, penulis menyajikan ending dengan mengandalkan imajinasi masing-masing pembaca. Ini memang ending yang lumrah dibeberapa sajian fiksi. Aku pribadi cukup menikmati, walaupun banyak sekali rasa penasaran yang belum terjawab. Aku juga merasa bahwa ada beberapa benang merah yang masih terurai dan menurutku jika dihubungkan The Cousins akan jauh lebih seru –misalnya saja kematian orang tua Max dan Morrin. Aku membayangkan jika bagian ini bisa dihubungkan dengan keadaan yang sedang terjadi pasti lebih asyik. Setidaknya, aku merasa, jika The Cousins direncanakan untuk dibuat sekuelnya, pasti akan lebih seru! 🙂 Semua kemungkinan bisa terjadi, kan? Akhirnya… untuk novel dengan pangsa pasar remaja, The Cousins adalah sajian yang menyenangkan. Buktinya, aku sangat menikmati petualangan Lex dan Vito ini* oh ya tentang kaver, aku suka! warnanya gelap dan memang unsur misterinya dapet. Walaupun menurutku penggambaran tokoh Vito di sampul agak terlalu tua. Aku membayangkan jika modelnya sedikit lebih muda seperti Dakota Goyo pasti lebih cakep. 😀 Selamat membaca 🙂

*Ya, aku kan masih remaja. Kenapa? Mau protes? –panggil Vito, pinjem kekuatan flama elementa-nya. Hahaha.

Iklan

17 thoughts on “misteri terranian – THE COUSINS : FLAMA ELEMENTA –

  1. makasih om Yayan… eh.. dik yayan..

    btw… ulasannya menarik.. membuat uni terpikir untuk membahas soal kematian orang tua max dan morrin nantinya..

    doain buku ini laku ya…. soalnya diniatkan buat trilogi…. kan unsurnya nanti ada ….. *ups jangan sampe blooopeeer..hihihihi

    *eh uni jadi gogling dakoya goyo itu siapa ya.. soalnya uni ngebayangin vito itu bule bangeeeet.. rambut pirang..hihihi..

    ih..uni udah lihaaat..

    aduuuuh yayan.. imaginasimu sama dengan uni… huaaaa… uni pengen vito seperti itu.. mata tajam, rambut bule kemerahan.. dan pendiam… hihihi.. makasih ya atas infop dakoya goyo nya..

    dan untuk semua nama tokohnya, uni riset kayak mau nyari nama untuk anak kandung uni… hehehe semuanya punya makna sendiri sesuai karakternya..:)

    makasih yaaaa… *pengen meluk, tapi tahu diri..bukan muhrim…hahahah

    • Haha, alhamdulillah kalo berkenan dengan ulasan ini, Uni. Yup, kelak Max & Morrin kayaknya bakalan lebih banyak terlibat. Apalagi karakter mereka kan memang unik. Apalagi Morrin 😀 trus, penyebab kematian ortu mereka kan memang baru sekilas dikasih tahu, pasti bisa dikembangin lagi. Yakin deh sama Uni.

      Nah, Dakota Gayo itu yang main film Real Steel, Uni. Udah nonton belom? filmnya bagus. Ada unsur science fiction dan hubungan ortu dan anak. Karakter Gayo di film itu mirip kayak Vito. Misterius dan agak sombong hahaha. Walaupun belakangan Gayo cerewet kayak Lex. Hihi. Dari awal kenal dengan Vito aku langsung keinget Gayo.

      Peluknya diwakilkan Aam aja uni. ^_^

  2. Ping-balik: misteri terranian – THE COUSINS : FLAMA ELEMENTA – | CambaiMultiply

  3. Ping-balik: Dianonasis

  4. Klo suamiku baru suka tema spt novel ini, saya ga terlalu suka, suka baca reviewnya saja hehe.
    Ini novel dalam atau luar negeri sih? Judulnya bahasa Inggris tapi Penasaran dg kalimat “Lex kedatangan sepupu jauh yang berasal dari Lombok”. Maksudnya Lombok di Indonesia kan?? :D.

    • Ini novel dalam negeri mbak Nella 🙂 Walaupun settingnya tidak disebutkan secara gamblang sepertinya berlokasi di Jakarta. Iya, judul itu mengacu ke grub band yang dibentuk oleh Lex dan para sepupunya ^^

  5. Kayaknya sih novelnya menarik.
    Eh tapi saya gak suka novel yang tuebel2 sih.
    Gak kuat bacanya, hahaha…
    Biasanya juga baca novel non fiksi komedi yang tipis2 😀

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s