Bacaan

Bacaan & Tontonan Terbaik di 2025

Sebetulnya udah sejak dari tahun-tahun sebelumnya mau bikin rekapan buku dan film terbaik, apalagi setelah memantau versi Qui* yang bikin takjub. Tapi, kadang keinginan gak berbanding lurus dengan eksekusi. Eh tahu-tahu udah berganti tahun lagi, dan versi lama gak jadi ditulis. Nah berhubung salah satu keinginan di 2026 adalah lebih rajin ngeblog, marilah saya mulai dengan merekomendasikan bacaan dan tontonan (film dan serial) yang saya lahap selama 2025.

Sebelum lanjut baca, perlu saya sampaikan jika apa yang saya baca dan tonton, bisa jadi bukan buku atau film yang diproduksi dan tayang di tahun 2025 ya. Sebagian adalah buku dan film yang udah lama banget tayang tapi baru saya lahap setahun kemarin.

Untuk film yang tayang di 2025, tentu saja saya tonton di bioskop yakni antara XXI, CGV atau Cinepolis karena Cuma 3 jaringan bioskop itu yang ada di Palembang. Nah, untuk film/serial yang tayang di OTT, utamanya saya tonton di Netflix, Disney Plus atau Prime Video. Sisanya ya baru di Klik Film, Bioskop Online, VIU, Catchplay, Apple TV bahkan Hulu. Sedangkan buku, 100% saya baca versi cetakannya, walaupun saya punya akun di Ipusnas, tapi memang lebih nyaman baca versi buku fisik.

Dan, tentu saja, karena ini bacaan & tontonan terbaik versi saya, mungkin ada yang nggak cocoknya dengan versi kalian. Ya, nggak perlu diperdebatkan juga sih ya haha sebab semua perkara selera, toh!

Di sepanjang 2025, saya baca 101 buku, nonton 78 film dan 32 serial. Banyak? Relatif. Sebab yang lebih banyak juga ada. Trus, sebagian teman ada yang nanya, “sempet ya? Kapan waktunya sih buat baca/nonton?” sebagai info, sebagai anak rumahan, saya emang lebih banyak waktu di kamar. Jadi, ya, disempet-sempetin, apalagi nonton dan baca adalah kegiatan yang saya gemari (selain olahraga lari juga, menyusuri spot-spot lari terbaik di Palembang) sebab lumayan bisa rilis stress hehe.

So, ini dia bacaan dan tontonan terbaik di 2025 versi omnduut! Silakan klik judul masing-masing untuk baca ulasan lengkapnya, ya! Tulisan akan mengarahkan kalian ke akun letterboxd atau goodreads saya.

BUKU

  1. Janji oleh Tere Liye (2021)

Tentang Tiga santri bandel Hasan, Baso, dan Kahar yang diberi tugas berkelana oleh guru mereka mencari mantan santi bernama Bahar yang kemudian membawa mereka ke berbagai tempat dan pertemuan yang secara tidak langsung memberi perjalanan hidup bagi mereka -dan juga saya sebagai pembaca. Skor 8,8/10

  1. Gyo (2002) & Uzumaki (2000)

Nama besar Junji Ito sudah lama saya dengar, namun baru sempat saya kencani tahun lalu -makasih Alan atas pinjamannya. Satu kesamaan dari dua komik ini adalah gaya penceritaan Junji Ito yang absurd dengan gambar-gambar yang bikin merinding. Keduanya masing-masing saya kasih skor 8,9/10.

  1. Sea Prayer oleh Khaled Hosseini (2018)

Pecinta buku pasti udah kenal dengan nama Khaled Hosseini lewat karyanya Kite Runner. Nah, Sea Prayer ini adalah buku yang terinsiprasi dari kisah Alan Kurdi, bocah asal Suriah yang tewas tenggelam saat mencari suaka. Walau bukunya tipis dan banyak gambar, tapi sedihnya sampe terasa ke ulu hati. Skor 9/10.

  1. Impian Sang Penulis Cilik oleh Wiwik Waluyo (2025)

Saya tuh banyak baca buku anak dan bahkan mengoleksinya. Namun, dari sederet buku anak yang say abaca tahun lalu, Impian Sang Penulis Cilik ini terasa begitu berkesan. Kisah anak pinggiran yang harus menerima kehadiran ayah baru ini manis sekali. Apalagi penulisnya jago menghubungkan lokalitas dan selipan informasi (seputar Kabupaten Barus, latar ceritanya) yang saya sendiri belum pernah dengar. Skor 9/10.

  1. I Was Rat oleh Phillip Pullman (1999)

Jika tadi penulis Indonesia, yang ini penulis luar. Berkisah tentang pasangan manula tanpa anak yang tiba-tiba kedatangan bocah lelaki dengan pengetahuan dasar hidup minim (dia bahkan gak tahu cara menggunakan sabun) sebab bocah lelaki ini mengaku ia tadinya adalah seekor tikus! Twistnya mind blowing. Skor 9/10.

Kota Paris, latar belakang buku Lurah Paris. Sumber gambar as1.ftcdn dot net

  1. Lurah Paris oleh Alijullah Hasan Jusuf (2022)

Sebagai penggemar dua seri Penumpang Gelap (2015) & Paris Je Reviendrai: “Aku kan Kembali” (2016) yang bercerita tentang pengalaman nyata Alijullah yang menyelinap di pesawat tanpa tiket dan visa hingga membuat ia terdampar di Eropa, nah buku ketiga bertajuk Lurah Paris ini lebih banyak bercerita pengalaman Alijullah saat bekerja di KBRI Paris. Dari melayani para pejabat hingga menjadi saksi berbagai peristiwa penting disajikan di sini. Salah satu seri buku bagus yang nggak banyak dikenal orang. Skor 9/10

  1. The Count of Monte Cristo oleh Alexandre Dumas (1846)

Tentang pelaut muda berbakat Edmond Dantès yang ditangkap dengan tuduhan sebagai simpatisan Napoleon Bonaparte dan dipenjara tanpa adanya sidang yang adil. Sepanjang 658 halaman pembaca akan diajak untuk melihat cara Edmon Dantes membalas dendam terhadap perlakuan yang ia terima. Seru banget! Padahal yang terbit di Indonesia adalah versi ringkasannya atau abridged edition sebab versi aslinya berjumlah 1200 halaman! Skor 9/10.

  1. Kambing & Hujan oleh Mahfud Ikhwan (2015)

Kisah cinta sederhana antara Mifta dan Nurul yang walaupun sama-sama Islam, namun terhalang perbedaan pemahaman cara menjalankan ibadah. Sebab, keduanya (dan tentu saja orang tua masing-masing mereka) beribadah dengan cara berpatokan di dua organisasi agama Islam (terbesar di Indonesia) yang berbeda. Unik dan gak heran buku ini diganjar pemenang pertama Sayembara DKJ 2014. Skor 9/10.

  1. Ulid oleh Mahfud Ikhwan (2009)

Pasca baca Kambing & Hujan, saya langsung berburu buku-buku Mahfud Ikhwan lainnya dan rupanya, kisah sederhana kehidupan Ulid dan keluarganya ini lebih menyenangkan untuk saya nikmati. Mahfud Ikhwan langsung bersanding dengan Remy Sylado sebagai penulis Indonesia yang paling saya sukai. Cara bertutur yang sederhana dan kisah-kisah yang terasa dekat adalah kekuatan utama dari tulisan-tulisan yang ia buat. Skor 9,4/10.

Lukisan Stormy Petrel of Medicine. Sumber gambar imgur dot com

  1. The Body: Pedoman Bagi Penghuni oleh Bill Bryson (2021)

Siapa sangka, skor tertinggi bacaan di 2025, urutan pertamanya ditempati buku non fiksi berjudul The Body ini. Sungguh, baca buku ini bikin saya lebih memahami jika organ yang ada di tubuh manusia ini menawarkan begitu banyak kejutan. Saking dagingnya buku ini, pembaca dapat membuka satu halaman secara acak, maka pasti…. Ya PASTI akan menemukan fakta mencengangkan tentang tubuh manusia. Ini buku yang seharusnya dibaca oleh banyak orang. Skor 9.7/10.

* * *

Honorable Mention

Selain 10 buku di atas, tentu saja masih banyak buku menarik lainnya. Saya akan menyebutkan beberapa judul lagi yang skornya  8,5 ya! Yakni: Malice oleh Keigo Higashino (1996), Muslimah yang Diperdebatkan oleh Kalis Mardiasih (2019), Hitam 2045 oleh Henry Manampiring (2022), Kisah Hidup Queeny Chang: Anak Tjong A Fie Orang Terkaya di Medan oleh Queeny Chang (2016), Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya oleh Andreas Kurniawan (2025), One Flew Over The Cuckoo’s Nest a.k.a Satu Terbang dari Sarang Burung Kikuk oleh Ken Kesey (1962), Tak Ada Kernet di Australia oleh Iqbal Aji Daryono (2020), Mahatma Gandhi: Biographic Novel oleh Kazuki Ebine (2010), Kuala Terengganu in 7 Days oleh Mimi Mashud (2014) & Di Luar Radar oleh Trinity (2025).

FILM

  1. A Real Pain (2024)

Siapa sangka, perjalanan dua orang sepupu ke Polandia untuk napak tilas kehidupan nenek mereka yang merupakan penyintas tragedi pembantaian Holokaus menjadi perjalanan yang begitu bermakna. Hangat dan menyentuh. Skor 8,8/10.

  1. 1 Kakak 7 Ponakan (2025)

Film yang diadaptasi dari sinetron tahun 90-an ini menjelma jadi satu sajian yang baru dan memukau di tangan Yandy. Secara pondasi cerita memang sederhana, namun di situlah letak indahnya. Bukan film yang sempurna, namun tetap saya apresiasi tinggi karena saya besar ketika sinetronnya ditayangkan. Skor 9/10.

  1. It Was Just An Accident (2025)

Tentang mantan napi yang memaksimalkan panca inderanya untuk mengingat kejadian ketika ia dipenjara. Dan, apa jadinya ketika ia (merasa) bertemu dengan salah satu orang yang memenjarakannya saat itu? film balas dendam yang tak biasa, terlebih jika sineas Iran yang melakukannya. Skor 9/10.

  1. Mickey 17 (2025)

Setelah sukses besar lewat Parasite (2019), sutradara Bong Joon-ho kembali hadir lewat film tentang pemuda yang jadi bahan uji coba kloning. Ada sederet permasalahan dunia yang dikritik Bong Joon-ho dan kemudian dihadirkannya lewat film ini. Menarik! Skor 9/10.

Christine Hakim bermain gemilang di Pangku. Sumber gambar akun X @HabisNontonFilm

  1. Pangku (2025)

Debut sutradara Reza Rahadian yang berhasil memperlihatkan keberadaan wanita pangku yang banyak ditemukan di pesisir Jawa. Peraih film terbaik di FFI 2025, dan saya pribadi harapkan untuk jadi wakil Indonesia di Academy Award 2027 nanti. Skor 9/10.

  1. Incendies (2010)

Perjalanan dua saudara yang diberikan tugas oleh mendiang ibu mereka untuk menemukan ayah dan saudara mereka yang seumur hidup tidak pernah mereka kenal. Ada banyak fakta mencengangkan yang kemudian mereka temui. Salah satu film dengan ending sinting. Skor 9/10.

  1. Roma (2019)

Ini dia pemenang Film Berbahasa Asing Terbaik Academy Award 2019 yang menyoroti garis batas hubungan antara majikan dan ART-nya. Ditampilkan dalam format hitam putih, menjadikan Roma terasa semakin realistis terlebih dengan settingnya di awal tahun 1970-an. Skor 9/10.

  1. No Other Choice (2025)

Selain Bong Joon-Ho, sutradara asal Korea Selatan lain yang saya kagumi itu adalah Park Chan-Wook, yang hadir mengangkat isu betapa rapuhnya manusia ketika kehilangan pekerjaan. Film yang masuk shortlist Film Berbahasa Asing Terbaik untuk Oscar 2026. Skor 9/10.

  1. The Truman Show (1998)

Bayangkan saja, jika hidup yang kita jalani sejak lahir ternyata bagian dari TV show! Jadi, orang tua, teman, guru bahkan pasangan hidup semuanya settingan! After taste setelah nonton film ini tuh susah untuk digambarkan. Skor 9,2/10.

  1. Upstream (2024)

Di zaman serba susah, peran manusia yang segampang itu digantikan mesin, orang yang berjasa bagi perusahaan pun dengan seketika mudah dicampakkan. Pontang panting kepala keluarga, jatuh bangun menjadi ojol bagus banget. Skor 9,2/10.

Fenomena aneh di film Weapons. Sumber gambar th-i.thgim dot com

  1. Weapons (2025)

Misteri hilangnya seluruh siswa di satu kelas kecuali satu murid, hadir dengan kejutan-kejutan yang bikin merinding. Salah satu film horor-thriller yang hadir dan memberikan kejutan di tahun 2025. Skor 9,4/10.

  1. Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Infinity Castle (2025)

Demi nonton film ini, saya rela maraton serialnya, dan, kisah hashira si pemburu iblis ini benar-benar memanjakan penggemarnya. Saya yang bukan wibu saja merasa terikat dengan Demon Slayer ini. Skor 9,5/10.

  1. Seven Samurai (1954)

Beruntung sekali bisa nonton film ini versi remastered dan di layar gede bioskop tuh luar biasa banget. Gak heran jika film ini disebut sebagai mahakaryanya seorang Akira Kurosawa. Sugoi! Skor 9,5/10.

  1. Conclave (2024)

Bagi saya, ini dia film yang harusnya memenangkan penghargaan Film Terbaik Academy Award 2025, tapi sayangnya dikalahkan oleh film tentang kehidupan pelacur Anora (2024). Padahal, kisah conclave alias proses pemilihan Paus terbaru ini luar biasa bagus. Mindblowing untuk disimak. Skor 9,5/10

Keindahan dari film SORE. Sumber gambar akun X @MabukSinema

  1. SORE: Istri dari Masa Depan (2025)

Dengan bangga saya infokan, ini dia film terbaik versi saya di 2025. Kisah cinta menembus waktu ini kasih pengalaman nonton yang beda banget. Saya bahkan dua kali nonton ke bioskop. Walau mungkin sebetulnya film ini juga nggak sempurna-sempurna amat, tapi in Yandy Laurens, I Trust! Skor 10/10.

* * *

Honorable Mention

Untuk film, walau jumlahnya lebih sedikit dari buku, ternyata lebih banyak tontonan bagus yang saya dapatkan. Untuk itu, saya akan bagi bagian ini dalam kategori skor. Pertama, rombongan skor dengan nilai 8,5/10 yakni Dendam Malam Kelam (2025), The Attorney (2013), Baby Driver (2017), Gowok (2025), Siapa Dia (2025), The Secret Life of Walter Mitty (2013), Homebound (2025), Angry Squad: Civil Servants & Seven Swindlers (2024).

Kedua, skor 8,6/10 yakni Dark Nun (2025), I, Daniel Blake (2016), Coda (2021). Ketiga, skor 8,7/10 yakni, Jumbo (2025), The Judge (2014), Mission: Impossible – The Final Reckoning (2025), Suka Duka Tawa (2026), Avatar: Fire & Ash (2025). Terakhir skor 8,8/10 yakni Wake Up Dead Man (2025), Late Shift (2025).

SERIAL

  1. The Residence (2025) | 8 episode

Kisah pembunuhan di Gedung Putih yang bikin detektif nyentrik Cordelia Cupp turun tangan yang bikin polisi dan FBI pundung. Cara detektif yang doyan burung melakukan penyelidikan menarik. Skor 8,7/10.

  1. The Price of Confession (2025) | 12 episode

Bagaimana dua napi melakukan kesepakatan untuk mengeluarkan salah satunya ini bikin deg-degan. Paling suka dengan sineas Korea menyajikan cerita cerita dengan twist berlapis hingga di detik terakhir. Skor 8,7/10.

  1. Physical Asia (2025) | 12 episode

Ini sih lebih ke reality show, sih. Tapi saya suka banget melihat perwakilan dari 8 negara bertarung menang. Ya, terlepas wakil dari Indonesia yang nggak begitu kuat ya. Tapi, berharap Physical Asia ini akan ada musim lanjutannya. Skor 8,8/10.

  1. Adolescene (2025) | 4 episode

Betapa remuknya perasaan orang tua saat anak remaja mereka tiba-tiba ditangkap dan dituduh menjadi pelaku pembunuhan. Proses pencarian fakta dari waktu ke waktu semakin menguak apa yang sebenarnya terjadi. Skor 8,8/10

  1. Ratu Ratu Queens: The Series (2025) | 6 episode

Pengembangan dari filmnya yang surprisingly lebih dalam dan lebih bagus. Kisah perantauan dari Indonesia yang “terdampar” di Queens ini semacam kilas balik bagaimana awal mula mereka bertemu. Loveable. Skor 9/10

Park Bo Gum dan IU beradu akting di When Life Gives You Tangarines. Sumber gambar dari X @sttargguk

  1. When Life Gives You Tangarines (2025) | 16 episode

Sepertinya ini satu-satunya drama/serial yang bikin saya nangis di tahun lalu. Kisah perjalanan hidup 2 generasi dengan segala suka dukanya ini memang patut diperhitungkan. Skor 9/10

  1. High Potential (2024) | 13 episode

Punya IQ tinggi dan kemampuan photographic memory menjadikan seorang petugas kebersihan kemudian direktrut menjadi konsultan di kepolisian. Perjalanan dia menyibak segala kejahatan hukum keren sekali! Skor 9/10

  1. The Pitt (2025) | 15 episode

Berbeda dengan drama kedokteran yang pernah saya tonton, The Pitt ini menceritakan tiap jam kejadian di IGD di masing-masing episodenya. Nggak terlalu banyak juga drama tokohnya (terlebih drama percintaan) menjadikan The Pitt ini begitu efektif dan ngena. Skor 9/10

  1. Suits (2011-2019) | 134 episode

Dengan total 9 musim, drama dunia pengacara ini hadir dengan begitu intens. Ada banyak sekali kasus yang bikin saya tuh ngerasa jadi pinter dan makin melek dunia hukum. Skor tiap musim tentu bervariasi tapi jika dirata-rata skornya 9/10.

Akting gemilang Matthew Goode. Sumber gambar akun X @seriadator

  1. Dept Q (2025) | 9 episode

Kisah departemen baru (dinamakan Departemen Q) di kepolisian yang dikhususkan untuk menangani cold case/kasus dingin yakni kasus yang belum pernah terpecahkan. Tensinya pelan tapi pasti. Dengan latar cerita di Skotlandia, aku dapuk drama ini sebagai yang terbaik di 2025. Skor 9/10.

* * *

Honorable Mention

Beberapa serial ini juga menarik. Skornya bervariasi dari 8/10 hingga 8,5/10. Serial tersebut yakni The Trauma Code: Heroes on Call (2025), Light Shop (2024), Karma (2025), Start-Up (2020), Good American Family (2025), Reacher Season 2 (2003), Reacher Season 3 (2003), Demon Slayer (2019-2024), Queen Mantis (2025)

Nah, itu dia daftar bacaan dan tontonan yang menurut saya menarik di 2025. Semoga di 2026 saya masih bisa melahap banyak tumpukan buku dan banyak menyaksikan tontonan yang bagus biar tulisan seri ini dapat saya tulis lagi di tahun depan.

Btw, dari daftar di atas, ada yang samaan?

*Qui ini adalah anggota goodreads Bandung yang daftar bacaan dan tontonannya tuh luar biasa keren. Dan sejauh saya menulis tulisan ini, dia udah baca 7285 buku. Mana yang dibaca kebanyakan buku-buku “berat”, asli bikin minder sampai saya gak berani mensyen dia di tulisan ini haha. Kalau mau lihat blognya silakan di melquiadescaravan.wordpress.com ya.

72 komentar di “Bacaan & Tontonan Terbaik di 2025

  1. happy new yeaarr…wah, mantul sekali kak, referensi buku dan filmnya. semoga saya juga tertular rajin membaca lagi ya…sukses dan sehat2 selalu 🙂

  2. kambing dan hujan karya Mahfud Ikhwan bikin saya penasaran juga deh

    soalnya seperti punya daya tarik tersendiri sehingga langsung baca Ulid karya lain dari Mahfud Ikhwan itu

    Salut deh bisa 100% saya baca versi cetakannya dari semua buku itu, padahal akun di Ipusnas juga punya kan ya

    Kebalik sama saya, punya akun di ipusnas, mengaku lebih nyaman baca versi buku fisik tapi tetap aja saya malas baca. Ampun…

    • Buku pertama Cak Mahfud yang aku baca itu Dawuk. Aku suka, tapi nggak sampai penasaran bikin baca bukunya yang lain. Tapi, ketika baca Kambing & Hujan, wah mulai merasa kalau beliau bukan penulis sembarangan (terbukti dengan penghargaan utama DKJ yang mana ini prestisius banget).

      Begitu baca Ulid, ya udah, langsung memproklamasikan diri sebagai salah satu fansnya 🙂

  3. Kok kita bisa samaan sih seleranya? Hampir 80% yang Omnduut bilang ‘terbaik’ itu emang favorit aku juga di 2025 kemarin. Fix, kita satu frekuensi haha

  4. Woaahhh banyak nian referensinyo. Rincian setiap item juga short and sharp. Bikin pembaca gampang mengerti dan dapat ulasan singkat yang pas. Keren Yan. Produktif di baca dan nonton.

    Aku di 2025 banyak bolongnya karena lagi konsen ngerjakan buku (editing dan layouting) baik itu untuk komunitas maupun pesanan dari luar. Makan energi dan pikiran nian. Belum lagi kegiatan-kegiatan di luar yang harus dihadiri. Jadi banyak buku dan produk sinema (khususnya serial) yang belum selesai aku tonton. Masih 1/2 jalan.

    Tapi dari sekian list di atas, yang sudah selesai aku nikmati adalah: Ulid untuk golongan buku. Terus untuk film itu adalah Gowok, Conclave, dan Weapons. Untuk serial itu High Potential, When Life Gives You Tangerine dan Adolescene. Selebihnya adalah yang katek di list yang Yayan buat di atas atau dari Netflix.

    Semoga di 2026 aku bisa bikin list seperti di atas. Khususnya tentang buku-buku.

    • Jadi memang pilihan tepat waktu ayuk main ke Shiramedia dan pilih Ulid (sebagaimana yang direkomendasiin mereka). Walau Ulid lebih dulu terbit dari Kambing & Hujan (dan Ulid gak dapet penghagaan), tapi aku emang cocok banget baca kisah-kisah sederhana (tapi ngena) kayak Ulid itu.

  5. Wiiii amaze banget baca tulisanmu ini mas. Jadi tahu deh rekomendasi buku-buku yang enak. Setuju! Aku juga sama, kalau buku aku sampai hari ini masih tim buku fisik, mau ada e-book sekalipun. Soalnya megang buku dan cium aroma buku itu juga bikin aku healing dan semangat membaca.

  6. Luar biasa ini daftar bacaan dan tontonannya di 2025. Anak remajaku kemarin minta dibelikan Gyo dan Uzumaki, udah saya belikan, malah saya belum baca.

    Saya penasaran juga nih jadinya, pengen baca kambing dan hujan.

    btw, saya juga masih lebih suka baca buku fisik dibanding versi digitalnya

      • Aku juga uda lamaaa banget ga update komik.Dan anak-anakku ((karena perempuan, mereun)) jadi tertariknya baca komik “Why” series.

        Serruu juga kalau sagala di tahun 2025 ditulis.Jadi bahan evaluasi.. huhuhu, kayanya tahun 2025 lalu memang alpha banget masalah bacaan dan tontonan.

        Huhuhu..tahun ini dibuka sama film The Great Flood-nya Dami-ssi.

  7. Dari semuanya cuma 1 yang baru aku tonton, When Lives Gives U Tangarine. Dan Buku juga belum ada sama sekali yang aku baca.

    Ngeliat List no, 1, Janji Tere Liye aku jadi keinget anakku nitip novel janjinya Tere Liye dari Desember tahun lalu sampe sekaran belum dipenuhi.

    Makin merasa berdosa deh…hehee

    Oiya fil Pangku udah lama masuk dalam daftar yang belum sempet ditonton. Oke next ini duluan harusnya.

    Dan dari beberapa daftar film itu, aku tertarik sama Physical Asia karena ada Indonesianya, penasaran seperti apa perjuangannya.

    BTW, thx referensinya, Kak…

    • Nah berarti harus menyegerakan beli Janji haha bisa sekalian baca sama-sama/saling pinjam.

      Untuk Pangku masih seliweran di festival film internasional jadi belum masuk ke OTT dulu. Mungkin beberapa bulan lagi baru bisa tayang di OTT.

  8. Salute untuk bacaan dan tontonan Omnduut di tahun 2025.

    Untuk buku aku masuh pensaran dengan Gyo dan Uzumaki, tapi belum jg kebaca hingga tahun sudah berganti, hiks.

    Bakal jadi referensi bacaan dan tontonan inih, soalnya yang banyak dibicarakan, yg melintas di medsos nggak sanggup menyelesaikannya, selera tontonan nggak bisa disamakan.

    Makasih untuk referensinya, Om. Siapkan diri untuk membaca dan menonton 🙂 .

  9. Aku juga punya rencana menuliskan tentang buku atau film yang kubaca atau kutonton di blog. Selama ini, jarang banget. Nonton ya nonton aja. Pun baca ya baca saja.

    Ternyata, banyak juga ya bacaan dan tontonan kakak selama tahun 2025. Hehehe

  10. Wah nonton Sore: Istri dari masa depan, sampai 2 kali

    saya maju mundur mau nonton, karena katanya boring, maaf itu kata orang lho.

    Jujurly iri lihat Mas Haryadi bisa fokus dan menikmati setiap tontonan dan buku, beberapa tahun ini saya cuma selewat-selewat, gak bisa fokus

    Jadi nonton cuma setengah atau baca buku cuma sebagian atau malah hanya beberapa lembar. trus berhenti karena ngerasa capek

    • Filmnya pake gaya time looping jadi mungkin di situ orang merasa bosen padahal buatku itu malah aspek unggulnya.

      Ambu rajin juga dracinan, aku beberapa kali sodorin blog Ambu ke temen yang nyari referensi dracin.

  11. Mas yayannnn ya ampun itu banyak sekali buku film dan series yang berhasil di lahapp selama setahun…bikin kagummmmm!!!

    Tapi kalo urusan membaca kita sealiran mas karena aku juga lebih nyaman dan suka membaca buku fisik drpd digital sensasi membawa bukunya itu looo yang bikin beda hehehe…

    Btw aku baru tahu loo kalo 1 kakak 7 ponakan itu dari sinetron, aku pikir itu memang cerita baru…

    Beberapa buku dan film ada yang samaan tapi lebih banyak bedanya sie hehe…semoga aku bisa mengikuti jejak buat membaca lebih banyak lagi buku 🙂

  12. Aduh, aku tahu dirimu baca buku sampai 101 di 2025 aku langsung nyungsep. Apalagi tontonan. Tahun lalu aku nobatkan sebagai tahun yang tidak punya semangat untuk nonton. Kalaupun jadi nonton dan akhirnya bersyukur mau nonton, itu awalnya hanya karena menikmati kebersamaan sama teman-teman. Atau memaksa diri supaya isi kepala tidak ruwet wkwkwwk.Anw, terima kasih ya sudah menulis ini, jadi punya refrensi buku dan film untuk dinikmati tahun 2026. Aku tergoda banget sama buku the Body dan film Pangku. Sampai saat ini belum nonton, walau begitu banyak tersiar bagusnya film pertama seorang Reza sebagai sutradara.Jadi, 2026 lebih semangat nge-blog? asyekk nih, jadi ikutan bersemangat juga. Selamat menghidupi tahun 2026 dengan menulis di blog yaaa. Happy New Year….

    • Coba cari Mbak Nik yang The Body. Daging banget isinya. Aku beneran banyak kaget saat baca, terlebih yang diomongin tubuh manusia yang mana ya artinya tubuh sendiri juga.

      Amiin semoga beneran tahun ini aku lebih rajin nulis haha.

  13. wah direkap sekalian kak, ciamik. Dari daftarnya ada yang belum daku tonton dan belum baca. Khusus yang film, daku malah baru baca ulasan dari para reviewer, nontonnya beli sempat (#soksibuk wkwkwk). Kalau yang serial ini, tadi sempat daku tuh galfok, kirain ada judul Queen Mantis, eh bukan tapi Ratu Ratu Queen’s hihi

    • Queen Mantis aku nonton juga, tapi gak masuk top 10. Lumayan disebut di bagian honorable mention-nya hwhw.

      Aku juga banyak wishlist tontonan dan bacaan ini haha, sedapet dan sesempatnya aja dibaca/ditonton

  14. WOW, banyak banget list bacaan bukunya mas. Seketika teringat daftar bacaan yang sampe sekarang masih gantung aja. Duh gustiiii kapan pulak ini kita bisa produktif membaca, heuheuheu.

    Satu-satunya bacaanmu yang membuatku tergugah adalah gyo dan uzumaki, hahaha. Asli sih, itu karya terbaiknya Junji Ito. Daku pas bacanya juga sampe kebayang-bayang banget. Apalagi yang Gyo, beuuhh.. itu pas ending ceritanya bener-bener bikin aku kayak mual dan pengen muntah, hahaha.

    Sayang sekali, selama 2025 aku skip nonton serial mas. Jadi aku gak bisa komen karena gak tau menau apapun, hahaha.

    Tapi kalo film, kebetulan aku ada beberapa kali nonton si. Khususnya film SORE, yang akupun setuju dikasih rate 10/10 karena emang KEREN BANGET WOY. Cuma yaaa, memang ada beberapa kekurangan, tapi menurutku ini salah satu yang kerennya sampe bikin kita bilang WOW sih ya.

    Satu lagi yang kutonton itu Weapons. Tapi jujur kalo menurutku gak yang horror banget ya. Malah menurutku jadi ngakak banget pas adegan terakhirnya ketika semua prakteknya terbongkar. Itu asli aku ngakak kenceng banget sih di bioskop wkkwwk

  15. Lengkap ini ulasannya. Saya masih penasaran sama film SORE. Sebetulnya saya seringkali kurang suka alur film yang kayak bolak-balik gitu. Tapi, banyak sekali yang bilang film ini bagus. Makanya saya malah jadi penasaran

  16. lengkap banget, omnduutt..

    Kayanya, aku makin ke sini makin jarang banget nonton. Tapi 2025 Drakor yang bikin mewek memang drakornya mbak Ayu dan mas Bogumiee yaah..

    Kalau baca buku, aku bisa contek contek judul seru di sini.. suka juga sama Bang Tere. Jadi kudu baca beliau yang ‘Janji’.

    • ((Mbak Ayu))

      ahahhaa kocak. Tapi ya bener juga IU pun dilafalkan jadi Ayu.
      Btw aku udah lama gak baca bukunya Tere Liye, untungnya yang Janji ini cocok.

  17. OMG, aku langsung standing ovation, angkat topi, Salim, respect, semuaaalaaah, ngeliat banyaknya buku yg dibaca, belum lagi film dan serial 😍😍😍😍😍😍😍😍…. Saluuut mas. 👍👍👍👍

    Langsung ga PD liat jumlah buku yg aku baca 2025 🤣🤣. Makanya 2026 ini aku memang bikin target reading challenge lagi, tp aku save di goodreads ajalah. Cuma targetnya ga sebanyak punyamu ini 😂😂. Kenapa yaaaa aku ga bisa lagi baca secepat dulu. Perasaan zaman sekolah, buku setebal gone with the wind aja bisa 2-3 hari doang. Ini buku Bumi Manusia aja aku makan Waktu 1 bulan utk habisin. Blm lagi 3 buku sambungannya.

    dari list di atas, aku tertarik banget Ama beberapa judul buku. The count of Monte Cristo aku mau coba cari deh. Buku mahfud Ikhwan aku juga blm pernah baca. Kalau mas Yayan bilang setanding Ama Remy, oke, aku wajib cari 👍😍.

    kalau film memang dari dulu biasa aja. Aku LBH suka serial soalnya, Krn biasa lebih detail.

    sementara serial aku tertarik Ama price of confession . Memang udh masuk list ku mas, cuma blm sempet nonton aja. THN ini hrs aku tamatin deh.

    soalnya utk serial aku lebih fokus ke Drakor drpd yg lain. List nya udh panjang banget 😂😂. Kalau serial barat, memang blm dulu sih. Apalagi dracin 🤣🤣🤣🤣.

    • TBH, aku kangen juga liat konten-konten bukunya mbak Fanny di IG. Kapan waktu dulu, aku scroll sampe bawah-bawah, mencatat mana-mana buku yang mbak Fanny bilang bagus.

      Untuk Monte Cristo, aku beli yang terbitan Immortal. Ada juga yang terbitan Gramedia. Rasanya keduanya sama-sama bagus terjemahannya.

      3 sambungan buku Bumi Manusia akan aku tamatkan tahun ini haha.

  18. 101 buku, nonton 78 film dan 32 serial? Luar biasaaaa sekali… Salut sih. Aku tahun ini baik bacaan maupun tontonan nggak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Sedikit sekali.

    Kayanya selera bacaan kita agak beda. Nggak ada dari buku di atas yang pernah aku baca. Tapi beberapa menarik dan akan aku coba cari. Kalau film kebanyakan baru ya. Aku belum pada nonton.

    Yang serial beberapa drakor aku pernah nonton dan setuju When Life Gives You Tangerines bagus.

    • Buku favoritnya mba Asri apa? siapa tahu aku juga udah baca (dan berarti satu minat haha) atau jikapun aku belom baca, lumayan jadi tahu bukunya aku.

  19. Wahhh banyak banget Mas.. 101 Buku? OMG 😭kemudian lihat reading listku tahun 2025 ternyata cuma ada 11 buku. Itupun kebanyakan Anak Kos Dodol dan beberapa versi yang dikomikin. OMG Mass.. keren-keren..

    Aku cukup penasaran sama buku The Body itu mas. aku pernah lihat video di YT ternyata tubuh itu kompleks banget cara kerjanyaa, dan amazing sekali.. Aku pernah baca soal Mode AutoFagi yang bakal aktif setelah kita berpuasa 16 jam .. CMIIW. dan itu keren banget.

    Ngomongin Kimetsu No Yaiba, abangku juga smpat mention ini. Aku sebenarnya cukup penasaran. cuma takutt Gor* gtu Mas. Oke nggak sih? I mean serem nggak mas? hehe

    Salam kenal sebelumnya mas

    • Karena melawan iblis, memang beberapa adegannya lumayan gore. Trus ada juga episode yang lumayan bikin sedih.

      Untuk The Body, aku beruntung banget, nemu diskonannya cuma 10k di Gramedia, masih segel pula. Aku tadinya ngira itu buku biasa aja, tapi setelah cek di goodreads, langsung gas giring ke kasir haha.

      Btw, ada masanya juga aku stuck baca. Setahun gak sampe baca 5 buku, itu pun buku-buku ringan.

      Salam kenal kembali dari Palembang.

  20. Ahhh, salah satu favoritku termention. Alexandre Dumas. Huahehhee.. Aku inget baca buku ini pertama kali pas kuliah, pinjam ibuknya temenku yang kebetulan dosen sastra. dan versi yamg kubaca itu lebih tebel Omm, lupa tepatnya berapa dan cuma sampulnya tuh hard cover. Sejak dari buku itu jadi syuka banget sama sastra klasik. 😍😍

    Yang menarik dari pilihan dan sampe aku cari di marketplace tuh I was Rat sama The Body, bakalan jadi TBR tahun ini.. hyaaa.. 😂😂

    Kalau film, karena nggak hobi nonton, satunya yg kutonton cuma si seven samurai atau (rashomon ya) sama² tentang samurai dan yang bikin juga Kurosawa-san. Kutonton tuh masih hitam putih. karena kebutuhan tugas kuliah saat itu. Dan dari film itu aku jadi tahu Akira Kuroshawa yang filmnya always epic.. 🥹

    • Meski bukan yang hobi nonton banget, tapi daku malah penasaran sama film-filmnya, karena ada yang belum daku tonton.

      Sepertinya kalau mau nonton yang ada di list kudu siapin satu hari khusus jadi nontonnya maraton, biar gak kayak lagu Bang Haji Rhoma “sungguh mati kamu jadi penasaran” 🎼

    • Wuih baca yang versi asli ya? itu 1200-an halaman tebalnya dan berarti bacanya versi english?

      Untuk I Was a Rat dan The Body semoga nemu di marketplace dan semoga suka.

      • kayaknya yang kubaca nggak sampai 1200an mas. Seingatku ya 1000an plus gt, tapi nggak setebal itu. Hooh versi yang inggris. Mana bahasa inggrisku waktu itu dodol banget ya. Alhasil buku itu setahun berhasil kubaca. Wkwk.. 😂

        Sayangnya I was a rat tak kutemukan di marketplace versi terjemahannya bahkan yg muncul akun² nggak jelas dan obat serangga. Makin ngadi². 🫣

        Baru sadar lho ternyata Phillip Pullman ini yg nulis Golden Compass yak. 🤣

        Spill om, baca bukunya ndek mana? 🤭

        • Aku barusan iseng cek di shopee, dan cari I Was A Rat dan ketemu! keywordnya coba “Phillip Pullman I Was A Rat” dibalik, ditulis nama penulisnya dulu baru judul bukunya. Jadi yang keluar bukan racun pembunuh tikus hwhw.

          Dan ya, dia yang nulis Golden Compass.

          Btw, “baca bukunya NDEK mana?” nih artinya apa ya? aku bingung jawabnya hwhw

  21. Dari semua yang disebutkan di artikel ini,aku bersyukur ada yang sama tetapi lebih sering sama di bagian tontonan, bukan buku. Genre berbeda sepertinya.
    SORE, 1 Kakak 7 Ponakan dan The Price of Confession ini adalah film dan serial yang berhasil membuat saya berpikir. Mengaduk-aduk emosi dan semoga makin tinggi empati terhadap sekitar.

  22. 101 buku , 70 lebih fillm dan 30 an serial itu jadi materi blog yang pastinya kkeren bangeut ( aku nangis dipojokan ini T_T ari aku ngapainn aja ya Allah ) pantesan blog aku anyeup banget orng iport buat ngumpulin bahan tulisan nya aja aku ini P ( pemalas nangis lagi ah TT_TT)

  23. Duh, filmnya aku cuma nonton 3 (exclude yang di honorary mention). Tapi setuju, 1 Kakak 7 Ponakan dan Demon Slayer bagus banget! Film 1 Kakak 7 Ponakan sukses membuatku berkaca-kaca, hehe. Kalau Weapons, jujur nggak sebagus yang kubayangkan.

    Penasaran sama Light Shop nih, udah banyak baca review dan kena trailer-nya juga. Kayaknya cocok sama seleraku.

  24. tahun 2025 ini ternyata bertabur aneka bacaan dan tontonan yang sangat bagus. Sehingga menjadi sebuah tahun yang pastinya tidak akan dilupakan dari segi seni yang akan terus diingat di tahun-tahun mendatang. Semoga di tahun 2026 kita bisa membaca dan menyaksikan berbagai macam karya yang lebih bagus dan juga lebih menyentuh hati sehingga bisa menjadi karya seni yang akan terlupa juga

  25. Aku suka baca novelnya Tere Liye. Beberapa judul malah ada yang kubaca ulang lho, Kak. Cuma emang yang Janji ini belum kubaca. Rasanya, aku mau masukin Janji ke list bacaanku tahun ini dah.

  26. Wow keren sekali Mas Yayan ini. Membaca 101 buku, terus nonton 78 film dan 32 serial. Kok sempat? Ya kalau disempat-sempatin pasti bisa ya, Mas. Nah kalau buku, I Was Rat itu favorit saya juga. Idenya dari twist dongeng Cinderella. Makanya ada juga soal kereta. Saya juga penasaran dengan buku anak yang ditulis Mbak Wiwik Waluyo. Secara Mbak Wiwik ini juga jago nulis ganre usia beda. Saya suka baca cerpennya di Femina. Termasuk juara lomba cerber Femina. Untuk Film, saya hanya beberapa kali nonton di bioskop. Film yang saya tonton tahun. 2025 ini antara lain Getih Ireng. Angel Pol, Tumbal Darah, termasuk Jumbo hehehe

  27. Aku waktu sore tayang juga Menjadikannya film terbaik tapi pas ada Pangku langsung pindah ke Pangku. Hihi. Mantap sekali yan daftarnya lengkap dari buku, film dan serial

    • Karena keduanya film bagus. Walau aku lebih suka SORE, untuk film terbaik FFI, aku lebih setuju Pangku yang menang. Bahkan berharap Pangku bisa wakili Indonesia di Oscar 2027.

  28. Duuuhhh aku tertohok sekaligus ngiriiiiii. Tadi abis baca blog mbak Antung, bacaan bukunya banyak, sekarang ke sini eeeehh buku2nya yang dibaca lebih banyak lagi. Aku ngapain aja setahun kemarin wkwkwk. Tahu nggak sampai aku bikin blog buku kapan hari tapi juga belum aku apa2in haha 😀

    please spill itu gimana cara baca bukunya biar konsen gitu ngabisin halaman, soalnya aku pribadi nih karena mata udah plus, jadi kyk mulai lelah kalau baca hiks (alesyaaan).

    Film dan serial yang ditonton banyak juga mas. Aku sekarang nonton drakor udah ngantuk haha 😀

    Sore sekarang udah di netflix tapi aku masih maju mundur nonton, bagus ya kyk kata org2?

    • Aku juga matanya udah plus haha, aduh PR emang saat baca. Makanya kepingin kl ada rezeki mau lasik. Biar makin enak baca dan nonton.

      Soal SORE, coba aja tonton tapi minuskan espektasinya 🙂

  29. cuman bisa bilang “wowwwww mas Yayan keren polll”, bacaannya udah ratusan dalam satu tahun, apalah daya daku.

    Terus tontonan filmnya juga lumayan banyak, aku yang udah ngewislist buat nonton Sore, sampe gagal nonton 😀

    Dan drama yang dibintangi mbak IU juga belum aku tonton, sama seperti temenku, dia nonton drama When Lifes You Tangarines ini sampe nangis, dan baguss.

    sepertinya kalau aku dikasih target harus baca buku sampe ratusan dalam satu tahun, aku udah nyerah duluan. Terus list drama pun juga banyak melesetnya ga ditonton

  30. Dari semua buku dan film yang ada di artikel ini sedikit ternyata yang beririsan dengan buku yang saya baca maupun film yang saya tonton. ALhamdulillah jadi nambah rekomendasi buku dan film niiih yang bisa dijadikan list tontonan berikutnya.

Tinggalkan Balasan ke Yuni Bint Saniro Batalkan balasan