Pelesiran

Dari Cap Telapak Kaki Rasulullah hingga Jubah Fatimah, Ragam Relik Suci di Istana Topkapi Istanbul

Perjalanan ke Istana Topkapi di Istanbul ini nasibnya sama persis dengan kunjungan saya dulu ke Hagia Sophia, yakni dua kali datang baru berhasil masuk ke bangunan utama yang jadi tujuan kedatangan. Bedanya, dulu Hagia Sophia beneran gagal masuk tapi Istana Topkapi ini udah sempat masuk dan mengitari area istananya, tapi nggak masuk ke museum peninggalan benda-benda Rasulullah.

Piuh, ya memang plus minus melakukan perjalanan dengan rombongan ya. Seharusnya guide lokalnya juga bisa mengatur waktu agar lebih efisien. Tapi, guide lokalnya lebih suka ajak rombongan ke pertokoan karena tiap kali orang belanja, dia dapet fee dari toko.

Area samping museumnya

Rombongan juga gak semua paham tentang itinerary, makanya dulu di kunjungan pertama kami cuma dikasih waktu 1 jam untuk keliling istana ini. Lha ya gak cukup, udah antre 30 menitan aja orang-orang masih mengular untuk masuk ke museumnya. Alhasil, saya sebagai TL harus memaksa rombongan keluar antrean dan menuju titik temu kumpul. Gagal melihat benda peninggalan Rasulullah, hiks.

Untungnya, gak sampai setahun kemudian saya kembali ditugaskan mendampingi rombongan dan guide lokalnya kali ini kece-bana-bana dan kami semua pada akhirnya bisa masuk ke museumnya, huaaa. Salah satu jamaah sampai bilang, “dari serangkaian kunjungan, ini adalah gong-nya!” ahsiap!

Sekilas Tentang Istana Topkapi

Istana Topkapı adalah sebuah museum dan perpustakaan besar yang berada di sebelah timur distrik Fatih di istanbul. Dari tahun 1460-an hingga selesainya pembangunan Istana Dolmabahçe pada tahun 1856, istana ini berfungsi sebagai pusat administrasi Kekaisaran Ottoman, dan merupakan kediaman utama para sultannya.

Taman di sekitaran loket penjualan tiket

Antre dengan tertib sebelum pemeriksaan

Konstruksinya, diperintahkan langsung oleh Sultan Mehmed yang dimulai pada 1459, enam tahun setelah penaklukan Konstantinopel. Topkapı awalnya disebut “Istana Baru” dan untuk membedakannya dari Istana Lama yang ada di Lapangan Beyazıt. Ia diberi nama Topkapı, yang berarti Gerbang Meriam.

Waktu jalan naik bus, saya sempat sih melewati Istana Lama itu. Dan mungkin karena gak jadi pusat wisata jadi kelihatan sepi. Jelas beda dengan Istana Topkapi yang ramai ini.

Kompleks ini diperluas selama berabad-abad, dengan renovasi besar-besaran setelah gempa bumi tahun 1509 dan kebakaran tahun 1665. Kompleks istana terdiri dari empat halaman utama dan banyak bangunan kecil. Anggota perempuan keluarga Sultan tinggal di harem, dan pejabat terkemuka negara, termasuk Wazir Agung, mengadakan pertemuan di gedung Dewan Kekaisaran.

Setelah abad ke-17, Topkapı secara bertahap kehilangan arti pentingnya. Para sultan pada masa itu lebih suka menghabiskan lebih banyak waktu di istana baru mereka di sepanjang Bosphorus. Ya, emang ada beberapa istana lain di Istanbul. Jadi ya suka-suka sultan sih ya mau tinggal di mana. Namun, pada tahun 1856, Sultan Abdulmejid I memutuskan untuk memindahkan istananya ke Istana Dolmabahçe yang baru dibangun. Topkapi mempertahankan beberapa fungsinya, termasuk perbendaharaan kekaisaran, perpustakaan, dan percetakan uang.

Semua tanaman terawat dengan rapi

Setelah berakhirnya Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1923, keputusan pemerintah tertanggal 3 April 1924 mengubah Topkapi menjadi museum. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki sekarang mengelola Museum Istana Topkapı.

Kompleks istana memiliki ratusan ruangan dan bilik, tetapi hanya yang terpenting yang dapat diakses oleh umum pada tahun 2020, termasuk Harem Kekaisaran Ottoman dan perbendaharaan, yang disebut hazine, tempat Spoonmaker’s Diamond dan Topkapi Dagger dipajang.

Koleksi museum juga mencakup pakaian Ottoman, senjata, baju besi, miniatur, peninggalan keagamaan, dan manuskrip yang diterangi seperti manuskrip Topkapi. Pejabat kementerian serta pengawal bersenjata militer Turki menjaga kompleks tersebut. Ya, waktu ke sana penjagaannya lumayan ketat. Kami bahkan harus melewati metal detector dan memeriksakan bawaan sebelum diizinkan masuk ke kompleks istana ini.

Melewati Gerbang Imperial

Jalanan di Istanbul tuh kecil dan sempit. Kami biasanya cuma dikasih waktu 1-2 menit untuk proses turun dari bus. Nah busnya juga akan parkir jauh dan begitu dijemput juga harus gercep. Makanya, di Istanbul banyak jalan kaki. Dan, untuk menuju Istana Topkapi ini, kami akan melewati berbagai macam bangunan, misalnya saja Blue Mosque dan Hagia Sophia itu.

Untungnya jarak ketiganya berdekatan. Jalan utama menuju Istana Topkapi dikenal sebagai Divan Yolu atau Jalan Dewan. Bayangin aja, dulu jalan ini digunakan untuk prosesi kekaisaran pada masa Bizantium dan Ottoman. Yakni mengarah langsung ke Hagia Sophia dan berbelok ke barat laut menuju alun-alun istana ke Air Mancur Ahmed III.

Area Halaman Pertama yang luas banget

Begitu mendekati istana, kami akan disambut dengan Gerbang Kekaisaran yang merupakan pintu masuk utama ke first courtyard atau Halaman Pertama. Sultan akan memasuki istana melalui Gerbang Kekaisaran yang terletak di sebelah selatan istana. Gerbang besar ini, awalnya dibangun pada tahun 1478, kini dilapisi marmer abad ke-19. Lengkungan tengahnya mengarah ke lorong berkubah tinggi; kaligrafi Ottoman berlapis emas menghiasi struktur di bagian atas, dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan tughra para sultan.

Menurut dokumen lama, terdapat sebuah apartemen kayu di atas area gerbang hingga paruh kedua abad ke-19. Dulu digunakan sebagai paviliun oleh Mehmed, tempat penyimpanan harta benda orang-orang yang meninggal di dalam istana tanpa ahli waris dan departemen penerima bendahara. Ini juga telah digunakan sebagai tempat yang menguntungkan bagi para wanita harem pada acara-acara khusus.

Setelah melewati pemeriksaan yang ketat di gerbang utama, kami mulai berjalan memasuki Halaman Pertama yang berfungsi sebagai kawasan luar atau taman dan merupakan halaman terbesar dari semua halaman istana. Lereng curam yang mengarah ke laut telah dibuat bertingkat-tingkat di bawah pemerintahan Bizantium. Ya, kompleks Istana Topkapi ini emang berada di ketinggian dan dari kejauhan langsung terlihat panorama kota Istanbul yang berada di seberang Laut Marmara.

Nah ini pemandangan dari Istana Topkapi. Cakeep.

Sayangnya, beberapa bangunan bersejarah di Halaman Pertama sudah tidak ada lagi. Bangunan yang tersisa adalah bekas Imperial Mint (Darphane-i Âmire, dibangun pada tahun 1727), gereja Hagia Irene dan berbagai air mancur.

Gereja Bizantium Hagia Irene dulu digunakan oleh Ottoman sebagai gudang senjata kekaisaran. Halaman ini juga dikenal sebagai Pengadilan Janissari atau Pengadilan Parade. Pejabat pengadilan dan petugas keamanan akan berbaris di jalan dengan mengenakan pakaian terbaik mereka. Pengunjung yang memasuki istana akan mengikuti jalan menuju Gerbang Salam dan Halaman Kedua istana yang ada di area belakang.

Terdapat The Gate of Salutation atau Gerbang Salam yang besar juga dikenal sebagai Gerbang Tengah yang harus kami lewati untuk mengarah ke istana dan Halaman Kedua. Gerbang berjenjang ini memiliki dua menara besar berbentuk segi delapan runcing. Walau tanggal pembangunannya tidak pasti namun jelas arsitektur menaranya dipengaruhi oleh Bizantium. Sebuah prasasti di pintunya menyebutkan bahwa gerbang ini setidaknya berasal dari tahun 1542.

The Gate of Salutation dengan sepasang menara kerucutnya yang gagah.

Sebagian rombongan yang gak berminat masuk ke dalam menunggu di sekitaran kafe yang ada di gerbang ini. Sayang sih, secara di balik gerbang inilah terdapat museum yang menyimpan berbagai benda peninggalan Rasulullah. Tapi, ya mungkin karena mereka udah capek jadi memilih untuk beristirahat saja.

Saat melewati gerbang ini, saya kagum dengan berbagai hiasan prasasti keagamaan dan monogram sultan yang ada. Menarik ya, saya yang orang biasa dapat melewatinya padahal dulu jalur ini dikontrol dengan ketat dan semua pengunjung harus turun, karena hanya sultan yang diperbolehkan memasuki gerbang dengan menunggang kuda.

Antrean museumnya sampe ke sini

Ini juga merupakan tradisi Bizantium yang diambil dari Gerbang Chalke di Istana Agung. Lalu, terdapat juga Air Mancur Algojo (Cellat Çeşmesi) yang konon dulu digunakan sebagai tempat algojo mencuci tangan dan pedangnya setelah pemenggalan kepala, meskipun terdapat perbedaan pendapat mengenai apakah air mancur sebenarnya digunakan untuk tujuan ini atau tidak tapi ngebayanginnya aja udah serem, ya!

Dari Bekas Telapak Kaki Rasulullah Hingga Jubah Fatimah

Ini dia bangunan yang menjadi fokus saya sejak awal. Rombongan grup juga langsung menuju museum tempat menyimpan berbagai koleksi benda peninggalan Rasulullah SAW. Ya Allah, belum apa-apa aku udah merinding saking antusiasnya melihat langsung.

Bangunan ini disebut The Privy Chamber atau Kamar Penasihat yang menampung Sacred Relics/Relik Suci. Bangunan ini dibangun oleh Sinan di bawah pemerintahan Sultan Murad III. Dulunya, ini adalah kantor Sultan.

Antre lagi untuk masuk ke museum

Ruangan pertama yang dimasuki. Udah bikin bengong saking cakepnya.

Kami datang memang di saat musim dingin, tapi rasanya tanpa pendingin pun ruangan ini akan terasa adem sebab langit-langitnya tinggi. Dindingnya terusun marmer bermotif yang luar biasa indah dan berwarna warni.

Begitu masuk, alunan ayat suci Alquran langsung terdengar lewat pengeras suara. Serasa berjalan menggunakan mesin waktu dan melihat langsung periode kehidupan baginda Rasulullah SAW. Di sinilah tempat yang dianggap sebagai Peninggalan Paling Suci di Dunia Muslim.

Benda-benda yang tersimpan antara lain jubah Muhammad, pedang, busur, gigi, sehelai janggut, surat yang bertanda tangan dan tentu saja bekas/cap telapak kaki.

Ini dia cap telapak kaki Baginda Rasulullah SAW

Pecahan relik lengan dan tulang tengkorak dari John The Baptis alias Nabi Yahya bin Zakaria.

Prasasti tembaga yang menjelaskan tentang sejarah pedang nabi Daud

Kalau ini adalah Pot Batu Nabi Ibrahim

Benda-benda ini tersimpan di kotak kaca yang tentu saja untuk melindungi koleksinya. Satu yang pasti, museum ini terawatt dengan baik. Gak ada tuh kaca berdebu sehingga benda koleksi terlihat buram kayak sebagian besar museum di Indonesia. Hiks.

Area ini lumayan padat tapi masih kondusif. Masing-masing pengunjung tampak asyik melihat dan beberapa saling berbicara satu sama lain. Membayangkan benda-benda ini ketika dulu dikenakan oleh Baginda Rasulullah SAW.

Selain benda peninggalan Rasulullah SAW, terdapat pula benda suci lain seperti pedang empat khalifah pertama, tongkat Musa, Sorban Yusug dan karpet putri Muhammad.

Alquran tertua di dunia ada di sini.

Ruangan ini dilindungi oleh kaca.

Kotak dan yang di sebelah kanan itu surat yang ditulis oleh Rasulullah SAW

Nah ini lebih jelasnya. Bayangin aja dulu ketika Rasulullah SAW menulis sendiri surat-surat ini.

Pengunjung menikmati koleksi dari berbagai macam sisi

Pedang Khalid Al Walid, salah satu sahabat nabi yang juga panglima perang

Yang menarik, dulu area ini sepenuhnya tertutup untuk pengunjung. Bayangkan, Sultan dan keluarganya saja hanya diizinkan masuk setahun sekali, yakni pada hari ke-15 Ramadan, pada saat istana masih menjadi tempat tinggal. Sekarang, semua bisa melihat langsung benda peninggalan ini. Dan, saya beruntung menjadi salah satu orang di antaranya. Alhamdulillah.

Pertanyaannya kemudian, kok bisa benda peninggalan Rasulullah ini malah tersimpan di Turki bukannya di Arab Saudi?

Rupanya hal ini tak terlepas dari masa Kekaisaran Ottoman yang dulu menguasi begitu banyak area hingga ke Mesir, Palestina, Lebanon, Suriah, Yordanina hingga Semenanjung Arab. Makanya ketika Sultan Selim I menaklukkan Timur Tengah pada tahun 1517, banyak benda bersejarah peninggalan Islam yang dibawa ke Istanbul.

Pedang para khalifah yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq,Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib

 

Betapa sederhananya Rasulullah SAW, sendalnya aja begini

Ini bagian pakaian dan sorban

Kalau ini koleksi topi dari berbagai macam era

ini dia pakaian Fatimah Az Zahra, putri kesayangan Rasulullah SAW.

Saya gak tahu proses membawa Relik Suci ini seberapa adem atau bergejolaknya. Sebab, pasca mengalahkan Dinasti Mamluk (1250-1517 M), dinasti yang didirikan oleh budak-budak militer, Sultan Selim I pun mengklaim kekhalifahan mereka.

Makanya sejak kepemimpinan Selim I, Ottoman terus mengumpulkan barang-barang peninggalan nabi dan upaya ini terus belanjut hingga era Selim I berakhir. Dengan semua koleksi penting yang tersimpan, tak heran jika Istana Topkapı (dan tentu saja museum ini) yang menjadi bagian dari Kawasan Bersejarah Istanbul, ditetapkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO di tahun 1985 lalu.

Oh ya, harga tiket masuk ke Istana Topkapi ini memang lumayan, ya. Yakni 1700 lira atau setara 780 ribu rupiah. Memang mahal, tapi percayalah itu sepadan dengan pengalamannya. Apalagi kalau punya waktu lebih banyak dan gak keburu-buru harus ngumpul sama rombongan sih, ya! Haha.

36 komentar di “Dari Cap Telapak Kaki Rasulullah hingga Jubah Fatimah, Ragam Relik Suci di Istana Topkapi Istanbul

  1. Yayan, bukankah Rasul itu konon ummi/buta huruf ya? kok ada peninggalan surat2 beliau, ya?

    apa mungkin ada juru tulisnya?

    aku merinding bangettttt baca ulasan ini. Berasa aku udah di Istambul dan menyaksikan langsung dgn mata kepalaku sendiriii.

    busana Fatimah jg sangat sederhana ya. Padahal beliau putri Rasul. Duh, semogaaaaa kesederhanaan Rasul dan kluarganya bs ditiru oleh kita semua, terutama para pejabrutttt

    • Menarik banget baca komen mbak Nurul. Jadi aku langsung kepoin soal ini dan dari beberapa sumber disebutkan masih ada perbedaan pendapat soal itu. Salah satunya di sini. Wallahu alam.

      Dan ya bener, sederhana banget pakaian Fatimah. Salutnya masih cukup terjaga dengan baik.

  2. Aku bisa bayangin gimana rasanya akan menginjakkan kaki ke area peninggalan Rasul. Pastinya hati bergetar hebat, sebuah momen yang sangat berkesan sekali bisa memasuki area Istana Topkapi di Istanbul. Beneran sebuah destinasi yang cocok dibilang gong nya.

    Melihat semua benda suci ini dari jarak dekat, seolah dijakan pelesir ke tempo dulu ya mas. Sungguh sebuah kesempatan emas dan rasanya terkait biaya masuk bukan jadi soal. Nambah wawasan, kembali mengingat sejarah dan takjub saat melihat sandal rasulullah. Beliau amat sederhana dan hal ini sangat patut digugu serta ditiru oleh kita selaku umatnya. Pun dengan pakaian Fatimah, sederhana sekali. Kagum dan salut akan segala hal yang mereka lakukan semasa hidup, beneran suri tauladan yang baik.

    • Bener, apalagi kalau punya kemampuan bisa balik ke masa itu, misalnya punya pensieve (benda ajaib dalam dunia Harry Potter yang berfungsi untuk menyimpan dan meninjau kembali kenangan) pasti asyik banget haha.

  3. Besar banget istananya. Iyaa kalo sejam di sana mah gak cukup, bisa 2-3 jam.. apalagi yg dilihat juga banyak.

    Hebat ya pengurusnya bisa merawat pedang dan benda2 peninggalan lain padahal usianya udah ratusan tahun.

  4. Baca ini aku jadi terharu loo…masya Allah beruntung ya mas bisa berkunjung ke istana Topkapi..semoga suatu saat kami juga diberi kesempatan kesana untuk melihat keagungan Baginda Nabi…

    Dengan harga tiket sekitar 700rb itu menurutku worthed sie karena kita bisa melihat berbagai barang peninggalan Nabi berserta keluarga dan sahabat Beliau, bisa melihat dan membayangkan saat benda2 tersebut sedang digunakan…beneran jadi pengen menginjakkan kaki kesana juga..semoga suatu saat aamiin

  5. Aku super niat banget seh baca ini, karena pengen tahu.Boleh ga percaya ya tapi ketika aku baca tulisan setelah foto jejak kaki itu aku merinding loh.Eh ya memang ada gitu rombongan yang ga mau masuk?Sayang banget seh, ini yang masuk wajib muslim atau bebas aja?tetibaan pengen ngajak kawan-kawan kesana.

  6. MasyaaAllooh, serasa berkunjung ke sana deh baca artikelnya. Beruntung sekali mas bisa ke sana dan bawa oleh-oleh foto2 indah dan sarat kisah bersejarah. Antreannya pasti mengular banget yaa… mahal, antre, tapi worth it, aku sih tetep yes!  

    Btw perihal guide lokal yang lebih suka ajak rombongan ke pertokoan demi dapet fee, aku pikir cuma ada di negeri konoha ajaa. Ternyata di sana pun sama toh wkwk..

  7. Alhamdulillah Topkapi ini masih dipertahankan, karena nilai sejarahnya ini yang luar biasa, serta daku kan pengen lihat langsung, jadi please dijaga dengan baik.

    Apalagi bisa melihat langsung pakaian Fatimah Az Zahra, MasyaAllah jadi berdoa semoga daku bisa menjadi salah satu dari barisan yang mengiringinya nanti, aamiin

  8. terima kasih Mas Yayan untuk cerita serunya, baca ini mengingatkan kembali saya pada pelajaran sejarah kebudayaan islam waktu SD, SMP, kebetulan saya sekolah di sekolah islam, jadi pelajaran sejarah Islamnya lumayan banyak, dan baca ini jadi teringat kembali, dan dulu hanya mendengarkan ceritanya para guru baca dari buku, sekarang bisa lihat langsung peninggalan dan benda-benda sejarah Rasulullah dengan lengkap dari gambar Mba Yayan.

    Harga tiketnya lumayan juga ya ternyata tapi sebanding dengan pengetahuan dan pengalaman yang bakal didapat, dan ternyata sudah masuk UNESCO sejak lama juga ya, semoga tempat-tempat sejarah Islam di atas selalu dijaga dan dilindungi oleh Allah sebagai bukti nyata Islam bagi dunia

    • Nah ini yang aku suka, kalau misalnya berhasil mendatangi satu tempat tapi udah “kenal” lama sejak zaman sekolah. Kayak masuk lorong waktu beneran.

      Aku terus terang gak begitu ingat dulu di sekolah diajarin tentang Turki atau nggak. Samar-samar sih ya soal Ottoman.

  9. Wah, asli beruntung banget om haryadi bisa melipir kesini. Aku pasti gemeter sih pas liat koleksinya, apalagi ada al-quran tertua juga yang jadi bukti betapa kitab itu gak pernah berubah dari masa ke masa. Zaman ottoman tuh luar biasa ya, kekuasaannya sebegitu luasnya.

    Tapi sayangnya sekarang mah Turkiye udah berubah banget ya. Aku malah heran, turki ini negara islam.. tapi pas istriku nonton film drama turki, eeeh cewe nya malah pada pake bikini. Mbingung dah, hahaha

  10. Tiket masuknya memang mahal ya Ysn tapi sepadan dengan apa yang pengunjung dapatkan. Luas banget istananya harus persiapkan stamina jika berkunjung ke sana, aku suka atap istana dan halamannya yang indah. Merinding pas bagian museum ya ada benda peninggalan Rasulullah dan putrinya

  11. Menarik banget mengunjungi Istana Topkapi ini meski tiketnya sekitar 700ribuan tapi worth it lah. Bisa melihat peninggalan or jejak nabi kaya telapak kaki rasulullah, ada juga Alquran tertua. Indah banget ya viewnya di atas roftop istana Topkapi. Saya juga jadi ingin mengunjungi tempat ini yang jadi peninggalan kekaisaran Ottoman dan kini ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO 1985.

  12. pas baca-baca di bagian awal, jadi mikir kok bisa peninggalan Rasullulah ada di Turki, ternyata oh ternyata akhirnya terjawab di akhir paragraf. Ternyata dulu Turki menguasai wilayah Semenanjung Arab juga ya.

    penasaran pengen liat langsung surat yang ditulis oleh Rasullulah, masih kesimpen dengan baik, padahal udah berabad-abad yang lalu.

    Dan semuanya terawat dikotak kaca kayak gini, umat muslim yang penasaran bisa melihat langsung kebesaran Tuhan dan Rasullulah

    • Yang aku penasaran apakah Arab Saudi pernah “meminta” koleksi-koleksi itu? jangan-jangan pernah tapi nggak dikasih ya hehe. Atau bisa jadi Arab Saudi punya museum sendiri yang juga memperlihatkan koleksi peninggalan Rasulullah. Cmiiw

  13. Masya Allah, nangis aku lihat foto-fotonya Kak Yayan. Beruntung banget sih bisa melihat semua benda-benda bersejarah ini secara langsung. Ya Allah, kepengen banget aku ke sana. Ngelihat di layar laptop aja begitu tercengang, apalagi kalo lihat langsung ya. Aamiin, semoga kesampaian bisa masuk ke dalam istana indah nan megah ini. :’)))))

  14. MashaAllaa~

    Kalau melihat peninggalan Rosulullah sholallahu ‘alaihi wa salam di The Privy Chamber ini jadi terharuuu.. Betapa Rasulullah yang kaya raya aja begitu sederhananya, terlihat dari baju dan sandal yang digunakan.

    Btw, omnduut…
    Alquran tertua di dunia itu ditulis menggunakan aksara apakah?
    Seperti bukan huruf Arab yaah..

    • Betul banget, jadi ditulisnya pake bahasa khusus.

      Al-Quran tertua di dunia yang diketahui saat ini adalah Mushaf Utsmani, yang ditulis menggunakan aksara Kufi. Mushaf ini diperkirakan ditulis pada abad ke-8 Masehi (abad ke-1 Hijriyah) atas perintah Khalifah Utsman bin Affan.

      Aksara Kufi merupakan salah satu jenis aksara Arab kuno yang berkembang pada abad ke-7 hingga ke-10 Masehi. Ciri khasnya adalah garis-garis yang sederhana, tebal, dan tidak memiliki titik atau tanda baca.

  15. merinding loh lihat foto2nya, apalagi jejak kaki Rosulullah. Menurutku ini worth it sama, harga tiket yang lumayan mahal tapi bisa melihat langsung benda2 peninggalan Rosulullah. Museum juga terawat, bersih.

  16. Makasih banyak sudah menuliskan pengalaman di sini. ada foto-foto yang bertebaran sehingga menambah Khasanah pemahaman serta pengetahuan saya. Membaca sholawat yang banyak supaya diberi kesempatan berkunjung langsung

  17. Baca tulisan ini saya mulai merinding makin merinding saat melihat foto-fotonya terutama saat melihat alas kaki Rasulullah. Namun, saya terganggu dengan informasi lain, katanya, tidak ada satu pun peninggalan Rasulullah yg tersisa karena semua sudah dimusnahkan oleh Umar Bin Khattab demi mencegah kesirikan. Ketika Rasulullah wafat, banyak yg memperebutkan benda-benda miliknya. Agar tidak disalahgunakan, Umar Bin Khattab mensterilkan rumah Baginda Rasul dan memusnahkan barang-barangnya. Ada yg dikuburkan ada pula yg dibakar. Wallahualam bissawab.

    • Mungkin yang dimusnahkan adalah benda yang masih ada di dekat Rasulullah saja saat itu. Sedangkan benda lain sudah keburu dibawa ke tempat yang jauh pasa masa Ottoman. Dan, itulah yang kemudian dikumpulkan dan diperlihatkan di museum ini.

Tinggalkan Balasan ke witriprasetyoaji Batalkan balasan