Belasan tahun lalu, saat keidean menghias dinding toko dengan foto-foto tempat destinasi wisata, alih-alih memilih Taj Mahal sebagai representasi dari India, saya malah memilih Mehrangarh Fort ini. Hanya karena benteng ini terlihat begitu indah dan megah. Padahal saya saat itu nggak tahu ini bentengnya berada di India sebelah mana.
Baru ketika merencanakan perjalanan ke India di tahun 2015, saya mulai kepo dan berencana ingin mendatanginya. Sayang, karena jalan sama 2 travelmates, saya kalah suara. Sehingga harus menyoret Jodhpur, kota di mana Mehrangarh Fort berada. Ya memang kalau mau ke Jodhpur harus memutar, padahal gong kami waktu itu ingin main salju di Kashmir.

Ini dia gambar yang dulu saya temukan. Sumber shutterstock
Alhamdulillah, 3 tahun berselang, saya dapat kembali lagi ke India. Saat itu, saya jalan sendirian sehingga bebas menentukan destinasi. Dan jelas saja Jodhpur jadi salah satu prioritas kunjungan. Walaupun waktu saya nggak banyak, dengan durasi kunjungan 2 hari 1 malam, akhirnya saya dapat menjelajahi langsung benteng yang dibangun oleh Jodha Akbar ini.
Tiba di Kota Biru
Ya, Jodhpur dijuluki The Blue City karena rumah-rumah warganya dicat berwarna biru. Saya tiba di Jodhpur menggunakan kereta di pagi hari dan langsung bergegas menuju hostel yang sudah terpesan sebelumnya.
Saya berkenalan dengan Amin, salah satu petugas hotel. Dia menyapa saya ramah dan mempersilakan saya beristirahat di area rooftop. Salah satu alasan saya memilih hostel ini karena terpukau dengan pemandangan Mehrangarh Fort yang terlihat jelas dari bagian atapnya.

Mehrangarh Fort terlihat dari Sardar Market.
Masih pagi, penghuni hostel kebanyakan masih tidur. Saya memesan chai dan chowmien untuk menganjal perut. Badan terasa lengket, untunglah, walau kamar yang akan saya tempati belum siap, saya diizinkan untuk menggunakan kamar mandi lain sehingga badan terasa segar dan saya nggak mau menyiakan waktu lebih lama. Ingin rasanya segera mendatangi Mehrangarh Fort itu.
Mulanya saya ingin menyewa bajaj. “Itu terlihat jauh, tapi sebenarnya masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki,” ujar Amin lagi.
Ah benar juga. Lagian, kalau nyasar kan tinggal nanya ke orang dan menunjuk Mehrangarh Fort yang ada di atas, “eh kalau mau ke sana lewat mana?”

Melewati jalan bak labirin seperti ini.

Mehrangarh Fort terlihat semakin dekat.
Dan, walaupun kota Jodhpur padat seperti labirin, nyatanya, saya nggak sampai nyasar. Jikapun salah mengambil jalan di satu tikungan, maka dengan mudah jalanan lain menuju ke Mehrangarh Fort dapat terlihat jelas. Sayangnya, hal ini nggak berlaku sebaliknya ketika saya pulang.
Saya kesulitan mengingat jalan pergi dan kemudian nyasar. Ironisnya, saya terpaksa memeluk lelaki India karena panik dikejar anjing saat itu buahahaha.
Alhamdulillah, setelah berjalan sekitar 20 menit termasuk menaiki tangga yang lumayan menanjak untuk menuju bagian atas, tiba juga saya di gerbang masuk Mehrangarh Fort. Saat itu pukul 10 pagi, dan sudah mulai terlihat kepadatan pengunjung.
Bertemu Riot
Saat itu, saya harus membayar 400 rupee plus 100 rupee untuk kamera jika ingin masuk ke bagian dalam Mehrangarh Fort. Jika dirupiahkan ya sekitar Rp.100.000. Menurut saya, itu harga yang pantas sebagai biaya masuk benteng seluas 486 hektare ini.
Untungnya, biaya masuk itu sudah termasuk headphone. Pengunjung bebas meminjam dengan percuma/gratis namun syaratnya paspor harus ditinggalkan. Wes nggak apa-apa, sebab untuk mengerti sejarah Mehrangarh Fort lebih dalam, ya harus mendengarkan penjelasan menggunakan headphone itu. Walau, kadang saya suka merapat ke kelompok turis yang khusus menyewa guide sih. Rasanya lebih seru ketika mendengar penjelasan mereka.

Warga lokal membaca keterangan di salah satu pintu masuk

Tanda jika bentengnya berada di perbukitan.

Membaur dengan wisatawan lokal
Saat antre, saya bertemu dengan seorang pemuda yang sepertinya datang sendirian juga sama seperti saya. Kami tidak saling sapa, namun ketika masuk ke dalam, di beberapa titik kami selalu berpapasan. Dan, entah siapa-mengikuti-siapa, tahu-tahu saja kami sudah jalan bersama dan bisa minta bantu memotretkan satu sama lain. Ya, inilah serunya jalan sendirian, karena sebetulnya kita nggak benar-benar sendirian selama berani membuka obrolan dan menyapa.
Nama pemuda itu Nicolas Riot, berasa dari Paris, Perancis dan sudah 4 bulan berkeliling di India. Jodhpur rupanya kota terakhirnya sebelum kemudian kembali ke Paris, bekerja lagi, menabung untuk persiapan melakukan perjalanan panjang lagi di waktu yang akan datang. Orang-orang seperti Riot ini sering saya jumpai. Dan, tetap saja merasa takjub dan kagum dengan keberanian mereka.
Sekilas Tentang Mehrangarh Fort
Ingat nggak, di cerita kunjungan saya ke Chand Baori sebelumnya, saya bercerita jika Mehrangarh Fort inilah yang menjadi setting tempat Bruce Wayne dipenjara dalam film The Dark Night Rises? Walau begitu, benteng ini lebih banyak muncul di film The Fall yang diproduseri oleh David Fincher. Ini salah satu benteng penting yang cukup banyak digunakan untuk pengambilan gambar.

Bagian ini paling jelas tampak di The Dark Night Rises. Di film The Fall juga tokohnya jatuh di sini
Faktanya, Mehrangarh Fort memang salah satu benteng penting yang ada di India. Sebelum membahas tentang Mehrangarh Fort, saya mau cerita dulu situasi saat itu, ketika kota ini mulanya didirikan pada tahun 1459 oleh Rao Jodha, seorang kepala Rajput dari klan Rathore yang kemudian dikenal sebagai pusat kerajaan Marwar.
Jodhpur letaknya strategis –menghubungkan Delhi ke Gujarat sehingga kota ini tergolong maju karena keuntungan perdagangan opium, tembaga, sutra, kayu cendana, kurma dan barang lainnya mampir ke kota ini.

Mehrangarh Fort dan Kota Biru terlihat di kejauhan

Di tengah kehebohan wisatawan lokal 🙂
Benteng Mehrangarh dibangun di tahun yang sama ketika Jodhpur didirikan. Terletak di bukit Bakhurcheeria setinggi 125 meter di atas kota, benteng ini dikelilingi tembok tebal sebagai pelindung istana yang ada di dalamnya.
Terdapat tujuh gerbang besar di benteng ini, termasuk jayapol/gerbang kemenangan yang dibangun oleh Maharaha Man Singh untuk memperingati kemenangan atas tentara Jaipur dan Bikaner. Lalu, ada pula fattehpol –juga berarti gerbang kemenangan, yang dibangun sebagai tanda kemenangan Maharaja Ajit Singh Ji atas Mughal.

Bagian atas benteng.

Sadar kamera hehe
Asal usul penamaan atau etimologi Mehrangarh sih berakar dari kata Sansekerta ‘Mihir’ (berarti matahari) dan ‘garh’ (berarti benteng). Berkembang secara fonetis dari ‘Mihirgarh’ menjadi ‘Mehrangarh’ dalam bahasa Rajasthani. Benteng tersebut diberi nama Mihirgarh, yang berarti ‘benteng matahari’ – mengacu pada keturunan mitos klan penguasa Rathore dari dewa matahari Surya.
Memindahkan Ibukota
Rao Jodha adalah salah satu dari 24 putra Ranmal dan menjadi penguasa Rathore ke-15. Satu tahun setelah naik takhta, Jodha memutuskan untuk memindahkan ibu kotanya ke lokasi yang lebih aman di Jodhpur, karena benteng Mandore (juga nama ibukota sebelumnya yang berada 9 km dari Jodhpur) yang berusia seribu tahun tidak lagi dianggap memberikan keamanan yang memadai.
Dengan bantuan terpercaya dari Rao Nara (putra Rao Samra), pasukan Mewar dapat ditundukkan di Mandore. Dengan itu, Rao Jodha memberi Rao Nara gelar Diwan. Dengan bantuan Rao Nara, pendirian benteng diputuskan pada 12 Mei 1459 oleh Jodha di sebuah bukit Bhakurcheeria atau berarti gunung burung.
Menurut legenda, untuk membangun benteng Mehrangarh, dia harus “mengusir” satu-satunya penghuni bukit itu, seorang pertapa bernama Cheeria Nathji yang berpengaruh di wilayah tersebut. Saat diminta pindah, dia menolak tegas. Hal ini terjadi berkali-kali.

The Blue City dilihat dari puncak benteng

Sebagian masih berupa bebatuan perbukitan
Rao Jodha kemudian mengambil tindakan ekstrim dan mencari bantuan dari orang suci lain yang lebih kuat, Karni Mata dari Deshnoke yang merupakan seorang prajurit bijak hindu yang lahir di kasta Charan. Atas permintaan raja, dia datang dan meminta Cheeria Nathji segera mundur. Melihat kekuatan yang lebih tinggi dia segera pergi tetapi mengutuk Rao Jodha dengan kata-kata “Jodha! Semoga bentengmu mengalami kekurangan air!”.
Ya ngeri amat ya kalau ada seorang petapa sakti yang udah bersumpah kayak begitu. Untungnya Rao Jodha berhasil menenangkan pertapa tersebut dengan membangun rumah dan kuil di dalam benteng. Karni Mata meletakkan batu pertama Benteng Mehrangarh.
Saat ini hanya benteng Bikaner dan Jodhpur yang tersisa di tangan Rathores, kedua batu fondasinya diletakkan oleh Shri Karni Mata, salah satu dewi kemenangan di Hindu. Semua benteng Rajput lainnya di Rajasthan ditinggalkan karena beberapa alasan oleh klan masing-masing.
Hanya Rathores dari Jodhpur dan Bikaner yang memiliki bentengnya sampai saat ini. Fakta ini dianggap sebagai keajaiban oleh penduduk setempat dan dikaitkan dengan Shri Karni Mata. Rao Jodha juga memberikan desa Mathania dan Chopasni kepada dua panglima perang Charan yang diutus olehnya untuk meminta Mehaai datang ke Jodhpur.

One of my fav photos

Pahatannya begitu detail
Untuk memastikan bahwa lokasi baru tersebut terbukti menguntungkan, dia menguburkan seorang pria dari kasta Meghwal bernama “Raja Ram Meghwal”, yang menawarkan jasanya secara sukarela. “Raja Ram Meghwal” dijanjikan bahwa sebagai imbalannya keluarganya akan dijaga oleh Rathore. Keluarganya diberikan tanah dan hingga saat ini keturunannya masih tinggal di Raj Bag, dekat Soor Sagar.
Meskipun benteng ini awalnya dibangun pada tahun 1459 oleh Rao Jodha, pendiri Jodhpur, sebagian besar benteng yang berdiri saat ini berasal dari periode Maharaja Jaswant Singh (1638–1678). Dindingnya, yang tingginya mencapai 36 meter (118 kaki) dan lebar 21 meter (69 kaki), melindungi beberapa istana terindah dan bersejarah di Rajasthan. Komunitas Khandwaliya salah satu komunitas tradisional kuno memiliki pengetahuan memecahkan batu-batu besar yang dijadikan benteng ini bersama orang lain.
Peristiwa-peristiwa Berdarah
Di Mehrangarh Fort, kami juga masuk ke area yang kini dijadikan museum. Berbagai benda dipamerkan, misalnya saja howdah, tempat duduk kayu dengan dua kompartemen dilapisi lembaran emas dan perak yang biasanya diikatkan ke punggung gajah. Sebagaimana tandu, howdah adalah sarana populer untuk berpergian dan mengunjungi para wanita bangsawan yang digunakan hingga kuartal kedua abad ke-20.

Ornamen pada jendela

Bagian dalamnya. Detailnya juara!

Salah satu penjaga, memastikan pengunjung nggak melewati batas

Pengunjung melihat koleksi museum

Para raja

Padat pengunjung
Keberadaan daulat khana juga sayang jika dilewatkan. Museum harta karun Mehrangarh ini memperlihatkan koleksi baju besi langka, berbagai senjata seperti pedang yang terbuat dari batu giok, perak, tanduk badak, gading, rubi, zamrud bahkan mutiara. Termasuk pula senjata-senjata dengan emas dan perak pada larasnya. Senjata milik para kasiar ini memang menyedot banyak perhatian pengunjung, tak terkecuali saya dan Nicolas.
Tidak semua bagian benteng dapat dimasuki oleh wisatawan umum. Walau begitu, saya sudah cukup puas mengelilingi benteng raksasa yang menawarkan pemandangan keindahan kota berjulukan Blue City dari jendela-jendela dan juga sebuah area terbuka sehingga rumah-rumah yang mayoritas dicat dengan warna biru itu dapat dilihat dengan mudah.
“Sepertinya ini juga tempat tentara berkumpul saat perang, ya!” celoteh saya kepada Nicolas.
Dia menganggukkan kepala. “Iya, terlihat dari keberadaan senjata ini,” sahutnya sambil menunjuk beberapa meriam yang ada di sana.

Perkenalkan, ini dia Nicolas Riot

Sisa meriam. Itu yang di kejuahan adalah Jaswant Thada

Kota Biru dari kejauhan
Selain sebagai penyerang, jejak dampak peluru meriam yang ditembakkan oleh pasukan penyerang Jaipur masih terlihat di gerbang kedua tak jauh dari chhatri dari Kirat Singh Soda, seorang prajutit yang jatuh di gugur di tempat saat membela Mehrangarh.
Benteng ini memang erat kaitannya dengan kisah-kisah pengorbanan.
Lolapol/gerbang besi yang merupakan gerbang terakhir ternyata menyimpan sebuah tanda sati (Sati atau suttee adalah tindakan bunuh diri spiritual di agama Hindu saat seorang janda mengorbankan dirinya dengan duduk di atas tumpukan kayu pemakaman sang suami.) dari istri raja yang membakar diri di atas tumpukan kayu pemakaman suaminya, Maharaja Man Singh di tahun 1843. Tindakan itu dilakukan sebagai tanda cinta terhadap suaminya.
Konon, para rani/istri raja ini akan memakai pakaian pengantin yang indah sesaat sebelum masuk ke kobaran api. Sebuah bukti pengorbanan akan cinta, tak sekadar kata-kata bualan sehidup-semati yang sering didengungkan masyarakat dewasa ini namun hampir tak pernah dipraktikkan lagi.

Gerbang lainnya

Dilihat dari ketinggian

Pilar pembatas

Wisatawan lokal
Sayangnya kisah memilukan ini tak hanya terjadi di masa lalu. Di tahun 2008 terjadi penyerbuan manusia di kuil Chamunda Devi yang menyebabkan 224 orang tewas dan lebih dari 425 orang terluka. Kuil dari abad ke-15 yang didedikasikan untuk dewi Chamunda Devi ini terletak di dalam kawasan Benteng Mehrangarh.
Saat itu, sekitar 25.000 peziarah Hindu mengunjungi kuil tersebut untuk menandai hari pertama Navratri yang berlangsung selama sembilan hari, sebuah festival besar dalam agama Hindu yang didedikasikan untuk pemujaan Dewi Durga. Para penyembah bergegas menuju pintu saat pintu terbuka, mengakibatkan hancurnya barikade. Banyak orang yang terluka ketika kehilangan pijakan di lereng mendekati candi.

Area ini nggak bisa dimasuki

Penjaga berpakaian khusus
Menurut The Times of India, laporan lokal menunjukkan bahwa ledakan bom di dekat Mehrangarh menciptakan kepanikan di antara para peziarah yang mengakibatkan penyerbuan. Namun, BBC News melaporkan bahwa tembok yang runtuh mungkin juga menjadi penyebab penyerbuan tersebut. Beberapa saksi mata mengatakan kepada CNN-IBN bahwa rumor tentang bom yang ditanam di kuil menyebabkan kepanikan di kalangan peziarah.
Yang lain mengatakan ada kekacauan dalam antrean putra; beberapa umat terpeleset dan segera terjadi penyerbuan besar-besaran yang mengakibatkan hari perayaan berubah menjadi hari berkabung. Mengerikan, mengingatkan saya atas tragedi Operasi Bintang Biru yang ada di Golden Temple, Amritsar.
* * *
Saya lupa, tapi rasanya saya berkeliling ke Mehrangarh Fort lebih dari 3 atau 4 jam. Itu pun rasanya nggak semua tempat dapat saya datangi karena beberapa memang dilarang masuk bagi wisatawan.

Menuju jalan pulang

Tadi tuh sambil mikir, keknya familiar The Dark Night Rises ini. Lah ternyata pernah buat syuting film ya 😁 yang terbayang sama daku tadi malah keingetnya tempat syuting series atau sinetron gitu. Ah yang penting memang mengarah ke tempat syuting dah haha.
Banyak sejarah di sana ya. Dan kek gimana tuh menyebut Mehrangarh ini? Meh-rang-arh kah?
Betul kayak gitu, tapi temponya cepat jadi kayak terdengar me-ra-ngah aja *cmiiw*
Iya bentengnya pernah didatangi sama Christian Bale walaupun nggak banyak scene yang dia ambil di sini 🙂
Saya kira peninggalan kerajaan joda akbar sudah tidak ada jejaknya rupanya masih tersisa benteng dan kebetulan diulas disini.
Penggambarannya sungguh jelas dengan dilengkapi gambar dan deskripsi yg mendetail sehingga seolah-olah datang langsung ke lokasi
Mantap
Semoga bisa berkunjung juga suatu saat sama emak🙏
Aku nggak nonton serialnya yang tayang di TV. Tapi pas dulu ke India sepupu pada heboh, “kamu main ke tempat syuting Jodha Akbar, nggak?” haha aku gak ngeh. Tapi ya, benteng ini salah satu peninggalannya.
Saya pribadi kalau ngebolang lebih suka sendirian Mas. Bebas menentukan mau ke mana dan berapa lama. Jadi puas ekspornya.
Dan pantas saja Mas Hadi pengin sekali ke Mehrangarh ini ya. Bangunannya memang bikin takjub dan penuh sejarah. Apalagi melihat langsung.
Saya salut dengan pihak hotelnya Mas. Walau belum cek on, diperbolehkan ke rooftop bahkan bisa mandi dulu.
Betul mas. Emang paling enak jalan sendiri, apalagi kalau duit unlimited hahaha. Puas!
Iya pengurusnya baik, dan kebetulan ada kamar yang bisa aku pake kamar mandinya. Alhamdulillah.
Tahu Jodhpur dari serial Jodha Akbar ehh beneran ternyata fort itu dibangun oleh Jodha. Fortnya bagus dan gagah ya. Gak kebayang dulu membangunnya gimana padahal belum ada semen.
Kalau sewa personal guide mihil ga sih?
Lalu biaya hostel berapa?
Mas Yayan ada tulisan tentang tips solo traveling?
Mas
Untuk personal guide aku kurang tahu mbak, gak nanya waktu itu. Tapi kayaknya tarifnya sama kayak biaya masuknya, jadi ya sekitar 500 rupee/100 ribu rupiah.
Hostelnya muraaah haha, cuma 65.000 aku udah dapet private room dengan kamar mandi dalam. Ini yang aku suka dari India sih hwhw
Untuk tulisan khusus tentang solo traveling aku belom pernah bikin.
Aku seneng nian jingok ukiran-ukiran details yang tampak cak jendelo yang terpahat cantik itu. Warnonyo jugo terlihat mengikuti warna alam. Cantik luar biasa. Awal2 jingok foto benteng ini tetiba aku teringat film The Fall. Dan ternyata bener, di sinilah salah satu venue shooting dari serial ini.
Eh btw, sadar jugo dak sih Yan, ukiran jendelo cak itu dipake jugo oleh salah satu apartemen yang ado di Mekkah. Lokasinyo dekat nian samo Ka’bah. Bersebelahan dengan Clock Tower. Tapi di apartemen ini dio murni pake kayu dengan warna yang samo galo.
Aku tu yo Yan, setiap baco tulisan awak tentang India, selalu kagum. Dibalik negara yang acak-adut karena perkembangan ekonomi dan sosialnyo lambat, India sesungguhnya menyimpan banyak “kecantikan” yang idak terduga. Kapan ah ngelencer ke tempat2 yang awak tulis di buku.
Wah apartemen yang mano yo yuk. InsyaAllah kalau kagek tugas lagi, aku akan cari khusus apartemen yang ayuk maksud.
Bener, jadi India itu komplet. Jeleknyo yo ado, cuma menurut aku masih lebih banyak plusnyo makonyo dak pernah bosen ke sano ^^
Ternyata secantik sekaligus segarang ini bentengnya, pantas dijadikan destinasi impian, sih. Wajar aja kalau sabar menunggu bertahun-tahun
Iya.
Emang paling bener jalan sendiri ya, kak. Bebas mau kemana aja.
Btw, salfok sama rumah penduduk yang tampak dari atas, padat sekali ya.
Tapi cukup unik ada benteng dekat dengan pemukiman (atau aslinya jauh, ya?)
Rame juga warga lokal yang kesana, saya kirain orang India itu kurang suka dengan wisata seperti ini
Aslinya sih dekat, eh ya tergantung dari rumah penduduknya juga ya hwhw. Yang dekat sih dekat, begitu pun sebaliknya. Cuma sebagaimana yang aku ceritakan, kalau dari hostelku yang tadinya kukira jauh ternyata masih walkable.
Emang kalo nampak dari foto suka ketipu ya, kak
Tampak dekat padahal jauh, begitu juga sebaliknya
Iya bener. Dan jauh dekat juga kadang tergantung sama kebiasaan orang berjalan kaki. Ada yang jalan kaki 30 menit biasa aja, ada yang 5 menit udah ngeluh hwhw
Belum tau dia, jaman saya sekolah dikampung jalan kaki 6km pulang pergi, hihiii
Daebak haha. Tapi karena itu jadi terlatih ya.
Betull, jalan kaki? kecil lah, hihiii
hihihi sayang gak ada foto Mas Haryadi sedang memeluk lelaki India
saya selalu takjub dengan bangunan peninggalan, dan di tulisan ini keren bangetttt….
Saya pengen ke India, tapi jadi parno ketika baca tingginya angka kriminalitas di sana
Karena situasinya genting saat itu, gak kepikiran buat foto Ambu hahaha.
Soal angka kriminalitas, ntah ya secara statistik gimana. Tapi ya jumlah penduduknya pun banyak banget, lebih dari 1 miliar orang.
Gara gara tulisan ini aku jadi sampe nonton ulang film Batman buat liat kayak gimana sih scene-nya. Segitu kepo-nya ya daku, hahaha
Aku paling suka sih liat bangunan-bangunan di India tuh. Entah dari sisi dekorasi yang mewah, ukirannya juga perfekto banget, plus seringkali pake warna yang mengkilau. Beda banget sama India yang sering saya liat di selliweran Reels maupun tiktok.
Btw susah amat yak baca namanya mehran.. Meghrag.. Mehram.. Ahsudahlah
Aku juga pingin nonton ulang. Dibandingkan marvel, aku jarang nonton ulang film-film dari DC. Barusan cek tayang di apple+ yang mana aku gak pake/langganan hwhw.
Eksotis sekali. Membaca ini serasa benar-benar di bawa ke sana loh. Keren banget mas kontennya, apalagi foto-fotonya yang pastinya menawan banget.
Terima kasih.
aku bacanya diulang-ulang biar paham tentang sejarahnyaa haha…
gak nyangka kalo ternyata film batman shootingnya sampe jauh ke india ckckck kerennnnn
Iya mbak, sampai ke Mehrangarh Fort syutingnya 🙂
Cantik banget. Ternyata selain Taj Mahal ada destinasi wisata secantik ini, bangunan bersejarah tapi juga punya pemandangan yang bagus banget, dipakai untuk shooting film-film besar.
Oh ya Kak, ini Jodha Akbar yang di film atau drama India itu kah?
Iya, yang tayang di TV kita ^^
Dulu saya kira drama Jodha itu hanya fiksi belaka, ternyata ada sejarah yg melatar belakanginya.
Dan dia bernama Rao Jodha putra Ranmal.
Apakah drama itu sama dengan sejarahnya?
Entahlah, karena saya tidak mengikuti drama itu.
Aku gak nonton dramanya jadi kurang paham. Tapi menurutku itu drama yang didasari dengan fakta sejarah. Sebab mereka pake tokoh yang benar-benar ada.
Snagat luas sekali ya, Kak. Itu butuh waktu berapa hari kalau kelilng di 400 hektar lebih itu, Kak? Bentengnya sendiri berapa luas ya, Kak?
Bebas, mau seharian juga boleh kalau betah hehe
Mungkin kudu yang uda sering travelling baru berani solo-travelling seperti Omdut.
Tapi aku salut sih, aganya bangunan Mehrangarh Fort ini kesannya dark. Ternyata bener yaa.. menyimpan sejarah memilukan juga..
Dan kalo di Jawa, suka ada tuh kisah mistis yang mewarnai.
Semoga kalo di India, gak ada yang begitu begitu yaa..
Dan seneng banget mendadak dapet travel-mate yang kompak.
Harus diakui, aku berani ke India sendirian mungkin karena sebelumnya udah pernah ke sana, jadi udah kenal medan. Tapi banyak banget temenku yang sejak pertama udah datang sendiri, cewek pula. Dan mereka fun aja 🙂
Di India mistisnya juga banyak haha, 11-12 sama kita ya mbak
Nah, aku menantikan kisah mistisnya nih..
Btw, omdut aku minta maaf sebelumnya kalau pertanyaan ini menyinggung omdut sebagai traveller.
Kenapa memilih India?
Kayanya dari sekian destinasi wisata Asia tuh bukannya India banyak yang kasih testimoni negatif gasii?
**masku dan tanteku yang sering diundang acara ke LN suka sebel kalo dapet undangan ke INdia.
Jadi preferensiku dari keluarga sendiri siih..
Apakah India ada sejarah atau preferensi yang bisa dibagikan ke pembaca?
Haturnuhun.
Mungkin karena sejak kecil aku terinfluence dengan film-film Bollywood. One of my crushku itu Preity Zinta dulu. Eh Kajol juga sih suka haha.
Jadi, dulu sering nonton film India, dengerin lagunya. Bahkan film-film India norak di RCTI (tentang Hanuman yang kalau bertarung keluar cahaya-cahaya dari tangannya) aku suka nonton.
Trus pas kuliah ada temen asli India (cuma lahir dan besar di Palembang) dan setiap diwali kami diundang ke rumahnya, yang mana mama dan neneknya masih pake saree. Dijamu makanan dsb, sangat berkesan ^^
Begitu datang ke sana, ya banyak yang nyebelin, culture shock dsb, tapi bikin aku banyak bersyukur. Dan, dibandingkan negara lain, India relatif murah. India juga gedeee banget, jadi setiap ke sana aku mengunjungi provinsi yang berbeda. Dan aku emang secinta itu sama India hihihi
Aah… MashaAllaaa…
Karena budaya yaa..
Iya sih yaa..
Awalnya suka filmnya, lama-lama paham bahasanya (meski dikit), lama-lama jatuh cinta sama budayanya.
Halo mas, saya penasaran dengan bagaimana caranya orang indonesia bisa beradaptasi dengan menu makanan india?
halo mas, saya suka penasaran, bagaimana caranya supaya orang indonesia bisa melahap kuliner india dengan santai tapi nikmat?
Hi mas. Pertama, soal lidah kadang penuh misteri haha. Orang sumatra aja ke menu Jawa ada yang cocok ada yang nggak.
Kedua, India luaaaas banget, jadi varian makananya pun beragam. Makanan daerah Kashmir itu luar biasa enak.
Jadi ya, dengan semangat mengenal kebudayaan India melalui makanan so, dicoba aja. Siapa tahu cocok. Kalo ga cocok cari makanan lain.
Kalau perempuan bnyk yg solo traveling ga di India om
Aku kenal beberapa temen yang cewek dan dia solo traveling ke India. Salah satunya https://ubermoon.me/ Alhamdulillah aman aja 🙂
Thks infonya
Wow, interior dan exterior Mehrangarh Fort luar biasa ya… Keindahannya bahkan bisa dipuji sampai detik ini.
Yup
Kayanya aku bakal seeneng deh kalo kesana. Karena aku suka banget warna biru terutama biru muda hahaha. Gimana rasanya memeluk laki2 india, om? Hahaha kocak bgt
Kalau lelakinya kayak Aamir Khan atau Ranveer kayaknya masih enak. Meluk idola hahaha
Seketika NGAKAK.
Pertanyaan ka Ruli ama jawaban omdut beneran menghibur.
Kenapa aku betah berlama-lama baca kolom komennya?
Wkkwkw… soalnya omdut entertain sekaliii…
Hihihi soalnya yang aku peluk itu bapackbapack tua. Tapi karena dia, aku terselamatkan. Betisku nggak jadi digigit sama anjing hahaha
Betis gemooyy nya masi aman yaa, omdut… Alhamdulillah 😎
Aku penasaran, sepintar apa para ‘arsitek’ dulu bisa bangun benteng semegah ini di tahun 1400an, lalu dilanjutkan 1600an. Ttp aja masih tahun di mana teknologi blm ada 😅. Atau at least ga secanggih skr. Hebatnya ini bangunan msh kokoh berdiri pula 👍👍.
Jodha Akbar aku pernah denger ada serialnya, tapi ga nonton lah. Mana kuat kalo sampe ratusan eps 🤣🤣🤣.
Kalo udh masuk ke museum atau bangunan bersejarah gini, memang ga terasa waktu ya mas. Aku pun kdg ga sadar udh 3-4 jam aja. Padahal ngerasa cepet di dalam. Itu kalo bener2 menarik sih.
Ntahlah nih THN depan bisa ke India atau ga. Pengen bgt, masih msk wishlist ku
Barusan aku kepoin ternyata jumlahnya 566 episode mbak buahahahaha. Gila, sehari nonton satu aja setahun belom kelar.
Tapi kalau aku liat orang-orang pada demen, kebayang sih berarti dramanya memang bagus. Aku mau cari film lepasannya aja. Kalau ada sih.
Takjub banget sama kemegahan Mehrangarh Fort dan aku langsung teringat dulu suka nonton Jodha Akbar di TV. Dari tulisan ini, jadi makin terbuka banget wawasan, sangat detail bahas sejarahnya.
Kemudian aku setuju nih dengan ungkapan, traveling atau jalan sendirian itu asyik dan menarik, bisa membawa kita mengenal banyak orang selama mau menyapa dan buka obrolan, sekalian belajar bersosialisasi.
Seru dan sangat berkesan pasti nya perjalanan kali ini, aku selaku pembaca terasa lagi diajak bertualang meski lewat runtutan kalimat serta foto-foto yang bagus.
Haha ya, sayangnya aku gak nonton serial itu di TV. Kalau nonton, pasti akan beda suasana hatiku ketika datang ke Mehrangarh ini. Bakalan lebih jleb sebab udah kebayang sosok Rao Jodha yang aku lihat di TV.
Wow, megah banget ya bangunannya. Keren arsitekturnya. Gede banget dan bener, bikin takjub. Lihat foto-fotonya aja bikin takjub. Apalagi kalo kayak Mas Yayan, bisa lihat langsung ke sana. Takjub beneran. Agak susah ya untuk baca namanya. Dan sejarah di balik pendiriannya juga sangat wow. Pantes saja deh kalo bangunan ini jadi kebanggaan. Memang sangat keren. Huhu kepengen deh bisa main ke Mehrangarh Fort ini.
Amiin amiin semoga ada kesempatan main ke India ya mbak.
^^
Keren ih ternyata Mehrangarh Fort. Kirain di India yg menarik cuma Taj Mahal 😁. Thanks artikelnya, bikin serasa halan² ke lokasinya..
Sama-sama.
Ini yang ke atas bisa naik gajah?
Bukan mbak, kalau yang bisa naik gajah itu di Jaipur.
Semoga bisa ada rejeki ke India utk saya juga. Selama ini hanya bisa melihat Dari televisi. Btw, bangunan di India megah megah ya kak. Bagus utk dijadikan destinasi sejarah ni
Amiin amin semoga berkesempatan ke sini ya.
Wah Saya paling suka lihat bangunan kuno cagar budaya seperti ini megah dan masih terawat ya ini
Aku pun. Takjub banget kan ya.
Suka banget dengan tempat wisata bersejarah seperti ini. Dilihat dari lokasi, sepertinya benteng dan daerah sekitar memang sarat akan kisah bermakna. Tapi, beberapa kali liat konten travelling, kenapa India kurang diminati dan terkesan kurang ramah ya?
Orang takut ke India karena kesan joroknya 🙂 padahal sebetulnya nggak juga. Ada wilayah-wilayahnya. Aku sendiri betah di sana haha dan gak kapok ke India lagi.
Ping balik: Lorong Waktu di Jaswant Thada: Cenotaph Terindah di India | Omnduut
Ping balik: Mengejar Batman & Badman di Chand Baori | Omnduut