Postcrossing

Wawancara Berantai Kartu Pos

Official

Beberapa kartu pos yang aku dapatkan dari situs postcrossing.com

Beberapa bulan lalu, sekitar pertengahan bulan Juli, Ari mengirimkan sebuah email berisi beberapa pertanyaan seputar kegiatan postcrossing yang aku geluti. Wow, rasanya diwawancara blogger sekaliber Ari rasanya gimanaaa gitu (stt, Ari ini juga baru diangkat jadi admin di Komunitas Postcrossing Indonesia, loh!). Jelas saja aku senang dan terasa hepi banget mengingat pertanyaan yang ditanyakan seputar kegiatan yang sedang asyik-asyinya aku jalankan. Nah, untuk melihat jawaban-jawaban seputar pertanyaan yang diberikan, bisa klik di sini ya 🙂

Nah, karena judulnya ini ’Wawancara Berantai’ sudah seyogyanya aku pun meneruskan wawancara ini. Terus terang waktu itu aku bingung mau mewawancarai siapa mengingat belum banyak teman-teman postcrosser yang aku kenal. Aku lalu ingat Yanita, admin senior di Komunitas Postcrossing Indonesia. Walaupun awalnya menolak, syukurlah Yanita akhirnya mau diwawancara. Maklum saja, dia kan termasuk salah satu yang ekspert di bidang per-postcrossing-an. Baru-baru ini saja Yanita diwawancarai oleh Net TV seputar kegiatan di Komunitas Postcrossing Indonesia. Trus, dapet gelar Postcrossing Ambassador pulak oleh situs induk postcrossing.com. Keren yak! Koleksinya juga sudah tembus lebih dari 100 negara! Nih liat aja kalo galerinya kalo gak percaya. hihihi.

Namun, saking sibuknya Yanita, pertanyaan-pertanyaan yang kukirimkan pada bulan Juli itu baru dibalas beberapa hari yang lalu! Haa lama banget lebih dari 5 bulan! Hahaha. Aku sampe segan nagihnya, euy!. Bukannya apa-apa, aku kan gak enak sama Ari. Juga 2 (dua) postcrosser lain yang turut aku wawancarai. Yakni mbak Yana dan Teuku. Mungkin pada bertanya-tanya ya, kok lama banget wawancaranya diposting di blog Omnduut. So, dengan penjelasan ini jadi tahu ya alasan kenapa telat banget postingnya ^^. *jadiin Yanita kambing hitam hwhwhw* Nah, inilah hasil wawancara ketiga postcrosser keren ini. Biar simpel, aku pake kode nama saja ya. Yanita (Y), mbak Yana aka Antung Apriana (A) dan Teuku Amirul Muttaqin (T). Tulisan dalam kurung menggunakan huruf miring adalah murni celetukan gak jelas dari aku yak! ^^ eh btw, ini bakalan jadi postingan yang sangaaat panjang. Semoga gak bosen 😀

1. Halo semua, apa kabar? aku mau ganggu nih haha. kesibukan kalian sekarang apa saja? dan… ceritakan dong secara singkat kalian itu sosok yang seperti apa. apa suka nelen kucing atau ngemil beling gitu? ^^ *kena tabok bolak-balik dah aku*

Jawab :

(Y)  Hallo Yayan, kabar baik. Tapi kebetulan banget pas lagi ngetik ini gue lagi mules2 (kalo mules ke toilet dulu dong, Nit -Omnduut) hehehe.. sebenernya lo ganggu tau, ganggu banget *gak ding boong* Kesibukan sekarang masih kerja, ihhh kepo deh :p Klo nelen kucing belum pernah, klo makan beling sering huahahahhaa..engga lah Yayan, gue anak baik2, ga tega gue makan kucing apalagi makanin beling, lu kira gue kuda lumping :p Gue orangnya moody, tapi normal sih, biasanya yang lahir di bulan Januari (oh ini sekalian curcol ngasih tahu bentar lagi ulang tahun –Omnduut) orangnya agak sensitif, tapi ga semua. Hal yang paling gue hindarin adalah perdebatan, karena gue ga suka didebat dan gue ga suka ngedebat, karena ujung-ujungnya takutnya berantem.

(A) Aku sekarang masih kerja di perusahaan konsultan teknik sipil (Tuuuh, saking lamanya tulisan ini terposting, bahkan pekerjaan ini udah basi haha, mbak Yana kan sekarang udah jadi civil servant, -Omnduut), sambil kadang-kadang nulis kalau misalnya ada waktu lowong. Aku ini orangnya aslinya tertutup dan pendiam (yang bahaya itu kalo buka-bukaan mbak! Kena UU Pornografi –Omnduut). Terutama kalau di lingkungan baru. Bahkan kadang ada yang bilang aku jutek. haha. Tapi sebenarnya kalau udah kenal dan akrab aku lumayan asyik juga kok orangnya (sok pede).

(T) Asik di wawancara… oekeh juga nih. Merasa kayak orang penting ajah.. oke deh Mas Yayan saya jawab ya. Ehem, tes 1..2.. Mikrofon nya udah nyala gak nih? Udah? Oke, Action! Kabar baek. Ahamdulilah, lagi seneng baru pulang dari Gorontalo bawa pulang oleh-oleh buat postcrosser pilihan aku. Kehkehkeh… Omnduut dapet gak ya? (Yeaay aku dapeeet! Nih kartu posnya, cakep yaa! –Omnduut) XD Mau ganggu? Silahkan! Nanti tak ganggu balik.. Kesibukan aku banyak banget sekarang. Mumpung liburan. Iseng-iseng lagi buat kotak buat kartu aku yang semakin banyak aja *pamer  Selain itu aku juga lagi berusaha keras memperbagus tulisan aku supaya bisa nembus di surat kabar favorit di Aceh: Serambi Indonesia. Doakan semoga nembus. 😀 Sosok aku? ..mm..mm.. agak bingung dikit. Kalau dibandingin, kayaknya aku sebelas-duabelas sama Sami Yusuf deh (Wah itu salah satu penyanyi ‘impor’ kesukaanku. –Omnduut). *plak.. Yang pasti aku ni orang nya have fun aja. Nikmati hobi, serius belajar

2. Kalau ngeliat profil kalian di postcrossing dan deretan postingan di facebook dan blog kan banyak banget nih post tentang kartu pos. sejak kapan sih kalian mengenal kartu pos? dan mengapa kalian suka sama kartu pos?

Jawab :

(Y) Kenal kartupos baru 2 tahun terakhir, ngeliat postingan temen tentang postcard dan jadi nanya-nanya dan dikenalkanlah pada postcrossing. Kenapa suka kartupos? Pertanyaannya bagus, jawabannya karena itu salah satu media untuk saya berinteraksi dengan dunia luar. Dari kecil memang udah suka banget sama bahasa inggris atau yang berbau internasional. Jadi harapannya bisa mendapatkan banyak hal dari postcrossing. (Sama! Aku juga suka belajar bahasa asing walaupun sampe sekarang masih bego aja gitu >.< -Omnduut).

(A) Aku kenal kartu pos gara-gara Yayan! (Wah gara-gara aku hihi –Omnduut) Gara-gara dia sering posting tentang kartu pos koleksinya, trus juga posting tentang dapat kiriman kartu pos dari mana. Terakhir waktu dia posting tentang postcrossing akhirnya aku putusin gabung juga. Suka karena bisa dapat kartu pos dari berbagai negara. Oya cardtopost itu apa yak? Hehe. (CardToPost itu grup yang dikomandoin oleh Rizky mbak Yana. Hampir sama dengan grup KPI tapi kartunya handmade ^^ -Omnduut)

(T) Aku kirim kartu pos pertama pas Februari 2013 yang lalu. Agak kesel juga pertama sih, kartu nya lama banget sampe. Dan waktu udah sampe, dibales nya lama pula. Ah…. Pertama kali aku bertatap mata (*alah…) dengan kartu pos itu pas aku SD. Nih cerita lengkapnya.  Aku suka sama kartu pos pertama kali karena rasa surprise waktu nerima kartu pertama kali. Aku nyebut nya receive-effect. Aku rasa semua postcrosser pernah ngalaminya. Tapi lama-kelamaan aku berpikir,”Apa cuma karena itu saya menyukai kartu pos?” Sampai akhirnya aku bergabung di Komunitas Postcrossing Indonesia. Di situ aku mulai ketemu sama tujuan aku ber-postcrosser: Berbagi! Ya, berbagi keceriaan. Berbagi kejutan terlebih sama orang yang punya satu hobi dengan kita. Karena alasan itulah, saya menyukai lembaran kartu pos… (Aih, Teuku ini mahir sekali merangkai kata-kata. Tos dah! –Omnduut)

3. Sudah lamakah bergabung di Postcrossing? Ikut gabung juga di cardtopost juga nggak?  Kasih tahu dong gimana awalnya bisa kecebur di postcrossing? 🙂

Jawab :

(Y) Gabung di Postcrossing sejak Oktober 2011, dan gak ikutan di cardtopost. Awal mulanya sih karena liat postingan temen di FB-nya tentang postcrossing, kok kayaknya seru ya. Secara dari dulu itu suka banget sama hal-hal yang berbau internasional, termasuk pengen punya teman dari seluruh dunia. Ga lama setelah nanya2 akhirnya ngerti deh cara “main” di postcrossing.

(A) Baru 3 bulan ini di postcrossing (sekarang artinya udah lebih dari 8 bulan dong ya *tetep dibahas* hehe –Omnduut). Proses keceburnya udah ditulis di poin nomor 2. hehe

(T) Sejak Februari 2013 silam. Aku tahu postcrossing dari -sama kayak Omnduut :D- Bang Ari Murdiyanto. Waktu itu aku lagi di Dayah, jadinya susah nyari postcard. Jadi deh aku buat kartu sendiri. Kartu pertama yang aku kirim itu handmade. Dan kukirim ke Bang Ari. Kertasnya masih kertas setebal sertifikat. Maklum, kurang tau dulu. Jadinya agak malu juga sama Bang Ari udah aku kirimin PC handmade yang abal-abal banget (Kan yang penting dibikin dengan rasa bahagia, Teuku –Omnduut). Kehkehkeh.. Kalau Bang Ari ada baca ini. Anggap ini sebagai permohonan maaf saya ya Bang. 🙂 (Ari, maaf juga, permohonan maafnya si Teuku baru tersampaikan sekarang *LoL* -Omnduut)

4. Udah ikut apa aja kegiatan di postcrossing dan cardtopost?

Jawab :

(Y) Kalau ikut kegiatan postcrossing sih udah beberapa kali ikut meet up, selain itu juga kebetulan kemarin aku diundang untuk berbicara tentang postcrossing di salah satu tv swasta di Jakarta bersama dengan Rizki teman dari komunitas cardtopost. Selain kedua kegiatan dari kedua komunitas tersebut diatas, saya juga pernah ikut jadi Liaison Officer di Pameran FIlateli Internasional 2012. (Ih keren yak! Gegara hobi bisa masuk TV! Sayang hobi makanku ini nampak tak menarik bagi jurnalis-jurnalis tipi itu *setel muka murung* hihihi. Eh btw, yang pingin liat video wawancaranya, ini linknya –Omnduut).

(A) Sampai hari ini masih ikut yang standar aja, yan. belum pernah ikutan give away atau swap. (Kapan-kapan ikutan mbak. Siapa tahu ketularan geng rusuh hwhwhw –Omnduut)

(T) Di postcrossing aku gak ada kegiatan yang luar biasa lah. Cuma yang paling mengesankan pas pertama kali SWAP-an. Rasanya itu… ah, gak usah dibilang deh. Amazing sekali 🙂 (Amazing mana sama jalan-jalan gratisan ke Gorontalo? Hehe –Omnduut)

5. Nah yang ini harus dijawab spesifik ya teman-teman. biar aku sirik gitu hwhwhw. sudah berapa banyak koleksi kartu pos di rumah?

Jawab :

(Y) Duhhhh agak susah ya kalau jawab pertanyaan yang ini, karena… lumayan banyak (heh, ‘lumayan’? kalo punya kamu itu buanyak buanget tauk! *menatap sirik* -Omnduut) dan memang sengaja gak dihitung, karena memang akhir-akhir ini lagi fokus untuk kumpulin postcard dari missing countries aja, dan bahkan official juga sedang inactive 😀 tadinya mikirnya ada postcard bagus langsung main swap aja tanpa mengerti akan kebutuhan dan kemauan, tapi setelah dipikir-pikir ulang memang kita harus punya spesifikasi khusus kalau hendak mengumpulkan sesuatu. Yang akan bikin kamu sirik mungkin bukan nominal jumlah postcardnya tapi mungkin rare countries postcard yang aku punya 😀 Total sekarang sudah ada 113 negara, tapi yang written and stamped baru 106 negara 😀

(A) Kalau kartu pos yang dikirimin baru 15 kayaknya. kalau yang beli ada 60 kali yak. Hihihi. (Sekarang pasti jumlahnya udah bertambah banyak ya mbak ^^ -Omnduut).

(T) Kehkehkeh… Oke deh untuk pertanyaan yang satu ini aku rela balik ke rumah buat ngitung. 1, 2, 4, 10, 25, 49, 67, 98,…….. 107 buah ! Yah, segitu doang. Tapi yang official postcrossingnya cuma 6 buah :”( Kebanyakan hasil nyari gratisan dan beli online. (Wow, itu udah banyak tau Teuku. Aku yang ngumpulin kartu pos dari SD aja jumlahnya hampir sama –Omnduut)

6. Ada koleksi kartu pos bertema khusus gak? jika lebih dari satu, mana yang paling suka?

Jawab :

(Y) Koleksi bertema khusus, ada banget. Akhir-akhir ini lagi suka sama face flagcard sama hot air balloon (balon udara), klo koleksi yang agak umum sih sukanya flagcard sama mapcard. Tapi aku juga suka liat postcard Angry Bird, shape card, food, market. Banyak deuh, tapi yang paling khusus pengennya dapat semua postcard (written and stamped) yang dikirim dari Negara asalnya masing-masing.

(A) Kemarin aku beli kartu pos tema arsitektur karya Y.B Mangunwijaya. bagus-bagus euy! 🙂 (yeaay! Aku juga dikirimin kartu ini sama mbak Yana. Memang cakep! Eh ternyata Y.B Mangunwijaya ini budayawan besar yang juga arsitek sekaligus rohaniawan loh! –Omnduut)

(T) Yeah, aku paling senang kalau jumpa sama kartu dengan tema daerah aku sendiri : Aceh! Jadi kartu bertema Aceh yang paling aku suka meski dapetnya dari Dinas Pariwisata Aceh. Ini contohnya 🙂

Maulina

Ikan Badut di Aceh ^^

 7. Gimana cara kalian merawat kartu pos? Cerita dong, ya kali aja kudu dimandiin kembang tiap malem jumat gitu? Hwhw.

Jawab :

(Y) Yayaaaaannnn, ini pertanyaan macam apa wkwkwk… (jangan salahkan aku dong Nit, tuh salahkan Ari *manggil-manggil Ari* ^^ -Omnduut) Hmm… cara ngerawatnya, ada 300an lebih postcard yang sekarang udah di-wrap rapih pake plastik (semi laminating). Ini bikin postcard2 terlihat lebih rapi an enak dilihat sama dibaca-baca. Agak males sebenernya ngelakuin kegiatan ini karena memang harus meluangkan waktu khusus untuk bermain dengan solder *iyaa, solder :p (Wow, antara postcrosser dan tukang bangunan beda tipis ya :p –Omnduut)

(A) Sampai hari ini masih disimpan di kotak biasa aja. Hehe (Tos, sama mbak Yana –Omnduut)

(T) Mandiin kembang tujuh? kehkehkeh… Enggak segitunya mas. Kartu pos itu kan hobi nih, jadi harus dijaga dengan baik dengan menyimpannya dalam kotak yang udah aku buat khusus buat kartu-kartuku tercinta. Selain itu supaya ujung-ujung nya gak terlipat, di kotak bagian dalam aku lapisin sama busa yang cukup tebal dan aku liat-liat tiap minggu nya. (Wah iya juga ya, aku kok gak kepikiran pake busa >.< -Omnduut)

8. Kartu pos apa yang paling berkesan yang pernah diterima? Dan dari siapa? Kenapa berkesannya? *Stt, jangan-jangan ada olesan pelet di sana*

Jawab :

(Y) Hampir semua postcard berkesan, tapi yang paling berkesan sih (rahasia) (ini gegara aroma peletnya ketahuan hahahaha –Omnduut) :p Yang berkesan dan selalu berkesan adalah ketika terima postcard dari teman-temen deket, yang mereka itu kirim postcard tanpa harus nanya lagi preference kita apa, tiap pergi keluar kota atau keluar negeri selalu kirimin kita postcard. Seru deh pokoknya, soalnya saya memang agak susah dapet temen yang klop, maklum orang sanguin sukanya didengarkan daripada mendengarkan muahahahahaa..

Kenal abang Victor kan? (Hmm, abang Vikiran Cotor? Hihihi –Omnduut) Nah beliau inilah salah satu orang yang melakukan itu. Kami kenal (hampir) 2 tahun yang lalu ketika saya pertama kali mengirimkan postcard ke beliau. Ohhh ada lagi, masih inget gak postcard dari Mayotte? (Nggak inget! Tepatnya gak mau inget biar gak sirik –Omnduut) Bahagia banget lhoo dapet postcard dari Negara kecil yang postcrosser dinegara itu cuman 1 orang doing dan itu dia 😀 Merasa beruntung sekali, Alhamdulillah… Selain itu dari North Korea, walaupun bukan postcard, susah banget lho untuk dapetin koleksi dari Negara ini. Mereka kirimin Koran berbahsa Inggris (Pyongyang Times), bisa liat di blog, sudah dipajang.

Image0375

Ini nih kartu pos Moyotte

(A) Kemarin dapat kartu pos dari Busan. Senang banget secara salah satu negara yang ingin kudatangi itu Korea Selatan. (Haaa mau dong ikutan ke negara Hanyeong Aseyoung Monyoung *memelas* –Omnduut)

Busan

Ada yang mau ajakin aku ke Busan? ^^

(T) Pesan pelet? wkwkwk… ada-ada aja Omnduut nih. Kartu aku yang paling berkesan itu, ya kartu yang paling pertama kali aku terima. Pengirmnya nenek Amerika usia 62 tahun! Gak mungkin deh orang Amerika punya pelet. Kehkehkeh… Ini dia penampakannya. Cekidot (coba kamu inget-inget lagi. Kamu suka mimpiin nenek-nenek itu nggak? Hahaha –Omnduut)

63585265b3278a92deffdb5265941fc6

Kartu pos yang bikin adeeem.

9. Nah yang ini kebalikannya, kalau kartu pos yang paling berkesan yang pernah kalian kirim? Ceritain juga dong.

Jawab :

(Y) Kartupos yang berkesan yang pernah dikirim, postcard dari postcrossing meet-up (Ada cap bibirnya mizz zimba kagak? –Omnduut)  di KFJ Pasar Baru yang aku kirim ke Mayotte sama Aruba, dua2nya udah nyampe 😀 respon mereka sih biasa aja, tapi senengnya tiada tara karena itu swap dalam rangka ulang tahun 😉

(A) Aku pernah ngeprint kartu pos sendiri. Haha. Fotonya minta punya teman. Dikirim ke Belanda dan sampai. Rada nggak enak sih sebenarnya soalnya ngeprint-nya pakai kertas foto biasa. (Kalo kertas foto masih oke mbak. Jangan aja pake kertas burem buat orek-orek ujian hwhwhw –Omnduut)

(T) Kartu yang paling berkesan untuk dikirim itu kartu yang aku dapet dari perjalanan ke Gorontalo. Selain karena cuma 5 lembar, itu juga pertama kali aku berbagi kartu dengan orang banyak sekaligus. Boleh diliat di sini (Yihaa termasuk untukku kan ituuuu ^^ -Omnduut)

10. Berapa kartu pos rata-rata yang kalian kirim dan terima dalam sebulan?

Jawab :

(Y) Gak tentu Yan, kalau official sih tergantung postcard yang deregister kan dan itu gak banyak. Selain itu sih palingan dari direct swap sama orang-negara yang negaranya belum ada di koleksi gue. Paling banyak pernah terima postcard sekitar 30-an, kalau jaman postcard Touchnote (Oh no, aku gak tahu apa ini >.< – Omnduut) yang gratisan itu (tahun lalu) bisa nyampe 50-an terimanya. Sekarang udah mulai ngurangin banget 😀

(A) Kalau ngirim mungkin 3-5. Kalau menerima mungkin 2-3 kali ya. ( *angguk-angguk* -Omnduut)

(T) Ah, saya ini santri mas. Mondok. Jadi agak susah dapet izin keluar dari dayah ke kantor pos. Bus surat pun udah keliling Banda Aceh gak ketemu-ketemu. Rata-rata cuma bisa dapet dan ngirim 3-4 lembar. Kalau sering ikut giveaway di KPI, mungkin lebih banyak lagi dapet nya. (itu juga udah lumayan kok ^^ -Omnduut)

11. Punya pengalaman yang unik, nyebelin, lucu atau unyu-unyu gak selama gabung di postcrossing?

Jawab:

(Y) Banyaaaakkk banget, apalagi pas ngelola group Komunitas Postcrossing Indonesia yang notabene isinya beragam. Mungkin Yayan sudah tau ceritanya bagaimana (oh yang tentang Cungkring ituuu hwhwhw –Omnduut), jadi seorang admin untuk sebuah grup tidaklah gampang, sering ngerasa ga nyaman juga apalagi ada yang berantem tus juga ada yang leave grup dan bahkan meng-unfriend kita di fb. Yayan berminat jadi admin gak? (nggak ah, kan sudah ada Ari yang lebih jago dan mumpuni ^^ -Omnduut) Ayo sini bantuin ^_^ Yang unik? Nemu berbagai macam karakter orang dari seluruh dunia. Yang unyu ada, yang nyebelin juga banyak. Gue sampai temenan sama papa mamanya si abang Victor Papanya sering manggil gue “my niece” lucu yah 😀 apalagi kalau gue posting foto-foto apa gitu dia suka tinggalin komen. Sama anaknya gue ngobrol tiap hari. lo juga pasti punya kan pen-postcard-pal 😉

(A) Belum ada sih. Hehe ( ini jawaban 5 bulan lalu, sekarang mbak Yana? –Omnduut)

(T) Pernah, tapi ini pengalaman yang bikin deg-deg an. Jadi ceritanya waktu itu saya swap-an sama orang Jepang. Tapi ga dikasih izin sama ustad ke Kantor pos. Jadinya aku nekat keluar without any permission.  Sial nya pas sampe di kantor pos, aku kepergok sama ustad keluar tanpa izin. Akhirnya pas balik ke dayah (pondok) aku dipanggil ke Markaz Ustad. Tempat tinggal nya ustad bagian keamanan. Dan perlu diketahui hukuman untuk orang yang keluar tanpa izin itu adalah DIBOTAK. Tapi setelah aku jelasin baik-baik ustad pun paham. Cuma dikasih nasihat dan di hukum ringan aja. Sambil berjanji gak akan ngulangi lagi. Senang banget rambut yang tiap sore aku keramas ini gak dipotong. *elus-elus rambut. (ini pengalamannya juara! –Omnduut)

12. Bagi pengalaman menarik lagi dong selama menekuni hobi ini? Misalnya tiba-tiba ada postcrossing ngasih berlian gitu? Hihihi.

Jawab :

(Y) Jiaaaaahhh berlian, soon kali ya ga sekarang *ngarep. Dikasih sepatu warna merah sama cokelat Belgia sama Om Hamdun pas kemarin dia ke Jakarta, dikirimin Rebozo (kain tenun khas Guatemala yang dipos-in dari Mexico), dikasih matryoshka (haaaa mauuu dapetin mainan ’beranak’ –Omnduut) dari Russia, t-shirt Heineken dari Bali. Aaaa..pokoknya banyak 😀

(A) Kemarin waktu temanku pulang dari Bali dia ngasih oleh-oleh kartu pos karena tau aku suka ngirim kartu pos. (ini ada hubungannya ga yak :D) (Ada doong, dan bagus itu, artinya banyak yang respek sama hobi ini *kedip-kedip temen blog yang doyan jalan-jalan* -Omnduut)

(T) Pengalaman yang unik waktu aku tekuni hobi ini adalah perasaan ketika nama kita ditulis oleh orang luar negeri yang tidak kita kenal, lalu nama kita itu melayang melewati samudera pasifik bahkan atlantik menuju sebuah tanah yang sedang kita injak saat ini. Saat kita lihat bentuk tulisan orang luar negeri ada salahnya, miring-miring. Itu semua pengalaman terunik yang pernah aku rasakan. Aku semakin merasa…. kita ini gak sendirian. Dunia ini luas. Dan gambar-gambar di kartu pos itu sedang menunggu kita untuk menjamahnya. Traveller wanna be! ( *speechless* -Omnduut)

 * * *

Tulisan yang panjang yak! Semoga gak bosen bacanya haha. Nah, bagi Yanita, mbak Yana dan Teuku, berhubung judulnya ini “Wawancara Berantai” diharapkan kalian melakukan wawancara yang sama ke postcrosser lain ya. ^^ terima kasih buat semua temen-temen yang mau dirempongin sama wawancara ini. Ari, makasih ya wawancaranya ^^ Happy Postcrossing all!

Iklan

52 thoughts on “Wawancara Berantai Kartu Pos

  1. Haloo Omdnuut, saya kan udah janji mau ngirim postcard dari Myanmar, secara saya bukan postcroser cuma baik hati aja *ehm* , kategorinya apa supaya bisa nambah point omnduut, jangan sampe salah beli jadi sampah. Oya kirim alamatnya dong, ke email saya.

      • gini..dulu saya itu jaman smp sma penfriend an sama sebaya dari manca negara, kalo terima surat dan perangko bagus dan aneh2 tu seneng banget, sekarang sdh ga penfriend2 an, tapi masih senang ngirimi kartu pos kalo lagi jalan. Ari Murdi sdh ngasih alamat..hehee,,lum dijawab, kartupos model gimana yg hrs dipilih> apa ada kesukaan./ spesialisasi tema?

    • Jadi inget dulu waktu SD aku punya banyak sahabat pena 🙂 sempet pingin punya sahabat dari negara lain dan pernah kirim surat ke Australia, tapi sayang gak dibales haha. 🙂

      Aku suka semua jenis kartu pos mbak 🙂 tapi kalo disuruh milih paling suka kartu pos bangunan (bisa rumah tradisional, tempat ibadah dsb) atau pemandangan kota (terutama kota yang tidak terlalu moderen. Kalo yang moderen ya yang moderen banget sampe bikin nganga haha kayak kota Dubai misalnya). Suka juga orang yang pake pakaian tradisional atau pemandangan alam (yang beda dengan Indonesia) ^^. Tapi apa aja aku terima kok mbak 🙂 dikasih kok ngeyel hihihi. Sekali lagi makasih mbak 🙂

      • oke okei..sekarang jadi senang bisa ngirimi postcard ke orang yang menghargai, padahal saya beli postcard ga sembarang, pake milih yg artistik, bagus .kadang ngirim ke temen,eh malah dibilang mending bawain oleh2.. 😦 email ya ke feangka@cbn.net.id

    • Email sudah dikirim ya mbak 🙂
      Haaa, gak ada oleh-oleh yang paling diinginkan oleh seorang postcrosser selain kartu pos itu sendiri mbak 🙂 *atau tiket pesawat ke sana hahaha* Iya, aku juga punya beberapa teman yang menganggap enteng selembar kartu pos padahal dari selembar gambar itulah, “…aku bisa menatap dunia!” *seperti jargon blog galeri kartu posku* ^^

      • iyaaa sudah ngintip kesana..wah..kalo udah kenal lebih awal, postcard omnduut pasti komplit koleksi South America nya.. alamat sdh sy catat, early Jan sy jalan..

    • Aaaa telat ya >.< tapi gakpapa mbak 🙂 aku doakan mbak Fe balik lagi kesana bahkan bisa jelajah negara-negara yang belum dikunjungi #kode #modus hahaha 🙂

  2. Yanita super sibuk ya ckckck… masa pertanyaan dikit gitu sampe pending 5 bulan 😐

    **ditabok-yanita-bolak-balik-pake-kartu-pos-rare-countries

    • Mas Wib, untuk cetak biasanya menggunakan kertas ukuran A3. Selembar kertas A3 bisa dapet 8 kartu pos dengan ukuran sekitar 15 x 10 cm masing-masingnya. Yang bagus kertas A3 dengan berat 310 gram atau 270 gram. Nama kertasnya aku lupa mas… kertas art apaa gitu namun biasanya di percetakan banyak contoh kertasnya, bawa aja satu kartu pos dan kasih liat ke petugas percetakan.

      Soal nampak depan itu maksudnya apa ya?

      • itu om, kalo kartu pos standar dr PT Pos yang ada tempat prangkonya, ada garis2nya itu…
        wajib dicetak juga ga ya? 😀

        ini barusan baca di FB KPI, mumet juga yaaa hehehe

    • *jangan panggil om dong mas hehehe, nikah dulu sama ponakanku gih hahaha*

      Yang bagian belakang iya dicetak juga mas 🙂 untuk contohnya nanti aku kirim ke emailnya ya. Itu yang aku bikin sendiri, mau dikreasikan gimana pun juga boleh. Kalo gak dibikin bagian belakangnya juga boleh, tapi biar keliatan itu kartu pos lebih cakep kalo dicetak 😀

    • Harusnya ada pertanyaan ketiga : berapa usia keponakanku haha. Usianya baru 2 tahun mas :v

      Siippp, semoga nanti bisa enjoy dan ngerasain langsung betapa serunya postcrossing ya 🙂

  3. Ini wawancara kapan dan yang mana ya? *saking lamanya sampe amnesia* Huahahahaahaaa..
    Seru deh ini bacanya. Makasih Yayan, Yanita, Mbak Yana, dan Amir yang udah mau repot.

    Tergelitik dengan quote Yanita “Gue orangnya moody, tapi normal sih, biasanya yang lahir di bulan Januari” <- Iya ihhh.. Aku lahir januari juga moody gitu!! Hahahahaa.. 😀

  4. Ping-balik: KARTU TELEPON | gemerlap bintang di langit

  5. Haii Omnduut, kece banget deh postcard2 nya. saya juga postcrosser tapi baru dikiit banget koleksinya haha. Baru 30-an, hampir separuhnya sih direct swap.. Sedih banget kalo ngirim postcard suka mood2an, soalnya prinsip saya adalah semua kartu pos yg saya kirim via postcrossing haruslah handpainting! iya, handpainting.. ngeprint blank postcard sendiri, ngelukis sendiri, nyemprot furnish sendiri. Jadi nunggu mood gambar dulu baru bisa beraksi haha.. Awal2nya ngelukis tentang indonesia (budaya, makananan, dsb), terus juga ngelukis sesuai orang yang mau dikirimin (misal ada yg suka diving, saya gambarin si target lg berenang di antara koral2 dan ikan2, dsb) jadi mereka pada suka! rata2 postcard saya dijadiin favorite krn itu spesial untuk mereka. Rasanya juga seneng karena hasil karya sendiri bisa keliling dunia, walaupun dalam ukuran postcard hihi.. Oke, Cukup deh ttg saya..

    Nah, berikutnya yang mau saya tanyakan adalah.. di indonesia komunitas postcrossing sering kumpul2 nggak? Apakah ada basecamp? Apakah ada twitter atau instagram untuk difollow? karena kalau boleh, saya pengen bgt gabung biar lebih semangat bikin dan ngirim postcard..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s