Pelesiran

Lorong Waktu di Jaswant Thada: Cenotaph Terindah di India

“Terima kasih, ya. Kalau gak kamu ajak, aku gak tahu ada tempat secakep ini.”

Nicolas Riot, pemuda asal Paris yang nggak sengaja saya kenal di Mehrangarh Fort berkata seperti itu sesaat sebelum kami meninggalkan Jaswant Thada ini. Saya senang karena berhasil ngomporin dia untuk ikut serta ke Jaswant Thada. Soalnya selepas berpisah dari Mehrangarh Fort dia bilang gak ada rencana lain.

Dari pintu keluar Mehrangarh Fort, kami hanya harus berjalan kurang lebih 200 meter untuk menuju Jaswant Thada ini. Bahkan, dari pintu keluar, atap putih Jaswant Thada sudah terlihat. “Saya mau ke sana, kalau mau ikut aja sekalian,” ajak saya waktu itu.

Berbeda dengan Nicolas yang belum tahu tentang keberadaan Jaswant Thada, saya sudah memasukkan tempat ini sebagai salah satu tempat yang wajib saya kunjungi di Kota Jodhpur. Kenapa? Sebagian udah saya jelaskan di tulisan tentang Mehrangarh Fort, tapi sebagian lagi akan saya ceritakan di bawah. Simak terus, ya!

Patung Berkuda di Dekat Pintu Masuk

Walaupun jarak dari Mehrangarh Fort cukup dekat, namun karena jalannya sempit, berkelok dan naik turun (maklum konturnya berbukit), kami tiba sekitar 10 menit lebih. Untunglah, untuk menuju akses utama ke Jaswant Thada, kami harus melipir melewati jalanan yang lebih kecil dan tenang. Nggak harus melewati jalanan utama yang padat.

Patung Rao Jodha sambil menunjuk Mehrangarh Fort

Terdapat sebuah patung berkuda di dekat pintu masuk. Rupanya, itu adalah patung Rao Jodha (1416-1489) yang merupakan pendiri Kota Jodhpur sekaligus raja dinasti Rathore dari Marwar (1428-1489). Ia dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan berani. Rao Jodha pula yang membangun Mehrangarh Fort sehingga mungkin karena itu patungnya dibangun menghadap ke sana.

Di dekat pintu masuk terdapat sebuah loket penjualan tiket. Saya lupa harganya berapa saat itu. Tapi beneran murah! Bahkan sekarang saya cek pun tiket untuk pelancong internasional adalah INR 50 atau sekitar IDR 10.000 saja. Bedanya, dulu saat saya datang nggak ada biaya tambahan untuk perlengkapan dokumentasi (kamera/video), nah sekarang dikenakan biaya INR 50 juga.  Dan kalau mau pakai jasa pemandu, biayanya INR 100. Beda biayanya dibandingkan dengan Mehrangarh Fort.

Konter kecil di ujung itu adalah tempat penjualan tiketnya

Tak lama setelah mendapatkan tiket, saya dan Nicolas berjalan masuk beriringan sambil melewati kolam kecil yang ada di sisi kiri jalan. Berbeda dengan Mehrangarh Fort yang padat dan ramai, Jaswant Thada ini cenderung sepi bahkan senyap. Kenapa ya orang gak mau main ke sini? Apakah gak ngeh sama kayak Nicolas? Atau ngerasa gak tertarik?

Masuk Lorong Waktu

Ini semacam kejutan! Waktu memutuskan ke Jaswant Thada, saya semata-mata tertarik karena foto Jaswant Thada (beserta Mehrangarh Fort) yang saya pilih dan cetak lalu saya tempel di dinding toko. Namun, begitu datang langsung ke tempat ini, saya langsung familiar sebab pernah menyaksikannya di sebuah film.

3 Cenotaph kecil di area taman

Terlihat dari depan. Ya, semegah ini.

Terlihat besarnya dengan perbandingan tinggi manusianya kan?

Berhubung saya nggak punya jaringan internet, saya nggak bisa browsing saat itu. Barulah ketika pulang ke hostel (sayangnya saya sempat dikejar anjing dan terpaksa memeluk lelaki India ketika akan pulang saat itu), dan setelah menyambungkan koneksi internet ke wifi hostel, saya baru ngeh kalau film Hum Saath Saath Hain syutingnya di Jodhpur.

Spesifiknya, Jaswant Thada ini muncul di lagu Mhare Hiwada Mein ini tepatnya di menit 1:40 termasuk juga keberadaan Mehrangarh Fort  di awal-awal video clip. Ya ampun, ini semacam masuk ke lorong waktu. Dulu saat masih kecil dan nonton, gak pernah ada kepikiran bahwa suatu hari saya akan mendatangi tempat ini secara langsung, huaaaa -mewek.

Sekilas Tentang Jaswant Thada si Cenotaph Megah

Jaswant Thada adalah sebuah yang dibangun oleh Maharaja Sardar Singh dari Negara Bagian Jodhpur pada tahun 1899 untuk mengenang ayahnya, Maharaja Jaswant Singh II sekaligus berfungsi sebagai tempat kremasi keluarga kerajaan Rajput di Marwar.

Ada menaranya. Sayang gak bisa naik ke atas situ.

Minta fotoin Nicolas, miring-miring lol

Apa itu cenotaph? Jadi, cenotaph adalah bangunan atau monumen yang didirikan untuk menghormati seseorang atau sekelompok orang yang jenazahnya berada di tempat lain atau hilang. Ini juga bisa menjadi makam awal bagi seseorang yang telah dikebumikan kembali di tempat lain. Meskipun sebagian besar cenotaph menghormati individu, banyak cenotaph terkenal juga didedikasikan untuk mengenang sekelompok individu, seperti tentara yang hilang di suatu negara atau kerajaan.

Jadi, cenotaph bukanlah kubuan selaiknya Taj Mahal yang menyimpan jasad Shah Jahan dan Mumtaz Mahal. Jadi betul-betul “hanya” sebuah bangunan untuk mengenang orang yang sangat disayangi.

Tangganya unik. Mirip cerukan stepwell.

Ntah bangunan apa ini. Berada di luar pagar utama.

Area untuk melihat kota. Bersih banget!

Penjaganya mager. Pengunjungnya sedikit soalnya 🙂

Selama perjalanan di India, saya sudah mendatangi berbagai macam cenotaph. Namun, Jaswant Thada ini adalah yang termegah dan terindah yang saya lihat. Bagaimana tidak, bangunan ini dibangun menggunakan lembaran marmer Makrana yang diukir dengan rumit. Lembaran ini sangat tipis dan dipoles sehingga memancarkan cahaya hangat saat disinari matahari.

Yang menarik, saat upacara pemakaman raja, seekor burung merak dengan sengaja terjatuh ke dalam tumpukan kayu pemakaman dan mati. Sehingga biasanya akan ada peringatan yang didedikasikan untuk burung merak tersebut.

Ini 3 cenotaph yang saya maksud.

Sementara petugas kebersihan selalu stand by.

Selain bangunan utama, terdapat pula tiga cenotaph kecil yang ditutupi taman berisi gazebo berukir dan dibatasi oleh danau kecil. Cenotaph ini menampilkan potret para penguasa dan Maharaja Jodhpur.

Menuju ke Bangunan Utama

Belum semua area taman saya jelajahi, namun saya memilih untuk masuk dulu ke bangunan utamanya. Ya, sebagaimana yang diinformasikan, bahwa bangunan ini bukanlah makam, jadi ruangannya kosong. Hanya, di bagian ujung terdapat cenotaph lagi dengan dua kursi ayun di bagian depannya.

2 kursi ayun.

Area ini gak boleh dimasukin

Semua dindingnya marmer!

Walau tanpa pendingin udara dan cuaca di luar sebetulnya panas, tapi karena bukaan pintunya besar dan lebar serta tempat ini berada di ketinggian, angin berembus kencang dan menciptakan suasana yang sedemikian nyaman. Apalagi, tempat ini sepi dari wisatawan.

Saat saya datang hanya terlihat beberapa wisatawan lokal dan mancanegara yang datang. Nicolas sendiri lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk di sebuah pohon besar, tak jauh dari sana beberapa pekerja juga tampak duduk bersantai. Ingin sebetulnya saya ajak berbincang, tapi pekerja-pekerja ini tidak dapat berbahasa Inggris dan saat saya tegur mereka hanya tersenyum ramah.

Dindingnya penuh dengan lukisan.

Kurang lebih begini wajah Rao Jodha

Pemandangan dari salah satu jendela. Sayang kelewat terang jadi fotonya begini.

Di dinding bangunan utama, terdapat begitu banyak lukisan tokoh-tokoh penting bagi Rajashtan terutama Jodhpur. Ya, saya gak kenal banyak, selain Rao Jodha si penguasa utama. Dan berhubung memang gak banyak yang bisa dilihat di sini, saya kembali memutuskan untuk keluar.

Memandang Kota Biru dari Ketinggian

Jodhpur dikenal dengan julukan Blue City. Disebut demikian sebab dari kejauhan rumah-rumah penduduk seolah semuanya dicat dengan cat warna biru, padahal sih nggak juga, ya. Nah, dari pagar-pagar pembatas Jaswant Thada, saya dapat melihat keindahan Jodhpur dari berbagai macam sisi.

Umaid Bhawan Palace terlihat di kejauhan

Di salah satu sisi saya melihat Umaid Bhawan Palace dengan cukup jelas. Sebenarnya, Istana Umaid Bhawan ini juga masuk ke dalam list saya. Tapi, karena tempatnya cukup jauh dan saya jalan sendirian, ongkos transportasinya lumayan juga. Selain itu, waktu saya pun tidak banyak. Jadilah, saya memutuskan untuk tidak ke sana sembari berharap nanti ada kesempatan untuk kembali ke Jodhpur dan mengunjunginya.

Di sisi lain, terlihat pula area luar benteng Mahrangarh di mana penduduk lokal dengan bebas main ke area atasnya. Ntah ini sisi mana dari Mehrangarh Fort, yang jelas sebelumnya saat saya ke sana, area-area atas benteng ini dilarang dimasuki wisatawan. Tentu karena alasan keamanan, ya. Melihat anak-anak bisa berlari di bagian atas bentengnya seperti ini pun saya sudah merasa senang.

Cuma penduduk lokal yang bisa begini

Saya sudah cukup senang bisa bekeliling area taman, memotret Jaswant Thada dari berbagai macam sisi sembari melihat aneka burung dan tupai yang asyik ke sana ke mari. Idealnya, saya datang ke sini menjelang matahari terbenam. Pasti pemandangannya lebih magis. Tapi Jaswant Thada hanya buka hingga pukul 5 sore. Ya tanggung juga sih, kecuali bukanya sampai malam sehingga bisa melihat pergantian siang ke malam langsung dari sana.

Yang jelas, Bahagia sekali bisa mendatangi Jaswant Thada ini. Saat saya dan Nicolas pulang, di area dekat patung Rao Jodha, terlihat beberapa pendudul lokal tengah duduk santai, memandang kejauhan dari bibir tebing. Ntah apa yang ada di pikiran orang-orang ini. Sepertinya mereka sejenak beristirahat dari serentetan aktivitas yang biasa mereka lakukan sehari-hari.

Ya, dalam hidup kita memang membutuhkan jeda. “Menjadi kuat bukan berarti kamu tidak pernah lelah. Itu hanya berarti kamu memiliki kekuatan untuk bangkit kembali setelah beristirahat“*

Jeda sejenak

*Kutipan yang saya ambil dari dunia maya namun sayangnya tidak disebutkan sumber pertamanya

57 komentar di “Lorong Waktu di Jaswant Thada: Cenotaph Terindah di India

  1. oalaah JD paham bedanya cenotaph ini mas 👍👍. Hanya utk bangunan penghormatan berarti yaaa.

    Penghormatan aja semegah ini ❤️. Aku ga kebayang zaman dulu itu kehidupan raja2 di India gimana. Bangunan2 mereka bagus, megah, terawat, kuat pula. Padahal kebanyakan dah ratusan tahun kan.

    aku sampe klik juga YouTube nya, penasaran dengan video klip yg dimaksud hahahahaha.

    semogaaaa aja THN ini aku JD ke India. Penasaran Ama negara ini memang ❤️

    walopun ga yakin bisa ke kota2 yg mas datangin. Tp berharapnya di destinasi bucket listku juga banyak bangunan megah kayak ini

    • Haha ya, sengaja dikasih youtubenya biar yang baca dengerin lagu India haha.

      Amiiin amiiin, udah kebayang serunya mbak Fanny jalan-jalan ke India. Apalagi kalo sampe ke Kashmir.

      Kalau nanti ekplor India tengah akan banyak ketemu bangunan yang khas India banget mbak.

    • Mbaaaak, beneran berencana mau ke India? Selain nunggu ceritanya, aku juga nunggu cerita India dari sudut pandang (keamanan) woman traveler.

      Baca cerita Om Ndut sih kebayang indah dan megahnya cenotaph di sana. Bener-bener bikin pikiran traveling menembus waktu.

  2. kalau dilihat-lihat negara india kaya akan histori pembangunannya ya. mana arsitekturnya cakep-cakep banget lagi. saya suka banget jenis bangunan mereka gk tahu kenapa entah karena banyak pretelennya tapi kalau terawat emang bagus banget kaayk yang ini padahal bukan istana tapi vibesnya kayak kerajaan.

    btw makasih banget lho saya udah lama banget gk denger lagu ini serasa tua sekarang, tapi musiknya masih ramiliar banget hihi.. dulu nontonnya waktu sd alur ceritanya bahkan gk ingat lagi tentang apa wkwkw

    • Haha aku juga gak ingat lagi filmnya tentang apa. Dan pengen nonton ulang mumpung ada di Netflix. Dan ya, India ini peninggalan sejarahnya luar biasa. Sebagai pecinta bangunan tua, itu yang bikin aku senang berada di India

  3. India keren sih, situs sejarahnya masih terawat dengan baik, terlihat megah dan estetik. Dilihat dari sudut manapun tetap estetik.

    Salut juga mereka tidak aji mumpung terhadap wisatawan mancanegara. Kalau di Indonesia bisa-bisa tiketnya sampai 150ribuan itu untuk orang asing.

    India salah satu destinasi yang pengen banget saya kunjungi, sepertinya menarik. Mereka punya peradaban kuno yang besar dan memukau. Tradisi dan culture heritage juga masih dijaga dengan baik. Semoga bisa ke sana segera!

    • Beberapa tempat tiket wisatanya juga timpang, kayak Taj Mahal itu, penduduk lokal cuma bayar 10 rupee eh turis asing 750 rupee (di zamanku 2015), sekarang malah katanya udah 1000 rupee buat warga asing. Lumayan banget itu bedanya 🙂

  4. Yan, jujur aja…akutu ngga interest ama India. Ya walopun aku nonton Kuch Kuch Hota Hai, 3 idiots, Slumdog Millionaire, tapiiii ya ketertarikan aku cuma brenti di pilem2nya doang 😁 tapiiii kalo baca postingan Yayan soal nehi nehiii ini, ga tau kenapa kok vibes “adiksi”-nya tuh nulaaarr😁🤣 ku jadi ikutan takjub dgn konsep Cenotaph. Pokoke mantuulll budaya India kalo dari PoV seorang Yayan 🤸

  5. Setuju banget sama kutipan di akhir artikel, sesekali butuh jeda dan rehat sejenak untuk kemudian bangkit lagi menjadi lebih baik bahkan bisa melompat kian tinggi.

    Rasanya turut bahagia karena perjalanan kali ini serasa melewati lorong waktu. Dimana masa kecil pernah nonton film yang shooting lewat layar kaca pas sudah dewasa bisa berkunjung langsung pasti terharu serta membuncah rasa senengnya.

    Bangunan nampak begitu megah serta indah tiada tara, apalagi pas di satu sudut bisa melihat pemandangan rumah-rumah warga. Sepintas bener kayak semua rumah catnya biru, bisa begitu ya. Semoga saja nanti saya pun bisa mendapatkan kesempatan emas untuk jelajah Jaswant Thada.

    • Bener, kadang butuh menyendiri dulu, kontemplasi baru berjuang demi kejamnya dunia lagi, alagh hahahaha.

      Amiin semoga bisa main ke Jodhpur ya nanti mbak Lala

  6. Indah sekali di Jaswant Thada. Bisa puas jalan2 plus ngonten di sana ya

    Sekalian belajar sejarah juga.

    Nah aku kayak pernah lihat struktur bangunan yg mirip gini. Ternyata di serial Jodha Akbar, kan Jodha dari kerajaan rajput. Tapi yg di serial itu sepertinya bangunan palsu.

  7. Kalo Jaswant Thada ini terbilang sepi, apa karena datangnya pas bukan musim liburan? Atau memang gak populer oleh pelancong alias kurang dipasarkan ya?

    padahal kalo ditelaah bentuk bangunannya tuh epik dan sejarah uniknya pembangunan karena orang yang disayang. Eh tapi, apa karena alasan pembangunan itu adalah suatu hal yang biasa aja, sehingga cenderung wisatawan belum tertarik dan nggak engeh?

    et ddah jadi banyak pertanyaan, wkwkwk. Maafkeun

    • Aku rasa mereka gak banyak tahu aja, atau lebih memilih lanjut ke kawasan penduduk yang rumahnya pada dicat biru. Atau, ya karena mereka biasanya datang rombongan, gak diajakin sama TLnya haha.

  8. aku kira awalnyadi Jaswant Thada cuman bangunan biasa, ternyata di dalamnya ada bangunan mewah yang dijadikan lokasi syuting film, bagusss. Megah banget

    dari zaman film itu muncul, yang pastinya udah lama banget ya, dan waktu didatengi, nggak berbeda jauh ya, sama persis. Perawatan bangunan selalu diperhatikan.

    lokasinya juga bersih, aku rasa siapapun kalau dateng kesini bakalan betah, karena lokasi wisata aja sebersih ini

  9. Jaswant Thada iini memang cantik ya

    penuh kisah bersejarah, emang kita berasa ke lorong waktu ya

    banyak film yang menggunakannya sebagai syuting ya

    aku jadi inget drama Jhoda Akbar

  10. Luar biasa megah dan indah ya Cenotaph ini, terpancar rasa cinta besar dan tulus keluarganya pada yang sudah berpulang..hanya jenazahnya nggak ada di disitu ya beda dengan Taj Mahal, Yan..

  11. aku baru tahu lho Cenotaph itu apa. Sebelumnya ga ngerti. Dan masuk ke sini itu memang seperti kembali ke sebuah masa yang sudah lampau Di mana kita bisa menikmati suasana bangunan dan atmosfer yang sangat berbeda dengan dunia modern seperti sekarang, selain wisata biasa di sini juga ternyata wisata ke masa lalu ya

  12. Pemandangan ssama bangunannya keren ih.. Patung kudanya gak ada foto dri depan mas? Hehe. Oiya yg burung merak jatuh di pemakaman raja itu maksudnya ada yg ngejatuhin atau gimana?

  13. Wow, keren sangat ya bangunnya. Beneran indah Jaswant Thada ini. Aku baru tahu lho Mas Yan dengan cenotaph ini. Urusan sejarah seperti ini aku kudet banget. Karena memang gak pernah jalan-jalan ke tempat kayak gini, jadinya gak eksplor. Baru tahu juga bedanya dengan bangunan yang menyimpan kuburan dengan cenotaph ini. Aduuuh, beneran deh ih kepengen banget bisa jalan-jalan kayak Mas Yayan. Salah satunya ke tempat ini. Megah dan indah banget ya. Pemandangannya juga gak kalah memukau mata.

  14. Sebenernya kalau ke India tuh gambarannya persis banget kayak di film dan dramanya yaa..

    Ya, settingnya sampai kondisi masyarakatnya.
    Sampai dibahas di kaskus mengenai “Ternyata wanita India sehari-harinya juga menggunakan pakaian sari. Apa ga ribet tuh??”

    Aku terpukau sama hasil street photography-nya omnduut.
    Yang anak-anak berlarian di atas benteng Mehrangarh.

    Btw, omnduut… kalau travelling ke suatu tempat tuh berapa lama “belajar” sejarahnya?

    Tulisannya sangat detil dari sisi traveller.

    • Terus terang belajarnya biasanya baru saat akan ditulis kayak gini mbak Len haha. Kecuali kl destinasinya emang sejak awal udah incaran banget, biasanya udah tahu sedikit dari buku/film gitu.

      • Burung meraknya ini beneran, Omnduut?

        Kisah Raja di India ini selain dihormari juga bangunan peninggalannya, Jaswant Thada ini mashaAllaa sekalii..

        Presisi dengan keindahan marmernyaa..

        gimana yaa..beneran kaya AI tapi nyata.

  15. nbaca tulisan Mas Yayan jadi berasa keliling dunia ters jadi banyak tahu tempat-tempat unik di manapun termasuk India, karena dulu suka nonton beberapa drama series kerajaan India saya cukup familiar dengan gedung-gedung atau bangunan tersebut, ternyata itu sangat historical ya, termasuk pas baca soal Rao Jodha saya langsung ingat film kerajaan Jodha Akbar dan beberapa scene yang memperlihatkan bangunan di atas, ternyata mas Yayan sudah pergi ke sana.

    Di beberapa film kerajaan India, ada beberaa juga perakapan yang sering menyebut nama cenotaph dan saya baru tahu arti detailnya dan ternyata di India itu banyak sekali untuk mengenang orang-orang penting atau yang disayangnya pasti akan membuatkan bangunan atau gedung bersejarah gitu ya, sangat unik, meskipun memang jasadnya tidak tersimpan di sana

  16. Selalu ada ya di beberapa negara lain, pemimpin naik kuda lalu menunjuk ke arah tertentu. Kayaknya itu pose andalan penguasa zaman itu.

    Marmer cenotaph-nya bagus bangeeet…kebayang tukang yang bikin waktu itu. Perlu berapa tahun yah bikin sedetail itu. Makamnya lalu di mana?

    Tapi kok aku rada takut ya kalau ke sana? Kalau sendirian ya engga berani…

  17. Wow kaya banget ya raja-raja India dulu

    Bikin cenotaph aja seindah itu

    Jadi bandingin raja-raja di Indonesia, kok gak ada peninggalan seindah dan semegah ini

    Mungkin iklimnya ya, yang gak memungkinkan

    atau kurang “kaya”? atau kurang cerdas? (ups :D)

    (jadi penasaran, searching ah)

    • Iya, aku juga mikir kenapa ya raja di Indonesia gak bikin benteng atau istana yang megah. Ya candi sih ada, cuma kan gak banyak yang sebesar Prambanan atau Borobudur. Sedangkan di India itu tersebar di tiap kota bangunan besar kayak gini.

  18. Kutipan penutupnya jleb banget..jadi berasa ikut duduk bareng warlok di situ meresapi makna kutipan sembari menikmati sunset..eh sayang enggak bisa karena tempat ini tutup jam 5 sore ya

    Soal menyusuri lorong waktu, pasti senang banget saat tahu tempat yang dulu kita tonton di layar kaca kini ada di depan mata..huwaaa Sepertinya ungkapan yang cocok adalah “Kita tidak pernah mengira kemana takdir membawa kita”.., maka rencanakan dan upayakan yang terbaik dalam hidup kita.

  19. ini pada dasarnya saya aja yg julid kali ya. Lihat di patung kuda kok tampak gagah banget itu Rao Jodha

    lah di gambar wajah kok gemuk juga ya. Hehehe…

    lokasi atau bangunan di sana sangat terawat dan bersih ya. Orangnya juga tampak disiplin. Beda banget dengan di negara kita. Hehehe…

  20. Bangunan arsitektur yang menakjubkan, mengingat ini dibangun oleh orang-orang masa dulu. Makin salut, karena bangunan ini bisa terawat baik ya. Jadi penasaram ingin mengukik bangunan2 sejarah di sana.

Jika ada yang perlu ditanyakan lebih lanjut, silakan berkomentar di bawah ini.