Pelesiran

[Thailand] ”Bertemu” Presiden Soekarno

… tulisan sebelumnya ada di sini

Pada hari sebelumnya, kami sampai di hostel kurang lebih jam 10 malam. Sesampai di hostel, semua peserta tur didata dan mulai diberikan kunci kamar satu persatu. Beruntungnya, karena dari semua peserta tur hanya 4 orang yang cowok, jadi kami berempat mendapatkan kamar dorm dengan 2 ranjang tingkat. Jadilah, dalam satu kamar isinya peserta #TripBarengCK #Bangkok semua 😀

Ada kejadian lucu (kalo gak mau dibilang memalukan) pada saat memasuki kamar. Aku mendapatkan kunci 407-2 pada malam itu. Entah karena udah ngantuk atau pikiran udah kemana-mana, aku menuju kamar yang terletak persis di samping lift. Kunci berbentuk kartu yang memiliki sensor itu aku coba dekatkan ke sinar pengindai. Lampu menyala namun ketika knop kugerakkan, pintu tak juga terbuka. Sekali…dua kali… tiga kali… hingga belasan kali kemudian masih saja pintu tak terbuka. Sempat kepikiran mau turun lagi dan melapor ke resepsionis, tapi kok malu ya hehe. Lagian para peserta cewek masih ngumpul tuh di bawah, “Masak buka pintu aja kagak bisa,” begitu kali pikir mereka, haha.

DSC_0707

Kamar kami di ujung sebelah kanan. Persis samping jendela 🙂 @Sephai Pae hostel

Lagian, nih hostel kok canggih banget yak! Haha, kuncinya aja pake sensor. Terakhir pake kunci model begini sih waktu masih kerja dan perjalanan dinas kemana-mana. Itupun hotel yang mentereng. Lha ini, ho’S’tel doang kok! Bagus sih, tapi gimana caranya aku bisa masuk coba? Mana badan udah lengket. Aku kan belom mandi sejak berangkat dari Palembang xixixi.

Aku lalu mencoba lagi membuka pintu. Knop berkali-kali kugerakkan. Ah, sudahlah… aku menyerah. Malam itu aku kalah dari sebuah pintu. Miris sekali. Aaaaarrgh. Aku lalu berjalan menuju lift untuk turun ke bawah. Tiba-tiba… pintu terbuka. Seorang bule remaja keluar dan menyapa, “ada apa?”

Aku lalu bilang kalo aku gak bisa masuk. Si bule lalu meminjam kunci kamarku. “Oh, kamu salah. Kamu seharusnya ke kamar nomor 407 dan kamu tidurnya di ranjang no.2. Ini kamar nomor 402. Kamar no.407 letaknya disamping sini, ayo ikut saya!” JLEB! *nelenludah* ya ampun, ternyata aku SALAH KAMAR! Malu? Ah nggaaaaaaak kok, cuek aja *untung aja mukaku aslinya udah item, jadi gak keliatan merah haha* Setelah mengucapkan terima kasih dan maaf (berkali-kali) aku lalu izin masuk kamar. Kali ini di kamar yang BENAR tentu saja. 😛

Oh God, kok bisa-bisanya ya aku salah lihat no kamar yang ada di kunci? Ya sudahlah, mari masuk kamar, membongkar backpack dan mandi. Oh ya, review hostel akan aku tulis di postingan selanjutnya ya.

Aku terbangun ketika sinar matahari muncul malu-malu melalui jendela kamar. Masih terlalu pagi untuk bangun sebenarnya. Soalnya hari ini kami diminta berkumpul pukul 10 di lobi, sedangkan pada saat itu jam 6 pagi aja belum. Ya sudahlah, lebih baik bangun, beres-beres dan jalan-jalan sekitar hostel. Siapa tahu nemu minimarket yang jual sarapan gitu 🙂

Setelah urusan bersih-bersih selesai, ketika akan menuju lift aku melihat ada sebuah pintu kecil menuju teras. Pintu itu kubuka dan… tadaaaa…. Terpampanglah kehidupan pagi di kota Bangkok. Pagi Jumat itu, jalanan sudah mulai menggeliat. Beberapa kemacetan kecil nampak dari kejauhan. Saatnya kamera dioperasikan kembali 😀

DSC_0236

Jumat pagi yang padat

DSC_0237

Walau macet tapi tetap terkendali.

DSC_0238

Kayaknya apartemen sekaligus perkantoran. Gedung parkirnya keren ya!

DSC_0239

Sephai Pae persis berada di persimpangan yang sangat strategis

Selanjutnya aku bergegas menuju ke bawah. Aku lalu menanyakan arah menuju 7Eleven terdekat. Setelah diberi tahu, mulailah aku menyusuri jalanan kota Bangkok yang padat. Di sepanjang jalan, banyak anak-anak yang akan berangkat sekolah. Beberapa pekerja kantoran juga mulai memadati trotoar jalan yang bersih dan nyaman. Aku terus berjalan menuju ujung persimpangan, tapi tak kunjung menemukan 7Eleven yang dibilang resepsionis.

Lalu ada remaja sekolah yang lewat dan kutanya saja dimana 7Eleven, tapi si remaja keliatan bengong dan geleng-geleng. Entah tidak tahu, tidak menengerti atau malah takut?. Hihi, tenang dek, aku sudah suntik rabies kok. Ditanya aja takut, gimana nih? ”Gw sih sama anjing berani, nah sama raksasa yang ngeri,” gitu kali batin si remaja yak! Hahaha.

Karena sudah berjalan cukup jauh dan tak kunjung menemukan 7Eleven aku lalu memutuskan untuk kembali ke hostel. Di jalan, aku berpapasan sama penjual minuman. Minumannya warna warni dari sari buah sepertinya. Sayang si ibu-ibu nggak menjual air mineral biasa aja *kapok ketika beli teh kemasan botol di Khao San Road yang rasanya NGGAK enak*

Di hostel aku beli sebotol minuman gede berukuran 1,5 liter. Harganya THB 25. Ah lumayanlah. Aku juga masih ada snack yang kemarin dibeli. ‘Sarapan’ dengan air putih + snack juga sehat kan? Hahaha! Sambil mengunyah snack, aku mengambil tempat di internet corner-nya hostel. Sudah ada beberapa bule di sana. Setelah kulirik, kebanyakan sih buka situs pariwisata-nya Thailand.

Gak lama kemudian seorang bule duduk di sampingku. Aku lalu menawarkan snack yang kupunya, tapi dia menolak dengan halus. Ntah gak suka atau sungkan. Untuk beberapa saat kami hanya diem-dieman aja hingga tiba-tiba dia menyapaku panik, “where is ‘O’… where is ‘O’?” sahutnya sambil melirik keyboardku. Haha, ternyata keyboard si bule huruf latinnya sudah mulai memudar. Yang ada huruf keriting Thailand. Punyaku juga gitu sih, tapi gak ngaruh karena udah hapal posisinya.

Dari situlah obrolan kami berlanjut panjang lebar. Namanya Sibien, asalnya dari Jerman. Dia udah 7 bulan ke sana kemari menjelajahi berbagai tempat di bumi ini *SUMPAH aku IRI!* ke Thailand ini pun dia spontan aja. “Jadi, kamu ke Thailand mau kemana aja?” tanyaku. “Belum tahu pasti, sih!” jawabnya. Buhahaha. Tipe petualang sejati nih! Aku trus bilang ke Sibien kalo rombongan mau ke Madame Tussauds nyambung ke Grand Palace. Kuceritakan juga soal Ananta Samakhom, Marble Temple, Khao San Road dan Asiatique yang kami kunjungi kemarin.

“Aku sudah pesan tiket ke Chiang Mai,” sahutnya. “Tapi sungguh, aku jadi seperti orang gila mendengar betapa ribetnya menuju ke sana.” Nah ribet kenapa? Dan dia denger dari siapa sih? Aku gak tahu pasti. Mau kasih saran semacam, “eh gapapa lanjut aja ke Chiang Mai, di sana asyik lho,” aku gak berani. Lha wong aku belom pernah ke sana kan?

Obrolan berlanjut ke banyak hal. Gak lama kemudian peserta tur lain mulai kumpul di lobi. Oh pantas, sudah mendekati jam 10 pagi sih. Ketika aku asyik ngobrol di sofa, Sibien mendekat dan meminjam pulpen. Salah satu peserta tur *mbak Yiyin kayaknya, lupa hihi* malah memberikan pulpen itu ke Sibien. Keliatan banget dia senang.

Sebelum berpisah aku mengajak Sibien untuk mengunjungi Indonesia dan promosiin dikit mengenai Palembang. Ah lumayanlah 🙂 Dan, ini dia foto aku dengan Sibien. Ah… warna kulit kami berdua kontras banget, ya? 😛 Buahahahaha! Jam 10 lewat, semua peserta udah siap. Di komandoin oleh CK, kami semua berjalan menuju stasiun Surasak menuju Siam Center. Tepatnya Siam Paragon untuk menjelajahi Museum Madame Tussauds. Musem patung terkenal yang salah satunya berada di Bangkok *sttt, katanya bakal dibangun ‘cabang’ juga di Jakarta*

DSC_0253

Si petualang : Sibien (semoga namanya gak typo)

Untuk menuju Siam Center, rombongan harus naik BTS dulu. BTS (Bangkok ‘mass’ Transit System) atau juga dikenal dengan Sky Train adalah salah satu transportasi andalan yang dimiliki kota Bangkok. Seperti halnya Jakarta, Bangkok juga punya permasalahan seputar macet. “Bahkan macet di Bangkok bisa lebih parah ketimbang Jakarta,” ujar mas Leo. Kalo dilihat sih betul juga, tapiii… semacet-macetnya Bangkok, kendaraan masih bisa jalan deh. Gak kayak Jakarta yang beneran stuck. *pengalaman pribadi* Terlebih, dengan keberadaan BTS ini, idiiiih Bangkok jadi keren banget euy! Moda transportasi ini sangat dimanfaatkan oleh warganya, terlebih oleh wisatawan, soalnya akses kemana-mana jadi lebih mudah.

DSC_0259

Rel BTS dari kejauhan

DSC_0257

Stasiun Surasak yang kokoh

DSC_0258

Mari naik 😀

Dibimbing CK, satu persatu mulai beli tiket menuju Siam Center. Aku lupa apa nama stasiun tujuannya, yang pasti dari stasiun Surasak, per orangnya cuma kudu bayar THB 25 aja! ( 25 x Rp.325 = Rp. 8.125!) Murah banget, untuk jarak tempuh yang lumayan juga sih.

Di setiap stasiun ada kubikel khusus yang menyediakan jasa penukaran uang logam. Jangan bayangin kayak di Indonesiayang nuker duit Rp.1000 dapetnya 9 buah logam Rp.100-an ya haha, di sini, kalo tuker THB 100, ya dapetnya juga THB 100. Si mbak-mbak juga cekatan membantu penukaran uang.

DSC_0262

Eh ada yang lirik minta difoto hahaha 😀

Mesinnya canggih deh. *maaf norak, di Palembang eh Indonesia belom ada (?)* Jikapun kita kasih duitnya THB 30 (@ pecahan THB 10), mesin akan otomatis kasih kembalian THB 5. Caranya pun gampang. Tinggal pencet tujuan kita mau kemana, lihat harganya, masukin koin, keluar deh karcisnya. Untuk lihat berapa tarifnya, ada tuh di samping mesinnya.

DSC_0266

Pose dulu. *lupa ngempesin perut*

Selanjutnya, kita tinggal merhatiin kemana arah tujuan kita. Awas jangan salah arah, haha bisa-bisa nyasar ke stasiun lain. Tapi, kalopun nyasar aah jangan panic, tinggal beli tiket balik aja. Kesasarnya juga hitung-hitung jalan-jalan toh 😀 Nah, petunjung arahnya tersedia dalam aksara latin kok. Jangan khawatir yang gak bisa baca tulisan keriting ala Thailand. Juga, petugas banyak kok tersebar di tiap stasiunnya, jadi kalo bingung tinggal tanya aja. Pengalamanku, petugasnya sedikit-sedikit bisa menerangkan dalam bahasa Inggris. Kalopun dia pake bahasa tarzan, dia ngerti kok apa yang kita omongin. Coba aja kalo gak percaya ^^

DSC_0267

Karcis atau tiket berbentuk kartunya masukin ke sini *tanda panah*

Kalo udah, kita tinggal menunggu. Hihi, ada kejadian lucu saat menunggu ini. Coba liat garis berwarna kuning pucat itu. Nah, itu batas untuk menunggu kereta. Karena asyik jeprat-jepret, aku gak sengaja kelewat garis itu, tiba…tibaa…. Pripiiittt… eeh ada petugas yang niup peluit haha. Kayak lagi pertandingan olah raga aja.

DSC_0270

Awas kakinya jangan lewat dari garis itu. Ntar kena kartu merah hahaha

Begitu masuk kereta, ternyata lumayan penuh. Walau gitu, tetap lah ya yang namanya foto-foto *temen-temen tuh yang narsis, kalo aku mah fotoin orang aja hehe, soal narsis, tunggu waktunya sebentar lagi* nah, kalo udah di dalam kereta, jangan keasyikan ngerumpi, apalagi ngomongin bule ganteng yang ikutan naik BTS *nyindir-kode.com* Kita harus dengerin suara si mbak-mbak yang ngasih tahu stasiun mana yang bakalan disinggahi. Tiap kereta mendekat ke sebuah stasiun, suara mesin si mbak-mbak akan terus terdengar.

DSC_0272

Kereta yang ditunggu sudah datang

DSC_0271

Kereta yang menuju arah sebaliknya. Pokoknya Indonesia (Jakarta) harus punya yang kayak gini!

DSC_0269

Lintasan rel membelah kota Bangkok

Kondisi di dalam BTS gimana? Nyaman kok! Walaupun harus berdisi udara di dalam nggak penat. Juga, seingatku ada LCD untuk penumpang nonton. Bagi ibu hamil, lansia dan anak-anak akan diproritaskan untuk mendapatkan tempat duduk. Nah, kurang lebih 20 menit, akhirnya kami sampe ke stasiun Siam Center. Awas jangan lama-lama keluar keretanya, pintu akan tertutup dalam waktu 20 detik *hasil ngitung hahaha* Sebentar banget ya? Hmm, cukuplah. Sepadat-padatnya kereta masih bisa kok keluar dalam waktu segitu. Beda halnya kalo pas mau keluar pake acara keseleo segala, nah bisa-bisa diajak ke stasiun berikutnya deh 😀

DSC_0273

Peace ala CK 🙂

Sayang ya, tiket BTSnya harus dikembaliin begitu keluar stasiun. Tiketnya bagus deh. Di bagian belakang ada peta stasiun apa aja yang dilaluin. Oke, lanjut ke Siam Paragon. Lagi-lagi konsepnya sama kayak mall kebanyakan. Tujuan ke sini sih bukan untuk belanja, tapi ke Madame Tussaudsnya.

DSC_0276

Nah kartunya dibalikin ke alat ini 😦 padahal kartunya bagus untuk dikoleksi hahaha

Kami menuju lantai atas (lupa lantai berapa). Hari itu kami dipandu sama tour guide bernama Gem. Gem ini cewek yang tampilannya lebih maskulin ketimbang Kenny (tour guide di hari pertama). Tiket masuk Madame Tussauds ini antara anak-anak dan dewasa berbeda. Untuk dewasa sekitar THB 800 (setara Rp.260 ribuan deh. THB 600 untuk anak-anak). Mulai dibuka dari jam 10 pagi hingga 9 malam. Nah, jika berencana ke Bangkok dalam waktu dekat dan pingin ke Madame Tussauds, tiketnya bisa dibeli secara online, bisa dapet diskon hingga 50% lho.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Mendekati Madame Tussauds, yihaaaa aku langsung disambut oleh mbak Michelle Yeoh, salah satu bintang film yang aku suka. Wah, baru di depan pintu masuk aja rasanya udah antusias banget. Semua pada rebutan pingin masuk. Belom juga menuju ke dalam, sudah jeprat-jepret. Selanjutnya…. Biar gambar saja yang berbicara ya hahaha.

DSC_0414

Mbak Michelle Yeoh menyambut kami 🙂

DSC_0413

Madame Tussauds Bangkok

Oh ya, sesuai harapanku ketika mengikuti lomba #TripBarengCK, salah satunya ingin bertemu dengan presiden Soekarno. Alhamdulillah, satu list sudah berhasil aku laksanakan. Rasanya gak mungkin bisa berdampingan dengan tokoh nasional nomor 1 di Indonesia ini. Terlebih beliau kan sudah wafat. Tapi, di Madame Tussauds Bangkok, semua menjadi mungkin!

DSC_0296

Bersama Presiden pertama Republik Indonesia : Ir. Soekarno.

DSC_0308

Bersama Barrack Obama 🙂

Seneng banget euy bisa foto bareng tokoh-tokoh terkenal. Namun sayang, ternyata ada beberapa patung tokoh terkenal yang sekarang sudah tidak ada lagi di Madame Tussauds ini. Misalnya saja Spiderman hehe. Trus Britney Spears, Johnny Depp (berpakaian ala film Pirates series), Ronaldino dan beberapa lagi. Sepertinya keberadaan patung-patung itu kini digantikan dengan tokoh-tokoh baru yang lebih hit. Seperti salah satu anggota 2PM (boyband Korea) yang asli berasal dari Thailand *susah banget namanya diinget haha* Kayaknya kendala tempat aja nih Madame Tussauds Bangkok. Harusnya kan kedatangan patung baru itu untuk menambah koleksi bukan menggantikan koleksi yang lama.

Oh ya, hal unik lain di Madame Tussauds adalah pegawainya 🙂 Di beberapa tempat tokoh terkenal (seperti Barrack Obama, Jackie Chan dll), ada pegawai Madame Tussauds yang berprofesi sebagai juru foto. Di sini, kita boleh foto pake kamera sendiri, tapi sudahnya harus difoto pake kamera dia. Foto tersebut bisa ditebus di lantai 2 museum. Harganya hmm THB 250 kalo gak salah. Tapi, pegawainya ramah-ramah kok dan bisa bahasa melayu sedikit-sedikit. “Saya foto. Tidak beli, tidak apa-apa,” ujar mereka. Haha good!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sekitar 2 jam kami berada di Madame Tussauds. Di lantai atas, pengunjung akan dikasih liat gimana patung-patung itu dibikin dan juga ada toko cinderamata yang harganya lumayan yahuud haha. Ahh, rasanya waktu segitu masih kurang. Untuk ekplore satu tokoh aja kadang bisa beberapa menit. Gapapa deh, lumayan juga bisa ‘ketemu’ tokoh-tokoh beken dari mana-mana. Setelah dari Madame Tussauds, peserta punya jam bebas. Sebagian memilih berbelanja. Aku sendiri lebih memilih untuk mengunjungi Grand Palace. Ke Bangkok tanpa ke Grand Palace, apa kata dunia?

DSC_0412

Bagus-bagus sih… tapi… muahal 😀

DSC_0411

Patung Oscar ini harganya ribuan baht. Tapi emang bagus dan berat 🙂

…bersambung.

Iklan

26 thoughts on “[Thailand] ”Bertemu” Presiden Soekarno

  1. Hahahahhaha percis lagi deeehhh
    Pertama : Dulu cuek2an sama temen “sebelah” pas di internet corner, dan kami baru saling ngobrol pas dia nanya “where is @?” hehehhhe
    Kedua : mampir ke sevel cuma buat beli minum 1,5 liter hihihihihihihihi
    Ketiga : kalap foto2 pas di Madame Thussaud, cm waktu itu si mbak yg ramah ngajak ngobrol kami pake bahasa inggris

    Masih inget, dulu pas disamping Grand Pallace, nanya arah ke Wat Po ato Wat Arun gitu ke adek2 sekolahan, mereka gak ngerti bhs inggris dan aku ga ngerti bhs Thai, akhirnya saking depresinya, akhirnya nanya pake Bhs Indonesia *gak sadar*, dan mereka makin bingung 😀 *tepokjidat*

    • *tos deh* 😀

      Itu si Sibien waktu nanya huruf O beneran kayak orang panik, pas kulirik ternyata dia mau masukin pasword emailnya, haha, takut keburu lupa huruf selanjutnya maka nanyanya cepet jadi kesannya panik 😀

      Nah yang di Barrack Obama itu yang bisa bahasa melayu itu cowok. Orangnya ramah, mungkin standar pelayanan Madame Tussauds emang begitu ya 🙂 Yang pasti, waktunya kuraaang. Andai gak inget mau ke Grand Palace, mau lama-lama di sana ^^

  2. Waaaa, thailand seru juga ternyata :D, emang bener tuh kalau udah ngantuk konsentrasi pasti kurang, hasilnya nyari kamar hostel aja bisa salah. Untung ga salah tidur di ranjang orang aja tuh :p

Yakin gak mau komen? aku (hampir) selalu BW & komen balik, loh! :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s