Libur panjang imlek di awal Februari lalu, menteri keuangan (baca: ibu hehe) tiba-tiba aja ngajakin buat main ke Bandung. To be honest, saya nggak begitu antusias karena ngebayangin di akhir pekan aja Bandung itu bisa ampun-ampunan macetnya, apalagi di long weekend. Saya sih menyarankan untuk memindahkan lokasi liburan ke Pulau Bangka saja.
Tapi saya kalah suara, dan ya gakpapa juga sih, sebab emang udah lama pengen ketemu sama AyaSae anaknya Arako. Jadilah, dengan jumlah tim yang nggak lengkap (karena yang lain punya kesibukan tersendiri), kami berangkat hanya berempat plus satu sopir. Perjalanan alhamdulillah lancar, dan di hari kedua di Bandung, kami langsung menuju lokasi yang sejak awal sudah diincar untuk didatangi: Orchid Forrest Cikole.
Berangkat Pagi Sekali
Alhamdulillah kita sekeluarga tuh pada dasarnya morning person. Jadi, diminta kumpul jam 7 pagi di lobi, semua gercep dan gak ada yang terlambat. Jarak dari pusat kota Bandung ke Orchid Forrest yang ada di Desa Cikole ini sih sekitar 18 km saja. Tapi, karena jalannya sempit dan rawan macet, biasanya butuh waktu 1 jam perjalanan. So, mending jalan lebih pagi dong, ya!
Apalagi kami juga mau cari sarapan dulu. Alhamdulillah nemu akang bubur Bandung di pinggir jalan gitu. Walau gerobakan tapi uenak dan harganya murah. Terakhir makan bubur Bandung tuh tahun 2002 di depan Gedung Sate hahaha.

Area parkir saat kami pulang. Udah penuh sama kendaraan pengunjung.
Keputusan yang tepat sih jalan lebih cepat. Saat kami tiba di gerbang utama, antrean masih kondusif. Mungkin karena itu libur nasional, terlihat beberapa petugas lebih dulu nyamperin mobil kami yang ada di antrean belakang.
“Mau ke Orchid Forrest ya? HTM-nya Rp.50.000/orang, untuk biaya parkirnya Rp.10.000. Jadi bapak/ibu bisa persiapkan uangnya dari sekarang.”
Ini keren! Hal sederhana tapi ngebantu banget untuk mempercepat proses pembayaran di loket, kan! Kebayanglah begitu di depan loket baru mah nanya ini itu. Bikin antrean di belakang makin panjang, kan?

Sepanjang area pemandangannya kayak gini.
“Tiketnya harap disimpan, nanti untuk akses masuk ke Orchid Forrestnya, dan ada potongan diskon ke wahana,” ujar petugas loket.
Begitu melewati pos utama, ternyata di sisikanan terdapat area glamping. Terlihat beberapa kemah berwarna putih tersusun rapi di pinggiran hutan yang dipenuhi pepohonan. Nah, untuk menuju lokasi utama Orchid Forrestnya, mobil masih harus berkendara lagi beberapa menit.

Peta area Orchid Forrest Cikole

Pohon Pinus berdiri gagah

Diambil dari anjungan rumah pohon
Sampai di depan gerbang Orchid Forrest, tampak puluhan kendaraan sudah terparkir rapi. Emejing juga sih, ternyata banyak yang lebih pagi datang ke sana. Nah, cuaca Bandung coret yang sejuk, bikin beser. Makanya, sebelum masuk kami sempatkan dulu pakai toilet umum dengan bayar Rp.2000/orang.
Hal yang seharusnya tidak kami lakukan, karena, begitu masuk ke loket Orchid Forrestnya, tersedia toilet yang jauh lebih bersih! Hahaha. Ya sudah, rezekinya pemilik warung yang toiletnya kami pakai.
Ada sebuah gerbang pemeriksaan di sini. Nah, inilah fungsinya menyimpan tiket yang sebelumnya kami beli di loket depan. Tiketnya harus dicek sama petugas sebelum diizinkan masuk.

Gerbang pemeriksaan tiket
Sebetulnya dari area parkir aja, kami sudah disambut dengan deretan pepohonan yang tinggi menjulang. Namun, begitu masuk area utama, wah makin banyak lagi. Udaranya sungguh segar, gak kayak udara Palembang pas bencana kabut asap, iya iyalah ya.
Menikmati Sejuknya Cikole
Berada di area seluas 12 hektar dengan pepohonan dan berbagai jenis tanaman, gak heran kalau datang ke sini tuh kayak menguras paru-paru alias pulmo dalam bahasa latin. Luar biasa menyenangkan berada di alam terbuka nan sejuk semacam ini.
Terdapat beberapa anjungan menyerupai rumah pohon di sisi kanan dan kiri. Belum apa-apa, kami udah heboh foto di area ini. Haha. Kudu gantian sama pengunjung lagi tapinya. Lalu, kemudian terlihat semakin banyak orang yang datang. Benar-benar puncak liburan!

Fasilitas yang ada di Orchid Forrest
Fasilitas di Orchid Forrest Cikole ini lengkap banget. Toilet mah pasti ya. Trus di area dalam ini ada mushola yang laki-laki dan perempuan dipisah. Trus, gak khawatir kelaperan sebab banyak yang jualan makanan. Ada restoran yang cukup besar, ada juga food stall yang menyediakan tempat duduk dengan view yang oke.
“Antreannya panjang, tapi!” kata adek saat kepo nanya ke penjual.
Terlihat sih, kursi duduk yang bersisian dengan tebing itu bagus buat foto. Tapi semua meja sudah penuh! Untungnya, di area umumnya banyak sekali kursi buat nongkrong. Ya sudah, beli saja makanannya, dan dinikmati di kursi umumnya.

Salah satu tempat makannya

Bean bag buat nyantai

Nah ini semacam tempat duduk teaternya

Pose dulu :))
Ada pula semacam area luas yang sepertinya digunakan untuk pertunjukkan. Ya, mau pentas apa gitu bisa. Pengelola pun sudah menyiapkan sound system. Alunan lagu terdengar nyaman. Musiknya terdengar tapi juga nggak yang memekakkan telinga.
Sesuai namanya, terdapat Orchid House, Green House dan Bazaar Anggrek yang dapat dikunjungi gratis oleh wisatawan. Saat itu terus terang kami gak masuk sebab tempatnya agak ke bawah dan khawatir ibu kepayahan nanti kalau ke sana.
Lagian, gak harus masuk ke sana pun berbagai macam aneka bunga tuh terpampang nyata di depan mata. Ada lebih dari 20.000 anggrek di hutan wisata ini. Nah, paru-paru sehat, mata juga dimanjakan. Perpaduan yang sempurna!

Jalan menuju Orchid House

Bunga-bunga di sekitaran Orchid Forrest
Arena Taman Permainan
Nah selain yang dapat dinikmati gratis, ada juga beberapa wahana yang harus membayar lagi kalau berminat untuk masuk. Misalnya saja Rabbit Forrest (gratis tapi harus beli pakan seharga Rp.25.000), mini golf (diskon 50% dengan menunjukkan potongan tiket, dari Rp.20.000 jadi Rp.10.000 saja), Horse Ranche (berkuda dengan membayar Rp.50.000) atau masuk ke Orchid Castle (arena permainan anak seharga Rp.40.000)

Kebayang anak-anak akan seneng banget main di Orchid Castle ini

Nah ini wood bridgenya. Di ketinggian 23 meter.

Ini juga area wood bridge sekaligus tempat mereka main flying fox
Saya sih naksir sama Wood Bridge-nya yang mengitari hutan pinus dari ketinggian 23 meter. Dengan membayar Rp.20.000 saja, pengunjung diajak berkelana seperti di Canopy Walk di Kuala Lumpur yang pernah saya coba beberapa tahun lalu. Istimewanya lagi, harga itu sudah termasuk menjajal flying fox sepanjang 125 meter! Nyesel kan gak nyoba walaupun saya nggak tahu bobot badan saya masih bisa nggak buat menjajal wahana itu hahaha.
Oh ya, saat ke sana, saya lihat ada beberapa orang yang melakukan prawed. Saya nggak tahu kalau gini dikenakan biaya khusus atau nggak. Rasanya sih nggak ya, sebab banyak banget kemarin orang yang niat bawa peralatan foto dan selama pake alat sendiri rasanya nggak dikenakan biaya lagi.
Beda cerita kalau sengaja hire fotografer khusus dari mereka. Ya ada paket harganya mulai dari 1 juta hingga 1,8 juta. Ini udah termasuk HTM untuk 5 orang. Dan untuk pemesanan foto ini, harus via WA mereka. Termasuk juga kalau mau mengadakan acara, out bond sekaligus disediakan lunch box. Tinggal kontak pengelolanya saja di WA no 0811-2221-284.

Shuttlenya sedia setiap saat

Oleh-oleh dari Orchid Forrest Cikole. Satu pak ini 25 ribu kalau gak salah.
Oh ya, karena kami mengitari area ini cukup luas ya hingga ke ujung, untuk kembali ke titik awal gak usah khawatir jalan menanjak, sebab pengelola sudah menyediakan shuttle car yang membawa kita ke area parkir.
Begitu pulang mendekati jam makan siang, barulah terlihat antrean kendaraan yang mengular hingga ke jalan utama Lembang. Kalau sudah begini, jadi bersyukur banget kan sengaja datang lebih pagi demi eksplorasi lebih nyaman di hutan wisata ini.

Gak bosan balik lagi ke sini kalau ada kesempatan
Orchid Forrest Cikole Lembang
- Weekday 09.00 – 18.00 WIB.
- Weekend 08.00 – 19.00 WIB.
Operasional tanggal libur nasional mengikuti weekend.
- Harga Tiket Masuk Orchid Forest Cikole Rp. 40.000 (domestik), Rp. 100.000 (mancanegara) perorang, dari usia 3 tahun keatas sudah dikenakan tiket.
Belum termasuk:
Tiket Kawasan Hutan (LHI PERHUTANI):
- Weekday Rp. 7.500 perorang
- Weekend, long weekend dan tanggal merah Rp. 10.000 perorang.
Parkir Kendaraan:
- Bus Rp. 50.000 perhari.
- Mobil Rp. 10.000 perhari.
- Motor Rp. 5.000 perhari.

Dilihat dari gambar udah berasa seger udara di sana. Emang kalau mau ke Lembang harus komitmen jadi morning person banget sih, telat dikit pasti udah say hi sama kemacetan yang mengular. Rasanya dengan harga tiket sekian, worth it banget buat menjelajah Orchid Forrest Cikole, bawa anak pasti seneng deh bisa bebas lari-larian di sana. Saya jadi pengen nyobain naik flying fox-nya. Hoho..
Iya, sepadan sekali dengan pengalaman yang didapat dan dengan HTMnya. Aku membayangkan di Palembang ada tempat wisata kayak gini. Eh sebetulnya ada, namanya Punti Kayu tapi lama tak terurus.
Wahh cakep banget hutannya. bisa dikelola sebagus itu ya. Saladin pasti puas lari2 di sana lalu minta berkuda dan lihat kelinci hihiih. Sekalian aja usilin bilang kalau di mBatu kelinci tuh dipiara buat disate. Ups, sorry OOT.
Oh ya untuk rate makanan dan minuman yg dijual di sana gimana? Biasanya kalau di dalam tempat wisata harganya agak dimahalin sih ya. Apa ada artikel lain yg khusus mengulas makanannya?
Haha di Lembang banyak banget yang jual sate kelinci emang. Aku gak tega makannya tapi hwhw.
Untuk makanan, adekku cuma jajan pastry. Harga standarlah. Kalo makan berat, kami pilih ke resto di sekitaran Lembang sana mbak. Dan kayaknya gak akan dibahas khusus restonya.
ini bagus banget tempatnya mas…jadi pengen kesana looo mana tempatnya juga luas banget sepertinya… itu wood bridge nya murah banget ga sie mana sudah sepaket sama flying fox juga..wajib dicoba sptnya sekalian menguji adrenalin hehe
hijau2 ditengah kepadatan bandung ..tapi aku juga belum pernah ke lembang sie jadi gak tau apakah lembang sepadat bandung atau masih asri aja 🙂
Soal padatnya kayaknya udah makin padat. Pembangunan di mana-mana, tapi alhamdulillah udaranya masih sejuk dan masih banyak pepohonannya.
Terima kasih infonya…benar-benar tempat yang bagus. Semoga kapan-kapan bisa mencoba kesana.
Bakalan dapet banyak foto ntar kalau ke sini 🙂
Mantap dah.. Wisata kesini menikmati udara yg seger di tambah lagi adab permainan makin betah dan seru aja nih berwisata kesini
Menyenangkan memang.
Wah, canti sekali view di Cikole ini
Senangnya bisa jalan jalan di tempat ini
Nggak hanya viewnya, tetapi juga pasti udaranya segar ya
Pas buat refresh sejenak
Betul, udaranya segar.
Bersyukur banget yang tinggal di daerah Jawa Barat ya, mendapatkan suguhan suhu sejuk dengan alam hijuanya yang segar. Buat yang hobi trekking sembari menghirup O2 sebanyak mungkin pasti happy ada disini. Menikmati alam yang bersih dan rapi. masukin list jalan jalan dulu
Bener, wisata alam gak mesti jalan jauh. Akses tol juga udah banyak. Jadi gak makan banyak waktu 🙂
Permintaan Ibu buat ke Bandung terpenuhi jua. Udah gitu destinasi wisata yang dipilih bagus banget Orchid Forrest Cikole, view alam nya sangat kental sekali, beneran sejuk dan menawan. Udah gitu jadi momen buat menguras paru-paru. Menghirup udara segar sebanyak-banyaknya. Auto sehattt
Menarik juga petugas lokel nya, ada yang berinisiatif menginfokan ke para pengantre supaya menyiapkan uang sekian, sehingga antrian lebih efektif dan efisien.
Fasilitasnya pun komplit, misal bawa anak-anak ga worry ya. Kamar mandi ada, mushola ada, makanan dan resto pun ada.
HTM ke Orchid Forrest Cikole cukup worth it.
Next ku juga mau kesana akh ajak adek-adek dan juga keponakan, mereka pasti happy banget main ke alam seindah Orchid Forrest Cikole.
Iya, itu aku apresiasi banget. Sebab mempercepat prosesnya kalau sejak awal sudah diinfokan kayak gitu.
HTMnya pun gak bisa dibilang mahal karena sepadan dengan segala macam yang dijumpai ^^
Orchid Forest ini destinasi wisata healing yang asik sih. Apalagi buat pecinta bunga terutama Anggrek. Dan keindahan alam di sekitar lokasi membantu banget buat healing sambil foto buat ngonten biar jadi dokumentasi. Wajib mampir ya kesini tuh
Enak banget kl bawa kamera yang bagus. Kemarin ini aku modal hape aja 🙂
HP aja udah bagus kook
Makasih kang Aip
Maaf omduut, yang tulisan Orchid Forest Cikole warna biru di bagian paling bawah, agaknya typo yaa..
Aku belum pernah ke Orchid Forest Cikole, Hiks~
Tapi fieldtripnya anak-anak ke sini selalu..
Yaudahla ya.. pan kapan, hihihi.. yang penting anak-anak uda bahagia pernah ke tempat wisata seseru Orchid Forest Cikole.
Pemandangannya luar biasa sih ya..
Jadi inget wedding-nya syapa dulu yaa.. yang di Orchid Forest Cikole? Looks so natural.
Hahaha iya ya ampun aku baru sadar kalo typo. Kok keinget sama Orchard ya? hwhw
Viewnya mahal buatku yang biasa sehari-hari lihat beton. Makanya diajakin ke sana hepi banget. Kemarin itu juga ada yang prawed, keren konsepnya.
Buat yang kepoan kayak aku gini, fitur google lens jadi ngebantu banget buat mengetahui jenis tanaman dan pohon-pohon yang ada di Orchid Forest Cikole yaa, Omdut.
Seneng ada tempat wisata alam yang modern seperti ini.
((menyisipkan ke_BANGGA_anku sebagai wargi Bandung, ahaaii.. – Meski blom pernah ke Orchid Forest Cikole juga sii.. huhuhu.. monangiisss))
Kebantu banget sama teknologi ya haha. Jadi sangat berguna itu google lensnya 😉
Halo Om,, Salam Kenall.. Saya Bayuu.. hihi 😁
Ya Ampunnnn Orchid Forest sebagus dan sebersih itu ya ternyata.. Too Bad kemarin pas ke Bandung gagal ke sana dan malah lebih ke Grafika Cikole 🥲 Grafika y bagus jugaa sih… Orchid lebih bagus kayanya yaa.. Semoga next kalau ada kesempatan visit Bandung bisa mampir ke sana lagi..
Nice Writing btw Om,, Terimakasihhh buat repiewnyaa 😚
Hi Bayu, salam dari Palembang. 🙂
Barusan aku googling tentang Grafika Cikole, wah cakep juga ya. Ini aku pernah liat cuma ntah kenapa pas ke sana lupa ada tempat itu. Semoga next time bisa balik ke Bandung lagi dan aku bisa main ke Grafika Cikolenya amiiin.
pengen banget kesini dari dulu tapi belum kesampaian hahaha
aku pengen foto yang di skywalk alias jembatan itu, biar kayak orang-orang hahaha
teruss nggak nyangka aja ternyata di dalam orchid forrest ini ada permainannya gitu ya, aku kira malah kayak wisata hutan aja
Di Bandung meskipun macet juga, tapi ada tempat yang bikin mata seger kayak gini, auto refreshing sesaat, bikin semangat lagi balik ke kantor gitu ya
Iya, sayang banget dulu skip ke jembatannya kami. Udah keburu laper sebab udah jam makan siang hwhwhw
Duh duh mau banget ke Orchid Forest ini pemandangannya cantik dan asri ya. Tapi kebayang kalau musim liburan anak sekolah pasti padat banget huhu…
Bener mbak Dew, tapi kuncinya di pemilihan jam saja. Mending datang lebih pagi kayak kami biar bisa puas jalan-jalannya dan gak kena antrean padat 🙂
masyaallah indah banget Mas Har, saya setiap kali ke Bandung belum sempat ke sini-sini, suka banget lihat suasanya hijau apalagi Bandung ya hawanya kan sejuk banget, wajib banget datang ke sana kalau ke Bandung lagi, Bandung memang ga pernah ada habisnya ya kalau ngomongin soal wisatanya
Mudah-mudahan nanti pas ke Bandung lagi bisa main/melipir ke Lembang dan main ke Orchid Forrest Cikole ini ya mbak 🙂
Hutannya bersih banget. Pas lihat foto pertama, agak mengernyit orchid forest tapi kok itu kayak pohon pinus ya.
Eh tapi beneran orchid forest ya karena ada lebih dari 20 ribu pohon anggrek di situ.
Hutannya bersih pula ya, emang cocok kalau ke situ tuh dari pagi, menguras paru-paru
Bener 🙂 bagus banget bagi yang terbiasa terpapar polusi perkotaan ^^
Btw lumayan ya HTMnya, apalagi ternyata masih ada tambahan lagi di dalam, etapi pas liat di dalamnya, emang worth it banget sih ini, masya Allah, sejuk, segar, nafas rasanya plong banget ini mah.
Senang banget dah kalau ada di tempat kayak gini, full of oksigen.
Mana bersih dan rapi banget, luar biasa sih pengelolanya
Tadinya aku jg mikir lumayan ya 50k, tapi setelah eksplor langsung rasanya rela sebab areanya luas dan emang fresh banget setelah dari sana 🙂
Melihat foto-foto Omdut di area Orchid Forrest Cikole berasa adem banget, udaranya seger. Kalau cuaca cerah bakal betah berkeliling sambil ngisi paru-paru dengan O2 sepuasnya. Perjalanannya bakal sepadan dengan udara bersih dan viewnya.
Saya belum pernah berkunjung ke sini, jadi penasaran.
Semoga nanti ada kesempatan main langsung ke Orchid Forrest, amiiin
mata sehat paru-paru sehat ini mah… apalagi kalo ada promo wah kantong juga tetap sehat kayanya hihi… orchid forest lembang emang no counter aselina…
Enaknya pas weekdays dan gak libur panjang emang 😀
Lengkap banget ya om, kayaknya semuanya ada di sini. Mau belanja ada, taman bermain ada, musholla juga tersedia. Bisa jadi destinasi favorit ini pastinya.
Iya, dapat dijadikan destinasi fav.
Ngajak rombongan se-keluarga bakalan menyenangkan banget sih ini. Atau semisal buat me time si healing² manja juga rekomen, karena nuansa lihat pepohonannya yang menjulang tinggi, udah dapat banget itu bikin mental adem.
Iya, kemarin sama keluarga tapi jumlah kecil. Kalau bisa ramean kayaknya lebih seru 🙂
tadinya sebelum baca mau langsung googling apa itu pulmo, trus baca dulu lah, ah, eh nemu deh artinya.
Cikole ini belum sempet dikunjungi, selalunya numpang lewat dan numpang foto di gapuran depannya aja, hehe. Eh pernah deng udah sempet sampe di loket tiket, tapi karena saat itu gerimis kok ngerasa kurang seru, ga jadi deh
Aku cuma singgah di warung kopi gunung, tetangganya orchid cikole.
Ternyata orchid ini luas bangeet yaa, tapi pingin banget aku ke taman anggreknya itu loh, sama jalan di jembatan dan flyng fox… smoga ada rejeki bisa ke Bandung lagi, aamiin
Hehe iya tadinya mau pake “paru-paru” tapi kurang kece makanya diganti pake istilah lain.
Ternyata udah sampe di gerbang ya, berarti next timelah bisa ke sana amiin.
Waah perlu juga yaa riset kata demi kata, biar lebih berwarna dan lebih variatif tulisannya
Thx sharingnya kak….
Saya malah belum pernah kesini , hehehe
Padahal waktu mau pembukaan, ownernya sounding-sounding sambil menyebarkan “kekerenan” Orchid Forest ini
Eniwei, baru tau kalo Mas Haryadi akrab dengan Arako
Saya juga belum nengok anak kembarnya ^^
Iya ambu, ternyata sesuai dengan apa yang mereka gembor-gemborkan. Aku baru inget ternyata Ambu di Bandung ya. Kemarin gak banyak ketemu temen karena waktu terbatas.
Kalo sama Ara udah bestie banget hehehe
Ara sama twins malah belum pernah ke sini, hihi. Aku ke sini beberapa tahun lalu sebelum pandemi sama temen-temen gereja.
Petugas yang nyamperin ke mobil itu ada di beberapa tempat wisata di sini, mas. Biar nggak kelamaan antrenya. Tempatnya memang cakep, tapi kok aku ingetnya harga makanannya mahal, jadi pas di sana nggak makan.
Kemaren jg yang beli roti cuma Ari haha, kami makan di luar nug. Semoga ntar ada kesempatan ajak Ara dan AyaSae ya
MashaAllah Yan, lihat foto-foto ini aja, aku langsung terusik hahaha. Secara sudah bulanan ada rencana ke sini tapi gak pernah tercapai. Pernah sudah otw tapi macetnya nauzubillah. Jadi kami langsung balik arah. Ngungsi ke tempat wisata lain.
Kebayang pagi-pagi ya datang ke sini, menghirup udara segar dengan langit yang bersih dan tanaman yang subur di setiap sisi. Jalan-jalan di sini bisa dapat oksigen baru dan pemandangan berbeda. Makan juga pasti terasa nikmat karena lingkungan yang segar. Semoga ah dalam waktu dekat bisa berkunjung kemari. Pengen motret sepuas mungkin.
Emang kl memungkinkan enak ke sini hari biasa gak pas libur panjang. Datang agak siang pun rasanya masih aman 🙂 mudah2an bisa segera ke sini yuk, amiiin
Wah seru banget kak Orchid Forest Cikole ini. Jadi mupeng pengen ke sana biar bisa menikmati udara dan pemandangan sejuk di lahan seluas 12 hektar. Belum lagi ada lebih dari 20ribu tanaman anggrek. Sungguh memanjakan mata deh. Saya suka banget sama kursi teaternya ish
Nyaman buat duduk kalau ada pertunjukkan ya 🙂
Dulu sering ke Cikole. Tapi belum pernah ke sini. Ah, jadi pengen ke Bandung deh jadinya . Kangen sama suasananya. Bandung tuh banyak tempat cantik.
Pantes dijuluki Paris Van Java ya 🙂
Ternyata bagus juga ya Orchid Forest Cikole ini. Padahal saya tinggal tidak jauh dari Lembang, tapi belum banyak berwisata, hehe. Terima kasih rekomendasinya Omnduut!
Sama-sama 🙂
masya Allaah nyaman banget main ke orchid forrest cikole. liat pepohonan yang udah tua dan rindang gitu juara banget rasanya. Ditambah oksigen segar yang kaya di dalamnya bikin tambah awet muda kayaknya hehe
Oksigennya turah-turaah 🙂
Saya terdistrak dengan fotonya yang ciamik tenan. Untungnya saat-saat bercerita tentang jembatan di antara pohon pinus bikin saya fokus lagi. Yang jelas saya jadi pengen banget ke sana.
Semoga ada kesempatannya ya nanti mbak.
Aku sendiri blm pernah ke cikole ini mas. Udh masuk dlm list, tapi sejak covid bisa dibilang udah jaraaaang bgt ke Bandung. Padahal dulu lumayan sering.
Cikole juga daerah fav ku sebenarnya, krn sejuk kan. Jadi pasti betaaah stay di sana, cobain glampingnya.
Rata2 memang kalo ke tempat wisata di Jawa, para petugasnya banyak yg jemput bola, maksudnya nyamperin orang2 yg antri, bantu Terima pembayaran, jadi ga stuck panjang. Itu yg aku suka dr banyak tempat wisata di Jawa ini. 👍
Gercep pengelolanya. Dan mereka belajar dari pengalaman padatnya antrean ya mbak. Ini bagus juga ditiru tempat-tempat wisata lain.
Pernah sengaja liburan ke bandung padahal bukan long weekend emang beneran macet dan enakan berangkat pagi. Sayangnya dulu gak sempat mampir sini padahal kalau liat foto-fotonya menarik karena sejuk dan nyaman buat healing.
Mudah-mudahan nanti ada kesempatan lagi ke Bandung dan bisa mampir ke sini 🙂
musim liburan emang paling enggak banget ya jalanannya macet dimana-dimana, tapi kalau sama keluarga ya dijabanin aja jalan-jalan, aku suka nih pergi ke tempat yang ijo-ijo gini sekalian liburan sekaligus healing bikin tenang dan happy mood
Iya, jarang-jarang soalnya bisa jalan sama keluarga 🙂
Tempatnya pas banget buat refreshing. Ijo-ijo, bunga-bungaan, dan lokasi estetik. Mungkin ke sana pas weekday kali ya biar enggak terlalu ramai. Aku kalau ke tempat wisata yang full orang malah kadang suka pusing, hehe.
Bener, idealnya emang tempatnya gak terlalu rame biar nyaman 🙂
MasyaAllah cakep banget dan berasa sejuk sekali ya om. Ada tempat buat ngecamp atau glamping gitu ga ya? Kayaknya seru kalo bisa menginap disana 😃
Iya ada. Tapi aku gak melihat secara dekat lokasi glampingnya saat itu 🙂
Ping balik: Menikmati Hamparan Teh di Nimo Highland Pangalengan | Omnduut